KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM mengungkapkan bahwa dalam rangka mengatasi permasalahan jalan yang mudah rusak dan berlubang karena terendam air banjir di Desa Pacar Kecamatan Tirto. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana membuat selokan dan menambah kapasitas pompa air di rumah pompa Desa Pacar menjadi lebih besar pada tahun 2023 nanti.
“Jalannya sudah alus dan dibetulkan. Tetapi kalau banjir lagi percuma. Ketika banjir jalannya tergenang lagi, nanti rusak lagi. Banjir lagi rusak lagi. Karenanya insya allah Tahun 2023, saya minta kepada dinas terkait untuk membuat bagaimana agar diwilayah ini tidak banjir. Biar ada selokan airnya dan supaya dirumah pompa yang menyedot air disini memiliki pompa yang lebih besar. Jadi kalau banjir bisa cepat surut,” tutur bupati dalam kegiatan peresmian Ruas Jalan Wuled-Pacar bertempat di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/11).
Lebih lanjut, bupati mengatakan pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar pembangunan di Kabupaten Pekalongan berjalan maksimal, “Kita pelan-pelan dan bertahap. Tapi Insya Allah segala upaya akan saya maksimalkan,” kata bupati.
Dalam kegiatan peresmian jalan di Desa Pacar yang dilaksanakan, bupati bersama warga yang hadir berdoa bersama-sama kemudian dilakukan peresmian jalan serta penebaran uang koin atau udik-udikan, “Hari ini kita ada doa bersama, kita resmikan jalan, walaupun tidak seberapa tetapi juga ada udik-udikan. Jangan lihat nilainya tetapi kita berharap barokahnya,” tandas bupati.
Sebelumnya, Kepala Desa Pacar Ali Mansur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas pembangunan Jalan di Desa Pacar, “Saya mewakili Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Pacar mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang berkenan hadir untuk meresmikan jalan di Desa Pacar. Semoga apa yang sudah dibangun bisa bermanfaat untuk warga Desa Pacar dan sekitarnya,” ujarnya.
Setelah meresmikan jalan di Desa Pacar, bupati didampingi sejumlah pejabat dan kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan melanjutkan perjalanan ke tempat peresmian Ruas Jalan Wuled – Karangjati di Desa Wuled Kecamatan Tirto.
Dalam sambutannya di Desa Wuled, bupati meminta kepada warga masyarakat Desa Wuled untuk bersama-sama menjaga jalan yang sudah dibangun dan diresmikan tersebut, “Saya minta untuk dijaga yang baik, mudah-mudahan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat semuanya,” tutur bupati kepada warga.
Sementara itu, Kepala Desa Wuled Wasduki Jazuli mewakili pemerintah desa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Pekalongan, “Saya atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah desa menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Bupati Pekalongan telah mewujudkan jalan alus di Desa Wuled ini,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 21 November 2022
KAJEN – Pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ke-11 Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat menjadi tolak ukur dan evaluasi bersama penerapan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Muatan Lokal Baca Tulis Al Qur’an disekolah-sekolah dan daerah-daerah di Jawa Tengah.
KAJEN - Dalam rangka menindaklanjuti terbitnya Perpres Satu Data Indonesia , Pemkab Pekalongan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No 49 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Satu Data Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Perbup ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan data yang akurat, up to date/mutakhir untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan
KAJEN – Untuk mencegah peredaran rokok ilegal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyosialisasikan melalui pertunjunjukan dengan tajuk Pertunjukan Rakyat Sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” di GOR Desa Paweden, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/11).
KAJEN – Media tradisional tetap memiliki ruang dan penggemar di tengah derasnya arus digital saat ini. Demikian disampaikan Plt Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Aditomo Herlambang, SH, dalam Pertunjukan Rakyat Sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Paweden, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/11).
KAJEN – Jumlah kasus stunting di Kabupaten Pekalongan sepanjang tahun 2022 ini terpantau mengalami penurunan. Hingga Bulan Agustus 2022 kasus yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebesar 747 kasus atau 11,04%. Angka tersebut turun dari Tahun 2021 yakni sebesar 1628 kasus atau 13,48% dan juga angka tersebut sudah dibawah angka nasional yakni sebesar 14%.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. mewakili Bupati Pekalongan dalam kegiatan pembukaan Lomba MAPSI SMP Ke-11 Tingkat Provinsi Jawa Tengah bertempat di Pendopo Bupati Pekalongan, Jum’at (18/11).
Dikatakan juga bahwa Lomba MAPSI diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi yang baik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, “Kegiatan ini tidak hanya sekedar ajang lomba saja, tetapi sekaligus menjadi ajang silaturahim. Terutama dari seluruh sektor. Tidak hanya peserta yang saling berkompetisi tetapi juga para pendampingnya dapat saling bersilaturahim,” ujar sekda.
Kepada seluruh stakeholder yang hadir, sekda mengatakan bahwa pelaksanaan lomba Seni Islami perlu mendapatkan perhatian lebih, “Kita juga dalam pelaksanaan lomba perlu lebih kreatif lagi disesuaikan dengan kemajuan anak-anak kita di usia SMP yang mengenal budaya-budaya luar. Kita sudah masuk jaman digital. Jadi saya kira ini dapat menjadi pemicu kita para penyelenggara dan stakeholder untuk lebih baik lagi dalam penyelenggaraan Lomba MAPSI,” tutur sekda.
Sementara itu kepada seluruh peserta Lomba MAPSI, sekda menyampaikan ucapan selamat karena telah berprestasi dan berhasil menjadi wakil dari Kabupaten/Kotanya masing-masing. Sekda juga sekaligus meminta kepada seluruh peserta untuk berlomba secara suportif, “Para peserta silakan berkompetisi dengan sportif, meskipun Kabupaten Pekalongan tuan rumah tetapi kami dan juga panitia juga akan suportif karena kalah maupun memang bukan tujuan utamanya, yang paling penting adalah silaturahimnya, interaksinya. Sehingga kita bisa bersama-sama saling mengevaluasi diri, bagaimana dan sejauh mana penerapan kurikulum PAI di Kabupaten/Kota masing-masing,” ucapnya.
Dalam kegiatan pembukaan yang digelar siang itu, Sekda mewakili Bupati Pekalongan menerima piala bergilir dari Kabupaten Temanggung sebagai juara umum tahun lalu. Kemudian sekda menyerahkan piala tersebut kepada Ketua Panitia M. Yaskur untuk diperebutkan oleh para peserta.
Kegiatan lomba MAPSI SMP Ke-11 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan diikuti sebanyak 908 peserta dan 471 pendamping dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang akan berkompetisi dalam beberapa jenis lomba meliputi Lomba Cerdas Cermat Islam (CCI), Lomba Pidato, Lomba Takhfidz, Lomba Tilawah, Lomba Tartil, Lomba Kaligrafi, dan Lomba Rebana.
Kegiatan lomba MAPSI di Kabupaten Pekalongan turut dihadiri oleh Perwakilan Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Para Kepala Kantor Kementerian Agama Se-Jawa Tengah, Perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 21 November 2022
“Saya minta kepada dinas terkait DPU Taru, BPBD dan juga Dindikbud Kabupaten Pekalongan untuk langsung bekerjasama agar SDN Karangjompo ini segera mendapatkan penanganan,” kata Bupati Pekalongan dalam kegiatan tinjauan langsung ke SDN Karangjompo Kecamatan Tirto, Rabu (16/11).
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan yang dilakukan, bupati menyampaikan keprihatianannya atas kondisi yang ada di SDN Karangjompo, “Saya prihatin sekali dan tidak menyangka sampai seperti ini kondisinya. Sampai ada ular dan biawak bisa masuk ke sekolah. Banjirnya juga seperti itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, bupati mengatakan tidak ingin ada lagi sekolah yang kondisinya memprihatinkan di Kabupaten Pekalongan, “Sekolah yang kondisinya seperti ini memang sangat tidak layak untuk anak-anak kita belajar. Menurut saya tidak boleh ada lagi sekolah yang kondisinya seperti ini di Kabupaten Pekalongan. Anak-anak kita harus bisa sekolah dengan layak,” tutur bupati.
Terkait tindakan apa yang akan dilakukan terhadap SDN Karangjompo, bupati mengatakan ia meminta kepada dinas terkait melakukan langkah awal penanganan, “Segera akan kami minta untuk menganggarkan. Ini nanti biar dihitung segera. Apakah nanti akan dilakukan peninggian atau penanganan lainnya,” tandas bupati.
Dalam kegiatan tinjauan ke SDN Karangjompo tersebut, Bupati Pekalongan hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, SIP serta didampingi oleh beberapa Pejabat dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 18 November 2022
Bupati Fadia dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembangunan dua ruas jalan yang diresmikan tersebut bernilai hingga miliyaran rupiah, “Nilai pembangunan 2 ruas jalan ini kurang lebih 1,8 Miliyar Rupiah,” ungkap bupati.
Diketahui bahwa sebelumnya kondisi Ruas Jalan Dadirejo – Karangjati dan Ruas Jalan Pandanarum – Silirejo tersebut rusak dan berlubang namun sekarang sudah diaspal halus dan nyaman dilewati pejalan kaki dan kendaraan.
Bupati mengatakan bahwa pembangunan jalan di Kabupaten Pekalongan memang menjadi salah satu program prioritas sesuai dengan program visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yakni Jalannya Alus Rejekinya Mulus.
Melalui pembangunan 2 ruas jalan yang dilakukan, bupati berharap dapat bermanfaat untuk masyarakat semuanya serta berharap dapat segera memperbaiki jalan lainnya yang masih rusak, “Semoga nanti untuk jalan-jalan yang belum dibetulkan bisa kita segera diperbaiki,” kata bupati.
Dalam kegiatan peresmian tersebut, bupati dan warga bersama-sama berdoa, kemudian dilanjutkan dengan pecah kendi dan penebaran uang koin oleh Bupati Pekalongan. Warga masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang digelar tersebut.
Sebelumnya Kepala Desa Silirejo Cistoni dalam sambutannya mengatakan bahwa Ruas Jalan Dadirejo – Karangjati dan Pandanarum – Silirejo yang diresmikan merupakan jalan utama bagi warga Desa Silirejo beraktivitas, “Bagi warga Desa Silirejo dan sekitarnya, jalan ini sangat bermanfaat karena jalan ini termasuk jalan utama bagi pencari mata pencaharian warga Desa Silirejo dimana yang ke utara itu biasanya sampai ke Pasar Wiradesa lewat jembatan gantung Dadirejo dan ke selatan kalau ke Bojong bisa ke Karangjati dimana tempat-tempat tersebut merupakan pusat mata pencaharian warga Desa Silirejo,” tuturnya.
Karenanya dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Pekalongan dan Pemkab Pekalongan atas pembangunan ruas jalan yang dilaksanakan, “Saya sebagai Kepala Desa Silirejo dan mewakili dari desa terkait yang telah dibangun jalannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Pekalongan Ibu Fadia Arafiq dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah membangun jalan di wilayah kami di Tahun 2022 ini,” katanya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 17 November 2022
Salah satu hal yang penting dalam tata kelola data Satu Data Indonesia adalah Sumber Daya Manusia Statistik. Oleh karena itu untuk meningkatkan kompetensi pengelola data statistic di tiap tiap OPD, Dinkominfo Kabupaten Pekalongan melalui Bidang Statistik dan Persandian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) ‘ Statistik Sektoral ‘ bagi para pengelola tiap OPD, di aula Dinkominfo, Rabu (16/11) pagi
Bintek Statistik Sektoral dibuka oleh Kepala Bidang Statistik dan Persandian Ir. Sri Megawati,MM mewakili Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan. BIntek ini diikuti 50 peserta , dengan pengisi materi ( narasumber ) Rani Kurniniawati dan Aufarul Faroh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan.
Bimtek diisi paparan tentang hal hal yang berkaitan Satu Data Indonesia dan Indeks Pembangunan Statistik.
Menurut Rani, dari Satu Data Indonesia diharapkan ada transparansi data. “ Jadi antar instansi ada transparansi data, transparansi datanya nanti bisa untuk mendukung kebijakan,” terang Rani.
Adapun tujuan dari adanya Satu Data Indonesia, dijelaskan bahwa pertama, Satu Data Indonesia akan menjadi acuan pelaksanaan dan pedoman bagi instansi pusat/ daerah. Kedua, untuk mewujudkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan diselenggarakannya Bimtek Statistik Sektoral ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang terpadu mengenai acuan kerja penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Pekalongan dan memperkuat koordinasi dan sinergi antar OPD melaui Forum Satu Data. Selanjutnya para pengolah data di lingkungan Pemkab Pekalongan bisa lebih memahami data yang sudah terbangun dari awal, kemudian mereka juga memiliki pemahaman tentang standar data sehingga data yang disampaikan lebih berkualitas dan akurat. ( red )
Kamis, 17 November 2022
Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro ST MT, Plt Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Aditomo Herlambang, SH dan para pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan serta undangan lainnya. Sosialiasi diikuti camat Buaran dan Tirto beserta kades/ lurah di wilayah tersebut. Kegiatan juga disiarkan secara live streaming di channel Youtube FK Metra Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan didukung Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Pekalongan, Sanggar Langen Budaya dan Paradise (Paguyuban Artis dan Insan Seni) Kabupaten Pekalongan, serta Komunitas Pelaku Seni Tradisi (Koplo Sentra).
Sosialiasi yang dikemas dengan dialog santai dan guyon maton siang itu menghadirkan narasumber dari Kantor Bea Cukai Tegal, Satpol PP Damkar, Sekretariat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pekalongan Dinas Kesehatan, Dindukcapil, Dindikbud, serta Dinporapar Kabupaten Pekalongan.
Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Bea Cukai Tegal, Bambang Kristiawan, S.IP dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa cukai dikenakan untuk membatasi konsumsi barang, karena pemakaiannya menimbulkan dampak negatif bagi pemakai ataupun lingkungannya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa cukai diatur dalam UU No 39 Tahun 2007 Bab Cukai.
“Di Indonesia, ada tiga barang/ produk yang dikenakan cukai, yaitu alcohol murni (etil alcohol), minuman mengandung etil alcohol seperti minuman keras, dan hasil tembakau. Hasil tembakau salah satunya rokok, dikenakan cukai,” ujar Bambang.
Lebih lanjut Bambang mengajak agar stakeholder dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah rokok ilegal dengan mendukung upaya gempur rokok illegal, “Rokok illegal yaitu rokok yang diproduksi untuk diperdagangkan, namun tanpa pita cukai,” jelas dia.
Anjar Ardiansyah ST, dari Sekretariat DBHCHT menerangkan, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Pekalongan 2022 mendapat alokasi sebesar Rp. 8 Miliar. Dana digunakan untuk kesejahteraan masyarakat , termasuk sebagian Jamkesda, pengadaan tabung oksigen untuk menanggulangi Covid-19, rehab puskesmas pembantu (di Desa Sijambe Kecamaten Wonokerto, Kutorojo KecamatanKajen, dan Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar), pengadaan ambulans Puskesmas Tirto II yang rusak akibat rob, serta penanggulangan stunting.
Selain itu, dana juga digunakan untuk membiayai kualitas bahan baku (kebun tembakau di wilayah Kecamatan Petungkriyono dan Paninggaran) dan pelatihan. “Bagi petani tembakau, mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Di Kabupaten Pekalongan, yang mendapatkan BLT yaitu buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok,” kata Anjar.
DBHCHT juga digunakan untuk sosialiasi, salah satunya Pertunjukan Rakyat Sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” Selasa (15/11) siang. Kegiatan serupa juga dijadwalkan Sabtu (19/11) siang di Kedungwuni dan Jum’at (25/11) siang di Desa Podosari, Kecamatan Kesesi. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Kamis, 17 November 2022
Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro ST MT dan para pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan serta undangan lainnya. Sosialiasi diikuti camat Buaran dan Tirto beserta kades/ lurah di wilayah tersebut. Kegiatan juga disiarkan secara live streaming di channel Youtube FK Metra Kabupaten Pekalongan.
“Di era digitalisasi saat ini, produk kesenian daerah masih eksis. FK Metra (Forum Komunikasi Media Tradisional) tetap memiliki ruang dan penggemar di masyarakat,” tutur Aditomo. Dikatakan, FK Metra merupakan bagian dari mitra Kabupaten Pekalongan yang diharapkan dapat memberikan pesan moral dan menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Sesuai Perbup No 21 Tahun 2022, tentang Tata Kerja Dinas Kominfo, tupoksinya membantu Bupati Pekalongan dalam Urusan Pemerintahan Bidang Komunikasi dan Informasi serta Statistik dan Persandian, sesuai kewenangan daerah,” terang dia.
Di dalam melaksanakan tugas, lanjutnya, Dinkominfo tetap menjalin kemitraan dengan siapapun, termasuk dengan FK Metra dan media lainnya dalam konteks bagaimana agar informasi dapat cepat tersampaikan. Dikatakannya, banyak kanal yang dikelola Dinkominfo Kabupaten Pekalongan yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan komunikasi, termasuk melalui media FK Metra. “Diharapkan kita dapat bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan sesuai Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, membangun masyarakat yang SETARA (Sejahtera, Adil dan Merata),” harap Aditomo.
Sosialiasi yang dikemas dengan dialog santai dan guyon maton siang itu menghadirkan narasumber dari Kantor Bea Cukai Tegal, Satpol PP Damkar, Sekretariat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pekalongan Dinas Kesehatan, Dindukcapil, Dindikbud, serta Dinporapar Kabupaten Pekalongan. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Kamis, 17 November 2022
Bupati mengatakan bahwa kegiatan peresmian jalan tersebut sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat semuanya karena Ruas Jalan Bojong - Surobayan ramai dilewati masyarakat dan juga Bupati Pekalongan, “Saya sendiri pun sering melewati ruas jalan ini dan merasa tidak nyaman karena banyak yang berlubang. Sudah dibetulkan berkali-kali tetapi rusak lagi. Karena itu, kali ini yang biasanya diperbaiki hanya 4 cm, Tahun 2022 ini kita perbaiki 10 cm agar awet jalannya dan tidak cepat rusak,” terang bupati.
Lebih lanjut bupati menuturkan bahwa peningkatan Ruas Jalan Bojong - Surobayan tersebut menggunakan anggaran yang tidak sedikit, “Peningkatan Ruas Jalan Bojong – Surobayan biayanya mencapai lebih dari 960 Juta,” terang bupati.
Camat Bojong Farid Abdul Khakim, STP., MM. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, “Saya mewakili perangkat desa khususnya Desa Wiroditan dan Kecamatan Bojong menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan atas peningkatan kualitas jalan khususnya untuk jalur Wiroditan dengan Surobayan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia berharap agar peningkatan Ruas Jalan Bojong – Surobayan dan perbaikan draniase dapat menyelesaikan persoalan genangan air yang sering terjadi diwilayah tersebut, “Informasinya jalan ini adalah lapis 2, karena memang disini sering sekali terjadi genangan air. Jadi ini juga termasuk perbaikan jalan dan drainase. Sehingga Insya Allah kedepan, dengan adanya rekayasa kondisi drainase dan jalan, saluran air yang sering macet dari wilayah Pasar Bojong ini bisa mudah dan terselesaikan dengan baik,” katanya.
Demikian, dia juga berharap agar peningkatan Ruas Jalan Bojong – Surobayan dapat membuat konsep Bojong sebagai Intan Pari (Industri Pertanian dan Pariwisata) lebih selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan.
Sementara itu, Warga Desa Wiroditan Yuliatin dalam wawancara juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas Peningkatan Ruas Jalan Bojong - Surobayan, “Terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan karena jalan didesa kami sekarang sudah bagus, sudah lebih lebar dari sebelumnya, drainasenya juga sekarang sudah diperhatikan supaya tidak banjir,” ujarnya.
Setelah kegiatan tersebut, Bupati Fadia juga meresmikan peningkatan Ruas Jalan sepanjang 2,2 Kilometer dan lebar 3,5 Meter yang menghubungkan Desa Rejosari Kecamatan Bojong dengan Desa Kalijambe Kecamatan Sragi dalam kegiatan peresmian yang digelar di Balai Desa Randumuktiwaren Kecamatan bojong Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya pada kegiatan di Desa Randumuktiwaren, Bupati menyampaikan bahwa sekarang masyarakat Desa Randumuktiwaren dan masyarakat Kecamatan Bojong sudah dapat menikmati jalan yang halus seperti slogan program visi dan misi Bupati Pekalongan yakni Jalannya Alus Rejekinya Mulus’.
Bupati juga mengungkapkan bahwa peningkatan Ruas Jalan Rejosari – Kalijambe bernilai miliyaran rupiah, “Peningkatan Ruas Jalan Rejosari – Kalijambe ini senilai lebih dari 1,4 Miliyar,” kata bupati.
Melalui peningkatan Ruas Jalan di wilayah Kecamatan Bojong, bupati berharap agar dapat bermanfaat untuk masyarakat Kecamatan Bojong dan sekitarnya. Utamanya adalah bermanfaat untuk sektor pertanian, “Kita ingin agar masyarakat Bojong yang merupakan para perani ini agar lalu lintasnya semakin lancar untuk mengangkut hasil pertanian maupun perdagangan dari Kecamatan Bojong sehingga Kecamatan Bojong semakin maju, ekonominya meningkat, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutur bupati.
Kepada perangkat desa dan masyarakat, bupati meminta agar jalan yang sudah dibangun dapat djaga dengan baik, “Saya minta agar dijaga bersama supaya jalan yang sudah dibangun bisa kita nikmati, dan juga bisa menghasilkan rezeki yang luar biasa untuk kita. Serta mempermudah anak-anak kita sekolah dan tidak ada kecelakaan lagi disekitar Wilayah Kecamatan Bojong,” katanya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 16 November 2022
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. dalam kegiatan Seminar Gizi Keluarga dalam Upaya Pencegahan Stunting yang digelar dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-58 Tahun 2022 bertempat di Aula pendopo Bupati Pekalongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/11) pagi.
Bupati mengatakan bahwa penurunan kasus stunting merupakan hasil dari kerjasama yang baik seluruh komponen Pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Pekalongan, “Ini semua bisa tercipta karena kerjasama yang baik dari Puskesmas, PKK, Ibu-ibu Kabupaten Pekalongan, Posyandu, Para dokter dan Para Tokoh Masyarakat Kabupaten Pekalongan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang ikut memantau dan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya,” ujar bupati.
Walaupun kasus stunting turun, tetapi Bupati Pekalongan meminta agar semua pihak tidak lengah, “Kita tetap harus berusaha karena stunting ini adalah musuh kita bersama yang harus kita berantas kalau perlu di Kabupaten Pekalongan ini agar bisa 0% stunting agar tidak ada anak kita yang kekurangan gizi,” katanya.
Lebih lanjut, bupati mengatakan bahwa upaya edukasi dan sosialisasi perlu terus digalakkan terutama kepada pasangan muda yang baru akan menikah agar mereka tau tentang gizi anak, tentang usia hamil yang ideal. Edukasi dan sosialisasi juga perlu diberikan kepada ibu-ibu hamil agar mereka tau apa yang baik untuk dimakan bagi bayi dalam kandunganya, “Karena pelajaran-pelajaran tersebut jika dilaksanakan akan membuat kasus stunting di Kabupaten Pekalongan terus turun,” tutur bupati.
Dalam rangka menyukseskan penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan, bupati juga meminta agar disetiap Puskesmas tersedia fasilitas USG, “Saya juga minta kepada Dinas Kesehatan agar USG harus ada disetiap puskesmas dan juga posyandu-posyandu tersedia Antropometri kit. Ini agar para ibu lebih mudah mendapatkan fasilitas mencegah stunting ini dan juga memastikan anaknya tumbuh dengan sehat,” tandas bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, S.KM., M.Kes. menyampaikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan alat pengukuran stunting di Kabupaten Pekalongan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengalokasikan Antropometri kit kepada sejumlah puskesmas, “Tahun ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengalokasikan Antropometri kit sebanyak 60 set untuk 60 posyandu. Sedangkan di Tahun 2023 akan dipenuhi semua posyandu sejumlah 1346 posyandu,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa kegiatan seminar tersebut digelar dalam rangka penyebarluasan informasi dan peningkatan visi keluarga dalam pencegahan stunting serta dalam rangka membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan.
“Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 361 orang. Terdiri dari tim penggerak PKK, GOW dan juga dari puskesmas. Narasumber kita undang dari Dokters Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Gizi,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, bupati juga menyerahkan penghargaan Puskesmas Tergiat dalam Penanganan Stunting kepada Puskesmas Wiradesa dan Puskesmas Karangdadap. Selain itu, bupati juga menyalurkan bantuan alat USG kepada Puskesmas Karangdadap, Puskesmas I Doro dan Puskesmas Sragi, serta menyalurkan Alat Antropometri kepada Desa Kwayangan Kecamatan Kedungwuni, Desa Sidoharjo Kecamatan Doro, dan Desa Sidomukti Kecamatan Karanganyar.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 16 November 2022