Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis data perekonomian daerah, khususnya untuk memetakan perkembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai aktivitas usaha masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sukirman usai menghadiri Pencanangan dan Pengukuhan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas data ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan usaha di Kabupaten Pekalongan.
“Ini menjadi hal yang sangat positif untuk meningkatkan kualitas data perekonomian kita, khususnya jumlah UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh warga Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Pekalongan sebenarnya telah berjalan. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah menggelar apel siaga sebagai bentuk kesiapan petugas sebelum turun ke lapangan.
Saat ini, petugas sensus tengah melakukan pendataan hingga ke pelosok desa guna memastikan seluruh aktivitas usaha masyarakat dapat terdata secara menyeluruh dan akurat.
Karena itu, Sukirman mengimbau masyarakat untuk menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang benar serta lengkap agar hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan menerima petugas sensus ini agar data ekonomi kreatif dan berbagai usaha yang dijalankan masyarakat dapat terdaftar dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh kepala daerah dan masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
"Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus didasarkan pada data yang valid sehingga pemerintah dapat menentukan langkah pembangunan secara tepat sasaran," terangnya.
Ahmad Luthfi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Di sisi lain, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen.
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan, Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah usaha yang hampir mencapai 5 juta unit atau sekitar 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.
Menurut Sonny, kualitas pelaksanaan Sensus Ekonomi di Jawa Tengah akan sangat menentukan kualitas data ekonomi nasional.
"Keterlibatan sekitar 36 ribu petugas sensus dan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendataan yang diharapkan menjadi pijakan kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di masa mendatang," pungkasnya.
Kamis, 18 Juni 2026
KAJEN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pekalongan menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, berbagai kebijakan pemerintah menjadi sasaran kritik, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), hingga persoalan penggunaan anggaran negara.
KAJEN - Perkuat upaya pemberantasan rokok ilegal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Bea Cukai Tegal menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal. Kegiatan diselenggarakan Aula Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/06/2026). Kegiatan diikuti Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, pedagang kelontong, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk edukasi dan penguatan pengawasan di lingkungan sekitar.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan doa bersama Akhir Tahun 1447 dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Al-Muhtaram, Kompleks Alun-alun Kajen, Senin (15/6/2026) sore.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah sekaligus mempersiapkan diri menyongsong tahun baru dengan penuh harapan dan doa.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan. Dukungan tersebut ditandai dengan pencanangan komitmen bersama dan apel siaga petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (15/6/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan resmi mencanangkan Bulan Dana PMI Tahun 2026 di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekaligus menggerakkan semangat solidaritas dan gotong royong masyarakat dalam mendukung aksi-aksi kemanusiaan.
PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan pentingnya peran petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai ujung tombak penyediaan data yang akan menjadi fondasi perencanaan dan pembangunan daerah ke depan.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, saat memberikan pembekalan kepada petugas Sensus Ekonomi 2026, Kamis 11 Juni 2026.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Minggu (7/6/2026) sore.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah haji Kloter 11 yang berjumlah 91 orang dalam keadaan sehat dan selamat.
KAJEN - Kepulangan jamaah haji Kabupaten Pekalongan Kloter 12 tidak hanya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarga dan pemerintah daerah, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menyambut kedatangan jamaah haji Kloter 12 di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (8/6/2026).
Menariknya, aksi yang berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Pekalongan itu mendapat respons langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, yang turun menemui para demonstran.
Kehadiran Sukirman di tengah massa menjadi momen penting dalam aksi yang sejak awal diwarnai berbagai kritik tajam terhadap pemerintah.
"Kami selalu terbuka dengan kritik, hari ini kami menemui teman-teman PMII Kabupaten Pekalongan yang menggelar aksi dengan mengusung sejumlah kritik positif, tentu kami sangat berterimakasih," terangnya.
Ditambahkan, Mahasiswa menyampaikan Tujuh tuntutan dan kegelisahan yang mereka nilai berkembang di tengah masyarakat.
Dengan membawa poster dan spanduk sederhana dari karton serta MMT bekas, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah program yang dinilai belum menjawab kebutuhan rakyat.
Di antara isu yang paling banyak disorot adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah peserta aksi menilai program unggulan pemerintah pusat tersebut masih menyisakan berbagai persoalan teknis dan tata kelola di lapangan.Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan efektivitas program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMII Kabupaten Pekalongan, Ahmad Nur Khosim menegaskan, Aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Mereka meminta agar setiap kebijakan yang menyentuh masyarakat desa dikaji secara matang agar tidak menjadi beban baru bagi pemerintah desa maupun masyarakat.
Tak hanya kebijakan ekonomi, massa juga menyoroti dugaan pemborosan anggaran negara serta meminta pemerintah lebih memperhatikan sektor pendidikan. Beberapa poster menuntut percepatan sertifikasi guru dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
"Kami ingin pemerintah lebih serius mendengar suara rakyat dan mengevaluasi kebijakan yang menimbulkan persoalan di tengah masyarakat," serunya.
Aksi PMII Pekalongan ini menjadi bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang belakangan kembali marak di sejumlah daerah. Berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai kontroversial terus menjadi perhatian kalangan mahasiswa sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran publik.
Rabu, 17 Juni 2026
Kegiatan juga disiarkan secara live di radio Rasika FM dan RKS FM serta Live YouTube Rasika TV Official serta RKS TV.
Kegiatan menghadirkan narasumber Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M. serta
Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Tegal, Aflachul. FGD dimoderatori Penyiar Radio Kota Santri (RKS) FM, Yuni Syahrana.
Dalam forum tersebut, Bea Cukai Tegal menjelaskan bahwa keberadaan rokok ilegal menimbulkan kerugian bagi negara, menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat, dan berpotensi membahayakan konsumen. Karena itu, keterlibatan seluruh pihak diperlukan untuk menekan peredarannya.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai ciri-ciri produk ilegal, seperti tidak memiliki pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, tidak sesuai peruntukan, atau memakai pita cukai bekas. Produk semacam ini umumnya dipasarkan dengan harga jauh lebih murah dibandingkan produk resmi dan sering menggunakan merek yang tidak dikenal atau menyerupai merek tertentu.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memaparkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung layanan kesehatan, peningkatan kesejahteraan petani dan pekerja sektor tembakau, program pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan penegakan hukum.
Dana tersebut juga membantu pembiayaan berbagai program yang berdampak langsung bagi warga, mulai dari fasilitas kesehatan, perlindungan sosial, hingga peningkatan kualitas hasil pertanian tembakau.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan terus mengoptimalkan penyebaran informasi melalui media tatap muka, radio, televisi, YouTube dan media sosial lainnya, baliho, spanduk, stiker, leaflet, dan koran lokal. KIM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami karakteristik rokok ilegal beserta dampaknya. Pemkab Pekalongan dan Bea Cukai Tegal mengajak masyarakat untuk tidak membeli, menjual, maupun mendistribusikan produk tanpa cukai resmi serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran.
Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, menjaga penerimaan negara, serta memastikan manfaat DBHCHT dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Selasa, 16 Juni 2026
"Alhamdulillah, sore hari ini kita bersama-sama bermuwajahah untuk menyambut Tahun Baru Hijriah 1448. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan refleksi terhadap berbagai hal yang telah dilakukan selama setahun terakhir," ujar Sukirman.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah hendaknya dimaknai sebagai sarana untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang.
Dalam kegiatan tersebut, doa bersama dipimpin oleh Kyai Ahmad Sodiq. Melalui doa tersebut, seluruh jamaah memohon keselamatan, keberkahan, kesehatan, dan umur panjang dari Allah SWT.
Selain itu, Sukirman juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para pemimpin dan penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Pekalongan agar senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
"Kami memohon doa agar para pemimpin, pengampu kebijakan, TNI, Polri, pimpinan DPRD, serta seluruh unsur pemerintahan di Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta diberikan keselamatan dunia dan akhirat," tuturnya.
Disampaikan oleh perwakilan Takmir Masjid Al-Muhtaram KH. Ahmad Muzakki bahwa pergantian tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT.
Ahmad Muzakki menjelaskan bahwa selama satu tahun manusia senantiasa menghadapi berbagai godaan yang dapat menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah SWT. Namun demikian, Allah SWT senantiasa membuka pintu rahmat dan ampunan bagi hamba-Nya yang bertobat dan memohon ampun.
"Melalui doa akhir tahun dan awal tahun ini, kita berharap mendapatkan ampunan dari Allah SWT serta diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," katanya.
Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta bersama-sama membangun daerah yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Senin, 15 Juni 2026
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa para petugas yang telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan akan segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan kondisi perekonomian masyarakat secara akurat. Menurutnya, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang.
“Data ini menjadi sangat penting untuk menjaga arah pembangunan ke depan. Langkah-langkah kebijakan pembangunan harus disusun berdasarkan data lapangan yang solid, valid, terbuka, dan selalu diperbarui sesuai dengan situasi terkini,” ujarnya.
Sukirman juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Ia menekankan bahwa pendataan tidak hanya sebatas mengisi formulir, tetapi juga harus dilakukan dengan memahami kondisi riil di lapangan sehingga data yang diperoleh benar-benar akurat.
“Petugas harus detail dan tidak asal mengisi formulir. Pastikan sumber data atau responden yang didatangi memberikan informasi secara jujur, terbuka, dan transparan, sehingga hasil sensus dapat menjadi dasar yang kuat bagi perencanaan pembangunan Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, S.ST., M.Si., berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dapat berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, kegiatan besar pendataan ekonomi tersebut bertujuan menghasilkan data yang valid, akurat, dan berkualitas.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah akan memiliki data yang berkualitas sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan, sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi yang ada,” jelasnya.
Dengan adanya Sensus Ekonomi 2026, diharapkan tersedia basis data yang komprehensif mengenai kondisi perekonomian di Kabupaten Pekalongan. Data tersebut akan menjadi landasan penting dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Senin, 15 Juni 2026
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa pencanangan Bulan Dana PMI 2026 membawa harapan besar agar masyarakat semakin peduli dan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, dana yang terhimpun nantinya akan dikelola secara baik dan diarahkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, termasuk penanggulangan dan mitigasi bencana.
"Kita ingin mendorong masyarakat untuk semakin memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam mendukung nilai-nilai kemanusiaan. Dana yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kemanusiaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," ujar Sukirman.
Ia juga mengapresiasi kinerja PMI Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025 yang telah memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pertanggungjawaban kinerja dan keuangan. Selain itu, berbagai layanan PMI, khususnya donor darah, dinilai sangat membantu kebutuhan rumah sakit dan masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mendukung keberadaan PMI melalui penguatan program bersama, sosialisasi Bulan Dana PMI hingga ke tingkat perangkat daerah, organisasi masyarakat, RT dan RW, serta mengkaji kemungkinan dukungan anggaran yang dapat diprioritaskan bagi kegiatan PMI.
Sukirman menambahkan, pencanangan Bulan Dana PMI tahun ini juga menjadi awal yang penting untuk menguatkan kembali sinergi antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan setelah sebelumnya sempat mengalami kevakuman.
Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Pekalongan, Keman, S.Pd., menyampaikan bahwa target penghimpunan dana pada Bulan Dana PMI Tahun 2026 diharapkan dapat melampaui capaian tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp1 miliar. Mengingat pada tahun 2025 kegiatan sempat vakum, pihaknya optimistis dengan dukungan berbagai pihak target tersebut dapat tercapai bahkan meningkat.
"Harapan kami perolehan Bulan Dana PMI tahun ini dapat melebihi capaian tahun 2024. Kebutuhan PMI dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan terus berkembang, sehingga dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sasaran Bulan Dana PMI mencakup seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Melalui partisipasi masyarakat, diharapkan semangat kepedulian dan gotong royong dapat terus tumbuh sehingga Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang semakin tangguh dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan penghimpunan dana kemanusiaan serta memperkuat peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat
Senin, 15 Juni 2026
Dalam arahannya, M. Yulian Akbar menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada profesionalisme dan integritas petugas di lapangan. Menurutnya, data yang akurat dan valid menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
"Petugas sensus ekonomi merupakan ujung tombak pembangunan Kabupaten Pekalongan. Data yang dihimpun akan menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan daerah di berbagai sektor," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pekalongan melibatkan total 903 petugas.
Jumlah tersebut terdiri atas 796 petugas pencacah lapangan yang bertugas melakukan pendataan langsung kepada pelaku usaha, serta 171 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang bertanggung jawab memastikan kualitas dan validitas data hasil pendataan.
"Keberadaan ratusan petugas tersebut menjadi elemen penting dalam menjangkau seluruh aktivitas ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara profesional, teliti, dan sesuai standar yang telah ditetapkan," terangnya.
Ditambahkan, Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang komprehensif mengenai kondisi dan perkembangan sektor usaha di Kabupaten Pekalongan. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dengan pembekalan yang diberikan, para petugas diharapkan siap menjalankan tugas di lapangan sehingga hasil sensus dapat memberikan gambaran nyata tentang potensi dan dinamika ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan sebagai fondasi pembangunan daerah 10 tahun mendatang
Kamis, 11 Juni 2026
"Alhamdulillah, pada sore hari ini kita menyambut kepulangan jamaah haji Kabupaten Pekalongan, khususnya yang masuk dalam Kloter 11. Kloter ini terdiri dari 91 jamaah dan semuanya telah kembali dalam keadaan sehat, selamat, dan aman," ujarnya.
Siti Masruroh menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan jamaah ke daerah asal. Dengan tibanya Kloter 11, rangkaian fasilitasi untuk kelompok tersebut telah terlaksana dengan baik, dan berikutnya masih ada kloter 12, 13, dan 14.
Ia berharap seluruh jamaah haji yang telah menunaikan rukun, wajib, serta sunah haji dan umrah selama berada di Tanah Suci dapat memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh.
Selain itu, para jamaah diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kemabruran hajinya melalui peningkatan kualitas ibadah, menjaga akhlak, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh jamaah dapat terus menjaga kemabruran hajinya dengan meningkatkan ibadah, menjaga akhlak, dan memperkuat kepedulian sosial. Hal tersebut menjadi harapan besar bagi kita semua," tambahnya.
Saat ditemui usai penyambutan jamaah haji di Kabupaten Pekalongan, Ahmad Subkhi menyampaikan bahwa dirinya bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji berkat pertolongan Allah SWT.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT sehingga saya bersama rombongan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sebaik-baiknya, baik rukun, wajib, maupun sunah-sunahnya,” ujarnya.
Menurut Ahmad, ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga sarana untuk melatih kesabaran dan keteguhan hati. Berbagai tantangan yang dihadapi selama berada di Tanah Suci justru menjadi pelajaran berharga bagi para jamaah.
Ia menuturkan bahwa setiap tahapan ibadah memerlukan perjuangan dan kesabaran, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah, perjalanan menuju Mina, hingga berjalan kaki menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah.
“Semua membutuhkan perjuangan. Jamaah harus memiliki fisik yang kuat, kesabaran yang tinggi, dan kesiapan mental untuk menjalani setiap rangkaian ibadah,” katanya.
Selain tantangan dalam menjalankan ibadah utama, Ahmad juga mengungkapkan bahwa aktivitas sehari-hari selama berhaji, seperti mengantre untuk menggunakan fasilitas umum, turut mengajarkan arti kesabaran.
“Bahkan untuk ke kamar mandi pun terkadang membutuhkan kesabaran. Dari situ kami belajar bagaimana menghadapi berbagai ujian dengan ikhlas dan tetap menjaga semangat beribadah,” tambahnya.
Penyambutan jamaah haji tersebut berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan dari keluarga maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang turut menyambut kedatangan para tamu Allah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Senin, 8 Juni 2026
Menurut Sukirman, predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ketakwaan, akhlak yang lebih baik, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Pesan yang selalu disampaikan para kiai adalah bagaimana setelah pulang haji kita dapat terus meningkatkan ketakwaan. Makna haji mabrur dan mabruroh adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para jamaah memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga nilai-nilai moral dan akhlak di tengah proses pembangunan daerah.
“Yang tidak kalah penting, para jamaah diharapkan dapat turut menjaga keseimbangan akhlak dan moral dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” kata Sukirman.
Sebanyak 353 jamaah asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Kloter 12 berangkat menuju Tanah Suci pada 24 April 2026 silam. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, para jamaah kembali ke tanah air dan disambut oleh pemerintah daerah serta keluarga.
Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terdapat kabar duka karena dua jamaah dari Kloter 12 meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Keduanya adalah H. Siti Rahayu dari Desa Lambanggelun dan H. Supeno dari Desa Kwagean.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kedua jamaah tersebut. Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Rasa syukur dan haru menyelimuti kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji tahun 2026. Salah satunya dirasakan Wirham beserta sang istri Niti Mutmainah, jamaah asal Kecamatan Kandangserang, yang akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu selama 14 tahun.
Saat tiba kembali di tanah air, Wirham mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan selamat.
“Alhamdulillah kami bisa menjalankan ibadah haji dari awal sampai akhir dalam keadaan selamat. Kami dapat melaksanakan rukun haji, wajib haji, dan sunnah-sunnah haji,” ujarnya.
Selain bersyukur atas kelancaran ibadah, Wahim juga menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing haji dan rekan-rekan sesama jamaah yang telah saling mendukung selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama menjalankan ibadah menciptakan hubungan yang akrab dan penuh kekeluargaan. Bahkan, saat kembali ke Indonesia dan harus berpisah dengan sesama jamaah, muncul perasaan haru yang mendalam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan teman-teman yang selalu akrab, menyenangkan, dan menggembirakan. Saat kembali ke keluarga dan harus berpisah dengan teman-teman, rasanya berat,” katanya.
Wirham menuturkan, selama menjalankan ibadah haji para jamaah juga saling mendoakan agar seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar hingga kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Ia berharap seluruh jamaah yang telah menunaikan ibadah haji memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dalam kehidupan sehari-hari.
Senin, 8 Juni 2026