Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong terbukanya akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Kajen Career Expo 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan ribuan peluang kerja dari berbagai sektor sebagai upaya mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi melalui konsep Rumah Siap Kerja Kajen.
“Rumah Siap Kerja Kajen disiapkan agar ketenagakerjaan, pelatihan, hingga penempatan kerja dapat saling terhubung. Ketika masyarakat sudah memiliki keterampilan dan mendapatkan pekerjaan, maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi. Apalagi jika dikombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, tentu akan semakin selaras,” ujar Sukirman.
Menurutnya, Kajen Career Expo yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pencari kerja, baik lulusan baru (fresh graduate) maupun tenaga kerja berpengalaman, terlihat antusias mendaftar di berbagai perusahaan yang membuka lowongan.
“Dari yang kita lihat langsung, banyak pencari kerja yang datang dan mendaftar di berbagai bidang. Bahkan ada yang mendaftar lebih dari satu perusahaan,” katanya.
Sukirman mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut tersedia sekitar 2.300 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang. Ia berharap seluruh peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu langkah untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Pekalongan.
“Ini merupakan salah satu upaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kabupaten Pekalongan sudah mengalami penurunan dari 3,29 persen menjadi 3,24 persen. Ke depan akan terus kita dorong agar semakin turun,” jelasnya.
Menanggapi adanya keluhan pencari kerja terkait batasan usia dalam persyaratan lowongan, Sukirman menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan.
“Memang menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasi pelatihan-pelatihan. Meskipun usia seseorang sudah melewati batas yang dipersyaratkan, jika keterampilannya memadai dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, peluang untuk diterima tetap terbuka,” tuturnya.
Selain memperluas peluang kerja di dalam daerah, Pemkab Pekalongan juga akan berupaya menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat terkait program ketenagakerjaan yang lebih luas, termasuk peluang kerja luar negeri melalui program pelatihan.
“Kita akan mencoba berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui dinas terkait. Di tingkat pusat juga ada program seperti SMK Go Global yang memberikan pelatihan bagi lulusan SMA/SMK sebelum bekerja ke luar negeri. Mudah-mudahan program seperti itu juga dapat menjangkau daerah,” ungkapnya.
Sukirman juga menegaskan komitmen Pemkab Pekalongan untuk memastikan proses rekrutmen tenaga kerja berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik pungutan maupun percaloan.
“Ini menjadi bagian dari masa lalu yang harus kita perbaiki. Kita sudah berkomitmen dan bekerja sama dengan perusahaan agar proses rekrutmen berikutnya berjalan bersih, gratis, tanpa pungutan, tanpa melalui calo maupun perantara siapa pun,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pencari kerja yang mengikuti Kajen Career Expo, Nadia Nurlaili Umi Latifah, asal Kajen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi para pencari kerja untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang pekerjaan.
Nadia yang merupakan lulusan Ilmu Politik Pemerintahan mengaku masih mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Menurutnya, beberapa lowongan yang tersedia lebih banyak berada pada bidang yang membutuhkan tenaga laki-laki atau pekerjaan lapangan.
“Setelah melihat-lihat lowongan yang tersedia, kebanyakan membuka posisi seperti pekerjaan luar negeri, salesman, atau retail outlet. Saya masih mencari yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya,” ujarnya.
Ia menilai persaingan mencari pekerjaan saat ini cukup ketat karena jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat, sementara pertumbuhan lapangan kerja belum selalu sebanding.
“Menurut saya persaingan semakin ketat. Jumlah sarjana semakin banyak, tetapi tidak dibarengi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang semakin banyak juga. Jadi memang cukup sulit,” kata Nadia.
Terkait batasan usia dalam lowongan kerja, Nadia berharap perusahaan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pencari kerja dari berbagai kelompok usia.
“Banyak lowongan yang memberikan batas usia maksimal 24, 25, atau 26 tahun. Padahal ada juga pencari kerja yang terkena layoff, berhenti bekerja, atau membutuhkan pekerjaan di usia 30 tahun ke atas maupun 40 tahun ke atas. Hal itu mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan,” pungkasnya.
Selasa, 4 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam audiensi bersama Pejuang 24 di Ruang Rapat Bupati Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (3/8/2026). Audiensi yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., tersebut berlangsung secara terbuka sebagai wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat sinergi dengan Bank Jateng melalui penandatanganan perjanjian kredit untuk mendukung percepatan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton. Penandatanganan berlangsung di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (3/8/2026).
Kedungwuni – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh gerakan koperasi untuk terus memperkuat perannya sebagai sokoguru perekonomian nasional melalui tata kelola yang profesional, transparan, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Kabupaten Pekalongan yang digelar di Gedung UMKM Center Kabupaten Pekalongan, Minggu (2/8/2026).
KAJEN – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pekalongan mematok target ambisius namun realistis pada Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2026 mendatang. Melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ke-2 KORMI menargetkan membawa pulang 53 medali dan menegaskan FORDA bukan lagi sekadar ajang berpartisipasi, melainkan panggung untuk meraih prestasi sekaligus mengangkat nama Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan memperketat pengawasan di sejumlah ruang publik dengan meningkatkan patroli serta menambah penerangan di titik-titik yang dinilai rawan disalahgunakan untuk aktivitas yang melanggar norma. Langkah tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai menanggapi adanya laporan penyalahgunaan fasilitas umum di kawasan taman dan hutan kota, Senin (27/7/2026).
SIWALAN – Setelah sempat ditutup demi alasan keselamatan, Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 126 di Desa Tenggeng Wetan, Kecamatan Siwalan, kini resmi dibuka kembali. Peresmian pembukaan akses tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., pada Senin (27/7/2026), sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Pemerintah Desa Tenggeng Wetan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses transportasi yang aman sekaligus menunjang mobilitas warga.
WONOPRINGGO – Jembatan Gantung Garuda di Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, resmi digunakan setelah diresmikan oleh Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., pada Kamis (23/7/2026). Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses akibat rusaknya jembatan lama karena banjir bandang.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari isu moralitas, dugaan peredaran narkotika jenis baru, hingga berbagai laporan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan aparatur sipil negara (ASN).
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, salah satu temuan yang cukup mengejutkan adalah adanya informasi mengenai dugaan peredaran narkotika jenis baru yang dikenal dengan nama Sinte. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan segera berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian untuk melakukan langkah-langkah penanganan secara intensif.
Selain itu, pihaknya juga memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang melibatkan ASN. Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti oleh Inspektorat Kabupaten Pekalongan sesuai dengan kewenangannya.
"Beberapa laporan yang menjadi perhatian antara lain terkait persoalan di desa, pelayanan di puskesmas, hingga praktik adopsi yang sempat menjadi perhatian publik. Semua akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Prinsipnya, ini adalah bagian dari upaya bersama untuk membangun Kabupaten Pekalongan yang lebih baik," ujar Sukirman.
Lebih lanjut, Sukirman mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Menurutnya, forum dialog seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk memperoleh informasi yang akurat sekaligus mempercepat pengambilan keputusan.
Ia menilai, penyampaian aspirasi yang disertai data dan fakta konkret akan memudahkan pemerintah dalam menentukan langkah penyelesaian terhadap setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga akan terus proaktif melakukan pengecekan di lapangan sebagai langkah preventif, sehingga berbagai persoalan dapat diketahui dan diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi aduan masyarakat," pungkasnya.
Senin, 3 Agustus 2026
Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., bersama jajaran Direksi Bank Jateng sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Pekalongan.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mempercepat penyelesaian pembangunan RSUD Kraton, termasuk pemenuhan sarana, prasarana, serta fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.
"Pembangunan RSUD Kraton merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat. Dengan dukungan Bank Jateng, kami optimistis proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat," ujar Sukirman.
Ia menambahkan, keberadaan RSUD Kraton nantinya diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan sekaligus menjadi fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang memberikan pelayanan secara profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Kami berkomitmen mengelola pembiayaan ini secara optimal, transparan, dan akuntabel. Setiap tahapan pelaksanaannya akan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya, sehingga pembangunan rumah sakit ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Operasional Bank Jateng, Sulton Syarif, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada Bank Jateng dalam mendukung pembangunan RSUD Kraton.
Ia berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat yang luas, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
"Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Semoga pembangunan RSUD Kraton berjalan lancar dan mampu semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan," ungkap Sulton.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Bank Jateng, pembangunan RSUD Kraton diharapkan dapat berjalan sesuai rencana sehingga segera dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas kesehatan yang representatif, modern, dan mampu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Senin, 3 Agustus 2026
Mewakili Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si., mengapresiasi Gerakan Koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Koperasi ke-79, salah satunya jalan sehat yang diikuti ratusan peserta.
Dalam kegiatan ini disediakan hadiah menarik dan tentunya terdapat hadiah utama seperti Sepeda Motor, Sepeda, Gunung, dan mesin cuci. Sedang untuk rute jalan sehat dimulai dari Gedung UMKM Center kemudian jalan sampai jembatan pringgodani, Surobayan selanjutnya putar balik dan selesai di Gedung UMKM Center.
Dalam sambutannya, Siti Masruroh menyampaikan ucapan selamat Hari Koperasi kepada seluruh insan koperasi, khususnya di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, tema nasional "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh kuatnya ekonomi rakyat dan berkembangnya desa-desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
"Hari Koperasi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran koperasi dalam memperkuat ekonomi rakyat, mewujudkan pertumbuhan yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, koperasi harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Koperasi tidak lagi identik dengan sistem yang lambat dan konvensional, tetapi harus hadir sebagai koperasi modern yang memanfaatkan teknologi informasi, sistem pembayaran digital, analisis data, hingga kecerdasan buatan untuk meningkatkan pelayanan, memperluas akses pasar, serta menarik minat generasi muda.
Menurutnya, kekuatan koperasi tetap bertumpu pada kepercayaan, partisipasi anggota, dan semangat gotong royong. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, dan masyarakat perlu terus diperkuat, termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak praktik rentenir yang berkedok koperasi.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Pekalongan, Sujud, S.Ag., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Hari Koperasi ke-79, termasuk memfasilitasi penggunaan Gedung UMKM Center sebagai lokasi kegiatan.
"Kami berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan gerakan koperasi dapat terus diperkuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, terdapat lebih dari 800 koperasi yang terdaftar. Namun, koperasi yang masih aktif sebanyak 465 unit. Dari jumlah tersebut, baru sekitar separuh yang telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang merupakan kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian sekaligus menjadi salah satu indikator kesehatan koperasi.
Sujud mengajak seluruh pengurus dan pengawas koperasi untuk terus meningkatkan tata kelola organisasi dengan melaksanakan RAT secara rutin. Menurutnya, apabila seluruh potensi koperasi dapat dioptimalkan, maka koperasi akan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus mampu mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra dan sponsor, di antaranya Bank Jateng, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang Penilaian Koperasi Sehat Kabupaten Pekalongan. Juara I diraih KSP Bakti Doro, Juara II Koperasi Konsumen Al Firdaus Barokah Ummat, dan Juara III KPRI Kopenda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, Kabag Ren Polres Pekalongan Kompol Busono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Supriyadi, S.E., M.M., serta jajaran Dekopinda Kabupaten Pekalongan
Minggu, 2 Agustus 2026
Rakorda ke-2 KORMI Kabupaten Pekalongan menjadi forum konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, sekaligus mematangkan persiapan menghadapi FORDA Jateng 2026. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus KORMI bersama seluruh Induk Organisasi Olahraga (INORGA).
Ketua KORMI Kabupaten Pekalongan Joeharno menegaskan setiap INORGA harus memiliki target yang jelas dan realistis.
"FORDA bukan ajang coba-coba, tetapi ajang meraih prestasi dan prestise. Karena itu harus ada target yang realistis," tegas, Minggu 2 Agustus 2026.
Hasil pemetaan yang dilakukan bersama seluruh INORGA menetapkan target perolehan 14 medali emas, 18 medali perak, dan 21 medali perunggu, atau total 53 medali. Target tersebut merupakan komitmen yang disusun oleh masing-masing INORGA sesuai potensi yang dimiliki, bukan ditetapkan sepihak oleh pengurus KORMI.
Senada, Ketua Panitia Rakorda ke-2 KORMI Kabupaten Pekalongan, dr. Chamim, mengatakan KORMI merupakan rumah besar bagi seluruh INORGA yang menaungi olahraga masyarakat. Menurutnya, keberadaan KORMI tidak hanya membina olahraga rekreasi, tetapi juga mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi.
"KORMI adalah orang tuanya INORGA. Mereka yang sebelumnya hanya bermain untuk rekreasi kami dorong agar mampu menjadi atlet yang berprestasi, meskipun tetap berada dalam koridor olahraga masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan olahraga masyarakat dapat diikuti semua kalangan, mulai dari balita hingga lanjut usia, sehingga manfaatnya tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Saat ini KORMI Kabupaten Pekalongan telah membina 20 INORGA.
Sejumlah cabang telah menunjukkan prestasi pada FORDA sebelumnya, di antaranya FORBASI, Taekwondo, serta cabang Hadang di bawah PORTINA. Meski pada FORDA Jawa Tengah sebelumnya Kabupaten Pekalongan masih berada di papan tengah, Chamim optimistis capaian tersebut akan meningkat pada FORDA 2026.
"Tahun lalu posisi kita masih di tengah. Harapan kami tahun 2026 bisa melesat lebih cepat. Apalagi sekarang mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sehingga persiapan atlet dan pembinaan INORGA bisa dilakukan lebih maksimal," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pekalongan, Ari Arifianto, mengapresiasi perkembangan KORMI yang dinilai semakin pesat sejak kepengurusan baru terbentuk pada 2025.
Menurutnya, bertambahnya jumlah INORGA hingga mencapai 20 organisasi menunjukkan olahraga masyarakat di Kabupaten Pekalongan berkembang semakin baik.
"Kami mengapresiasi perkembangan KORMI Kabupaten Pekalongan. Di bawah kepengurusan baru, kemajuannya sangat pesat sejak 2025. Kami optimistis pada 2026 KORMI akan semakin berkembang dengan bertambahnya kegiatan maupun INORGA yang aktif," ujarnya.
Ari menegaskan Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program KORMI. Menurutnya, berkembangnya INORGA sejalan dengan upaya pemerintah membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
"Pemkab mendukung penuh KORMI. Berkembangnya INORGA mendukung program pemerintah dalam membudayakan olahraga masyarakat sehingga semakin banyak warga yang aktif berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat," katanya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, semakin banyaknya INORGA yang aktif, serta target yang telah disusun secara matang, KORMI Kabupaten Pekalongan optimistis mampu memperbaiki peringkat pada FORDA Jawa Tengah 2026 dan menjadikan olahraga masyarakat sebagai budaya sekaligus sumber prestasi bagi daerah.
Minggu, 2 Agustus 2026
Dalam kompetisi ini, penilaian berfokus pada kualitas tata kelola internal organisasi, soliditas kepengurusan, serta program kerja nyata yang memberikan kontribusi dan manfaat luas bagi masyarakat. Keberhasilan menjuarai ajang tingkat provinsi ini diraih setelah sebelumnya PD Nasyiatul Aisyiyah juga ditetapkan sebagai Juara I pada seleksi tingkat Kabupaten Pekalongan.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, mengatakan keberhasilan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Menurutnya, dari sisi internal, PD Nasyiatul Aisyiyah memiliki kepengurusan yang solid serta program kerja yang berkualitas. Sementara itu, dari sisi eksternal, pemerintah daerah memberikan dukungan melalui proses seleksi, pembinaan, dan pendampingan sebelum mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
“Faktor internal dan eksternal sangat berpengaruh atas raihan juara yang kami dapatkan. Faktor internal tentunya berasal dari dalam tubuh organisasi itu sendiri, dalam hal ini Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah yang memang secara kepengurusan dan tatanan program kerjanya sangat berkualitas. Dari faktor eksternal yaitu dukungan pemerintah selalu hadir dalam support terhadap organisasi kepemudaan yang memang memberi manfaat kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi organisasi kepemudaan lainnya di Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan kualitas organisasi dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Pada tahun 2026 ini, pelaksanaan Lomba Organisasi Kepemudaan masih sebatas hingga tingkat provinsi. Namun, Dinporapar berharap pada tahun mendatang kompetisi tersebut dapat diselenggarakan hingga tingkat nasional sehingga organisasi kepemudaan memiliki kesempatan membawa nama Kabupaten Pekalongan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ari juga berharap seluruh organisasi kepemudaan di Kabupaten Pekalongan dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.
“Harapan kami kepada seluruh OKP di Kabupaten Pekalongan agar dapat berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah, hal itu akan membuat terjalinnya sinergi yang kuat dalam mengawal dan menyukseskan program pembangunan daerah yang selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Senin, 27 Juli 2026
Plt. Bupati Sukirman menyampaikan keprihatinannya atas adanya oknum yang memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan negatif. Menurutnya, pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas melalui operasi penertiban secara berkelanjutan.
"Kita cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Satpol PP bersama seluruh perangkat terkait akan terus melakukan operasi secara rutin di lokasi-lokasi tersebut. Selain penegakan, kami juga akan memperbaiki fasilitas pendukung agar ruang publik menjadi lebih aman dan nyaman," ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, penataan kawasan alun-alun memang telah diproyeksikan pada tahun 2027. Namun, apabila diperlukan percepatan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap melakukannya, terutama pada aspek penerangan.
"Yang terpenting adalah memastikan kawasan tersebut terang, tidak ada lagi tempat-tempat yang remang-remang. Tidak hanya di alun-alun, tetapi juga seluruh taman, termasuk taman di depan pendopo dan ruang publik lainnya yang pencahayaannya masih kurang," tambahnya.
Selain peningkatan fasilitas, Sukirman menegaskan bahwa operasi penertiban akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan Satpol PP serta berkoordinasi dengan Kepolisian, termasuk di kawasan Hutan Kota yang juga menjadi perhatian.
"Kami akan bertindak tegas. Peningkatan penerangan menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang. Sebagai Kota Santri, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perilaku, ketertiban, dan nilai-nilai yang menjadi jati diri Kabupaten Pekalongan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, S.STP., M.A.P., mengatakan pihaknya segera menerjunkan tim untuk melakukan survei di sejumlah lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas negatif.
"Hasil survei akan menjadi dasar penambahan penerangan jalan umum di titik-titik yang membutuhkan. Selain itu, penerangan di kawasan taman juga akan kami tambah apabila memang diperlukan," jelas Agus.
Ia menambahkan, penambahan fasilitas penerangan tersebut ditargetkan dapat dianggarkan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 agar pelaksanaannya dapat segera direalisasikan.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap seluruh ruang publik dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya sebagai sarana rekreasi, interaksi sosial, dan aktivitas masyarakat yang aman, nyaman, serta mencerminkan nilai-nilai Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri.
Senin, 27 Juli 2026
Plt. Bupati Sukirman menyampaikan bahwa JPL 126 merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat Desa Tenggeng Wetan karena menjadi jalur utama menuju Kecamatan Sragi maupun wilayah lainnya. Sebelumnya, perlintasan tersebut ditutup oleh PT KAI sebagai langkah antisipasi pasca terjadinya musibah di lokasi tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama membuka kembali akses yang selama ini menjadi satu-satunya jalur mobilitas masyarakat Desa Tenggeng Wetan menuju wilayah lain. Ini merupakan hasil musyawarah dan kerja sama semua pihak sehingga masyarakat dapat kembali memanfaatkan akses ini dengan aman," ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, sebelum dibuka kembali, berbagai persyaratan keselamatan telah dipenuhi, mulai dari perbaikan kondisi jalan menuju perlintasan, pembenahan palang pintu, hingga penyediaan pos jaga dan petugas penjaga.
Menurutnya, keberadaan petugas penjaga yang berasal dari masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api. Saat ini, para petugas masih menjalankan tugas secara swadaya dengan dukungan dari Pemerintah Desa Tenggeng Wetan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus berkoordinasi dengan PT KAI untuk meningkatkan fasilitas keselamatan di JPL 126. Salah satu upaya yang akan diusulkan adalah pemasangan palang pintu otomatis, peningkatan kualitas pos jaga, penyediaan sarana komunikasi, serta pengkajian pemberian honorarium bagi petugas penjaga perlintasan.
"Ke depan kami akan melengkapi sarana dan prasarana pendukung agar keselamatan semakin terjamin. Kami juga akan memikirkan dukungan bagi para petugas penjaga perlintasan yang saat ini masih menjalankan tugasnya secara swadaya," tambahnya.
Sukirman menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan masih memprioritaskan penyelesaian kebutuhan infrastruktur di sejumlah perlintasan sebidang. Mengingat masih banyak titik perlintasan yang memerlukan perhatian, dukungan terhadap petugas penjaga akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah daerah.
Dengan dibukanya kembali JPL 126, diharapkan aktivitas masyarakat Desa Tenggeng Wetan dan sekitarnya menjadi lebih lancar, sekaligus tetap mengedepankan aspek keselamatan bagi seluruh pengguna jalan maupun perjalanan kereta api melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, PT KAI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Minggu, 26 Juli 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam IV/Diponegoro dan Kodim 0710/Pekalongan, yang telah menginisiasi pembangunan jembatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Sukirman, keberadaan jembatan akan mempercepat mobilitas warga sekaligus membuka akses yang lebih mudah menuju sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Wonopringgo, Karanganyar, hingga kawasan Asrama Batalyon 407. Akses yang semakin baik diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas umum yang telah dibangun. Masyarakat diminta menjaga kondisi jembatan agar tetap aman digunakan dan mengawasi apabila terdapat tindakan yang berpotensi merusak konstruksi jembatan.
"Jembatan ini adalah milik bersama. Mari kita rawat dan manfaatkan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat," ujar Sukirman.
Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana. Jembatan tersebut dibangun menggantikan akses lama yang putus diterjang banjir bandang pada Januari 2025 sehingga sempat menghambat aktivitas warga.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan jembatan tidak terlepas dari sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, pemerintah desa, dan masyarakat yang bergotong royong selama proses pembangunan berlangsung.
"TNI hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Seluruh program yang kami laksanakan bertujuan mendukung kesejahteraan rakyat tanpa mengharapkan imbalan apa pun," tegas Pangdam.
Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Pekalongan dilaksanakan secara bertahap di enam lokasi. Hingga saat ini, empat jembatan telah selesai dibangun dan diresmikan, sedangkan dua titik lainnya di Desa Rengas, Kecamatan Kedungwuni, serta Desa Sambungjambu, Kecamatan Bojong, masih dalam tahap pengerjaan.
Khusus di Desa Galangpengampon, jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi sekitar 5.000 warga. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar 40 menit untuk menuju pusat desa. Kini waktu tempuh menjadi jauh lebih singkat sehingga diharapkan mampu meningkatkan kelancaran aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan peresmian turut diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu, santunan bagi anak yatim, bazar pasar murah, serta pelayanan pengobatan gratis sebagai wujud kepedulian TNI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada masyarakat.
Kamis, 23 Juli 2026