TIRTO - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan mencatat sebanyak 1.500 jiwa hingga saat ini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Para pengungsi mulai jenuh dan ingin cepat kembali kerumah masing-masing.
Diungkapkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, Senin, (2/2/2026), Para pengungsi berasal dari beberapa desa seperti Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo dan daerah terdampak lainnya yang dinilai belum aman untuk ditinggali kembali. Untuk itu pihaknya terus melakukan penanganan berkelanjutan, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
“Dapur Umum Dinas Sosial hingga kini masih terus salurkan nasi bungkus untuk pengungsi sehari 3 kali karena sebagian warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing sebab kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Ditambahkan, Dinsos bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan, air bersih, selimut, serta kebutuhan khusus bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, layanan dapur umum masih dioperasikan untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berkoordinasi dengan BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan untuk memantau kondisi kesehatan pengungsi serta mencegah munculnya penyakit pascabencana.
"Kami memastikan pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah pengungsi berharap kondisi segera membaik agar mereka dapat kembali ke rumah dan beraktivitas seperti sediakala. Hingga saat ini, banjir didalam rumah masih setinggi lutut dan di jalan desa masih setinggi paha.
"Kalau urusan makanan dan bantuan di pengungsian Kopindo ini tidak kurang, tapi untuk toilet umum kita kesulitan terkadang kita sampai numpang ke masjid dan rumah warga sekitar," terang Tuti Alawiyah, Warga Desa Mulyorejo.
Dinsos Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama, sembari memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir memberikan pendampingan hingga situasi benar-benar pulih
Minggu, 1 Februari 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya memperkuat kesiapan anggaran dan logistik dalam penanganan dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah terkait di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (30/1/2026).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan Pengukuhan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Universitas Diponegoro yang digelar di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan tersebut dinilai selaras dengan kondisi daerah yang saat ini masih berada dalam status tanggap darurat bencana.
KEDUNGWUNI – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pekalongan sukses menyelenggarakan Pesta Siaga Tahun 2026 dengan mengusung tema “Sehat, Inspirasi, Cerdas, Aktif, Kreatif, dan Riang Gembira”. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, Sabtu (31/1/2026).
Pesta Siaga berlangsung meriah dan penuh semangat, diselenggarakan di SMK Muhammadiyah Bligo diikuti oleh ratusan Pramuka Siaga dari berbagai gugus depan se-Kabupaten Pekalongan.Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membina karakter, keceriaan, serta kreativitas anggota Pramuka Siaga sejak usia dini.
KAJEN – Bupati Pekalongan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., melantik dan mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Pekalongan periode 2025–2029 di Aula Indraprasta Lantai 2 Bapperida Kabupaten Pekalongan, Kajen, Rabu (28/01/2026).
KAJEN – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menangani berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah, seperti banjir, longsor, dan tanah gerak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Fadia usai menghadiri Pengukuhan Pengurus DPD LDII Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (27/1/2026).
WIRADESA – Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M. meninjau langsung kondisi pengungsi korban banjir asal Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, yang saat ini mengungsi di Gedung Kopindo, Wiradesa, Sabtu (24/1/2026) siang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pengungsi serta kesiapan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani, bertempat di Aula Lantai 2 DKPP Kabupaten Pekalongan, Rabu (21/01/2026). Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M., dan dihadiri jajaran pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., serta perangkat daerah terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hingga 27 Januari 2026, jumlah warga terdampak banjir mencapai 60.164 jiwa, dengan 1.704 jiwa mengungsi di 19 titik pengungsian.
“Personel BPBD saat ini bekerja 24 jam penuh di lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan obat-obatan, khususnya obat penyakit kulit, kebutuhan balita, serta peningkatan fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian yang mulai mengalami keterbatasan kapasitas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan darurat bencana.
“Anggaran BTT akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan logistik selama masa tanggap darurat 14 hari, termasuk makanan, kesehatan, dan kebutuhan dasar pengungsi,” jelas Sekda
Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya di bidang pekerjaan umum, telah mulai memetakan kebutuhan bahan bakar dan operasional pompa air guna mendukung upaya penanganan genangan.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan juga menyiapkan langkah antisipatif melalui pergeseran anggaran APBD apabila diperlukan, mengingat keterbatasan stok logistik reguler.
“Kami memastikan seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan bersinergi agar penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus berkoordinasi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, serta tanggul sungai, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Pekalongan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan.
Jumat, 30 Januari 2026
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si yang juga alumni UNDIP menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan pengukuhan, seminar, dan bakti sosial sangat relevan dengan situasi yang tengah dihadapi daerah, khususnya terkait upaya adaptasi wilayah pesisir.
“Kabupaten Pekalongan saat ini masih dalam posisi tanggap darurat hingga 9 Februari 2026. Dalam sepekan terakhir, bencana terjadi cukup luar biasa dan berdampak hampir di seluruh wilayah, mulai dari wilayah atas, tengah, hingga pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki wilayah yang beragam, mulai dari kawasan Petungkriyono di wilayah atas yang berbatasan dengan kawasan Dieng, wilayah tengah di Kajen, hingga wilayah pesisir. Saat ini, wilayah pesisir menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan masih adanya warga yang harus mengungsi.
“Kegiatan seminar yang membahas adaptasi wilayah pesisir ini sangat relevan dengan kondisi kami saat ini. Bahkan, bakti sosial yang dilaksanakan juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Dalam kegiatan seminar IKA ILPEM FISIP UNDIP kali ini mengambil tema "Menanam Harapan, Memperkokoh Dedikasi, Meneguhkan Marwah Alumni Ilmu Pemerintahan", dengan dipandu moderator Bangkit Aditya Wiryawan, Ph.D yang juga menjabat sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP. Sedangkan yang bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Efendi, S.Pi., MA., dan juga Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP Aniello Iannone (Dosen dari Italia).
Setelah selesai kegiatan pengukuhan diagendakan pula dihari yang sama kegiatan bakti sosial. IKA ILPEM Undip menyalurkan 10.000 bibit mangrove, 50 paket sembako, serta bantuan perbaikan dua unit peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menilai bantuan tersebut sangat membantu upaya pemulihan sosial dan lingkungan di wilayah pesisir.
Sekda Yulian juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pekalongan sebagai tuan rumah kegiatan, serta memohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan di tengah kondisi tanggap darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Pekalongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat keterbatasan, mengingat kami juga masih harus membagi fokus penanganan bencana,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, alumni, akademisi, dan mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya penanganan bencana dan adaptasi wilayah pesisir.
Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat dalam rangkaian Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) periode 2025–2030.
Ketua IKA ILPEM FISIP Undip, Dhoni Widianto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam kondisi aman dan lancar. Ia menekankan bahwa pengukuhan dan Rakernas tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial, melainkan dirangkai dengan aksi nyata melalui bakti alumni.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga dapat bersama-sama mengikuti acara pengukuhan dan Rakernas, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan bakti alumni,” ujar Dhoni.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi daerah yang masih terdampak bencana.
“Atas nama pengurus, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga memohon maaf karena pelaksanaan acara berlangsung di tengah kondisi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pekalongan, yang masih terdampak bencana banjir dan rob,” jelasnya.
Dhoni menegaskan, pengurus IKA ILPEM Undip secara kolektif sepakat agar kegiatan pengukuhan lebih menitikberatkan pada aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai dan tagline Universitas Diponegoro, yakni bermartabat, bermanfaat, dan berdampak.
“Kami ingin para alumni Ilmu Pemerintahan Undip dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Mungkin kontribusi yang diberikan sifatnya masih parsial, tetapi setidaknya ada kepedulian nyata dari para alumni,” tambahnya.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, IKA ILPEM Undip melaksanakan bakti alumni secara kolaboratif dengan sejumlah pihak, di antaranya BAZNAS, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim).
Dhoni menambahkan, penyaluran bibit mangrove tidak berhenti pada tahap seremonial, melainkan akan disertai pendampingan dan pemantauan oleh instansi terkait.
“Untuk jangka pendek, setelah bibit diserahkan, Dinas DKP akan melakukan pemantauan kepada kelompok masyarakat penerima. Jadi tidak hanya menyerahkan lalu selesai, tetapi benar-benar dibantu hingga masa tanam,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Komunikasi Publik UNDIP Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D, Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., Pengurus Pusat IKA FISIP UNDIP Yogi Arief Nugraha, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos., M.Si.
Jumat, 30 Januari 2026
Diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman, Pesta Siaga bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, serta memiliki semangat kebersamaan.Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif disajikan, mulai dari permainan ketangkasan, kegiatan seni dan kreativitas, hingga edukasi pola hidup sehat yang dikemas secara menyenangkan.
"Tema yang diangkat diharapkan mampu menginspirasi Pramuka Siaga untuk selalu aktif, kreatif, dan ceria dan aman terlindungi dalam setiap kegiatan, " terangnya.
Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Asin Hana menyampaikan, Segenap peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh keceriaan. Didampingi oleh pembina masing-masing, Pramuka Siaga diajak belajar bekerja sama, berani tampil, serta menumbuhkan sikap disiplin dan sportivitas.
"Materi yang dilombakan tahun ini juga disesuaikan dengen pesatnya teknologi informasi dan digital saat ini," terangnya.
Melalui Pesta Siaga Tahun 2026 ini, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pekalongan berharap dapat terus berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar Pramuka Siaga di Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 30 Januari 2026
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan harapannya agar kepengurusan DPD LDII yang baru dapat terus menjalin sinergi dan kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“LDII diharapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan,” ujar Bupati Fadia.
Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam membantu pemerintah dalam melayani masyarakat serta menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Pekalongan.
“Saya menganggap seluruh warga Kabupaten Pekalongan, tanpa membedakan latar belakang, sebagai anak-anak saya sendiri. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melayani dan mendukung seluruh masyarakat,” tegasnya.
Bupati Fadia berharap, pengurus DPD LDII yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan pengurus DPD LDII Kabupaten Pekalongan menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah daerah serta berperan aktif dalam pembinaan umat dan pembangunan daerah.
Melalui pelantikan dan pengukuhan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan DPD LDII dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera
Selasa, 27 Januari 2026
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, serta para Purna Paskibraka Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda, Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa pelantikan Duta Pancasila Paskibraka bukan sekadar seremoni, melainkan amanah dan tanggung jawab besar dalam menjaga serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Duta Pancasila Pascibraka diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air di era digital yang penuh tantangan,” ujar Sekda.
Ia menambahkan, para Duta Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat konsensus dasar negara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi yang pesat menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, para Duta Pancasila diminta untuk terus mengembangkan program kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat.
“Susunlah program-program yang inovatif, bermanfaat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak semua kegiatan harus berbasis anggaran, namun harus dilandasi semangat pengabdian,” tambahnya.
Selain itu, Sekda juga mengajak seluruh perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Badan Kesbangpol, untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan terhadap kegiatan Duta Pancasila Pascibraka.
Dengan dilantiknya Duta Pancasila Pascibraka Indonesia Kabupaten Pekalongan periode 2025–2029, diharapkan para generasi muda tersebut mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Selasa, 27 Januari 2026
Menurut Bupati Fadia, saat ini Kabupaten Pekalongan menghadapi kondisi darurat akibat bencana yang terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya maksimal dalam melakukan penanganan di tengah berbagai keterbatasan.
“Kita menghadapi berbagai bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga tanah gerak. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bergerak untuk membantu warga terdampak,” ujar Bupati.
Ia menyampaikan, upaya penanganan dilakukan melalui evakuasi warga, pengelolaan dapur umum, hingga pembersihan wilayah terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sarana pendukung, seperti rumah pompa dan pompa portable untuk mempercepat surutnya genangan air.
“Kemarin sudah kita bangun satu rumah pompa besar yang dapat melayani tiga desa. Selain itu, satu unit pompa dari provinsi sudah dikirim, dan tiga unit lainnya masih dalam perjalanan. Jika masih kurang, akan kita tambah,” jelasnya.
Terkait status tanggap darurat, Bupati Fadia menyebutkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum menetapkannya. Namun, langkah-langkah antisipasi, termasuk pengalokasian anggaran penanganan bencana, sudah mulai dilakukan.
“Belum kita tetapkan status tanggap darurat, tetapi pengaturan pembiayaan dan penanganan sudah kita siapkan,” imbuhnya.
Bupati Fadia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan mendukung upaya pemerintah dalam penanganan bencana. Ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak agar kondisi dapat segera pulih.
“Kita terus berupaya agar situasi segera normal kembali. Dengan kebersamaan dan gotong royong, saya yakin kita bisa melewati masa sulit ini,” pungkasnya.
Selasa, 27 Januari 2026
Bupati Fadia menyampaikan bahwa situasi banjir yang terjadi hampir serentak di wilayah Jawa Tengah juga berdampak cukup serius di Kabupaten Pekalongan. Sejumlah titik pengungsian telah dibuka, bahkan di beberapa lokasi jumlah pengungsi mencapai hingga sekitar 350 orang.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. “Untuk dapur umum dan makanan, insya Allah tidak akan kurang. Mungkin tidak mewah, tetapi kami pastikan cukup,” ujar Fadia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melakukan pengecekan terhadap rumah pompa yang ada di wilayah terdampak. Ia memastikan seluruh rumah pompa milik pemerintah daerah masih berfungsi dengan baik, termasuk rumah pompa yang baru dibangun tahun lalu dan kini sudah dapat digunakan untuk menyedot serta membuang air.
Namun demikian, Fadia mengakui bahwa kendala utama terletak pada tingginya debit air serta meluapnya sungai, sehingga proses pembuangan air menjadi kurang maksimal.
Menurutnya, salah satu solusi jangka panjang adalah pembangunan tanggul, yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Meski begitu, Pemkab Pekalongan tetap melakukan langkah-langkah darurat, seperti pemasangan karung penahan air di sejumlah titik rawan.
Bupati Fadia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk dengan Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., agar penanganan infrastruktur yang rusak, khususnya sungai-sungai rawan banjir, dapat segera dilakukan.
Sebanyak 389 warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, saat ini masih mengungsi di Gedung Kopindo, Wiradesa, akibat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Data tersebut tercatat per Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 12.00 WIB.
Koordinator pengungsi, Amruriza Utazami, menyampaikan bahwa jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah karena kondisi banjir yang belum sepenuhnya stabil. “Total yang mengungsi saat ini ada 389 jiwa, dan belum diketahui apakah nanti masih ada tambahan pengungsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para warga telah mengungsi di Gedung Kopindo selama kurang lebih satu minggu. Selama masa pengungsian, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak terus mengalir.
Amruriza mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, serta sejumlah instansi yang telah membantu para pengungsi. Bantuan tersebut datang dari Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (Tagana), dapur umum, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Puskesmas yang memberikan layanan kesehatan bagi para warga.
Terkait penyebab banjir, Amruriza menyebutkan bahwa genangan air dipicu oleh hujan deras di wilayah selatan Kabupaten Pekalongan, ditambah dengan air rob, serta limpasan air dari Kali Pencongan yang memperparah kondisi banjir di wilayah Mulyorejo dan sekitarnya.
Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Talun, tepatnya di wilayah Krompeng. Pemerintah daerah telah menurunkan tim ke lokasi dan mengevakuasi sebanyak 17 warga terdampak. Penanganan serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Petung dan kawasan bawah yang turut terdampak banjir.
Dalam keterangannya, Bupati Fadia mengimbau masyarakat untuk bersabar menghadapi situasi bencana ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan Forkopimda terus bekerja maksimal dalam penanganan bencana di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 25 Januari 2026
Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertanian, serta Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan atas perhatian dan dukungan terhadap sektor pertanian di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, Menteri Pertanian, serta Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan yang terus mendorong penguatan sektor pertanian di daerah. Bantuan alsintan ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah pusat kepada petani,” ujarnya.
Menurut Wakil Bupati, bantuan alsintan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Pekalongan siap berperan aktif dalam menyukseskan program nasional Swasembada Pangan.
“Bantuan ini tentu menjadi semangat dan motivasi bagi kelompok-kelompok tani kita. Dengan alat yang lebih modern dan efisien, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan,” kata Sukirman.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengembalikan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.
“Kami mendapat arahan dari Gubernur Jawa Tengah untuk terus meningkatkan produksi pertanian. Oleh karena itu, kondisi persawahan kita, termasuk yang terdampak banjir, terus kami monitor bersama DKPP,” jelasnya.
Sukirman mengungkapkan bahwa target produksi pertanian Kabupaten Pekalongan tahun 2026 cukup optimistis, yakni padi sekitar 222.000 ton, jagung 12.600 ton, dan tebu 115.000 ton. Target tersebut diharapkan mampu menopang capaian ketahanan pangan Jawa Tengah.
“Target ini bukan hanya angka, tetapi komitmen bersama. Dengan dukungan alsintan, pendampingan, dan kerja keras petani, kami yakin target produksi pertanian bisa tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada komoditas utama seperti padi dan jagung, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
“Kami juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan. Ini bagian dari upaya membangun ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan, S.T., M.Si., M.T. melaporkan bahwa bantuan alsintan yang disalurkan pada kesempatan tersebut berjumlah 17 unit, yang didistribusikan kepada 10 kelompok tani serta sebagian dikelola oleh DKPP untuk mendukung kelompok tani lain sesuai hasil kajian teknis.
Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, crawler tractor, Drone, serta combine harvester. Seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan hasil panen petani.
Perwakilan Kelompok Tani Desa Sokoyoso, Utami, mengungkapkan bahwa bantuan traktor roda empat yang diterima sangat membantu kelompok tani dalam pengolahan lahan. Ia menyebutkan bahwa kelompok taninya mengelola sekitar 50 hektare lahan dengan produktivitas mencapai 6 ton per hektare.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap hasil pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.
Melalui penyaluran bantuan alsintan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap sektor pertanian semakin maju, produktif, dan mampu mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Selasa, 20 Januari 2026