Admin
Kamis, 17 November 2022


KAJEN - Dalam rangka menindaklanjuti terbitnya Perpres Satu Data Indonesia , Pemkab Pekalongan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No 49 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Satu Data Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Perbup ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan data yang akurat, up to date/mutakhir untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan
Salah satu hal yang penting dalam tata kelola data Satu Data Indonesia adalah Sumber Daya Manusia Statistik. Oleh karena itu untuk meningkatkan kompetensi pengelola data statistic di tiap tiap OPD, Dinkominfo Kabupaten Pekalongan melalui Bidang Statistik dan Persandian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) ‘ Statistik Sektoral ‘ bagi para pengelola tiap OPD, di aula Dinkominfo, Rabu (16/11) pagi
Bintek Statistik Sektoral dibuka oleh Kepala Bidang Statistik dan Persandian Ir. Sri Megawati,MM mewakili Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan. BIntek ini diikuti 50 peserta , dengan pengisi materi ( narasumber ) Rani Kurniniawati dan Aufarul Faroh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan.
Bimtek diisi paparan tentang hal hal yang berkaitan Satu Data Indonesia dan Indeks Pembangunan Statistik.
Menurut Rani, dari Satu Data Indonesia diharapkan ada transparansi data. “ Jadi antar instansi ada transparansi data, transparansi datanya nanti bisa untuk mendukung kebijakan,” terang Rani.
Adapun tujuan dari adanya Satu Data Indonesia, dijelaskan bahwa pertama, Satu Data Indonesia akan menjadi acuan pelaksanaan dan pedoman bagi instansi pusat/ daerah. Kedua, untuk mewujudkan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan diselenggarakannya Bimtek Statistik Sektoral ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang terpadu mengenai acuan kerja penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Pekalongan dan memperkuat koordinasi dan sinergi antar OPD melaui Forum Satu Data. Selanjutnya para pengolah data di lingkungan Pemkab Pekalongan bisa lebih memahami data yang sudah terbangun dari awal, kemudian mereka juga memiliki pemahaman tentang standar data sehingga data yang disampaikan lebih berkualitas dan akurat. ( red )