KAJEN- Sebagai salah satu upaya menurunkan prevalensi stunting, Pemkab Pekalongan menggerakkan Program Isi Piringku. Isi Piringku merupakan program untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Isi Piringku juga menggantikan konsep 4 sehat 5 sempurna yang sering dikenal masyarakat.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menghadiri kegiatan pemberian isi Piringku kepada anak gizi kurang di rumah Dinas Bupati Pekalongan yang dihadiri 60 anak dari 10 kecamatan di Kabupaten Pekalongan, kemarin.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengatakan, pada tahun 2021, terdapat 1.628 kasus stunting di Kabupaten Pekalongan dan pada tahun 2022 turun di angka 747 kasus. Namun demikian, kata dia, kasus stunting yang ada di Kabupaten Pekalongan masih perlu menjadi perhatian, khususnya di Jawa Tengah.
Selain itu, lanjutnya, penyebab stunting juga perlu diperhatikan. Menurutnya, salah satunya, karena banyaknya anak di bawah umur yang sudah menikah. "Oleh karena itu, pentingnya edukasi agar tidak terburu-buru untuk menikah, karena saat menikah di usia muda yang akan terjadi adalah mereka tidak tahu cara memperhatikan gizi anaknya, " tutur Fadia.
Selain itu kurangnya kesadaran para ibu untuk memeriksakan kehamilannya, juga dapat menyebabkan kasus stunting. "Padahal saat ini pemeriksaan kesehatan sudah jauh lebih mudah dan gratis hanya dengan menggunakan KTP. Oleh karena itu, saya minta agar ibu-ibu rajin memeriksakan kehamilannya," ujar bupati.
Dalam kegiatan tersebut, diserahkan dana Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan RendangMu serta bingkisan sembako sebagai bentuk dukungan dari para donatur.
RendangMu dianggap sebagai bahan makanan protein hewani yang bermanfaat dalam memenuhi gizi seimbang pada ibu hamil dan anak.
Upaya penurunan stunting tersebut merupakan model pentahelix, yang melibatkan pemerintah, stakeholder, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, dan para pengusaha.
Jumat, 3 Februari 2023
KAJEN – Seperti tahun ini dan tahun sebelumnya, pada Tahun 2024 mendatang, Pemkab Pekalongan masih akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, dalam sambutan pada Pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/1) mengatakan bahwa jalan-jalan di Kabupaten Pekalongan masih banyak yang belum layak terutama di daerah atas. Oleh karena itu, pemkab, kata dia, pembangunan jalan masih tetap menjadi prioritas pada 2024 nanti.
KAJEN – Menyikapi maraknya kabar penculikan di sejumlah daerah akhir-akhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan meminta agar sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan tersebut. Sebagai langkah antisipastif, Dindikbud Kabupaten Pekalongan juga membuat surat imbuaan agar sekolah atau satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penculikan anak.
KAJEN - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM meresmikan hasil rehabilitasi atau perbaikan Jalan Dukuh Bumiroso-Dukuh Panumbangan, Kecamatan Paninggaran sepanjang 2,3 kilometer, Kamis (26/1).
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan, pekerjaan tersebut menggunakan dana sebesar Rp. 4,6 Miliar, dengan kualitas terbaik yang diharapkan agar tahan lama. "Jalan yang diperbaiki menggunakan aspal dan cor agar tidak ada pergeseran jalan, artinya memang disiapkan agar tahan lama dan masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik," ujarnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE MM, meresmikan Peningkatan Ruas Jalan Paninggaran – Werdi sepanjang 1,7 kilometer di wilayah Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/1).
Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat memperbaiki jalan yang tadinya rusak menjadi halus. “Karena apa?. Karena desa mau bagus seperti apapun, Kalau jalannya rusak, percuma nggih. Mau ada wisatanya bagus kayak apa aja juga percuma, kalau jalannya rusak,” tutur bupati. Oleh karena itu, lanjutnya, pemkab berusaha memperbaiki, sedikit demi sedikit.
Ajakan tersebut disampaikan bupati saat sambutan pada Pembukaan Seminar Pendidikan Tinggi, Smart ASN Menuju Birokrasi 4.0 yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan dan Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Semarang, Rabu (1/2), di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
“Manfaatkan acara seminar ini dengan baik, ini merupakan ilmu yang penting untuk kita bagaimana kita meningkatkan skill dan pendidikan kita, karena kalau mau meningkatkan karir maka tingkatkan ilmu agar karir juga meningkat.” Katanya.
Kepala BKPSDM, Wiryo Santoso, S.IP, MH, dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan diharapkan dapat memotivasi para ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan agar senantiasa meningkatkan kompetensi, salah satunya melalui jalur pendidikan tinggi.
Sementara itu, Wakil Rektor Untag Bidang Kemahasiswaan, Drs. Harsoyo, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bupati Fadia Arafiq dan Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar merupakan kandidat Doktor. Diharapkan, para pimpinan tersebut dapat memotivasi para ASN untuk menempuh pendidikan tinggi juga. “Dengan menempuh pendidikan tinggi, diharapkan para ASN dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ujar Harsoyo.
Seminar dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan dan perangkat desa di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Seminar dengan Tema “Pendidikan Tinggi Smart ASN Menuju Birokrasi 4.0” menghadirkan narasumber Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si dan Dekan FISIP Untag Dr. Rini Werdiningsih M.Si dan moderator Dr. Tri Lestari Hadiati M.Si.
Rabu, 1 Februari 2023
‘’Jalan ini memang masih harus diperhatikan. Kalau melihat di periode pertama kami, untuk mengatasi jalan di Kabupaten Pekalongan memang masih sangat sulit. Di tahun 2022, untuk jalan, kita sudah menggelontorkan anggaran sekitar 120 milyar. Pada tahun 2024, Insya Allah saya lebih fokus ke jalan lagi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini. Karena kalau melihat jalan yang ada di Kabupaten Pekalongan, khususnya di daerah atas masih banyak yang tidak layak,” tutur bupati. Dia mengatakan, akan berupaya untuk memeratakan pembangunan, baik di daerah atas maupun bawah.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga berharap, melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 tersebut, Pemkab Pekalongan bisa mendapatkan saran dan masukan dari seluruh pihak untuk menentukan prioritas dan arah pembangunan di tahun 2024 mendatang. ‘’Dari forum konsultasi publik ini, Insya Allah kita akan berpikir apa yang akan kita lakukan atau apa yang akan kita fokuskan di tahun 2024. Dimana di tahun 2024 ini, menurut aturan dari pusat, artinya itu sudah memasuki tahun politik,’’
Dia berharap, pada tahun 2024 nanti, pemkab benar-benar fokus melaksanakan kegiatan yang betul-betul kelihatan dan bermanfaat secara langsung bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto, SE, M.Si berharap, Forum konsultasi publik bisa mendapatkan masukan dan saran dari para stakeholder yang hadir untuk penyempurnaan draf Rancangan Awal RKPD Tahun 2024.
"Perlu kami sampaikan bahwa RKPD ini tahapannya sudah mulai dari Bulan September Tahun 2022 yang kita awali dengan Musrenbang Desa dan hari ini konsultasi public. kemudian nanti dilanjutkan pada awal Februari, kita akan melaksanakan Musrenbang Kecamatan di 19 kecamatan, dilanjutkan forum OPD di minggu ke-empat Bulan Maret yang akan kita lakukan Musrenbang Tingkat Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Trisno. (Tim Dinkominfo)
Rabu, 1 Februari 2023
Surat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP, MM, tanggal 30 Januari 2023.
Kholid, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat imbauan ke satuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan. “Satuan pendidikan, terutama guru, untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penculikan anak,” tutur Kholid.
Kholid menyampaikan, sampai saat ini, belum ada laporan kasus penculikan anak di Kabupaten Pekalongan. Ia berharap tidak terjadi kasus penculikan di Kabupaten Pekalongan. Pihaknya juga melakukan langkah antisipatif dengan mengedarkan imbauan agar sekolah meningkatkan kewaspadaan. “Anak-anak saat jam istrirahat atau pulang sekolah untuk diperhatikan dan dipantau. Saat pulang sekolah, pastikan yang menjemput adalah orang tuanya atau pihak keluarga yang sudah dikenali,” imbuhnya.
Menurutnya, satuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan juga langsung menyosialisasikan surat edaran tersebut. “Surat edaran ini juga sudah tersebar di grup-grup whats app wali murid. Diharapkan para orang tua lebih waspada dan berhati-hati,” ujar Kholid.
Pihaknya juga meminta para guru agar memberi nasehat kepada siswa-siswinya untuk waspada terhadap orang asing, menyusul maraknya isu penculikan anak akhir-akhir ini. Bahkan beberapa lembaga pendidikan, kata Kholid, mengimbau agar anaknya dijemput hanya oleh oleh orang tuanya, atau oleh anggota keluarga lainnya yang diketahui identitasnya oleh si anak. (Tim Dinkominfo)
Rabu, 1 Februari 2023
Dalam kunjungan tersebut, saat menemui anak-anak, bupati mengimbau kepada para guru pendamping agar senantiasa menjaga keselamatan dan keamanan anak didiknya di lingkungan Kelompok Bermain."Bu guru semuanya, saya titip anak-anak, dijaga dengan baik. Diajarkan yang baik, jaga keselamatan," ujarnya.
Terkait maraknya penculikan di beberapa daerah, sebagaimana diberitakan media massa dan media sosial akhir-akhir ini, bupati mengimbau kepada seluruh sekolah untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan sekolah. "Saya minta setiap sekolah ada pengamanan masing-masing, agar anak kita tidak terlepas, karena kemarin sudah ada kabar percobaan penculikan di Kota Pekalongan. Sehingga kita sebagai orang tua harus lebih ekstra perhatian kepada anak-anaknya," ungkap bupati.
Bupati juga berpesan kepada wali murid agar tetap senantiasa memperhatikan keamanan anak-anaknya, meskipun sibuk.
Dalam kesempatan tersebut, bupati memberikan bingkisan kepada anak-anak.
Kepala KB Annisa Pekajangan, Laili Silvia, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya memperkenalkan ikon-ikon di Kabupaten Pekalongan. "Tujuan kita yaitu untuk memperkenalkan ikon Kabupaten Pekalongan kepada anak didik kami. Karena kebetulan untuk Tema Pembelajaran kita Rekreasi, jadi kita lebih menekankan ikon Pekalongan, dan harapannya bisa lebih mengenal dan memberikan edukasi kepada anak- anak," jelasnya. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Rabu, 1 Februari 2023
Warga tampak antusias untuk menyaksikan festival yang mengusung potensi durian dari Desa Lolong dan desa/kelurahan lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan. Pengunjung tampak tak mau ketinggalan untuk menyantap dan membeli oleh-oleh durian lokal Kabupaten Pekalongan untuk keluarganya di rumah.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan merupakan syukuran dari petani yang sudah dua tahun vakum tidak menggelar festival karena Pandemi Covid-19.
Festival dimeriahkan kirab gunungan durian dan hasil bumi dari 19 kecamatan dan 4 RW di Desa Lolong. “Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, walaupun dalam keadaan hujan,” ujar Fadia dalam sambutannya.
Fadia berharap, semoga ke depannya, festival bisa diadakan di tempat yang lebih memadai, mengingat festival diadakan di bulan Februari yang memiliki curah hujan tinggi.
Tak hanya warga Kabupaten Pekalongan, dalam Festival Durian Lolong, juga dihadiri pengunjung dari luar kota. “Saya dengar, banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk melihat dan mencoba durian di acara ini,” jelasnya.
Selain kirab gunungan durian dan hasil bumi, serta bazar UMKM, festival juga dimeriahkan dengan kontes durian lokal se-Kecamatan Karanganyar. Dalam kontes tersebut, Juara Pertama diraih petani asal Pedawang serta untuk peringkat ke dua dan ke tiga diraih oleh petani dari Desa Lolong.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), Bambang Irianto, M. Si. melaporkan bahwa kegiatan merupakan ajang mempromosikan sektor pariwisata. "Dalam hal ini durian sebagai potensi unggulan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di Kecamatan Karanganyar, Talun, Doro, dan Lebakbarang," ujar Bambang. (Tim Dinkominfo)
Rabu, 1 Februari 2023
Fadia juga berharap dengan perbaikan ruas jalan tersebut, dapat memberikan banyak manfaat, diantaranya, terangkatnya objek wisata, berjalannya UMKM, serta memberikan kemudahan bagi anak-anak sekolah dalam mengakses jalan.
Di akhir sambutannya, Fadia berpesan kepada seluruh kepala desa di tahun 2023 untuk memperbaiki jalan desanya, serta mengatur skala prioritas terkait pembangunan jalan pada tahun 2024, demi menunjang kemajuan desa setempat.
"Saya berpesan untuk kepala desa agar di tahun 2023 dapat menyiapkan wilayah yang akan dibangun di tahun 2024, yang menunjang objek wisata, dan sering dilalui orang banyak," pungkasnya.
Kepala Desa Lembanggelun, Abdul Hadi menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan atas perbaikan jalan di desanya yang merupakan jalan kabupaten.
Abdul Hadi juga mengungkapkan syukur atas perbaikan jalan tersebut, karena dapat menunjang objek wisata Curug Siwatang yang sempat sepi selama pandemi.
"Alhamdulillah sudah merintis kembali, dengan terbangunnya jalan sampai menuju ke area Curug Siwatang, karena potensi yang ada di desa ini sangat memungkinkan," tambahnya. (Tim Dinkominfo)
Jumat, 27 Januari 2023
Fadia meminta kepada warga agar bersabar, hingga sebagian besar jalan Kabupaten Pekalongan halus, karena dirinya baru menjabat sebagai Bupati Pekalongan baru satu setengah tahun. “Jadi memang harus sabar ya Bapak Ibu semua. Sedikit-sedikit saya perbaiki. Tahun ini seluruh kecamatan merata saya bagi semua. Daerah-daerah atas, Paninggaran, Lebakbarang, Kandangserang Petungkriyono, saya bagi,” ujar bupati.
Dikatakannya, pada tahun 2023 juga akan dilakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Sementara itu, terkait usulan perbaikan jalan menuju perbatasan wilayah Kandangserang dan jalan poros menuju Desa Sigugur yang disampaikan Kades Werdi, sebelumnya, akan diusulkan untuk diperbaiki pada Tahun 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia Arafiq juga menyampaikan sejumlah program unggulannya, selain “Jalan Halus Rejeki Mulus”, juga Program Berobat Gratis Cukup dengan KTP, dan Program Seragam Gratis bagi Siswa Kurang Mampu.
Sebelumnya, Kades Werdi, Agus Susilo, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas diperbaikinya Ruas Jalan Paninggaran-Werdi. Namun demikian, dikatakannya, masih ada sisa ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter menuju perbatasan Kandangserang yang perlu diperbaiki. Selain itu, juga Jalan poros menuju Desa Sigugur. “Jalan belum tersentuh sama sekali. Mohon jalan dapat dibuka untuk jalan poros desa,” harap Agus Susilo. Diharapkan dengan dibukanya akses jalan tersebut, perekonomian warga desanya meningkat. (Tim Dinkominfo)
Jumat, 27 Januari 2023
Peserta Silatnas diberangkatkan dari Halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Para peserta Silatnas mengendarai 20 armada bus dan dua mobil Elf menuju Jakarta.
Pelepasan ditandai dengan pengibasan bendera oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi suami, Muhkhtaruddin Ashraff Abu selalu Ketua Dekranasda dan sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan.
Dalam sambutan sebelum pemberangkatan peserta, bupati meminta agar perwakilan PPDI Kabupaten Pekalongan yang berangkat ke Jakarta dapat menjaga nama baik Kota Santri dan berperilaku baik selama mengikuti acara Silatnas.
”Saya harap semuanya bisa menyampaikan pendapat dengan kata-kata yang baik. Tidak boleh anarkis, menghina-hina, dan memaki-maki selama mengikuti Silatnas, serta harus mewaspadai agar jangan sampai ditunggangi oleh orang-orang tertentu,” ujar Bupati.
Apalagi, menurutnya, saat-saat menjelang tahun politik seperti ini, banyak orang yang ingin memanfaatkan peluang demi kepentingan dan keuntungan pribadi.
”Semoga hajat dan maksud dari perwakilan PPDI Kabupaten Pekalongan dalam Silatnas dapat dikabulkan Allah SWT. Musyawarahlah dengan baik, Insya Allah hajatnya akan terkabul,”harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Agus Dwi Nugroho, menandaskan, meski para perangkat desa mengikuti Silatnas Ke 3, pelayanan kepada masyarakat di desa tetap berjalan seperti biasa.
“Tidak seluruhnya perangkat desa dari 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan berangkat, melainkan hanya perwakilan saja yang berjumlah 922 orang, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya,” jelasnya. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Rabu, 25 Januari 2023