SURABAYA – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menghadiri Pembukaan Forum Smart City bertemakan “Mencerdaskan Kota dan Kabupaten untuk Indonesia Cerdas” di Surabaya, Senin (12/6/2023).
Bupati mengikuti acara pembukaan forum smart city pada hari pertama. Pada kesempatan tersebut Bupati Fadia Arafiq juga berkunjung ke stand-stand pameran dalam kegiatan tersebut, didampingi Kepala Dinas Kominfo, Supriyadi.
Pameran mengusung produk-produk IT dari sejumlah perusahaan ternama yang juga menjadi sponsor acara.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (15/6/2023) tersebut dibuka Walikota Surabaya. Kegiatan yang di selenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Kota Surabaya tersebut mengundang juga Gubernur, bupati/walikota dari seluruh Indonesia dan Kepala OPD terkait.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Kemenkominfo Bidang Teknologi Mochamad Hadiyana mengatakan, pelayanan publik di berbagai bidang di Indonesia memang diarahkan untuk terdigitalisasi karena memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Caranya melalui pembentukan smart city. Smart city merupakan program yang penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik. “Melalui forum smart city, dengan kerja sama dan berbagi pengalaman, diharapkan kabupaten dan kota dapat memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masing-masing daerah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” tutur nya.
Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang telah menerapkan smart city. Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam sambutannya menyampaikan terkait pencapaian Pemerintah Kota Surabaya dalam membangun smart city. “Kota Surabaya telah memiliki berbagai macam aplikasi pelayanan publik yang digunakan untuk pemantauan kondisi di seluruh wilayah kota Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan assesment untuk kabupaten /kota yang sudah melaksanakan program smart city.
Kabupaten Pekalongan terpilih untuk mengikuti pendampingan smart city bersama 10 kabupaten/kota lainnya pada tahun 2024, dari sejumlah 53 kabupaten/kota yang dilakukan assesment pada awal Mei yang lalu. Pada acara forum smart city di Surabaya tersebut.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, beserta Bappeda Litbang dan DPU Taru menjadi peserta pada saat pemaparan materi selama 3 hari sebagai bentuk persiapan menuju pelaksanaan smart city di Kota Santri. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Senin, 19 Juni 2023
KAJEN - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-116 yang berlokasi di Desa Wangkelang, Kecamatan Kandangserang Tahun Anggaran 2023 telah Resmi ditutup pada Kamis (08/06/23). Upacara penutupan dilaksanakan di desa setempat dengan dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Widi Prasetijono, Forkompimda, Para Kepala OPD serta para camat dan kepala desa.
KAJEN – Dalam rangka menjalin komitmen bersama dan mengkoordinasikan tentang rencana Penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara Fasilitas Dalam Rangka Penyusunan Advokasi Regulasi KTR Di Kabupaten Pekalongan Tahun 2023. Kegiatan digelar di Aula Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Selasa (6/6/2023).
KAJEN - Sebanyak 329 Calon Haji kelompok terbang (kloter) 40 Kabupaten Pekalongan resmi dilepas oleh Bupati Fadia Arafiq, S.E, M.M didampingi oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H, Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtaruddin Ashraff Abu, serta Forkopimda Kabupaten Pekalongan pada Senin (05/06/2023) dini hari.
KAJEN – Hadiri 3 tradisi Legenonan atau Sedekah Bumi secara marathon di Desa Gutomo Kecamatan Karanganyar, Desa Tanjungkulon Kecamatan Kajen dan Desa Jagung Kecamatan Kesesi pada Sabtu malam (3/6/20230), Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengungkapkan apresiasinya kepada masyarakat Desa gutomo, Desa Tanjungkulon dan Desa Jagung yang telah secara swadaya, “kontengan” (iuran) untuk menggelar tradisi sedekah bumi.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menghadiri tradisi Legenonan atau Sedekah Bumi yang diadakan oleh masyarakat. Pada Sabtu malam (3/6/2023) bupati menghadiri acara tersebut di tiga tempat yakni di Desa Gutomo Kecamatan Karanganyar kemudian ke Desa Tanjungkulon Kecamatan Kajen dan terakhir di Desa Jagung Kecamatan Kesesi.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji Kabupaten Pekalongan Kloter 39 sebanyak 313 orang di pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Minggu (04/06/2023) pagi.
Adapun jumlah Jamaah Calon Haji Kabupaten Pekalongan yang berangkat tahun 2023 sebanyak 642 orang yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 39 sebanyak 313 yang dilepas hari Minggu pagi, dan kloter 40 sebanyak 329 orang yang dilepas pada Minggu malam.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Forkompimda, para Kepala OPD dan camat se Kabupaten Pekalongan. Adapun ke 10 instansi tersebut yakni Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Kantor Imigrasi Pemalang, Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, KPP Pratama Pekalongan, Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan, Kemenag Kabupaten Pekalongan, Taspen dan Bank Jateng
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa niat untuk membuka MPP agar dapat berfungsi dan berjalan dengan baik, bukan hanya nama instansi yang ada disitu tapi juga harus ada pelayanannya sehingga semua bisa merasakan kemudahan dan manfaatnya. “alhamdulillah barusan kita melakukan penandatanganan Kerjasama antara instasi vertical dan swasta semoga nanti bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” pintanya.
Karena menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang masih kesulitan dalam mengurus pelayanan seperti membayar pajak, mengurus imigrasi dan lainnya. “biasanya masyarakat repot jika harus dating ke satu eprsatu kantor atau mereka merasa takut dengan adanya MPP ini semoga bisa membantu dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar dalam sambutannya menuturkan bahwa penandatangan Kerjasama ini ditujukan untuk memudahkan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan selaku penyelenggara Mal Pelayanan Publik dengan mitra instansi baik vertikal maupun swasta dalam menyelenggarakan pelayanan di MPP. “di MPP Kabupaten Pekalongan saat ini ada 26 gerai pelayanan, 12 merupakan gerai pelayanan OPD, 8 instansi vertikal dan 6 dari BUMN dan BUMD,” jelasnya.
Senin, 12 Juni 2023
TMMD sendiri dilaksanakan oleh anggota TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat selama satu bulan, sejak tanggal 10 Mei sampai dengan 8 Juni 2023.
Dari kegiatan TMMD tersebut telah berhasil memperbaiki jalan sepanjang 2,1 Km dan Satu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hasil dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebelumnya kondisi jalan menuju Desa Wangkelang sangatlah memprihatinkan, namun berkat kerjasama Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Kodim 0710/Pekalongan berhasil mewujudkan infrastruktur yang lebih layak bagi masyarakat Wangkelang.
Bupati Fadia Arafiq S.E, M.M sangat mengapresiasi kinerja jajaran TNI yang dibantu oleh masyarakat sehingga menghasilkan jalan yang lebih baik. Dirinya berharap semoga adanya jalan halus ini juga berpengaruh kepada perekonomian masyarakat Wangkelang dan sekitarnya. Seperti jargon dari program utamanya, yaitu "Jalan Halus Rejeki Mulus".
"Dengan adanya jalan halus insya Allah rejekinya mulus, sekolah aman, ibu-ibu yang mau melahirkan juga aman dan pada akhirnya semua membaik. Apresiasi luar biasa untuk kegiatan ini," Ucap Bupati Fadia Arafiq.
Fadia juga menambahkan bahwa sebetulnya rencana perbaikan jalan hanya 1,8 Km namun pada akhirnya berhasil diperbaiki sepanjang 2,1 Km dengan total anggaran mencapai 1,5 miliar.
Sementara itu Pangdam IV/Diponegoro yaitu Mayjen TNI Widi Prasetijono saat ditemui awak media menuturkan bahwa untuk wilayah Kodam IV/Diponegoro saat ini sedang berlangsung kegiatan TMMD di berbagai tempat, seperti Kebumen, Kota Surakarta, Kudus, dan Pekalongan. Program yang dijalankan disesuaikan dengan dengan kebutuhan masing-masing daerah, untuk wilayah kabupaten Pekalongan lebih berfokus kepada perbaikan jalan. "Jajaran TNI Kodam IV menyelenggarakan TMMD di beberapa wilayah seperti Kebumen, Kota Surakarta, Kudus, dan Pekalongan yang sasarannya bervariasi. Untuk yang kita laksanakan di Kabupaten Pekalongan ini adalah pembangunan jalan hasil kerjasama dengan masyarakat yang nantinya akan menikmati jalan yang sudah dibangun," tutur Widi.
Selain itu Mayjen Widi juga menambahkan bahwa selain pembangunan jalan, kegiatan TMMD juga melakukan program perbaikan RTLH dan juga Turap. Harapannya setelah diperbaiki, masyarakat bisa merawat dan memaksimalkan infrastuktur yang telah diperbaiki sehingga mempermudah akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari serta mempermudah akses untuk menjual hasil panennya.
Jumat, 9 Juni 2023
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Infokes Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dokter Ratna Susanti mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, S.KM.,M.Kes.
Kegiatan dihadiri Kasi Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Siti Nurngaini serta 30 orang peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing OPD dan stakeholder di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Kabid Kesmas dan Infokes dr.Ratna Susanti mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya acara tersebut adalah untuk menyelaraskan komitmen yang terintegrasi antara masyarakat, seluruh OPD dan stakeholder di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk berkomitmen tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang akan masuk dalam kerangka penyusunan advokasi regulasi Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Pekalongan Tahun 2023.
‘’Sebenarnya rokok itu sangat menimbulkan dampak kesehatan yang tidak hanya mengenai pada perokoknya saja, tetapi orang yang ada di sekitar. Justru orang yang menjadi perokok pasif itu lebih terkena dampak yang fatal bagi kesehatannya. Untuk itu komitmen bersama ini harus kita jalankan dalam rangka melakukan pencegahan preventif dan mendukung penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Pekalongan Tahun 2023,’’ Kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Infokes Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr.Ratna Susanti.
Dikatakannya juga bahwa untuk Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah dalam proses tinggal menunggu tahap finalisasi karena menurutnya, agenda untuk pembahasan Raperda KTR di DPRD Kabupaten Pekalongan sudah ada.
‘’Jadi Raperda saat ini masih dalam tahap finalisasi, dan kita semua tinggal menunggu agenda pembahasan di DPRD saja,’’ ujarnya.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut dr Ratna Susanti berpesan kepada seluruh peserta acara yang merupakan perwakilan dari masing-masing OPD dan stakeholder untuk bisa mendukung dan berkomitmen tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan OPD masing-masing supaya Raperda tersebut bisa segera final dan Kabupaten Pekalongan bisa segera mempunyai regulasi KTR seperti 28 kabupaten/kota lain yang ada di Provinsi Jawa Tengah yang sudah mempunyai regulasi KTR terlebih dahulu.
Menurutnya, jika Peraturan Daerah nantinya sudah disahkan dan komitmen sudah terjadi maka jalan kita dalam melakukan pencegahan preventif terhadap bahaya asap rokok itu lebih enak. Sehingga tempat-tempat vital yang masuk wilayah kawasan bebas asap rokok seperti : Faskes, tempat belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, tempat kerja, tempat olahraga, dan angkutan umum bisa benar-benar steril.
‘’Karena asap rokok ini menimbulkan banyak masalah kesehatan apalagi untuk ibu hamil dan anak-anak. Dimana anak-anak ini jangan sampai terpapar asap rokok karena itu salah satu faktor yang akan memicu stunting juga. Untuk itu saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjalin komitmen tentang kawasan tanpa rokok ini secara bersama-sama untuk kepentingan kesehatan kita semua di Kabupaten Pekalongan ini,’’ pungkasnya. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Kamis, 8 Juni 2023
Acara yang berlangsung di pendopo rumah dinas jabatan Bupati Pekalongan tersebut berjalan dengan hikmat dan penuh haru dari anggota keluarga yang hadir untuk mengantar perjalanan hingga ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos, M.Si mewakili Sekda Kabupaten Pekalongan yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa jemaah calon haji kloter 40 ini direncanakan berangkat pada hari Selasa dini hari pukul 01.30 WIB.
"Perlu kami sampaikan bahwa atas izin bupati, nanti kami yang akan menghatar seluruh jamaah kloter 40 ini sampai nanti pemberangkatannya. Nantinya jemaah calon haji akan diterima di asrama pada pukul 06.00 WIB, dan Insya Allah akan terbang besok (Selasa) pagi pukul 01.30," Tutur Anis.
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah calon haji dari kloter 40 karena termasuk orang-orang pilihan yang diberi kesempatan berkunjung ke Baitullah untuk menunaikan ibadah Haji.
"Selamat kepada bapak/ibu yang hari ini kita berangkatkan. Bapak/ibu semua adalah pilihan dan tamu-tamu Allah yang luar biasa, yang punya kesempatan untuk berangkat haji di tahun 2023 ini. Kita harus syukuri bahwa jutaan umat manusia ingin berangkat haji semua, tapi bapak/ibu-lah yang terpilih," Tutur Bupati Fadia dalam sambutannya
Orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut juga turut mendoakan semoga jemaah calon haji yang berangkat tahun ini menjadi Haji mabrur dan setelah selesai Haji menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satu jemaah yang berhasil berangkat menuju Baitullah dari kloter 40 Kabupaten Pekalongan adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, S. KM, M. Kes, yang harus menanti 11 tahun lamanya agar bisa berkunjung ke Baitullah dan dirinya mengaku sangat bersyukur bisa berangkat haji pada tahun 2023 ini.
"Alhamdulillahirabbil alamin saya sangat bersyukur sekali tahun ini bisa menunaikan ibadah Haji bersama istri saya. Saya sudah mengantri 11 tahun sejak tahun 2001 dan tahun ini Alhamdulillah bisa berangkat. Saya berharap bahwa saya beserta istri pada saat di Madinah maupun di Mekah bisa menjalankan ibadah wajib dan sunnahnya dan bisa pulang kerumah dengan selamat, bisa kembali bertemu dengan keluarga dan juga masyarakat Kabupaten Pekalongan," Tutur Wawan sapaan akrabnya dengan penuh rasa syukur.
Senin, 5 Juni 2023
“ Sedekah bumi adalah sebuah bentuk wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, atas segala rizki yang telah diberikan, dimana bumi yang kita pijak ini telah menghasilkan berbagai hasil bumi yang menjadi penghidupan kita, semoga dengan digelarnya sedekah bumi rezeki kita semakin melimpah dan masyarakat diberikan keberkahan dan keselamatan, ” ujar Fadia.
Fadia berpesan agar tradisi Legenonan dapat terus dilestarikan, karena tradisi ini dapat mempererat silaturahmi dan menambah kekompakan masyarakat. Fadia juga berharap apa yang disampaikan para dalang melalui cerita atau lakon wayang yang dipentaskan dapat menjadikan teladan dan tuntunan yang baik bagi masyarakat.
Diungkapkan Fadia bahwa saat ini masih musim acara sedekah bumi, dan kebanyakan desa mengundang Bupati, namun tidak semua desa bisa dikunjunginya. “ Biasanya saya sengaja cari desa yang jarang saya datangi, sambil saya ngecek jalan sambal ngecek semuanya barangkali ada yang harus saya perhatikan, namun untuk perbaikan jalan kabupaten harap bersabar karena masih banyak yang harus diperbaiki, tapi InsyaAllah sedikit demi sedikit akan kita perbaiki,” ungkap Fadia di depan masyarakat Desa Gutomo.
Tak lupa Fadia menyampaikan beberapa program unggulannya dihadapan khalayak masyarakat, diantaranya program pengobatan gratis cukup dengan KTP, dan uang saku bagi penunggu pasien, sekolah gratis dan seragam gratis dari jenjang SD hingga SMA di sekolah negeri bagi masyarakat yang tidak mampu, serta yang tak kalah penting adalah perbaikan jalan kabupaten.
Pada kesempatan tersebut, Bupati beserta suami Ashraf Abu juga pamit akan tunaikan ibadah haji tahun ini, Fadia mohon doa agar ibadahnya di tanah suci diberikan kelancaran, dan selamat hingga nanti kembali lagi ke tanah air.
Senin, 5 Juni 2023
Dalam sambutannya di Desa Tanjungkulon, Bupati mengapresiasi acara sedekah bumi yang dilakukan oleh masyarakat melalui swadaya. Dirinya menambahkan acara sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur terhadap rezeki yang selama ini kita dapatkan. “dengan bersyukur InsyaAllah akan dilipatgandakan. Kita bersyukur di bumi yang kita pijak ini memberikan rezeki baik berupa tanaman atau lainnya,” katanya.
Fadia menambahkan, dirinya sengaja datang ke desa-desa utamanya daerah terpencil untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat dan mengecek jalan sudah baik atau belum dan apa saja yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Bupati menambahkan, bahwa saat ini Alun-Alun Kajen sudah ramai tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya penataan Alun-Alun. “dampaknya salah satunya perekonomian bagi warga Kajen dan sekitarnya. Pada tahun ini juga ada pembangunan tahap kedua, dan akan lebih bagus lagi. Sehingga nanti akan banyak dikunjungi oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya dan jualan apa saja bisa laku dan ekonomi masyarakat meningkat,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mensosialisasikan program Kabupaten Pekalongan diantaranya kesehatan gratis cukup pakati KTP di Rumah Sakit dan Puskesmas milik pemerintah daerah. “semoga masyarakat dapat sehat semua, dan sekarang yang sakit sudah tenang, bahkan melahirkan pun sekarang gratis. Tidak Cuma itu bagi penunggu pasien juga dapat bantuan 50 ribu perhari caranya minta surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan datang ke Dinas Sosial,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, di sekolah negeri dari SD hingga SMA semuanya gratis dan bagi anak yang tidak mampu juga mendapat bantuan seragam sekolah bagi SD dan SMP.
Senin, 5 Juni 2023
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selama kepada para calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan yang berangkat tahun ini, karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk berangkat haji. “selamat kepada para tamu Allah, yang berangkat ini merupakan orang-orang pilihan Allah dan banyak masyarakat yang menunggu untuk berangkat haji,” katanya.
Fadia berpesan kepada para jamaah yang berangkat untuk memperhatikan teman-temanya yang lain karena yang berangkat ini semuanya saudara. “karena yang berangkat juga banyak lansianya, diperhatikan teman-temannya jangan sampai ada yang hilang. Kalau ada apa-apa laporkan ke pendamping,” pintanya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar para jamaah mempersiapkan segala sesuatu yang biasa dibutuhkan, jangan sampai disana karena tidak membawa obat-obatan atau yang lain menjadi tidak fokus ibadah. “masih ada satu hari lagi, bisa beli di Donohudan atau diantar olah keluarganya, terutama obat-obatan yang biasa dipakai disini,” ujarnya.
Untuk jamaah haji yang meninggalkan keluarga di rumah, lanjutnya, untuk ditinggalkan dengan hati yang tenang dan disana konsen ibadah agar ibadah wajib dan sunah bisa dikerjakan. “titipkan keluarga kepada Allah biarkan Allah yang menjaga mereka. Semoga pulang dengan sehat, panjang umur dan tidak ada satu jamah yang kurang, pergi utuh, pulang utuh dan tidak ada masalah apapun,” pintanya.
Kepada para petugas haji, Bupati berpesan untuk bisa menjaga jamaah haji asal Kota Santri. Agar mereka bisa kembali dengan sehat dan utuh. “saya titip masyarakat Kabupaten Pekalongan yang berangkat haji, jaga dengan baik. insyaAllah nanti saya dan suami juga berangkat haji tahun ini nanti kita ketemu disana,” pungkas Fadia.
Sementara itu Ketua Tim Berangkatan Haji Kabupaten Pekalongan yang juga Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar dalam sambutannya menuturkan bahwa dari total jamaah haji yang berangkat yakni 642 orang, 221 orang atau 31 persennya masuk kategori lansia. “ini sesuai dengan tema penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2023 oleh Kementerian Agama yakni Haji Ramah Lansia karena yang lansia cukup banyak,” katanya.
Pemkab sendiri, tambahnya, telah membentuk pendamping haji yang terdiri dari pemerintah daerah, kepolisian dan kementerian agama. “termasuk kita melakukan pendampingan manasik haji. Pada pemeberangkatan kita kawal sampai Donohudan dan sebaliknya pada saat penyambutan kita juga akan kawal dari Donohudan,” paparnya.
Dalam kegiatan Pelepasam Jamaah Calon Haji, Tampak hadir, Muhtarudin Ashraff Abu yang juga Ketua Dekranasda sekaligus Suami Bupati Pekalongan, Ketua DPRD beserta sejumlah anggota dewan, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Sekda, Kepala Kemenag, Ketua Pengadilan Agama Kajen, perwakilan Kajari Kajen, beserta beberapa Kepala OPD, Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, para Kyai dan alim-ulama.
Senin, 5 Juni 2023
Peringkat tersebut sempat turun dari peringkat satu yang diperoleh pada bulan Januari dan Februari 2023. Sedang pada bulan April dan Mei turun satu peringkat menjadi urutan kedua setelah Kota Tegal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid mengatakan dengan tercapainya peringkat 2 se-Jawa Tengah merupakan kemajuan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya, dan hal tersebut merupakan kerja keras bersama seluruh pihak yang patut diapresiasi. "Hasil pendidikan platform merdeka belajar itu artinya semua guru-guru yang ada di kabupaten mengikuti tema yang sama. Pada tahun kemarin ranking kita terakhir se-jawa tengah," katanya.
Hasil itu, lanjutnya, selain kerja keras juga atas arahan dari Bupati Pekalongan agar Pendidikan di Kota Santri menjadi lebih maju. “awal 2023 ketika terjadi perubahan kurikulum yakni kurikulum merdeka belajar, kita bentuk tim yang berjumlah 23 orang yang berisi orang-orang hebat dan ahli IT yang mau bekerja keras untuk Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Mereka, Lanjut Kholid, bergerak ke masing-masing sekolah dan datang keberbagai kegiatan baik Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk melakukan pendampingan. “untuk mempertahankan prestasi tersebut, kita harus terus terus bergerak Bersama dan melakukan evaluasi terus-menerus. Kalua kita mau bergerak Bersama tentu hasilnya akan lebih baik,” ujarnya.
Selain mendapat peringkat atas di Jawa Tengah, tambah Kholid, baru-baru ini Pemkab Pekalongan mendapat penghargaan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Prestasi level nasional tersebut diraih karena Pemkab Pekalongan berhasil meningkatkan nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, di Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (29/5) lalu.
“Pemkab Pekalongan menjadi salah satu dari 74 kota/kabupaten se-Indonesia yang menerima anugerah Merdeka Belajar. Masuk dalam Sub kategori Transformasi Anggaran dan Regulasi,” pungkasnya.
Senin, 5 Juni 2023