KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menghadiri tasyakuran pembangunan Pendopo Ki Wanenpati Desa Wuled Kecamatan Tirto, Jumat ( 17/12) sore di desa Wuled Kecamatan Tirto.
Bupati Fadia berharap bangunan Pendopo segera mencapai sempurna dan nantinya bermanfaat untuk masyarakat banyak. “ Pendopo ini banyak sekali kegunaannya. Misalnya dipakai untuk acara pernikahan masyarakat Wuled, untuk kegiatan vaksin ataupun pengajian. Artinya pendopo ini dibangun memang untuk seluruh masyarakat desa Wuled,” kata Bupati Fadia dalam sambutannya
Bupati juga memberikan apresiasi terutama kepada Kepala Desa Wuled atas prestasi yang ditoreh lewat dibangunnya pendopo tersebut. “ Mudah-mudahan menjadi semangat bagi para kades/lurah di kecamatan Tirto agar bisa membangun atau meninggalkan sesuatu yang berarti bagi masyarakat. Pada saat kita menjabat, kita diberi amanah, bagaimana caranya bermanfaat untuk orang banyak dan apa yang kita tinggalkan juga bisa bermanfaat untuk orang banyak. Salah satunya mungkin hal yang seperti ini,” ujarnya
Dalam kesempatan itu Fadia juga meminta agar vaksinasi yang saat ini masih digencarkan, menjadi perhatian seluruh masyarakat
“ Ini vaksin di kabupaten Pekalongan belum 70 persen . Kita sekarang di level 2, tapi kita jangan lengah. Karena sudah ada peraturan presiden bahwa yang belum divaksin, bansos seperti PKH dan sebagainya distop. Dan akan ada peraturan baru lagi apabila anak usia 12 tahun ke atas dan orang tuanya belum divaksin, anaknya tidak bisa ikut ujian sekolah. Jadi saya meminta bapak/ibu semua menjaga kesehatan dan vaksin merupakan ikhtiar yang maksimal,’ tegasnya.
Sementara itu Amat Antono, mewakili tokoh masyarakat, dalam kesempatan tersebut mengaku bangga dengan masyarakat Wuled juga kepala desa serta perangkat dan lembaganya. Karena menurutnya tidak semua desa mempunyai pendopo yang dibangun semegah pendopo desa Wuled. “Dibangunnya pendopo ini merupakan prestasi tersendiri bagi seorang kepala desa. Ini merupakan bukti desa Wuled adalah desa yang dinamis. Oleh karena itu saya berharap khususnya kepada kepala desa dan perangkatnya, jangan lelah untuk membangun desa/negerinya dan jangan mengeluh. Salah satu kuncinya adalah jaga persatuan dan kesatuan,”pesan Antono
Antono juga mengungkapkan rasa syukur , pasalnya dalam kondisi covid dimana kondisi ekonomi masih belum begitu bagus, pendopo desa Wuled tersebut bisa dibangun. Menurutnya hal itu adalah kecerdasan dari masyarakat, perangkat desa/ kepala desa dan sebuah kebersamaan antara seluruh masyarakat yang harus tetap dijaga.
Antono menambahkan, dirinya bangga dengan pemberian nama Wanenpati untuk pendopo tersebut karena itu adalah sebuah pengakuan sekaligus penghargaan kepada leluhur/para pejuang.
sementara itu Kepala Desa Wuled, Wasduki Jazuli, menjelaskan sejarah asal usul pendopo desa Wuled tersebut diberi Ki Wanenpati. Ki Wanenpati adalah salah satu senopati perang Pangeran Diponegoro. Setelah tertangkapnya Pangeran Diponegoro, para senopati maupun pimpinan perang lari menyebar. Pada waktu itu mbah Wanenpati beserta rombongan tiba di daerah ‘Blokgempol’. Selain ahli strategi perang, Mbah Wanenpati juga ahli pertanian dan pemerintahan. Ia membuka alas Desa Wuled.
“ Ketika membangun sebuah desa, saya berharap spirit dari Mbah Wanenpati bisa kita tiru. Dengan kondisi apapun, Mbah Wanenpati bisa membuat sebuah terobosan. Dalam situasi ekonomi sulit akibat covid, saya berharap spirit dari Mbah Wanenpati kita tiru, “harap Wasduki.
Acara tasyakuran pembangunan pendopo Ki Wanenpati Desa Wuled dihadiri pula Wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rasul , Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto , Camat beserta forkopimcam Tirto, para Lurah/Kepala Desa se kecamatan Tirto yang berkesempatan hadir serta para tokoh masyarakat. (Dian-Kominfo)
Minggu, 19 Desember 2021
KAJEN - Sesuai dengan program ‘jalannya halus rejeki mulus’, secara bertahap seluruh jalan yang rusak ( jalan kabupaten ) di kabupaten Pekalongan akan diperbaiki. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat meresmikan Jalan Ruas Sengare – Jolotigo Kecamatan Talun, Rabu (15/12) siang di desa Sengare Kecamatan Talun.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, pagi ini, Rabu (15/12/2021) berkesempatan melakukan acara Pembinaan Takmir Masjid, yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Dalam pembinaan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan bahwa mulai tahun 2022 mendatang, selain marbot dan takmir masjid, pengurus masjid serta penjaga makam direncanakan juga akan mendapat insentif per tahunnya dari Pemkab Pekalongan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM didampingi suami yang sekaligus ketua Bappera Kabupaten Pekalongan Ashraff membuka secara resmi kegiatan Senam Masal Lansia dan Aerobic serta Lomba Senam Kategori Umur Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/12) pagi di halaman kantor Kecamatan Sragi.
KAJEN - Di hari terakhir pelaksanaan program vaksinasi berhadiah MAS DAVIN KAJEN SE AH, Kamis 9 Desember 2021, diselenggarakan penarikan kupon hadiah dengan hadiah utama sebuah sepeda motor, di kantor kecamatan Kajen.
Acara pengundian MAS DAVIN KAJEN SE AH ( Masyarakat Datang Divaksin, Menuju Kajen Sehat Berhadiah ) ini dihadiri langsung oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto SE yang mewakili Bupati Pekalongan, Camat Kajen, Wakil Dandim, Wakil Kapolres , Camat Kajen beserta Forkopimcam, kepala UPTD/instansi, tenaga kesehatan serta para kepala desa se-kecamatan Kajen.
KAJEN - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan menjadi rujukan StudI Banding dari daerah lain. Stud Banding seperti dilakukan oleh rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Rabu (08/12/2021).
Rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo dipimpin oleh dr. Wasis Nupikso, Sp. OG tiba di RSUD Kraton disambut langsung oleh Direktur RSUD Kraton, dr. Eko Wigiantoro, M.Kes. StudI Banding rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk bertukar ilmu dan melihat pelayanan Unit Kemoterapi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Tampak hadir mendampingi Bupati dalam Peresmian Jalan Ruas Sengare-Jolotigo antara lain asisten pembangunan serta para kepala OPD terkait. Tampak hadir pula Camat Talun dan perwakilan lurah se kecamatan Talun juga tokoh masyarakat setempat.
Bupati memastikan bahwa pihaknya akan menuntaskan jalan ruas Sengare-Jolotigo pada tahun 2022 dan rencananya akan dilanjutkan Jolotigo – Kroyakan pada tahun 2023 mendatang. “ Sengare – Jolotigo saya tuntaskan 2022, setelah tahun 2022, kita masih ada PR lagi, Jolotigo - Kroyakan di 2023. Berarti nantinya Talun tuntas semuanya. Ini supaya warga bisa hidup secara layak,” ungkapnya.
Bupati berharap masyarakat bisa menjaga jalan tersebut dengan baik. “ Karena jalan ini nilainya hampir 1 M. Insyalloh tahun 2022 saya selesaikan sampai Jolotigo ujung. Dan di 2023 saya tuntaskan sampai ujung lagi,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan 3 program yang difokuskan yaitu infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. “3 program yang saya fokuskan, pertama, jalannya alus rejeki mulus. Kedua, bagi warga yang tidak punya kartu KISS /BPJS, bisa berobat gratis (Kelas 3) di Puskesmas dan RSUD milik pemerintah kabupaten Pekalongan . Dan Insyaalloh nanti jika PAD /keuangan kita meningkat, bisa menjangkau lebih baik lagi, “ jelas Bupati Fadia.
Kemudian program ketiga, lanjut Fadia, yakni pendidikan gratis untuk sekolah negeri. “Dari PAUD sampai SMP negeri, gratis. Tidak boleh ada pungutan apapun dan dikhususkan untuk warga tidak mampu. Dan untuk yang tidak mampu juga akan diberikan bantuan seragam sekolah. Saya ingin semua anak kabupaten Pekalongan bisa sekolah. Termasuk anak yang putus sekolah,” tambahnya.
Sementara itu Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto M.Si dalam kesempatan itu mengatakan dalam masa pandemic tidak semua wilayah mendapat alokasi anggaran perbaikan jalan. Namun khusus kecamatan Talun masih dialokasikan lg jalan lanjutan ruas Sengare – Jolotigo.” Insyaalloh tahun depan tuntas sampai Jolotigo. Harapan kami supaya tahun 2023 dilanjutkan jolotigo kroyakan,’ ujar Bambang
Bambang Irianto juga berharap jalan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Talun khususnyadesa Sengare.
Dalam peresmian jalan ruas Sengare – Jolotigo di Desa Sengare Kecamatan Talun ini juga dimeriahkan dengan tradisi udik udikan. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
Menurut Fadia, insentif yang akan diberikan oleh Pemkab Pekalongan kepada pengurus masjid dan penjaga makam memang tidak banyak jumlahnya, tetapi Ia berharap mereka tidak melihat dari segi jumlah, melainkan dapat melihat dari bentuk perhatian yang pemkab berikan.
‘’Selama ini marbot semuanya yang berjumlah 846 orang sudah diperhatikan di tahun 2021. Tetapi setelah saya jadi bupati, saya tambahi selain marbot, pengurus masjid pun akan saya berikan bantuan. Satu masjid kita berikan satu tahunnya memang tidak banyak, mohon maaf karena masjidnya banyak sekali, jadi kami hanya bisa memberikan 300 ribu per masjid,’’ kata Bupati Fadia Arafiq.
Selanjutnya, Fadia menuturkan bahwa tujuan dari pihaknya yang akan memberikan insentif kepada penjaga makam dan pengurus masjid, adalah supaya mereka bisa menjalankan tugas secara maksimal. Apalagi menurut Fadia, tugas yang mereka jalankan itu tidak mudah karena menuntut adanya konsistensi yang tinggi.
‘’Menjadi pengurus masjid, menjadi imam masjid itu dipikir orang lain mudah. Tetapi saya rasa kalau kita tidak punya rasa cinta kepada Allah dan masyarakat itu tidak mudah karena kegiatan ini kan konsisten secara terus menerus,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada takmir masjid yang hadir dalam pembinaan, atas kinerja maksimal yang mereka berikan untuk mengabdi kepada umat dalam rangka menghidupkan masjid.
‘’Saya sangat menghargai sekali bapak-bapak takmir masjid, dan terimakasih sudah menjaga masjid kita bersama dengan baik, menjaga kerukunan dengan baik. Dan juga Insyaallah kegiatan-kegiatan kita di masjid pun itu positif untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M., menyampaikan dalam sambutannya, bahwa acara Pembinaan Takmir Masjid yang pihaknya selenggarakan itu bertujuan untuk membangun silaturahmi yang baik antara ulama dan pemerintah serta masyarakat supaya bisa bersinergi dalam membangun kerukunan umat beragama sekaligus menyampaikan program pemerintah dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan. Dan menyampaikan informasi terkait tugas dan kewajiban sebagai takmir masjid.
Dikatakan Subagyo, dengan jumlah masjid di Kabupaten Pekalongan yang sangat banyak, yaitu 860 masjid. Ia meminta maaf karena baru bisa mengundang beberapa takmir masjid saja dari wilayah Kecamatan Kajen, Kedungwuni dan Karanganyar saja saat ini.
‘’Karena kemampuan anggaran yang terbatas sehingga kami lakukan pembinaan secara bertahap dan pada kesempatan siang ini kita mengundang takmir masjid untuk 3 wilayah Kecamatan karanganyar, Kedungwuni dan Kajen,’’ ungkapnya.
Namun, lanjut Subagyo kegiatan pembinaan takmir masjid ini, akan terus berlanjut dan pihaknya nantinya akan mengundang lebih banyak lagi takmir masjid secara bergantian dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti pembinaan bersama Bupati Pekalongan. ‘’Nanti di tahun 2022 akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengundang takmir masjid dari wilayah kecamatan lain,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan semangat kebangsaan dan komunikasi antar kumpulan tokoh agama dan masyarakat, Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Pekalongan menggelar acara Dialog Harmonisasi Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi. Yang telah dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (15/12/2021) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
Acara Dialog Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi tersebut, pagi ini dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dan juga dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, Kepala FPBI Kabupaten Pekalongan H. Harun Juri, dan diikuti oleh seluruh pengurus FPBI tingkat kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi adanya dialog harmonisasi semacam ini, dan Ia berharap dengan adanya acara ini FPBI akan semakin meningkatkan fungsinya dalam menjaga kerukunan dan keteraturan masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang sangat beragam latar belakangnya.
‘’Saya minta karena Kabupaten Pekalongan ini kan beraneka ragam dari budaya, agama dan tingkah laku manusianya. Mudah-mudahan dengan hadirnya FPBI ini kita bisa bersama-sama menjapa kerukunan dan persatuan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Karena dengan ada kata-kata Bhineka Tunggal Ika ini kita merupakan satu kesatuan, berbeda-beda tetapi tetap satu,’’ kata Bupati Fadia Arafiq.
Apalagi, saat ini menjelang hari raya natal dan tahun baru, ungkap Fadia, pihaknya berharap FPBI benar-benar bisa membantu pemkab dalam rangka menjaga kondusifitas dan meningkatkan rasa toleransi antar umat beragama sehingga tidak akan terjadi perpecahan maupun keributan.
‘’Saya meminta kepada seluruh keluarga besar FPBI apalagi sekarang sudah akhir tahun, menjelang natal dan tahun baru. Dimana aturan dari pusat bukan kami yang mengkotak-kotakan, bukan kami yang membuat peraturan, melainkan ini merupakan peraturan dari Pemerintah Pusat bahwa untuk natal dan tahun baru ini mungkin bisa tetap diselenggarakan tetapi dengan cara beribadah masing-masing di rumah atau tidak mengadaakan perayaan yang besar-besaran seperti biasanya. Dan tahun baru pun demikian,’’ jelas Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, selaku penyelenggara acara, Ketua FPBI Kabupaten Pekalongan H. Harun Juri menyampaikan, bahwa acara Dialog Harmonisasi Persaudaraan Bangsa Pasca Pandemi ini merupakan program kerja dari pengurus FPBI Kabupaten Pekalongan masa bakti 2017-2023 dalam rangk meningkatkan komunikasi, silaturahmi antar kumpulan tokoh agama dan tokoh masyarakat, supaya tetap melestarikan rasa kebangsaan, paham kebangsaan, semangat kebangsaan, semangat patriotisme dan kegotong royongan. Serta berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan nasional dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.
Untuk itu, Ia mengucapkan terimaksih kepada Pemkab Pekalongan yang telah turut andil dalam pelaksanaan dialog tersebut. Sehingga diharapkan kerukunan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap terjaga. ‘’Jadi ini merupakan langkah kita bersama dan kesempatan kita bersama bahwa FPBI ini kita adalah meracik dan mempersatukan visi dan misi dalam rangka menjaga kelestarian dalam pendidikan berbangsa dan bernegara,’’ ungkap Ketua FPBI Kabupaten Pekalongan H. Harun Juri. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
Tampak hadir pula dalam pembukaan senam masal ini antara lain Plt Camat Sragi beserta jajaran forkopimcam, Kepala UPT Puskesmas, Plt Dindikbud dan ketua Praja Kusuma Kepala Desa se-kecamatan Sragi, ketua PKK Kecamatan/desa/ Kelurahan se-kecamatan Sragi serta ibu ibu member Senam Paguyuban Senam Sragi Sehat.
Bupati Fadia mengaku salut atas semangat yang luar biasa dari ibu- ibu di kecamatan Sragi yang tampak antusias mengikuti senam masal tersebut. “ Saya salut khususnya ibu ibu kecamatan Sragi yang telah membuat acara ini. Menandakan perempuan-perempuan di kecamatan Sragi ini hebat dan luar biasa,” kata Fadia mengawali sambutannya.
Bupati berharap melalui senam masal ini kecamatan Sragi menjadi pelopor senam sehat dan menjadi contoh bagi kecamatan lain. “ Ayo kita bekerjasama agar kecamatan Sragi ini vaksinnya nomor 1 se-kabupaten Pekalongan,’ ajaknya.
Dalam kesempatan senam masal ini Bupati juga mengingatkan agar warga yang belum divaksin, terutama lansia, segera melakukan vaksin. Menurutnya hal ini berkaitan dengan bantuan sosial yang akan dihentikan apabila si penerima bantuan tidak atau belum divakisn. “ Saya juga ingatkan untuk kecamatan Sragi agar cepat vaksin, vaksin dan vaksin, agar kita cepat ke level 1 (satu). Karena kemarin ada pembagian BLT,PKH yang distop karena tidak divaksin. Sekarang ayo cepat bergerak supaya bisa mendapatkan lagi haknya, “jelas Fadia.
Selain berkaitan bantuan sosial, Fadia juga menerangkan bahwa bagi anak sekolah yang belum divaksin, mereka tidak bisa mengikuti ujian sekolah. Demikian juga jika orangtuanya belum divaksin maka anaknya juga tidak bisa mengikuti ujian sekolah. Untuk itu Fadia mengajak kepada ibu ibu peserta senam untuk turut mensukseskan upaya percepatan vaksinasi terutama di kecamatan Sragi. “ Udah senamnya paling hebat, ibu ibunya paling hebat, vaksinnya juga harus paling hebat, “ ujarnya.
Sementara itu Ketua Penyelenggara Senam Masal Lansia dan Aerobic serta Lomba Senam Kategori Umur Kecamatan Sragi , Sri Handayani SE M.Si dalam laporannya mengatakan kegiatan senam masal ini dalam rangka memperingati hari Ibu tahun 2021. “ Adapun maksud dan tujuan senam masal untuk memasyarakatkan olah raga. Dengan berolahraga akan meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Sri Handayani.
Peserta anggota senam terdiri dari berbagai member dan instruktur se kecamatan Sragi dengan jumlah 500 orang. Sumber dana penyelenggaraan berasal dari swadaya anggota senam masal serta partisipasi dari PKK kecamatan dan PKK desa/Kelurahan serta dari donatur. (Dian-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
Dalam sambutannya Totok Budi Mulyanto mengucapkan selamat kepada warga Kajen yang penuh semangat mengikuti program vaksinasi berhadiah MAS DAVIN KAJEN SE AH. Menurutnya, Program MAS DAVIN KAJEN SE AH yang diinisiasi oleh Kecamatan Kajen bersama Danramil dan Kapolsek Kajen ini merupakan inovasi yang patut ditiru oleh daerah lain dalam rangka upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Pekalongan.
“Sasaran vaksin di kecamatan Kajen cukup besar. Padahal sasaran vaksin secara keseluruhan di kabupaten Pekalongan sebanyak 747.881. Setelah kami hitung, khusus Kajen, yang harus divaksin ada 7,5 % dibandingkan seluruh kabupaten Pekalongan. Padahal kabupaten Pekalongan ada 19 kecamatan. Ini sesuatu yang tidak ringan sehingga ada inovasi inovasi yang dilakukan oleh warga kecamatan Kajen dengan istilah MAS DAVIN KAJEN SE AH. Ini adalah suatu inovasi yang luar biasa dan ini bisa ditiru oleh yang lain,” papar Totok
Disampaikan pula bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini berada di level 2. Totok mengingatkan dengan level 2 bukan berarti bebas namun ada kelonggaran-kelonggaran dalam beraktifitas dengan tidak melalaikan Prokes .
Jelang Natal dan Tahun baru 2022, Totok juga mengingatkan khususnya kepada para kepala desa untuk waspada terhadap kepulangan pemudik. “ Tolong saya titip masyarakat yang pulang dari luar kota, dicatat. Sehingga jika ada sesuatu yang berdampak kurang baik seperti kesehatan dan lainnya , kita bisa mengantisipasi. Walaupun ini tidak sebanyak pemudik pada saat Idul Fitri, tapi tetap harus kita waspadai,” tegasnya
Mengakhiri sambutannya Totok berpesan usai program MAS DAVIN KAJEN SE AH Ini warga tidak kendor dalam upaya pencegahan covid 19. “ Setelah hadiah ini dibagikan jangan kendor, kita harus mengejar semaksimal mungkin, usahakan masyarakat di Kajen ini semua tervaksin. Ayo kita sisir lewat RT mana yang belum divaksin, lalu kita giring, kita ajak untuk vaksin di faskes atau di tempat tempat yang telah disiapkan kecamatan ,” pintanya.
Camat Kajen Agus Purwanto S.STP mengatakan program MAS DAVIN KAJEN SE AH merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka percepatan vaksin menuju herd imunity( kekebalan kelompok) , telah dilaksanakan selama 1 bulan ( mulai 10 November 2021 sampai 9 Desember 2021). Berkat dukungan dari semua elemen, program ini mampu melebihi target. “ Kta mentargetkan 10.000 sasaran vaksin. Alhamdulilah sampai hari ini yang telah kita vaksin 14.600 oramg di periode 10 november sampai dengan 9 Desember 2022. Ini melebihi target. Dari program ini, pada dosis I tervaksin 4311 orang dan Dosis II sekitar 10300 an orang. Total 14600 an, “ terang Agus.
Agus mengaku cukup puas dengan program MAS DAVIN KAJEN SE AH karena meskipun prosentase yang sudah divaksin secara total cukup tinggi, tapi ternyata animo masyarakat untuk mendatangi tempat tempat vaksin juga cukup baik. “ Ditengah tengah sulitnya kita untuk memperoleh sasaran, kita sudah menvaksin sekitar 44 %. Selama 1 bulan terakhir sudah hampir 15 ribu orang telah divaksin.Untuk itu kami ucapkan terimakasih khususnya Danramil, TNI/Polri , tenaga kesehatan, Lurah/ kepala desa serta seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Kajen. Selama ini bahu membahu bekerjasama untuk menuntaskan vaksinasi ini menuju 100 persen,” imbuhnya.
Selanjutnya setelah selesainya program MAS DAVIN KAJEM SE AH , menurut Agus pihaknya akan cari upaya lain yang bisa menggugah masyarakat untuk tetap bersedia mendatangi tempat vaksin.
Adapun hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor berhasil diraih oleh Ibu Waryati warga Rt 08/04 Desa Linggoasri Kecamatan Kajen (Dian-Kominfo).
Jumat, 10 Desember 2021
Rapat Paripurna DPRD yang mengagendakan persetujuan bersama ini ditandai dengan penandatanganan oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH bersama Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta ketiga Wakil Ketua DPRD yakni Hj. Mas'udah, Sumar Rasul, dan Catur Andriansyah, pada Rabu (08/12) sore di ruang rapat paripurna DPRD. Rapat paripurna ini dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda M. Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si, beberapa Kepala OPD terkait dan pimpinan beserta segenap anggota dewan.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Bupati H. Riswadi, S.H, Bupati Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan pikiran dan perhatiannya dalam pembahasan Raperda RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026 sehingga dapat disepakati bersama dan ditetapkan menjadi peraturan daerah Kabupaten Pekalongan.
Mengiringi persetujuan bersama atas Raperda tentang RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026 ini sesuai dengan ketentuan undang-undang No.23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah untuk kemudian ditetapkan paling lama enam bulan setelah kepala daerah terpilih dilantik.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah menyampaikan laporan hasil rapat kerja pimpinan DPRD dan Gabungan Komisi I, II, III, dan IV yang membahas Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026.
Selanjutnya, penyampaian kata akhir Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026. Kata Akhir Fraksi Golkar oleh Nailul Hidayah, S.H., Fraksi PAN oleh Achmad Muzaki, Fraksi Gerindra oleh Patmisari, A.Md., Fraksi PPP oleh H. Mirza Kholiq, Fraksi PDIP oleh Riyadi, S.H., dan Fraksi PKB oleh H. Edy Haryanto, SE. (Dian-Kominfo)
Kamis, 9 Desember 2021
Dalam Study Banding pihak RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan memberikan paparan bahkan menunjukKan sarana prasarana penunjang pelayanan Unit Kemoterapi.
Pimpinan rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, dr. Wasis Nupikso, Sp. OG menyampaikan bahwa tujuan kedatanganNya untuk melaksanakan StudI banding, terutama untuk belajar dan melihat secara langsung proses pelayanan unit Kemoterapi di RSUD Kraton.
"Kami mendapat arahan untuk studi banding ke RSUD Kraton karena yang memiliki posisi setara sama-sama Tipe B Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah, dan RSUD Kraton sudah mengembangkan pelayanan Unit Kemoterapi ini, " katanya.
Diakui dengan studi banding tersebut nanti bisa diterapkan di RSUD Sidoarjo Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Adapun dalam kesempatan sama, Direktur RSUD Kraton, dr. Eko Wigiantoro, M.Kes mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari RSUD Kabupaten Sidoarjo untuk menjadi tempat studi banding. Menurutnya, pelayanan Kemoterapi di RSUD Kraton selama ini berjalan kurang lebih sudah 8 tahun dengan sistem One Day Care.
Adapun pelayanan Kemoterapi sebelumnya pasien harus dirujuk ke RSU Dr. Kariadi Semarang. Namun sejak RSUD Kraton memiliki dokter Sub Spesialis Onkologi sendiri palayanan Kemoterapi mulai dikembangkan dengan sistem One Day Care. Pelayanan onkologi dan Kemoterapi adalah layanan bagi pasien dengan diagnosa kanker, kebetulan merupakan salah satu pelayanan unggulan dan prioritas RSUD Kraton.
"Pengembangan kedepan kami sudah merencanakan ruangan khusus kemoterapi dengan kapasitas 20 tempat tidur. Kedepan kami juga segera memiliki dokter Sub Spesialis Onkologi baru dan dokter Sub Spesialis Hemato Onkologi, "terangnya.
RSUD Kraton juga terus mengembangkan pelayanan onkologi dan kemoterapi kedepan agar masyarakat merasa nyaman dengan meningkatkan sarana dan prasaranan yang lebih baik. Bahkan sampai saat ini,setiap Kamis masih menerima rujukan pasien dari wilayah Tegal, Batang, Kendal, Pemalang dan rumah sakit sekitar.
Untuk jadwal pelayanan Klinik Bedah Onkologi Hari Senin dan Kamis, sedangkan Jadwal Kemoterapi Senin sampai dengan Sabtu.
"Semoga studi banding dari RSUD Kabupaten Sidoarjo membawa manfaat bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena sekarang masyarakat sangat terbantu untuk tidak menjalani antrian yang panjang dan lama hanya untuk Kemoterapi di rumah sakit pusat seperti RSU Kariadi, " imbuhnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 8 Desember 2021
Menurut Drs. H. Dawam Rahardjo alasan dia memilih mengunjungi Kabupaten Pekalongan karena Batik dari Kabupaten Pekalongan sudah dikenal dikancah Nasional maupun Internasional. Sehingga dia ingin mempelajari seperti bagaimana cara membatik,prosesnya dan tau arti sejarahnya yang kemudian setelah itu dilestarikan sebagai kekayaan budaya Indonesia. “kita ingin belajar atau melihat UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk membenchmark apa yang bisa diambil hasil dari Pekalongan untuk perkembangan UMKM di Lampung Timur” ungkap H. Dawam Rahardjo.
Saat ditanya soal kesan pertama Dalam kunjungannya tersebut menurut H. Dawam Rahardjo dia sangat berkesan dengan kerajinan Batik yang ada di Kabupaten Pekalongan, karena meski Pandemi namun tetap eksis meski tak seramai dulu sebelum adanya Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Menurutnya rencana kedepan Untuk menindaklanjuti hubungan yang awal ini sehingga tetap berkesinambungan dan untuk mengembangkan Batik yang ada di Lampung dengan ciri khasnya, jika memungkinkan Dekranasda Lampung Timur agar mengadakan program berkunjung ke Kabupaten kembali. “ Kalau memungkinkan kita akan adakan program untuk berkunjung di Pekalongan ini untuk menindalklanjuti kunjungn pertama, sehingga kita bisa mengembangkan Batik Lampung Timur dengan ciri khasnya” katanya.
Sementara itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M. menanggapi atas kunjungan Bupati Lampung Timur di Kabupaten Pekalongan, dia merasa senang dan berharap bisa menyempatkan untuk bisa berkunjung balik ke Lampung Timur. Menurutnya kerajinan batik di Kabupaten Pekalongan sudah cukup bervariasi dan dikenal. selain Batik ada juga Jeans yang menjadi unggulannya. Untuk mempromosikan produk milik Kabupaten Pekalongan ,Dimana ada ketentuan untuk ASN setiap hari Jumat diharuskan memakai bawahan Jeans.
Menurutnya, selain Batik Pekalongan yang mempunyai ciri khas sebagai keunggulannya, Produk Jeans Kabupaten Pekalongan juga sudah banyak dipasarkan didalam dan keluar Pekalongan dengan harga yang terjangkau. “Kalau di Pekalongan Batiknya dari jaman dahulu udah sangat terkenal,selain itu kita juga punya Jeans. Jadi tiap jumat biasanya ASN memakai Jeans, jadi semua khasnya pekalongan kita promosikan mulai dari orang-orang kita sendiri” ungkap Bupati Fadia.
Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu mengatakan dirinya merasa bangga dan terhormat dengan kunjungan Bupati Lampung Timur di Kabupaten Pekalongan, menurutnya dia juga banyak belajar dari Bupati Lampung Timur atau saling sharing ilmu khususnya untuk mensupport Dekranasda Kabupaten Pekalongan . “Saya merasa bangga dan terima kasih, sebuah kehormatan atas kunjungan bapak Bupati Lampung Timur. Saya bisa belajar dari beliau juga bagaimana untuk mensupport Dekranasda supaya Dekranasda Kabupaten Pekalongan bisa sukses sama seperti Lampung Timur”ujar Ashraf Abu. (Dian-Kominfo)
Rabu, 8 Desember 2021