Admin
Kamis, 21 April 2022


KAJEN - Suasana pagi di halaman Setda kabupaten Pekalongan terlihat ramai dipadati pengunjung Bazar dan Pasar Murah yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan. Sebanyak 35 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hampir seluruh stand yang berjejer diserbu para pengunjung. Dalam waktu sekitar satu jam beberapa produk telah habis terjual.
Endang Ali Reza selaku Ketua Panitia Bazar dan Pasar Murah mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2022, selain upacara yang juga dilaksanakan pada waktu yang sama. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga pasca kenaikan harga minyak goreng. Keg iatan ini juga merujuk pada tujuan organisasi DWP yaitu untuk mensejahterakan anggota dan keluarganya. Hasil dari kegiatan ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi seluruh anggota DWP kabupaten Pekalongan.
“Bazar dan Pasar Murah ditujukan bagi anggota dharma wanita dan masyarakat sekitar untuk membantu meringankan beban mereka terlebih di masa pandemi ini, “ tutur Endang usia mengikuti upacara peringatan hari Kartini, Kamis (21/04) pagi.
Endang menjelaskan Bazar dan Pasar Murah tersebut dilaksanakan secara sederhana yang mana pihaknya bekerjasama dengan vendor-vendor diantaranya Indomart dan Alfamart. Adapula Bulog yang mensuplai beras turut berpartisipasi dalam event ini. Selain itu anggota dari DWP unsur pelaksana kecamatan ( 19 kecamatan ) juga tak kalah memeriahkan bazar dengan produk makanan dan pakaian. Sementara dari UMKM, mereka menampilkan produk unggulan antara lain kopi, kebab, bebek ungkep dan lain lain.
Melihat antusias yang tinggi dari masyarakat , Endang mengatakan nantinya tidak menutup kemungkinan pihaknnya akan mengadakan kegiatan serupa.
Salah satu pengunjung Bazar, Ibu Risa, warga Gejlig Kajen yang membeli beberapa produk di Bazar dan Pasar Murah ini mengaku senang dengan adanya Bazar dan Pasar Murah ini, karena menurutnya harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasaran. “ Saya kan jualan jus, gulanya kalau di pasar kan sekitar 14 – 15 ribu, disini 13 ribu. Ada selisihnya lumayan, “ Kata Risa. Risa juga berharap kegiatan semacam ini kembali diadakan lagi. (Dian-Kominfo)