KAJEN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan operasi pasar murah di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Jum’at (28/10) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dengan Bank Indonesia (BI) Tegal serta Badan Urusan Logistik (Bulog) wilayah VI Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar dalam sesi wawancara bersama media mengatakan bahwa kegiatan operasi pasar murah merupakan bagian dari program TPID Kabupaten Pekalongan untuk menekan harga berbagai komoditas yang naik pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Bulan September kemarin.
Sekda juga mengungkapkan saat ini inflasi di Kabupaten Pekalongan terpantau mengalami kenaikan, “Tadi sudah dilaporkan dan kita tidak kaget karena sudah kita prediksi. Inflasi pada September kita naik berada di angka 7,18 %. Angka tersebut diatas angka inflasi regional Jawa Tengah maupun nasional, ” terangnya.
Lebih lanjut, Sekda mengatakan bahwa operasi pasar murah tersebut rencananya diselenggarakan hingga akhir Bulan Desember, “Pemerintah bersama dengan berbagai pihak baik itu dengan Bank Indonesia, dengan dukungan dari Bulog dan berbagai BUMD, kita akan gelar pasar murah sampai akhir Bulan Desember di wilayah-wilayah Kabupaten Pekalongan. Tujuanya adalah untuk menekan harga,” tutur sekda.
Terkait dengan kegiatan operasi pasar murah yang digelar, Sekda secara tegas menekankan bahwa Apartur Sipil Negara (ASN) dilarang ikut membeli paket sembako murah yang disediakan dalam kegiatan tersebut, “Justru yang nanti ingin kita bangun adalah membangun kepedulian sengkuyung bareng-bareng, kebersamaan, peduli bareng-bareng. Saya kira tidak bisa hanya berpangku pada unsur pemerintah saja, berpangku pada bulog saja, berpangku pada BI saja. Insya allah kedepan saya kira nanti akan kita gagas membangun kepedulian ini. Saya kira ASN nanti juga melalui Korpri akan ikut ambil bagian,” kata sekda.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal diwakili oleh Kepala Unit Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM Liana Cipto Wati dalam sambutannya mengatakan bahwa operasi pasar murah tersebut merupakan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yang telah dicanangkan secara nasional oleh Gubernur Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat.
“Kegiatan ini merupakan hasil dari rapat koordinasi TPID Nasional kemarin. Pemerintah dan TPID memprioritaskan untuk pengendalian inflasi ini difokuskan pada inflasi pangan dan kita tidak mungkin bekerja sendiri jadi lebih baik bekerjasama antara beberapa elemen baik itu dari pemerintah, kementerian, maupun dari Bank Indonesia serta BUMD. Harapannya ini untuk menjaga inflasi kembali lagi ke angka 3%-an sesuai dengan target secara nasional,” jelasnya.
Selain itu, Liana juga mengatakan bahwa operasi pasar murah tersebut telah dilaksanakan di beberapa kota/kabupaten di Jawa Tengah, “Kami menyelenggarakan operasi pasar murah ini secara bergantian mulai dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang. Nantinya kami juga akan ke Kabupaten Batang. Hari ini kami berada di Kabupaten Pekalongan. Harapan kami dengan adanya operasi pasar murah ini dapat menahan laju inflasi dan meringankan beban dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” tandasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro melaporkan bahwa dalam kegiatan bazar murah tersebut disediakan 500 paket sembako yang disubsidi oleh Bank Indonesia, “Hari ini ada 500 paket sembako dari bulog meliputi beras, gula, dan minyak goreng yang diberikan subsidi oleh Bank Indonesia. Paket sembako tersebut terdiri atas paket beras premium dan medium. Disamping itu pada kegiatan hari ini dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga telah menyiapkan telur dengan harga kandang atau dibawah harga pasar. Diharapkan selisih harga ini bisa membantu masyarakat,” jelas Wahyu.
Dikatakan Wahyu karena jumlahnya yang terbatas maka penjualan paket sembako tersebut dijual dengan menggunakan sistem kupon kepada masyarakat, “Namun demikian karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan maka mau tidak mau harus menggunakan sistem kupon karena ketersediaan atau kapasitas yang saat ini disediakan oleh Pemerintah Daerah,” katanya.
Selain menjual paket sembako, dalam kegiatan tersebut juga disediakan 40 lapak pedagang yang menjual aneka komoditas di wilayah Kabupaten Pekalongan seperti aneka makanan olahan, aneka bumbu dapur, buah-buahan, jajanan pasar, olahan ikan, sayuran, susu dan lain sebagainya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 1 November 2022
KAJEN – Tanggal 28 Oktober 2022 diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda Ke-94 Tahun 2022, karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan upacara bendera yang diselenggarakan di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Jum’at (28/10) pagi. Kegiatan upacara diikuti oleh para ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, unsur organisasi Kepemudaan di Kabupaten Pekalongan, perwakilan mahasiswa, perwakilan siswa, unsur guru, unsur TNI, dan unsur Polri.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Daerah (MUSDA) V (Lima) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (27/10) pagi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar kegiatan Musda yang digelar berjalan lancar, dapat menghasilkan berbagai program kerja yang baik, serta dapat memilih jajaran pengurus baru yang dapat membawa IPHI Kabupaten Pekalongan semakin sukses dan maju dimasa yang akan datang.
KAJEN – Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH. menggelar kegiatan pengajian secara sederhana dan mengundang warga masyarakat sekitar untuk hadir di Mushola Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan Jalan Diponegoro Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/10) malam.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Desa Wuled serta Tokoh Masyarakat Desa Wuled yang mempunyai inisiatif membangun jogging track di Desa Wuled. Bahkan sebagai wujud syukur, pemerintah Desa Wuled mengadakan kegiatan tasyukuran dan mengundang Bupati Pekalongan dalam acara yang digelar di Lapangan HW Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/10).
KAJEN – Pemkab Pekalongan menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 8 persen pada tahun 2023. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Pekalongan sebesar 11,08 persen.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A PPKB), dokter Eko Wigiantoro, M.Kes dalam sambutan pada Pembukaan Sosialisasi Gotong-royong Cegah Stunting (Gong Ceting) di Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/10).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus meresmikan Masjid Jami’ Nurul Anwar Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan pada, Selasa (25/10/2022).
Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan rasa senangnya bisa hadir di Desa Wonorejoserta mengapresiasi kekompakan masyarakat 4 RT di Desa Wonorejo yang telah membangun mushola menjadi Masjid Jami’ Nurul Anwar yang megah dan bagus.“Mudah-mudahan dengan adanya masjid inidapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positifdan dapat menjadi tempat kita meningkatkan silaturahmi yang baik disini dengan cara sholat berjamaah, mengaji bersama, dan juga bagi anak-anak agar bisa mengaji disini sehingga masjid kita ini hidup dan membawa berkah untuk Desa Wonorejo ini,” tutur Fadia.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melantik 54 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menjadi Pejabat Fungsional Kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas (KaPus) dan Kepala Tata Usaha (KaTU) di 27 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Pekalongan. Pelantikan dilaksanakan di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/10/2022)
Dalam upacara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si menjadi inspektur upacara dan membacakan sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Dalam sambutan yang dibacakan sekda dikatakan bahwa tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah ‘Bersatu Bangun Bangsa’ yang mengandung pesan bahwa bersatu padu adalah harga mati yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan, dengan ketangguhan dan persatuan menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan negara yang unggul.
Lebih lanjut, disampaikan juga bahwa momen Hari Sumpah Pemuda dapat dijadikan sebagai kilas balik sejarah bagaimana para pemuda dimasa lalu dapat menyatukan berbagai perbedaan yang ada menjadi sebuah kekuatan untuk meraih kemerdekaan.
Sementara itu, dimasa sekarang para pemuda telah menunjukkan berbagai prestasi membanggakan namun bergitu berbagai tantangan dan kendala masih menghadang langkah para pemuda.
Karenanya melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini diharapkan dapat dijadikan sebagai saat untuk menghimpun kekuatan dan semangat untuk bergerak, mendorong para pemuda Indonesia untuk mengembangkan berbagai pontensi guna membangun bangsa dan negara.
Dalam upacara yang digelar, Sekda Akbar juga menyerahkan tropi dan uang pembinaan kepada para juara Lomba Jambore Pemuda Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-94 Tahun 2022.
Para juara yang menerima hadiah tersebut merupakan pemenang dari beberapa kategori lomba yang meliputi lomba tari daerah, lomba pidato bahasa inggris, lomba karya tulis ilmiah, lomba video inovasi pemuda, lomba kaligrafi, serta lomba fotografi
Sekda Akbar dalam wawancara seusai memimpin kegiatan upacara mengatakan bahwa pemuda di Kabupaten Pekalongan dengan rentang usia antara 16-30 tahun jumlahnya mencapai 25% dari demografi penduduk Kabupaten Pekalongan, karenanya Pemkab Pekalongan terus berupaya melakukan pembangunan dibidang kepemudaan, “Harapan kami tentu saja agar bisa memanfaatkan bonus demografi ini dan pembangunan kepemudaan yang kami lakukan terkait dengan peningkatan ideologi, kecintaan kepada NKRI dan juga memberikan pembekalan berupa wirausaha pemuda. Itu yang kita lakukan selama ini,” terang sekda kepada media.
Melalui Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Sekda berharap agar para pemuda dan pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan dapat senantiasa berkolaborasi melakukan pembangunan di Kabupaten Pekalongan mengingat para pemuda memiliki berbagai pontensi yang dapat dikembangkan bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan dimasa kini dan dimasa yang akan datang, “Para pemuda ini memiliki potensi yang luar biasa dari pontensi pendidikan, maupun dari sisi semangat, maupun dari sisi keahlian yang lainnya. Saya harap agar bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah membangun Kabupaten Pekalongan,” ujar Sekda.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 31 Oktober 2022
Selain itu, Bupati berharap agar IPHI Kabupaten Pekalongan senantiasa dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik, “Saya berharap kita dapat selalu bekerjasama yang baik, berkolaborasi yang baik, dan tidak ada yang namanya permusuhan. Yang ada kita bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan," ujar bupati.
Ketua IPHI Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Harsono berharap kegiatan Musda yang digelar dapat sukses dan lancar. Ia menekankan ada 3 hal penting yang akan dibicarakan dalam kegiatan tersebut, “Yaitu adalah mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban IPHI Kabupaten Pekalongan periode 2017-2022, membuat program kerja dan rekomendasi IPHI Kabupaten Pekalongan untuk tahun 2022-2027, dan memilih ketua dan pengurus IPHI Kabupaten Pekalongan periode 2022-2027,” paparnya.
Harsono juga mengingatkan kepada seluruh hadirin bahwa IPHI merupakan organisasi independen dan non politik, “IPHI merupakan organisasi yang independen, non politik. Semua yang haji boleh masuk IPHI asal sudah berpredikat haji dan mau tunduk kepada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” ujarnya,
Ketua IPHI Kabupaten Pekalongan Periode 2017-2022 H. A. Amat Antono, M.Si. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah membantu memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan Musda di Pendopo Bupati Pekalongan.
Antono juga menyampaikan harapan agar jajaran pengurus baru nantinya dapat membawa IPHI Kabupaten Pekalongan senantiasa menjadi organisasi yang independen serta dapat merangkul segala unsur yang ada, “Kepada pengurus baru yang terpilih saya titip agar IPHI jangan sampai terjebak kepada organisasi yang bersifat individual. Karena kalau sampai nanti setiap organisasi di Indonesia itu terjebak dengan yang namanya ‘politik identitas’ itu akan membahayakan keragaman kehidupan kebersamaan. Oleh karena itu saya berharap pengurus yang baru bisa merangkul seluruh unsur dan bisa mewujudkan kiprahnya secara nyata apa yang harus dilakukan. Semoga pengurus baru dapat menyikapi secara bijak,” tuturnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Pelaksana Totok Budi Mulyanto, SE mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar guna melanjutkan estafet kepengurusan organisasi IPHI Kabupaten Pekalongan, “Masa bakti pengurus daerah IPHI Kabupaten Pekalongan periode 2017-2022 akan berakhir pada tanggal 28 Oktober 2022. Untuk kepentingan organisasi maka hari ini adakan musda ke V kabupaten Pekalongan untuk menyusun kepengurusan IPHI Kabupaten Pekalongan periode 2022-2027,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, IPHI Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan santunan kepada anak-anak Yatim-Piatu di Kabupaten Pekalongan.
Melalui kegiatan Musda V IPHI Kabupaten Pekalongan, diperoleh hasil Ir. H. Susiyanto, MM terpilih sebagai Ketua, H. Hamas Mantho Has sebagai Sekretaris, dan H. Subagyo, SH. sebagai bendahara IPHI Kabupaten Pekalongan. Jajaran pengurus tersebut dipilih melalui proses aklamasi dan akan memimpin IPHI Kabupaten Pekalongan untuk masa bakti 2022-2027.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 28 Oktober 2022
Dalam sambutan singkatnya, Wabup Riswadi mengatakan bahwa acara tersebut selain dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga sebagai acara doa bersama mengingat berbagai permasalahan global yang terjadi beberapa waktu ini,
“Kita berada di suatu kondisi yang secara global sedang agak sulit. Masalah ekonomi juga sedang agak sulit, didunia juga beredar isu perang. Apapun itu, isu-isu tersebut tentunya mempengaruhi kita, karenanya kita sebagai umat islam, mari bersama-sama berdoa agar kita dapat selalu damai dan memberikan kepercayaan kepada semuanya,” tutur Wabup Riswadi.
Lebih lanjut, Wabup Riswadi menyampaikan bahwa acara tersebut digelar secara sederhana dengan mengundang Kiai Lukman hakim dari Desa Kajongan Kecamatan Kajen sebagai pembicara,
“Malam ini kami mengundang Bapak Kiai Lukman hakim dari Desa Kajongan. Dengan siraman rohaninya beliau, harapannya kita selalu menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,” ujar wabup.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Riswadi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang senantiasa meramaikan Mushola Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan,
“Saya berterima kasih kepada para tetangga sekitar. Sehingga mushola ini bisa menjadi tempat menyarikan visi agama. Mari kita terus gerakkan, mari kita teruskan dengan segala kemampuan yang ada. Apalagi bisa menjalankan visi siar agama secara terus-menerus. Malam hari ini kita juga telah menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang merupakan wujud kecintaan kita kepada rasul,” katanya.
Selain doa bersama dan ceramah, kegiatan pengajian tersebut juga diisi penampilan kelompok rebana dari Desa Kajongan Kecamatan Kajen.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 27 Oktober 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa acara tersebut sebagai momen untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, “Acara ini sebagai pengingat hari lahir rasulullah, mengingat kebaikan-kebaikannya dan juga menunjukkan kecintaan kita kepada rasulullah. Jika kita mencintai rasulullah kita memperingati hari kelahirannya, rasulullah juga akan mencintai kita dan akan mengingat kita semua. Dan kita yang hadir di acara ini semoga mendapatkan barokah, mendapatkan support kebaikan-kebaikan rasulullah sehingga hibup kita menjadi lebih baik,” ujar Bupati.
Selain itu dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional, kepada masyarakat dan seluruh hadirin sekalian, bupati menyampaikan bahwa Pemerintah kabupaten Pekalongan telah menunjukkan perhatian kepada para guru pesantren dengan memberikan tambahan insentif,
“Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan tahun ini, 1000 guru pesantren sudah mendapatkan insentif dari Pemerintah kabupaten Pekalongan. Kami berharap dan titip kepada para guru pesantren di Kabupaten Pekalongan agar dapat memperhatikan dan membimbing anak-anak supaya menjadi anak yang baik,” katanya.
Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Bojong Ustadz Haikal Hasan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan pengurus ranting NU Desa Pantianom yang telah bergotong royong menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad dan peringatan Hari Santri Nasional tersebut.
“Bapak/Ibu yang perlu kita pahami dan tekankan yaitu acara demi acara Maulid Nabi Muhammad yang setiap tahun kita laksanakan jangan sampai hanya sekedar acara rutinan saja tetapi agar lebih bermakna dan bermakna setiap tahunnya,” katanya.
Selain ramai dihadiri warga masyarakat, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh beberapa Kepala OPD dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam, Jajaran unsur pemerintah Desa Pantianom, Para Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama dilingkungan Desa Pantianom.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 27 Oktober 2022
“Jogging Track ini menurut saya tidak main-main. Karena tidak semua desa punya. Ini karena inisiatif yang baik dari Kepala Desa, Jajaran Pemerintah Desa, dan Tokoh Masyarakat Desa Wuled,” tutur bupati Fadia.
Lebih lanjut, Bupati sempat menyinggung terkait pemasangan lampu yang ada diarea Lapangan Baru Desa Wuled yang merupakan hasil dari Turnamen sepakbola Wuled Cup I yang pernah digelar beberapa waktu yang lalu, “Kemarin turnamen bola Desa Wuled, saya juga hadir dan saya kaget Desa Wuled bisa mendapatkan lampu,” ujar bupati.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan pujian lainnya kepada Pemerintah Desa Wuled yang dalam kesempatan itu juga membagikan ratusan ekor ayam dan pohon nangka, kepada masyarakat “Saya lihat inisiatif baik lainnya yaitu potensi Desa Wuled hari ini juga dibagikan kepada masyarakat berupa ayam dan bibit pohon nangka. Mudah-mudahan yang kita bagikan hari ini bermanfaat dan meningkatkan ekonomi warga Desa Wuled dan juga nanti kedepannya bisa inisiatif yang lain lagi. Nanti kita bagikan lagi yang lain,” kata bupati
Sebelumnya, Kepala Desa Wuled Wasduki Djazuli dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Wuled, “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada pengurus RT dan seluruh masyarakat Desa Wuled yang telah bekerjasama yang baik selama ini dalam hal menjaga dan membangun Desa Wuled yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat Desa Wuled dapat terus menjaga kekompakan dan bersatu untuk terus melakukan pembangunan di Desa Wuled bahkan sampai generasi yang akan datang, “Saya titip kebersamaan ini kita jaga. Kebersamaan dan persatuan ini kita jaga betul-betul sampai anak cucu. Yang mananya pembangunan sepintar pintarnya lurah tanpa adanya kerjasama itu saya yakin 0 persen. Oleh karena itu saya atas nama pribadi maupun atas nama Kepala Desa banyak-banyak mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Wuled,” lanjutnya.
Kegiatan tasyukuran yang digelar sore itu terpantau ramai diikuti oleh warga masyarakat yang hadir untuk memeriahkan acara tersebut maupun yang hadir karena ingin bertemu langsung dengan Bupati Pekalongan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti oleh beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam Tirto, Tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Wuled, serta jajaran Pemerintah Desa Wuled. .
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 27 Oktober 2022
“Pada tahun 2021, stunting di Kabupaten Pekalongan 13,48 persen. Alhamdulillah saat sekarang, sebagaimana laporan dari Dinkes, turun menjadi 11,08 Persen. Angka di bawah rata-rata Jawa Tengah yang angkanya 20,5 Persen. Apalagi kalau target Nasional 2024 14%, kita sudah lulus lah. Namun demikian, kita tidak boleh berleha-leha,” ungkap dokter Eko.
Oleh karena itu,menurutnya, pemkab perlu terus berupaya keras untuk menurunkan prevalensi stunting untuk mencapai target 1 digit. “Karena target Ibu Bupati, tahun 2023 diturunkan lagi 3 persen. Jadi kalau sekarang 11, turun 3 persen, jadi sekitar 8 persen. Nah itu yang kita kejar, oleh karena itu, kita bersemangat,” ujarnya.
Pemkab Pekalongan memiliki 39 desa lokus stunting. “Sepuluh lokus sudah dirampungkan Unsoed, yang 29 nya kita akan replikasi. Kita, Dinkes dan OPD terkait lainnya bisa bekerja sama agar target penurunan 3 persen di 2023 bisa tercapai,” ucap dia. .
Sebelumnya, Ketua Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Indah Nuraeni, S.TP, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Gong Ceting yang dijalankan pada tahun 2022 ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan se-Jawa Tengah dengan melibatkan 14 Pemkab dan 16 perguruan tinggi di Jateng yang idukung BKKBN dan Kemendikbud Ristek.
“Kegiatan bertujuan meningkatkan peran perguruan tinggi dalam berkolaborasi dengan pemda, khususnya Pemkab Pekalongan sebagai upaya membantu percepatan penurunan prevalensi stunting,” ujarnya.
Menurutnya, stunting merupakan permasalahan bersama yang perlu melibatkan berbagai sektor. “Kami dari Perguruan Tinggi, dari Unsoed, Fakultas Ilmu Kesehatan, menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemkab Pekalongan dan masyarakat, untuk menanggulangi permasalahan stunting di Kabupaten Pekalongan, khususnya di sepuluh desa terpilih yang menjadi lokus stunting,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, Kegiatan Gong Ceting bisa menjadi salah satu upaya bersama yang akan dilakukan dan sukseskan bersama-sama dengan pemkab, masyarakat desa, stakeholder terkait dan pendamping dari perguruan tinggi.
Kegiatan Gong Ceting terdiri dari Pelatihan peningkatan ketrampilan TPK dalam pendataan dan identifikasi risiko stunting, pendampingan pendataan lapangan oleh mahasiswa, analisis data, dan audit kasus stunting, pelatihan pendampingan ibu dasawisma terhadap ibu hamil dan ibu menyusui, pendampingan oleh mahasiswa dan kader kesehatan terhadap ibu hamil dan menyusui, program e-KIE (e-Komunikasi Informasi dan Edukasi) pada keluarga berisiko stunting menggunakan hasil inovasi media dari perguruan tinggi dan mitra, pendampingan pengelolaan program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pengembangan produk pangan lokal, edukasi dan pendampingan rumah pangan lestari, serta Kampanye Gong Ceting.
Dalam kegiatan hari itu juga dilakukan pemaparan Analisis Situasi Stunting di Kabupaten Pekalongan oleh Sekretaris Dinas P3APPKB, dokter Budi Darmoyo serta Sosialisasi Kegiatan Gong Ceting oleh Erna Kusumawati S.KM M.Kes dari Jurusan Ilmi Gizi FI Kes Unsoed. Kegiatan dihadiri 125 undangan yang terdiri dari Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan, para Jurusan Ilmu Gizi Unsoed, camat dan 10 kepala desa lokus stunting terpilih, para penyuluh KB, para tim pendamping keluarga, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Rabu, 26 Oktober 2022
Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo Kecamatan Wonopringgo H. Khafif dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap panitia dan juga masyarakat Desa Wonorejo, “Saya selaku Kepala Desa sekaligus pengurus Masjid Nurul Anwar mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah berhasil menyelenggarakan acara ini dan juga terima kasih kepada masyarakat Desa Wonorejo RT 10, 11, 12, 13 yang telah menyukseskan dan telah bergotong royong membangun Masjid Jami’ Nurul Anwar ini,” ujarnya.
Acara Peringatan Nabi Muhammad SAW sekaligus Peresmian Masjid Jami’ Nurul Anwar tersebut, terpantau ramai dipadati warga. Dalam kegiatan tersebut, panitia secara khusus mengundang Nyai Hj. Alfiyatul Muniroh yang merupakan Pengasuh Ponpes Baitul Makmur Bojonegoro Jawa Timur.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 26 Oktober 2022
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar para KaPus dan KaTU yang baru saja dikukuhkan dapat membuat Puskesmas yang dipimpinnya mendapatkan akreditasi yang baik dan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Puskesmas di Kabupaten Pekalongan adalah penyangga dari visi dan misi bupati karena kesehatan gratis cukup pakai KTP berawal dari Puskesmas,” tutur bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan sejumlah pesan kepada para KaPus dan KaTU Puskesmas yang baru dilantik agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, terutama kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan Bupati Pekalongan.
Tak lupa Fadia juga mengingatkan agar setiap Puskesmas dapat membuat tim di bagian pendaftaran untuk membantu masyarakat sekaligus melakukan proses verifikasi terhadap masyarakat tidak mampu yang ingin menggunakan layanan kesehatan gratis cukup Pakai KTP, karena masih banyak yang belum mengetahui prosedurnya dengan jelas.
Fadia juga menyampaikan keinginannya untuk mengadakan apel besar bagi staf di RSUDdan Puskesmasyang ada di Kabupaten Pekalongan. “Saya minta kepada Kepala Dinkes agar nanti kita mengadakan apel besar disetiap rumah sakit dan Puskesmas.Pada apel tersebut kita buat pakta integritas, yaitu apabila mereka memberikan pelayanan yang baik disimbolkan dengan bintang seperti di rumah sakit swasta sehingga mereka melakukan yang terbaik, yang bagus akan kita berikan reward dan harapannya pelayanan terbaik akan ada di Kabupaten Pekalongan,” kata bupati.
Kegiatan dihadiri oleh Sekda Kabupaten Pekalongan, pejabat di lingkungan Setda Kabupaten Pekalongan, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta Para Kepala Rumah Sakit di Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 26 Oktober 2022