Admin
Senin, 5 Desember 2022


KAJEN – Heryani, ST, M.Si bersama 2 rekannya, yaitu Dr. Choirul Anam, M.Si dan Ari Dwi Reskianto, S.Tr.Kes(Rad) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pekalongan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton berhasil menorehkan prestasi sebagai salah satu dari 5 Penulis Karya Ilmiah Terbaik dalam Kompetisi Karya Ilmiah yang diselenggarakan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tahun 2022.
Karya ilmiah Heryani bersama 2 rekannya yang berhasil masuk sebagai salah satu Karya Ilmiah terbaik tersebut berjudul “Analisis Korelasi Komposisi Thorak dengan Dosis Radiasi yang Diterima Pasien pada Pemeriksaan CT Scan Thorak”. Yani, begitu sapaan Heryani, yang merupakan pejabat fungsional Fisikawan Medis dan mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Kraton itu berharap penelitian yang dilakukan dan karya ilmiah yang disusun dapat bermanfaat, terutama di bidang radiologi.
Penghargaan 5 pemakalah dan penulis karya ilmiah terbaik diterimakan dalam acara Seminar Nasional SIINTAN BAPETEN ( Badan Pengawas Tenaga Nuklir) pada Bidang Inovasi Implementasi Optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi Tahun 2022, di Gedung BAPETEN, Rabu (30/11). Empat pemakalah terbaik lainnya yaitu dari RS Gading Pluit Jakarta, RS Indirati Solo Baru, RSUP Kariadi Semarang, dan RS Mayapada Jakarta).
“Penelitian tentang hubungan komposisi penyusun thorak dengan dosis yang diterima pasien pada pemeriksaan CT Scan thorak perlu dilakukan sebagai upaya dalam memperkirakan dosis yang akan diterima pasien secara lebih akurat dalam pemeriksaan CT Scan Thorak berdasarkan ukuran dan komposisi dari penyusun Thorak,” tutur Yani saat diwawancara, Senin (5/12). Dengan demikian lanjutnya, diharapkan Fisikawan Medik ataupun praktisi lainnya baik Dokter Spesialis Radiologi maupun Radiografer dapat mengevaluasi pemilihan protokol pemeriksaan CT Scan Thorak untuk mendapatkan citra radiograf yang optimal dengan mempertimbangkan dosis radiasi pasien serendah mungkin.
Dijelaskan, dalam penulisan karya ilmiahnya, Yani dan rekan-rekan menggunakan metode, berupa citra 100 pasien dalam format digital imaging and communication in medicine ( DICOM) dari pemeriksaan CT Scan Thorak dari bulan Januari-Desember 2021. “Citra pasien diproses secara otomatis menggunakan software Matlab dengan script segmentasi CT number untuk menghitung luas dari jaringan lunak, tulang dan udara dalam Thorak dan dengan menggunakan software IndoseCT 20b-alpha untuk membaca nilai CTDIVol, DLP, panjang scan dari dicom header dan menghitung nilai Deff, Dw, SSDE dan dosis efektif.
Yani mengaku menghadapi tantangan ketika dalam menulis karya ilmiah. “Tantangan nya adalah waktu untuk mengolah data. Harus meluangkan banyak waktu untuk membaca jurnal yang terkait dengan riset yang sedang kita ambil yang bisa digunakan untuk bahan referensi,” ujar dia.
Penghargaan merupakan kali ke-2 yang diterima Yani. Pada tahun 2021, Yani juga mendapatkan penghargaan sebagai salah satu penulis karya ilmiah terbaik dari BAPETEN. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)