KAJEN – Pemkab Pekalongan terus berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta stunting.
Beberapa upaya dilakukan Dinas Kesehatan untuk menurunkan AKI, AKB, dan stunting. “Berbagai upaya telah dilaksanakan dari Dinas Kesehatan, mulai dari pelayanan persalinan di Faskes, Pengadaan USG di 27 Puskesmas dan pemenuhan alat kegawatdaruratan maternal neonatal, audiensi dengan TP PKK dan konsolidasi dengan organisasi Profesi demi mencapai penurunan AKI, AKB dan Stunting,” tutur Sekretaris Dinas Kesehatan, dr Ida Sulistiyani, pada kegiatan pemaparan hasil audit maternal perinatal (AMP) di Aula Markas PMI Kabupaten Pekalongan, Jalan Bahurekso, Kajen, Rabu (11/1). Pada tahun 2023 ini, dinkes juga akan terus berupaya menurunkan AKI, AKB dan prevalensi stunting melalui berbagai kegiatan.
Sebelumnya, dokter Ida Sulistiyani mewakili Kadinkes Setiawan Dwi Antoro S.KM, M.Kes dalam sambutannya mengatakan, AKI dan AKB di Kabupaten Pekalongan masih terjadi di Tahun 2022. AKI sebanyak 23 meninggal dan AKB sebanyak 105 meninggal. Sedangkan pada tahun 2021 kematian Ibu ada 27 kasus kematian bayi 109 kasus.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan oleh Tim Pengkaji AMP yang terdiri dari antara lain dokter Arif D Sp.OG, dokter M Rizal Sp. A, dokter Budi Cahyono Pu dan dokter Tri Hatmoko SAP. (Tim Dinkominfo)
Jumat, 13 Januari 2023
KAJEN – Dikhawatirkan dapat membahayakan peserta didik dan lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan melarang pelajar membawa dan memainkan permainan lato-lato di lingkungan sekolah.
Larangan itu disampaikan lewat Surat Edaran Nomor 420.1/0117/2023, perihal Larangan. SE ditandatangani Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, SIP MM dan telah diedarkan ke sekolah-sekolah, Rabu, 11 Januari 2023.
KAJEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengeluarkan edaran berupa imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta pengawasan pada makanan yang dikonsumsi terutama jajanan. Pengawasan ini difokuskan pada jajanan snack ngebul atau makanan ringan yang diberi cairan nitrogen sehingga menimbulkan seperti asap.
KAJEN - Bupati Pekalongan meminta agar para kontraktor yang membangun jalan di Kota Santri agar membangun jalan sesuai dengan spek. Jika tidak maka diminta untuk memperbaiki.
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M saat meresmikan dua ruas jalan di Kecamatan Sragi yakni ruas Bulaksari-Sidosari dan ruas Jalan Sragi, Senin (9/1/2023).
KAJEN - Seluruh umat Kristiani di Kabupaten Pekalongan diharapkan terus kompak dan selalu bergandengan tangan dengan seluruh agama yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S. E, M. M saat menghadiri Perayaan Natal Bersama yang digelar Perkumpulan Umat Kristiani (Perkumkris) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum Kajen, Senin (9/01/23) malam.
KAJEN - Untuk mengetahui secara langsung kondisi banjir di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM melakukan tinjauan ke lokasi secara langsung, Senin (09/01/2023). Dari tinjauan, untuk mengatasi banjir tersebut Pemerintah Kabupaten Pekalongan bakal menyiapkan rumah pompa dengan skala besar.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, melalui Dinas Sosial Setempat menyampaikan stok kebutuhan logistik untuk warga terdampak banjir disejumlah desa aman , Hal tersebut disampaikan Kepada Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan saat mendistribusikan logistik ke desa Karangjompo, Tegaldowo, Mulyorejo dan Jeruksari, Senin (9/1/2023).
KAJEN – Dalam rangka mengaplikasikan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi ( Srikandi),yang mana Srikandi ini merupakan aplikasi yang diluncurkan pemerintah sebagai aplikasi umum bidang kearsipan yang dapat mendukung pengelolaan arsip dan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Pekalongan menggelar rapat teknis pelaksanaan aplikasi Srikandi, Senin ( 09/01 ) pagi di aula Dinkominfo. Kegiatan Rapat teknis Srikandi ini diikuti oleh seluruh ASN Dinkominfo.
Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid saat di wawancarai di ruang kerjanya rabu (11/1) mengatakan bahwa mulai Rabu hari ini, SE larangan membawa dan memainkan lato-lato di lingkungan sekolah diedarkan. "Surat edaran itu sifatnya larangan. Hari ini kami edarkan ke sekolah-sekolah PAUD, SD, dan SMP,” katanya.
Lebih lanjut Kholid mengatakan, larangan tersebut merupakan bentuk kepedulian Dindikbud untuk menghindarkan siswa dari hal-hal yang tak diinginkan saat bermain lato-lato. Memang, kata dia, sejauh ini belum ada temuan maupun laporan siswa terluka karena lato-lato di Kabupaten Pekalongan. Namun Dindikbud bermaksud mengantisipasi dengan mengeluarkan surat edaran tersebut.
“Setelah ada surat edaran itu, siswa dilarang membawa dan memainkan lato-lato di sekolah. Nanti sambil berjalan, kami sosialisasikan juga,” lanjutnya. Selain itu, bermain lato-lato di sekolah juga dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Surat edaran larangan membawa dan memainkan lato-lato di sekolah di wilayah Kabupaten Pekalongan dikeluarkan menyusul pemberitaan di media massa terkait permainan lato-lato yang “memakan” sejumlah korban, antara lain di Kalimantan Barat. Korban terpaksa harus dioperasi setelah matanya terkena serpihan lato-lato yang pecah. Bahkan di Lombok, NTB, juga diberitakan bahwa seorang bocah harus merelakan bola matanya yang tidak bisa dioperasi, akibat terkena lato-lato. (Tim Dinkominfo)
Kamis, 12 Januari 2023
"saya datang kesini untuk memastikan jalan yang dibangun sesuai, dan bagus semua. Sehingga masyarakat bisa menikmati dengan maksimal,” kata bupati saat sambutan peresmian di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang, Selasa (10/1/2023). Bupati datang beserta rombongan.
Acara peresmian ditandai dengan doa bersama, memecah kendi serta menyebar uang receh atau udik-udikan. Terlihat masyarakat antusias menyaksikan peresmian jalan tersebut.
“setelah saya resmikan, saya serahkan kepada masyarakat, agar bisa dijaga dengan baik dan berumur panjang,” tambah Fadia.
Dijelaskan Bupati, bahwa PR jalan rusak di Kandangserang masih cukup banyak, namun pada saat dirinya memimpin pembangunan jalan di Kandangserang mulai dikerjakan.
“pada tahun 2022 pembangunan jalan di kecamatan ini sudah banyak. Ditahun 2023 insyaAllah akan kita bangun lagi di daerah atas yakni ruas jalan Gembong-Klesesm-Klensar dengan anggaran 7,5 Milyar,” terangnya.
Selain itu, juga akan ada program TMMD reguler yang akan membangun jalan dari Desa Lambur Ke Wangkelang dengan anggaran 1 Milyar serta Desa Lambur Ke Kandangserang senilai 200 juta.
“tahun 2023 di Kandangserang ini dapat anggaran banyak untuk pembangunan jalan. Karena saya ingin slogan saya bisa dinikmati oleh semua warga Kabupaten Pekalongan yakni Jalan Alus Rejekinya Mulus,” ujarnya.
Dirinya berharap dengan adanya pembangunan jalan ini maka akan banyak warga yang ke Kandangserang, serta wisata di kecamatan ini akan lebih ramai sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu Cahyono Kepala Desa Lambur mewakili masyarakat mengucapak terimakasih kepada Bupati dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan karena adanya pembangunan jalan ini. Dirinya merasa bangga karena atas kinerja Bupati yang memperbaiki jalan rusak menjadi lebih baik.
“semoga ditahun kedepan akan lebih banyak lagi pembangunan di Kecamatan Kandangserang. Dan semoga Ibu Bupati sukses dalam melaksanakan program pemerintahannya,” harapnya.
Rabu, 11 Januari 2023
Hal ini dilakukan setelah Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran (SE), adanya pelaporan kasus kedaruratan medis makanan berasap mengandung nitrogen cair atau disebut dengan snack ngebul, atas kasus beberapa anak SD di Jawa Barat yang keracunan pasca mengkonsumsi snack tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro dalam wawancara di ruang kerjanya, selasa (10/1) mengatakan, dalam edaran Kemenkes, peningkatan kasus dalam penggunaan nitrogen cair yang bersifat lokal. Namun demikian, jika terjadi kejadian serupa di tempat lain, tetap perlu melaporkan dan memantau serta berkoordinasi penanganan di lapangan. "Menindaklanjuti hal itu, pemkab Pekalongan pun turut mengeluarkan edaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam memilih makanan dari cara pengolahannya dengan baik dan benar. Pada dasarnya snack ngebul atau makanan apa pun, masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan semua jajanan di luar,” katanya.
Lebih lanjut Wawan juga mengatakan akibat dari zat tersebut bisa menyebabkan iritasi dan keracunan dan pihaknya mengimbau kepada para pedagang agar tidak menjual makanan tersebut, apabila nanti ditemukan kasus maka bisa melaporkan ke puskesmas terdekat. "Ya, kami juga telah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan pengawasan, serta melakukan respon cepat, jika temui kasus serupa." lanjutnya. (IKP Dinkominfo)
Rabu, 11 Januari 2023
Selain itu, bupati juga meminta agar warga tidak heboh jika mendapati jalan baru yang rusak, menurutnya jika masih dalam masa pemeliharaan maka bisa dilaporkan.
"Saya wajibkan semua kontraktor membenahi jalannya apabila tidak sesuai dengan spek. Itu aturan dari kita baku jadi jangan bingung, bahwa kita berpihak pada kontraktor tidak begitu," katanya.
Pihaknya mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin jalan yang dibangun dapat selesai dan hasilnya bagus.
"Jika ada yang tidak sesua, laporkan biar bisa diperbaiki. Jadi kita biar kasih tau kontraktornya biar diperbaiki," pintanya.
Adapun dua ruas yang diperbaiki semuanya rigid dan Pemkab berupaya ingin membangun yang terbaik disini.
"karena kalau dibangun aspal biasa disini cenderung cepat rusak. Jadi kita buat yang awet biar berumur panjang. Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat," harap Fadia.
Sementara itu Kades Tegalontar Muh Rizal berterimakasih kepada Bupati dalam hal ini mewakil Pemkab Pekalongan atas pembangunan jalan ini. Menurutnya mayarakat Tegalontar sudah lama berharap agar jalan ini diperbaiki.
"Disini sering terjadi kecelakaan, dan setelah diperbaiki masyarakat saya minta untuk berhati-hati dan menjaga jalan ini agar tetap bagus dan baik," pungkasnya.
Selasa, 10 Januari 2023
Dalam kesempatan tersebut Fadia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak membeda - bedakan latar belakang maupun agama dari seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Saya disini hadir sebagai ibu dari masyarakat Kabupaten Pekalongan. Saya tidak pernah membeda - bedakan, apapun warnanya, apapun agamanya selama KTP-nya Kabupaten Pekalongan maka itu adalah anak saya." tuturnya.
Lebih lanjut Fadia juga mengatakan beberapa waktu yang lalu ia menghadiri peresmian Gereja Paroki Santo Yohanes Rasul di Kecamatan Karanganyar, dan hal itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya apresiasi dari Yenny Wahid. (Putri Almarhum Gus Dur Yenny Wahid)
Sementara itu Perwakilan Pengurus Perkumris,Pdt. Samuel Joko Rusdiyanto, S. Th mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Fadia Arafiq dalam perayaan Natal Bersama Umat Kristiani Kabupaten Pekalongan. Pihaknya mengatakan bahwa acara Natal bersama ini digelar atas dasar komitmen dari seluruh umat Kristiani yang ada di Kabupaten Pekalongan. Selain Natal bersama Perkumkris juga turut serta dalam kegiatan doa bersama Hari Kemerdekaan Indonesia Setiap Tahunnya, serta kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian bersama.
"Perkumkris adalah Perkumpulan umat Kristiani di Kabupaten Pekalongan yang saat ini beranggotakan 15 Gereja. Meskipun berasal dari aliran yang berbeda, tetapi kami telah sepakat bersama untuk saling mendukung, saling mempedulikan, dan saling melayani,” ujar Pdt.Samuel.
Ditambahkan Pdt Samuel, selain kegiatan Natal bersama dan Doa Bersama pada hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus, pihaknya juga aktif mengadakan kegiatan lain yang bersifat kepedulian seperti membantu korban bencana di Petungkriyono dan memberikan bantuan koban terdampak banjir di Sragi dan Tirto.
Acara Perayaan Natal Bersama seluruh umat Kristiani yang ada di Kabupaten Pekalongan ini turut dihadiri pula jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pekalongan, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. (Rep.Reza)
Selasa, 10 Januari 2023
Bupati Pekalongan melakukan tinjauan korban banjir di Balai Desa Jeruksari Kecamatan Tirto. Adapun dilokasi terdapat banyak warga yang mengungsi, sehingga menyempatkan diri untuk berdialog bersama warga sekitar.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia Arafiq didampingi OPD terkait, Forkopimcam Tirto mendengarkan keluh kesah warga sekitar. Karena sudah bertahun tahun selalu terkena banjir.
"Jeruksari dan Kranding ini tercatat ada 10 ribu jiwa. Jumlah tersebut lebih besar di banding desa lain. Namun dengan letak berdekatan dengan Kota Pekalongan, aset dan air ini kita tergantung Kota Pekalongan. Jadi kalau pembangunan Kota terhambat, Desa Jeruksari jadi imbas untuk itu diharapkan Pemkab mempercapat penanganan banjir," ungkap Kepala Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Budiharto.
Mendengar keluhan Kepala Desa Jeruksari, Tirto, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi Kepala DPU Taru, memutuskan adanya pompa skala besar.
"Hari ini kita di Desa Jeruksari yang dari sejak saya menjabat dahulu sebagai Wakil Bupati PR-nya itu banjir terus. Ini saya datang dan berharap saya datang kesini lagi permasalahanya bukan banjir tetapi saya lihat tidak banjir lagi. Tadi kita putuskan di anggaran tahun 2023 ini ada pengadaan pompa besar," katanya.
Untuk itu Pemerintah Desa Jeruksari agar segera menyediakan lahan rumah pompa air. "Pemdes Jeruksari-nya bisa membantu menyediakan rumah pompa dan kita siapkan pompa besarnya agar teratasi segera, khusus untuk desa ini," lanjut Bupati Fadia.
Sementara dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan bantuan secara simbolis berupa beras, sembako dan lainnya. "Walaupun tidak membantu keselurahan akantetapi mengurangi beban korban bajir. Pada prinsipnya dengan datangnya saya kesini harus ada pompa besar itu saja," tegasnya.
Sementara salah seorang ibu rumah tangga, Kasturah mengaku dengan wacana adanya rumah pompa skala besar ia berharap bisa mengurangi banjir. "Saya mengungsi madrasah sudah beberapa hari ini. Saya berharap dengan kedatangan bupati bisa membantu apalagi akan ada rumah pompa, banjir bisa cepat surut. Kami berterimakasih kepada Bupati, " ungkapnya.
Usai meninjau Desa Jeruksari, Bupati beserta rombongan kemudian melanjutkan tinjauan ke Desa Tegaldowo, Tirto. Adapun bupati bertemu secara langsung warga di dapur umum tepatnya di kediaman Kepala Desa Tegaldowo, Tirto.
Di lokasi Bupati menyempatkan untuk berbincang bersama ibu ibu yang sedang membungkus nasi untuk warga. Bahkan bupati juga ikut membantu membungkus nasi untuk warga dengan lauk telor goreng, mie, dan tempe. .
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Selasa, 10 Januari 2023
Banjir yang menerjang sejumlah desa di wilayah Kabupaten Pekalongan sudah 10 hari ini dirasakan warga, ketinggian air sampai saat ini masih berkisar 40-75 CM, Seperti yang disampaikan Kepala Desa Karangjompo, Sumeri di Posko Dapur Umum Kantor Desa Setempat.
"Banjir sudah sepuluh hari ini dirasakan warga, tepatnya sejak tanggal 31 Desember 2022 hingga 9 Januari 2023 ini sempat surut sebentar tapi saat ini naik lagi, paling parah di dukuh Dampyak Kulon, ketinggian air 40 sentimeter hingga 75 sentimeteran, Untuk ringankan beban warga setiap harinya dapur umum rata-rata sediakan 600an nasi bungkus untuk warga," terang Kades Sumeri.
Sedangkan disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan memastikan kebutuhan logistik untuk warga terdampak banjir relatif aman baik untuk dapur umum yang didirikan Dinsos dan Tagana atau untuk dapur umum dimasing-masing desa terdampak banjir di tiap Balai Desa ataupun Posko yang ada.
"Hingga hari ke-10 ini kebutuhan logistik untuk korban banjir relatif aman, Dinsos mensuport sesuai kebutuhan masing-masing desa, karena ada bahan makanan yang bisa cepat rusak kalau kelamaan disimpan atau tidak digunakan langsung jadi kami mendistribusikan sesuai kebutuhan desa, Hari ini yang kita kirim ada beras, minyak, telor, mi instan, air mineral, selimut dan tikar," terang Yudhi.
Ditambahkan, Rencananya Senin, (9/1/2023) siang ini, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE MM dan jajarannya juga akan turun ke lokasi desa Terdampak Banjir.(Rep/Tedy).
Senin, 9 Januari 2023
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aditomo Herlambang SH membuka rapat teknis berkaitan dengan aplikasi Srikandi ini. Dalam kesempatan tersebut Aditomo berharap Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan aplikasi Srikandi segera dilaksanakan khususnya di lingkup Dinkominfo. “ Nanti akan ada penjelasan teknis terkait mekanisme proses dari pelaksanaan TTE dengan menggunakan aplikasi Srikandi. Ada juga narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang akan menjelaskan teknisnya, ” ujar Aditomo.
Usai arahan dari Plt Kepala Dinas Kominfo, kegiatan rapat dilanjutkan dengan penjelasan teknis TTE di lingkungan Dinkominfo yang dipandu oleh Staf dari Dinkominfo. Selanjutnya narasumber dari Dinas Arpus menjelaskan tata cara pelaksanaan/implementasi aplikasi Srikandi di kabupaten Pekalongan sekaligus memandu latihan membuat surat menggunakan aplikasi Srikandi bagi para ASN yang telah memiliki akun Srikandi. (IKP Dinkominfo)
Senin, 9 Januari 2023