Admin
Selasa, 28 Februari 2023


KAJEN - Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan mengukuhkan Guru Penggerak Angkatan 5, Senin (27/2/2023). Pengukuhan Guru Penggerak di lakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan yang diikuti oleh 95 Guru Penggerak dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA/SMK, yakni dari guru TK ada 15, Guru SD sebanyak 31, Guru SMP 38, SMA 4 dan guru SMK ada 7 orang.
Pengukuhan guru penggerak angkatan V Kabupaten Pekalongan ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan fadia Arafiq, S.E., M.M yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, SIP, MM serta tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, meminta kepada para guru penggerak untuk tetap semangat serta memotivasi guru-guru lainnya untuk terus bergerak dan berkontribusi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
“selamat kepada 95 orang guru penggerak angkatan 5 Kabupaten Pekalongan yang sudah dikukuhkan. Semoga ke depan bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Kota Santri,” katanya.
Anis berharap, Guru Penggerak mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidikan lainnya, untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Guru Penggerak pembawa perubahan. “guru penggerak harus bisa memberikan kemajuan baik untuk dirinya sendiri, teman sesama guru, kepada sekolah dan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, SIP, MM menuturkan tujuan dari kegiatan pengukuhan ini yakni untuk memberikan penghargaan kepada semua guru penggerak angkatan 5 yang telah dinyatakan lulus. “untuk tingkat kelulusan cukup bagus, bahkan ada yang tertinggii yakni salah satu guru SD Salit yang mendapat nilai 99,19 luar biasa pencapaiannya,” terangnya.
Guru penggerak ini nantinya akan menjadi pioner yang dapat menggerakan guru dan satuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan. “Mereka telah pula dibekali kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran dan pengembangan sekolah. Yakni, bagaimana mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, bagaimana memimpin dalam pengembangan sumber daya dan bagaimana mengelola program yang berdampak pada murid,” ujar Kholid.