KAJEN - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq upayakan tahun depan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) setempat dapat bagikan zakat tiap pasar 1000 Paket sembako.
Fadia Arafiq saat menyerahkan 270 paket sembako di Pasar Pujasera, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/4/2023) menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pekalongan. Tahun 2023 ini total salurkan sebanyak 2000 paket zakat disejumlah pasar yang ada di kota Santri, pihaknya berujar harapannya tahun depan zakat yang terkumpul dari segenap ASN, Pegawai Pemerintah kabupaten Pekalongan semakin bertambah agar dapat mentasyaarufkan zakat tiap Pasar 1000 Paket.
"Tahun 2023 ini total Paket zakat yang kami sampaikan kepada warga kabupaten Pekalongan bersama BAZNAS dan segenap Kepala OPD kabupaten Pekalongan sejumlah 2000 paket, dan dibagi disejumlah pasar, harapannya tahun depan pemerintah biasa membagikan setiap pasar 1000 paket, untuk itu kami butuh doa dan dukungan bapak dan ibu yang hadir disini supaya dimudahkan semuanya dan didukung program pemerintah kabupaten Pekalongan," terang Fadia.
Fadia menyampaikan agar masyarakat yang belum mendapatkan paket sembako, maklum karena jumlahnya terbatas, namun semoga yang dapat adalah mereka yang berhak, yaitu orang yang tidak mampu karena diungkapkan Fadia, dirinya ingin semua masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa merasakan lebaran, paling ngga’ untuk nyuguh itu ada, meskipun belum luar biasa, namun semoga bisa membantu.
Sementara itu Ketua BAZNAS Kab. Pekalongan, KH. Muhtarom mengungkapkan, Kegiatan pentasyarufan ini merupakan inisiatif Bupati Pekalongan agar BAZNAS turun ke masyarakat agar lebih dikenal dan dekat dengan masyarakat. “ BAZNAS merupakan badan atau lembaga resmi milik pemerintah yang memiliki tugas untuk mengumpulkan zakat dan menyampaikannya kepada masyarakat yang berhak menerima jadi masyarakat tidak perlu ragi dengan keberadaan BAZNAS," terang KH.Muhtarom.
Ditambahkan, Masyarakat yang membutuhkan bantuan dari BAZNAS agar jangan ragu mengajukan permohonan ke BAZNAS, karena ada begitu banyak program BAZNAS yang InsyaAllah akan dapat membantu masyarakat, diantaranya program kesehatan, bantuan modal usaha UMKM dan bantuan pendidikan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Assisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan dan sejumlah Kepala Dinas terkait dilingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 26 April 2023
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memfasilitasi mudik gratis 250 warganya pada Lebaran Tahun 2023 ini dengan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMD, yaitu Bank Jateng Cabang Kajen, BPK/BKK, PDAM Tirta Kajen, dan PT Duta Albassy. Para pemudik diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Senin (17/4/2023) pagi, dengan 5 unit bus dengan jumlah tempat duduk masing-masing 50 seats atau kursi.
KAJEN - Sebanyak 400 Paket sembako dibagikan oleh Baznas Kabupaten Pekalongan di pasar Kedungwuni, tepatnya di depan komplek B pasar Kedungwuni, kecamatan Kedungwuni kabupaten Pekalongan, Minggu (16/4/2023) Sore. Ratusan warga antri dengan tertib untuk mendapatkan bingkisan tersebut. Acara tersebut merupakan Pentasyarufan Zakat Oleh Baznas Kabupaten Pekalongan bersama Bupati Pekalongan.
KAJEN - BAZNAS Kabupaten Pekalongan Tasyarufkan Zakat di wilayah Kecamatan Doro (16/04/2022). Sebanyak 300 paket sembako hasil dari zakat yang dikumpulkan oleh BAZNAS, dibagikan kepada masyarakat yang sudah didata sebelumnya. Para penerima berasal dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menandatangani kesepakatan bersama atau MoU terkait komitmen percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF), pada Rabu (12/04/2023) di Ruang Rapat Bupati Pekalongan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim SBS Provinsi Jawa Tengah, Arif Sugeng beserta tim, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Totok Budi Mulyanto, serta para Kepala OPD terkait seperti BAPPEDA Litbang, DPU Taru, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, serta Dinperkim dan LH Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri kegiatan Peringatan Nuzulul Quran 1444 H Tingkat Kabupaten Pekalongan yang bertempat di Masjid Muhtaram Kabupaten Pekalongan. Selasa (11/04/2023) malam.
Kegitan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD, seluruh Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, tokoh agama serta tokoh masyarakat dan mengundang pembicara KHR. Raden Rahmat RA, SQ, MA pendiri Ponpes Ummul Qura Tanggerang Selatan.
KAJEN – Pengunjung Alun-alun Kajen kini bisa internetan gratis. Fasilitas wifi publik di Kawasan Alun-alun Kajen sudah tersedia dan sudah dapat diakses sejak 6 April lalu.
“Wifi di kawasan Alun-alun Kajen dulu pernah ada, namun selama beberapa tahun terakhir mengalami kerusakan. Dan sekarang sudah bisa di akses lagi, Jumlah pengunjung Alun-Alun Kajen terus meningkat dengan keberadaan Al Qur’an yang berputar sebagai ikon Kota Santri, dan air mancur warna-warni serta keberadaan videotron di Kawasan Alun-alun Kajen. Wifi mulai aktif di awal April ini,” tutur Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, SE MM, Rabu (12/4/2023).
Bus yang mengangkut para pemudik asal Kabupaten Pekalongan dan provinsi lainnya di Jawa Tengah diberangkatkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dari TMII pukul 10.00.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, Selasa (18/4/2023) di kantornya menerangkan, kendaraan pemudik melalui sejumlah jalan tol. “Bus yang mengangkut rombongan pemudik dari Kabupaten Pekalongan sampai di Terminal Kajen, pukul 17.30 WIB. Dari exit tol Bojong, sebelum sampai terminal, banyak yang turun, untuk menuju rumah masing-masing di hampir 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Alhamdulillah lancar, selamat, dan saya rasa berkesan,” tutur Agus Purwanto yang didampingi Kabid Prasarana dan Keselamatan, Purwanto.
Agus berharap, Pemkab Pekalongan dapat menggelar Mudik Gratis setiap tahun. Bahkan, tahun depan diharapkan bisa memfasilitasi pemudik dengan sepuluh unit bus. “Harapannya, secara berkesinambungan setiap tahun kita bisa membantu masyarakat terutama warga yang secara ekonomi kurang mampu yang boro (merantau – red) di Jakarta dan sekitarnya, minimal meringankan beban/ kebutuhan masyarakat menyambut Lebaran,” ungkap Agus.
Dengan program tersebut, juga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan mengurangi kemacetan. “Lebaran tahun ini masyarakat diijinkan untuk mudik Lebaran. Sangat dimungkinkan jumlah pemudik dan mobilitas kendaraan luar biasa, dari Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Tengah dan provinsi yang lainnya. Karena jumlahnya cukup banyak karena euphoria dari masyarakat, sangat dimungkinkan terjadinya kemacetan dan peningkatan kecelakaan, karena volume kendaraan cukup banyak, terutama sepeda motor dan mobil pribadi. Oleh karena itu kami mengadakan mudik gratis, terutama bagi warga Kabupaten Pekalongan yang boro di Jakarta,” ujarnya. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Rabu, 26 April 2023
Setelah sehari sebelumnya, pentasyarufan dilakukan di Pasar Doro dan Pasar Kedungwuni. Kali ini sebanyak ratusan paket dibagi di dua tempat yakni, Pasar Kajen dan Pasar Wonopringgo.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Pekalonga Fadia Arafiq dengan didampingi Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan Muhtarom. Turut hadir para kepala OPD, Forkompimcam, Anggota DPRD serta tokoh masyarakat.
Bupati Fadia mengatakan, untuk tahun sebelumnya pasar-pasar di Kabupaten Pekalongan belum tersentuh, dan mulai tahun ini pemerintah mulai memikirkan para pedagang dan orang yang ada di pasar. “kita bagikan kupon di pasar-pasar, dan kali ini di Pasar Kajen dan Wonopringgo. Tidak banyak memang sekitar 300 sampai 500 kupon tapi insyaAllah tahun depan akan naik sekitar 1.000 kupon,” katanya.
Adapun yang dibagikan berupa paket sembako, seperti beras, minyak, sirup, gula dan roti. “yang terpenting masyarakat bisa merasakan lebaran, dan pada saat Idul Fitri bisa bahagia dan menjalani lebaran dengan senyum. Selain para pedagang pasar, tukang becak, tukang parkir dan tukang panggul yang ada di pasar juga agar bisa dapat,” ujar Fadia.
Selain itu, kata bupati, pemberikan paket sembako juga merupakan upaya pemerintah daerah untuk menekan inflasi yang biasanya terjadi saat lebaran. “semoga ditahun depan bantuannya bisa naik dua kali atau tiga kali lipat. Yang terpenting masyarakat bisa merasakan lebaran dengan senang,” ucapnya.
Sementara itu, Warti Warga Desa Pekiringan Ageng mengaku senang mendapat bantuan paket sembako. Dirinya mengatakan bahwa paket sembako tersebut akan digunakan untuk persiapan lebaran Idul Fitri yang akan tiba sebentar lagi.
Hal senada dikatakan Caridi warga Desa Kajen, menurutnya bantuan yang dia terima berupa minyak, gula beras dan lainnya akan ia gunakan untuk lebaran. “terimakasih ibu Bupati, terimakasih Baznas Kabupaten Pekalongan atas bantuan paket sembakonya, sangat berguna sekali buat kami untuk persiapan Idul Fitri,” katanya.
Selasa, 18 April 2023
Salah seorang warga Capgawen Kecamatan Kedungwuni Sakdiah (58) yang menerima paket sembako dari Baznas yang dibagikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq S.E MM mengaku senang dan bersyukur karena mendapat paket sembako. " Saya sangat senang sekali dan bersyukur sekali karena dapat paket sembako dari Ibu Bupati." Katanya.
Sakdiah menambahkan, dirinya cukup bersyukur menjadi salah seorang penerima paket bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kesempatan kali ini. Terlebih, tidak lama lagi bakal Hari Raya Idul Fitri, di mana Sakdiah cukup membutuhkan bantuan tersebut. Selain itu juga mendoakan Bupati Pekalongan agar selalu sehat, panjang umur dan dalam perlindungan Tuhan. "Semoga Ibu Bupati selalu sehat, panjang umur, mudah rezekinya, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin." Harapnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq S.E M.M dalam sambutannya berharap agar tahun kedepan bisa ribuan paket sembako dibagikan di wilayah kecamatan Kedungwuni. "Saya harap masyarakat bisa langsung mendapatkan paket sembako ini, saya minta agar tahun depan bisa seribu yang dibagikan kepada masyarakat." harap Bupati.
Senin, 17 April 2023
Salah satu warga yang mendapatkan adalah Lia warga Desa Doro, dirinya berterima kasih kepada Bupati Fadia dan juga BAZNAS Kabupaten Pekalongan yang telah menyalurkan zakat tersebut. Lia berharap agar kegiatan tersebut bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
"Alhamdulillah senang, semoga rejekinya yang memberikan zakat dapat ditambahkan oleh Alloh Swt. Terima kasih Bu Fadia dan semoga tahun depan bisa bertambah kuotanya dan terima kasih juga BAZNAS Kabupaten Pekalongan," tutur Lia setelah menerima zakat dari BAZNAS Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia Arafiq S.E, M.M yang hadir secara langsung untuk membagikan zakat di Doro memohon doa dan dukunganya agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat diberi kemapuan untuk selalu membangun Kabupaten Pekalongan.
"Alhamdulillah hari ini BAZNAS beserta Bupati Pekalongan bisa membagikan zakat kepada warga masyarakat di Kecamatan Doro. Kami selaku Pemerintah mohon doanya agar kami selalu diberikan keselamatan dan juga kemampuan untuk bisa membangun Kabupaten Pekalongan", Ujar Bupati Fadia saat memberikan sambutan kepada masyarakat.
Berdasarkan penuturan dari Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan Muhtarom menyampaikan bahwa pentasyatufan zakat ini akan berlangsung selama empat hari yaitu Mulai dari 16-19 April 2023. Untuk hari ini (16/04/22) terdapat pentasyarufan zakat di dua titik yaitu di Kecamatan Doro dan Kedungwuni. Kemudian hari Senin akan bertempat di Pasar Kajen, hari Selasa terdapat dua titik yaitu di Pasar Sragi dan Pasar Kesesi, dan akan berakhir pada hari Rabu yang berlokasi pasar Wonopringgo.
Senin, 17 April 2023
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan menyampaikan malam Lailatul Qadar sebagai malam 1000 bulan yang istimewa bagi umat muslim. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan ibadahnya agar menjadi manusia yang beruntungan bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar.
“Malam ini kita memasuki malam ke-22 artinya sudah memasuki 10 hari terakhir ramadhan. Mari manfaatkan ini dengan baik, dengan meningkatkan ibadah kita, serta dengan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Pekalongan menyampaikan hikmah bulan suci ramadhan yang mana menjadi bulan penuh berkah bagi seluruh umat muslim untuk menjalin tali persaudaraan antar sesama, “Hikmah bulan suci ramadhan ini membuat kita jadi bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk silaturahmi. Yang tadinya jarang berkumpul dan jarang bertemu di masjid. Namun di bulan suci ini bisa bersama-sama bertemu untuk shalat tarawih di masjid dengan tetangga maupun saudara,” tuturnya.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan mengungkapkan bawa ia bersama rombongan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaksanakan tarling ke masjid-masjid di Kabupaten Pekalongan guna melihat langsung kondisi tempat ibadah di desa-desa Kabupaten Pekalongan dan juga sekaligus memberikan bantuan pembangunan untuk masjid maupun mushola agar pembangunannya bisa cepat selesai.
Menutup sambutannya, Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kesempatan itu akan menyalurkan hibah bantuan untuk pembangunan Masjid Al Hikmah supaya bisa cepat selesai, “Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa bermanfaat untuk membantu membangun masjid Al Hikmah supaya cepat selesai,” kata Bupati.
Diketahui selain Masjid Al Hikmah, Bupati Pekalongan secara simbolis turut menyerahkan hibah bantuan untuk beberapa masjid dan mushola di Kecamatan Tirto, yakni meliputi Masjid Arridho Desa Wuled, Masjid Baitul Makmur Desa Pacar, Masjid Baiturrohim Desa Wuled, Masjid Al Mubarokah Desa Pacar, Mushola Al Ikhlas Desa Pacar, Mushola Baitussalam Desa Ngalian, Mushola Al Barokah Desa Pacar, dan Mushola Al Isitqomah.
Selain itu, Bupati Pekalongan juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Masjid Al Hikmah.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Jumat, 14 April 2023
Bupati dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya sangat ingin sesegera mungkin agar semua warganya punya jamban, namun diakuinya bahwa untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan bantuan banyak pihak terutama dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan CSR dari BUMN atau BUMD serta pihak swasta di tingkat provinsi atau pusat, mengingat keterbatasan kemampuan Pemkab Pekalongan, karena menurutnya kalau hanya mengandalkan dari dana Pemkab dan CSR BUMD masih sangat kurang.
Diutarakan Fadia, bahwa sejatinya sebagai manusia pasti ada rasa malu kalau buang air besar (BAB) sembarangan, namun karena keterbatasan keuangan, maka mereka terpaksa melakukannya, oleh karena itu selain bantuan jamban, masyarakat juga harus diberikan bantuan untuk membangun sanitasi jamban tersebut. “ Tahun ini ada lebih kurang 1.200 jamban yang akan dibangun, yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan Pemkab Pekalongan, Point saya hari ini adalah saya sangat memerlukan sentuhan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah, agar permasalah jamban di Kabupaten Pekalongan bisa nol, kalau komitmen kami jangan diragukan lagi, karena sebagai bupati saya ga ikhlas kalo ada warga saya BAB di sungai, saya liatnya juga sedih, oleh karena itu saya selalu berusaha mencari cara agar secara bertahap warga saya semua punya jamban, meski dana kami terbatas,” tegasnya.
Sementara itu terkait edukasi kepada masyarakat agar tidak BAB sembarangan, diungkapkan Fadia bahwa hal tersebut sudah selalu dilakukan, namun menurut perhatiannya, masyarakat melakukan hal tersebut karena memang tidak punya jamban di rumahnya, menurutnya yang perlu di edukasi tinggal orang – orang tua (generasi tua) yang memang telah terbiasa buang air di sungai.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra menyampaikan bahwa kegiatan hari itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah tentang Percepatan SBS kepada 6 (enam) Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah pada 29 Maret 2023, salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan.
Disampaikan Totok bahwa semboyan Pak Ganjar, Biso ora biso kudu biso, atau bisa ga bisa harus bisa, akhir 2023 program ODF harus tuntas, dan menyikapi hal tersebut , tim dari Provinsi Jateng hadir langsung untuk melakukan audiensi dengan Bupati Pekalongan beserta jajaran sekaligus menandatangani kesepakatan bersama atau MoU untuk menyelesaikan ODF.
Sementara itu Ketua Tim SBS Provinsi Jateng, Arif Sugeng dalam sambutannya mengungkapkan, Jawa Tengah berkomitmen 2023 untuk bebas SBS atau ODF, tujuannya agar Jateng dari sisi kesehatan dan infrastruktur bisa menyelesaikan tugas dalam pencapaian sanitasi. Diutarakan Arif bahwa Program ini sudah bergulir cukup lama dan Jateng berkomitmen untuk menyelesaikan bersama sama dengan Pemkab dan Pemkot, oleh karena itu Tim SBS berkomitmen akan terus mendampingi, dan bersinergi dengan Pemkab dan Pemkot agar target ODF selesai pada 2023 bisa tercapai.
Arif optimis Kabupaten Pekalongan akan bisa memenuhi target ODF tahun ini, karena Pemkab Pekalongan sudah berkomitmen, tinggal proses verifikasi saja. “ Kami optimis karena angka capaiannya sudah lebih 90 % yaitu 92 %, masih kurang 8 persen saja, dan angka ini membuat kami optimis,” ujarnya.
Ditambahkan arif bahwa ketersediaan jamban, akan lebih cepat diatasi, dengan banyaknya stakeholders yang terlibat, dan Pemprov Jateng terus berkomitmen untuk bersinergi dengan membantu Pemkab dan Pemkot dengan mengerahkan CSR untuk membantu, diantaranya dengan menggandeng UNICEF dan memasukkan jamban sehat dalam target RTLH (Rumah Tidak Layak Huni). “Kami sangat optimis 2023 Kabupaten Pekalongan dapat mencapai target yang dikehendaki, dan kalau Jawa Tengah bisa menyelesaikan ODF di Tahun 2023, maka Jawa Tengah akan menjadi provinsi nomer 3 secara nasional setelah DIY. NTB, yang mampu mencapai target ODF,” tegas Arif.
Jumat, 14 April 2023
Dalam sambutannya Bupati Fadia menyampaikan bahwa malam ini merupakan malam yang bersejarah untuk umat Islam di seluruh dunia, karena malam ini merupakan malam dimana Al-qur’an diturunkan. “saya yakin yang hadir pada malam ini merupakan orang yang mencintai Al-qur’an karena meski dengan berbagai kesibukannya masih menyempatkan untuk datang dalam pengajian ini,” katanya
Fadia menambahkan, jika Al-qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan imam dalam kehidupan maka akan selamat dunia dan akhirat. “kadang kita bingung bagaimana cara mendapatkan anak sholeh, bagaimana cara mendapatkan rezeki, bagaimana cara hidup tenang. Padahal semua itu ada dalam Al-qur’an. Sayiddina Ali Bin Abi Thalib berkata siapa yang menjadikan Al-qur’an sebagai imam maka dia akan menuntunnya untuk mendapatkan surga dunia-akhirat,” sambungnya.
Pada kesempatan ini, lanjut Bupati, umat Islam sudah memasuki 10 hari terakhir Bulan Ramadhan dan sebentar lagi akan menyambut Lebaran. “sampai saat ini Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan masih aman, tidak ada perang sarung atau perang ini itu, semua mensikapi perbedaan dengan aman dan damai. Semoga kondisi ini berlangsung hingga lebaran nanti,” harapnya.
Selain itu, kata Fadia, sebentar lagi kita akan menyambut saudara kita yang mudik, dirinya meminta agar para pemudik disambut dengan baik dan ramah.
“dan saya berpesan nanti pada malam takbiran jangan sampai ada petasan. Saya titip bapak/ibu supaya memantau anak-anaknya, agar kita dapat menikmati lebaran dengan aman dan damai tidak ada insiden yang membahayakan,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut KHR. Raden Rahmat RA, SQ, MA menjelaskan bahwa suatu ketika Rosulullah ditanya mengapa beliau puasa setipa hari Senin. Beliau menjawab karena pada hari Senin dirinya dilahirkan dan juga hari dimana Al-qur’an diturunkan. “hadis inilah yang menjadi pegangan para ulama untuk mengadakan peringatan Maulid mapun Nuzulul Qur’an,” katanya.
Dirinya menambahkan, bahwa Nabi Muhammad merupakan figur keteladanan bagi Umat Muslim baik dia sebagai ayah yang membina rumah tangga, sebagai hamba yang tekun ibadah, sebagai seseorang yang mustajab doanya dan menjadi pemimpin yang bisa membina umatnya. “akhlak Rosul merupakan cerminan akhlak Al-qur’an tidak kurang tidak lebih. Jika sebuah keluarga ingn berhasil, Kepala Desa, Bupati/Wali Kota bahkan Kepala Negara ingin berhasil, jadikan Al-qur’an sebagai bacaan utama dan perhatikan para penghafalnya,” ucapnya.
Jumat, 14 April 2023
Selain di Alun-Alun Kajen, tersedia juga wifi gratis di sekitarnya, yaitu di Taman Pendopo Bupati Pekalongan bagian timur dan Taman Pendopo Bupati Pekalongan bagian barat.
Warga dapat mengakses wifi dengan nama ALUN-ALUN KAJEN, TAMAN PENDOPO TIMUR dan TAMAN PENDOPO BARAT tanpa password atau sandi.
Dengan kecepatan 100 mbps di setiap lokasi tersebut, wifi dapat diakses sekitar 100 orang per titiknya dan sinyal dapat dijangkau hingga radius 200 meter. “Namun kecepatan yang akan didapatkan tergantung jumlah pengguna, perangkat dan hal lainnya seperti penghalang, ini akan terus kita evaluasi” jelas Supriyadi.
Selain di Kawasan Alun-alun Kajen dan sekitarnya, wifi gratis juga tersedia di Halaman Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan, RSUD Kraton, RSUD Kajen, dan kawasan International Batik Center (IBC) di Wiradesa.
Supriyadi berharap, dengan adanya wifi publik di era digitalisasi ini, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi dan atau hiburan yang dibutuhkan. “Harapan kami, dengan banyaknya orang yang berkumpul, semakin mempermudah penyebaran informasi. Siapapun bisa memanfaatkan wifi ini. Masyarakat juga bisa cepat menggali informasi dan hiburan. Tetap jaga nilai-nilai positif, bijak dalam menggunakan internet, serta tetap memperhatikan etika dan moral. Lebih bagus lagi digunakan untuk sarana menuntut ilmu para pelajar dan mahasiswa dapat memanfaatkan untuk menyelesaikan tugas atau keperluan pendidikan lainnya.,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap, dengan adanya layanan internet gratis di ruang-ruang publik, berdampak pada semakin efektifnya penyebarluasan informasi positif di Kabupaten Pekalongan. “Baik kegiatan pemerintahan, pembangunan, maupun kemasyarakatan, sehingga Kabupaten Pekalongan semakin bisa dikenal,” ungkap Supriyadi.
Dia mengatakan, jika masyarakat memiliki keluhan-keluhan terkait wifi publik di wilayah Kabupaten Pekalongan, dapat menyampaikan laporan melalui WA Aduan Lapor Bupati pada nomor 085600900300. WA tersebut juga menerima laporan/ aduan terkait pelayanan publik lainnya. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Jumat, 14 April 2023