Admin
Jumat, 14 April 2023


KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri kegiatan Peringatan Nuzulul Quran 1444 H Tingkat Kabupaten Pekalongan yang bertempat di Masjid Muhtaram Kabupaten Pekalongan. Selasa (11/04/2023) malam.
Kegitan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD, seluruh Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, tokoh agama serta tokoh masyarakat dan mengundang pembicara KHR. Raden Rahmat RA, SQ, MA pendiri Ponpes Ummul Qura Tanggerang Selatan.
Dalam sambutannya Bupati Fadia menyampaikan bahwa malam ini merupakan malam yang bersejarah untuk umat Islam di seluruh dunia, karena malam ini merupakan malam dimana Al-qur’an diturunkan. “saya yakin yang hadir pada malam ini merupakan orang yang mencintai Al-qur’an karena meski dengan berbagai kesibukannya masih menyempatkan untuk datang dalam pengajian ini,” katanya
Fadia menambahkan, jika Al-qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijadikan imam dalam kehidupan maka akan selamat dunia dan akhirat. “kadang kita bingung bagaimana cara mendapatkan anak sholeh, bagaimana cara mendapatkan rezeki, bagaimana cara hidup tenang. Padahal semua itu ada dalam Al-qur’an. Sayiddina Ali Bin Abi Thalib berkata siapa yang menjadikan Al-qur’an sebagai imam maka dia akan menuntunnya untuk mendapatkan surga dunia-akhirat,” sambungnya.
Pada kesempatan ini, lanjut Bupati, umat Islam sudah memasuki 10 hari terakhir Bulan Ramadhan dan sebentar lagi akan menyambut Lebaran. “sampai saat ini Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan masih aman, tidak ada perang sarung atau perang ini itu, semua mensikapi perbedaan dengan aman dan damai. Semoga kondisi ini berlangsung hingga lebaran nanti,” harapnya.
Selain itu, kata Fadia, sebentar lagi kita akan menyambut saudara kita yang mudik, dirinya meminta agar para pemudik disambut dengan baik dan ramah.
“dan saya berpesan nanti pada malam takbiran jangan sampai ada petasan. Saya titip bapak/ibu supaya memantau anak-anaknya, agar kita dapat menikmati lebaran dengan aman dan damai tidak ada insiden yang membahayakan,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut KHR. Raden Rahmat RA, SQ, MA menjelaskan bahwa suatu ketika Rosulullah ditanya mengapa beliau puasa setipa hari Senin. Beliau menjawab karena pada hari Senin dirinya dilahirkan dan juga hari dimana Al-qur’an diturunkan. “hadis inilah yang menjadi pegangan para ulama untuk mengadakan peringatan Maulid mapun Nuzulul Qur’an,” katanya.
Dirinya menambahkan, bahwa Nabi Muhammad merupakan figur keteladanan bagi Umat Muslim baik dia sebagai ayah yang membina rumah tangga, sebagai hamba yang tekun ibadah, sebagai seseorang yang mustajab doanya dan menjadi pemimpin yang bisa membina umatnya. “akhlak Rosul merupakan cerminan akhlak Al-qur’an tidak kurang tidak lebih. Jika sebuah keluarga ingn berhasil, Kepala Desa, Bupati/Wali Kota bahkan Kepala Negara ingin berhasil, jadikan Al-qur’an sebagai bacaan utama dan perhatikan para penghafalnya,” ucapnya.