KAJEN - Momentum Lebaran atau Idul Fitri merupakan waktu yang te[at untuk saling mamafkan satu sama lain khususnya kepada oarang-orang terdekat dan tetangga kita.
Demikian dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya pada acara Halak Bi halal Warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Jmaah Masjid Ar-Rohmah Desa Gumawang Kecamatan Wiradesa, Kamis (4/5/2023).Dalam acara tersebut hadir sebagai pembicara Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthofa.
Dikatakan Fadia, bahwa pada saat hari biasa biasanya kita malu untuk meminta maaf, dan lebaran ini merupakan saat yang tepat untuk meminta maaf dan memaafkan. “semoga kita bisa memanfaatkan momen lebaran ini untuk saling memaafka. Tidak ada lagi permusuhan antar tetangga karena permusuhan dendam merugikan kita sendiri,” ujarnya.
Tak lupa, bupati sebagai orang nomer satu di Kabupaten Pekalongan juga mengucapkan Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Kabupaten Pekalongan khususnya yang hadir dalam acara tersebut. “saya sebagai bupati dalam kesempatan ini juga meminta maaf. Sebagai pemimpin pastinya punya kesalahan baik dalam pengambilan kebijakan atau lainnya. Saya minta maaf nggeh?,” pintanya.
Fadia juga berharap agar ibadah yang telah dilakukan selama Ramadhan dapat diteruskan bahkan ditinggkat. “semoga Allah Swt menerima puasa dan ibadah kita lainnya di Bulan Ramadhan kemarin. Dan semoga bisa kita tingkatkan sehingga kita benar-benar menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa,” ucapnya.
Senin, 8 Mei 2023
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar Syawalan Megono Gunungan di Objek Wisata (OW) Linggoasri Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen pada Sabtu (30/4).
Acara ini digelar bertepatan dengan tradisi syawalan masyarakat Kabupaten Pekalongan yaitu pada H+7 Lebaran. Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM dan dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai daerah.
KAJEN – Untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik dan arus balik Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan bersama Satlantas Polres Pekalongan melakukan rekayasa lalu lintas jalan. “Beberapa waktu yang lalu sudah kami petakan tempat-tempat yang rawan kecelakaan maupun rawan kemacetan di Kabupaten Pekalongan,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, Selasa (18/4/2023).
KAJEN- Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah dimungkinkan akan terjadinya perbedaan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyatakan bahwa sebagai Bupati Pekalongan, dirinya adalah seorang ibu, tidak akan membedakan warna apapun dan akan mengayomi semua. Demikian disampaikan Bupati pada usai pemberian Insentif Takhmir Dan Marbot Masjid beberapa waktu yang lalu.
KAJEN - Sebanyak 870 takmir masjid dan 870 marbot di wilayah Kabupaten Pekalongan menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Uang Pembinaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Fadia Arafiq, S.E, M.M yang didampingi oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H, M.M dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan Supriyadi, S.E, M.M kepada perwakilan marbot masjid dan takmir yang hadir di Masjid Al-Muhtaram Komplek Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan (18/04/23).
Dalam kegiatan tersebut juga hadir Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, Ketua DPRD Drs. Hj. Hindun, MH dan unsur Forkopimda serta Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Mochtarudin Ashraf Abu serta jajaran Forkompimda Kabupaten Pekalongan.
Selain menampilkan gunungan megono dan gunungan hasil bumi dari 19 kecamatan juga dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan launching desa kerukunan umat beragama di Desa Linggoasri.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi dan memberikan selamat kepada semua pihak yang terlibat sehingga acara Gunungan Megono dapat berjalan dengan lancar dan meriah. "Tahun ini kita adakan secara sederhana karena masih banyak kebutuhan Kabupaten Pekalongan yang harus diutamakan terutama perbaikan jalan, tapi insyaallah tahun depan akan lebih meriah dari tahun ini," katanya.
Menurutnya, tahun depan harus ada perangsang agar acara syawalan di Objek Wisata Linggoasri lebih meriah. "Tahun depan kita undang artis nasional agar lebih meriah lagi dan masyarakat lebih terhibur," tambahnya.
Bupati menambahkan, tradis Syawalan Gunungan Megono merupakan tradisi yang istimewa yang sudah turun-temurun dilaksanakan dan perlu dilestarikan. "Ada berbagai hasil bumi yang dibuat dalam bentuk gunungan dari masing-masing kecamatan, yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir," ujar Bupati.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun mewakili masyarakat Kabupaten Pekalongan mengaku senang dengan adanya even di Linggoasri ini yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan. "Kedepan harus ada inovasi sehingga tradisi Syawalan menjadi lebih semarak dan komplit dan seluruh masyarakat bisa menikmati," ujarnya.
Dirinya juga meminta agar ditambah beberapa even sehingga potensi Kabupaten Pekalongan bisa lebih dikenal dunia. "Agar setiap adanya even syawalan ini menjadi tujuan orang-orang untuk datang kesini sehingga potensi Kota Santri bisa lebih dikenal," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Bambang Irianto mengatakan, Syawalan Gunungan Megono Di Objek Wisata Linggoasri merupakan wujud ungkapan syukur masyarakat Kabupaten Pekalongan dalam menyambut tujuh hari di Bulan Syawal yakni berupa hasil bumi. "Selain itu juga sebagai upaya untuk lebih memperkenalkan objek wisata yang ada di Kota santri," katanya.
Dalam kegiatan tersebut keluar sebagai gunungan terbaik yakni sari Kecamatan Talun disusul Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Kandangserang. Sedangkan gunungan terkreatif diraih Kecamatan Karangdadap. Gunungan Favorit jatuh ke Kecamatan Kesesi. Kecamatan Kajen menjadi yang terheboh.
Selasa, 2 Mei 2023
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bahkan telah melayangkan imbauan melalui surat yang dikirimkan kepada seluruh camat, lurah/ kades, Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, dan Ketua Organisasi Massa se-Kabupaten Pekalongan.
Surat bernomor 000110/1085/IV/ 2023 tertanggal 3 April 2023 ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar. Surat tersebut mengimbau agar warga tidak menerbangkan balon udara.
Namun, jika penerbangan balon udara dilakukan sebagai tradisi atau budaya sebagian masyarakat Kabupaten Pekalongan dalam menyambut perayaan Syawalan Lebaran yang biasanya digelar seminggu setelah Lebaran, harus sesuai dengan ketentuan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Ketentuan tersebut di antaranya yaitu, balon berwarna mencolok dengan diameter maksimal diameter 4 meter dan tinggi maksimal 7 meter. Selain itu, balon juga wajib ditambatkan dengan tali minimal 3 buah dengan ketinggian maksimal 150 meter dari permukaan tanah. Ketentuan lainnya, balon tidak boleh dilengkapi dengan bahan yang mengandung api atau bahan yang mudah meledak atau bahan sejenis yang dapat membahayakan lingkungan seperti tabung gas, petasan dan bahan lainnya.
Surat juga mengatur lokasi penambatan balon pada kawasan lapang yang jauh dari pemukiman, kabel listrik, SPBU atau pada kawasan yang tidak berpotensi merugikan dan membahayakan pihak lain. Balon udara juga hanya boleh digunakan pada saat matahari terbit hingga matahari terbenam. Sehingga di luar waktu tersebut balon dilarang untuk digunakan. Pihak terkait juga diwajibkan untuk melaporkan rencana kegiatan menggunakan balon udara yang ditambatkan, kepada pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan/ atau Kantor Otoritas Bandar Udara Setempat.
Surat tersebut menegaskan, bahwa apabila masih ada warga/ masyarakat yang menerbangkan balon udara yang tidak sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dapat dikenakan sanksi pidana 2 (dua) tahun penjara dan denda sebesar Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
Jum’at (28/4/2023), Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait Upaya Peningkatan Keselamatan Penerbangan terhadap kegiatan Budaya Masyarakat yang menggunakan balon udara yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Sosialiasi dilakukan dengan memberikan himbauan secara langsung serta membagikan selebaran kepada warga yang berada antara lain di wilayah Pasar Bojong, Petukangan, Karangjati (Kec. Wiradesa), Wuled (Kecamatan Tirto), Coprayan dan Buaran (Kecamatan Buaran). ( Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan )
Selasa, 2 Mei 2023
Untuk memastikan pelayanan berjalan baik, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah kantor pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat salah satunya yakni di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan.
“Hari ini kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat sudah mulai normal. Kita cek di Disdukcapil Kabupaten Pekalongan pelayanannya padat. Masyarakat antusias untuk mendapatkan pelayanan terkait dengan data-data dokumen kependudukan dan kita sudah buktikan pelayanan berjalan dengan baik dan cepat,” tutur Sekda.
“Kalau kita lihat di daftar ruang tunggu juga penuh untuk mengurus dokumen kependudukan. Pe-jam ini sudah melayani lebih dari 200 orang untuk semua pelayanan, jadi saya kira tidak ada masalah. Pelayanan berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Sekda Akbar juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, masyarakat yang datang ke Disdukcapil Kabupaten Pekalongan usai lebaran didominasi oleh para prantau, “Hari ini kita lihat dan kita lakukan sampling itu rata-rata dari perantau dan mereka mengurus apa yang menjadi kebutuhan dokumennya,” terang Sekda.
Demikian, Sekda Akbar menandaskan bahwa pelayanan di Disdukcapil Kabupaten Pekalongan telah berjalan dengan baik dihari pertama buka usai cuti bersama Lebaran. Ia juga menegaskan bahwa seluruh personil di Disdukcapil Kabupaten Pekalongan siap memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh masyarakat.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Selasa, 2 Mei 2023
Apel pagi dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, dan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, Para Staff Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, para pejabat struktural dan pejabat fungsional, serta segenap ASN di Lingkungan Setda Kabupaten Pekalongan.
Tak hanya di Kantor Setda, kegiatan apel serupa juga digelar oleh kantor-kantor OPD lainnya yang ada di Lingkungan Pemkab Pekalongan.
Atas apel yang dilaksanakan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Sekda Akbar menyampaikan apresiasinya kepada para ASN atas kedisiplinannya untuk hadir dikantor tepat waktu dan mengikuti giat apel pagi pertama tersebut.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Bupati Pekalongan mengajak para ASN untuk meneguhkan kembali semangat dalam melayani masyarakat, “Menjadi abdi masyarakat ini memang sebuah kata yang mudah diucapkan, tapi pelaksanaannya luar biasa susah. Saya kira kita juga harus mencoba mengevaluasi kembali kaitannya dengan pelayanan masyarakat ini. Jadi ayo kita tingkatkan semangat kita untuk melayani masyarakat dan juga mari kita tingkatkan respon kita terhadap aduan masyarakat,” tuturnya.
Karenanya, Bupati Pekalongan meminta kepada para ASN untuk bekerja lebih baik lagi, “Habis lebaran ini kita mulai lembaran baru. Harapannya tentu saja kedepan kita bisa lebih baik lagi dalam segala hal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pekalongan juga mengingatkan para ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan bahwa fungsi pemerintah adalah melayani masyarakat dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Terakhir, Bupati Pekalongan melalui Sekda Akbar meminta kepada seluruh ASN untuk senantiasa bekerja sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada, “ASN agar selalu memegang aturan, regulasi yang ada, dan ketentuan yang ada. Mari kita meneguhkan kembali jiwa kita untuk senantiasa memegang regulasi dan aturan yang ada. Ini adalah hal-hal mendasar yang perlu kita ingatkan kembali,” tandasnya. (Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan)
Selasa, 2 Mei 2023
Agus menyebutkan, ada beberapa titik yang rawan kemacetan, seperti di pasar-pasar yaitu Pasar Kajen, Pasar Kesesi, Pasar Kedungwuni, Pasar Bojong, dan Pasar Bligo. “Pasar menjadi titik kemacetan karena biasanya akan muncul pasar tumpah karena meningkatnya jumlah pedagang dan untuk area parkir juga sulit untuk ditata, pengendara terkadang juga menggunakan bahu jalan untuk memarkirkan kendaraan maupun untuk aktivitas lain di pasar itu,” ujar Agus.
Selain pasar, wilayah lain yang rawan kemacetan yaitu di perlintasan sebidang, yaitu perlintasan yang melalui jalur kereta api, terutama yang tidak berpalang pintu. Titik rawan kemacetan lainnya yaitu di Jalur Pantura Wiradesa di depan Pasar Wiradesa, karena perkiraan banyaknya warga yang menyeberang jalan untuk ke dan dari Pasar Wiradesa.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami menyiapkan rekayasa lalu lintas terutama di daerah yang rawan kemacetan itu. Kami sudah memastikan rambu-rambu dalam keadaan baik, penerangan jalan juga dalam keadaan baik. Kemudian kami juga memasang pembatas jalan berupa traffic cone,” kata Agus. Pihaknya juga sudah menyiapkan jalur alternatif karena kemungkinan jalur tol akan menerapkan sistem one way yang berarti dari arah timur tidak bisa menggunakan jalan tol. “Oleh karena itu, kami harus menyiapkan jalur pantura juga,” imbuh Agus.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Purwanto, menjelaskan, terkait rekayasa lalu lintas di depan Pasar Kajen, pihaknya menutup Simpang Tiga Pasar Kajen mulai Selasa (18/4) hari ini. “Lalu lintas dari Jalan Singosari yang akan ke Pasar Kajen harus belok kiri dan memutar di depan Masjid Jami' Kajen. Untuk lalu lintas dari selatan, tidak bisa masuk Jalan Singosari dan harus memutar di Tugu Nol,” jelas Purwanto.
Lebih lanjut dijelaskan, pada jam sibuk, lalu lintas dari Paninggaran untuk kendaraan kecil lewat simpang BRI, Lapangan Nasional, Desa Kebonagung dan Tugu Nol. Mengenai jumlah kendaraan yang melewati exit tol diperkirakan sekitar 1.500 unit kendaraan per hari dan diperkirakan akan terus meningkat hingga puncak arus mudik pada H-3 dan H-2 Lebaran. Rabu (19/4) dan Kamis (20/4).
Untuk mendukung kelancaran kegiatan masyarakat selama Mudik dan Balik Lebaran, Pemkab Pekalongan bersama instansi terkait juga membangun 5 Posko Pengamanan Lebaran dan 1 Pos Pelayanan Terpadu. “Lokasinya di Tugu Nol Kajen, depan Lapangan Gemek Kedungwuni, Exit Tol Bojong, Sipait, dan IBC (International Batik Center) serta Rest Area 338 A di Jalur Tol Pemalang - Pekalongan. Pos pelayanan terpadu di Exit Tol,” terang Purwanto.
Posko sudah dibuka sejak H-7 Lebaran dan akan berlangsung hingga H+7 Lebaran. Para pemudik dapat memanfaatkan posko untuk, mendapatkan informasi, layanan kesehatan, atau sekedar beristirahat. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Rabu, 26 April 2023
Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Kepala Pos Daerah (Kaposda) BIN Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan beserta para Asisten, Perwakilan Kejaksaan Negeri, Perwakilan Kemenag serta para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pada saat pemantauan, Bupati juga memberikan bingkisan lebaran kepada perwakilan petugas pos lebaran. “hari ini kita dari Forkompimda melakukan pengecekan langsung posko yang ada di Kabupaten Pekalongan,” kata Bupati.
Menurutnya, sejauh ini kondisi lalu lintas di Wilayah Kota Santri masih aman dan terkendali. “jumlah mobil yang masuk menurut petugas sampai malam ini (selasa-red) sebanyak 1.200 sedangkan yang keluar dari Kabupaten Pekalongan sebanyak 1.500 mobil,” terang Fadia.
Menurutnya, pemantauan dilakukan di beberapa posko yang paling padat lalu lintasnya, seperti di Pos Kajen, Kedungwuni, Exit Tol Bojong serta di Pantura. “karena banyak juga pemudik yang lewat jalur pantura, makanya kita juga melakukan pemantauan di jalur tersebut,” ucapnya.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar merayakan Hari Raya Lebaran dengan aman dan kondusif tanpa adanya petasan. “untuk takbir keliling tadi kita sudah berkoordinasi dengan DPRD dan Forkompimda boleh asal tidak main petasan dan juga tertib berlalu lintas dan jangan ada gesekan. Saya percaya bahwa masyarakat Kota Santri orangnya baik-baik sehingga sejauh ini tidak ada gesekan yang terjadi,” harapnya.
Diakhir pantauan, tepatnya di posko IBC Wiradesa Bupati beserta rombongan bertemu dengan Habib Lutfhi Bin Yahya serta Kapolresta Pekalongan.
Rabu, 26 April 2023
Menurutnya, sebagai bupati dirinya harus mencintai mengayomi mencintai semua tanpa membedakan, mau lebarannya kapan terserah karena setiap orang punya hak masing – masing. “ Saya support semua, saya persilahkan jika mau memakai masjid ini, tidak ada larangan apapun dari saya selama ajarannya benar,” tegas Fadia
Sementara itu, terpisah, terkait Perayaan Idul Fitri oleh Pemerintah daerah, Bupati mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan tahun ini akan menyelenggarakan open house. “Kita akan menggelar Open House di hari pertama dan kedua lebaran dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang. Masyarakat bisa datang ke Pendopo Bupati Pekalongan untuk sama-sama kita merayakan Hari Raya Idul Fitri dan lebaran di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Meski begitu, Bupati Pekalongan menandaskan bahwa pelaksanaan open house di Pondopo Bupati Pekalongan masih menunggu informasi terbaru dari Pemerintah Pusat terkait dengan tanggal resmi jatuhnya Hari Raya Idul Fitri. “Open house kita masih akan menunggu informasi dari pemerintah pusat tanggalnya. Kita tetap mengikuti tanggal dari pemerintah,” pungkasnya.
Rabu, 26 April 2023
Bupati Fadia menyampaikan bahwa sempat ada wacana bahwa untuk marbot tidak lagi diberikan insentif, karena besarnya kebutuhan di Kabupaten Pekalongan. Namun berkat perjuangan beliau para marbot bisa menerima insentif sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) sama seperti dengan takmir masjid.
"Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah mencairkan uang pembinaan untuk 870 takmir masjid dan 870 marbot yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sebetulnya marbot itu anggarannya hampir hilang, karena memang kebutuhan di Kabupaten Pekalongan ini sangat besar. Begitu saya cek anggarannya hampir hilang, langsung saya minta untuk para marbot supaya harus dapat", Ujar Bupati
Lanjut Bupati Fadia bahwa nantinya akan ada juga insentif untuk penjaga makam yaitu sebanyak 285 yang dalam waktu dekat ini akan disalurkan.
Dalam momen tersebut, Bupati Fadia juga berpesan agar seluruh masyarakat bersama -sama menjaga pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya sekitar 100 bahkan lebih. mengingat banyaknya kasus yang bermunculan di pondok pesantren, agar di Kabupaten Pekalongan ini tercipta kondisi yang aman.
"Di Pekalongan ini ada banyak pesantren, sekitar 100 pesantren bahkan lebih. Tolong diperhatikan pesantrennya agar tidak keluar koridor, karena sekarang ini terdapat berbagai macam kasus yang muncul di pondok pesantren dan santrinya tidak terjamin keamanannya. Saya minta kita ini bukan hanya wakilnya dari masyarakat tapi juga wakilnya Allah untuk menjaga anak-anak kabupaten pekalongan ini baik selamat dan pesantrennya semuanya bagus sesuai dengan aturan yang ada", Tutur Bupati Fadia dalam sambutanya kepada takmir dan marbot masjid yang hadir.
Rabu, 26 April 2023