KAJEN - Musim kemarau di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya diprediksi masih akan lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan memprediksi musim panas masih akan terjadi sampai bulan oktober.
Demikian disampaikan Kepala BPDB Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo kemarin. Menurutnya musim kemarau kali ini juga diperparah dengan adanya fenomena el nino sehingga menyebabkan beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan mengalami krisis air bersih.
“total ada 5 kecamatan dan 7 desa yang mengalami krisis air bersih, dan desa tersebut bukan merupakan desa yang langganan kriris air bersih setiap tahunnya,” katanya, Senin (11/9/2023).
Ke-5 kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Karangdadap, Wonopringgo, Karanganyar, Paninggaran dan Kajen. Sedangkan ke 7 desa yang mengalami kekeringan diantaranta Desa Kaligawe dan Kedungekebo di Kecamatan Karangdadap, Desa Gutomo di Kecamatan Karanganyar, Desa Gejlik dan Sambiroto di Kecamatan Kajen, Desa Lambanggelun di Kecamatan Paninggaran serta Desa Sastrodirjan di Kecamatan Wonopringgo.
“desa yang mengalami krisis air bersih Pemkab Pekalongan sudah membantu droping air. Total selama awal Agustus sampai sekarang sudah lebih dari 38 tanki air dan lebih dari 138 ribu liter air sudah kita distribusikan untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih,” jelasnya.
Untuk bantuan sendiri, lanjut Budi, dilakukan satu minggu dua kali dengan dua atau tiga tanki sekali mengirim bantuan tergantung kebutuhan dari masing-masing desa. “bagi desa yang mengalami krisis air bersih bisa mengirimkan surat ke BPBD,” ujarnya.
Selasa, 12 September 2023
KAJEN - Bupati Pekalongan H. Fadia Arafiq, SE. MM hadiri pelepasan Atlit National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) dalam kegiatan Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Tengah IV Tahun 2023 yang akan dilaksanakan di Pati. Jumat, (08/09).
Bupati Fadia berpesan kepada para atlit NPCI semoga bisa pulang membawa nama baik Kabupaten Pekalongan dan mendoakan supaya tidak takut, gerogi dan semoga semuanya bisa menang.
KAJEN - Berbagai gebrakan terus dilakukan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Salah satunya yakni Wadul Bupati untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. “Selama ini banyak masyarakat mengadu lewat media social. Mengingat kesibukan yang ada, tidak semua pesan tersampaikan. Kecuali yang bersifat urgen,” kata dia di Pendopo Bupati, Jumat (8/9/2023).
KAJEN - Rozikin Warga Kecamatan Paninggaran berhasil mendapatkan doorprize tiket umroh gratis. Doorprize umroh didapatkan setelah dirinya mengunjungi kegiatan terakhir dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-401 Kabupaten Pekangan bertajuk "Kabupaten Pekalongan Bersholawat" dengan turut menghadirkan Jam'iyah Sholawat Syubbanul Muslimin dari Probolinggo, Jawa Timur berkolaborasi dengan Asyiqol Mustofa Pekalongan pada Kamis malam Jumat (31/08/23).
Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinkop UKM Naker Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, Forkompimcam Wiradesa serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Pekalongan, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Supriyadi, SE., MM mengapresiasi gelaran Festival Budaya Djayengrono ini, pasalnya bisa menjadi wahana untuk pengembangan potensi lokal.
“festival bisa dijadikan sebagai sarana bagi desa atau kecamatan untuk menampilkan potensinya dan keunggulan daerahnya. Festival, juga bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke desa,” terangnya.
Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap mendukung kegiatan ini. Dikatakannya para panitia perlu untuk memaksimalkan media terutama media online agar festival seperti ini diketahui oleh masyarakat luas.
“Wiradesa terkenal dengan batiknya, jika ikut dalam pameran dan dipopulerkan, orang dari daerah lain akan datang ke sini. Selain itu, UMKM di Desa Kauman dan sekitarnya bisa maju dan berkembang dengan adanya festival ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kauman, Asy’ari Abdullah, dalam kesempatan pembukaan rangkaian kegiatan Festival Budaya Djayengrono menyatakan, Festival Budaya Djayengrono tahun ini diselenggarakan mulai Jumat – Minggu 8-10 September 2023.
“untuk pra acaranya sudah kita mulai dari bulan Juli kemarin, mulai pelatihan public speaking, pelatihan content video creator, lomba vidoe documenter, lomba hias desa, lomba senam aerobic hingga lomba doelanan djadoel,” ujarnya.
Untuk tahun ini, setelah pembukaan ada sarasehan budaya dengan mengundang ahli sejarah dari UGM, penilaian lomba makanan dan minuman tradisional, demo masak bersama chef Imam, pentas budaya, lomba mewarnai dan karnaval budaya.
Senin, 11 September 2023
"Hari ini kita melepas atlit kebanggaan kita supaya pulang membawa nama baik Kabupaten Pekalongan dan jujur dari lubuk hati ibu, ibu doakan semoga semuanya bisa menang," tuturnya dalam sambutan.
Selain itu pemerintah daerah kabupaten Pekalongan juga memberikan dana Hibah sebesar 50 juta rupiah kepada para atlit. "Kita berikan dana hibah dari pemerintah kabupaten Pekalongan sekitar 50 juta rupiah supaya mereka bisa bersemangat dan tidak ada perbedaan antara disabilitas dengan yang tidak."
"Semuanya adalah anak saya Kabupaten Pekalongan, dimana tugas dari ibu adalah mensupport kegiatan seperti ini." Tutur Bupati Fadia
Edi selaku pembina menjelaskan terdapat total 35 orang yang akan berangkat, dengan official berjumlah 11 orang dan atlit 24 orang. "Kalian harus terus semangat karena ibu pasti berdua. Kami mengharap kalian bisa menunjukkan prestasi, kami menyakini dibalik kekurangan ada banyak kelebihan, jangan berharap banyak tapi disitu banyak harapan." Jelas Edi dalam sambutan.
Muhammad Yusuf selaku ketua NPCI juga mengkonfirmasi bahwa anak-anak senang karena disupport dan diperhatikan dari pemerintah kabupaten Pekalongan.
"Anak-anak merasa senang dan ada support dari pemerintah kabupaten Pekalongan"
Senin, 11 September 2023
Acara tersebut dihadiri, Sekda beserta para Kepala OPD, Camat dan juga perwakilan masyarakat se Kabupaten Pekalongan.
Lewat wadul bupati ini, kata fadia, masyarakat bisa melaporkan semua yang terjadi di desanya. Khususnya yang bersifat membangun Kabupaten Pekalongan, Namun untuk itu, mari bersama-sama sampaikan keluh kesah dengan bahasa santun dan halus.
“Karena di sini kita mencoba mencari solusi. Apa yang perlu dilakukan dan prioritas apa ke depan. Termasuk untuk tahun 2024 kita akan membangun lagi, sehingga masukan dari masyarakat akan bisa menjadi prioritas pembangunan,” kata dia.
Fadia menambahkan, PRnya sebagai bupati memang masih banyak termasuk jalan dan rob. Tapi untuk mengatasinya tidak bisa secara instan. Apalagi pihaknya mengedepankan pembangunan yang setara.
“Sehingga alokasi dana yang ada memang diratakan untuk pembangunan baik di daerah atas, tengah atau bawah. Bahkan diawal menjabat miliaran rupiah digelontorkan untuk membangun akses di Petungkriyono, Kandangserang dan Lebakbarang,” tuturnya.
Dirinya berharap lewat Wadul Bupati ini, antara kebutuhan masyarakat dan pemerintah berjalan selaras. “Mari bersama-sama bangun Kabupaten Pekalongan lebih baik lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan, Wadul Bupati ini murni inisiatif dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sendiri. Sebagai bentuk ikhtiar pemerintah membuka kanal-kanal birokrasi atau ruang berkomunikasi lebih baik lagi.
“Meskipun bupati dan pemkab sudah membuka aduan secara online seperti akun pribadi fadiaarafi.official, laporbup tapi saya kira ketemu secara fisik akan memberikan kesan tersendiri dibanding lewat online,” tuturnya.
Senin, 11 September 2023
Droping air di berikan kepada warga di dua desa di Kecamatan Karangdadap yakni Desa Kedungkebo dan Desa Kaligawe, Kamis (7/9/2023).
Ditemui usai memberikan bantuan, Bupati Fadia mengatakan, bahwa saat ini di Kabupaten Pekalongan Pekalongan dan daerah sekitarnya sedang menghadapi musim kemarau dan mengakibatkan krisis air bersih.
“ada 5 kecamatan dan 7 desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pekalongan saat ini akibat musim kemarau,” katanya.
Sebagai solusi cepat, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan. Dan kedatanganya ke lokasi juga untuk mengecek langsung bagaimana solusi menghadapi krisis air bersih ini agar tidak terjadi ditahun mendatang.
“kita tidak boleh memberikan bantuan seperti ini terus, kasihan masyarakat yang menderita akibat kekurangan air bersih. Nanti apakah solusinya di buatkan sumur atau kita tarik pipa dari sumber air,” paparnya.
Fadia menuturkan, Pemkab bersama masyarakat akan berupaya agar masalah kekurangan air bersih saat musim kemarau ini bisa diatasi.
“krisis air bersih ini sudah terjadi sejak 1 bulan yang lalu dan semoga musim hujan cepat datang sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan air bersih,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu warga Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap Rasiti (59) tahun mengaku senang dengan adanya bantuan air bersih ini. Pasalnya warga sudah satu bulan mengalami krisis air bersih.
“warga disini sudah sering mendapat bantuan air bersih dari Pemkab. Dan air bersih ini digunakan untuk minum dan keperluan masak. Sedang untuk mandi atau mencuci warga biasanya memanfaatkan sumur warga lain yang masih ada airnya atau mencari air ke sungai,” terangnya.
Jumat, 8 September 2023
Penggelaran apel pasukan ini untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya dalam rangka Ops Zebra Candi tahun 2023, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Apel dihadiri oleh Wakapolres Pekalongan Kompol Ahmad Ghifar Al Ahfaqsy, S.H., S.I.K., M.H., Pabung Mayor Kav. Purbo Suseno, serta stakeholder terkait lainnya.
Selaku pimpinan apel, Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar menyampaikan, bahwa data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra Candi di tahun 2022 sejumlah 720 kejadian, mengalami kenaikan sebanyak 132 kejadian atau 22% dibandingkan periode sebelumnya tahun 2021 sejumlah 588 kejadian.
“Guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcar lantas dengan berkolaborasi kepada seluruh stakeholder agar dapat diambil langkah yang komprehensif dan penyelesaian permasalahan lalu lintas dengan tuntas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yulian memberikan penekanan untuk mengoptimalkan kegiatan edukasi dan Binluh dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas dan menjadi teladan dalam berlalu lintas.
“Meningkatkan kembali kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, juga dalam upaya untuk menekan jumlah pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas. Terkait dengan kamseltibcarlantas menjadi tanggung jawab kita semua, tidak hanya Polres tapi juga seluruh masyarakat terutama juga dari unsur-unsur daerahnya. Apalagi ini juga disampaikan diselenggarakan Pak Kapolda dilaksanakan secara serentak,” katanya.
Sementara itu, Wakapolres Pekalongan Kompol Ahmad Ghifar menyampaikan berdasarkan data di Kab. Pekalongan bahwa angka kecelakaan itu sudah dianggap masuk zona kuning.
Rabu, 6 September 2023
Acara yang berlangsung di sepanjang jalan Mandurorejo atau di perempatan sebelah selatan Bank Jateng itu berlangsung sangat meriah. Bahkan masyarakat tidak ada yang beranjak pergi dari tempat duduknya, sebelum acara benar-benar usai. Begitu pula dengan Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M. Si, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, M.H, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Feni Nilasari, S.H, M.H, Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K, M.H, serta perwakilan dari Kodim 0710/Pekalongan yaitu Perwira Penghubung Mayor Kav Moch Purbo Suseno juga tidak beranjak dari panggung kehormatan sebelum acara usai.
Bupati Fadia dalam sambutannya menuturkan bahwa acara Kabupaten Pekalongan Bersholawat ini memang dibuat untuk menghibur masyarakat dalam memperingati Hari Jadi ke-401 Kabupaten Pekalongan. Setelah sebelumnya juga digelar acara musik kini di akhir rangkaian dilaksanakan istighosah dan sholawat untuk menutup rangkaian hari jadi.
"Malam hari ini kita sama-sama mengadakan sholawat dan mendengarkan ceramah bersama yang insya Allah barokahnya semua untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. Rangkaian demi rangkaian telah kita lewati dari pekan raya kemarin banyak yang merasakan hasilnya. UMKM lebih maju, kemudian pawai mobil hias dan ada acara musiknya juga, dan malam ini kita tutup dengan acara pengajian bersama," Tutur Bupati saat menyapa masyarakat.
Jumat, 1 September 2023
Kegiatan yang diadakan di Jalan Mandurorejo depan Alun-Alun Kejan tersebut dihadiri Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq, Forkompimda, Sekda, para kepala dinas, Kemenag serta tokoh agama. Dengan mengundang Gus H. Chafidzul Hakiem Noer, Gus azmi dan sebagai pembicara Kyai Fachrur Rozi dan dimeriahkan Majelis Ta’lim Sholawat “Syubbanul muslimain dan Jam’iyyah Sholawat “Asyiqol Mustofa” dari Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq mengatakan, rangkai kegiatan Hari Jadi ke 401 Kabupaten Pekalongan dari awal hingga akhir berjalan dengan sukses.
“dari awal pembukaan Pekan Raya kajen, sampai penutupan PRK semua berjalan lancar, pedagang pada laris dan UMKM meningkat. Juga ada pawai mobil hias dan ditutup pengajian bersama serta doa bersama,” katanya, Kamis (31/8/2023).
Menurutnya dengan sholawat dan doa bersama ini yang dilaksanakan diujung penutupan rangkain hari jadi menjadikan berkah bagi masyarakat Kota Santri.
“kita meminta kepada Allah agar Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari kehinaan, dijauhkan dari malapetaka dan menjadikan kita bisa membangun Kota Santri ini menjadi hebat dan luar biasa,” tambah Fadia.
Dengan doa bersama ini juga, lanjutnya, sebagai bekal agar kehidupan bisa lebih baik lagi dan Pekalongan menjadi lebih baik dair sebelumnya.
“masyarakatnya juga dihilangkan dari kesusahan, yang belum punya jodoh diberi jodoh, yang punya hutang bisa lunas semua, dan mendapat anak yang solih dan solihah.” pintanya.
Saat ini, tambah Fadia, masyarakat Kabupaten Pekalongan patut bangga, karena mempunyai monumen Al-Qur’an yang mana ini mungkin satu-satunya di Jawa Tengah.
“semoga dengan itu bisa santrinya menjadi kuat, iman dan agamanya juga semakin kuat,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Pekalongan juga menyelenggarakan pengajian disetiap kecamatan pada setiap sebulan sekali dan serentak dilaksanakan.
Jumat, 1 September 2023
Demikian disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada kegiatan Doa Bagi Kota dan Bangsa dan KKR yang digelar oleh Perkumpulan Umat Kristiani (Perkumkris) yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Senin (28/8/2023).
Menurutnya, salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak adalah pernikahan dini, selain itu pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab angka perceraian yang juga tinggi.
“kita minta pendeta dan saudara yang hadir agar mensosialisasikan kepada saudara kita khususnya anak muda untuk bersekolah terlebih dahulu, karena pernikahan tidak mudah dan bukan satu dua hari akan tetapi tahunan,” katanya.
Selain AKI, Bupati juga menginformasikan program Kudu Sekolah. Bagi anak yang disuruh sekolah tidak mau atau putus sekolah dan mau sekolah kembali akan diberikan bantuan dari APBD. Selain itu bagi anak yang tidak mampu juga diberikan bantuan seragam gratis.
“sehingga tidak ada lasan untuk tidak sekolah bagi anak Kabupaten Pekalongan. Sebelum menjabat, peringkat pendidikan kita menempati 34 se Jawa Tengah, dan setelah saya menjabat Alhamdulillah Kota Santri menempati peringkat 1 se Jawa tengah,” tambahnya.
Masalah lain yang ada di Kabupaten Pekalongan adalah stunting, menurut Fadia masalah tersebut juga masih menjadi PR. Dirinya meminta kepada ibu-ibu yang hamil untuk memeriksakan kehamilan di Puskesmas terdekat karena sudah ada program kesehatan gratis dari Pemkab.
“jika ada anak stunting di lingkungan bapak/ibu bisa berkomunikasi dengan kepala desa atau camat karena ada progam pemberian makanan dan gizi bagi anak stunting. Juga bagi masyarakat yang mampu bisa menjadi bapak asuh agar anak Kabupaten Pekalongan menjadi sehat semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyinggung pembangunan Alun-alun Kajen yang saat ini memasuki tahap kedua.
Selasa, 29 Agustus 2023