KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menghadiri tradisi Legenonan atau Sedekah Bumi yang diadakan oleh masyarakat. Pada Sabtu malam (3/6/2023) bupati menghadiri acara tersebut di tiga tempat yakni di Desa Gutomo Kecamatan Karanganyar kemudian ke Desa Tanjungkulon Kecamatan Kajen dan terakhir di Desa Jagung Kecamatan Kesesi.
Dalam sambutannya di Desa Tanjungkulon, Bupati mengapresiasi acara sedekah bumi yang dilakukan oleh masyarakat melalui swadaya. Dirinya menambahkan acara sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur terhadap rezeki yang selama ini kita dapatkan. “dengan bersyukur InsyaAllah akan dilipatgandakan. Kita bersyukur di bumi yang kita pijak ini memberikan rezeki baik berupa tanaman atau lainnya,” katanya.
Fadia menambahkan, dirinya sengaja datang ke desa-desa utamanya daerah terpencil untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat dan mengecek jalan sudah baik atau belum dan apa saja yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Bupati menambahkan, bahwa saat ini Alun-Alun Kajen sudah ramai tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dikarenakan adanya penataan Alun-Alun. “dampaknya salah satunya perekonomian bagi warga Kajen dan sekitarnya. Pada tahun ini juga ada pembangunan tahap kedua, dan akan lebih bagus lagi. Sehingga nanti akan banyak dikunjungi oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya dan jualan apa saja bisa laku dan ekonomi masyarakat meningkat,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mensosialisasikan program Kabupaten Pekalongan diantaranya kesehatan gratis cukup pakati KTP di Rumah Sakit dan Puskesmas milik pemerintah daerah. “semoga masyarakat dapat sehat semua, dan sekarang yang sakit sudah tenang, bahkan melahirkan pun sekarang gratis. Tidak Cuma itu bagi penunggu pasien juga dapat bantuan 50 ribu perhari caranya minta surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan datang ke Dinas Sosial,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, di sekolah negeri dari SD hingga SMA semuanya gratis dan bagi anak yang tidak mampu juga mendapat bantuan seragam sekolah bagi SD dan SMP.
Senin, 5 Juni 2023
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji Kabupaten Pekalongan Kloter 39 sebanyak 313 orang di pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Minggu (04/06/2023) pagi.
Adapun jumlah Jamaah Calon Haji Kabupaten Pekalongan yang berangkat tahun 2023 sebanyak 642 orang yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 39 sebanyak 313 yang dilepas hari Minggu pagi, dan kloter 40 sebanyak 329 orang yang dilepas pada Minggu malam.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 dan Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada Rapat Paripurna DPRD Kab. Pekalongan, Selasa (30/5/2023).
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 1 Kajen, Selasa (30/5/2023). Acara yang digelar di GPU Kajen tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta para tamu undangan. Kegiatan yang diisi dengan berbagai tampilan dan seni dari para siswa tersebut turut menyemarakkan acara.
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selama kepada para calon jamaah haji Kabupaten Pekalongan yang berangkat tahun ini, karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk berangkat haji. “selamat kepada para tamu Allah, yang berangkat ini merupakan orang-orang pilihan Allah dan banyak masyarakat yang menunggu untuk berangkat haji,” katanya.
Fadia berpesan kepada para jamaah yang berangkat untuk memperhatikan teman-temanya yang lain karena yang berangkat ini semuanya saudara. “karena yang berangkat juga banyak lansianya, diperhatikan teman-temannya jangan sampai ada yang hilang. Kalau ada apa-apa laporkan ke pendamping,” pintanya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar para jamaah mempersiapkan segala sesuatu yang biasa dibutuhkan, jangan sampai disana karena tidak membawa obat-obatan atau yang lain menjadi tidak fokus ibadah. “masih ada satu hari lagi, bisa beli di Donohudan atau diantar olah keluarganya, terutama obat-obatan yang biasa dipakai disini,” ujarnya.
Untuk jamaah haji yang meninggalkan keluarga di rumah, lanjutnya, untuk ditinggalkan dengan hati yang tenang dan disana konsen ibadah agar ibadah wajib dan sunah bisa dikerjakan. “titipkan keluarga kepada Allah biarkan Allah yang menjaga mereka. Semoga pulang dengan sehat, panjang umur dan tidak ada satu jamah yang kurang, pergi utuh, pulang utuh dan tidak ada masalah apapun,” pintanya.
Kepada para petugas haji, Bupati berpesan untuk bisa menjaga jamaah haji asal Kota Santri. Agar mereka bisa kembali dengan sehat dan utuh. “saya titip masyarakat Kabupaten Pekalongan yang berangkat haji, jaga dengan baik. insyaAllah nanti saya dan suami juga berangkat haji tahun ini nanti kita ketemu disana,” pungkas Fadia.
Sementara itu Ketua Tim Berangkatan Haji Kabupaten Pekalongan yang juga Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar dalam sambutannya menuturkan bahwa dari total jamaah haji yang berangkat yakni 642 orang, 221 orang atau 31 persennya masuk kategori lansia. “ini sesuai dengan tema penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2023 oleh Kementerian Agama yakni Haji Ramah Lansia karena yang lansia cukup banyak,” katanya.
Pemkab sendiri, tambahnya, telah membentuk pendamping haji yang terdiri dari pemerintah daerah, kepolisian dan kementerian agama. “termasuk kita melakukan pendampingan manasik haji. Pada pemeberangkatan kita kawal sampai Donohudan dan sebaliknya pada saat penyambutan kita juga akan kawal dari Donohudan,” paparnya.
Dalam kegiatan Pelepasam Jamaah Calon Haji, Tampak hadir, Muhtarudin Ashraff Abu yang juga Ketua Dekranasda sekaligus Suami Bupati Pekalongan, Ketua DPRD beserta sejumlah anggota dewan, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Sekda, Kepala Kemenag, Ketua Pengadilan Agama Kajen, perwakilan Kajari Kajen, beserta beberapa Kepala OPD, Ketua MUI Kabupaten Pekalongan, para Kyai dan alim-ulama.
Senin, 5 Juni 2023
Peringkat tersebut sempat turun dari peringkat satu yang diperoleh pada bulan Januari dan Februari 2023. Sedang pada bulan April dan Mei turun satu peringkat menjadi urutan kedua setelah Kota Tegal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid mengatakan dengan tercapainya peringkat 2 se-Jawa Tengah merupakan kemajuan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya, dan hal tersebut merupakan kerja keras bersama seluruh pihak yang patut diapresiasi. "Hasil pendidikan platform merdeka belajar itu artinya semua guru-guru yang ada di kabupaten mengikuti tema yang sama. Pada tahun kemarin ranking kita terakhir se-jawa tengah," katanya.
Hasil itu, lanjutnya, selain kerja keras juga atas arahan dari Bupati Pekalongan agar Pendidikan di Kota Santri menjadi lebih maju. “awal 2023 ketika terjadi perubahan kurikulum yakni kurikulum merdeka belajar, kita bentuk tim yang berjumlah 23 orang yang berisi orang-orang hebat dan ahli IT yang mau bekerja keras untuk Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Mereka, Lanjut Kholid, bergerak ke masing-masing sekolah dan datang keberbagai kegiatan baik Kelompok Kerja Guru (KKG) maupun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk melakukan pendampingan. “untuk mempertahankan prestasi tersebut, kita harus terus terus bergerak Bersama dan melakukan evaluasi terus-menerus. Kalua kita mau bergerak Bersama tentu hasilnya akan lebih baik,” ujarnya.
Selain mendapat peringkat atas di Jawa Tengah, tambah Kholid, baru-baru ini Pemkab Pekalongan mendapat penghargaan Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Prestasi level nasional tersebut diraih karena Pemkab Pekalongan berhasil meningkatkan nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, di Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (29/5) lalu.
“Pemkab Pekalongan menjadi salah satu dari 74 kota/kabupaten se-Indonesia yang menerima anugerah Merdeka Belajar. Masuk dalam Sub kategori Transformasi Anggaran dan Regulasi,” pungkasnya.
Senin, 5 Juni 2023
“ Saya kagum dan sangat apresiasi karena barokahnya Mbah Wali Tandur luar biasa, khaul sudah yang ke- 38 saja masih ribuan masyarakat yang hadir, ini luar biasa sekali, karena dengan ribuan masyarakat yang hadir maka Desa Paninggaran ekonominya jalan, orangnya sudah meninggal lama, sudah 38 tahun yang lalu tapi masih membawa keberkahan untuk Desa Paninggaran dan sekitarnya,” ungkap Fadia.
Fadia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengambil pelajaran dari sosok Mbah Wali Tandur yang berkat kebaikan - kebaikan semasa hidupnya, sampai sekarang masih membawa keberkahan yang luar biasa.
“ Mbah Wali Tandur mengajarkan kita cara menanam yang baik, cara bagaimana berakhlak yang baik,tutur kata, sopan santun, sehingga apa yang mbah wali tandur ajarkan itu sudah tertanam di Paninggaran dengan baik, dan itu harus kita lestarikan dan InsyaAllah akan kita kembangkan lebih baik lagi
Khaul yang digelar di kompleks makam Mbah Wali Tandur tersebut dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai elemen, Kyai Haidar Muhaimin pengasuh Ponpes Bambu Runcing, KH. Sholeh M. Basalamah, KH. Tajuddin Soreh, KH. Nasirudin, Staf Ahli Bupati, Asisten Administrasi Umum Sekda, serta Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
Senin, 5 Juni 2023
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan pada acara Halal Bi Halal Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Pekalongan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IGTKI yang ke 73 di Lapangan Futsal Galang Sport Desa Galang Pengampon Kecamatan Wonopringgo, Kamis (31/05/2023).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu yang juga suami Bupati Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas PMD, Kepala Kesbangpol, serta Forkompimcam Wonopringgo dan guru TK se Kabupaten Pekalongan.
Menurut Bupati, awalnya jumlah TK Negeri di Kabupaten Pekalongan berjumlah tiga sekolah dan tahun ini akan di tambah enam. “jadi ada sembilan TK Negeri nanti, memang tidak mudah untuk membangun sekolah negeri, makanya kita support dana untuk pendidikan sebesar 120 milyar tahun ini,” katanya.
Dijelaskan Fadia, pada saat dirinya belum memimpin para guru TK mendapat insentif sebanyak 250 ribu perbulan, dan setelah dirinya menjabat menjadi 300 ribu perbulan. “penambahan tersebut belum terlalu dignifikan karena masih banyak PR yang masih perlu diselesaikan di Kabupaten Pekalongan seperti masalah infrastruktur, kesehatan dan laiinya. Intinya duit sedikit supaya bisa dibagi-bagi,” terangnya.
Dirinya berpesan kepada para guru untuk tetap semangat dalam mendidik anak. Dirinya percaya meski mendapat uang yang tidak seberapa namun para guru tetap memberikan kasih saying yang besar kepada anak didiknya. “untuk itu meski jadwal padat saya tetap menghadiri acara ini, karena saya menghargai guru yang ada di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, para guru juga memberikan kue dan ucapan selamat ulang tahun kepada Bupati yang pada bulan ini merupakan hari ulang tahunnya yang ke 45 tahun. “saya senang sekali, terimkasih dan hampir semua tempat masyarakat menghargai. Terimkasih buat para guru,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Pekalongan, Azir, menuturkan Halal Bi Halal IGTKI Kabupaten Pekalongan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IGTKI yang ke 73 dimaksudkan agar menambah solidaritas para guru TK dan juga sebagai sarana sarana komunikasi dengan bunda paud yang juga merupakan Bupati Pekalongan.
Terkait dengan besaran insentif, Azir menjelaskan, bahwa seberapa pun pemberian patut untuk disyukuri dan dirinya berharap kedepan bisa lebih ditingkatkan lagi. “di Kabupaten Pekalongan ada sekitar 335 TK dan akan bertambah 3 lagi dengan jumlah guru sekitar 1.500 an,” tuturnya.
“awalnya kita akan mengadakan Halal Bi Halal IGTKI Kabupaten Pekalongan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IGTKI yang ke 73, namun setelah kita ngasih undangan ternyata ibu Bupati kita ulang tahun sehingga sekalian memperingati Hari Ulang Tahun Bupati Pekalongan,” paparnya.
Senin, 5 Juni 2023
Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab. Pekalongan Tahun Anggaran 2022 tersebut memuat Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2022 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tanggal 31 Januari 2023 sampai dengan 18 April 2023.
Disampaikan Bupati bahwa hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah telah diserahkan kepada Ketua DPRD Kab. Pekalongan dan Bupati Pekalongan pada tanggal 16 Mei 2023, dan memperoleh opini “WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP)”. “ Alhamdulillah Opini WTP berhasil kita raih kedelapan kalinya secara berturut-turut dengan kategori opini tertinggi dari BPK RI, prestasi tersebut merupakan buah kerja keras, kerja sama dan komitmen kita bersama sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing – masing, oleh karena itu, kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi -tingginya kepada semua stakeholders yang telah berperan dalam upaya memperoleh opini WTP. Kami juga mengajak semua stakeholders untuk tetap Bersama - sama mempertahankan serta meningkatkan kualitas opini WTP pada tahun - tahun mendatang,” ujar Fadia.
Dijelaskan Fadia bahwa berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2022 yang telah diaudit BPK, terdapat SILPA sebesar Rp106.680.281.662,36, yang penjelasannya disajikan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2022.
Sementara itu terkait Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, disampaikan Bupati bahwa Raperda tersebut diajukan dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Pekalongan berencana melaksanakan restrukturisasi pajak dengan penambahan dan pengurangan objek pajak, diantaranya dengan menyederhanakan jumlah objek retribusi dari sebelumnya 32 jenis menjadi 18 jenis pelayanan, serta penyesuaian tarif maksimal pajak daerah. Restrukturisasi pajak juga dilakukan dengan penambahan opsen atas PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang sejatinya merupakan pengalihan dari bagi hasil pajak provinsi.
“Mekanisme ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian daerah tanpa menambah beban Wajib Pajak, karena penerimaan perpajakan akan dicatat sebagai PAD, serta memberikan kepastian akan penerimaan pajak dan memberikan keleluasaan belanja atas penerimaan tersebut pada tiap-tiap level pemerintah dibandingkan dengan skema bagi hasil,” ungkap Fadia.
Menutup sambutannya, Bupati berharap kehadiran Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah untuk meningkatkan penerimaan daerah, serta diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan di masyarakat dalam pelaksanaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah.
Rabu, 31 Mei 2023
Dilangsungkan di Lapangan Kantor Kecamatan Kesesi pagi tadi (30/5/2023), kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, M. Yulian Akbar mewakili Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq sebagai unsur pemerintah, Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf. Rizky Aditya, Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, anggota TNI – POLRI serta berbagai lapisan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Ditemui usai acara, Sekda mengungkapkan bahwa tema kegiatan hari ini sangat tepat karena saat ini kita sudah memasuki tahun politik 2023-2024, dan Pemkab Pekalongan mendukung apa yang menjadi tema penting kegiatan hari ini. “Menjadi tugas, kewajiban pemerintah untuk memastikan keamanan dan kondusivitas wilayah yang dalam hal ini juga menjadi tugasnya TNI dan POLRI,” ujarnya.
Ditegaskan Akbar bahwa Pemkab Pekalongan siap memfasilitasi langkah- langkah untuk mewujudkan kondusivitas di Kab. Pekalongan, dan dalam konteks persiapan Pemilu 2024, pemerintah siap memberikan support, memfasilitasi dukungan terhadap tugas - tugas baik TNI maupun POLRI untuk memastikan keamanan,ketertiban dan kondusivitas wilayah.
Diungkapkan Akbar bahwa Pemkab Pekalongan sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, dimana konsepnya sangat baik, yaitu membaur bersama antara TNI, POLRI, juga ada peran serta pemerintah daerah melalui kecamatan dan para kepala desa dan warga.
Terakhir, Akbar menghimbau kepada masyarakat agar hal baik, hal positif seperti kegiatan hari ini dapat dijaga. “ Kita pengin memasuki tahun politik di 2023 - 2024, Kabupaten Pekalongan harus kita jaga Kamtibmasnya tidak usah terkotak – kotak, kita sudah terbiasa dengan pilihan – pilihan yang berbeda, saya kira masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah sangat dewasa, sudah sangat cerdas. keamanan, ketertiban, kekeluargaan, kesadaran itu yang sangat penting,” himbaunya.
Rabu, 31 Mei 2023
Dalam kesempatan tersebut Bupati meminta kepada para siswa yang telah lulus untuk tetap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi baik SMA/SMK sesuai dengan bakat dan minat mereka. “harapan saya mereka bisa tetaop melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, karena PR kita salah satunya adalah banyaknya pernikahan dibawah umur. Sehingga dengan kita beri semangat dan dorongan untuk melanjutkan jenjang Pendidikan maka kan meminimalisir pernikahan dini,” terangnya.
Dikatakan bupati, selain untuk menekan pernikahan dibawah umur, juga agar mereka bisa menggapai cita-cita dan menjadi kebanggaan Kabupaten Pekalongan nantinya. “semoga anak-anaku semua bisa menjadi anak hebat, dan punya karir yang bagus serta mampu menjadi kebanggaan Kota Santri,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia menambahkan, bahwa prestasi Pendidikan Kabupaten Pekalongan naik pesat dari rangking terbawah menjadi nomor dua terbaik se Jawa Tengah. “kemarin kita juga menerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar karena kita karena berhasil meningkatkan nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan mengalokasikan anggaran APBD murni tertinggi dan menetapkan aturan daerah yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah,” ujarnya.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan berhasil termasuk kedalam 74 Kota/Kabupaten penerima Anugerah Merdeka Belajar di Indonesia. “Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim dalam acara Puncak Peringatan Bulan Merdeka Belajar bertempat di Candi Prambanan Yogyakarta Senin (29/05/2023).” Papar Bupati.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Kajen Darsono menuturkan, pada pelepasan kelas IX tahun ini ada 288 siswa, dirinya berharap agar anak-anak tetap semangat belajar dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. “tetap semangat belajar dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” pintanya.
Selasa, 30 Mei 2023
Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkab Pekalongan karena berhasil meningkatkan nilai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan mengalokasikan anggaran APBD murni tertinggi dan menetapkan aturan daerah yang mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam acara Puncak Peringatan Bulan Merdeka Belajar bertempat di Candi Prambanan Yogyakarta Senin (29/05/2023).
Puncak Peringatan Bulan Merdeka Belajar merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Kegiatan diselenggarakan pada Hari Minggu 28 Mei 2023 sampai dengan Tanggal 29 Mei 2023 berpusat di Yogyakarta. Kegiatan dihadiri oleh Gubernur, Walikota, dan Bupati.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq usai menerima penghargaan Anugerah Merdeka Belajar menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan berhasil termasuk kedalam 74 Kota/Kabupaten penerima Anugerah Merdeka Belajar di Indonesia.
“Saya ucapkan selamat untuk seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, semangat untuk terus mengejar prestasi dan juga tingkatkan pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” tutur Fadia.
Kedepannya Fadia berharap Dindikbud Kabupaten Pekalongan dapat terus mempertahankan prestasi yang telah dicapai dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
“Mudah-mudahan untuk kedepannya tim Pendidikan Kabupaten Pekalongan bisa mempertahankan penghargaan yang ada, mendapatkan penghargaan-penghargaan yang lain dan mengingkatkan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Pekalongan ini, khususnya program visi dan misi Bupati yaitu untuk anak-anak yang tidak mampu di Kabupaten Pekalongan ini agar semuanya bisa sekolah tanpa terkecuali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid yang juga hadir mendampingi Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa penghargaan yang diperoleh merupakan hasil dari dukungan yang selama ini diberikan oleh Bupati terutama terkait penganggaran, “Jadi atas perintah Bupati dan komitmen Ibu Bupati tentang anggaran sehingga pada hari ini kita mendapatkan penghargaan dari Kementerian berkaitan dengan masalah penganggaran dan regulasinya. Jadi Ibu Bupati betul-betul mendukung program yang ada di Dinas Pendidikan,” Pungkasnya.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Selasa, 30 Mei 2023