KAJEN – Menteri Sosial RI Juhari P. Batubara memantau proses penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat miskin dan masyarakat terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 di Kecamatan Bojong Kabupatèn Pekalongan Jumat (22/5/2020) pagi tadi. Dalam kunjungan kerjanya yang didampingi oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolres Pekalongan , Kepala PT. POS dan beberapa Kepala OPD terkait, Mensos menyampaikan bahwa penyaluran dana tahap 1 di Pekalongan ini telah selesai dan selanjutnya nanti setelah lebaran akan digulirkan BST tahap 2 dan 3. “Yang penting rakyat happy dan ditengah situasi yang sulit ini mereka merasa terbantu dan beberapa hari kedepan bantuan mencapai 7 juta,” ujar beliau.
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam kesempatan yang sama menyampaikan BST dari Kemensos yang di salurkan kepada 32.460 KK di Kabupaten Pekalongan ini pada tahap 1 sudah 100% selesai sesuai himbauan Bapak Presiden agar sebelum Hari Raya Idul Fitri semua BST ini harus sudah disalurkan kepada masyarakat. “Trimakasih atas kehadiran Bapak Menteri PT. Pos, dan juga TNI/Polri sehingga kondisi penyaluran dana ini berlangsung kondusif, dan rakyat senang mendapat bantuan 600 ribu rupiah untuk lebaran,” ujarnya.
Lebih lanjut Asip mengaku lega dengan situasi dan kondisi penyaluran yang lancar dan aman ini. Disampaikannya Pemda juga sudah menyiapkan skema bantuan lain berasal dari Propinsi, Kemensos, APBD dan BLT Desa. “Semoga dengan ini dana yang masih sekitar 123 ribu dari BPKS segera bisa tercover semua untuk kategori kemiskinan I, Il, Ill dan IV maupun kemiskinan baru dari dampak corona, ^ imbuhnya.
Dalam penyaluran bantuan yang difasilitasi oleh Pemkab mengingat kondisi kantor pos yang kurang memadai untuk menampung ribuan orang tersebut Bupati juga menyampaikan skema bantuan juga sudah dirancang sedemikian rupa dengan harapan bisa memberikan rasa puas bagi masyarakat. Adapun skema penerimaan tersebut adalah dari Kemensos 3 kali, Propinsi 3 kali, APBD 2 kali, Dana Desa 3 kali dan sembako reguler 9 kali. ( Red )
Publisher : aris
Jumat, 22 Mei 2020
KAJEN – Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH,M.Si, melakukan pantauan langsung terhadap pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bulan pertama di Kecamatan Tirto pada hari ini, Kamis (21/5/2020) . Bupati Asip mengatakan bantuan kali ini merupakan salah satu skema bantuan dari Kementrian Sosial yang bernama BST (Bantuan Sosial Tunai), dengan indeks Rp.600.000,00 kali tiga bulan. ‘’Ini kita memantau BLT (Bantuan Langsung Tunai) bersumber dari kementrian sosial yang namanya yaitu BST (Bantuan Sosial Tunai) dengan indeksnya sama 600 ribu kali tiga bulan,’’kata Bupati Asip.
KAJEN - Ditengah Pandemi Covid-19 dimana keadaan ekonomi masyarakat sedang tidak stabil, sangat marak terjadinya pencurian di Kabupaten Pekalongan. Dan hasil silaturahmi para Kepala Desa membuat laporan untuk segera diteruskan ke Kapolres Pekalongan terkait maraknya pencurian sapi, khusus ya di wilayah Desa Petungkriyono, Talun, Lebakbarang, dan Paninggaran, Jum’at (15/5).
KAJEN - Pemkab Pekalongan memberikan bantuan sosial kepada para marbot ( penjaga kebersihan masjid ) sebanyak 842 orang se Kabupaten Pekalongan. Acara penyerahan bantuan sosial oleh Bupati Pekalongan di Pendopo Rumdim Bupati di Kajen, Kamis (14/05) pagi. Bantuan sosial ini diberikan mengingat peran marbot dalam menjaga kebersihan dan kesucian masjid sekaligus mensosialisasikan program-program Pemkab dalam pencegahan virus covid 19.
KAJEN – Kondisi pandemi corona di wilayah Kabupaten Pekalongan menyentuh KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia ) Kabupaten Pekalongan untuk ikut berbagi bagi saudara2 yang terdampak covid 19. Melalui sebuah kegiatan sosial KORPRI sebagai wadah para Pegawai Negeri ini membagikan 100 paket sembako yang disalurkan kepada relawan2 yang bertugas di 3 (tiga) posko di Kabupaten Pekalongan yaitu di Kecamatan Siwalan, Kèdungwuni dan Kajen.
KAJEN – Dengan masih berlangsungnya pandemic Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan bahwa pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Pekalongan tidak akan terganggu. Melalui Sekda Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Mukaromah Syakoer,MM, yang menyatakan bahwa para ASN akan tetap bekerja melayani masyarakat dengan system kerja WFH (Work From Home) sampai kondisi membaik.
Dalam pantauanya kali ini, Bupati Asip menjelaskan kepada masyarakat bahwa bantuan BST ini harus digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok sehingga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sebagaimana tujuan utamanya. ‘’Hari ini hari terakhir pengambilan tahap pertama. Saya harap kepada para penerima BST ini supaya bantuan ini digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga program ini bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat ditengah pandemi seperti saat ini, karena kebanyakan masyarakat Tirto ini para buruh perusahaan sedangkan perusahaanya kan tutup,’’ jelas Bupati Asip.
Bupati melanjutkan, bahwa program bantuan dari kementrian sosial yang hari ini sudah cair di Kecamatan Tirto sangat berjalan lancar dan masyarakat snagat senang dengan pelayanannya yang sudah cukup baik. ‘’Ini masyarakat sangat senang dan pelayananya mudah serta simpel. Kalau kaum disabilitas,orang jompo,dan orang sakit bantuanya akan diantar langsung oleh petugas pos. Kalau yang terlambat ngambil,itu bisa diambil di Kantor Pos, sehingga pelayanannya tidak ada keluhan,’’ kata Bupati Asip.
Selain bantuan dari kementrian sosial, dalam kesempatanya kali ini Bupati Asip Kholbihi juga mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan sudah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa di Desa Wuled Kecamatan Tirto pada hari ini yang semuanya telah berjalan dengan baik dengan indeks yang sama yairu Rp.600.000,00 kali tiga bulan. ‘’Kabupaten Pekalongan juga tadi telah menyalurkan bantuan dari program BLT Desa, di Desa Wuled yang semuanya berjalan baik dengan indeksnya yang sama , yaitu 600 ribu kali tiga yang itu sementara karena BLT Desa itu sifatnya dinamis,’’kata Bupati Asip.
Melanjutkan hal tersebut, Bupati Asip mengungkapkan bahwa tadi malam pihaknya telah berkomunikasi dengan mentri sosial bahwa perkembangan BLT Desa di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik karena sudah 95 persen sudah tersalurkan. ‘’Pemkab Pekalongan tadi malam juga berkomunikasi dengan pak mentri yang memantau perkembangan BLT Desa di Kabupaten Pekalongan yang alhamdulilah dari 273 itu hampir 95 persen sudah tersalurkan, sisanya nunggu proses transfer saja,’’ ungkap Bupati Asip.
Selanjutnya, Bupati Asip mengatakan bahwa untuk masyarakat yang tidak terbantu atau tidak masuk skema bantuan dari manapun, untuk tidak perlu khawatir karena pihaknya akan segera mengadakan alternatif bantuan melalui kepala desa dan kepala kelurahan yang akan segera dicairkan karena Pemkab Pekalongan sendiri sudah berkoordinasi dengan Kementrian Sosial terkait hal tersebut. ‘’InsyaAllah di Kabupaten Pekalongan ini masyarakat yang tidak terbantu dari berbagai skema ini, mereka juga akan mendapat langsung dari Kepala Desa dan Kepala Kelurahan. Sehingga akan kita cairkan alternatif bantuan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan kementrian sosial,’’ kata Bupati Asip. ( red )
Publisher : aris
Kamis, 21 Mei 2020
Senin, 18 Mei 2020
Minggu, 17 Mei 2020
Bupati Pekalonhan Asip Kholbihi menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Polres mengungkap kasus pencuriwn. “Alhamdulillah Pak Kapolres dan jajarannya bertindak cepat, pada hari ini kita menyaksikan para pelaku yang sudah ketangkap, barang bukti yang sudah ada, itu kami mewakili masyarakat Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi dan penghargaan, terimakasih yang setinggi-tingginya kepada jajaran polres Pekalongan, menuntas kasus ini.” Jelas Bupati di Polres Pekalongan.
Keberhasilan Polres ini tidak hanya pencurian ternak saja yang sudah berhasil di ringkus, hampir seluruh bentuk pencurian di Kabupaten Pekalongan ini bisa di tangani dan diselesaikan sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat ditengah-tengah situasi yang seperti ini. Ia menambahkan para warga merawat sapi dalam waktu yang lama, dari membeli sapi kecil hingga dirawat dan dibesarkan, setelah besar mau dijual pada saat lebaran di ambil orang itukan menyakitkan sekali,” tambahnya.
Bupati bersyukur berkat kerja keras dari seluruh jajaran Polres Pekalongan bisa menangkap dan mudah-mudahan ini yang terakhir mengingat cukup banyak di Kabupaten Pekalongan, yang terakhir saat ini di 5 tempat kejadian perkara (TKP) dan bisa terungkap semua, dan para peternak bisa merasa lebih aman. Bupati menghimbau masyarakat bisa lebih hati-hati lagi, kandang sapi jangan terlalu berada di hutan atau jauh dari pemukiman, gerakkan kembali siskampling, serta kerjasama yang baik dengan jajaran polres.
Sementara itu sebelumnya Kepolisian Resor Pekalongan menggelar kasus tindak pidana pencurian hewan ternak sapi di Kecamatan Paningaran, Jumat (15/5) Di Mapolres Pekalongan. Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas Sat Reskrim Polres Pekalongan dibantu oleh anggota Sat Lantas Polsek Tengaran, Polres Semarang berhasil mengamankan 3 orang pelaku. "ketiga terduga pelaku pencurian ternak sapi tersebut dibekuk hanya selang empat jam dari laporan warga Dukuh Bumirasa, Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, yang kehilangan dua ekor sapi miliknya," katanya.
“Saat ini ketiga pelaku berikut barang bukti sudah dibawa ke Polres Pekalongan guna pemeriksaan lebih lanjut. Dan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa ketiga pelaku tersebut sudah menjalankan aksinya selama 5 kali di lokasi yang berbeda,” ucap Kapolres.(red)
Publisher : aris
Jumat, 15 Mei 2020
"Kehadiran para marbot penting sekali sebagai mitra kita untuk sosialisasi pencegahan penyebaran virus covid di tengah-tengah masyarakat yang berbasis masjid”, tutur bupati. Yang jelas marbot penting sekali karena basisnya masjid, yang menjaga masjid sehingga setahun sekali pemkab memberikan bisyaroh senilai 1 juta per orang.
Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa Kebijakan Pemkab dengan Pemerintah pusat, menghimbau agar hari raya Idul Fitri sholat di rumah masing masing. Kemudian yang paling penting masjid harus tetap dijaga, karpet-karpet digulung, juga kamar mandi dan tempat wudhu harus dibersihkan terus.
Dalam kesempatan itu Bupati Asip mengatakan masjid Muhtarom Kajen kali ini tidak menyelenggarakan sholat Idul Fitri. Hal ini karena pihaknya lebih preventif lagi terkait situasi hari raya Idul Fitri kali ini ternyata jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan makin meningkat. “ Sekali lagi perlu kerjasama yang baik, saudara kita yang mudik dihimbau dengan hormat agar melakukan isolasi mandiri. Kemudian masyarakat juga memahami sehingga di masyarakat terjadi guyub rukun, tidak ada pertentangan antara yang mudik dengan masyarakat lokal ”, pinta bupati.
Yang penting lagi menjelang hari raya Idul Fitri, menurut Bupati, masjid-masjid sekiranya daerah itu hijau ( hanya Petungkriyono ), yang lain walaupun tidak ada yang suspect tetapi kecamatan lain ada ODP dan PDP nya sebagai daerah kuning. “Kita mengevaluasi terus perkembangannya dari hari ke hari mudah-mudahan nanti menjelang hari raya sudah ada perubahan karena ini menyangkut bagaimana kita memberikan sosialisasi ke masyarakat", tandasnya
Adapun jika ada daerah yang masyarakatnya bersikeras menyelengarakan sholat Ied maka bupati berpesan agar protocol kesehatan harus dijaga. Juga pemudik yang baru pulang dari daerah merah dihimbau untuk dirumah. Selanjutnya masyarakat dihimbau bekerjasama dengan pemerintah menaati program-program dari pemerintah untuk kebaikan bersama. (Aris Kominfo )
Publisher : aris
Kamis, 14 Mei 2020
Bantuan paket sembako ini diberikan sebagai rasa terimakasih kepada para relawan sebagai garda terdepan selain tenaga kesehatan dalam tugas kemanusiaan di posko tersebut. “Trimakasih kepada para relawan yang telah berbesar hati melakukan tugas mulia dengan membantu saudara2 di Pekalongan ini. Kinerja kalian ini adalah kinerja kemanusiaan dan kinerja sosial. Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan ditambah rejekinya, “ ujar ketua Korpri Kabupaten Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, MM saat menyalurkan bantuan tersebut.
Lebih lanjut Mukarimah menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Korpri dan para relawan yang hadir dalam acara yg digelar pada hari Kamis (14/5/2020) tersebut untuk berdisiplin dengan melakukan aturan yang telah ditetapkan Pemerintah baik pusat, Propinsi maupun Daerah untuk melakukan sosial distancing dan fisical distancing sehingga covid 19 segera dapat diatasi dan berlalu dari bumi ini dan kita dapat kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.
Kepada yang sakit, tak lupa Mukaromah berpesan untuk tetap sabar dan tabah dengan harapan segera sembuh dan bisa beraktifitas kembali. “Tetap jaga kesehatan, dan patuhi protokol kesehatan sehingga kawan2 yang lain tidak tertular,” pesannya. ( Red )
Publisher : aris
Kamis, 14 Mei 2020
‘’Yang penting pelayanan pada masyarakat tidak terganggu, sehingga harapan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di pemerintan daerah tidak terganggu. Kita masih tetap bekerja dengan WFH (Work From Home),’’ kata Sekda Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Mukaromah Syakoer,MM, saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan dalam acara KORPRI berbagi pada hari ini, Kamis (14/5/2020).
Melanjutkan hal tersebut, Sekda menambahkan bahwa system kerja WFH diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran terbaru dari Kemenpan RI. ‘’ Kemarin ada surat edaran dari Kemenpan RI bahwa WFH diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang. Kita tetap mengikuti, karena kondisinya masih seperti ini,’’ kata Sekda Mukaromah Syakoer.
Adapun terkait dengan kerja para ASN menjelang lebaran, beliau menjelaskan bahwa ASN akan tetap bekerja dengan system Work From Home (WFH) karena tidak ada cuti bersama. Libur lebaran hanya pada tanggal 24 dan 25 Mei 2020 setelahnya tetap bekerja. ‘’Libur hanya dua hari, tanggal 24 dan 25 Mei 2020. Tanggal 26 nya sudah masuk. Cuti bersamanya itu ada edaran menjadi nanti pada bulan desember,akhir tahun semua, sejumlah enam hari,’’ jelas Sekda Mukaromah Syakoer.
Selain itu Sekda Mukaromah Syakoer juga mengatakan terkait dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan tetap diberikan kepada ASN Eselon 3 kebawah. Sedangkan untuk Eselon 2 dan pejabat daerah serta pejabat negara tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). ‘’Sesuai dengan Perpres Nomor 24 Tahun 2020 yang dikeluarkan tiga hari lalu menyatakan bahwa pemerintah memberikan THR kepada Eselon tiga kebawah. Untuk Eselon 2 dan pejabat daerah serta pejabat negara tidak mendapat, Yang diterima berupa gaji pokok,tunjangan suami istri,tunjangan anak dan tunjangan jabatan,’’ kata Sekda Mukaromah Syakoer.
Adapun untuk kebutuhan bahan makanan pokok menjelang lebaran, Sekda mengungkapkan bahwa persediaan bahan pangan di Kabupaten Pekalongan masih aman dan stabil. ‘’ Untuk persediaan pangan menjelang lebaran menurut laporan Dinas Pertanian, khususnya beras masih aman sampai dengan bulan Mei. Persediaan pangan aman semua dan stabil,’’ ungkap Sekda Mukaromah Syakoer. (Lusi-Dinkominfo)
Publisher : aris
Kamis, 14 Mei 2020
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan tata ruang baru seiring dengan adanya jalan tol dan exit tol Bojong, yang diharapkan dapat menimbulkan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. ‘’Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah menyiapkan tata ruang seiring dengan adanya jalan tol termasuk exit tol ini. Saya berharap kalau exit tol ini jadi maka arah ke Kajen akan semakin cepat karena jaraknya hanya 1,4 km dari ruas tol jalan utama sehingga masuk ke jalur provinsi ruas Wiradesa –Kajen itu akan menjadi sesuatu yang dapat menimbulkan efek ekonomi yang luar biasa untuk kecematan Bojong,Kajen dan Wiradesa karena di daerah Waru nanti juga akan kita buat flyover termasuk lokusnya juga sudah kami petakan,’’ ungkap Bupati Asip.
Bupati melanjutkan,bahwa dengan adanya akses keluar masuk jalan tol di exit tol Bojong , diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pasca pandemic Covid-19 nanti. Oleh karena itu, bupati berharap exit tol Bojong ini akan segera dapat difungsikan. ‘’Pintu keluar masuk jalan tol itu menjadi sebuah keuntungan sendiri untuk mempecepat laju pertumbuhan ekonomi karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan aerah produksi industry sandang,jadi harus didukung dengan infrastruktur yang memadai,’’kata Bupati Asip.
Sementara itu pimpinan proyek pembangunan PBRT (Pemalang Batang Road) , Hari menambahkan bahwa tahap pembangunn exit tol Bojong ini sudah 74,9 persen yang direncanakan tanggal 10 September 2020 mendatang konstruksi akan segera selesai sehingga dua minggu setelahnya akan dilakukan pembukaan exit tol Bojong. ‘’ Pembangunan exit tol Bojong ini sudah 74,9 persen . Rencananya tanggal 10 September 2020 kita akan selesai konstruksi dan pembukaan mungkin satu atau dua minggu setelah rekonstruksi selesai,’’. Kata Hari kepala proyek Pemalang Batang Road. (Lusi).
Publisher : aris
Selasa, 12 Mei 2020