KAJEN - Dalam acara paguyupan komunitas pangkas rambut dan babershop Kabupaten Pekalongan, Bupati mengajak komunitas tersebut siap hadapi new normal dengan menerapkan protokol kesehatan ditemat kerjanya, Minggu (14/6)
Bupati berpesan agar mereka segera menyiapkan diri menuju new normal, “Harus memakai masker, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, makan bergizi, tidur yang enak, karna.” Jelas Bupati saat berpidato di acara tersebut di Kedungwuni.
Kabupaten pekalongan dataya berubah terus, sampai hari ini masuk dalam zona hijau, karena yang positif hanya 8, dari 8 yang positif 5 orang sembuh, 1 orang meninggal dan berKTP Depok Jawa Barat, sedangkan 2 orang sedang di rawat.
Bupati berharap knpa harus pakai protokol kesehatan karena virus ini belum hilang dan seluruh ahli penyakit menular sampai hari ini belum bisa menentukan kapan virus ini hilang dan belum menemukan vaksinnya
,Bupati menjelaskan 4 langkah menuju kehidupan new normal, yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, terapkan sosial dan pshycal distancing harus benar-benar dijalankan. Jaga protokol agar diri sendiri selamat, keluarga selamat, pelangganpun selamat, karena sekarang juga ada OTG orang tanpa gejala, jadi sangat perlu untuk berhati-hati.
Bupati berpesan kepada komunitas tersebut untuk lebih berhati-hati dengan melihat KTP pelanggannya, agar selamat bersama. Ketika mencukurpun harus memakai masker baik itu pencukurnya atau pelanggannya, dan sediakan tempat cucu tangan, karena tidak tau siapa yang datang apakah membawa virus atau tidak, hal ini untuk kebaikan semua. Hal ini merupakan lagkah prefentif yang paling sederhana.
Dalam pertemuan itu bupati menerangkan pemerintah sangat memperhatikan terutama dengan pengurangan pengangguran yang totalnya hampir 200 orang di Kabupaten Pekalongan, dan komunitas pangkas rambut sudah mengurangi pengangguran di Kabupaten Pekalongan, pemerintah sangat mengapresiasi adanya komunitas ini.
Bupati mendorong bahwa ini potensi luar biasa dijadikan sarana minimal untuk meningkatkan pengalaman untuk mendapatkan profesionalisme dengan yang lebih senior berbagi ilmu dengan yang muda, bupati menjelaskan “kepuasan pelanggan adalah segala-galanya, harga itu nomer 2 yang penting pelanggannya puas, yang paling penting, silahkan komunitas organisasi ini matangkan karena manfaatnya banyak sekali, segala sesuatu kalau dikerjakan kolektif lebih enak, kemudian kalau ada masalah ketika konsumen kurang puas kalian harus bareng-bareng mengatasi.”
Bupati juga berpesan, “Pesan terakhir tolong guyup rukun, nanti sekretariat akan dibuatkan termasuk bantuan-bantuan lain.” Kata Bupati. (Ela Nurfadhila)
Publisher : aris
Minggu, 14 Juni 2020
KAJEN – Sebanyak 7 desa yang ada di kecamatan Karangdadap, yaitu desa Jrebengkembang, Kebonrowopucang, Pegandon, Kedungkebo, Karangdadap, Pagumengan mas dan Kebonsari hari ini, Minggu ( 14/06) mendapat bantuan BLT tahap dua dari Kemensos. Penyerahan BLT dari Kemensos tahap dua ini dihadiri oleh bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,S.H.,M.Si. Bupati meminta agar para warga masyarakat yang dibantu oleh Pemkab bisa ikut berdo’a agar musibah ini bisa segera selesai sehingga keadaan bisa aman dan normal kembali
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., menyampaikan pentingnya 4 langkah konkrit yang harus disosialisasikan di tengah masyarakat dalam menjalani era kehidupan new normal. Hal itu disampaikan bupati dalam acara halal bihalal keluarga besar Pemkab Pekalongan bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pada jumat (12/06) di aula lantai I setda kabupaten Pekalongan. Acara halal bihalal sekaligus pengajian jum’at pagi kali ini menghadirkan pembicara KH Zuhdi Hariri dari Buaran, dan dihadiri wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, sekretaris daerah Mukaromah Syakoer,MM., serta para kepala OPD se kabupaten Pekalongan.
Sosialisasi ini juga terlihat dalam silaturahmi Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si,yang pada hari ini Minggu (14/6/2020) menghadiri acara Silaturahmi Lajanah Thoriqoh Muslimat Wathonah bersama Maulana Habib Luthfi , yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan di Bojong.
Bupati Asip mengatakan bahwa acara tersebut diharapkan bisa memupuk rasa kecintaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam situasi pandemic Covid-19 ini. Sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa aman dan siap juga untuk menuju era normal baru.
‘’ Silaturahmi ini mari kita gunakan dalam rangka untuk memupuk rasa kecintaan kita dalam berbangsa dan bernegara, utamanya adalah menghadapi musibah dari Allah SWT,’’
‘’ Dengan keyakinan dan ikhtiar kita, saat ini posisi Kabupaten Pekalongan sampai hari ini masih dalam zona hijau, karena di tempat kita yang positif Corona itu ada 8 orang dimana 5 sehat, 1 meninggal dunia, 2 sehat dan masih dirawat. Kita juga masuk menjadi kabupaten yang rendah resiko Covid-19 dari 136 kabupaten/kota lain di Indonesia,’’ kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah masuk zona hijau dan menjadi salah satu dari 11 daerah di Provinsi Jawa Tengah yang diperkenankan memasuki era Normal Baru, masyarakat diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa menjalankan semua program yang digunakan untuk kebaikan bersama supaya terhindar dari virus Covid-19.
‘’ Kabupaten Pekalongan saat ini sedang menuju masa New Normal, daerah yang sudah diperkenankan memasuki tahapan Normal Baru di Jawa Tengah itu ada 11 yang salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan,’’
‘’ Yang terakhir, saya minta tolong kepada masyarakat semua, supaya dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk menjalankan semua program yang kaitanya menuju kemaslahatan bersama, termasuk masalah ini, karena pasar sudah kami buka , tempat wisata sudah kita buka yang jumlahnya ada 22 wisata di kabupaten.Tetapi protocol kesehatan tetap harus dijalankan," jelas Bupati Asip.(Kominfo Lusi)
Publisher : aris
Minggu, 14 Juni 2020
Sebelumnya, hari sabtu 13 Juni sudah ada beberapa desa yang sudah dicairkan, yakni desa Logandeng, Pangkah dan Kaligawe. Kecamatan Karangdadap yang mendapat bantuan dari Kemensos adalah 1606 KTM, yang melalui kantor pos sebanyak 1256 dan sebagian sudah ditransfer ke rekening BNI 46.
Camat Karangdadap, Qoyyum, berharap bantuan tersebut bisa menjadi manfaat bagi penerimanya dan mohon doa restu semoga pandemi covid ini segera berlalu dari bumi Indonesia. “ Kita sekarang berada dalam new normal ( normal baru ) bukan berarti bahwa pandemi ini sudah tidak ada, akan tetapi mari disela sela sholat tahajud kita memohon pada Alloh supaya bangsa Indonesia khususnya kabupaten Pekalongan dijauhkan dari bala” atau musibah dan pandemi ini segera cepat berlalu,” pinta Qoyyum
Bupati juga mengajak masyarakat di Kabupaten Pekalongan untuk bekerja sama untuk melawan penyebaran Covid19 dengan selalu memakai masker saat bepergian dan rajin mencuci tangan serta jaga jarak dengan orang lain (sosial physical distanching). Pencegahan yang efektif sesuai dengan protokoler kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, dan sosial physical distanching, hal ini harus dilakukan, namun Bupati menyadari hal ini belum efektif. Oleh karena itu tugas para kepala desa/lurah disamping menyalurkan bantuan juga harus melakukan sosialisasi, kalau memang tidak penting untuk keluar maka tidak usah keluar karena salah satu dari bantuan Pemkab adalah supaya orang tidak keluar juga, kecuali memang ada kepentingan tertentu, dan jika keluar tetap harus memakai standar protokoler kesehatan. (Humas Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 14 Juni 2020
"Saat ini Desa Kaligawe memang perlu mendapat perhatian terkait kebutuhan dasar diantara drainase yang beberapa bagian sudah rusak dan ini akan segera dicek lapangan untuk ditindaklajuti" Tandasnya. (12/6).
Kalau memang ada kekurangan infrastruktur nanti tinggal revitalisasi dan ditata, kalau memang harus dibangun berarti menunggu tahun Anggaran 2021.” Terang Bupati.
Selanjutnya berkaitan pertanyaan warga yang menginginkan pembangunan Balai desa melalui dana desa. Bupati menjelaskan secara aturan tidak diperbolehkan jika hanya untuk balai desa saja, namun jika untuk membangun gedung serbaguna hal tersebut masih bisa karena masuk dalam nomenklatur. " Nanti dalam prakteknya gedung serba guna tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan untuk banyak orang, gedung serba guna tersebut di dalamnya bisa diisi kantor sekretariat para perangkat desa, tempat untuk pkk, tempat untuk fitnes atau yang lainnya.
Kemudian setelah sebelumnya Pemkab membantu pembangunan gereja, Pemkab juga akan membantu pembangunan masjid yang saat ini perlu di rehab, Bupati berpesan agar warga Desa Kaligawe memiliki parsitipasif untuk menata dan menjaga dengan baik desanya. (Kominfo Ela).
Publisher : aris
Jumat, 12 Juni 2020
“ Hari ini kita melaksanakan acara halal bihalal. Di dalam halal bihalal, hal yang paling penting adalah saling maaf memaafkan, selain itu, proses saling mendoakan, kemudian kita mendapatkan maidhoh khasanah, tausiyah yang sangat penting untuk bekal kita selanjutnya”, ucap bupati mengawali sambutannya.
Lewat momentum halal bihalal tersebut bupati mengajak seluruh ASN membangkitkan kembali spirit halal bihalal dengan spirit rasa pengabdian di tengah pandemi covid19 yang secara nasional trendnya belum menunjukkan kurva yang landai bahkan cenderung naik. “ Untuk itu apa yang kita sebut dengan prakondisi , new normal, itu harus betul-betul kita jalankan”, tegasnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa acara halal bihalal tersebut sekaligus memberikan contoh kepada ribuan jamaah pengjian yang sudah mengajukan ijin ke pemerintah. “ Masyarakat kita berikan contoh, bahwa silahkan berkumpul dalam skala terbatas, tapi jangan lupa protocol kesehatan menjadi sebuah keniscayaan, karena Covid 19 belum ada obatnya, kemudian belum ada satu ahlipun yang melakukan prediksi secara predictable kapan covid ini akan hilang di kabupaten Pekalongan, di Indonesia bahkan dunia”, tuturnya.
Ditambahkan bupati, sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan masih ada 2 yang positif. 1 anak-anak, 1 sudah 25 hari dirawat. Sedang angka pasitif covid total ada 8. 5 sembuh, 1 meninggal ( KTP Depok). Pemerintah pusat sudah memetakan 136 kabupaten/kota dengan resiko rendah, dan Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten dengan resiko rendah. Untuk itu pihaknya terus melakukan ikhtiar diantaranya melakukan sosialisasi ke pasar-pasar, ke desa-desa mensosialisasikan bahwa new normal ini setidaknya diikuti dengan 4 langkah konkrit, yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, makan bergizi dan cukup tidur. ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 12 Juni 2020
Kamis, 11 Juni 2020
Kamis, 11 Juni 2020
Rabu, 10 Juni 2020
Rabu, 10 Juni 2020