KAJEN – Pemda Kabupaten Pekalongan menyambut baik dan menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) kabupaten Pekalongan periode 2021- 2025 yang dilantik pada Rabu (02/06/2021) di Hotel Marlin Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penjabat Sekda (Pj) Ir Bambang Irianto M.Si mewakili bupati Pekalongan dalam sambutannya mengatakan pelantikan kepengurusan PRSI kabupaten Pekalongan ini menandakan sebuah langkah awal yang sangat baik. Selain dilantik sendiri oleh ketua PRSI Jawa Tengah, PRSI Kabupaten Pekalongan juga disantuni oleh Candra Saputra, tokoh di kabupaten Pekalongan sekaligus berkiprah di dunia olah raga.
“PRSI ini tidak hanya untuk menghasilkan juara,tetapi yang lebih utama adalah mempersiapkan generasi muda yang sehat dan berakhlakul karimah. Ini luar biasa. Karena olah raga adalah bagian dari kompetisi yang membentuk watak individu,”ujar Pj Sekda.
Dan tentu saja karena ini di dunia air, menurut Pj Sekda maka tepat di kabupaten Pekalongan karena kabupaten Pekalongan merupakan wilayah penuh air. Sehingga peran PRSI ini sangat strategis dan diharapkan dengan kondisi wilayah seperti itu kepengurusan yang baru akan mampu mengangkat kabupaten Pekalongan dalam setiap kiprahnya di dunia air melalui wadah PRSI. “Sudah saatnya kabupaten Pekalongan bangkit di provinsi Jawa Tengah,’ ungkapnya.
Pj Sekda mengharapkan apa yang diprogramkan bisa dilaksanakan dengan baik. Ia berpesan bahwa kuncinya hanya satu, yaitu dengan mensolidkan kepengurusan, mengkoordinasikan seluruh stakeholder yang ada dan sering berkonsultasi dengan PRSI Jawa Tengah.
Selain itu diharapkan pula geliat dunia air khususnya renang semakin nyata dengan kepengurusan yang baru ini. Dikatakan pula beberapa lokasi kolam renang sudah luar biasa dan hal ini sudah menjadi gaya hidup menengah ke atas.
Untuk itu dari sentuhan PRSI diharapkan olah raga renang bisa berprestasi. “Jadi tidak hanya berenang untuk rekreasi , mudah-mudahan dengan diwadahi organisasi ini, akan ada pembinaan ke arah prestasi sesuai dengan apa yang diprogramkan oleh pengurusnya,” pintanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH menyampaikan pihaknya sangat berharap setelah pelantikan kepengurusan PRSI tersebut bisa mengimplementasikan apa yang menjadi program kerja dari pengurus yang baru.
Hindun berharap dengan kepengurusan yang baru bisa membawa olah raga renang di kabupaten Pekalongan menjadi bukan hanya olah raga prestasi tetapi sudah menjadi olah raga masyarakat. Masyarakat sudah sangat mencintai renang seperti dunia sepakbola. “ Tentu ini sangat kita dukung karena akan memberikan dampak positif bagi pembangunan kabupaten Pekalongan. Terutama pembangunan di bidang kesehatan. Olah raga semakin menjadikan masyarakat kita sehat lahir batin,”tandasnya.
Menurutnya, sesuai slogannya’ di air kita jaya’, ini sudah menunjukkan bahwa akan ada kejayaan bukan hanya di bumi, tapi nanti di air bahkan di udara.
Sementara itu Ketua PRSI Jawa Tengah, Hartadi Noertjojo,SE dalam kesempatan yang sama berpesan agar semuanya bersama-sama baik di Jawa Tengah maupun di kabupaten Pekalongan untuk membina olah raga bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi bagaimana mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak yang baik, dalam hal ini akan menjadi tunas anak bangsa yang menjanjikan untuk Indonesia ke depannya.
“ Kita sebagai seorang atlet akan mendidik anak-anak tentang bagaimana bersyukur , sabar dan telaten, menghormati orang tua serta atasan, dan hal lain yang kita sampaikan dalam proses edukasi kita, agar anak-anak menjadi anak yang membanggakan bagi orang tua,”paparnya.
Sementara Shinanta Previta Anggraeni selaku ketua PRSI Kabupaten Pekalongan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pekalongan menyatakan dirinya beserta seluruh pengurus akan bekerja untuk memulai mengimplementasikan program PRSI kabupaten Pekalongan dengan slogan ’Di air kita jaya’.
“ Semoga dengan kepengurusan yang baru ini PRSI kabupaten Pekalongan dapat menjadi lebih baik dalam meningkatkan dan meraih prestasi di dunia air. Mari bersama menuju kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan mengedepankan kearifan lokal,” tutur Shinanta
Shinanta menyebut usai pelantikan akan digelar lomba renang tingkat Kabupaten Pekalongan. Dijelaskannya ajang ini ke depan selain mensosialisasikan kepengurusan PRSI yang baru, juga sekaligus untuk meyalurkan bakat para atlet, mencari dan seleksi bibit atlet renang kabupaten Pekalongan. Kemudian PRSI juga akan melakukan verifikasi klub-klub renang yang belum berbadan hukum, untuk bisa memiliki badan hukum. Selanjutnya PRSI akan memberikan beasiswa bagi atlet-atlet renang berprestasi yang mampu meraih prestasi baik di kejuaraan tingkat nasional maupun provinsi.
“ Melalui beberapa program awal tersebut, kami harapkan kedepan PRSI kabupaten Pekalongan bisa kembali menoreh prestasi baik di tingkat provinsi ataupun nasional,” paparnya.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 2 Juni 2021
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., berkesempatan menghadiri acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Pondok Pesantren Pododadi yang merupakan cabang dari Ponpes Tebu Ireng XVIII, Senin (31/5/2021) yang diselenggarakan di Pododadi, Kecamatan Karanganyar. Dalam acara tersebut, Bupati Asip mengatakan pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi penuh akan pembangunan Pondok Pesantren Pododadi ini. Karena menurutnya, pembangunan pondok pesantren di Pododadi ini merupakan cita-cita yang sudah cukup lama.
KAJEN – Majelis Ulama Indonesia (MUI ) merupakan bagian penting dari sebuah sistem kontrol terutama untuk pemberdayaan umat beragama. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara halal bihalal dengan MUI Kabupaten Pekalongan di Pondok Pesantren Baitul Muqqodas Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Sabtu(29/05). Hadir dan memberikan mauidhoh khasanah pada halal bihalal MUI Kabupaten Pekalongan, KH Zuhdi Hariri selaku Ketua Dewan Penasehat Kabupaten Pekalongan. Acara halal bihalal diikuti oleh segenap pengurus MUI Kabupaten dan perwakilan pengurus kecamatan se-kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., berkesempatan menghadiri acara Pelatihan dan Pengukuhan GP Ansor Pimpinan Anak Cabang Talun Masa Bakti 2021-2023, pada Jumat (28/5/2021) malam, yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Kecamatan Talun. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., mengatakan bahwa generasi muda hari ini adalah pemimpin masa mendatang, untuk itu menurutnya, hal tersebut harus dipersiapkan mulai dari sekarang.
KAJEN - Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo menyelenggarakan seminar nasional ‘Sinergi dan Kolaborasi Program Untuk Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pesantren’ di hotel Pesona Pekalongan pada Kamis (27/05) pagi. Seminar diisi sambutan dari Menteri BUMN Erick Thohir. Sambutan utama sekaligus membuka seminar nasional inklusi keuangan melalui Ureka Mart, Menko Perekonomian RI selaku ketua harian dewan nasional keuangan inklusif DR.Ir. Airlangga Hartarto MMT.,MBA secara virtual. Adapun bertindak sebagai moderator, DR Erdiriyo Asdep KIKS Kemenko Perekonomian
KAJEN – Sesuai instruksi dari Gubernur Jawa Tengah, Pemkab Pekalongan melakukan fasilitasi rapid antigen kepada para santri jelang kembali ke pondok pesantren. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi dinas terkait meninjau para santri dan pemudik yang tengah menjalani rapid tes di Puskesmas Kajen I, Selasa (25/05) pagi, untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap santri yang ingin mendapatkan rapid antigen terlayani dengan baik.
KAJEN – Sebagai organisasi alumni mahasiswa Islam Indonesia, PMII Pekalongan menyelenggarakan acara Dialog Kebangsaan yang bertemakan ‘’Konsolidasi Alumni Menuju Pekalongan Emas’’. Acara tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Sabtu (22/5/2021). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj.Hindun , MH.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, pada hari ini, Kamis (20/5/2021), yang dilaksanakan di Auditorium BPK Jateng, Semarang.
‘’ Oleh karena itu, kami mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan masyarakat Kabupaten Pekalongan sangat menyambut baik dan mengapresiasi dan tentu mendukung apa yang akan menjadi amanah yang diberikan kepada kita,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Asip juga menuturkan bahwa pendirian pondok pesantren di pododadi ini, diharapkan dapat menjadi sumber keberkahan bagi sleuruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan khususnya warga sekitar Pododadi, Kecamatan Karanganyar.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk dapat membantu segera berdirinya Pondok Pesantren Pododadi ini. ‘’ Alhamdulilah sekarang banyak sekali pesantren-pesantren berkembang untuk mewujudkan Islam yang ditengah itu menjadi kekuatan keilmuwan juga menjadi kekuatan penopang bergeraknya perekonomian masyarakat,’’ tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH.Syaiful Bahri menjelaskan bahwa keberadaan pondok pesantren itu merupakan sebuah keniscayaan . Dan menurutnya, pesantren dengan Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisah-pisah karena pesantren adalah NU kecil, dan Nahdlatul Ulama adalah pesantren besar. ‘’Tumbuh berkembangnya Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisahkan dengan bagaimana tumbuh dan berkembangnya pondok pesantren,’’ ujarnya.
Selain itu, Ia juga berharap Pondok Pesantren Pododadi ini bisa segera hadir, supaya di Kabupaten Pekalongan ada wadah untuk membentuk anak-anak yang soleh dan soleha serta berakhlakul karimah supaya bisa mengemban tanggung jawab menjadi warga NU. ‘’Karena dengan akhlak yang baik, maka semua aspek dalam kehidupan Insyaallah akan berjalan baik juga,’’ tandasnya.
Dalam acara tersebut, Ketua Ikatan Alumni Pesantren Tebu Ireng (Ikapete) juga berkesempatan memberikan sambutan, dan beliau menyampaikan bahwa pesantren yang akan berdiri ini merupakan wadah yang sangat baik untuk kedepannya, utamanya dalam hal mengembankan misi Nahdlatul Ulama yaitu menumbuhkan ukuwah Islamiyah di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, Ia berharap baik pemerintah maupun masyarakat utamanya seluruh alumni Pondok PesantrenTebu Ireng yang ada di sekitar wilayah Pekalongan dapat mendukung niat baik tersebut.
‘’ Mudah-mudahan alumni-alumni di sekitar wilayah Pekalongan ini dapat menghidupi dan dapat melanjutkan cita-cita dari pada kiyai Hasim Ashari dimana beliau tidak mengutamakan kelompoknya melainkan beliau mengutamakan ukuwah Islamiyah.,’’ ucapnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 31 Mei 2021
Dalam sambutannya, Bupati Asip menerangkan bahwa kiai mengemban 2 (dua) tugas yaitu mas’ uliyah diniyah dan mas’ uliyah wathoniyah. Menurutnya, MUI maupun ulama tentu harus bersama sama mewujudkan penguatan pemahaman kebangsaan terhadap umat sekaligus terus menerus melakukan pembinaan pendidikan kepada umat agar tetap berjiwa patriotik, berjiwa Pancasila, mencintai NKRI sehingga seluruh umat masyarakat kabupaten Pekalongan terhindar dari paham-paham destruktif. “Inilah kehadiran penting MUI sehingga tentu pemerintah sangat berterimakasih atas kerjasamanya, dan fungsi inilah yang terus akan difasilitasi pemerintah supaya bisa berjalan optimal,” paparnya
Di samping mempunyai fungsi mas’uliyah diniyah dan wathoniyah, lanjut Bupati, para kiai juga punya 2 (dua) nilai besar setelah melalukan pengayaan terhadap penguasaan agama, tugas besar selanjutnya adalah melihat umat dengan pandangan kasih sayang supaya mereka selamat. “Sehingga para kiai punya jiwa melihat umat dengan pandangan kasih sayang. 2 (dua) fungsi ini juga menjadi penguatan, menjadi alasan bagi pemerintah agar terus menerus melakukan upaya-upaya sinergitas, upaya-upaya terhadap penguatan kelembagaan ulama. Ulama adalah tokoh informal yang eksistensinya nyambung langsung dengan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Pekalongan KH Rozikin Daman mengatakan acara halal bihalal MUI kabupaten Pekalongan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena di tahun sebelumnya diadakan di Pendopo Kabupaten Pekalongan. Namun untuk tahun ini diselenggarakan di Ponpes Baitul Muqqodas Kranji. Selain itu jumlah undangan juga dibatasi sesuai protokol kesehatan.
Selanjutnya KH Rozikin Daman berharap kerjasama antara ulama dan pemerintah akan terus berlanjut. Dan ke depan ada ide dan inovasi yang dapat menggugah seluruh keluarga besar MUI untuk bekerja lebih baik lagi di masa yang akan datang untuk kepentingan MUI dan kepentingan umat Islam di kabupaten Pekalongan.(Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 29 Mei 2021
Dan Ansor, lanjut Bupati Asip, menjadi wadah untuk pengembangan kepemimpinan di Nahdlatul Ulama, yang menjawab tantangan jaman untuk mempersiapkan pemimpin di masa mendatang dengan pelatihan dan pendidikan sejak dini melalui kegiatan organisasi di Ansor. Oleh karena itu, Ia berharap pengurus Ansor yang baru dilantik ini dapat terus -menerus melakukan upaya penguatan organisasi dalam rangka meningkatkan kapasitas pribadi untuk berlatih menjadi pemimpin-pemimpin di masa mendatang. ‘’Semua pemimpin melalui proses pematangan secara pribadi maupun secara kelembagaan. Jadi pemimpin itu memang harus dipersiapkan secara benar-benar ’’. ungkapnya.
Selain itu, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa warga Nahdlatul Ulama itu mempunyai dua tugas mulia yang diemban. Dimana menurutnya, tugas yang pertama adalah warga NU dan para kiyai dalam rangka memimpin persoalan-persoalan keagamaan yang diantaranya yaitu tafsir keagamaan yang sudah diyakini oleh warga NU sehingga ini menjadi kewajiban. Yang kedua adalah mengemban misi Nahdatul Ulama untuk membuktikan dharma baktinya kepada kejayaan bangsa dan negara. ‘’ Jadi tidak mudah menjadi NU itu, karena disamping harus kuat dalam aspek keagamaannya, juga harus paham betul tentang nilai-nilai nasionalisme,’’ paparnya.
Oleh karena itu, Bupati Asip berpesan kepada warga Nahdlatuh Ulama untuk memahami ajaran-ajaran agama Islam yang menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan, selain itu juga bisa ikut andil dalam mempertahankan kesatuan NKRI. Karena menurutnya, keduanya merupakan tugas yang harus dilaksanakan warga NU, sehingga keduanya bisa berjalan beriringan secara paralel. ‘’ Ajaran agama yang dijadikan spirit untuk mempertahankan negara itu tidak banyak. Di beberapa negara ada yang lebih mengutamakan ajaran agamanya dan tidak berupaya menjaga keutuhan negaranya sehingga repot semua,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi juga menyerahkan beberapa hibah dana bantuan Pemkab Pekalongan yang diantaranya yaitu dana hibah bantuan sebesar Rp 100 juta untuk bantuan pembangunan gedung KSU MWC NU Desa Talun, dana hibah bantuan sebesar Rp 37 juta untuk Masjid Al-Aqso Desa Mesoji Kecamatan Talun, dan menyerahkan dana hibah bantuan Rp 4o juta untuk Masjid Jami’ Baiturohman Desa Kalirejo, Kecamatan Talun.
‘’Semoga dana hibah bantuan dari Pemkab Pekalongan ini bisa bermanfaat bagi pembangunan masjid dan pembangunan gedung MWC NU Talun sehingga aktivitas keagaan bisa berjalan dengan baik dan menjadi spirit untuk kita semua,’’. pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 29 Mei 2021
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH M.Si dalam sambutannya mengatakan seminar nasional yang diselenggarakan Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo adalah dalam rangka memberdayakan ekonomi umat sebagai salah satu tugas bersama. “ Karena kalau umat kuat, Insyaalloh negara akan semakin kuat. Kalau umat perekonomiannya semakin baik maka indicator bahwa negara kita juga akan baik,” tutur Bupati Asip mengawali sambutannya.
Bupati menjabarkan komunitas pesantren, para kiai mengemban 2 (dua) misi khusus, yaitu mas’uliyah diniyah dan mas’uliyah wathaniyah. " Dalam konteks pengembangan misi mas’uliyah diniyah, saya kira tidak perlu kita ragukan lagi. Dedikasi, pengabdian pesantren untuk memberdayakan umat dalam rangka mengembangkan konsep beragamanya, saya kira sudah selesai. Tetapi bagaimana untuk menjawab tantangan zaman terutama kedudukan ponpes,para kiai dalam konteks mas’uliyah wathaniyah. Kompleksitas persoalan yang dihadapi bangsa menjadi tanggungjawab kita semua dari komunitas pesantren,”terang Bupati
Oleh karena itu, lanjut Bupati, Jam’iyyah al thariqoh Mu’tabarah an Nahdliyyah (Jatman) melalui prakarsa maulana Habib Lutfi hadir mendirikan koperasi umat Rejaning karyo. Dikandung maksud agar fungsi pemberdayaan umat bisa berjalan lebih efektif, sistematik, lebih menukik dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini dirasakan bersama.
“ Momen ini sangat tepat karena untuk mendorong kebangkitan ekonomi umat di tengah-tengah pandemi covid 19. Kita sudah mempunyai hari kebangkitan nasional, maka seluruh keluarga besar Jatman berharap agar ada hari kebangkitan ekonomi umat,” tandasnya.
Berkaitan pada kesempatan itu diluncurkan juga Rejaning Karyo Mart Digital, Bupati menilai hal tersebut merupakan sebuah terobosan baru agar tata kelola keuangan pesantren tertata sedemikian rupa, disesuaikan dengan program pemerintah sehingga dunia pesantren dalam konteks memperkuat misi pengayaan kebangsaan termasuk di dalamnya adalah pemberdayaan ekonomi biss terus menerus berjalan dan eksis sesuai tantangan zaman.
Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutan yang disampaikan secara virtual mengemukakan ekosistem pesantren bisa jadi pilar penting ekonomi syariah dan juga menyeimbangkan ekonomi nasioal . “ BUMN berkomitmen untuk bahu membahu menjadi energi yang menggerakkan literasi dan inklusi keuangan dan digital secara umum,” ucap Erick Thohir.
Erik juga mengatakan pihaknya menyambut baik acara seminar nasional yang melibatkan BUMN. Menurutnya ini kesempatan BUMN berpartisipasi dalam program percontohan dengan mentransformasi warung kelontong menjadi toko retail berbasis digital. Selanjutnya dukungan akan diberikan oleh Bank Mandiri, Pertamina, Pegadaian, Jamkrindo dan Telkom lewat pelatihan, fasilitas teknologi, akses pembiayaan dan kemitraan usaha.
Erick berharap hal tersebut akan berkelanjutan agar memberi manfaat bagi umat mulai dari mencipta lapangan pekerjaan, memperluas usaha, juga SDM yang naik kelas karena melek digital, keuangan dan pengelolaan managemen yang baik dan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang hadir secara virtual menngatakan dengan percepatan inklusi keuangan maka kesejahteraan masyarakat diharapkan akan meningkat. Di sisi lain teknologi digital dapat mempercepat inklusi keuangan didukung konektifitas Bank. “ Kita mendorong para pelaku mikro ke depan bertransformasi dari sector informal ke formal,” ungkap Teten.
Berkaitan dengan digitalisasi, dikatakan Teten pihaknya nanti berkolaborasi dengan beberapa Kementrian terutama Kementerian BUMN. “ Mari kita tingkatkan inklusi keuangan terutama UMKM secara mikro yang ini literasi keuangan dengan bersinergi memberikan kabaikan regulasi pendampingan usaha serta literasi yang terarah untuk pemberdayaan UMKM,” ajaknya.
Sementara itu Menko Perekonomian RI selaku ketua harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) DR. Ir. Airlangga Hartarto MMT.,MBA menjelaskan Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim berbesar di dunia memiliki posisi strategis. Dukungan yang dilakukan untuk pengembangan ekonomi syariah antara lain dengan pembangunan ekonomi dan industri berbasis halal, dan di masa pandemic ini sector halal terlihat menunjukkan kinerja lebih baik.
“Inklusi keuangan syariah akan terus didorong untuk meningkatkan literasi keuangan dan Indonesia sebagai negara muslim menunjukkan bahwa inklusi keuangan syariah masih punya ruang dan peluang untuk tumbuh lebih besar lagi. Pelaku usaha mikro kecil dan masyarakat lintas kelompok yang antara lain para santri, pelajar, mahasiswa dan para pemuda, ini merupakan sasaran strategis untuk didorong masuk dalam keuangan inklusi. Kelompok ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” jelasnya.
Airlangga juga menilai potensi ponpes sangat besar, yang mana ponpes fungsinya tidak terbatas hanya pendidikan dan dakwah, namun juga pemberdayaan sentra ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pada kesempatan itu dilakukan juga acara simbolis MoU dan peresmian percontohan Ureka Mart. Penyerahan simbolis awal 5 titik Ureka Mart oleh Dirut Bank Mandiri, penyerahan simbolis Ureka Mart oleh Dirut Pertamina. Penyerahan hardware 10 unit perangkat computer toko dan 1 unit computer dC Ureka Mart oleh Dirut Pegadaian. Selanjutnya penyerahan simbolis kartu santri oleh Dirut Telkom. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 27 Mei 2021
“ Kami dari Pemkab sudah menfasilitasi di seluruh Puskesmas untuk seluruh santri yang ada di kabupaten Pekalongan yang akan kembali ke pondok. Para pemudik juga bisa kita layani dengan baik. Semua dilayani dengan hati oleh seluruh jajaran Puskesmas Kajen I,”terangnya.
Selain itu dikatakan pula bahwa Pemerintah juga terus memantau perkembangan dari anak-anak santri kabupaten Pekalongan yang ada di luar, dengan bekerjasama dengan pondok pesantren. “Kami juga tadi dihubungi pengasuh ponpes, agar menfasilitasi santri-santri yang ada di kabupaten Pekalongan untuk kembali ke pesantrennya masing-masing. Ada dari Pondok pesantren Lirboyo, Gontor, Tegalrejo, Kaliwungu dan ponpes lainnya,” imbuhnya.
Disampaikan pula, pemerintah mengratiskan seluruhbiaya rapid antigen untuk para santri termasuk para pemudik yang sudah mulai mengurus rapid antigen untuk kembali bekerja ke kota tujuan masing-masing.
Bupati berharap dengan rapid antigen tersebut masyarakat merasa tenang dan mengetahui hasilnya negatif atau positif. Dan jikapun hasilnya negatif, Bupati berpesan protocol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan.
“ Prokes menjadi kunci untuk menjaga angka penyebaran covid di kabupaten Pekalongan ini, yang Alhamdulilah dari hari ke hari melandai (turun), sekarang tinggal 56 kasus. Ini berkat kerjasama seluruh pihak dan dukungan masyarakat sehingga kondisi kaupaten Pekalongan cukup menggembirakan. Namun kondisi ini kita harus berhati-hati lagi, termasuk kebijakan kita terhadap tempat wisata,”tandasnya.
Pemkab telah menetapkan aturan tempat wisata di Kabupaten Pekalongan. “Bagi tempat wisata yang ada di zona hijau seperti Petungkriyono, wisata dibuka,tentu dengan tetap memperhatikan prokes. Sedangkan tempat wisata yang berada di zona orange, seperti Linggo, Wonokerto, kita tutup, supaya menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,”jelas Bupati. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 25 Mei 2021
Dikatakan Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., dalam sambutannya bahwa Ia sangat mengapresiasi terselenggaranya acara dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh PMII Pekalongan ini, karena dengan dialog semacam ini, menurutnya, penguatan ideologi ahli sunnah wal jamaah akan terus meningkat. ‘’ Saya kira acara ini penting untuk kita menelaah kembali tentang kekuatan organisasi yang dikaitkan dengan kondisi kekinian,’’ ucapnya.
Selanjutnya, Bupati Asip menambahkan bahwa PMII harus lebih intens bergerak di bidang dialektika, diskusi tentang kebangsaan dan tentang nilai-nilai ahli sunnah wal jamaah kekinian supaya menjawab tantangan zaman. ‘’Nilai-nilai dasar pergerakan PMII yang saya kira bapak/ibu semuanya sudah memahami betul bahwa hal yang perlu kita lakukan pada saat ini adalah melakukan penguatan kembali ideologi ahli sunnah wal jamaah. Dan saya kira yang sekarang ini harus disesuaikan dengan kondisi terkini,’’ jelasnya.
Selain itu, Bupati Asip juga menuturkan bahwa sejarah lahirnya PMII itu terjadi pada tahun 1960 an, dimana menurutnya pada saat itu bangsa Indonesia secara ekonomi masih sangat rendah, karena baru merdeka 20 tahun.
Dan sekarang ini, lanjut Bupati Asip, kita sudah ada di abad ke-21, tentu PMII sebagai sebuah gerakan yang lahir pada saat keterpurukan itu dan haruslah punya komitmen untuk menguatkan nilai-nilai Islam ahli sunnah wal jamaah sekaligus menguatkan kebangsaan yang pada saat ini dengan melakukan suatu hal yang baru supaya dapat menjawab tantangan zaman. ‘’Melakukan inovasi secara terus menerus supaya ideologi ahli sunnah wal jamaah terus dilaksanakan guna menjawab tantangan zaman,’’ tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj.Hindun mengatakan dalam sambutannya bahwa Ia berharap dengan dilaksanakannya dialog kebangsaan ini dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten pekalongan karena ada tantangan yang harus kita hadapi saat itu yaitu berkaitan dengan masalah Covid-19 yang hampir dua tahun belum selesai.
‘’Jadi hari ini mudah-mudahan dialog ini bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan Kabupaten pekalongan karena ada tantangan yang harus kita hadapi saat itu yaitu berkaitan dengan masalah Covid-19 yang hampir dua tahun belum selesai. Karena dari Covid-19 ini menimbulkan banyak dampak baik di bidang ekonomi, social, pendidikan dan lainnya,’’ jelasnya.
Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa perjuangan dalam penguatan ahli sunnah wal jamaah juga ada tantangan yang harus dihadapi bersama-sama, yaitu berkaitan dengan tantangan radikalisme, terorisme yang luarbiasa yang ada di Indonesia.
‘’Oleh karena itu, dalam konsolidasi hari ini kami selaku ketua DPRD Kabupaten Pekalongan mengucapkan terima kasih dan mohon bersama-sama agar PMII yang ada di Kabupaten Pekalongan semakin terus maju dan berjuang bersama-sama pemerintah untuk memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat sehingga bisa menumbuhkan masyarakat yang lebih maju,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 23 Mei 2021
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Jawa Tengah, Ayub Amali kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan, yang pada kesempatan ini diterima oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur telah mendapatkan kembali opini WTP untuk yang keenam kalinya dengan penilaian yang mencapai 87 pesen lebih.
‘’Kabupaten Pekalongan ini nilainya sudah 87 persen lebih. Ini artinya sudah mencapai di atas rata-rata Jawa Tengah,’’ ungkapnya.
Namun, Bupati Asip berharap, pihaknya harus tetap bekerja keras lagi untuk dapat memperbaiki kekurangan dari hasil pemeriksaan BPK atas LKPD Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2020 yang tersisa 13 persen. Dan Ia berharap opini WTP ini dapat dipertahankan oleh Pemkab Pekalongan untuk tahun-tahun berikutnya dengan penilaian yang terus meningkat.
‘’Nanti sisanya yang 13 persen itu akan kita tindaklanjuti yang Insyaallah pada tahun 2022 kita bisa 100 persen,’’ ucapnya.
Selanjutnya, dikatakan Bupati Asip bahwa khusus untuk WTP ini, Ia akui merupakan hasil kerja keras seluruh OPD, yang tentunya juga dukungan yang sangat memadai dari lembaga DPRD, sehingga prestasi ini kembali diperoleh Kabupaten Pekalongan untuk keenam kalinya.
‘’Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh OPD, kemudian lembaga DPRD, dan tentu BPK RI Perwakilan Jawa Tengah yang telah terus-menerus melakukan asistensi bimbingan, sehingga tata kelola pengelolaan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan sudah dinilai cukup baik,’’ jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH., mengatakan bahwa Ia sangat senang atas pencapaian yang diraih Pemkab Pekalongan untuk opini WTP, dan Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan mendorong terus supaya pemerintah daerah senantiasa berupaya secara terus menerus bersama DPRD untuk mendapatkan opini WTP.
‘’Oleh karena itu kita harus bersama-sama agar opini tetap dipertahankan dan dalam hal pengelolaan dapat semakin akuntabel, transparan dan semakin professional demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ jelasnya.
Selain itu, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Ayub Amali mengatakan dalam sambutannya, saat memberikan penghargaan opini WTP kepada empat pemerintah daerah yaitu Pemkab Pekalongan, Pemkab Jepara, Pemkab Cilacap dan Pemkab Demak, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi penuh atas apa yang telah pemerintah daerah capai. Dan Ia berharap untuk kekurangan pada LKPD masing-masing daerah dapat segera ditindaklanjuti.
‘’Kami ucapkan selamat atas pencapaian opini WTP yang diperoleh untuk kesekian kalinya, karena pencapaian itu merupakan hasil kerja keras dari pemerintah daerah dan dukungan dari DPRD, dan kami dari BPK yang melakukan pemeriksaan saja,’’ ucap Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 20 Mei 2021
Dalam sidak tersebut, Bupati Asip didampingi oleh Pj. Sekda Kabupaten Pekalongan Ir.Bambang Irianto dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto dan Kadis Kominfo Anis Rosidi, SSos MSi.
Sidak dilaksanakan di beberapa kantor OPD diantaranya kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Kantor BKD dan kantor Inspektorat.
Adapun dari hasil sidak tersebut, dikatakan oleh Bupati Asip bahwa 100 persen ASN di kantor yang Ia sidak tidak ada yang bolos. Artinya, lanjut Bupati Asip, ini menunjukkan kedisiplinan, kemudian tanggungjawab dan dedikasi para ASN di Kabupaten Pekalongan sangat tinggi. Dan Ia berharap kedisiplinan semacam ini dapat terus ditingkatkan. ‘’ Saya mengucapkan terimakasih, apresiasi setinggi-tingginya dan mudah-mudahan bisa dipertahankan terus situasi seperti ini, walaupun kita tahu di Kabupaten Pekalongan ini ada suasana sosial, situasi yang sangat mempengaruhi saat-saat lebaran yang biasanya ini belum normal seperti biasanya pasca lebaran. Namun ini khusus ASN sudah normal kembali, dan hampir semua yang kita sidak ini tingkat kehadiannya 100 persen,’’ jelasnya.
Bupati Asip menambahkan, apabila kedisiplinan dan tanggungjawab para ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa terus seperti ini, maka akan sangat berdampak terhadap pembangunan di Kabupaten Pekalongan yang akan semakin baik lagi.‘’Saya yakin jika terus meningkat kedisiplinan semacam ini, maka tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan akan meningkat juga,’ tuturnya.
Selanjutnya, saat disinggung mengenai sanksi apakah yang akan diberikan jika ada ASN yang bolos kerja, Bupati Asip menjawab bahwa pihaknya tentunya akan memberikan sanksi jika ada laporan ASN yang bolos kerja.
‘’ Namun, yang jelas seperti kemarin yang sudah saya sampaikan bahwa ASN yang tidak disiplin itu sudah bukan jamannya ya, karena sekarang yang dituntut adalah profesionalitas ASN, kemudian kedispilinan dan tanggungjawab karena ini merupakan bagian dari pembinaan ASN,’’ paparnya.
Adapun untuk jam kerja, lanjut Bupati Asip, ini sudah normal kembali seperti biasa dan para ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah siap melayani masyarakat kembali dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik.
Bupati Asip menegaskan bahwa untuk sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pekalongan masih dibuka dengan sistem buka tutup dan prokes yang dikendalikan dengan sangat ketat. Artinya, jika 30-50 persen penuh maka tempat wisata akan ditutup supaya bisa bergantian. ‘’ Mekanisme ini saya meyakini akan mengurangi tingkat kerumunan di basis-basis tempat wisata kita,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Publisher : aris
Senin, 17 Mei 2021