Admin
Kamis, 29 Juli 2021


KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengulang kesuksesan tahun lalu, kembali meraih gelar TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional atau lebih dikenal dengan SINOVIK Tahun 2021. Ajang bergengsi tahunan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Tahun ini penghargaan diraih oleh inovasi Aplikasi Kudu Sekolah yang diinisiasi oleh Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan.
Pengumuman TOP Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Tahun 2021 dilakukan secara virtual melalui kanal youtube KemenPANRB pada hari Kamis, 29 Juli 2021 oleh Prof. Diah Natalisa, MBA (Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB sekaligus Ketua Sekretariat KIPP 2021) beserta Tim Panel Independen. Pengumuman ini dituangkan dalam Pengumuman Nomor: B/181/PP.00.05/2021 tentang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2021.
Sebelum dinyatakan sebagai TOP 45, Aplikasi Kudu Sekolah telah bersaing dengan 3.178 proposal inovasi pelayanan publik peserta Sinovik tahun 2021 dan masuk sebagai finalis inovasi atauTOP 99. Selanjutnya Aplikasi Kudu Sekolah Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengikuti sesi penjurian Presentasi dan Wawancara untuk memperebutkan TOP 45. Presentasi dan Wawancara dilakukan secara virtual di Ruang Rapat Bupati Pekalongan pada hari Rabu, 7 Juli 2021. Presentasi disampaikan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dengan didampingi Kepala Bappeda Litbang, M. Yulian Akbar dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh.
Tim Panel Independen atau Juri pada sesi presentasi dan wawancara ini, antara lain Prof. JB Kristiadi (Guru Besar UNPAD), Prof. Eko Prasojo (Guru Besar FISIP UI), dan Prof. Siti Zuhro (Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik-LIPI).
Aplikasi KUDU Sekolah merupakan aplikasi berbasis web dan android untuk menjawab kebutuhan, updating, transparansi data dan monitoring-evaluasi Anak Tidak Sekolah (ATS). Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh data dari berbagai sumber serta disinkronkan dengan data kependudukan pada SIAK. Aplikasi ini merupakan paket komplit untuk memudahkan penanganan ATS dari pendataan, rekonfirmasi maupun monev.
Setelah dua tahun diterapkan, Aplikasi KUDU Sekolah bermanfaat signifikan bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Ini dapat dilihat dengan tersedianya data ATS melalui aplikasi berbasis web dan android sebanyak 4.346 anak, terkonfirmasinya ATS sebanyak 729 yang kembali bersekolah; Terpantaunya ATS kembali bersekolah sebesar 96,98%; Terbitnya 3 (tiga) regulasi penting untuk mendukung pelaksanaan Aplikasi KUDU Sekolah; bertambahnya dukungan anggaran; terbentuknya kelembagaan yang terstruktur meliputi tingkat kabupaten, 19 tingkat kecamatan dan 285 desa/kelurahan; dan bertambahnya jumlah sekolah inklusi.
Kesuksesan Aplikasi Kudu Sekolah lolos sebagai TOP 45 ini tidak lepas dari dukungan dan kerjasama pihak-pihak terkait, yaitu Dindikbud, Dinsos, Dinas PM P3A Dan PPKB, Dinkominfo, Dindukcapil, Bagian Organisasi Dan Kepegawaian Setda, Kecamatan, Pemerintah Desa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan dan juga didukung oleh mitra pembangunan,Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan(KOMPAK).(nee, 30072021)