KAJEN - Untuk memastikan perayaan Natal dan tahun baru berjalan aman, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Pekalongan melakukan pantauan ke Gereja Dan Pos Pengamanan Pos Pelayanan Natal Dan Tahun Baru (Nataru). Selain memantau pos pengamanan, Forkompimda juga menyerahkan logistik untuk petugas yang berjaga di pos selama Nataru.
Disela-sela pantauan, Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar mengatakan, Selain mengunjungi Pos Pengamanan, rombongan juga mengnjungi salah satu gereja Di Kecamatan Karanganyar, yakni Gereja Yohanes. “kami pantau salah satu gereja untuk memastikan perayaan natal berjalan aman dan lancar, alhamdulillah semuanya masih terkendali,” terangnya.
Menghadapi perayaan tahun baru 2022 dan untuk mencegah merebaknya penyebaran Covid 19 terutama varian baru yakni Omicron, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menutup Alun-Alun Kajen selama satu hari yakni pada jam 07.00 wib pada tanggal 31 Desember 2021 dan akan dibuka pada pukul 07.00 wib pada tanggal 1 Januari 2022. “hal itu, untuk menghindari kerumunan massa pada waktu perayaan pergantian tahun,” jelasnya.
“kita himbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi intruksi Bupati dan Mendagri terkait perayaan Nataru, dan untuk itu kita akan tutup Alun-Alun Kajen untuk menghindari kerumunan,” kata Sekda saat melakukan pantauan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Nataru bersama Forkompimda, Jumat (24/12/2021).
Disinggung terkait vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan optimistis target vaksinasi di Kabupaten Pekalongan seperti yang dicanangkan oleh pemerintah pusat akan tercapai menjelang pergantian tahun. “untuk saat ini vaksinasi di Kabupaten pekalongan masih diangga 68,3 persen atau kurang 1,7 persen seperti yang ditargetkan oleh pemerintah pusat yakni 70 persen. Sedangkan untuk vaksinasi lansia berada kurang 2,5 persen,” jelasnya.
Yulian kabar optimis, menjelang pergantian tahun target vaksinasi akan selesai sehingga kabupaten pekalongan berada di level 1 dan mulai mempersiapkan untuk vaksinasi anak-anak usia 6 hingga 11 tahun. “dengan bantuan dari berbagai pihak kita yakin target vaksinasi di Kota santri akan terpenuhi sebelum pergantian tahun,” harapnya. (Dian-Kominfo)
Minggu, 26 Desember 2021
Berdasarkan Surat Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 18439.1/B-KS.04.03/SD/K/2021 Tanggal 21 Desember 2021 perihal Penyampaian Hasil Integrasi Nilai SKD - SKB CPNS Tahun 2021, Berikut kami sampaikan pengumuman Hasil Integrasi Nilai SKD - SKB Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 yang dapat diunduh melalui link berikut :
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka ke-15 tahun 2021 Kwarcab Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati , Rabu (22/12) pagi. Pada kesempatan Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka ke-15 ini Bupati meminta Kader Pramuka aktif membantu program –program pemerintah.
KAJEN – Menjelang peringatan Natal dan tahun baru yang tinggal menghitung hari lagi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mulai meningkatkan kewaspadaan akan kemungkinan klaster Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Apalagi, mengingat issue terkini virus covid-19 varian terbaru yaitu Omicron telah masuk ke Indonesia sejak pekan lalu. Dimana hal tersebut telah dikonfirmasi secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (16/12) melalui siaran pers kepresidenan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengayomi , melindungi dan memberikan hak yang sama kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan khususnya untuk para penyandang disabilitas. Pemerintah juga akan selalu mendukung program –program dari disabilitas. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat hadir dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan, pada Minggu (19/12) siang.
Jumat, 24 Desember 2021
Di hadapan masyarakat Desa Paninggaran, Bupati Fadia mengatakan bahwa pada tahun 2022 mendatang, pihaknya akan terus berupaya merealisasikan program kerjanya. Yang pertama adalah memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan, yang tidak mempunyai kartu BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Menurut Fadia, masyarakat hanya perlu menunjukan KTP saja sebagai syarat utama mendapatkan pelayanan gratis tersebut.‘’Nanti di tahun 2022 yang tinggal beberapa hari lagi, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan tanpa terkecuali dan tanpa kartu apapun. Yang tidak memiliki BPJS, KIS bisa berobat gratis di Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat memberikan sambutan pada Kunjungan Kerjanya ke Desa Paninggaran yang dilaksanakan di Balidesa Paninggaran.
Fadia menjelaskan ‘’Pelayanan kesehatan gratis bisa masyarakat dapatkan di 3 rumah sakit milik pemkab Pekalongan yaitu RSUD Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi untuk kelas tiga, dan juga di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan,’’
Selanjutnya, masih dalam lingkup pelayanan kesehatan gratis, diungkapkan Fadia, penunggu pasien sakit di tiga rumah sakit pemkab tersebut juga akan mendapatkan bantuan berupa uang sejumlah 5o ribu perhari. ‘’Penunggu pasien sakit di rumah sakit yang tidak mampu akan kami berikan bantuan per hari sejumlah 50 ribu,’’
‘’Walaupun untuk harinya memang masih dibatasi dan jumlah KK nya masih dibatasi karena penduduk Kabupaten Pekalongan ini hampir 1 juta orang. Jadi saya ngomong apa adanya saja sesuai kemampuan anggaran yang pemkab miliki,’’ terang Fadia.
Adapun untuk program selanjutnya, adalah terkiat pendidikan gratis selama 12 tahun untuk anak-anak yang ada di Kabupaten Pekalongan mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai dengan menengah atas yang akan digratiskan di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’Jadi, dengana danya program pendidikan gratis di Kabupaten Pekalongan ini, saya harapkan tidak ada lagi alasan bagi anak-anak usia sekolah di Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah. Bahkan untuk anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, untuk seragamnya juga akan kami subsidi,’’ tuturnya.
Dan untuk program prioritas terakhir di Kabupaten Pekalongan adalah pembangunan infrastruktur jalan, yang dirasa Fadia menjadi alasan kuat untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan lebih sejahtera. Karena melalui jalan yang baik, maka mobilitas ekonomi masyarakat juga akan menjadi lebih meningkat lagi.
‘’Kami pemkab akan bekerja keras semaksimal mungkin supaya bagaimanapun caranya supaya Kabupaten Pekalongan di bawah kepemimpinan saya dan Pak Riswadi bisa sejahtera dan sehat semua,’’ tandasnya.
Selain itu, tidak lupa dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Paninggaran, Kepala dan perangkat Desa Paninggaran, juga Forkopimcam Paninggaran yang telah menyambut baik kedatangannya bersama rombongan dari Pemkab Pekalongan dalam kunjungan kerjanya tersebut.
‘’Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak dan masyarakat Desa Paninggaran yang menyambut baik kunjungan kami ini. Karena kami benar-benar ingin melihat langsung kondisi masyarakat di Desa Paninggaran secara langsung,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Jumat, 24 Desember 2021
Ponpes ini resmi melaunchning Majalah Perdana IMBS News. Acara launching IMBS News ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dengan didampingi Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KAbupaten Pekalongan ,Subagyo. Hadir pula pimpinan Pondok pesantren Muhammadiyah Miftahul Ulum Pekaljangan, Ustadz Sumarno M.Pd.I , seluruh pengurus ponpes,para pengajar ponpes serta perwakilan forkopimcam dan lurah.
Dalam sambutannya Bupati Fadia memberikan apresiasi kepada Ponpes ini yang menurutnya telah berani menunjukkan kemampuan berkarya melalui media majalah IMBS News. “Saya kagum pesantren ini bisa membuat majalah yang bisa dibagikan ke pesantren lain. Ini point luar biasa dari Ponpes Muhammadiyah Miftahul Ulum dan patut dicontoh oleh Ponpes lainnya. Karena sudah berani berkarya, menunjukkan kebolehan/ kehebatannya. Dan tidak semua berani seperti ini, karena untuk membuat suatu inovasi atau gebrakan seperti ini tidak hanya ngomong saja, tapi dengan keberanian dan niat yang tinggi dan tentunya didukung dana pula, “ paparnya.
Dikatakan pula, dengan semangat yang luar biasa dari seluruh jajaran pondok pesantren, Majalah IMBS News nantinya akan semakin berkembang. “ Saya yakin dengan semangat yang luar biasa, saya melihat anak-anak, guru-guru, para kiainya semangat , Insyaalloh majalah ini yang tadinya terbit setahun 2 kali, nanti bisa sebulan sekali,” ujarnya.
Fadia juga menyarankan keberadaan majalah IMBS News bisa menjadi media yang ditunggu oleh para pembacanya. “Sasaran kita adalah anak-anak yang mondok di pesantren yang setiap hari rutinitasnya sudah jelas. Artinya kita membuat media yang membuat anak-anak senang membaca dan akhirnya mereka menuggu media itu ada. Agar menarik, materinya tidak hanya berita tapi bisa diselingi dengan hobi/ kegiatan yang mungkin bisa ditiru oleh pesantren lainnya,” terang Fadia
Selanjutnya Fadia juga berharap IMBS News akan menjadi majalah yang besar dan hebat khususnya untuk keluarga besar Muhammadiyah.
Dalam kesempatan launching Majalah Perdana IMBS News tersebut Bupati Fadia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap varian baru covid 19. Dan ikhtiar maksimal yang penting adalah vaksinasi.
‘Saya minta anak-anak disini divaksin semua, dan kalau dari pesantren/keluarga besar Muhammadiyah membutuhkan vaksin bisa menghubungi kami, kami siap memberikan fasilitas terbaik untuk keluarga besar Muhammadiyah, “ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 23 Desember 2021
KAJEN – Bersamaan dengan peringatan Hari Ibu Tahun 2021, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., juga turut serta dalam melakukan Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan yang diselengarakan oleh SMKN 1 Karangdadap, pada Rabu (22/12/2021) siang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya deklarasi itu. Karena menurut Fadia, sekolah memang harus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa-siswinya supaya mereka bisa lebih tenang serta bersemangat untuk bersekolah.
Karena tidak dipungkiri, lanjut Fadia, dengan sekolah melakukan deklarasi anti perundungan dan kekerasan, itu merupakan bentuk branding sekolah dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak yang akan masuk ke sekolah. Sehingga orangtua yang akan menitipkan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan tidak merasa khawatir.
‘’Karena anak-anak dititipkan orangtuanya disekolah kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Dan waktu yang anak-anak habiskan di sekolah juga kan lebih banyak daripada waktu ketemu orangtuanya di rumah. Jadi, saya rasa deklarasi ini akan menambah ketenangan para orangtua untuk menitikan anaknya sekolah di SMKN 1 Karangdadap akan jauh meningkat,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri acara Roots Day Unjuk Kreasi & Deklarasi SMKN 1 Karangdadap Menjadi Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan.
Untuk itu, Fadia berharap para guru bisa lebih sabar dan giat lagi dalam mendidik anak-anak didiknya di sekolah. Karena menurut Fadia, mendidik anak diusia remaja itu memang agak sedikit sulit, karena mereka bisa dibilang sedang memasuki peralihan usia dari anak-anak menuju dewasa. Jadi sikpanya terkadang diluar kendali dan menguji kesabaran para guru dan orangtua.
‘’Jadi guru juga harus mendidik anak-anak dengan baik supaya anak-anak kita bisa menjadi generasi yang sukses dan memiliki daya saing di masa depan,’’ ungkap Fadia.
Sementara itu Kepala SMKN 1 Karangdadap Tuti Evawati, S.Pd mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang turut hadir guna mendukung SMKN 1 Karangdadap mendeklarasikan diri menjadi ‘Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan’.
Menurutnya, SMKN 1 Karangdadap benar-benar berkomitmen akan mewujudkan diri menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Pekalongan yang anti terhadap segala bentuk tindakan kekerasan terhadap anak-anak. Guna mendukung tumbuh kembang anak di usia remaja menjadi anak yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
‘’Dengan bimbingan dari Ibu Bupati Fadia Arafiq SMKN 1 Karangdadap siap menjadi sekolah anti terhadap segala bentuk tindak kekerasan dan perundungan terhadap anak,’’ kata Kepala SMKN 1 Karangdadap. (Dian-Kominfo)
Kamis, 23 Desember 2021
“Pramuka menurut saya selalu mengedepankan nilai kemanusiaan. Saya berharap pramuka bisa membantu program pemerintah. Apalagi memasuki musim hujan saat ini, cuaca cenderung kurang baik juga bencana kecil. Mudah-mudahan Pramuka yang paling terdepan membantu Pemerintah kabupaten,” ujar Fadia.
Terkait program vaksinasi khususnya vaksinasi anak, Fadia meminta jajaran Pramuka berperan dalam penyelenggaraan vaksinasi massal. “Saya mengajak kakak-kakak Pramuka , Pramuka bisa menyelenggarakan acara vaksin masal. Apalagi vaksin untuk anak 12 tahun ke bawah sudah ada. Coba kakak-kakak Pramuka, agarbisa menyentuh ke anak SD, agar vaksin bisa mencapai 70 persen untuk kabupaten Pekalongan dengan cepat, dan juga agar anak-anak lebih sehat.,”pintanya.
Selain vaksinasi, Bupati juga meminta Pramuka membantu Pemkab dalam menjaga kondusifitas wilayah jelang peringatan Natal 2021 dan tahun baru 2022.
Selanjutnya Bupati menyampaikan apresiasi kepada ketua Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan periode 2016- 2021 yang telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Dan kepada yang akan menjadi ketua pada periode selanjutnya, Fadia berpesan agar bisa berkomunikasi yang baik dengan pemerintah daerah. “Selamat mengadakan musyawarah cabang,Insyaalloh menghasilkan ketua yang baik dan juga bisa mengevaluasi 5 tahun kemarin, apa yang sudah kita buat dan program yang belum terlaksana agar bisa tercapai di tahun berikutnya, “ pesan Fadia
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Tengah, Hj Siti Atikoh Suprianti,STP,MT,MPP dalam sambutan yang dibacakan oleh wakil ketua Kwarda Heru Djatmiko, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan apresiasi serta penghargaan kepada pengurus Kwarcab Pekalongan masa bakti 2016-2021 atas seluruh kiprah, prestasi dan aktifitas kwarcab Kabupaetn Pekalongan selama 5 tahun.
Atikoh juga mengucapkan terimakasih untuk Kwarcab Kabupaten Pekalongan yang telah melaksanakan kegiatan kegiatan seperti Gladian Pemimpin Regu Penggalang (DIANPINRU), Pelatihan Pramuka Peduli bagi Pengurus Pramuka Peduli Tingkat Kwartir Ranting, dan Kursus Pengelola Kwartir Ranting. “ Terimakasih pula atas inisiasi dari kwarcab Pekalongan untuk melaksanakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) yang saat ini sedang berlangsung di SMPN 1 Karanganyar. Semoga pelatih pelatih baru hasil dari KPD ini bisa memberikan angin segar dan amunisi baru untuk pengembangan Kepramukaan di seluruh Kwarran se-Kabupaten Pekalongan, “ tuturnya.
Semntara itu Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021, Ir Bambang IriantoM.Si mengatakan Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan selama kurun waktu 5 tahun terakhir telah banyak mendapatkan kejuaraan. “Terakhir di tahun 2021 kita mendapatkan kejuaraan Pramuka Garuda juara ke 3 tingkat Siaga (SD Legok kalong). Kemudian yang tingkat Pandega, (UIN) meraih juara ke- 3. Lomba kwartil juga mendapat juara untuk 4 bidang. Pramuka Kabupaten Pekalongan juga selalu aktif dalam kegiatan Kwarda,”ungkap Bambang.
Giyono, selaku panitia Muscab Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Pekalongan dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan Muscab kali ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama masa bakti 2016-2021, menyusun rencana kerja masa bakti tahun2021-2026, mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pengurus gerakan Pramuka Kwartir cabang Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021, serta menyusun kepengurusan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang kabupaten Pekalongan masa bakti tahun2021-2026. Adapun peserta Muscab sebanyak 71 orang, terdiri dari unsur kwartir cabang, kwartir ranting, peninjau dari satuan karya Pramuka.
Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka ke-15 tahun 2021 Kwarcab Kabupaten Pekalongan dihadiri pula oleh wakil Dandim, Kapolres, Kajari, Sekda Yulian Akbar SSos.,M.Si beserta para asisten, para kepala OPD selaku anggota majelis pembimbing cabang , serta para peserta Muscab. Dalam kesempatan ini dilakukan pula penyerahan hadiah lomba Gugus Depan (Gudep) tingkat Kwartir Cabang oleh bupati Pekalongan . (Dian-Kominfo)
Rabu, 22 Desember 2021
Hal tersebut menjadi trigger Pemkab Pekalongan saat ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian akan varian baru Omicron tersebut.
Untuk itu, melalui sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar, S.sos.,M.Si., dalam acara Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (22/12/2021) di Aula lantai 1 Sekda Kabupaten Pekalongan. Yulian Akbar mengatakan bahwa untuk mencegah klaster Nataru di Kabupaten Pekalongan, pemkab akan menjalankan instruksi dari Presiden Joko Widodo yaitu dengan melakukan tiga langkah point utama kewaspadaan.
Dimana yang pertama adalah dengan melakukan percepatan vaksinasi secara masif kepada masyarakat. Karena menurut Yulian, vaksinasi merupakan ikhtiar terakhir pemkab untuk melindungi warganya supaya tidak terjangkit covid-19.
‘’Kami akan lakukan percepatan vaksinasi karena target minimal kita untuk vaksinasi saat ini 70% untuk dosis pertama dengan total sasaran dan target minimal 60% lansia. Jadi hal ini sangat penting untuk kita kejar terus secara serentak dan gotong – royong dalam pencapaian vaksinasi agar tidak kendor,’’ ungkap Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar saat membacakan sambutan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam acara Rakor Lintas Sektoral Nataru.
Selanjutnya, langkah yang kedua ucap Yulian adalah pemkab akan melaksanakan pengetatan dan pengawasan protocol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi tejadi kerumunan saat Nataru tersebut. ‘’Kami akan melakukan pengawasan akan protocol kesehatan di Gereja saat Natal nanti untuk menjamin masyarakat kita taat protocol kesehatan saat beribadah nanti,’’ ‘’Dan untuk tahun baru kami juga akan melakukan hal serupa di tempat wisata, tempat perbelanjaan dan akan kami lakukan penutupan Alun-alun Kajen pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022,’’ jelas Yulian.
Dan untuk langkah yang terakhir, lanjut Yulian Akbar, pihaknya akan mengantisipasi warga yang akan mudik/pulang kampung dengan melakukan tracing dan tracking secara ketat. ‘’Kita juga harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terkait varian baru Omicron yang telah masuk ke Indonesia. Jangan sampai terjadi transmisi local terutama di Kabupaten Pekalongan,’’ tandasnya.
Oleh karena itu, Yulian Akbar berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap melaksanakan protocol kesehatan dengan ketat dan jangan lupa melakukan vaksinasi covid-19. Dan Ia berharap, jelang Natal dan tahun baru ini, seluruh lintas sektoral bisa tetap berkoordinasi dan bersinergi supaya langkah-langkag yang telah diambil bersama tersebut bisa terimplementasi dengan baik di masyarakat.
‘’Yang terakhir, pesan Ibu Bupati dalam sambutan ini adalah, harapan Pemkab Pekalongan kepada Dandim dan jajaran Forkopimda, Para Kepala Instansi Vertikal, Kepala OPD, Para Tokoh, Camat, sampai jajaran Lurah, Kepala Desa, Babinsa dan Babhinkamtibmas agar selalu bersama-sama mendukung pelaksanaan di lapangan,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 22 Desember 2021
Selain mengucapkan selamat memperingati HDI kepada para difabel dan menyemangati agar mereka tidak berkecil hati, Riswadi juga mengapresiasi seni yang disuguhkan oleh para difabel pada acara tersebut. “ Kepada Bapak/ibu yang hadir, yang secara fisik mungkin tidak sama dengan yang lain, jangan merasa kecil hati karena apapun secara batiniah, bapak/ ibu sama. Tadi juga memberikan kreasi, ternyata tidak kalah dengan orang-orang yang mempunyai postur tubuh yang normal. Bahkan bisa menyuguhkan seni dangdut, tari dan yang lain, “ puji Riswadi.
Riswadi menyampaikan pemerintah daerah telah mengeluarkan program bagi penyandang disabilitas, salah satunya adalah pencatatan data disabilitas. “Yang belum punya e-ktp, program kami di Dukcapil adalah jemput bola. Jemput bola ini dalam rangka mendata jumlah disabilitas di kabupaten Pekalongan. Ternyata datanya lebih dari 5000. Maka jika ini tidak terdata, otomatis mereka tidak memperoleh hak-hak yang lain. Karena sekarang apapun, semisal untuk menghitung angka kemiskinan, pengangguran, bantuan social seperti BLT, BST, semua by data, “ terangnya.
Melalui program jemput bola untuk pembuatan e-ktp tersebut, Riswadi berharap para penyandang diasabilitas memperoleh hak yang sama dari sisi data. Sementara dari sisi yang lain, lanjutnya, pihaknya telah menginstruksikan ke Dinas sosial agar serigit mungkin dalam mendata serta membntu apa yang di butuhkan para difabel.
Lebih lanjut Riswadi menyarankan PPDI untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. “Yang penting kunci keberhasilan bekerja adalah komunikasi dan koordinasi. Mari kita junjung tinggi dan jangan putus asa, selalu berkarya dan berkoordinasilah dengan Pemkab, “pungkas Riswadi.
Sementara itu Ketua DPC PPDI Kabupaten Pekalongan, Dirham, dalam momentum peringatan HDI kali ini berharap hak-hak disabilitas sebagai warga negara lebih dihargai dan dihormati, serta diberi peluang untuk berkarya. “Dengan terbitnya Perda nomor 2 tahun 2020 tentang pemenuhan hak penyandang disabilitas, kami berharap hak disabilitas sebagai warga negara lebih dihargai dan dihormati. Sungguh kami sangat menyayangkan kalau masih ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.Kami ingin menjadi subjek, bukan objek,” ungkap Dirham
Dirham menambahkan, meskipun beberapa undang-undang telah mengakomodir hak-hak difabel namun masih ada beberapa peraturanyang diskriminatif dan memperlemah posisi difabel untuk mendapatkan keadilan. “Oleh karena itu kami mengharap peran serta Pemda untuk mengimplementasikan hal tersebut,” pintanya.
Pada kesempatan peringatan HDI dengan tema ‘ Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesible dan Berkelanjutan Pasca Covid-19’ kali ini dilakukan juga penyerahan bantuan berupa sembako dan alat bantu disabilitas. (Dian-Kominfo)
Senin, 20 Desember 2021
Namun, sebelum diresmikan pada tahun 2022 mendatang, pembangunan fisik konstruksi pasar Wiradesa ini ditinjau oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR Republik Indonesia , Ir. Diana Kusumastuti, MT pada Sabtu (18/12/2021) sore.
Sekretaris Daerah Yulian Akbar SSos MSi sesaat setelah mendampingi kunjungan Dirjen Kementrian PUPR ini menyampaikan bahwa pasar Wiradesa ini sangatlah potensial di wilayah Pantura.
‘’Pasar Wiradesa ini merupakan salah satu pasar proyek strategis, yang mengacu pada Perpres Nomor 79 Tahun 2019. Dan ini saya lihat sudah selesai 100 persen pembangunannya" tandasnya.
Menurut Sekda , Pasar Wiradesa ini merupakan pasar yang dicanangkan langsung oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2019 sebagai pasar percontohan di Kabupaten Pekalongan, dengan harapan bisa mentriger perekonomian sekitar. Untuk itu, beberapa perbaikan memang perlu dilakukan sebelum difungsikan.
‘’Karena ini merupakan pasar yang luar biasa dengan total anggaran 79 milyar. Jadi, Pasar Wiradesa ini nantinya akan menjadi wajah pantura dan wajah Kabupaten Pekalongan juga,’’ ungkapnya.
Hal itu juga mengingat betapa banyaknya masyarakat pedagang yang akan masuk di pasar Wiradesa dengan jumlah kurang lebih 1994 pedagang.
Jadi, Ia rasa dari segi penataan dan pengaturan juga harus disiapkan terlebih dahulu oleh Pemkab Pekalongan sebelum Pasar Wiradesa benar-benar diresmikan tahun depan.
‘’Dengan jumlah pedagang yang sebegitu banyaknya, Pemkab harus benar-benar dipersiapkan dari segi penataan pedagangnya,’’ ujar Yulian Akbar.
Ia menambahkan bahwa untuk Blok C Pasar Wiradesa itu perlu adanya pembangunan kembali sebagai pasar basahnya. Dan pemerintah saat ini sedang mengusulkan ke Kementrian Perdagangan untuk menganggarkan pembangunan blok c tersebut. Sehingga pada triwulan pertama tahun 2022 mendatang bisa segera terealisasi.
‘’Terkait dengan blok c untuk pasar basah kita pemerintah sedang mengajukan ke kementrian perdagangan, kita lagi mengajukan untuk pembangunan karena itu mencakup hampir 478 pedagang. Doakan saja semoga bisa terealisasi di tahun 2022,’’ jelas Yulian Akbar.
Dan untuk kendala yang masih menjadi hambatan pasar Wiradesa saat ini, dan menjadi PR pemerintah, belum adanya ruang terbuka hijau. Hal ini disebabkan oleh pembebasan lahan di dekat Pasar Wiradesa untuk 27 warga yang belum selesai. Untuk itu ia berharap pembebasan lahan tersebut bisa segera diselesaikan, sehingga fasilitas di Pasar Wiradesa semakin lengkap dengan adanya ruang terbuka hijau.
‘’Sementara untuk lahan atau bangunan yang didekat pasar tadi ada 27 warga Insyaallah ini masih ada ditahap result. Target kami bisa menyelesaikan ditriwulan pertama tahun 2022 untuk bisa kita bebaskan sehingga bisa menjadi ruang terbuka hijau bagi pasar Wiradesa,’’ tuturnya.
Julian Akbar, menyampaikan, apabila semua perbaikan yang Ia sampaikan dalam evaluasinya itu bisa segera direalisasi, maka Pasar Wiradesa akan benar-benar menjadi pasar pencanagan yang bisa memantik laju perekonomian di wilayah Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya pada awal tahun 2022 mendatang.
‘’Harapannya kalau ini sudah benar-benar selesai bisa ditempati oleh masyarakat pedagang di Kecamatan Wiradesa ini, sehingga perekonomian warga Kabupaten Pekalongan khususnya di Wiradesa ini bisa semakin maju,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Minggu, 19 Desember 2021