Admin
Rabu, 27 April 2022


KAJEN - Menghadapi arus mudik dan balik lebaran tahun 2022, Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan 24 personel di 5 titik pos pelayanan dan inputing data. Selain itu disiapkan pula sejumlah alat bantu keselamatan lalu lintas seperti kerucut lalu lintas (traffic cone), waterbarrier dan barikade besi.
Adanya penetapan libur lebaran dan cuti bersama menjadi faktor pendorong meningkatnya demand mudik pada masa lebaran 2022. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto SH.,M.Si menghimbau masyarakat melaksanakan mudik lebih awal. Hal ini disampaikan Edi saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (25/04) siang.
Edi menjelaskan, pihaknya menempatkan petugas pada pos pelayanan dan pemantauan di wilayah kabupaten Pekalongan yaitu di IBC Wiradesa, Simpang akses tol pekalongan (Bojong), Kedungwuni, Simpang Sibedug Kajen dan pos Sepacar Tirto.
Sebelumnya Dinas Perhubungan telah melakukan beberapa langkah terkait kesiapan menghadapi arus mudik/balik lebaran 2022, diantaranya melakukan koordinasi serta inspeksi dengan Polres dan DPU Taru terkait ruas-ruas jalan di wilayah kabupaten Pekalongan, melakukan pemetaan ruas-ruas jalan serta pemantauan pada simpul-simpul pemberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi, melaksanakan perbaikan pada perlengkapan jalan, melaksanakan rampcheck bus pariwisata, serta berkoordinasi dengan BPTD wilayah X Jawa Tengah dan DIY dan Dinas Perhubungan Provinsi terkait penerapan manajemen rekayasa lalu lintas.
Dinhub juga telah memetakan titik potensi rawan kemacetan di jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Khusus jalan kabupaten, titik potensi rawan kemacetan terjadi di simpang Surobayan, depan kawasan Gemek Kedungwuni-SPBU Paesan, Simpang Podo, simpang Bligo dan SPBU Kertijayan, serta JPL Sragi –perlintasan sebidang kereta api.
Pemudik juga perlu memperhatikan titik potensi rawan kecelakaan di jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Titik potensi rawan kecelakaan biasanya terjadi di simpang Kopindo, simpang Kepatihan, depan SPBU Kauman serta depan pabrik Lokatex/Kabana Siwalan. Selanjutnya pada jalan provinsi titik potensi rawan kecelakaan dimungkinkan terjadi di JPL Waru Lor dan jalan wiradesa-Kalibening/Bts Kab Banjarnegara. Pada jalan kabupaten, titik potensi rawan kecelakaan pada ruas karanganyar Wonopringgo, Ambokembang-Bligo, Bligo-Kertijayan, simpang Bligo, JPL Sepacar/Dadirejo/Kampil Tirto, serta JPL Gandu Lor Tengeng Wetan Siwalan.
Lebih lanjut, Dinas Pehubungan juga memetakan titik potensi pohon tumbang dan titik potensi rawan keramaian/kecelakaan pada beberapa kawasan objek wisata.
Untuk sarana angkutan penumpang umum, Dinhub telah menyiapkan total 72 unit kendaraan, masing-masing 12 unit bus (kapasitas 52 seat) yang siap beroperasi pemberangkatan dari terminal Kajen dan terminal ki Ageng Cempaluk Kesesi, 20 unit bus (kapasitas 26 dan 16 seat) serta 40 unit angkutan kota/desa (12 seat).
Mari MUDIK BERTANGGUNGJAWAB. Indonesia Sehat, Indonesia Tumbuh. (Dian-Kominfo)