Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membuka secara resmi ajang Turnamen Sepak Bola Antar Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Pekalongan Hizbul Wathan (HW) Cup II 2022 yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola HW Pekajangan Kecamatan Kedungwuni, Selasa (12/07) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh panitia dan peserta atas terselenggaranya turnamen tersebut. “Setelah 2 tahun kita mengalami Pandemi Covid-19, kita bersama-sama memberantas yang namanya Covid hingga Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan kasus Covid-19 sudah menurun sehingga semua acara bisa kembali berjalan,” tuturnya.
Dia berharap melalui turnamen HW Cup 2022 akan ditemukan bibit-bibit terbaik dalam bidang olahraga khususnya sepak bola di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu aktivitas positif bagi anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan. “Sepak bola ini adalah ajang silaturahmi yang baik untuk para pemuda dan juga rasa kebersamaanya akan meningkat,” ujar Fadia.
Bupati mengatakan, bahwa pemerintah mendukung agar olah raga di Kabupaten Pekalongan terus berkembang dan maju. “Pemkab memberikan dukungan dengan memberikan ijin serta memberikan support dari KONI dan dari saya sendiripun ada tambahan hadiah sebesar 5 juta rupiah agar anak-anak muda kita lebih bersemangat,” ungkap Fadia.
Kepada para supporter dari masing-masing tim, bupati meminta agar memberikan dukungan dengan baik serta tidak membuat keributan agar situasi selalu kondusif dan baik sehingga kegiatan turnamen semacam itu dapat terus digelar. “Kepada tim sepak bola yang nantinya menang saya harap bisa giat untuk menambah prestasi serta dapat mempertahankanya. Bagi yang belum berhasil tetap semangat,” katanya.
Sebelumnya Perwakilan PCM Muhammadiyah Pekajangan sekaligus Panitia, H. Abdul Shomad melaporkan turnamen HW CUP II 2022 diikuti oleh 32 klub sepak bola tingkat desa dan kegiatan tersebut akan diadakan secara rutin. “Acara ini akan berlangsung sampai kurang lebih 3 minggu. Mudah-mudahan acara ini bisa berlangsung lancar dan aman,” jelasnya.
Sementara itu, Askab PSSI Kabupaten Pekalongan yang diwakili kehadirannya oleh Ahmad Muzaki memberikan semangat kepada seluruh tim yang bertanding sore itu, “Selamat bertanding kepada 32 tim mudah-mudahan dapat bermain dengan sportif,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 Juli 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM meminta kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Pekalongan menggali potensi zakat yang belum tersentuh. Hal itu disampaikan Bupati Fadia dalam sambutan usai Pelantikan Pimpinan BAZNas Masa Khidmat 2022-2027 di Aula Lantai 1 Setda, Selasa (12/7).
KAJEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar meminta agar koperasi dapat mengikuti perkembangan zaman, agar diminati generasi muda. Hal itu dikatakan Sekda dalam wawancara usai memimpin apel Hari Koperasi ke-75 di halaman Dinas Koperasi UMKM dan Naker Kabupaten Pekalongan, Selasa (12/7) pagi.
KAJEN – Mengawali Tahun Anggaran 2022 Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan penataan kembali kawasan Alun-alun Kajen, yang digadang-gadang akan menjadi icon Kabupaten Pekalongan, dengan perkiraan masa pembangunan selama dua tahun. Hal tersebut dikatakan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si, yang ditemui di ruang kerjanya, pada hari ini, Selasa (12/7/2022).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq makan bareng warga Dukuh Wonosari, Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, dalam acara Makan Bareng Bapak Simak Anak Putu Simbah Mantu dalam rangka Gebyar Idul Adha di desa tersebut, Minggu (10/7) malam.
Makan bareng juga diikuti ribuan warga dari 500 KK dukuh tersebut. Dalam kegiatan tersebut disajikan olahan makanan berbahan bagian kaki, kepala, ekor dan tulang kambing dan sapi. Tradisi ini merupakan acara rutin tahunan yang sudah berlangsung sejak 5 tahun terakhir yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga Dukuh Wonosari.
KAJEN – Pemkab Pekalongan tahun ini kurban 3 ekor sapi dan 60 ekor kambing. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE MM dalam sambutan pada Penyerahan Hewan Kurban di Masjid Al Muhtarom, Kajen, Minggu (10/7) pagi.
KAJEN – Permasalahan rob yang sudah terjadi di Kabupaten Pekalongan maupun Kota Pekalongan menjadi permasalahan menaun yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan dengan tuntas. Bagaimana tidak? Penganggaran untuk penanggungalan rob tersebut dengan rencana pembangunan infrastruktur penutupan Sungai Bremi dan Meduri yang menjadi esensi dari langkah penanggulangan diperkirakan belum bisa dilakukan sampai tahun 2025.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan mengoptimalkan potensi 58.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Santri. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar saat sambutan pada acara Peresmian Shopee Center Pekalongan di UMKM Center Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/7).
KAJEN – Dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) melaksanakan monitoring, evaluasi (Monev) dan penagihan piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak yang sedang berjalan ke desa - desa secara maraton.
“Pesan saya, agar Baznas bisa menggali potensi zakat untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena menurut saya, BAZNas paling luwes, yang bisa menyentuh masyarakat sampai tingkat bawah,” tutur bupati.
Bupati juga meminta agar para Pimpinan BAZNas yang baru dilantik bisa membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan tanpa membeda-bedakan golongan dan aliran politik. “Saya minta BASNas bisa menyentuh masyarakat tanpa melihat warna dan perbedaan. Warga yang berKTP Kabupaten Pekalongan yang memang layak kita bantu, itu wajib kita bantu,” ujar bupati.
Fadia menyatakan sangat mendukung BAZNas Kabupaten Pekalongan agar lebih berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya yakin Baznas Periode 2022-2027 ini memiliki visi yang sama dengan Bupati Pekalongan. Saya mendukung BAZNas agar lebih besar dan bermanfaat bagi Kabupaten Pekalongan,” ucap Fadia.
Dalam wawancara, Bupati Fadia Arafiq berharap BAZNas bisa membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam penanggulangan kemiskinan. “Baznas harus tepat sasaran, tepat fungsi, dan juga harus rapi administrasinya. Jangan ada yang menyalahgunakan aturan,” imbuhnya.
Ketua BAZNas terpilih, Kiai Muhtarom mengatakan, akan menyempurnakan program-program sebelumnya yang belum sempurna dan membantu pemkab dalam menyelesaikan masalah sosial sesuai dengan kemampuan BAZNas.
Lima pimpinan BAZNas yang dilantik siang itu yaitu, Muhtarom (Ketua), serta 4 Wakil Ketua yang terdiri dari Ahmad Musa, Machrus, Abdul Hafidz dan Nasorin.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 Juli 2022
Menurut Sekda, koperasi perlu belajar dari masa jayanya, di mana banyak koperasi memiliki indikator yang baik, mulai dari jumlah koperasi, koperasi yang sehat, dan kelonggaran dalam kredit. “Namun tidak mungkin kembali melihat kejayaan-kejayaan masa lalu tetapi kita juga harus belajar dari masa lalu. Kenapa mengalami kemunduran. Koperasi perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar generasi muda kita lebih menyukai koperasi ke depannya, karena masa dan jamannya sudah berbeda” tutur Sekda Akbar.
Koperasi, kata dia, juga dapat mengambil peran mendukung kultur wirausaha masyarakat Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, menurutnya, koperasi perlu untuk melakukan pembenahan baik itu model bisnis dari konvensional ke professional serta pembenahan regulasi yang ada.
Sekda juga berharap, koperasi dapat mengambil peran untuk ikut mensejahterakan tidak hanya anggotanya saja tetapi juga seluruh masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Ia mengungkapkan, koperasi menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk tetap bertahan selama masa pandemi Covid-19. Pandemi cukup berdampak pada jumlah koperasi yang tidak sehat yang memerlukan dorongan dari pemerintah. “Kita mendorong dari Dinkop UMKM dan Naker untuk memiliki program-program yang bisa membangkitkan kembali koperasi di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Kepala Dinkop UMKM dan Naker Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si menyebutkan data koperasi di Kabupaten Pekalongan di sistem atau aplikasi di Kementerian yang terdaftar yaitu sejumlah 634 koperasi. “Saat ini yang aktif per akhir Juni 2022 ada 151 koperasi. Aktif itu indikatornya adalah 3 tahun berturut-turut telah melaksanakan RAT.Dari 634 yang lain mungkin masih tetap aktif dan mereka tetap berkegiatan tetapi tidak melaksanakan RAT,” paparnya.
Dia juga mengatakan pihaknya terus mendorong koperasi agar bisa terus eksis dan aktif dengan melakukan pendampingan oleh penyuluh koperasi maupun melakukan kegiatan pelatihan untuk penguatan dan peningkatan sumber daya manusia koperasi serta melakukan pendampingan pertanggung jawaban dari pengurus dan pengawas koperasi kepada anggota.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia H. Basori Anwar Kabupaten Pekalongan mengatakan mengakui dampak Pandemi Covid-19 begitu terasa untuk koperasi-koperasi yang memberikan pelayanan jasa pembiayaan dan kredit. “Koperasi di bidang perkreditan atau syariah mengalami penurunan rata-rata karena daya beli anggota menurun sehingga untuk angsuran menjadi terhambat,” tutur Basori.
Ia menuturkan, koperasi di Kabupaten Pekalongan terdiri atas beberapa jenis yaitu koperasi pinjam atau perkreditan, jasa dan paling banyak Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dia juga mengungkapkan koperasi di Kabupaten Pekalongan yang tidak dapat menyelenggarkan RAT dikarenakan memiliki kendala. “Itu menandakan bahwa yang aktif tetapi belum sehat dan belum bisa berjalan itu memang ada permasalahan baik internal maupun eksternal,” terang Basori.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 Juli 2022
‘’Kita targetkan dalam dua tahun, alun-alun ini kita tata untuk bisa menjadi icon Kota Kajen, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bupati Pekalongan dimana beliau ingin menampilkan dan ingin membangun semacam icon ibu kota Kabupaten Pekalongan, yang dalam hal ini adalah Alun-alun Kajen,’’ kata Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar.
Menurut Yulian Akbar, kegiatan penataan Alun-alun Kajen ini dilakukan dengan dua tahapan. Tahap pertama yaitu dilakukan di tahun 2022 dan tahap kedua akan dilanjutkan di tahun 2023 mendatang, dengan total anggaran sebesar 6,8 milyar. ‘’Kita bangun pada tahun ini dengan anggaran sekitar 6,8 milyar yang akan kita lanjutkan nanti untuk tahap keduannya di tahun 2023. Dan Kita buat dua tahap di tahun 2022 dan 2023 karena mengingat keterbatasan anggaran kita,’’ ujar Yulian.
Selanjutnya, Yulian menuturkan bahwa saat ini progres pembangunan untuk penataan Alun-alun Kajen sudah pada tahapan pembuatan drainase lapangan, untuk mencegah terjadinya banjir atau genangan di lapangan pada saat musim hujan. ‘’Jadi drainase itu sangat penting ya untuk mencegah banjir di lapangan,’’ ujarnya.
Dan penataan Alun-alun Kajen yang terpenting menurut Yulian adalah akan dibangun air mancur Al-quran yang dikonsep sedemikian rupa untuk mempercantik kawasan pusat wilayah Kabupaten Pekalongan tersebut, sehingga menurutnya hal-hal yang mendukung inti dari pembangunan akan diselesaikan terlebih dahulu. ‘’Kemudian kita tata kebersihannya, dan yang paling penting nantinya itu ada icon air mancur Al-quran yang akan kita bangun pada tahun ini dengan anggaran sekitar 6,8 milyar yang akan kita lanjutkan nanti untuk tahap keduannya di tahun 2022,’’ jelasnya.
Dan dengan penataan kembali Alun-alun Kajen tersebut, menurut Yulian Akbar, kedepannya bisa meramaikan kembali Kajen sehingga bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang sempat lesu saat pandemi Covid-19.
Apalagi, lanjut Yulian Akbar, di tahun 2023 mendatang Gedung Kesenian Kabupaten Pekalongan yang berada di kawasan Alun-alun Kajen, akan kembali diaktifkan, untuk memfasilitasi anak muda dan pelaku seni untuk bisa berkereasi. Sehingga hal ini sangat berkesinambungan dengan tujuan Pemkab Pekalongan dalam rangka meramaikan kembali Kajen sebagai pusat wilayah Kabupaten Pekalongan. ‘’Revitalisasi Gedung Kesenian ini terpisah anggarannya dengan penataan alun-alun ya, karena sudah kita rencanakan di DED di angka 3,5 milyar. Yang pasti kita ingin memastikan Gedung Kesenian ini di tahun depan bisa kembali diaktifkan kembali setelah hampir 10 tahun mangkrak,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 12 Juli 2022
Bupati dalam kegiatan tersebut mengunjungi satu per satu stan dan mencicipi makanan yang disajikan di masing-masing stan. Fadia berkomentar bahwa semua masakan yang disajikan rasanya enak dan lezat. Bupati pun tak segan-segan makan bersama warga.
Dalam sambutannya dihadapan warga yang sedang berbahagia menikmati suasana Hari Raya, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi atas kreatifitas warga Dukuh Wonosari dalam menyelenggarakan acara tersebut, “Di Kabupaten Pekalongan ini banyak dukuh dan desa akan tetapi yang punya inisiatif seperti ini Dukuh Wonosari, Ini luar biasa,” tutur Bupati yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.
Ia juga mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan warga Dukuh Wonosari yang tahun ini berkurban 17 ekor sapi dan 6 ekor kambing. “Masya allah kebersamaannya, berarti hebat disini. Jika kebersamaannya hebat saya yakin tidak ada perbedaan-perbedaan warna di sini, semua guyub rukun,” ujarnya.
Bupati berharap agar kegiatan semacam itu dapat terus dilanjutkan dan dilestarikan setiap tahunnya, “Kebersamaan seperti ini harus terus dilestarikan, persaudaraannya dijaga. Insya Allah tahun depan bisa lebih baik lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan meminta warga untuk vaksinasi dosis ke-3 atau booster.
Selain itu, dia juga menyampaikan kepada warga tentang program-program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan yang saat ini sudah berjalan dan dapat dinikmati warga masyarakat Kabupaten Pekalongan seperti program kesehatan gratis cukup pakai KTP dan melahirkan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) milik Pemkab Pekalongan.
Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Jateng Dapil X, H. Sofwan Sumadi yang berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut, dalam sambutannya berharap kegiatan yang digelar dapat menjadikan contoh bagi daerah-daerah lain untuk kesejahteraan sesama umat Islam di Kabupaten Pekalongan.
Selain acara makan bareng, juga digelar lomba memasak antar RT yang diikuti sebanyak 9 RT di Dukuh Wonosari, “Karena di perlombakan berarti ada yang menang ada yang kalah. Untuk yang belum juara bukan berarti masakannya tidak enak, masakan ibu-ibu semuanya di sini rasanya luar biasa sekali. Mudah-mudahan bisa dikembangkan di daerah-daerah lain,” ujar Sofwan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 11 Juli 2022
Dalam wawancara usai penyerahan hewan kurban tersebut, Bupati Fadia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan warga yang telah berkurban. “Harapannya pembagian daging kurban merata, terutama untuk warga yang kurang mampu. Bagi yang belum bisa berkurban tahun ini, saya doakan semoga dapat berkurban tahun depan ,” tutur Bupati.
Di Masjid Al Muhtarom pagi itu, diserahkan hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing kepada Takmir Masjid Baiturrohman, Desa Langkap Kedungwuni dan Masjid Al Muhtarom, Kajen. Bupati Fadia Arafiq menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor sapi kepada Takmir Masjid Baiturrohman, Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.
Sementara itu, Wakil Bupati H. Riswadi SH, dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun MH serta Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria SH, SIK, MH beserta keluarga menyerahkan hewan kurban sapi kepada Takmir Masjid Al Muhtarom, Kajen.
Selain itu juga dari Bank Jateng Cabang Kajen, dan gabungan dari BPR BKK Kabupaten Pekalongan, Kospin Jasa Kajen, Dindikbud dan Dinporapar Kabupaten Pekalongan.
Selain sapi, diserahkan juga hewan kurban berupa 3 ekor kambing dari Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan, PDAM Tirta Kajen, dan atas nama Rahmawati binti Cashuri.
Sebelumnya, Bupati, Wakil Bupati dan unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan beserta keluarga melakukan Sholat Iedul Adha di Masjid Al Muhtarom. Berlaku sebagai Imam sekaligus khotib Sholat Iedul Adha di masjid tersebut yaitu Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.Si.
Dalam khotbahnya, Muslikh Khudlori menyampaikan uraian tentang “Penguatan Jiwa Sosial”. Menurutnya, Hari Raya Iedul Adha atau Hari Raya Qurban merupakan salah satu momen untuk menguatkan jiwa sosial kita. Pada Hari Raya Qurban, umat muslim yang mampu menyembelih hewan ternak untuk dibagikan kepada fakir miskin dan semata-mata hanya mencari ridho Allah dan beribadah kepadaNya dengan meneladani pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Sumber : Prokompim Setda Kab. Pekalongan
Minggu, 10 Juli 2022
Hal tersebut dikarenakan Kementrian PUPR baru bisa menganggarkan pembangunan untuk penutupan Sungai Bremi dan Meduri setelah tahun anggaran 2025. ‘’Kami dengan pemerintah provinsi juga sudah mengusulkan ke pemerintah pusat itu melalui DED (Detail Engineering Design) yang telah disusun oleh pemerintah provinsi dengan nilai anggaran 1,4 milyar dan sudah diajukan oleh Pemkab Pekalongan bersama dengan Pemkot Pekalongan untuk ke Kementrian PUPR,’’
‘’Namun sampai saat ini belum ada realisasi, bahkan pada perkembangan terakhir di Bappeda Provinsi Jawa Tengah, pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana dan Kementrian PUPR belum bisa menganggarkan di tahun 2022 dan 2023 untuk penanganan rob Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, yang mana itu tertintegrasi,’’ kata Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Mudiarso melalui Kabid PSDA Budi Antoyo, pada hari Rabu (6/7/2022) pagi.
Budi melanjutkan, bahwa alasan mendasar yang membuat penganggaran baru bisa dilakukan setelah tahun anggaran 2025 adalah belum adanya titik temu terkait DED (Detail Engineering Design) antara pemerintah provinsi yang dalam hal ini adalah PSDA Provinsi Jawa Tengah dengan BPWS Pemali Juana. Dimana BBWS Pemali Juana memperkirakan anggaran yang telah disusun dalam DED nya itu terlalu tinggi, jadi baru bisa dianggarkan setelah tahun 2025.
Sementara itu, guna menyikapi hal tersebut, Budi mengusulkan supaya pembangunan tersebut bisa dilakukan secara bertahap terlebih dahulu, mengingat permasalahan rob yang terjadi di Kabupaten Pekalongan maupun Kota Pekalongan merupakan masalah yang memiliki urgensi tinggi karena menyangkut keselamatan dan hajat hidup masyarakat di Pekalongan.
‘’Dengan melihat kondisi yang sekarang, bahwa telah terjadi jebol dua kali di bulan Mei dan Juni terkait dengan Sungai Meduri ini tentunya sangat menghkhawatirkan di kemudian hari, bila tidak ada penanganan segera,’’
‘’Dan terkait perkara lahan kolam retensi Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan telah siap untuk pengadaan tahanannya. Namun, kalau memang anggaran dari pemerintah pusat memang terbatas kami mengusulkan agar dilakukan pembangunan secara bertahap kolam retensi ditinggal lebih dulu, yang penting pembangunan untuk penutupan Sungai Bremi dan Meduri serta pemompaannya,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 7 Juli 2022
Menurut Sekda, dengan mengoptimalkan potensi UMKM yang besar tersebut, pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen di Kabupaten Pekalongan bukan mimpi untuk bisa dicapai, karena menurutnya, kontribusi terbesar dari sektor tersebut. “Saya kira Shopee Center ini tepat ada di Pekalongan. Saya minta Kepala Dinkop UMKM Naker untuk memetakan potensi 58.000 UMKM yang ada. Jika dikelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi 7 persen, menurut saya bukan mimpi. Karena kontribusi terbesar dari UMKM.
Sekda dalam kesempatan itu menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada Tahun 2021 yaitu 3.61% , pada tahun 2020 bahkan -1,89 persen. “Yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19 yaitu industri pengolahan,” jelas Akbar.
Struktur perekonomian Kabupaten Pekalongan, dijelaskan, 32% adalah industri pengolahan, yang mana 90%nya adalah tekstil. “Kultur Pekalongan adalah kultur wirausaha. UMKM kita sudah jauh lebih maju dari yang kita pikirkan, terutama terkait perdagangan online. Banyak UMKM yang sudah menggunakan platform digital. Jasa kurir pun sangat laris. Ini menunjukkan perekonomian warga kita sudah mulai pulih,” ujar Akbar.
Sekda Yulian Akbar memaparkan bahwa UMKM Center adalah milik Kabupaten Pekalongan dan dibangun pada tahun 2019. “UMKM Center nawaitunya sebagai Pusat UMKM sekaligus Pusat Kegiatan Masyarakat, secara bertahap, di Kedungwuni. Acara hari ini kembali menggugah kita, terutama Pemkab Pekalongan, bagaimana memfungsikan, merevitalisasi Pusat UMKM ini sesuai dengan fungsinya. Kita akan ikuti Rules of The Gamenya. Saya yakin Pemkab dan Shopee akan berdasar pada aturan,” ujar Akbar.
Dia berharap aktivitas UMKM Center tidak sampai pada seremonial pada hari ini saja, namun, keberlanjutannya. “Jangan sampai Gedung ini hanya hidup ketika ada shopee saja,” ujar Akbar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan berdasarkan data BPS Taun 2020, dari 26 juta pengguna internet (dr sekitar 34 juta penduduk) di Jateng, yang menggunakan untuk bisnis baru 5,87 persen. Sementara itu, e-commerce baru 21%. Pengguna e-commerce tersebut terdiri dari seller atau penjual 85%, reseller 13%, produsen atau dropshipper, 1,72%. Target e-commerce pada tahun 2024 sebesar 40%.
Lebih lanjut dijelaskan, pendapatan dari aktivitas e-commerce pada Tahun 2020, paling besar Rp 300 juta. “Karena masyarakat masih gagap. Perputaran e-commerce di Jateng juga masih sangat kecil, Pendapatan Rp. 300- Rp 2,5 M 7% , di atas Rp. 50 M baru 0,39 persen. Memang masih sangat kecil,” jelas Ema.
Selain itu, metode pembayaran yang digunakan, paling banyak, kata Ema, COD (cash on delivery / bayar di tempat). “Belum banyak menggunakan transfer maupun e-wallet.
Ema mengatakan, Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan semua e-commerce di Indonesia. “Shopee Center Pekalongan ini mendukung Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo dan Kampus UMKM Shopee Semarang yang telah diresmikan tahun lalu,” ujar Ema.
Ema menyarankan agar UMKM Center di Kabupaten Pekalongan juga memfasilitasi anak-anak muda seperti menyediakan space untuk game, e-sport, kafe, musik, dan hobi yang lain. Kegiatan bisa bekerja sama dengan BUMD, BUMN dan swasta “Aktivitas jangan sampai kosong, kita pastikan selalu produktif” saran Ema.
Head of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang dalam sambutannya mengatakan, “Hadirnya Shopee Center Pekalongan merupakan wujud dari komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, sebuah komitmen jangka panjang dari Shopee Indonesia untuk mendukung dan membawa UMKM lokal naik kelas, khususnya di era digital saat ini. Kami berkomitmen menjadi kawan dalam setiap perjalanan UMKM lokal agar bisa berdaya, bertumbuh dan berdampak bagi sesama." jelasnya dalam sambutannya.
Diharapkan, dengan adanya Shopee Center Pekalongan di UMKM Center Kabupaten Pekalongan, UMKM Kabupaten Pekalongan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Terima kasih kepada Pemprov Jateng dan Pemkab Pekalongan atas kepercayaan yang diberikan dan sinergi yang luar biasa. Shopee bisa menjadi bagian dari perkembangan UMKM Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya di era transformasi digital saat ini. Kami juga berharap Shopee dapat mengembangkan perekonomian daerah dan nasional di tengah semangat bangkitnya kita dari pandemi Covid-19,” tambah Balques.
Hadir dalam kegiatan tersebut, para konsultan UMKM dari Provinsi Jawa Tengah, Staf Ahli Bupati Pekalongan Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan H.B. Riyantini, Kepala BPKD Kabupaten Pekalongan Casmidi, Plt Kepala Disperindag Wahyu Kuncoro selaku Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinkop UMKM dan Naker Siti Masruroh, para pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 7 Juli 2022
Monev tahap pertama telah dilaksanakan di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Kesesi, Kecamatan Tirto, Kecamatan Karanganyar, dan Kecamatan Doro. Kegiatan yang digelar selama 4 hari dari tanggal 27 sampai dengan 30 Juni 2022 tersebut diikuti oleh Kepala Desa dan petugas pemungut pajak (GOM) PBB- P2 dari 16 desa yang diundang, dan berjalan lancar.
Kepala BPKD Kabupaten Pekalongan, Casmidi, S.E. M.Si, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan monev piutang PBB-P2 selain untuk optimalisasi pendapatan juga untuk menindaklanjuti program kerja MCP(Korsupgah) dari KPK RI, yaitu untuk melakukan upaya- upaya penagihan piutang pajak ke wajib pajak.
“Kami tidak akan lelah dan menyerah untuk terus berupaya melakukan penagihan pajak ke masing- masing wajib pajak agar apa yang telah di targetkan bisa tercapai demi kelangsungan dan kelancaran pembiayaan pembangunan di Kabupaten Pekalongan, ”tegas Casmidi.
Ditambahkan Casmidi, bahwa kegiatan yang diawali dengan rekonsiliasi data piutang dengan desa tersebut juga sebagai media mencari masukan dan solusi serta pemetaan masalah kena pa terjadi piutang pajak, sehingga ke depan dapat diambil kebijakan lebih lanjut, seperti upaya pencegahan serta upaya mengatasinya.(Dian-Kominfo)
Kamis, 7 Juli 2022