Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Sebanyak 4.240 pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK di Kabupaten Pekalongan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Kabupaten Pekalongan yang berlangsung mulai Selasa (22/3) hingga Sabtu (26/3) mendatang.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan dukungan atas terselenggaranya acara POPDA serta harapanya agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Menurut bupati, anak-anak memiliki bakat dan minat yang berbeda serta keunikan masing-masing. Bupati memahami bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. “Tidak semua anak unggul dalam pelajaran. Mereka juga bisa unggul dalam hal olahraga. Potensi-potensi tersebut harus didukung dan digali supaya menjadi bibit-bibit yang hebat untuk Kabupaten Pekalongan,” tutur bupati.
Bupati meminta agar guru-guru dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan dapat mendukung potensi siswa, khususnya di bidang olahraga sehingga mereka dapat berkompetisi di tingkat provinsi atau nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan.
"Menurut saya, banyak anak-anak kita, yang walaupun tingkat kampung tetapi pintar main bola, jago bulu tangkis, jago renang dan lain sebagainya. Tinggal kitanya mau atau tidak sedikit capek untuk menggali potensi mereka." Ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan juga memberikan penghargaan kepada atlet difabel cabang olahraga renang asal Kabupaten Pekalongan yang berhasil meraih 2 emas dan 1 perak pada Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) di Papua tahun 2021 dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Jawa Tengah tahun 2021 asal Kabupaten Pekalongan yang meraih 4 perak (pada cabang olahraga Atletik, Tenis Meja, Petanque dan Senam).
Atas pencapaian dan prestasi tersebut, Pemkab Pekalongan memberikan apresiasi bonus penghargaan dengan total bonus penghargaan sebesar 140 Juta Rupiah kepada para atlet yang telah berprestasi di tingkat nasional/regional dan mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pekalongan, Ir. M. Bambang Irianto, M.Si pada Pembukaan Popda di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (22/3) menyebutkan, peserta Popda terdiri dari pelajar SD/MI sebanyak 1.142 anak, siswa SMP/MTs sebanyak 1.616 anak, dan siswa SMA/MA/SMK sebanyak 1.482 anak.
Cabang olahraga yang dilombakan dalam Popda terdiri dari 18 cabang olah raga, yaitu atletik, bola voli, pencak silat, senam, sepak takraw, bola basket, tenis lapangan, karate, bulu tangkis, tinju, panjat tebing, taekwondo, renang, tenis meja, sepakbola, panahan, bola voli pasir dan pentaque.
“Tujuan kegiatan untuk mencari bibit atlet berprestasi. Popda diselenggarakan di beberapa lokasi. Atletik di stadion Widya Manggala, bola voli lapangan di Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Pencak Silat di Gedung Golkar, bola basket di SMK Muhammadiyah Bligo, Kecamatan Buaran, sepak takraw di SMAN Sragi, tenis lapangan di Lapangan HW Pekajangan, panjat tebing di IAIN Rowolaku, dan tenis meja di SMK N 1 Kedungwuni,” ujar Bambang Irianto. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 23 Maret 2022
KAJEN - Revolusi industry 4.0 yang mulai merambah di Indonesia telah membawa perubahan besar di segala sector kehidupan, tak terkecuali di dunia bisnis. Pergeseran dari era konvensional ke digital, membuat dunia usaha baik koperasi, usaha kecil menengah, sekarang harus melalui pemasaran online. Untuk itu transformasi digital ini harus ditangkap juga oleh para pelaku usaha.
KAJEN - Dalam rangka menggiatkan program GADIS PANTURA ( Gerakan Disiplin Pajak Untuk Rakyat) , Tim Gadis Pantura UPPD Samsat Kabupaten Pekalongan hadir di halaman gedung Setda, Senin (21/03/2022) dengan mobil samsat keliling. Tim ini bertugas melakukan sosialisasi akan kedisiplinan para aparatur ( ASN) dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM mengajak kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pekalongan agar bersatu dan kompak untuk bersama-sama membesarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut.
Hal itu diungkapkannya pada saat sambutan pada acara Pelantikan Jam’iyatul Qurro’ Wal Huffadz (JQH) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di Pondok Pesantren (Ponpes) Walindo, Boyoteluk, Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/3) pagi.
KAJEN - Sebanyak 32 kades hasil Pemilihan Kades Serentak (Pilkades) Serentak 23 Februari 2020 dan 2 kades PAW yaitu Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto yang pemilihannya pada 20 Februari 2022 diambil sumpahnya dan dilantik oleh Bupati Pekalongan di Pendopo Bupati, pada Senin (21/03)
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan membagikan “Tunjangan Hari Raya” (THR) sebesar Rp. 500.000 kepada 300 penghafal Al Qur’an di wilayah Kabupaten Pekalongan. THR atau bantuan tersebut akan dibagikan menjelang Lebaran nanti. Hal itu merupakan salah satu bentuk perhatian pemkab terhadap para penghafal Al Qur’an.
KAJEN - Dalam rangka memberikan edukasi politik, menghargai pilihan setiap orang dalam memilih pempimpin, dan meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu 2024 nanti, Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan pendidikan politik dan penguatan demokrasi di aula balai desa Karangrejo, Kesesi Sabtu (19/3/2022) yang diikuti puluhan organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan tokoh agama.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan segera membangun jembatan darurat untuk menggantikan sementara fungsi jembatan di Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, yang rusak karena fondasinya tergerus hujan deras pada akhir Januari lalu. Saat ini jembatan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pengendaranya pun harus hati-hati karena terdapat lubang yang cukup membahayakan pada lantai jembatan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Dra Siti Masruroh.,M.Si saat membuka secara resmi kegiatan pelatihan marketing online di Balai Latihan Kerja (BLK) Bojong, Selasa (22/03) pagi.
Masruroh berharap pelatihan marketing online ini nantinya bisa menambah kompetensi khususnya di bidang pemasaran online
Dijelaskan, marketing online memiliki kelebihan diantaranya jelas lebih banyak dan lebih luas jangkauannya serta biaya yang lebih terjangkau. “ Karena sekarang punya usaha tidak harus punya toko di pinggir jalan. Dengan berbagai marketplaces yang terkenal dan menguasai Indonesia, mau tidak mau sudah tidak bisa kita lepas. Semuanya luar biasa omsetnya lebih-lebih saat pandemi. Sejak pandemi mall/toko-toko sepi bahkan tutup, masyarakat sudah berselancar di marketplaces. Markertplaces sudah jadi swalayan/mall bagi para pengguna internet,” paparnya.
Masruroh juga berharap melalui pelatihan maketing online ini para peserta bisa memahami strategi pemasaran marketplaces . Apalagi di kabupaten Pekalongan sudah banyakdi temukan pengusaha muda yang bergelut di marketplaces.
“ Manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar rintisan usaha yang sudah dimiliki bisa lebih berkembang dengan pemahaman penguasaan marketing online atau digital marketing. Dan saya juga berharap melalui narasumber yang nanti akan menyampaikan materi, akan lebih membuka mata para peserta dan juga memberikan banyak pilihan marketplaces di Indonesia,” harapnya.
Sementara itu Kepala Bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi Dinkop UKM dan Naker, Tri Haryanto SH.,MM selaku ketua penyelenggara kegiatan pelatihan marketing online dalam laporannya menyampaikan waktu pelaksanaan pelatihan selama 10 hari dimulai hari ini 22 Maret 2022 sampai dengan 1 April 2022 dengan jumlah peserta 16 orang yang memiliki embrio usaha yang perlu dikembangkan produktifitasnya. Tujuannya untuk memberikan bekal bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan, memperluas pasar usahanya melalui pemanfaatan system digital dan jaringan internet sehingga mampu menjangkau lebih banyak orang atau menjaring konsumen yang lebih potensial. “ Manfaat dari pelatihan ini nantinya diharapkan meningkatkan pemahaman tentang cara pemasaran secara online, dapat menjaring lebih banyak konsumen potensial serta dapat memperkenalkan produk dengan jangkauan yang lebih luas,” jelas Tri Haryanto.(Dian-Kominfo)
Rabu, 23 Maret 2022
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si mengatakan bahwa gerakan untuk disiplin membayar pakjak kendaraan bermotor roda dua yang disebut dengan isitilah GADIS PANTURA merupakan implementasi kebijakan dari pemerintah provinsi Jawa Tengah yang muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.
Dijelaskan, Salah satu pendapatan pemerintah adalah dari pajak kendaraan bermotor. Oleh karena itu agar ada peningkatan income pajak kendaraan bermotor dan juga peningkatan bagi hasil pemerintah kabupaten/kota, Setda Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota bersama sama melaksanakan gerakan disiplin pembayaran pajak kendaraan bermotor roda dua yang dimulai dari aparatur. “ Jadi seluruh kendaraan dinas yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasional daripada pemerintah kabupaten/kota untuk ditertibkan, memberi contoh kepada masyarakat untuk disiplin membayar pajak kendaraan bermotor,” ungkap Anis.
Dalam kesempatan tersebut Anis menghimbau dan mengajak seluruh pegawai maupun OPD yang menggunakan motor dinas, untuk taat membayar pajak. Dan ini tidak hanya berlaku untuk OPD saja namun juga instansi vertical yang menggunakan mobil inventaris Pemkab Pekalongan. “ Alhamdulilah dari pihak kepolisian serta kejaksaan juga sudah tertib untuk memulai memberi contoh dan ini nanti diikuti oleh selurruh OPD yang nanti muaranya kepada kendaraan pribadi, khususnya pegawai. Ini sebagai contoh kepada masyarakat sebelum kita menghimbau kepada masyarakat , selaku ASN memberi contoh yang nanti akan berimbas pada pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk masyarakat secara luas, “ terang Anis.
Anis berharap dengan momentum hadirnya GADIS PANTURA di lingkungan Pemkab Pekalongan pada pagi ini, Pemkab Pekalongan memberikan contoh kepada seluruh masyarakat untuk tertib, yang dimulai dari kendaraan operasional Pemkab Pekalongan (baik roda dua maupun roda empat), baik yang digunakan OPD, internal maupun yang dipinjam pakaikan kepada seluruh instansi vertikal maupun organisasi masyarakat. “ Saya menghimbau bahwa apa yang kita gunakan ini ada konsekuensi tanggungjawab yaitu membayar pajak kendaraan bermotor. Ini membuktikan bahwa peraturan, hukum, tidak pandang bulu, semua yang telah menggunakan kendaraan bermotor harus membayar pajak setiap tahun. Karena nanti muaranya kembali kepada masyarakat untuk membangun. Nah ini yang disebut dengan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anis
Sementara itu Rusdiono, Kasi Pajak Kendaraan Bermotor UPPD Samsat Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Tim GADIS PANTURA menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari arahan sekda provinsi Jawa Tengah tentang ASN sebagai pelopor pembayaran pajak. Dari pembayaran pajak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan daerah.
“ Harapannya agar para ASN memberi contoh masyarakat dalam pembayaran pajak, bukan saja pembayaran kendaran plat merah tapi juga kendaraan yang mereka pakai untuk kegiatan sehari-hari, karena kita selalu dipantau oleh masyarakat apalagi kita sudah melaksanakan kegiatan penagihan tunggakan . Makanya kita berupaya untuk menjadi contoh bagi masyarakat agar kita bisa membangun dengan pajak kendaraan melalui bagi hasil,” papar Rusdiono. (Dian-Kominfo))
Selasa, 22 Maret 2022
Bupati menilai, NU di Kabupaten Pekalongan merupakan ormas keagamaan yang terbesar. Namun, kata bupati, NU belum menjadi nomor 1 dalam kekompakannya. “Ini yang menjadi PR kita, keluarga besar NU, agar bersatu dan kompak untuk bersama-sama berniat membesarkan NU, agar menjadi lebih hebat lagi dan benar-benar menjadi mayoritas,” ujar bupati.
Selanjutnya Bupati berharap pelantikan semacam ini bisa diselenggarakan di tiap desa. “Jika Kabupaten Pekalongan memiliki banyak qori dan qoriah dan para penghafal Al Qur’an., Insya Allah akan menjadi daerah yang hebat dan luar biasa,” tutur bupati.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan membagikan “Tunjangan Hari Raya” (THR) atau insentif sebesar Rp. 500.000 kepada 300 penghafal Al Qur’an 30 Juz usia 12 hingga 30 tahun yang akan diberikan menjelang Lebaran nanti. Insentif untuk para hafidz dan hafidzah ini merupakan salah satu program prioritas Pemkab Pekalongan di Bidang Pendidikan.
Program prioritas lainnya yaitu insentif bagi 1.000 guru atau ustadz dan ustadzah pondok pesantren masing-masing sebesar Rp. 300.000 dan insentif sebesar masing-masing Rp. 500.000 bagi 7.984 ustadz/ustadzah TPQ.
Selain insentif tersebut, program prioritas lainnya yaitu pendidikan gratis TK, SD dan SMP serta bantuan operasional bagi 1.355 TPQ masing-masing sebesar Rp. 1 juta.
Sebelumnya, Ketua JQH Kabupaten Pekalongan, Ustadz Ahmad Shodiq SQ dalam sambutannya antara lain menyampaikan salah satu dari empat golongan yang dirindukan oleh surganya Allah adalah para ahlil Qur’an, yaitu orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Al Qur’an.
Pelantikan dihadiri Pengurus Wilayah JQH Jawa Tengah, perwakilan dari Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan, Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, Rois Ahlil Ilmi JQH Kabupaten Pekalongan, Ketua Dewan Organisasi JQH, Pengasuh Ponpes Walindo, dan tokoh masyarakat. (Red)
Selasa, 22 Maret 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutannya pada acara Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan Kepala Desa Masa Jabatan 2022-2028 dan Kepala Desa Antar Waktu Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 meminta para Kepala Desa (Kades) harus menjadi contoh bagi warganya. Oleh karena itu, kades diminta agar dapat menjaga nama baik dan tidak bertingkah macam-macam.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat kepada para kepala desa yang telah dilantik. Mulai saat ini Bapak/Ibu telah memiliki tanggung jawab penuh sebagai kepala desa, Pengorbanan Bapak/Ibu sangat besar. Oleh karena itu, setelah menjadi kades, dijaga dengan baik. Jangan setelah jadi kepala desa, banyak ulahnya,” tutur bupati.
Bupati dalam kesempatan siang itu juga berpesan agar kades segera melaksanakan tugas yang disesuaikan dengan RPJMDes dan segera menyusun APBDes sebagai rencana pengelolaan keuangan desa. “Saya minta kades jangan sampai melanggar aturan hukum terkait pengelolaan keuangan desa. Jika ada kesulitan, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan ,” ujar bupati.
Pesan lainnya yaitu agar, kades segera lakukan penyatuan dan eratkan kembali masyarakat dan merangkul tokoh masyarakat serta menempuh jalur musyawarah dalam penyusunan APBDes bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Bupati juga meminta agar kades bisa menggali potensi di desanya masing-masing dan melakukan terobosan-terobosan atau inovasi untuk membangun desanya. “Kepala desa adalah mitra Pemkab Pekalongan untuk membangun desanya masing-masing dan Kabupaten Pekalongan agar menjadi daerah yang hebat dan luar biasa,” ucap bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia Arafiq menyampaikan program unggulan Pemkab Pekalongan pada tahun 2022 ini. Yang pertama yaitu “Jalannya Halus Rejekinya Mulus”. “Karena bagaimana pun indahnya daerah kita, kalau jalannya rusak, susah untuk mengembangkan daerah. Oleh karena itu slogan kita “Jalannya Halus Rejekinya Mulus,” ujar bupati. Dikatakan, pada tahun 2021 anggaran perbaikan jalan dan jembatan sekitar Rp. 50 Miliar dan pada tahun 2022 dinaikkan menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar.
Program unggulan lainnya yaitu pengobatan gratis pada fasilitas kesehatan milik Pemkab Pekalongan dengan hanya menunjukkan KTP dan KK bagi anak yang dianggarkan puluhan miliar. “Saya berharap, pemimpin agar bermanfaat bagi orang banyak,” ungkap bupati.
Program yang ke tiga yaitu bantuan sebesar Rp. 50.000 per hari bagi penunggu pasien dari keluarga tidak mampu. Program ke-empat yaitu, bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucap bupati
Selain itu Bupati juga berpesan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan mengingat saat ini kasus covid 19 masih cukup tinggi. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 22 Maret 2022
Hal ini seperti disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE., MM dalam sambutan pada acara Tasyakuran Khotmil Qur’an dan Haflah Akhirussanah ke-15 di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidhul Qur’an “Nurul Qur’an” yang diasuh oleh KH Ahmad Toha, Desa Podo, Kedungwuni, Sabtu (19/3) malam. Acara dihadiri Wati Suci (anggota DPRD Kabupaten Pekalongan), Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, para kiai, para tokoh masyarakat, wali santri dan para santri ponpes.
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia dengan para santri karena telah menyelesaikan atau khatam Al’Qur’an. “Saya sangat bangga dan senang sekali menjelang Bulan Ramadan ini anak-anak sudah menyelesaikan khatam Al Qur’an. Ini adalah salah satu kebanggan kita semua. khususnya kebahagiaan untuk orang tua. Karena menurut saya, kita sehebat apapun, sehebat apapun profesi anak kita, kalau tidak ada landasan agama yang baik, tidak ada artinya apa-apa,” tutur bupati.
Selain untuk para penghafal Al Qur’an, Pemkab Pekalongan juga memberikan “THR” atau insetif sebesar Rp. 300.000. kepada 1.000 ustadz dan ustadzah yang mengajar di ponpes.
“THR” sebesar Rp. 300.000 juga akan diberikan kepada penjaga makam atau juru kunci. Bantuan diberikan untuk 3 juru kunci di setiap desa. “Bantuan mungkin tidak banyak, namun ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintahPada saat Pandemi Covid-19 seperti saat ini, masih banyak PR lainnya. Kegiatan kita laksanakan sesuai prioritas,” ucap bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan program unggulan Pemkab Pekalongan pada tahun 2022 ini. Yang pertama yaitu “Jalannya Halus Rejekinya Mulus”. “Karena bagaimana pun indahnya daerah kita, kalau jalannya rusak, susah untuk mengembangkan daerah. Oleh karena itu slogan kita “Jalannya Halus Rejekinya Mulus,” ujar bupati. Dikatakan, pada tahun 2021 anggaran perbaikan jalan dan jembatan sekitar Rp. 50 Miliar dan pada tahun 2022 dinaikkan menjadi kurang lebih Rp. 130 Miliar.
Program unggulan lainnya yaitu pengobatan gratis pada fasilitas kesehatan milik Pemkab Pekalongan dengan hanya menunjukkan KTP dan KK bagi anak yang dianggarkan puluhan miliar. “Saya berharap, pemimpin agar bermanfaat bagi orang banyak,” ungkap bupati.
Program yang ke tiga yaitu bantuan sebesar Rp. 50.000 per hari bagi penunggu pasien dari keluarga tidak mampu. Program ke-empat yaitu, bantuan seragam bagi siswa di sekolah negeri dari keluarga tidak mampu. “Saya berharap program setidaknya bisa membantu anak Pekalongan bisa sekolah dan pintar semua,” ucap bupati. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 21 Maret 2022
Plt.Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto nugroho S. STP, melalui Kabid Poldagri dan Ormas Suteguh, S. Si mengatakan dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber diantaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah, Kepala Prodi FISIP UNTAG Semarang Dr. Tri lestari hadiati, M.Si, Ketua AMRI Kabupaten Pekalongan Qayyum .
Menurutnya kegiatan pendidikan politik dan penguatan Demokrasi ini merupakan agenda kerja tahun 2022 dari Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dengan tujuan kegiatan semacam ini bisa meningkatkan partisipasi dalam pemilihan umum dan menghargai pandangan politik setiap orang.
Sementara menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah sebagai narasumber dia menyampaikan bahwa masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin dan menolak money politics.
"Sebagai pemilih harus cerdas dalam menentukan pilihannya dan menghindari money politics dengan tidak mendewakan uang, karena akan merusak tatanan" ungkap Mas'udah.
Selain itu menurut Ketua AMRI Kabupaten Pekalongan Qayyum, mengatakan bahwa perkembangan demokrasi dan politik di era digital, bahwa masyarakat bisa berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan salah satunya dengan memanfaatkan kanal digital yang sudsh tersedia untuk menyampaikan gagasan, usulan-usulan, dan tidak mudah terpancing dengan informasi hoax yang akan mempengaruhi kualitas demokrasi.
"Diharapkan setelah kegiatan ini mereka bisa mendapatkan beberapa hal diantaranya partisipasi pemilih lebih meningkat secara otomatis mempengaruhi kualitas demokrasi kita, kemudian masyarakat semakin tahu dimana dan kemana mereka harus menyalurkan suaranya, aspirasinya, usulannya" pungkas Qayyum. (Dian-Kominfo)
Minggu, 20 Maret 2022
Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Asisten 2 Setda Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny.Widi Riswadi.
Acara yang mengangkat tema ‘’Dekranasda Berkarya, UMKM Bangkit, Kabupaten Pekalongan Sejahtera’’ itu digelar secara sederhana dan protocol kesehatan yang cukup ketat. Dikatakan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu dalam sambutannya bahwa alasan pihaknya menyelenggarakan acara tersebut di Gedung UMKM Center Kedungwuni adalah untuk mentriger kembali gedung UMKM Center yang selama ini terbengkalai.
‘’ Walaupun sederhana tetap kami laksanakan acara untuk memperingati HUT Dekranasda ke-42 ini. Yang diantaranya rangkaian acara sebelumnya yaitu lomba Tik-tok. Dan alhamdulilah antusias masyarakat sangat luar biasa. Karena konten tik-tok yang sudah saya lihat semuanya bagus sampai saya kebingungan mau memilih pemenangnya,’’ kata Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu.
Menurut Ashraff, apabila UMKM Center bisa hidup kembali maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan juga akan lebih meningkat.
‘’Saya benar-benar berharap UMKM Center bisa hidup kembali guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Dan saya juga berharap pelaku-pelaku UMKM bisa datang kesini. Kita harus coba untuk mulai mengambil langkah kedepan supaya UMKM ramai,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang ke-42. Dikatakan Fadia, sesuai dengan tema peringatan HUT Dekranasda tahun ini yaitu ‘’Dekranasda Berkarya, UMKM Bangkit, Kabupaten Pekalongan Sejahtera’’ bisa memantik semangat seluruh pihak untuk menggalakan UMKM di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat lagi kedepannya.
Karena menurutnya, apabila UMKM di suatu daerah sudah ramai dan meningkat, maka iklim ekonomi daerah tersebut akan membaik pasca pandemi Covid-19 nantinya.
‘’Memang kalau kita ngomong tentang Dekranasda ini tidak kalah pentingnya untuk pembangunan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan khusunya para pengusahanya. Maju tidaknya suatu daerah itu kalau UMKM nya bergerak maka insyaallah majunya itu akan lebih pesat,’’ Ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia juga berpesan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan untuk tidak sungkan-sungkan meramaikan dan membuka kios di UMKM Center Kedungwuni supaya gedung UMKM bisa hidup kembali. ‘’Dan saya juga berharap pelaku-pelaku UMKM bisa datang kesini. Kita harus coba untuk mulai mengambil langkah kedepan supaya UMKM ramai,’’ pungkasnya.
Selanjutnya, turut hadir dalam acara tersebut Asisten 2 Setda Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro juga mengungkapkan bahwa acara puncak peringatan HUT Dekranasda ke-42 tingkat Kabupaten Pekalongan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur Dekranasda kepada Allah Swt, atas seluruh kegiatan yang dilakukan selama ini, dan juga sebagai wadah untuk saling berkoordinasi antar pemangku kepentingan supaya UMKM di Kabupaten Pekalongan bisa terus berkembang.
‘’Acara peringatan HUT Dekranasda ke-42 ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas kinerja yang dicapai oleh Dekranasda, serta harapan-harapan untuk program-program kedepan supaya lebih bagus, memberikan manfaat lagi bagi masyarakat luas dan bisa mendorong supaya UMKM bisa bangkit kembali,’’ tandasnya.
Dan Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mensukseskan rangkaian acara peringatan HUT Dekranasda Kabupaten Pekalongan, sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.
‘’Sekali lagi saya ucapkan terimakasih, dan semoga dengan adanya acara ini bisa mentriger perkembangan umkm di Kabupaten Pekalongan,’’ imbuhnya. (Dian-Kominfo)
Sabtu, 19 Maret 2022
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE MM, saat meninjau jembatan tersebut, Selasa (15/03/2022) mengatakan, akan segera membangun jembatan darurat dengan konstruksi yang bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih. “Besok ini peralatan segera datang dan insya allah jika tidak ada kendala yang berarti, dalam waktu tiga minggu pengerjaan jembatan selesai,” tutur bupati.
Dengan pembangunan jembatan darurat, sementara waktu sebelum dibangun jembatan permanen, diharapkan aktivitas warga menjadi bisa kembali normal serta lalu lintas barang dan jasa ke desa-desa yang dihubungkan oleh jembatan tersebut bisa lancar kembali.
Terpisah, Plt. Kepala DPU Taru, Murdiarso ST MT mengatakan pembangunan jembatan darurat akan dimulai dengan persiapan. “Antara lain persiapan alat dan material,” ujarnya.
Lebar jembatan, kata Murdiarso, akan ditambah menjadi 5 meter. Sebelumnya lebar jembatan 4 meter dan panjangnya 6 meter. Jembatan menghubungkan antara Desa Sinangohprendeng dengan Desa Kajongan, Desa Brengkolang dan sejumlah desa lainnya.
Sejak rusak, pengendara roda empat atau lebih tidak bisa melalui jembatan tersebut dan terpaksa berputar dan menggunakan jalan alternatif seperti jalan di desa Sukoyoso dan Desa Gandarum.
Murdiarso juga mengatakan bahwa DPU Taru akan mengusulkan kembali pembangunan jembatan permanen pada anggaran perubahan tahun 2022 ini. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 16 Maret 2022