Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM membuka kegiatan Lomba Dayung dalam Rangka Sedekah Laut TPI Jambean Tahun 2022 di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto pada Kamis (18/08).
Lomba dayung tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-400 tahun dan Hari Kemerdekaan RI Ke-77 tahun. Sedangkan sedekah laut/sedekah bumi yang juga diselenggarakan bersamaan kegiatan lomba dayung, merupakan wujud rasa syukur masyarakat di Wonokerto dan Kabupaten Pekalongan atas keberkahan yang diberikan Allah.
Melalui kegiatan tersebut, bupati menyampaikan dukungan dan harapan agar kegiatan lomba dayung dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat semuanya dapat rukun mengikuti kegiatan karena merupakan ajang bersenang-senang bersama seluruh masyarakat Wonokerto, “Semoga tidak ada yang berantem ya. Semua bisa menerima kemenangan dan kekalahan karena dalam setiap lomba ada yang menang dan kalah,” ujar bupati.
Harapannya, penyelenggaraan lomba dayung dapat semakin bagus setiap tahunnya sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang menyaksikan sehingga nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di Wonokerto dan sekitarnya.
Atas kegiatan sedekah laut yang digelar, bupati menyampaikan doa agar seluruh masyarakat Kecamatan Wonokerto mendapatkan ridho Allah. “Semoga Allah memberikan nelayan kita, warga Wonokerto dan sekitarnya keberkahan, kesehatan. Lautnya tambah berlimpah ruah hasilnya sehingga kita dapat menikmatinya kita bersyukur kepada Allah,” katanya.
Kepala Desa Pecakaran, Tarjuki berharap melalui kegiatan sedekah bumi yang digelar pandemi Covid-19 yang selama 2 tahun lebih melanda di Kabupaten Pekalongan segera usai.
“Kami juga berharap dengan kegiatan ini dan kedatangan bupati ke Desa Pecakaran dapat menjadi berkah untuk warga masyarakat pecakaran dan sekitarnya,” ujarnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 19 Agustus 2022
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM mengungkapkan kebahagiaannya atas pelaksanaan kegiatan dalam rangka semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke 77 Tahun tanggal 17 Agustus 2022 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terlaksana dengan baik, lancar dan tanpa kendala. Hal itu disampaikannya dalam acara Resepsi Malam 17 Agustus yang digelar di Pendopo Bupati Kecamatan Kajen, Rabu (17/08).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 Senin (15/08), di Pendopo Bupati Pekalongan.
Paskibraka yang dikukuhkan merupakan siswa/siswi SMA, SMK, dan MA terpilih. Mereka akan melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera pada Upacara Pengibaran dan Bendera Peringatan HUT ke-77 RI 17 Agustus 2022, di Alun-alun Kajen.
KAJEN – Gerakan Pramuka dinilai telah membantu banyak hal dalam mengatasi dan menanggulangi pandemi Covid-19. Hal itu dikatakan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso dalam sambutan pada Upacara Hari Pramuka ke-61 Tahun 2022.
Di Kabupaten Pekalongan, upacara digelar di Lapangan Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/8).
KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si selaku Ketua Kwartir Cabang mengharapkan organisasi Pramuka di Kabupaten Pekalongan mulai tahun ini dapat mandiri melaui wirausaha. Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Sarasehan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka Ke-61, di SMP Negeri 1 Karanganyar, Sabtu (13/8) malam.
KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S. Sos., M.Si. resmi melepas 16 orang peserta Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XI Tahun 2022 Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan, di Pendopo Bupati Pekalongan Kajen, Selasa (9/8). Jamnas diselenggarakan di Cibubur, Jakarta, 12 hingga 21 Agustus 2022.
Dalam upacara tersebut, bupati membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP. Gubernur Jateng melalui Bupati Pekalongan menyerukan kepada seluruh peserta upacara dan warga agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tanpa membedakan suku, ras, agama maupun golongan.
“Negara ini didirikan bukan untuk satu suku, bukan untuk satu ras, agama maupun golongan. Negara Kesatuan Republik Indonesia ini berdiri di atas kaki semua. Bukan hanya ketika kemerdekaan diproklamasikan, sejak negara ini dirancang, sudah melibatkan banyak tokoh dari berbagai suku, berbagai ras, bermacam agama dan golongan,” tutur Fadia membacakan sambutan gubernur.
Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-alun Kajen diikuti jajaran legislafif, eksekutif, yudikatif, TNI/Polri, para ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP), dan peserta lainnya.
Usai upacara, Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda dan para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengikuti Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI secara virtual di Aula Lantai 1 Setda.
Sementara itu, Upacara Penurunan Bendera Merah Putih digelar di Alun-alun Kajen, dijadwalkan digelar pukul 17.00 dengan Irup Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH.
Sebelumnya, pada Rabu (17/8) dini hari, digelar renungan suci di Taman Makam Pahlawan Bhakti Wiratama Bojong dan paginya, dilakukan penyerahan duplikat bendera pusaka di Halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 19 Agustus 2022
Atas capaian tersebut, Bupati Fadia menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang berperan atas kesuksesan acara yang berlangsung hari itu. “Terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan hari ini dengan baik, terima kasih kepada adik-adik paskibraka yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera dalam upacara pagi dan sore tadi. Kalian hebat dan luar biasa. Terima kasih kepada pelatih paskibraka yaitu pelatih dari TNI dan Polri. Terima kasih kepada para orang tua atas doa, dukungan, dan support sehingga adik-adik paskibraka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujar bupati Fadia.
Selanjutnya, bupati juga menyampaikan ungkapan syukur karena berbagai acara peringatan 17 Agustus dapat kembali diadakan di Kabupaten Pekalongan sejalan dengan pandemi Covid-19 yang mulai mereda di Kabupaten Pekalongan, “Insya Allah Kabupaten Pekalongan sudah mulai pulih,” katanya.
Meskipun demikian, bupati tetap meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk taat prokes dalam setiap kegiatan, serta agar segera mendapatkan vaksinasi booster.
Dalam kesempatan tersebut, bupati memohon do’a dari tokoh masyarakat yang hadir dan juga masyarakat Kabupaten Pekalongan agar dapat melaksanakan pemerintahan dan pembangunan di daerah dengan baik, “Kami mohon do’anya agar pembangunan berjalan dengan lancar dan juga pembangunan Alun-alun Kajen juga dapat berjalan dengan baik, agar kami dapat mempercantik wajah Kabupaten Pekalongan ini. Di tahun 2022 mungkin masih belum sempurna, tetapi nanti di tahun 2023 akan ada tahap 2 agar hasilnya lebih maksimal,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH berharap kegiatan yang digelar malam itu merupakan upaya untuk meneladani dan menjaga spirit perjuangan para pendahulu bangsa. Serta dalam rangka mengisi pembangunan di Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik.
“Spirit perjuangan tentu tidak mudah, harus dilakukan dengan kebersamaan, harus dilakukan dengan penuh kegotongroyongan, harus dilakukan dengan tidak ada ego di antara kita semua. Jika itu dilakukan saya yakin spirit dari perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu kita dan kita teladani, akan bisa dilanjutkan di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Panitia Wahyu Kuncoro ST MT mengungkapkan bahwa acara malam resepsi yang digelar merupakan wujud rasa syukur dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI yang Ke-77 tahun.
“Ini juga merupakan wujud syukur atas terselenggaranya upacara pengibaran bendera sampai dengan penurunan bendera yang telah telaksana dengan baik,” terangnya.
Acara malam resepsi 17 Agustus yang diselenggarakan Pemkab Pekalongan diikuti setidaknya 400 orang peserta dari berbagai unsur, mulai Forkompimda, unsur Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta tokoh masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kerjasama seluruh masyarakat. Harapannya, Kabupaten Pekalongan dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat sesuai dengan tema peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 tahun ini.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 19 Agustus 2022
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa/siswi yang terpilih sebagai Paskibraka. “Saya atas nama Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi anak-anakku semua yang terpilih untuk menjalankan mandat dan tugas mulia mengibarkan bendera merah putih sekaligus menurunkanya pada tanggal 17 Agustus 2022,” ujarnya.
Dikatakanya bahwa seluruh paskibraka telah berlatih sejak beberapa hari yang lalu, karenanya, bupati meminta kepada seluruh paskibraka untuk tetap semangat, serta mempersiapkan fisik dan mental dengan baik untuk kegiatan 17 Agustus 2022 nanti.
Bupati Fadia dalam kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu melatih dan memberikan dukungan kepada para paskibraka diantaranya dari unsur TNI dan Polri.
“Terima kasih TNI dan Polri yang telah membina anak-anak semuanya sehingga siap untuk melaksanakan tugasnya pada 17 Agustus nanti, terima kasih juga untuk para orang tua yang telah senantiasa mendoakan dan mencintai anak-anakku semua,” katanya.
Terakhir, Bupati Fadia berpesan kepada seluruh paskibraka untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. “Jaga kondisi fisik dan mental jangan sampai waktu hari acara malah jatuh sakit, saya yakin kalian bisa,” pesannya.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. , M.H., Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Infanteri Rizky Aditya,S.Sos. M.Han, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, S.H., M.H.,Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 17 Agustus 2022
“Saya berharap agar kegiatan ini terus dilakukan, sehingga Pandemi Covid-19 terus melandai dan kita bisa leluasa mengadakan berbagai kegiaan kepramukaan,” kata Budi Waseso dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si selaku Ketua Kwarcab.
Dalam peringatan Hari Pramuka yang bertemakan “Mengabdi tanpa batas untuk Membangun Ketangguhan Bangsa”, Budi Waseso menyampaikan ucapan terima kasihnya atas peran serta semua yang terlibat dalam membantu menanggulangi pandemi Covid-19.
Dikatakannya, bersamaan dengan peringatan Hari Pramuka tahun ini, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka juga menyelenggarakan Jambore Nasional (Jamnas) XI Tahun 2022. Jamnas diselenggarakan di Buperta Cibubur, mulai tanggal 14 hingga 21 Agustus 2022. Tema Jamnas yaitu “Ceria, Berdedikasi, Berprestasi”.
“Jamnas diikuti kontingen dari seluruh Indonesia, ditambah gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan RI di luar negeri dan sejumlah tamu undangan para pandu dan tokoh pandu dari berbagai negara,” ujarnya.
Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan juga telah mengirinkan kontingen yang terdiri dari 8 orang putra dan 8 orang putri untuk mengikuti Jamnas di Cibubur. Bahkan, kontingen dari Kabupaten Pekalongan diminta untuk tampil dalam aksi kegiatan Jamnas, sehingga berangkat lebih awal. Kontingen Jamnas Kabupaten Pekalongan dilepas Sekda selaku Ketua Kwarcab Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/8) dari Pendopo Bupati Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 15 Agustus 2022
Dalam kesempatan tersebut, dia mengatakan bahwa pramuka saat ini masih bergantung pada dana hibah APBD dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang memang dana tersebut sah untuk diberikan. “Pemberian dana hibah kepada pramuka ini telah sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada. Hibah itu kan ada aturannya dan salah satu yang boleh dihibahkan setiap tahun adalah hibah dana kepada pramuka,” jelas Akbar.
Akan tetapi dia berharap agar Pramuka dapat mulai berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, karena di Kabupaten Pekalongan sendiri sangat kental dengan kultur wirausahanya. “Kabupaten Pekalongan ini kan kultur saudagar, wirausaha, atau kultur entrepreneur. Tinggal bagaimana kita memupuknya,” ujarnya.
Untuk mendukung wacana tersebut, dia meminta kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Naker (Dinkop UMKM dan Naker) untuk dapat memberikan fasilitasi wirausaha kepada pramuka. “Kami Pemkab melalui Dinkop UMKM memiliki kegiatan pelatihan wirausaha yang bisa diikuti. Wirausaha kan luas dan banyak. Silakan nanti diikuti dan disesuaikan,” katanya.
Sekda menandaskan bahwa Dinkop UMKM dan Naker Kabupaten Pekalongan saat ini memiliki kerja sama yang luas. Salah satunya dengan Pusat Layanan salah satu e-commerce di UMKM Center Kedungwuni yang dapat dimanfaatkan, “Nanti tinggal kita sinergikan saja dengan program-program Pemkab Pekalongan,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST., MT selaku Ketua Panitia dalam kegiatan tersebut melaporkan bahwa kegiatan yang berlangsung malam itu merupakan kegiatan bagi pramuka dewasa tetapi juga dihadiri oleh pramuka penegak dengan total jumlah sekitar 120 orang.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan upacara atau peringatan hari ulang tahun pramuka yang Ke-61 di Kabupaten Pekalongan dimana besok akan dilaksanakan upacara di Kwartir Ranting Karangdadap yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Karangdadap, diperkirakan jumlah peserta 360-400 orang,” terangnya.
Dalam kegiatan malam itu juga digelar ulang janji dan diskusi terkait dengan upaya-upaya untuk memajukan gerakan pramuka di wilayah kabupaten Pekalongan.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 15 Agustus 2022
Demikian sambutan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE MM yang dibacakan Wakil Bupati H. Riswadi, SH dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD dan PPAS Kabupaten Pekalongan Tahun Anggarann 2023 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Jum’at (12/8).
“Namun demikian, terdapat penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp. 30 Miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Sedangkan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp. 29 Miliar, sehingga terdapat Pembiayaan Netto sebesar Rp. 1 Miliar dapat menutup defisit anggaran secara struktur yang selisih kurang antara pendapatan daerah dengan belanja daerah yang direncanakan,” tutur Riswadi.
Dijelaskan, pendapatan daerah bersumber dari PAD, DAU, DAK, Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Desa maupun Dana Bagi Hasil Propinsi serta pendapatan daerah lainnya yang sah. Sedangkan belanja daerah terklasifikasi dalam belanja pegawai, belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer.
“Sementara itu, pengeluaran pembiayaan yang direncanakan sebesar Rp. 29 Miliar dialokasikan untuk Pembentukan Dana Cadangan dalam rangka Pilkada Serentak 2024 sebesar Rp. 20 Miliar dan penyertaan modal sebesar Rp. 9 Miliar,” terang Riswadi.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 15 Agustus 2022
Dalam sambutannya pada kesempatan tersebut, Sekda menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta jamnas yang terdiri atas 8 orang putra dan 8 orang putri yang telah lolos seleksi hingga akhirnya dapat menjadi perwakilan dari Kabupaten Pekalongan. “Saya atas nama pemerintah dan kwarcab mengucapkan selamat kepada adik-adikku semuanya, dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mengijinkan dan mendukung anak-anaknya mengikuti Jambore Nasional 2022 ini,” ujar Sekda.
Sekda juga mengucapkan terima kasih kepada para pembina dan pendamping yang telah berperan penting selama proses pelatihan peserta sampai hari pelepasan. “Terima kasih telah mendidik, membina, dan melatih para peserta selama masa pelatihan. Terima kasih telah mempersiapkan mereka dengan baik. Tetapi tetap jaga dan dampingi selama Jamnas nanti sehingga mereka memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan pramuka memberikan manfaat kepada anak-anak yakni keterampilan-keterampilan hidup yang bermanfaat untuk kehidupannya nanti di masa yang akan datang, “Gerakan pramuka ini bisa menjadi wadah belajar putra-putri kita belajar nasionalisme, keterampilan hidup, dan keterampilan-keterampilan lainya yang harus kita ajarkan kepada mereka,” ucap sekda.
Dikatakan, jamnas merupakan event nasional yang terakhir digelar pada tahun 2016 dan hanya digelar setiap 5 tahun sekali. Oleh karena itu, dia meminta kepada para peserta untuk dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik-baiknya, “Saya minta adek-adek semuanya untuk serius mengikuti kegiatan ini, karena ini akan menambah pengalaman kalian lebih dari pada yang lain. Nanti ketika selesai silakan pengalamannya untuk dibagi kepada adik-adik kita dari penggalang,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga berpesan kepada para peserta untuk selalu menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu juga, agar selalu menjaga sikap, dan menikmati kegiatan jamnas dengan gembira, karena menurutnya itu merupakan pengalaman berharga. “Jaga kesehatan, nikmatilah, dan berikan citra positif Kabupaten Pekalongan dengan selalu bersikap ramah, tolong-menolong, sopan santun, ada kode etik gerakan pramuka, ini dijaga,” kata Sekda.
Ketua Panitia, Sugianto S.Pd melaporkan jamnas akan dilaksanakan pada tanggal 12-21 agustus 2022, tetapi khusus untuk Kontingen Kabupaten Pekalongan akan berangkat tanggal 10 agustus 2022.
“Karena ditunjuk sebagai peserta aksi dan atraksi dalam pembukaan jambore nasional 2022 sehingga H-2 sudah harus ada di Cibubur,” terangnya.
Dia menyebutkan, peserta Jambore Nasional Kontingen Kwarcab Kabupaten Pekalongan terdiri atas 1 regu putra dan 1 regu putri serta 3 pendamping putra dan 3 pendamping putri.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 10 Agustus 2022
Surat Edaran tersebut telah direspon oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dengan mempersilahkan masyarakat yang di lingkungannya memerlukan fogging untuk segera melapor ke Puskesmas terdekat, sehingga secepatnya Puskesmas akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk merespon.
Sambil menunggu pelaksanaan fogging, Puskesmas juga akan melakukan penyelidikan epidemologi dan memberi edukasi serta tindakan untuk pencegahan penyebaran kasus (PSN Plus).
Berikut beberapa persyaratan yang harus terpenuhi untuk pelaksanaan fogging, diantaranya untuk daerah non endemis, didaerah tersebut telah terjadi kasus dengue/DBD, terdapat nyamuk infektif (dengue). Sedangkan untuk daerah endemis ditambah dengan syarat adanya persentase rumah/bangunan yang negatif larva (Angka Bebas Jentik/AJB) sebesar < 95%. Namun pada kondisi luar biasa dengue/DBD, bencana/pengungsian, fogging dapat sesegera mungkin dilakukan.(Dian-Kominfo)
Rabu, 10 Agustus 2022