KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM menyatakan siap menerima pemudik yang memiliki keluarga di Kabupaten Pekalongan pada Lebaran tahun ini, menyusul kebijakan Pemerintah Pusat terkait mudik Lebaran Tahun 2022. Namun demikian, pemudik harus mengantongi hasil tes swab negatif dan tidak perlu swab bagi yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap, yang meliputi dosis 1, 2 dan dosis 3 atau booster, sebagaimana persyaratan mudik yang ditentukan Pemerintah Pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fadia dalam sambutan pada kegiatan Safari Tarawih Keliling Ramadhan 1443 Hijriyah di Masjid Baitul Huda Kayugeritan Kecamatan Karanganyar, Selasa (12/4) malam.
“Alhamdulillah Pemerintah Pusat sudah memperbolehkan masyarakat untuk mudik dengan persyaratan pemudik sudah mendapatkan vaksin Covid-19, termasuk booster, atau jika belum vaksin booster, harus menyertakan hasil tes PCR atau swab antigen negatif. Jika sudah memenuhi syarat tersebut, sudah boleh untuk mudik ke Pekalongan,” tutur bupati.
Bupati juga sempat menyampaikan terkait kebijakan mudik Lebaran tahun 2022 tersebut saat sambutan pada Safari Tarawih Keliling di Masjid Al-Hidayah, Pekiringan Alit, Kajen,, Senin (11/4). Pemkab Pekalongan menggelar vaksinasi Covid-19 dalam kegiatan safari tarawih keliling di dua masjid tersebut. Masyarakat tampak antusias untuk mendapatkan vaksinasi dosis 1, 2, maupun booster.
Dalam kegiatan tarawih keliling di Masjid Baitul Huda, Kayugeritan, Karanganyar, Bupati juga menyampaikan sejumlah program dan kegiatan unggulan Pemkab Pekalongan pada tahun 2022. Program tersebut antara lain pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya.
Tahun 2022 ini pemkab menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar Rp. 130 Miliar. Jumlah tersebut, kata bupati, dua kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 50 Miliyar.
Di wilayah Kecamatan Karanganyar, perbaikan jalan dan infrastruktur lainnya dianggarkan kurang lebih Rp 13,2 Miliar. Tahun sebelumnya, anggaran hanya sekitar Rp. 9 Miliar.
Bupati berharap, dengan penganggaran yang besar untuk perbaikan jalan, akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya berharap di Kabupaten Pekalongan akan banyak jalan yang halus, aktivitas ekonomi menjadi lancar dan tidak ada jalan yang membahayakan warga,” ungkap bupati.
Selain pembangunan jalan dan jembatan, bupati juga menyampaikan program-program unggulan lainnya, yaitu berobat cukup dengan KTP dan melahirkan gratis di fasilitas kesehatan milik Pemkab Pekalongan, bantuan bagi penunggu pasien kurang mampu, serta bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa SD hingga SMP Negeri yang kurang mampu.
Pada kegiatan tersebut Pemkab Pekalongan juga memberikan bantuan senilai 50 juta rupiah untuk keperluan pembangunan masjid Baitul Huda yang diserahkan secara simbolis kepada takmir masjid. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 13 April 2022
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyalurkan hibah senilai 100 juta rupiah untuk keperluan pembangunan masjid Al-Hidayah Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM secara simbolis kepada Ketua Takmir masjid Al-HIdayah, Drs. H Abdul Basyith dalam kegiatan Safari Tarawih Keliling Ramadhan 1443 Hijriyah di masjid tersebut, Selasa malam (11/4).
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE., MM, melantik Kades Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Sarjono, di Balai Desa Yosorejo, Selasa (5/4) malam. Sarjono dilantik secara terpisah karena sempat sakit.
Sebelumnya, sebanyak 31 kades hasil Pemilihan Kades Serentak (Pilkades) Serentak 23 Februari 2021 dan 2 kades Pergantian Antar Waktu (PAW) yaitu Desa Watupayung, Kecamatan Kesesi dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto sudah diambil sumpahnya dan dilantik oleh Bupati Pekalongan di Pendopo Bupati, pada Senin (21/3).
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH meminta agar warga menjalani vaksinasi ke-tiga atau booster. Hal itu disampaikan wabup saat sambutan usai melaksanakan sholat tarawih di Masjid An-Nur, Desa Bligorejo, Kecamatan Doro, Selasa (5/4).
“Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir, oleh karena itu, protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Saya juga meminta agar bapak ibu sekalian menjalani vaksinasi booster,” tutur Wabup. Dikatakan, hingga saat ini, di Kabupaten Pekalongan baru sekitar 3,5%, yang sebagian besar baru ASN yang mendapatkan vaksin booster.
KAJEN - Untuk memperoleh Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang valid, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan berbagai upaya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diantaranya Dindikbud, Dindukcapil, Kecamatan dan BPJS Kesehatan, dengan melaksanakan Sosialisasi Verifikasi Dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta mengundang Pemerintah Desa (Operator Desa) dan elemen masyarakat, pada tanggal 30-31 Maret 2022.
KAJEN – Sebanyak 135 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pekalongan Formasi Tahun 2021 menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan. Para CPNS tersebut dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE., MM, di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (5/4) sore.
KAJEN – Anak (usia 0 – 18 Tahun dan belum berstatus menikah) adalah salah satu aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan baik fisik maupun mental, karena segala bentuk kekerasan dapat memberikan dampak negatif jangka panjang pada anak, dan dapat meninggalkan luka emosional mendalam hingga anak dewasa. Oleh karena itu, segala bentuk kekerasan pada anak harus dicegah, namun jika kekerasan terlanjur terjadi perlu langkah tepat untuk menolong korban.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM bersama Kapolres Dr. Arif Fajar Satria, SH, S.IK, M.H dan Kajari Kabupaten Pekalongan, H. Abun Hasbullah Sambas, SH, MH serta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan menjenguk baby Alwi Romadhani, di Puskesmas Sragi 2, Senin (4/4).
Bupati dan rombongan juga memberikan bingkisan berupa susu formula dan perlengkapan serta kebutuhan perawatan untuk baby Alwi yang baru berumur tiga hari. “Kita berkunjung untuk memastikan kondisi bayi sehat. Alhamdulillah sehat, tidak rewel. Bayi ganteng dan putih. Bayi supaya bisa dijaga dengan baik di sini (Puskesmas Sragi 2 – red), sambil menunggu proses selanjutnya,” tutur bupati.
Selasa, 12 April 2022
Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyelesaian pembangunan masjid Al-Hidayah, “Masjid ini mendapat bantuan sebesar seratus juta rupiah. Supaya tambah bagus finishingnya biar lengkap. Biar tidak masih semen-semen seperti ini. Biar lebih bagus.” tutur bupati.
Lebih lanjut bupati mengatakan, saat ini Pemkab Pekalongan sedang mengupayakan bantuan untuk masjid-masjid di Kabupaten Pekalongan yang memang benar-benar membutuhkan dana bantuan pembangunan masjid. Bupati berharap bisa membantu pembangunan masjid dan mushola di semua wilayah Kabupaten Pekalongan dengan berprinsip pada skala prioritas.
Dalam sambutan usai sholat tarawih berjamaah di Masjid Al-Hidayah tersebut, bupati menyampaikan bahwa pada tahun ini pemkab menyalurkan bantuan hibah untuk pembangunan masjid dan mushola serta untuk ormas keagamaan di Kabupaten Pekalongan. Pemkab juga memberikan bantuan sosial untuk yayasan dan lembaga yang dikelola ormas keagamaan di Kota Santri.
Meskipun begitu, dijelaskan bupati, bahwa dalam penyaluran bantuan dana hibah dan bantuan sosial kepada ormas, pemkab juga menyesuaikan dengan jumlah keanggotaan yang ada di ormas itu sendiri.
Selain untuk masjid dan mushola serta ormas keagamaan, tahun 2022 ini, pemkab juga memberikan bantuan untuk takmir masjid dan marbot serta penjaga makam.
Gelar Vaksinasi
Dalam kegiatan tersebut, juga digelar vaksinasi Covid-19 di halaman masjid. Warga bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1, dosis 2, dan booster dalam kegiatan tersebut. Warga sekitar masjid tampak antusias untuk mendapatkan layanan vaksinasi yang diselenggarakan Puskesmas Kajen 2 malam itu.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan kabar gembira bahwa pemerintah telah melonggarkan kebijakan mudik pada Lebaran Tahun ini. “Pemerintah Pusat sudah memperbolehkan saudara-saudara kita yang jauh untuk mudik ke kampung halaman pada Lebaran Tahun ini Yang penting sudah vaksin lengkap dan menaati prokes,” tutur bupati.
Syarat perjalanan mudik Lebaran tahun 2022, para calon pemudik harus sudah mendapatkan dosis pertama dan kedua ditambah vaksin booster serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah tidak mewajibkan melampirkan hasil negatif Covid-19 melalui tes antigen atau PCR khusus bagi calon pemudik yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 12 April 2022
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya memberikan ucapan selamat dan memberikan support kepada Sarjono agar semangat untuk memimpin desanya. “”Setelah dilantik, insya allah tambah sehat ya Pak. Harus semangat membangun desa. Karena kades adalah orang tua dari seluruh warga desanya. Sakit adalah ujian dari Allah. Tapi kita harus semangat, karena jika sugesti kita mengatakan bahwa kita akan sakit maka kita akan sakit, dan jika kita semangat untuk sehat, insya allah kita akan sehat,” tutur Fadia memberikan dukungan kepada Sarjono.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan terima kasih kepada mantan Kepala Desa Yosorejo atas pengabdiannya.
Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan Program Kesehatan Gratis Cukup dengan KTP yang menjadi program prioritasnya yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2022. “Walaupun masih ada batasan-batasan tertentu, namun, menurut saya, cukup membantu masyarakat,” tutur bupati.
Selain itu, program lainnya yaitu bantuan untuk penunggu pasien yang dirawat di puskesmas rawat inap atau di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Pekalongan. Bantuan diperuntukkan keluarga kurang mampu. Oleh karena itu, bupati berpesan kepada Kades Yosorejo dan para kades lainnya untuk dapat mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk warga yang benar-benar tidak mampu. “Bapak Kepala Desa harus teliti, jika ada warga mampu, masih minta dibuatkan SKTM, itu keterlaluan ya, oleh karena itu jangan mau jika diminta membuatkan untuk mereka yang mampu,” ujar bupati berpesan.
Bantuan bagi penunggu pasien dari keluarga tidak mampu yang diberikan yaitu sebesar Rp. 50 ribu per hari, selama maksimal 4 hari dalam satu tahun. “Walaupun masih ada batasan-batasan, namun setidaknya biaya transportasi terbantu,”imbuh bupati.
Dalam kesempatan itu, bupati juga membuka peluang agar jalan poros desa yang kondisinya rusak diusulkan ke bupati untuk diperbaiki atau ditingkatkan. Sedangkan perbaikan jalan desa, kata bupati, menjadi tugas dan wewenang desa itu sendiri.
Pada akhir sambutannya, bupati berpesan agar dalam melaksanakan pembangunan, kades berpedoman pada skala priorotas dan mengutamakan musyawarah. “Yang prioritas apa, dirembug bareng (bersama) BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan tokoh masyarakat, disepakati bersama,”ujar bupati.
Selain itu, bupati berharap agar kades berhati-hati terkait penggunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Bupati meminta agar kades jangan sampai terseret kasus hukum karena penyalahgunaan dana tersebut. “Biar bendahara saja yang pegang uangnya. Kades yang mengontrol dengan baik agar tidak menyalahi aturan hukum dan administrasi,” ucap bupati. Bupati menyarankan kepada kades untuk meminta pendampingan OPD terkait atau pun camat jika mendapati kesulitan terkait hal tersebut.
Pelantikan Kades Yosorejo dihadiri Sekretaris Daerah, Aisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala OPD terkait, Camat Siwalan dan unsur Forkopimcam, para tokoh masyarakat, keluarga kades yang dilantik. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 6 April 2022
“Kami berharap, perjuangan yang menghabiskan anggaran yang luar biasa, agar bermanfaat. Penanganan pandemi Covid-19 menyerap anggaran yang tidak sedikit, bahkan sampai harus merefocusing anggaran hingga sekitar Rp. 300 miliar untuk keperluan tersebut,” jelas wabup.
Namun, menurutnya, situasi di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah berangsur membaik. “Saat ini, pertumbuhan ekonomi kita sudah di angka 4,7%, meskipun masih di bawah provinsi,” ujar wabup. Disebutkan, jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan sekitar 976 ribu jiwa.
Lebih lanjut wabup mengatakan, pada tahun 2022 ini, pemkab sudah dan akan membangun infrastruktur dengan anggaran Rp. 130 Miliar lebih. “Panjang jalan Kabupaten Pekalongan sekitar 890 KM dan saat ini sekitar 25% kondisinya rusak karena guyuran hujan,” kata wabup.
Program lainnya yang menjadi prioritas dalam kepemimpinannya bersama Bupati Fadia Arafiq yaitu kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP. “Program ini juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun, kami ingin memberikan kesejahteraan pada masyarakat, memberikan perlindungan kepada masyarakat,” imbuh Riswadi.
Riswadi mengaku pemerintah tidak mungkin mampu bekerja sendiri, oleh karena itu, dia meminta kepada para tokoh masyarakat, para ulama, para stakeholders dan seluruh masyarakat untuk memberikan saran, masukan, bahkan kritik yang membangun. “Silakan kami dikritik, diberi masukan,” ucap wabup. Dalam kegiatan tersebut juga digelar dialog interaktif antara wabup dan warga.
Dalam kesempatan tarawih keliling tersebut, Pemkab Pekalongan juga menyalurkan bantuan sebesar Rp. 40 juta untuk rehab Masjid An-Nur. Selain itu juga dilakukan penyerahan bingkisan dari Bank Jateng untuk takmir masjid dan lansia kurang mampu.
Disebutkan pula, jumlah masjid di Kabupaten Pekalongan sekitar 800 unit dan mushola jumlahnya ribuan. “Semoga masjid dan musholanya tidak rusak semua. Nek bodol kabeh duite entek (kalau rusak semua, uangnya habis – red) untuk bantu,” ujar wabup sambil bercanda.
Pada moment tersebut, Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas Doro I juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga sekitar.
Hadir mendampingi Wabup Pekalongan dalam safari tarawih keliling antara lain yaitu Kepala Dinas Kesehatan. Kabag Kesra, Direktur Bank Jateng Cabang Kajen, Camat Doro, Kades Bligorejo, Pengurus Masjid Annur, para kiai dan ustadz, sesepuh, dan tokoh masyarakat sekitar. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 6 April 2022
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, S.E sekaligus sebagai PLT Kepala Dinas Sosial Kab.Pekalongan, sekaligus memberikan sambutan dan arahan bahwa melalui kegiatan Sosialisasi ini diharapkan menyatukan persepsi tentang peran dan fungsi jajaran Pemerintahan di Kab.Pekalongan sampai pada Operator Desa agar ke depan diharapkan data yang diusulkan lebih valid dan sesuai keadaan Penerima manfaat.
Disampaikan pula bahwa data yang sudah valid bisa dijadikan acuan dalam penyaluran bansos, karena tidak semua yang sudah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menerima bantuan sosial. (Dian-Kominfo)
Rabu, 6 April 2022
Pada kesempatan tersebut Bupati meminta agar para CPNS yang baru saja dilantik dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin untuk mengabdi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, “Kalau kalian bekerja dengan baik bekerja dengan maksimal, Insya Allah kerja kalian tidak akan menghianati hasil. Jadi kita kerja harus betul-betul semangat,” tutur bupati dalam sambutannya.
Bupati berpesan kepada CPNS yang berasal dari daerah kota atau kabupaten lain agar tidak berkeinginan untuk segera pindah setelah menjadi Pegawai Negeri Sipil.“Bapak/Ibu yang dari daerah lain, mungkin dari kota atau kabupaten tetangga atau lebih jauh lagi, tanamkan bahwa setelah hari ini menerima SK di Kabupaten Pekalongan, berarti kita mau mengabdikan diri menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, untuk memajukan Kabupaten Pekalongan” ujar bupati. Oleh karena itu, bupati meminta agar para cpns tidak buru-buru mengajukan pindah ke daerah lain setelah diangkat menjadi PNS nanti. “Selama saya yang menjadi bupatinya, saya akan sangat sulit untuk mengeluarkan ijin atau SK untuk mutasi ke daerah lain,” ujar bupati kembali menegaskan pernyataanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, S.IP.,MH dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka sebanyak 145 formasi umum. Ada sebanyak 1.929 orang pelamar untuk formasi tersebut.
Dari jumlah pelamar tersebut, hanya 135 orang yang lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). “Melalui proses panjang seleksi pada akhirnya dinyatakan lulus dan memenuhi syarat sebanyak 135 orang CPNS, terdiri dari 109 tenaga kesehatan dan 26 Tenaga Teknis,” jelas Wiryo.
Lebih lanjut Wiryo mengatakan bahwa setelah menerima SK, para CPNS yang sudah dilantik nantinya akan menjalani masa percobaan minimal selama 1 (satu) tahun di 19 OPD di Kabupaten Pekalongan sebagai salah satu persyaratan untuk diangkat menjadi PNS.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah CPNS dihadiri Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para Staff Ahli Bupati, Kepala OPD terkait, Pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, serta seluruh CPNS Formasi Tahun 2021. Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 6 April 2022
Negara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan hadir melalui Dinas P3A dan PPKB untuk mencegah dan menolong korban kekerasan pada anak dan remaja, Dinas yang dinahkodai oleh dr. Eko Wigiantoro, M.Kes ini mempersilahkan masyarakat yang akan melakukan pengaduan atau membutuhkan ertolongan terkait kekerasan pada anak dan remaja untuk datang langsung ke Sekretariat P2TP2A (Pusat PelayananTerpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) di Kantor Dinas P3A dan PPKB di Jl. Krakatau No.5 Kajen dengan jam pelayanan Senin s.d Kamis dari jam 08.00 – 14.00, sedangkan di Hari Jum’at dari jam 08.00 -10.30, menghubungi hotline (0285) 381739 atau bisa mengakses medsos P2TP2A yaitu Facebook di Pelita, dan Instagram di p2tp2a_kab.pekalongan.
Kepala Dinas P3A dan PPKB melalui Kabid. Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA), Tina Eri Astuti, SE, MM mengungkapkan,bahwa P2TP2A senantiasa siap menerima aduan dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Tak lupa Tina menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pekalongana gar tidak ragu atau malu untuk melaporkan kejadian kekerasan yang dialami baik oleh dirinya, keluarga dan kerabatnya ataupun yang terjadi di lingkungannya, karena hal tersebut sangat membantu korban untuk pulih dari trauma dan keterpurukan, sehingga korban dapat kembali hidup normal.
Ditambahkan Tina bahwa, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai elemen diantaranya Kepolisian, Kejaksaan, Dinas Kesehatan, RSUD dan masih banyak lagi elemen masyarakat dan pemerintahan dalam P2TP2A untuk menyediakan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang meliputi pelayanan informasi, konsultasi psikologis dan hukum, pendampingan dan advokasi, serta pelayanan medis dan rumah aman (shelter) melalui rujukan secara gratis.
Lebih lanjut diungkapkan Tina bahwa, Dinas P3A dan PPKB juga memiliki beberapa program dalam perlindungananak, diantaranya adalah melalui Forum Anak Kabupaten Pekalongan yang mewadahi anak- anak dari berbagai sekolah khususnya Sekolah Menengah Atas untuk berpartisipasi dan mengembangkan bakat dan minatnya serta menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah sehingga pemerintah bisa memenuhi hak anak dan mencapai Kabupaten Layak Anak.
Diungkapkan Tina, bahwa pada prinsipnya upaya pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak membutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat mulai dari keluarga, desa hingga tingkat yang paling tinggi yaitu negara. “ Stop kekerasan pada anak, mari cegah dan segera laporkan jika ada kejadian, jangan ragu dan malu, demi kebaikan bersama, dan jangan khawatir karena kerahasiaan pelapor dan korban akan kami jaga,” imbau Tina. (Dian-Kominfo)
Selasa, 5 April 2022
Bupati berharap seluruh OPD terkait bekerja sama agar kebutuhan bayi selama dirawat di Puskesmas tercukupi. “Insya Allah bayi tidak sampai kekurangan,” ungkap bupati.
Alwi Romadhoni saat ini dirawat di Puskesmas Sragi 2 setelah ditemukan di teras rumah milik CAS, warga Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, pada Sabtu (2/4) pukul 04.30 dini hari. Alwi dibuang oleh Ibu kandungnya, S, warga Desa Pantianom, Kecamatan Bojong. CAS merupakan mantan mertua S. Akibat perbuatannya, saat ini, S harus menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arif Fajar Satria, SH, S.IK, M.H mengutarakan, bayi ditemukan pada hari Sabtu pukul 04.30 di rumah saksi CAS dan pada Minggu (3/4) Polres berhasil melakukan pengungkapan dan sudah menangkap pelaku. “Hasil keterangan sementara pelaku, pelaku membuang bayinya, karena ingin menitipkan si bayi pada mantan mertua. Kita akan dalami bagaimana psikologis pelaku dan hasil pemeriksaan saksi-saksi yang lain,” tutur kapolres.
Sementara itu paman Alwi, Taris mengaku sangat ingin merawat si jabang bayi bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain dan berharap si ibu bayi segera bebas. (red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 5 April 2022