KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE., MM meminta kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tancap gas dan menunjukkan kinerja yang maksimal sejak hari pertama masuk kerja setelah libur Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama. Hal ini diungkapkan bupati pada kegiatan apel pagi yang diikut oleh seluruh ASN dari seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang bertempat di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, dan Senin (9/5) pagi.
“Setelah kita libur panjang kemarin, saatnya kita hari ini start gas yang pol agar visi-misi bupati dan wakil bupati bisa berjalan dengan lancar sesuai target dan cepat,” ujar bupati kepada seluruh ASN yang mengikuti apel pagi.
Seluruh ASN di Kabupaten Pekalongan telah melalui libur panjang yang dimulai tanggal 29 April hingga 6 Mei sesuai dengan Ketetapan Pemerintah Pusat tentang Libur Hari Raya Idul Fitri dan Cuti Bersama.
Bupati menyampaikan bahwa libur yang didapatkan seluruh ASN di Kabupaten Pekalongan tersebut telah usai dan seluruh ASN diminta untuk tidak terlena dengan libur panjang yang didapatkan, “Liburan kita kemarin sudah cukup, sehingga sekarang memang saatnya kita tidak boleh terlena. Apalagi di bidang pelayanan masyarakat, kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur bupati tegas.
Menurut Fadia, ASN merupakan garda terdepan bagi tercapainya visi dan misi bupati dan wakil bupati, sehingga diharapkan kepada seluruh ASN dapat bekerja dengan maksimal agar target-target yang belum tercapai dapat segera dimaksimalkan. Bupati juga meminta OPD saling bekerjasama dan bersinergi untuk mencapai target.
Dalam suasana Lebaran ini, bupati juga berpesan kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan untuk mengembalikan kekompakan lagi, “Suasana Lebaran biasanya kita satu kantor itu banyak terjadi perselisihan. Ini adalah saat yang tepat untuk kita bisa kompak kembali dan saling memaafkan,” kata bupati.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar S.Sos. M.Si dalam amanat saat memimpin apel, mewakili seluruh ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. “Pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama seluruh ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan, kami menyampaikan minal aidzin wa faidzin. Mohon maaf lahir batin,” ungkap Yulian Akbar.
Akbar berharap agar seluruh ASN dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik setelah hampir 10 hari mendapatkan libur. Sekda mengatakan bahwa kegiatan apel pagi itu merupakan bentuk kesiapan seluruh ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan untuk segera melaksanakan tugas dan pekerjaan di tahun 2022 sekaligus mempersiapkan pekerjaan ditahun 2023.
Apel diikuti staf ahli bupati, para asisten sekda, seluruh kepala OPD dan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang berkantor di Kompleks Alun-alun Kajen.
Usai halal bi halal dengan ASN Pemkab Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq dan Wabup Riswadi mengikuti acara silaturahmi dan halal bi halal dengan Gubernur Jawa Temgah Ganjar Pranowo secara daring di Ruang Rapat Bupati., sebelum.bertolak ke Objek Wisata Linggoasri untuk menghadiri Syawalan Megono Gunungan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 10 Mei 2022
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan kembali menggelar Syawalan Megono Gunungan di Objek Wisata (OW) Linggoasri Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen pada Senin (9/5) pagi. Acara ini digelar bertepatan dengan tradisi syawalan masyarakat Kabupaten Pekalongan yaitu pada H+7 Lebaran. Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. dan berhasil menarik minat warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya untuk menyaksikan prosesi acara tersebut.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri untuk bersilaturahmi yang baik dengan sesama. Hal ini diungkapkan bupati sewaktu mengisi sambutan dalam kegiatan Halal Bi Halal Bupati Pekalongan bersama Warga NU dan Warga Perum. Puri di Perumahan Puri Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (7/5).
KAJEN - Bupati Pekalongan mengajak masyarakat untuk mengingat jasa-jasa tokoh pembesar islam di wilayah Kabupaten Pekalongan melalui kegiatan haul. Hal ini disampaikan bupati sewaktu menghadiri kegiatan Haul Raden Suratman Bin Said Abdullah (Mbah Benggowo) yang bertempat di Desa Bligorejo Doro pada hari Jum’at (6/5).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyalurkan bantuan honorarium sebesar Rp. 300 ribu/orang kepada 1000 tenaga pendidik Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupatj Pekalongan, Fadia Arafiq , SE, MM, du Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah, belum lama ini.
KAJEN - Dalam mengahadapi Arus Mudik Lebaran 2022, Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Pekalongan turut diterjunkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan guna melayanani masyarakat yang melalui Jalur Pantura Pekalongan maupun melalui Jalan Tol. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM, M. Kes, Saat ditemui tim RKS di ruang kerjanya pada Kamis (28/04) pagi.
KAJEN - Menghadapi arus mudik dan balik lebaran tahun 2022, Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan 24 personel di 5 titik pos pelayanan dan inputing data. Selain itu disiapkan pula sejumlah alat bantu keselamatan lalu lintas seperti kerucut lalu lintas (traffic cone), waterbarrier dan barikade besi.
Acara dimulai dengan kirab gunungan megono dan gunungan hasil bumi. Kemudian, dilanjutkan dengam upacara pembukaan acara syawalan serta penampilan tkesenian tradisional khas Kota Santri. Gerebek gunungan gunungan megono dan gunungan hasil bumi diperebutkan setelah pemotongan tumpeng megono oleh Bupati Fadia Arafiq dan Ketua DPRD Drs. Hj. Hindun, MH dan unsur Forkopimda serta Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Ashraff.
Bupati dalam sambutan pada kegiatan tersebut mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut, “Allhamdulillah kita hari ini, hari yang kita tunggu setelah dua ahun libur. Dua tahun tidak ada acara megononan, tidak ada acara syawalan di Linggoasri, akhirnya tahun ini saya meminta untuk dibuat acara syawalan di Linggoasri,” tutur bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa acara tersebut digelar atas pertimbangan masyarakat Kabupaten Pekalongan banyak yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, “Kami berani membuat acara syawalan ini karena masyarakat Kabupaten Pekalongan banyak yang sudah mendapatkan vaksin,” ujar bupati.
Selain itu, bupati menyampaikan bahwa pemkab juga mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 yang tetap stabil di Kabupaten Pekalongan selama mudik kemarin, “Kenapa kita berani mengadakan syawalan karena memang dari Bapak Presiden juga sudah memperbolehkan mudik dan setelah mudikpun kami cek situasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini alhamdulillah aman dan kondusif sehingga kami berani mengadakan syawalan di tahun ini,” terang bupati dalam sesi wawancara.
Meskipun demikian, bupati menghimbau kepada masyarakat yang hadir di Linggoasri agar tetap tertib melaksanakan protokol kesehatan selama mengikuti acara yang berlangsung. Bagi masyarakat yang belum vaksinasi pemkab juga menyediakan layanan vaksinasi gratis.Bahkan, panitia juga menggratiskan tiket masuk bagi pengunjung yang divaksin.
Bupati juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, “Ini adalah tanda rasa syukur warga Kabupaten Pekalongan atas hasil bumi yang ada, atas berkah yang Allah berikan kepada kita,” kata bupati.
Acara Syawalan di OW Linggoasri tahun ini hanya dipersiapkan dalam waktu 2 hari saja. Oleh karenanya bupati menyampaikan permohonan maafnya apabila pada penyelenggaran acara tahun ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Akan tetapi bupati menuturkan bahwa pemkab akan selalu mengevaluasi pelaksanaan acara tersebut setiap tahun sehingga kedepannya dapat terselenggara lebih baik lagi dan mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah.
Syawalan Megono Gunungan berlangsung meriah. Masyarakat yang datang antusias berebut gunungan megono serta gunungan hasil bumi yang berjumlah 19 buah dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, warga yang datang juga dapat menyaksikan hiburan musik yang diselenggarakan panitia dengan menghadirkan Cici Amanda Bintang Pantura sebagai bintang tamu.
Sumber : Tim Prokompim.Kab. Pekalongan
Selasa, 10 Mei 2022
Bupati menyampaikan hal tersebut lantaran masyarakat sekarang ini banyak yang memanfaatkan media komunikasi modern untuk saling bersilaturahmi tetapi kurang memaknainya dengan baik, “Manfaatkan Idul Fitri ini menjadi silaturahmi yang baik. Jangan sibuk cuma kirim WA ketika tidak bisa berjabat tangan tapi tidak bisa melangkah itu diupload kemana-mana tapi kitanya tidak meminta maaf dengan tulus,” ujar bupati.
Menurut bupati, momentum Hari Raya Idul Fitri ini merupakan waktu yang istimewa karena kita dapat saling maaf memaafkan tanpa rasa malu, “Manfaatkan ini untuk meminta maaf sekarang ini tidak malu bagi ajang silaturahmi tempatnya kita saling memaafkan nggih,” kata bupati.
Masyarakat juga diminta untuk menyudahi permusuhan baik itu pribadi maupun antar kelompok, “Permusuhan tidak boleh ada lagi. Marilah kita berbaik-baikan semua,” ajak bupati kepada seluruh hadirin yang datang.
Bupati berpesan kepada warga NU yang merupakan organisasi keagamaan yang dominan dan terbesar di Kabupaten Pekalongan agar dapat bersikap netral untuk merangkul semua warna dan golongan di Kabupaten Pekalongan tanpa intervensi kepentingan politik manapun, “NU itu ada dimana-mana. Marilah kita hidup yang rukun. Hidup yang baik. Tugas kita adalah bagaimana agar NU ini bisa lebih besar dan solid lagi,” ucap bupati.
Sebelumnya Ketua PWNU DKI Jakarta DR. KH. Syamsul Maarif dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU merupakan organisasi yang memiliki kekuatan besar karena terdiri atas berbagai tokoh seperti dari unsur organisasi politik, dari kalangan interlektual, dari unsur alim ulama.
Ketua Rating NU Puri c H. Lukman Hakim selaku ketua panita menyampaikan bahwa Halal Bi Halal tersebut merupakan acara rutin dan bermaksud untuk melestarikan budaya Indonesia sekaligus untuk melaksanakan tuntunan syariat agama Islam.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 9 Mei 2022
Dalam sambutannya, bupati mengingatkan masyarakat bahwa setiap manusia apapun status sosialnya tidak akan dapat mengelak dari kematian, “Setiap orang yang hidup itu pasti akan mati. Kita semua yang disini sehebat apapun kita, setinggi apapun kita, sehebat apapun jabatan kita. Kalau sudah waktunya ya sudah tidak bisa ditawar. Jadi kita yang masih hidup itu memang akan meninggal,” tutur bupati.
Walaupun begitu manusia tetap dapat meninggalkan pesan dan kesan semasa hidup yang dapat selalu dikenang oleh banyak orang. Oleh karenanya bupati mengajak kepada masyarakat untuk berbuat kebaikan, “Kalau kita baik, kitapun juga akan dikenang oleh keluarga, oleh sahabat, dan oleh semuanya. Marilah kita maksimalkan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk orang banyak,” ajak bupati kepada semua hadirin.
Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan haul tersebut, “Haul seperti ini memang luar biasa sehingga kita bisa silaturahmi seperti ini. Bisa ngumpul, kalau tidak ada haul seperti ini kan tidak ngumpul,” kata bupati.
Tidak ketinggalan, pada kegiatan tersebut bupati juga menyampaikan ucapan selamat hari rayanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, “Atas nama bupati pekalongan dan atas nama pribadi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kedepanya kabupaten pekalongan agar bisa lebih baik lagi,” ucap bupati.
Serta, bupati juga menyampaikan harapanya agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan sehingga kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat dapat berjalan dengan baik walaupun pandemi covid-19 yang belum usai. Bahkan bupati mengajak masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi dosis ke-3 atau booster Covid-19.
Terakhir bupati meminta dukungan dan doa seluruh masyarakat di Kabupaten Pekalongan agar diberikan keselamatan, kekuatan dan kemudahan untuk membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik dan lebih hebat lagi. (Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Minggu, 8 Mei 2022
Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mengisi acara syawalan dengan tradisi gunungan megono, penyajian hasil bumi dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, serta penampilan acara kesenian local dari masyarakat.
‘’Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2022 ini kembali akan mengadakan kegiatan agenda syawalan tradisi Megononan yang sudah 2 tahun vacum karena pandemi Covid-19. Acara Syawalan kali ini akan diisi dengan kegiatan kirab sedekah bumi dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan dan juga nanti di Linggo Asri akan kita adakan tradhisi gunungan megono, serta penampilan kesenian lokal dari Kabupaten Pekalongan’’ kata Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si saat ditemui di kantor kerjanya.
Dikatakan Sekda Yulian Akbar, bahwa tujuan pemerintah kembali menyelenggarakan acara syawalan adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal, membangkitkan kembali tradisi-tradisi syawalan yang ada di Kabupaten Pekalongan, yang sebelumnya sempat terhenti selama dua tahun karena Covid-19.
‘’Selain itu, untuk menambah manfaat dari kegiatan syawalan ini kita juga akan persiapkan gerai-gerai vaksin di wisata Linggo Asri yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung acara syawalan yang belum melakukan vaksinasi,’’ jelasnya.
Selain itu, menurut Sekda Yulian Akbar untuk menambah kemeriahan pada acara syawlaan mendatang, pihaknya juga akan menyediakan panggung hiburan sebagai wadah untuk para seniman berkreasi menampilkan kesenian local khas Kabupaten Pekalongan seperti kesenian Sintren.
Dan guna memastikan keamanan serta ketertiban di lokasi acara syawalan, Pemkab Pekalongan juga sudah berkoordinasi dengan Polres Pekalongan untuk membantu pengamanan saat proses acara berlangsung nantinya.
‘’Hari ini kami mengkoordinasikan dengan pihak Polres Pekalongan untuk persiapan proses pelaksanaannya. Nanti proses pelaksanaan acara direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Mei 2022 hari ketujuh lebaran,’’tandasnya.
Selanjutnya, Sekda Yulian Akbar juga menghimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan yang akan datang pada acara syawalan untuk mematuhi protocol kesehatan dengan menggunakan masker dan cuci tangan, serta menjaga ketertiban acara.
‘’Jadi sesuai data tahun sebelumnya pengunjung diperkiraka sebanyak 3000, dan kapasitas Linggo Asri ini adalah 20.000 pengunjung. Jadi saya kira ini sudah cukup sesuai prokes,’’ pungkasnya. (Red)
Minggu, 8 Mei 2022
Bupati dalam sambutan pada acara tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap para pendidik ponpes yang telah berperan penting mengasuh dan mendidik anak-anak di Kabupaten Pekalongan dengan sangat baik, “Masa depan anak-anak di Kabupaten Pekalongan ini tidak luput dari bantuan atau didikan dari ustad dan ustadzah di pondok pesantren,” ucap bupati.
Bantuan honorarium ini merupakan yang pertama kalinya di Kabupaten Pekalongan. Bupati mengungkapkan kepedulianya bahwa selama ini tenaga pendidik dari kalangan guru PNS, guru swasta, dan guru wiyata bakti telah mendapat bantuan. Tetapi guru-guru di pondok pesantren belum pernah diperhatikan. “Oleh karena itu di tahun pertama saya menjabat sebagai bupati langsung saya berikan bantuan untuk guru-guru pondok pesantren,” kata bupati.
Bantuan yang diberikan jumlahnya memanglah tidak banyak nilainya tetapi harapanya dapat membantu para ustad dan ustadzah pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan yang selama ini belum pernah diperhatikan.
Bupati juga menyampaikan harapannya agar di tahun-tahun berikutnya pemkab dapat memberikan bantuan serupa bahkan nilainya lebih banyak dan lebih merata kepada para tenaga pendidik di ponpes, “Dan saya berharap untuk guru-guru lain yang belum bisa tersentuh agar bisa tersentuh. Agar walaupun sedikit tetapi merata bisa ikut merasakan,” kata bupati.
Menjelang hari raya Idul Fitri yang akan tiba kurang dari seminggu, bupati berharap bantuan honorarium yang diberikan dapat memberikan sedikit kegembiraan kepada para pendidik di ponpes untuk menyambut lebaran, “Mudah-mudahan ini walaupun sedikit tetapi sudah ada manfaatnya minimal untuk beli sarung nggih bapak ustad dan Ibu ustadzah sehingga benar-benar terasa lebarannya terasa walaupun bantuan dari pemkab hanya sedikit,” ujar bupati.
Bantuan honorarium tersebut telah didistribukan ke rekening masing-masing ponpes di Kabupaten Pekalongan pada Jum’at (28/4).
Sumber : Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
Jumat, 6 Mei 2022
"menghadapi cuti panjang kita tetap untuk di jajaran kesehatan mempersiapkan secara penuh untuk Tenaga Kesehatan dalam melayani masyarakat. Termasuk didalam mempersiapkan di pos-pos pelayanan jalur mudik", Ujar Setiawan Dwi Antoro.
Para Nakes Tersebut dibagi menjadi enam Tim yang tersebar di Enam titik Pos Pelayanan dan Pengamanan Mudik 2022. Enam titik Pos tersebut yaitu, Pos Pelayanan Siwalan, Pos IBC Wiradesa, Pos Bebekan Kedungwuni, Pos Kajen, Pos Exit Tol Bojong, dan terakhir adalah Pos Untuk Rest area didaerah Pegandon.
Dari enam pos tersebut ada dua pos yang nantinya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik. Dua pos tersebut yaitu Pos IBC Wiradesa dan Rest Area Pegandon. Apabila situasi memungkinkan Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan Polres Pekalongan untuk melakukan vaksinasi di dua pos tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk terciptanya Mudik yang Aman dan juga sehat. Sesuai himbauan dari pemerintah pusat.
"Sudah kita siapkan, Ada dua pos yang akan kita lakukan pemeriksaan disitu. Yaitu di rest area pegandon dan pos ibc. Nanti disana kita akan lakukan pemeriksaan dan juga vaksinasi. Terhadap pemudik yang belum vaksin", tutur Kepala Dinkes Kab. Pekalongan
Untuk Stok vaksin sendiri Wawan sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa stok vaksin saat ini masih cukup. jumlah stok untuk vaksin jenis Astrazeneca sendiri Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan punya 25 ribu dosis, dan Pfizer ada 15 ribu.
Terkahir Kepala Dinkes Kabupaten berharap bahwa semua bisa melaksanakan mudik sehat, karena dengan mudik sehat ini semua akan selamat dan berbahagia bisa berkumpul bersama. Selain itu dirinya juga berharap kepada pemudik agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan juga saling menjaga. Sehingga semua kegiatan bisa berjalan dengan baik. (Dian-Kominfo)
Jumat, 29 April 2022
Adanya penetapan libur lebaran dan cuti bersama menjadi faktor pendorong meningkatnya demand mudik pada masa lebaran 2022. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto SH.,M.Si menghimbau masyarakat melaksanakan mudik lebih awal. Hal ini disampaikan Edi saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (25/04) siang.
Edi menjelaskan, pihaknya menempatkan petugas pada pos pelayanan dan pemantauan di wilayah kabupaten Pekalongan yaitu di IBC Wiradesa, Simpang akses tol pekalongan (Bojong), Kedungwuni, Simpang Sibedug Kajen dan pos Sepacar Tirto.
Sebelumnya Dinas Perhubungan telah melakukan beberapa langkah terkait kesiapan menghadapi arus mudik/balik lebaran 2022, diantaranya melakukan koordinasi serta inspeksi dengan Polres dan DPU Taru terkait ruas-ruas jalan di wilayah kabupaten Pekalongan, melakukan pemetaan ruas-ruas jalan serta pemantauan pada simpul-simpul pemberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi, melaksanakan perbaikan pada perlengkapan jalan, melaksanakan rampcheck bus pariwisata, serta berkoordinasi dengan BPTD wilayah X Jawa Tengah dan DIY dan Dinas Perhubungan Provinsi terkait penerapan manajemen rekayasa lalu lintas.
Dinhub juga telah memetakan titik potensi rawan kemacetan di jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Khusus jalan kabupaten, titik potensi rawan kemacetan terjadi di simpang Surobayan, depan kawasan Gemek Kedungwuni-SPBU Paesan, Simpang Podo, simpang Bligo dan SPBU Kertijayan, serta JPL Sragi –perlintasan sebidang kereta api.
Pemudik juga perlu memperhatikan titik potensi rawan kecelakaan di jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Titik potensi rawan kecelakaan biasanya terjadi di simpang Kopindo, simpang Kepatihan, depan SPBU Kauman serta depan pabrik Lokatex/Kabana Siwalan. Selanjutnya pada jalan provinsi titik potensi rawan kecelakaan dimungkinkan terjadi di JPL Waru Lor dan jalan wiradesa-Kalibening/Bts Kab Banjarnegara. Pada jalan kabupaten, titik potensi rawan kecelakaan pada ruas karanganyar Wonopringgo, Ambokembang-Bligo, Bligo-Kertijayan, simpang Bligo, JPL Sepacar/Dadirejo/Kampil Tirto, serta JPL Gandu Lor Tengeng Wetan Siwalan.
Lebih lanjut, Dinas Pehubungan juga memetakan titik potensi pohon tumbang dan titik potensi rawan keramaian/kecelakaan pada beberapa kawasan objek wisata.
Untuk sarana angkutan penumpang umum, Dinhub telah menyiapkan total 72 unit kendaraan, masing-masing 12 unit bus (kapasitas 52 seat) yang siap beroperasi pemberangkatan dari terminal Kajen dan terminal ki Ageng Cempaluk Kesesi, 20 unit bus (kapasitas 26 dan 16 seat) serta 40 unit angkutan kota/desa (12 seat).
Mari MUDIK BERTANGGUNGJAWAB. Indonesia Sehat, Indonesia Tumbuh. (Dian-Kominfo)
Rabu, 27 April 2022
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam sambutan pada acara Bincang Santai Bersama Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentang “Masalah Hukum dan Pelayanan Hukum Gratis” di Boulevard Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (26/4) sore.
Bupati mengatakan, tujuan utama program bantuan hukum adalah memberi pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Dua OBH ini berkewajiban memberikan bantuan hukum kepada masyarakat litigasi /pengadilan dan non litigasi/ diluar pengadilan, misalnya melalui negosiasi atau mediasi," tutur bupati.
" Bantuan hukum ini menunjukkan peran pemerintah dalam melindungi serta menjamin hak asasi warga negara akan akses terhadap keadilan dan kesamaan di hadapan hukum," ujar Bupati Fadia.
Fadia yakin OBH yang terpilih melalui verifikasi tersebut terjamin kredibilitasnya. Oleh karena itu, dia meminta agar OBH dapat menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat miskin sampai perkara yang ditangani tuntas.
Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiasi pihak Kejari Kabupaten Pekalongan sehingga terselenggara acara tersebut. Menurut bupati, masyarakat juga akan menyambut baik kegiatan tersebut.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbullah Sambas, SH, MH, mengatakan, pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan membuka pelayanan hukum gratis di kantor. "Namun juga, dalam rangka zona integrotas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), kami juga membuka secara langsung kepada mawyarakat di bidang DaTUN (Perdata Tata Usaha Negara) dan supaya masyarakat mwngetahui apa sih kejaksaan itu," terang Abun.
Lebih lanjut dikatakan, kejaksaan tidak hanya menerima berkas dari kepolisian atau memproses tindak pidana korupsi. "Tetapi kami juga bisa membantu masyarakat dalam pelayanan hukum," imbuhAbun. Pihaknya membuka konsultasi dan siap membantu mulai perkara waris dan tindak pidana lainnya. "Apalagi pemkab juga punya LBH, bisa kita sinergikan," ujar Abun.
Abun juga berharap bisa diselenggarakan forum konsultasi seperti bincang santai sore itu setiap Hari Minggu pagi di.Alun-alun Kajen yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat. "Kita siapkan posko seperti ini, untuk menyampaikan apa-apa yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mau dari segi hukum atau yang lainnya. Seperti mungkin dari kepolisian bisa terkait penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun sosialisasi e-tilang," kata Abun.
Bincang Santai dihadiri Kapolres Pekalongan, pihak Kodim 0710 Pekalongan, pihak Pengadilan Agama, Sekda Kabupaten Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Kepala OPD terkait, LBH NU, Anshor, para jaksa di Kejari Kabupaten Pekalongan, para wartawan dan masyarakat.(Red)
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 27 April 2022