KAJEN – Sebanyak 260 guru di Kabupaten Pekalongan ditugaskan sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para kepala sekolah tersebut dikukuhkan dan diserahkan SK nya oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, di Aula Lantai 1 Setda, Senin (20/6).
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamat kepada para guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Menurut bupati, mutasi merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan.
Bupati berpesan agar para kepala sekolah dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Aturan harus dilaksanakan. Jangan membuat sesuatu yang di luar aturan sehingga akan mempersulit diri sendiri,” ungkap bupati.
Bupati meminta agar para kepala sekolah semangat untuk menjalankan tugas dan semangat membesarkan sekolahnya.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juta berpesan agar sekolah negeri bisa menjadi sekolah favorit. “Karena sekarang banyak sekolah swasta yang tentunya bersaing dengan sekolah negeri,” ujar bupati. Oleh karena itu, lanjutnya, sekolah negeri harus menunjukkan prestasi-prestasi dan keunggulannya, sehingga sekolah diminati.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan program pemberian seragam gratis bagi siswa-siswi sekolah negeri yang tidak mampu. Bupati meminta agar kepala sekolah dapat mengawal penyaluran seragam gratis tersebut agar sesuai sasaran.
“Dengan bantuan seragam tersebut, diharapkan anak-anak di Kabupaten Pekalongan bisa sekolah semua. Terutama di sekolah negeri,” ucap bupati.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 21 Juni 2022
KAJEN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Lomba Cerdas Ceramat (LCC) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2022. Kegiatan diselenggarakan di SMP N 1 Karanganyar Kecamatan Karanganyar, Senin (20/6).
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq,SE.,MM mengatakan bahwa di Kabupaten Pekalongan banyak pekerja migran. Bupati sependapat bahwa para pekerja migran berjuang besar untuk negara. Oleh karena itu, para PMI harus diperhatikan oleh Pemerintah. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai usai menandatangani kesepakatan dengan Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Aula Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta, Kamis (16/6).
KAJEN – Pemkab Pekalongan menyalurkan bantuan kepada tujuh partai politik (parpol). Ketujuh parpol tersebut yaitu PKB, PDI-P, PAN, PPP, Partai Golkar, Partai Gerindra dan PKS. Bantuan diberikan hanya kepada partai politik yang mempunyai keterwakilan di DPR untuk ditingkat pusat dan di DPRD untuk di daerah. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE, MM di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten, Rabu (15/6).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang sempat ditiadakan selama 3 tahun karena Pandemi Covid-19 ini akhirnya dapat kembali diselenggarakan di Gedung Islamic Centre, Kedungwuni, Selasa (14/6) pagi.
KAJEN – Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Karya di Desa Sangkanjoyo, Kecamatan Kajen mendapatkan bantuan pompa air dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain itu, petani juga menerima bantuan rumah pompa dan lampu penghalau hama.
Bantuan tersebut diserahkan PT. PLN Unit Pelaksana Pelanggan (UP3) Pekalongan di Desa Sangkanjoyo, Selasa (14/6). Seremonial penyerahan bantuan disaksikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Kegiatan dibuka Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE MM dan diikuti 141 Siswa-siswi dari 47 SMP Negeri di Kabupaten Pekalongan. Para peserta akan berkompetisi dalam beberapa cabang mata pelajaran, di antaranya Pendidikan Agama Islam (PAI), Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Indonesia.
Bupati Fadia dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS atas kegiatan LCC yang diselenggarakan. “Ini adalah bukti bahwa BAZNAS ini bukan hanya memikirkan tingkat sosial saja tetapi juga pendidikan anak-anak di Kabupaten Pekalongan ini,” ujar Fadia.
Dia berharap BAZNAS dapat menyelenggarakan kegiatan LCC setiap tahun. “Mudah-mudahan bisa berkelanjutan setiap tahunnya sehingga anak-anak ini semangat untuk mengikuti lomba dan semangat menjadi yang terbaik disekolahnya supaya bisa dikirim ke lomba,” kata Fadia.
Fadia dalam kesempatan itu juga meminta kepada para guru yang hadir untuk memberikan semangat kepada seluruh siswa yang mengikuti perlombaan, apapun hasilnya. “Siapapun anak yang masuk ke final itu berarti alhamdulillah mewakili sekolah. Kita patut bersyukur dan yang tidak masuk final ataupun tidak juara, kita tetap harus memberikan semangat, karena mereka anak-anak yang hadir di sini datang kesini sudah anak-anak terpilih,“ tuturnya.
Dia juga meminta para guru untuk dapat memberi dukungan dan semangat kepada anak sesuai dengan keahliannya masing-masing, “Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing, ada anak yang ahli matematika, ada yang ahli fisika, ada yang ahli agama, ada yang ahlinya berbeda-beda,” tuturnya.
Selain itu, para guru juga diharapkan dapat menjadi sahabat untuk anak-anak didiknya sehingga dengan begitu anak dapat dengan sendirinya bercerita kepada guru dan guru dapat mengetahui apa yang diinginkan anak. “Sehingga anak-anak di Kabupaten Pekalongan ini Insya Allah yang tadinya mau keluar jalur melakukan hal-hal buruk yang tidak amanah menjadi kembali ke jalur amanah,” ungkap bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan hadiah kepada siswa-siswi yang berprestasi dengan menjadi pemenang lomba tingkat Provinsi dan Nasional. “Hadiah sebesar Rp. 1,5 juta untuk juta Juara Provinsi dan Nasional kurang lebih 2.5 juta,” terang bupati.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab dan Seluruh ASN di Kabupaten Pekalongan atas kerjasama yang baik selama ini. ”Terima kasih atas kerjasama yang baik selama ini sehingga program-program BAZNAS bisa terwujud, diantaranya adalah Cerdas Cermat Se-Kabupaten Pekalongan ini,” kata Muhtarom.
Muhtarom juga berharap, melalui kegiatan LCC yang digelar BAZNAS tersebut indeks Pendidikan Kabupaten Pekalongan dapat meningkat dan masuk ke peringkat 10 besar se-Jawa Tengah.
Sumber : Prokompim Kab Pekalongan
Selasa, 21 Juni 2022
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Letkol CZi Hamonangan Lumban Toruan atas kerja sama yang terjalin selama ini. “Saya atas nama pribadi dan atas nama Bupati Pekalongan, mengucapkan terima kasih atas luar biasa kerja sama kita, kerja keras kita, kekeluargaan kita, selama ini yang sebenarnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap bupati.
Bupati Fadia mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Hamonangan. “Forkopimda Kabupaten Pekalongan sangat solid dan kompak. Kebersamaan kita selama ini, hari ini kita terpisahkan oleh keadaan. Doa saya, Abang lebih nyaman di tempat yang baru dan pangkat Abang meningkat lebih cepat. Mudah-mudahan sebentar lagi jadi Jenderal. Kamipun warga Kabupaten Pekalongan ikut bangga. Kami sangat kehilangan dengan kerja keras beliau,” tutur bupati.
Bupati menyampaikan terima kasih yang tak terhingga, berkat kerja keras dan semangat Hamonangan dalam menurunkan angka Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. “Dan alhamdulillah Covid-19 di Kabupaten Pekalongan saat ini pada level 1. Mudah-mudahan segera zero covid-19,” harap bupati.
Bupati memohon maaf kepada mantan Dandim 0170 Pekalongan, jika ada kekurangan selama ini agar dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
Bupati mengucapkan Selamat datang kepada Dandim 0701 Pekalongan yang baru. Fadia berharap Letkol Inf Rizki Adiya betah di Kabupaten Pekalongan. “Selamat datang di Kabupaten Pekalongan. Di Kabupaten Pekalongan ini insya allah Abang akan betah. Karena Kabupaten Pekalongan ini nyaman, aman, masyarakatnya baik sekali dan sopan menurut saya, tidak ada huru-hara yang menakutkan. Forkompimda Kabupaten Pekalongan juga baik-baik semua. Saya yakin Abang akan beradaptasi dengan mudah,” ucap bupati.
Bupati memaparkan Kabupaten Pekalongan terdiri dari 19 kecamatan dengan 285 desa/kelurahan dan jumlah penduduknya hampir 1 juta jiwa. “Selamat datang, selamat bergabung dengan Keluarga Besar Kabupaten Pekalongan. Kekeluargaan kita alhamdulillah sangat baik. Oleh karena itu, saya yakin Abang akan beradaptasi dengan mudah,” ujar bupati.
Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Rizki Adiyta dalam sambutannya berharap dapat melanjutkan tugas yang sudah dilaksanakan Dandim sebelumnya. Sebelumnya Rizki bertugas di Papua, tepatnya di Manokwari Selatan. Sebelumnya juga pernah bertugas di Batalyon Infanteri 411 Salatiga. “Tugas di Papua memang sangat luar biasa dan alhamdulillah saya bisa kembali mengabdi di Tanah Jawa ini,” tutur ayah 2 anak itu.
Rizki menyatakan siap bergabung dengan keluarga besar Kabupaten Pekalongan. “Semoga kami bisa membantu dalam melaksanakan tugas dari pemkab dan forkopimda lainnya dan seluruh masyarakat. Kami siap untuk membantu pemkab untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkap pria berusia 40 tahun itu.
Dia memohon bimbingan dan arahan Bupati dan unsur forkopimda lainnya agar diingatkan jika ada kekurangpasan dalam pelaksanaan tugas. “Apabila kita nanti bersinergi, melaksanakan tugas dengan baik, semoga hasilnya bisa bermanfaat untuk Kabupaten Pekalongan,” harap Rizki.
Mantan Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf CZI Hamonangan Lumban Toruan dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggantinya, sebelumnya bertugas di Papua dan lama berdinas di pasukan. “Jadi kalau jebolan Papua itu, kalau menghadapi huru-hara itu sudah paten. Tidak ada kata mundur,” tutur Hamonangan.
Oleh karena itu dia yakin, seluruh pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat akan menerima dengan baik Dandim baru.
Hamonangan menyatakan pamit dan memohon maaf kepada semua pihak, jika ada perbuatan atau tutur kata yang menyakiti atau melukai perasaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Apa yang kami lakukan semata-mata mendukung program Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Hamonangan mengaku banyak kenangan yang dirasakannya selama berdinas di Kabupaten Pekalongan. “Apalagi pada masa pandemi Covid-19 kemarin. Bagaimana kolaborasi, kerja sama kita, baik dari TNI, Polri, Dinkes, Satpol PP, Dishub, saya sangat hormat dan apresiasi setinggi-tingginya pada rekan-rekan semuanya” ujar Hamonangan.
Dia berharap kepada Dandim yang baru agar dapat menjaga keguyuban yang sudah terjalin. “Saya yakin seluruh OPD siap bekerja sama dengan Kodim 0170 Pekalongan,” kata Hamonangan.
Dia juga memohon do’a dari seluruh undangan yang hadir dan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan agar dirinya diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas di tempat yang baru, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia juga membuka pintu yang seluas-luasnya untuk mampir apabila ada tugas ke Yogyakarta.
Dr. KH Syam’ani Syahroni, mewakili masyarakat Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan perjuangan Mantan Dandim Hamonangan Lumban Toruan di Kabupaten Pekalongan dan mengucapkan selamat datang kepada Dandim yang baru Letkol Inf. Rizki Aditya berharap agar dapat meneruskan perjuangan Dandim sebelumnya. “Saya yakin lebih muda lebih berani,” ungkap Syam’ani. Dia juga berharap Dandim baru juga lebih familiar dengan masyarakat.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 20 Juni 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamatnya kepada seluruh siswa-siswi kelas 6 SDIT Insan Mulia yang lulus, “Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anak-anakku semua yang hari ini pelepasan, lulus, tamat, kelas 6 SD yang akan memasuki ke jenjang yang lebih tinggi, jenjang anak-anak remaja yaitu SMP,” ujar bupati.
Bupati juga mengungkapkan harapannya agar siswa- siswi lulusan SDIT Insan Mulia dapat konsisten mempertahankan ajaran baik yang diterima selama bersekolah di SDIT Insan Mulia, “Semoga anak-anak kita ini tetap bisa mempertahankan jaran-ajaran yang sudah diberikan selama di SDIT Insan Mulia ini dan tetap menjaga nama baik dari lulusan anak-anak SDIT Insan Mulia,” kata bupati.
Pada kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan yang selama ini dijalanlan di SDIT Insan Mulia Kajen. Bupati berharap Yayasan bisa mengembangkan menjadi SMP dan SMA.
Ketua Yayasan Sejahtera Kajen Agus Imam Santoso, SE dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga lembaganya dapat berkembang seperti sekarang, “Ini tidak lepas dari begitu banyak dukungan Pemda khususnya dari Kabupaten Pekalongan, dan juga secara khusus dari Dinas Pendidikan baik pembinaan terhadap guru-guru kami maupun juga didalam pemenuhan sarana dan prasarana yang ada di kami,” ujar Agus.
Kepala Sekolah SDIT Insan Mulia Kajen Rustini, S.Pd. dalam laporannya menyebutkan siswa-siswi kelas 6 SDIT Insan Mulia semuanya lulus, “Alhamdulillah sebelum agenda pelepasan ini Hari Rabu, tepatnya Tanggal 15 juni 2022 kemarin, kami sudah mengumumkan hasil kelulusan siswa SDIT kelas 6 dengan jumlah siswa 63 dan Alhamdulillah lulus semua,” ungkap Rustini.
Rustini juga mengatakan bahwa selain pelepasan siswa kelas 6, juga digelar kegiatan pembagian rapor bagi kelas 1 sampai kelas 5, “Selain khataman dan pelepasan kelas 6 hari ini kami juga mengundang seluruh wali murid SDIT insan mulia kelas 1 sampai kelas 5 yang berjumlah 368 siswa agar menerima hasil belajar selama semester 2 sekaligus menyampaikan kenaikan kelas. Nanti disampaikan oleh wali kelas masing-masing. Apakah naik atau tidak,“ kata Rustini.
Sumber : Prokompim Kab Pekalongan
Senin, 20 Juni 2022
PUSPAGA adalah tempat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga yang dilakukan oleh tenaga profesional melalui peningkatan kapasitas orang tua/ keluarga atau orang yang bertanggung jawab terhadap anak dalam menjalankan tanggung jawab mengasuh dan melindungi anak. PUSPAGA juga sebagai wadah pendampingan bagi setiap keluarga untuk memecahkan permasalahan – permasalahannya, termasuk juga sebagai kelembagaan penguatan pengarusutamaan gender.
PUSPAGA merupakan bentuk layanan pencegahan dibawah koordinator Dinas PPPA dan PPKB sebagai wujud kepedulian Negara dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga melalui program pendidikan atau pengasuhan, keterampilan menjadi orang tua, keterampilan melindungi anak, kemampuan meningkatkan partisipasi anak dalam keluarga maupun pelayanan program konseling bagi anak dan keluarga.
Sasaran pelaksanaan PUSPAGA yaitu anak, orang tua, wali, calon orang tua, termasuk generasi remaja atau dewasa yang telah berencana berumah tangga. Kemudian mereka yang beresiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah. Adapun dalam PUSPAGA ini jenis pelayanan yang diberikan antara lain konseling, psikoedukasi, pengurangan resiko (penjangkauan), rujukan dan tes psikologi.
Dinas PPPA dan PPKB Kabupaten Pekalongan sejauh ini telah melakukan sosialisasi pembentukan PUSPAGA dalam mendukung kuallitas keluarga menuju kabupaten Pekalongan Layak anak, pada selasa (14/06) di kafe ‘Teman Cerita” Wonopringgo dengan mengundang TKSK, Penyuluh Agama Islam, Peksos, PPKS serta tenaga full timer, dan rencananya di Bulan Oktober mendatang juga akan dilaksanakan acara serupa di tempat yang sama. Selanjutnya setelah kegiatan sosialisasi ini diharapkan segera terbentuk PUSPAGA di tingkat kabupaten Pekalongan.
Kepala Dinas PPPA dan PPKB Kab. Pekalongan, melalui Kabid. Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA), Tina Eri Astuti, SE, MM berharap dengan terbentuknya PUSPAGA di Kabupaten Pekalongan maka akan terwujud pula kualitas ketahanan keluarga yang bersinergi dengan lembaga layanan, dan lembaga berbasis partisipasi masyarakat. “ Kami akan berupaya sebaik mungkin agar keberadaan PUSPAGA mudah diakses atau dijangkau oleh masyarakat, sehingga PUSPAGA mampu berfungsi maksimal dalam membantu permasalahan di tingkat keluarga, kami juga berencana akan ikut mengkaji dispensasi kawin bekerjasama dengan Pengadilan Agama,“ tegas Tina (Dian-Kominfo)
Jumat, 17 Juni 2022
Penandatanganan Kesepakatan antara BP2MI dan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemkab Pekalongan dan perguruan tinggi ini berkaitan tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Dengan pemberangkatan pekerja migran secara resmi, kita bisa lebih memantau keadaan para pekerja tersebut dan bisa memberikan perlindungan yang maksimal,” ujar Bupati Fadia.
Dikatakan pula Pemkab Pekalongan juga sepakat untuk memberikan pelatihan dan pendidikan serta bahasa yang cukup untuk para pekerja migran yang akan diberangkatkan ke luar negeri. “Harapannya, setelah mendapatkan bekal pendidikan dan pelatihan, pekerja migran dari Kabupaten Pekalongan bisa bekerja di luar negeri sesuai kompetensinya dan juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal untuk kehidupan mereka,” ujar Bupati Fadia.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) , Benny Ramdhani, dalam sambutannya mengatakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan penyumbang devisa negara terbesar ke-2, setelah sektor migas dan penyumbang devisa terbesar ke-3 yaitu sektor Pariwisata.
Benny mengutarakan, negara wajib memberi penghormatan kepada para pekerja migran selayaknya kontingen atau duta-duta negara dalam Olimpiade dunia, Karena mereka menyumbangkan devisa yang sangat besar, yaitu sekitar 159,6 Triliun Rupiah per tahun. “Hal ini tidak banyak diketahui publik, karena kurang dideklarasikan dalam acara-acara resmi, sehingga kita abai,” ungkap Benny.
Benny menyebutkan, ada sekitar 4,4 juta PMI bekerja di luar negeri yang diberangkatkan secara resmi. Namun, jumlah PMI illegal jumlahnya lebih banyak, yaitu sekitar 4,6 juta orang.
Para pekerja migran acapkali mengalami tindakan tidak manusiawi, penganiayaan, kekerasan seksual, bahkan pembunuhan di negara tempat para migran Indonesia bekerja. Para PMI yang mengalami kejadian tersebut sebagian besar adalah PMI yang diberangkatkan secara illegal oleh mafia dan sindikat yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari bisnis perdagangan manusia.
Oleh karena itu, dalam kesempatan itu, Benny mengajak kepada seluruh aparat terkait dan stakeholder untuk tidak membiarkan hal tersebut terjadi. “Sangat ironis jika negara kita yang dikenal religius membiarkan hal itu terjadi,” ucap Benny.
Melalui Penandatanganan kesepakatan siang itu, harapannya dapat menjadi awal yang baik untuk menguatkan sinergi kelembagaan dan menghadirkan Negara dalam memberikan pelindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh sebelum dan setelah bekerja baik dari aspek hukum, ekonomi dan sosial.
Lebih lanjut Benny menegaskan, bahwa PMI yang diberangkatkan resmi harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan, sehingga mereka memiliki kompetensi, keahlian, ketrampilan, dan kemampuan berbahasa yang cukup. (Red)
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 17 Juni 2022
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM dalam.sambutannya berharap bantuan bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan yang seharusnya. “Saya sebagai Bupati Pekalongan saya tidak pernah intervensi ke dalam partai. Saya mendukung semua partai yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan agar lebih baik dan lebih sejahtera,” ungkap bupati.
Bupati berharap partai-partai yang belum mendapatkan kursi, pada Pemilu Legislatif Tahun 2024 nanti mendapatkan kursi, sehingga bisa mendapatkan bantuan parpol.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho, S,STP melaporkan, penyaluran bantuan keuangan dari pemerintah daerah kepada partai politik terwakili merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutannya berharap Parpol dapat menciptakan iklim politik yang kondusif di Kabupaten Pekalongan dan membawa kesejahteraan dan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya yakin, para pimpinan parpol sudah melakukan fungsinya dalam kaderisasi di parpol masing-masing dan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat sesuai peruntukan bantuan parpol,” ujar Hindun.
Kegiatan Simbolis Penyerahan Bantuan Parpol Terwakili dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Pengurus Parpol yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara, Ketua KPU dan Bawaslu, serta OPD dan instansi terkait.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 16 Juni 2022
Penyelenggaraan MTQ menyusul melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dan status Level PPKM Kabupaten Pekalongan saat ini telah turun menjadi Level 1. Kegiatan dapat kembali dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan apresiasi atas teselenggaranya kegiatan tersebut. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan MTQ.
Menurutnya, seluruh peserta merupakan anak-anak terpilih walaupun baru berstatus sebagai peserta saja tetapi sudah merupakan sesuatu yang patut dibanggakan karena menunjukkan anak tersebut bisa membaca Al Qur’an dengan baik serta merupakan sebuah prestasi telah menjadi perwakilan dari sekolah atau Kecamatan yang diwakilinya.
“Dari ratusan atau ribuan anak di Kabupaten Pekalongan ini, adik-adik semuanya, anak-anakku semuanya yang terpilih hari ini merupakan anak-anak yang luar biasa,” ungkap Fadia.
Pada kesempatan itu Fadia juga menunjukkan dukunganya dengan meminta para peserta untuk tampil percaya diri.“Jangan takut, jangan minder, harus berani karena kalau sepintar apapun juga jago seperti apapun, latihan kayak apapun kalau minder itu susah nanti,” ujar bupati.
Dia juga berpesan agar para peserta tidak perlu terlalu memikirkan hasil akhir dari perlombaan MTQ tersebut dan menurutnya, yang terpenting peserta berani menunjukkan kemampuan dalam lomba MTQ serta tumbuh rasa percaya diri dalam diri peserta. “Menang kalah urusan belakangan yang penting lomba dulu dan tidak minder dulu,” kata Fadia.
Melalui kegiatan MTQ yang diselenggarakan, Fadia berharap anak-anak di Kabupaten Pekalongan dapat menunjukkan kemampuannya membaca Al-Qur’an sehingga akan ditemukan bibit-bibit berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional.
Sebagai motivasi, Fadia mengatakan bahwa tahun ini pemkab telah memberikan insentif kepada para Hafidz dan Hafidzoh di Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 500.000 per orang. Melalui insentif tersebut, diharapkan semboyan Kota Santri dapat terus ditegakkan dan anak-anak Kabupaten Pekalongan bisa membaca Al-Qur’an.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Subagyo melaporkan sampai dengan tanggal 14 Juni 2022, kegiatan MTQ diikuti sebanyak 206 peserta yang terdiri atas 211 peserta pelajar dan 86 peserta umum. “Jumlah keseluruhan ada 297 peserta,” kata Bagyo.
Bagyo menuturkan, peserta kategori pelajar diikuti oleh pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA putra putri dari 19 Kecamatan. Sedangkan dari kategori peserta umum diikuti oleh peserta anak, remaja dan dewasa putra dan putri. Nantinya seluruh peserta akan berkompetisi dalam beberapa cabang perlombaan.
“MTQ pelajar ada putra/putri dari Tilawah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. Tartil diikuti dari SD/SMP dan SMA. Tahfidz 1 Juz dan Tilawah untuk SMP dan MTs dan Tahfidz 5 Juz dan Tilawah untuk SMA dan MA. MTQ umum terdiri dari Tilawah anak, Tilawah remaja, Tilawah dewasa. Tahfidz 1 Juz dan Tilawah, Tahfidz 5 Juz dan Tilawah, Tahfidz 10 Juz, Tahfidz 20 Juz, dan Tahfidz 30 Juz,” papar Bagyo.
Lebih lengkap, kejuaraan MTQ ini memperebutkan gelar terbaik dan pemenang lomba akan mendapatkan piala, piagam, serta uang pembinaan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2022.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan.
Rabu, 15 Juni 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada PT. PLN Pekalongan atas perhatian kepada Kelompok Tani di Desa Sangkanjoyo. “Ini adalah hal yang luar biasa. Ini adalah CSR (Corporate Social Responsibility) yang mengena, CSR yang bermanfaat sekali bagi masyarakat,” tutur Bupati.
Bupati berharap dengan bantuan tersebut, produktivitas pertanian di Desa Sangkanjoyo meningkat. “Diharapkan ekonomi berjalan lebih baik, panen berjalan lebih baik dan agar kesusahan-kesusahan yang ada selama ini, dengan adanya alat ini jadi mudah Jika petani mendapatkan kemudahan-kemudahan, petani dapat bertani dengan baik dan panen bisa maksimal,” harap Fadia.
Bupati juga berharap ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan bagus dan menurutnya, hal itu memerlukan dukungan atau support yang bagus pula. “Masalah ketahanan pangan menjadi PR kita semua. Mudah-mudahan Ketahanan Pangan di Kabupaten Pekalongan tetap bagus dengan upaya-upaya yang kita lakukan,” ujarnya.
Manager UP3 Pekalongan, Muhammad Khadafi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PLN memiliki program CSR atau sekarang disebut sebagai TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) selaku penyedia tenaga listrik.
PLN memiliki 4 program unggulan, di antaranya bantuan rumah pompa, pompa air dan lampu penghalau hama. Program diharapkan dapat membantu petani Rukun Karya Desa Sangkanjoyo dalam mengelola pertanian, khususnya terkait pengairannya. ”Potensi yang ada dalam pertanian ini dinilai sangat besar dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. PLN mendukung program ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan serta mengedepankan pertanian bisa menjadi unggul dengan dukungan sarana yang baik, salah satunya dengan kehadiran listrik di sini,” ujar Khadafi.
Diharapkan dengan bantuan tersebut, ada efisiensi dalam proses pertanian yang sebelumnya menggunakan mesin berbahan bakar solar dengan biaya operasional bulanan yang cukup besar. “TJSL sudah langsung siap pakai sehingga petani bisa menggunakan program ini dan diharapkan ada peningkatan produktivitas pertanian,” ucap Khadafi.
Sementara itu Kades Sangkanjoyo yang juga merupakan Ketua Ketua Kelompok Tani Rukun Karya, Rudi Hartono dalam sambutannya melaporkan bahwa mayoritas penduduk Desa Sangkanjoyo adalah petani dan luas lahan pertanian di desa tersebut sekitar 148 hektare. Menurutnya, dengan bantuan tersebut, setidaknya pengairan lahan pertanian seluas 30 hektare dari 148 hektare yang ada di desanya terbantu. “Alhamdulillah dari PLN ada kepedulian untuk kami. Ini sangat membantu petani di sini,” ujar Rudi.
Kegiatan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wahyu Kuncoro, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Yudhi Himawan dan Kepala OPD terkait lainnya di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Unsur Forkopimcam Kajen, Kades Sangkanjoyo, ibu-ibu PKK dan kelompok tani dan warga masyarakat.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 15 Juni 2022