KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. membuka kegiatan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Sekolah Dasar Ke-23 Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 di SMP Negeri 2 Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Kamis (13/10).
Bupati dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan dan memberikan semangat kepada anak-anak peserta lomba MAPSI Tingkat SD, “Anak-anakku semuanya semangat mengikuti lombanya. Apapun hasilnya kalian semuanya tetap hebat dan luar biasa karena ada ribuan anak di Kabupaten Pekalongan tetapi tidak semuanya bisa mengikuti lomba MAPSI ini. Jadi apapun hasilnya nanti kalian tetap merupakan kebanggaan,” tutur bupati.
Selanjutnya, bupati juga menyampaikan tentang pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak, “Pendidikan apapun, sehebat apapun anak kita, kalau pendidikan agamanya tidak kuat, itu tidak akan dapat menjadi anak yang baik seutuhnya,” ujar bupati.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada guru-guru untuk dapat membentuk akhlak anak-anak di Kabupaten Pekalongan menjadi baik, “Pendidikan agama ini menurut saya adalah dasar yang paling penting dimana selain kita mengajarkan anak mengaji, mengajarkan hukum-hukum islam, yang tidak kalah penting kita ajarkan kepada anak-anak adalah akhlak yang baik kepada anak-anak kita,” katanya.
"Ini harus kita ajarkan dari tingkat dasar dan paling penting sekali, karena anak-anak kita ini adalah bakal calon pemimpin-pemimpin Kabupaten Pekalongan. Jika akhlaknya tidak baik, pendidikan agamanya tidak baik, setinggi apapun tidak akan baik. Jadi pendidikan agama ini merupakan dasar yang paling dasar untuk anak-anak kita yang harus kita berikan sejak mereka masih sangat kecil,” lanjut bupati.
Melalui lomba MAPSI tersebut, bupati berharap anak-anak Kabupaten Pekalongan dapat berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan bahkan sampai tingkat provinsi maupun sampai tingkat nasional.
Sebelumnya, Ketua Panitia Lomba MAPSI SD H. Malikin, S.Pdi mengungkapkan bahwa kegiatan lomba MAPSI tersebut diikuti oleh 532 peserta dari 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
“Dalam kegiatan ini berbagai cabang lomba dilombakan terdiri dari Bidang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) meliputi pengetahuan PAI dan BTQ, praktek Shalat Fardhu, adzan dan iqamah. Selain itu juga ada bidang seni meliputi Seni Hifdzil Qur’an, Seni Tilawah Qur’an, Seni Kaligrafi, Seni Khitobah, Seni Keterampilan Komputer, Seni Macapat Islami, dan Seni Rebana Klasik dan Modern,” terangnya.
Selain itu, ia juga menuturkan bahwa juara 1 pada lomba MAPSI tersebut nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat provinsi.
“Juara 1 nantinya akan menjadi duta pada perlombaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada Hari Jum’at sampai dengan Minggu tanggal 4-6 november 2022 di Asrama Haji Donohadun Boyolali,” ujarnya.
Dalam lomba MAPSI tersebut turut hadir, Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan K.H. Muhtarom Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid, S.IP., MM., Kepala Bagian Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan R. Handy Artawan, S.Kep., MM., Camat Wiradesa beserta Forkopimcam, Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Pekalongan, K3SD Se-Kabupaten Pekalongan, serta Para Kepala Sekolah Dasar Negeri dan Swasta se-Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 14 Oktober 2022
KAJEN – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun Anggaran (TA) 2022 dengan tema ‘TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI’ resmi dibuka melalui kegiatan upacara yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. mewakili Bupati Pekalongan di Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran, Selasa (11/10) pagi.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan untuk memberikan pendampingan serta pembinaan kepada para Camat, Kepala Desa (Kades), dan Bendahara di seluruh Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan ‘Sosialisasi Optimalisasi Dana Desa dalam Rangka Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah Pada Tingkat Desa Tahun 2022’ yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kecamatan Kajen, Rabu (12/10).
KAJEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar S.Sos., M.Si atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyampaikan apresiasi atas kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pembangunan Masjid Miftahul Huda Desa Kesesi yang diselenggarakan oleh Komunitas Pekalongan Selatan Trail Adventure (Pas Triad) dalam rangka HUT TNI Ke 77 Tahun di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi (09/10) pagi.
KAJEN – Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Satuan Karya (Saka), Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan akan menggelar bimbingan teknis (Bintek) Pengelolaan Pangkalan Satuan Karya (Saka). Bintek akan diselenggarakan selama 4 hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 9 hingga 12 November mendatang, di Sanggar Bhakti Pramuka Pekalongan, Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Bintek dibiayai Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah.
KAJEN – Wakil Bupati (Wabup)Pekalongan H. Riswadi, SHmewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, MM menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan,di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (10/4) pagi.
KAJEN – Jembatan Jagung di Desa Jagung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang pondasinya ambrol akan segera diperbaiki. Demikian dinyatakan Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, saat meninjau jembatan bersama pihak Dinas PU Bina Marga dan Ciptakarya Provinsi Jawa Tengah serta Kepolisian Resort Pekalongan, Minggu (2/10).
Kegiatan upacara berlangsung dengan khikmat dan lancar diikuti oleh seluruh peserta upacara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, PNS, Perangkat Desa Pakumbulan, Pelajar, dan komponen masyarakat Kecamatan Buaran.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Dandim 0710 Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wakapolres Pekalongan, dan Perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan melalui sambutan yang dibacakan sekda, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan TMMD di Desa Pakumbulan, serta mengajak seluruh elemen Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk mendukung dan bekerjasama untuk menyukseskan TMMD Sengkuyung III di Desa Pakumbulan agar berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami ingin seluruh desa di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mandiri. Kehidupan rakyat Kabupaten Pekalongan semakin sejahtera, jalan dan jembatan semakin memadai sehingga aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke desa semakin lancar. Sarana prasarana fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat juga semakin baik,” ucap sekda.
Selain itu disampaikan pula oleh sekda bahwa Bupati Pekalongan berharap agar masyarakat Desa Pakumbulan dan Watusalam yang menjadi lokasi TMMD dapat memelihara hasil dari kegiatan TMMD Sengkuyung III dengan baik. Sehingga tujuan dan sasaran yang telah dicapai melalui kegiatan tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk kepentingan bersama.
Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Rizki Aditya S.Sos., M.Han. melalui wawancara singkat mengungkapkan bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung III menyasar pembuatan turap jalan sepanjang kurang lebih 700 meter didesa Pakumbulan karena alasan memiliki struktur tanah yang kurang stabil.
“Desa Pakumbulan ini memiliki struktur tanah yang agak kurang bagus sehingga perlu dibuatkan turap agar tanah tidak longsor dan jalan tidak amblas,“ terangnya.
Dandim berharap agar kedepannya TMMD dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembangunan dengan biaya yang lebih besar sehingga dapat menjangkau daerah-daerah terpencil dan pelosok yang sulit dijangkau di Kabupaten Pekalongan.
“Dengan begitu kami berharap manfaat dari kegiatan TMMD dapat dirasakan masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang jauh maupun yang ada di pedalaman sekalipun,” jelasnya.
Kegiatan TMMD di Desa Pakumbulan rencananya akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung dari tanggal 11 Oktober 2022 hingga 9 November 2022 dengan rincian kegiatan pembangunan fisik berupa 2 segmen turap jalan yang meliputi segmen I turap sepanjang 384 meter dengan tinggi 0,6 meter dan segmen II turap dengan panjang 321 meter dan tinggi 0,6 meter.
Demikian dikatakan bahwa dalam kegiatan TMMD Sengkuyung III juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan penyuluhan yang menarik dan bermanfaat untuk masyarakat Desa Pakumbulan dan sekitarnya seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kampanye penerimaan prajurit TNI, penyuluhan Kamtibmas, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan UMKM, penyuluhan kebencanaan, dan penyuluhan PKK.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan diwakili kehadiranya oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si.
Sekda mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut digelar dalam rangka edukasi dan pembinaan kepada para camat dan kades terkait langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam konteks pengelolaan dana desa yang baik sesuai aturan untuk menantisipasi dampak inflasi daerah pada tingkat desa di Kabupaten Pekalongan.
“Karena ada ruang melakukan perubahan APBDes yang batasnya adalah Oktober. Hari ini kami memberikan pembekalan sekaligus pendampingan dari Kejaksaan untuk paling tidak untuk memberikan pemahaman kepada para camat dan kades apa saja yang bisa dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam perubahan APBDes,” jelas Sekda.
Lebih lanjut sekda mengatakan bahwa inflasi dapat menyebabkan kenaikan-kenaikan harga komoditas.
“Berdasarkan hasil pengamatan Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan diketahui bahwa beberapa harga komoditas mulai naik. Namun harga komoditas secara umum masih bisa dikendalikan terutama dari sisi ketersediaan barang maupun dari sisi keterjangkauan harga,” ujar sekda.
Dikatakan juga oleh sekda, bahwa peningkatan harga komoditas dapat menyebabkan meningkatnya jumlah masyarakat miskin dan miskin ekstim di Kabupaten Pekalongan karenanya Pemkab Pekalongan berupaya untuk mengantisipasi dan menekan dampak inflasi terutama pada tingkat desa.
Diketahui bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2022, serta Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 414 / 03666 2022 tentang Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah pada Tingkat Desa yang sebelumnya pernah dikeluarkan oleh Pemkab Pekalongan pada bulan September 2022.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pekalongan Feni Nilasari, S.H., M.H. yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa saat ini sejumlah Kementerian, Lembaga, serta Kejaksaan telah diperintahkan langsung oleh pimpinan untuk memberikan pendampingan kepada para Kepala Daerah maupun jajaranya di tingkat kecamatan dan desa dalam upaya antisipasi dampak inflasi daerah.
“Jadi kita diminta oleh Kajati agar jajaran level yang dibawahnya ini untuk melakukan pendampingan dalam hal inflasi ini. Yang bisa kami lakukan dan berikan adalah pendampingan sesuai dengan kewenangan kami melalui Kasi Datun yang memiliki fungsi perdata dan tata usaha,” ujarnya.
Kajari berharap agar kegiatan yang digelar siang itu, dapat membawa dampak yang baik untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan dalam upaya mengantisipasi dampak inflasi daerah serta dapat membantu para Kades di Kabupaten Pekalongan dalam rangka pengelolaan dana desa.
“Dalam penggunaan dana desa terkadang para kades masih memiliki rasa ketidaktahuan atau bingung sehingga Kejaksaan melalui Kasi Datun hadir untuk membantu dan memberikan masukkan-masukkan kepada para kades,” kata Kajari.
Disamping itu, Kajari juga menuturkan bahwa pihaknya melalui Kasi Datun siap berkolaborasi dengan tim pengendalian inflasi yang dibentuk oleh Pemkab pekalongan untuk melakukan pendampingan untuk menekan berbagai permasalahan terkait dengan inflasi yang ada di Kabupaten Pekalongan.
“Permasalah-permasalahan pada level desa nantinya dapat disampaikan secara berjenjang kepada kami,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentunya memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan karena merupakan kegiatan yang sangat-sangat positif,” ujar sekda.
Lebih lanjut, Sekda Akbar berharap Pemkab Pekalongan dapat dilibatkan untuk berkolaborasi pada penyelenggaraan event serupa selanjutnya, “Jika kami Pemerintah Daerah diajak, nanti kami dapat melibatkan dinas teknis kami yaitu Dinporapar. Agar kegiatan ini nantinya dapat dikemas lebih menarik lagi dengan konsep sebagai wisata dan juga kita bisa melibatkan UMKM,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut sekda juga mengatakan bahwa Kabupaten Pekalongan sangat cocok untuk kegiatan Trail Adventure karena memiliki medan-medan yang menarik untuk dijelajahi.
Ketua Panitia Bakti Sosial dari Komunitas Pas Triad Ruben dalam kesempatan wawancara mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitasnya itu merupakan event rutin tahunan yang sudah berjalan beberapa kali.
“Kegiatan baksos ini, kita sebenarnya sudah yang ke-6. Jadi kegiatan ini hampir tiap tahun kita laksanakan. Pada Covid kemarin pun kita laksanakan secara sederhana. Hanya saja kali ini bersamaan dengan HUT TNI Ke-77 Tahun. Ini kita gabungkan dan lokasi tahun ini di Kesesi dengan jalur baru,” terangnya.
Ruben juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 600an peserta dari Kabupaten Pekalongan dan juga daerah lain di Jawa Tengah.
Selain baksos, dalam kegiatan pagi itu juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim serta penyaluran dana bantuan dari Komunitas Pas Triad dan Pemkab Pekalongan untuk keperluan pembangunan Masjid Muftahul Huda hingga total dana bantuan mencapai Rp. 115 juta.
“Alhamdullah, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk pembangunan Masjid Miftahul Huda di Kecamatan Kesesi,” tutur Ruben.
Sebelumnya, Kepala Desa Kesesi Januar Iswanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan acara Baksos di Desa Kesesi, “Dan juga atas nama takmir Masjid Miftahul Huda kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena memang Masjid Miftahul Huda ini masih dalam tahap pembangunan sehingga masih banyak membutuhkan tenaga, pikiran, maupun material untuk menyukseskan pembangunan masjid ini,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan baksos di Desa Kesesi akan meningkatkan sinegritas antara Pemerintah Desa dengan Pemerintah Kecamatan dan juga Pemerintah Kabupaten, “Kami juga berharap semoga bisa terjalin silaturahmi dengan para trabaster dan harapannya kedepannya bisa lebih baik. Jangan sungkan untuk melakukan perhelatan didesa Kesesi karena Kesesi secara topografi memungkinkan untuk dilakukan event-event bahkan mungkin di skala yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Kegiatan Bakti Sosial pagi itu juga dihadiri oleh Wakapolres Pekalongan, Perwakilan Dandim 0710 Pekalongan, dan Forkopimcam kesesi.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
Peserta kegiatan doa bersama yakni komunitas sepak bola dan suporter sepak bola yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan wawancara seusai doa bersama, Wabup Riswadi mengungkapkan keprihatinannya atas insiden memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang dimana ratusan suporter meninggal dunia.
“Kita turut prihatin dan ikut mendoakan bersama di Tugu 0 KM Kabupaten Pekalongan. Kita doakan semoga para korban masuk surga,” tuturnya.
Wabup berharap tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi tragedi yang terakhir bagi dunia persepakbolaan, “Kejadian di Kanjuruhan supaya tidak akan pernah terjadi lagi dan menyadarkan diri kita bahwa olaharaga sepak bola merupakan milik orang banyak,” katanya.
Menurut Wabup Riswadi, sepak bola merupakan olahraga yang sangat merakyat. Karenanya untuk sebuah prestasi tidak perlu ada korban jiwa.
Disamping penyampaikan hal tersebut, wabup juga meminta kepada seluruh masyarakat pecinta bola di Kabupaten Pekalongan agar selalu menjunjung tinggi supportivitas dalam mendukung tim favoritnya, “Sepak bola sebuah permainan, menang kalah merupakan hal yang biasa. Yang terpenting menjunjung sportivitas supaya kita dapat berprestasi, “ tutur Wabup Riswadi.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH. yang juga hadir dalam kegiatan doa bersama tersebut, mengajak kepada seluruh pihak untuk dapat menjaga kerukunan dan kebersamaan agar menjadi contoh yang baik untuk masyarakat, “Ayo PSSI, KONI, dan jajaran pecinta sepak bola di Kabupaten Pekalongan, kita wujudkan bersama-sama kebersamaan dan kita beri keteladanan kepada masyarakat bahwa kita akan selalu menjaga kebersamaan di Kabupaten Pekalongan ini dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hindun juga berharap agar Pemerintah daerah dapat memperhatikan olahraga temasuk sepak bola karena menurutnya sepak bola memberikan rekreasi keolahragaan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Suryan atau akrab disapa Ryan mengatakan bahwa Tragedi Kanjuruhan menjadi catatan dan bahan evaluasi bersama, “Peristiwa tersebut menjadi bahan kita untuk intropeksi agar kedepannya tragedi tersebut tidak terulang kembali di Indonesia dan diseluruh dunia,” ucapnya.
Ryan juga menambahkan bahwa antusias suporter di Indonesia sangat luar biasa. Namun begitu dia berharap seluruh pihak kedepannya dapat menerapkan standarisasi penyelenggaraan yang lebih baik serta edukasi kepada suporter khususnya di Kabupaten Pekalongan, “Karena kompetisi di Kabupaten pekalongan dihadiri oleh ribuan suporter dan itu menjadi catatan penting agar gesekan-gesekan tidak terjadi dan kesadaran dapat lebih terbangun dengan adanya kejadian ini,” ujarnya
Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Pekalongan Chandra Saputra mengungkapkan bahwa kejadian di Kanjuruhan membuat pihaknya mereview dan mengevaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan, “Agar keselamatan pemain dan suporter lebih dulu diutamakan dan lebih penting dalam sepak bola ada menang dan kalah semua tim harus siap,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa kejadian di Kanjuruhan Malang dapat menjadi momentum untuk mempersatukan seluruh suporter yang ada di Indonesia ini, “Tidak ada lagi revalitas seperti yang sudah-sudah sehingga menjadi momentum untuk bersatunya suporter di Indonesia,” tandasnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
Waka Cabang Bina Satuan, Kak Yoso dalam rapat dalam rapat koordinasi di Sanggar Bhakti Pramuka Pekalongan yang dipimpinnya, Selasa (11/10) mengatakan, kegiatan diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi antar Saka. “Selain itu kegiatan juga diharapkan dapat meningkatkan SDM pengelola atau pengurus Saka, sehingga Saka dapat menyusun program kegiatan dan mampu menggali pembiayaan kegiatan Saka, serta mampu menjalin kemitraan antara Saka,” tutur Kak Yoso
Rencana bintek tersebut dipaparkan Kapusdiklat Cabang Pramuka Kabupaten Pekalongan, Kak Ina, dalam rapat yang dihadiri 13 saka siang itu.
Kak Ina dalam rapat tersebut meminta kepada ke 13 Saka di Kwarcab Pekalongan agar dapat berpartisipasi dalam bintek. Ke-13 saka tersebut yaitu Saka Milenial (Dinkominfo Kabupaten Pekalongan) , Saka Wira Kartika, Saka Bhayangkara, Saka Wana Bhakti, Saka Widya Budaya Bhakti, Saka Bhakti Husada, Saka Kalpataru, Saka Bahari, Saka Pariwisata, Saka Adhiasta Pemilu, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi, dan Saka Bina Sosial. Masing-masing saka diminta untuk mengirimkan 4 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Saka, Pamong Saka, Instruktur Saka, dan Dewan Saka.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan materi, antara lain yaitu Fundamental Kepramukaan, Profil Pangkalan Saka yang Dinamis dan Produktif, Pengelolaan Pangkalan Saka, Penyusunan Program Kerja Pangkalan, Penataan Administrasi Pangkalan Saka, serta Pengembangan Pangkalan Saka. Dalam kegiatan tersebut juga akan diberikan materi Kreasi Job Creation dan Ketrampilan Vocasional serta Penilaian Pangkalan Saka Tergiat. Narasumber dalam kegiatan tersebut, lanjut Kak Ina, ditunjuk langsung oleh pihak Kwarda Jawa Tengah.
Sumber : Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Kamis, 13 Oktober 2022
RapatdipimpinKetua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH. Rapat dihadiri pimpinan dan anggota DPRDlainnya, unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S., Sos., M.Si, para Staff Ahli Bupati dan Asisten Sekda, serta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, wabup menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang se-tinggi-tingginya kepada segenap anggota Dewan atas Pandangan Umum terhadap Raperda yang telah disampaikan sebelumnya.
“Baik yang bersifat masukan, saran maupun pertanyaan. Semua itu sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab kita dalam menyusun rancangan APBD Tahun Anggaran 2023,” tuturnya.
Wabup mengatakan, berkaitan dengan pandangan umum yang disampaikan dari beberapa fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan yang berupa masukan, saran maupun himbauan, pihaknya akan memperhatikan dan menindaklanjuti sebagai bahan kajian dan pertimbangan dalam proses selanjutnya.
Dalam rapat paripurna tersebut, wabup menyampaikanjawaban-jawaban atas Pandangan Umum dari Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan meliputi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Partai Amanat Nasional(PAN) serta Fraksi Golongan Karya (Golkar).
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 4 Oktober 2022
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, dalam wawancara usai kegiatan Forum Group Dicussion (FGD) terkait Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi di Wilayah Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (3/10) pagi.
Selain oleh Sekda, FGD juga dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, serta menghadirkan narasumber dari Pertamina Tegal Darryl Gomos Otniel M, Perwakilan KCU Pos Pekalongan Riska Indah S.
Kegiatan juga diikuti sejumlah stakeholder seperti Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Pekalongan, para buruh/pekerja, mahasiswa, Organisasi Angkutan Darat (Organda) maupun UMKM lingkup mikro daerah. FGD dimoderatori Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi.
“Dari kegiatan diskusi ini paling tidak adalah kita ingin mendengar apa yang diharapkan dari kelompok-kelompok yang rentan terkait dengan kenaikan BBM atau inflasi. Paling tidak memberikan mereka dapat memberikan saran, masukkan, input bagi Pemerintah daerah untuk menyusun program atau kebijakan untuk mengatasi berbagai persoalan,” tutur Sekda Yulian Akbar.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa FGD juga sebagai sarana komunikasi Pemerintah Daerah untuk menyampaikan berbagai usaha Pemkab Pekalongan dalam upaya menangani dampak inflasi di Kabupaten Pekalongan.
“Pemerintah membuka ruang disamping komunikasi-komunikasi formal melalui media musyawarah seperti musrenbang jadi khusus untuk kebijakan yang sifatnya tematik atau persoalan yang sifatnya tematik ini akan selesai kalau kita duduk bersama. Melakukan semacam diskusi bersama,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut sekda juga mengungkapkan telah meminta kepada beberapa OPD untuk melembagakan pelaksaan FGD tematik dalam rangka memfokuskan kebijakan, “.Jadi kita mendengar apa yang menjadi masukkan masyarakat,” katanya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 4 Oktober 2022
“Hasil checking bersama-sama secara teknis, berkaitan dengan pondasi sisi timur Jembatan Jagung yang ambrol, akan segera kita perbaiki. Untuk penanganan terkait pondasinya, butuh waktu sekitar 1 bulan. Secara keseluruhan perbaikan jembatan memakan waktu sekitar 3 bulan,” tutur Sekda Yulian Akbar.
Perbaikan bahkan sudah dimulai Minggu (2/10) dengan mendatangkan alat berat. “Pondasi jembatan kita bangun kembali. Pekerjaan memakan waktu sekitar 3 bulan dan ini harus ada koordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana dan dinas teknis, karena terkait dengan Bendung Gembiro yang baru saja kita buka dan pengairan lahan pertanian,” ujar sekda.
Kondisi jembatan, lanjut sekda, berbahaya untuk dilalui, oleh karena itu jembatan ditutup dan lalu lintas dialihkan melalui jalur alernatif. “Lalu lintas ditutup total baik untuk kendaraan besar maupun kecil, bahkan pejalan kaki. Karena jembatan berbahaya jika dilalui,” jelas sekda.
Pemkab Pekalongan, kata dia, sudah pernah mengusulkan pembangunan jembatan yang baru pada tahun 2020. “Karena setelah itu terdampak refocussing anggaran akibat Pandemi Covid-19. Harapan kami, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat merealisasikan usulan yang kami sampaikan pada Tahun 2023,” harap sekda.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ali Huda didampingi Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pekalongan, Sumantoro, menyatakan, akan menindaklanjuti sesegera mungkin berkaitan dengan ambrolnya pondasi Jembatan Jagung.
“Jembatan merupakan kewenangan Provinsi Jawa Tengah. Mudah-mudahan pada satu bulan pertama, kami dapat menyelesaikan konstruksi bawah jembatan,” tutur Ali Huda.
Menurut Ali, penyebab ambrolnya jembatan bisa karena pembukaan Bendung Gembiro pada Sabtu (1/10) siang. “Bisa jadi berkaitan dengan pembukaan bendung. Kami menerima laporan kejadian ambrolnya pondasi Jembatan Jagung pada tanggal 1 Oktober 2022 pukul 18.30,” ujarnya.
Dikatakannya, jembatan dibangun sejak sekitar tahun 1970-an. Namun demikian, pemeliharaan rutin tetap dilakukan. Lebih lanjut dikatakannya, ada rencana penggandaan jembatan yang akan diusulkan untuk direalisasikan tahun 2023.
Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria didampingi Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Fitriyanto, mengatakan, pihanya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan kegiatan pengalihan arus lalu lintas menyusul ambrolnya pondasi Jembatan Jagung. Arus lalu lintas dari Kesesi menuju Kajen dialihkan melalui Tugu Nol Kajen – Simpang Terminal Kajen – Desa Pekiringan Alit (Kecamatan Kajen) – Kwasen (Kecamatan Kesesi) – Wonorejo – Simpang Kaibahan Ponolawen (Kesesi). “Begitu pula sebaliknya. Sinergi dengan Dishub, sudah dipasang rambu-rambu petunjuk, rambu-rambu arus serta peralatan perlengkapan infrastruktur jalan yang sudah kita survei memadai untuk kendaraan diatas 2 ton 2 sumbu bisa melewati jalur alternatif,” terang kapolres.
Dikatakannya, masyarakat pengguna jalan sudah diberikan sosialisasi. Menurutnya, memang butuh waktu yang agak panjang dan lebih memakan waktu. “Memang harus memutar terlebih dahulu, masyarakat harap bersabar, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya agar jalan dapat diakses kembali.
Sementara itu, kendaraan berat yang akan menuju Kesesi maupun Kajen, lanjtnya, dialihkan melewati Sragi - Bojong. “Para pengguna jalan kami mohon untuk mematuhi rambu-rambu petunjuk yang sudah dipasang,” ujar kapolres.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 3 Oktober 2022