KAJEN – Untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Pekalongan khususnya pengelolaan sampah rumah tangga dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyalurkan bantuan 21 roda 3 pengangkut sampah kepada 21 Kelompok/Desa di Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada para penerima atau pewakilan bertempat di Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (Dinas Perkim dan LH) Kabupaten Pekalongan Kecamatan Kajen, Senin (24/10) siang.
Dalam sambutannya, bupati berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kebersihan di tingkat desa, “Bapak/Ibu yang hari ini menerima bantuan, saya harapkan dapat memanfaatkanya dengan baik agar bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya di Kabupaten Pekalongan karena adanya sampah ini, kita dan desa kita tidak akan sehat, tidak akan bisa mencapai yang namanya bersih, tidak akan bisa mencapai percontohan dan lain-lainnya kalau masih banyak sampah berserakan.” Tutur Bupati.
Dikatakan juga bahwa masalah sampah di Kabupaten Pekalongan masih merupakan PR besar bagi Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, karenanya dengan adanya bantuan toda 3 pengangkut sampah diharapkan masyarakat dan desa dapat lebih mandiri dalam melakukan pengelolaan sampah khususnya sampah rumah tangga.
Bupati mengatakan Pemkab Pekalongan juga akan melakukan pengecekan kepada para penerima bantuan untuk melihat efektivitas bantuan yang diberikan terhadap kebersihan lingkungan di desa-desa yang menerima bantuan tersebut, “Bapak/Ibu yang hari ini menerima bantuan, saya minta berarti nanti kita akan cek apakah desanya setelah menerima bantuan ini benar-benar bersih atau tidak. Apakah masih bermasalah atau tidak. Kalau masih bermasalah dengan sampah berarti bantuan hari ini sia-sia,” ujar bupati tegas.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga mengungkapkan harapannya agar dapat memberikan bantuan serupa kepada kelompok/desa lainnya yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan Rudy Sulaiman melaporkan bahwa bantuan roda 3 pengangkut sampah diberikan kepada 21 kelompok/desa di wilayah Kabupaten pekalongan dengan total anggaran kurang lebih senilai Rp. 715 juta rupiah.
“Penyerahan bantuan hibah roda tiga merupakan wujud atau komitmen Pemkab Pekalongan khususnya Bupati untuk menyosialisasikan prinsip pengurangan sampah dari sumber sampah di tingkatan masyarakat,” terangnya.
Rudy mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pemicu masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah yang dihasilkan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 25 Oktober 2022
KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Hari ini, Senin (24/10) melaksanakan kegiatan survei akreditasi yang dilaksanakan oleh Tim dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna. Dalam kegiatan tersebut Bupati Fadia Arafiq turut hadir dalam rangka memberikan dukungan atas kegiatan akreditasi yang dilaksanakan.
KAJEN – Peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Kabupaten Pekalongan semakin semarak dan meriah dengan dilaksanakannya kegiatan Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan di Halaman Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Pekalongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Sabtu (22/10) malam. Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Pekalongan mengundang Kiai kondang yakni K.H. Fikri Haikal MZ sebagai penceramah.
KAJEN – Terkenal dengan julukan khas sebagai Kota Santri. Kabupaten Pekalongan tak ketinggalan untuk merayakan dan memperingati Hari Santri Nasional 2022 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2022 dengan menggelar kegiatan Apel Besar Hari Santri Nasional 2022 yang dipusatkan di Stadion Manggala Krida Kecamantan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada Sabtu (22/10) pagi.
KAJEN – Masyarakat Desa Curug dan sekitarnya tengah berbahagia setelah usai menggelar kegiatan kirab dan pemasangan Mustoko Masjid Jami’ At Tafakkur. Sebagai ungkapan rasa syukur, masyarakat Desa Curug menggelar kegiatan Pengajian Umum Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tasyukuran Kirab Mustoko Masjid Jami’ At Tafakkur Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan pada Jum’at (21/10). Dalam kegiatan yang digelar tersebut, masyarakat turut mengundang Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berkunjung sekaligus bersilaturahmi dengan Masyayikh dan sesepuh serta pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Rabu (19/10). Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2022.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyerahkan aset Tanah Pasar Banyurip kepada Pemerintah Kota Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Walikota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid didampingi oleh Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih dalam kegiatan ‘Penyerahan Aset Tanah Pasar Banyurip dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada Pemerintah Kota Pekalongan’ yang diselenggarakan di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/10).
KAJEN - Ratusan pelajar TK Negeri Pembina Kabupaten Pekalongan belajar memadamkan kebakaran, dalam Edukasi Pencegahan Kebakaran Dini bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/10).
Para siswa TK yang terdiri dari Kelas TK A kecil, A besar dan Kelas B tersebut tampak antusias mengikuti pelatihan pemadaman kebakaran yang diselenggarakan di pool truk pemadam kebakaran DPU Taru Kabupaten Pekalongan.
Bupati dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim surveyor akreditasi dan juga menjelaskan bahwa RSUD Kajen merupakan salah satu rumah sakit daerah di Kabupaten Pekalongan yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, “Rumah sakit swasta memang dikenal memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien. Tetapi selama ini RSUD Kajen juga telah memberikan pelayanan yang sama baiknya dengan rumah sakit swasta. RSUD Kajen tidak kalah,” ujar bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan sangat mendukung RSUD Kajen, “Kami Pemerintah sangat mensupport RSUD Kajen. Saya ingin rumah sakit ini yang memang letaknya ada di Kabupaten Pekalongan benar-benar bisa lebih bagus. Bahkan dapat lebih baik dari pada rumah sakit swasta” tuturnya.
Namun begitu kepada tim surveyor akreditasi, Bupati mengatakan bahwa RSUD Kajen masih memiliki sejumlah kekurangan, akan tetapi ia berjanji untuk terus melakukan pembenahan, “Saya yakin masih ada kekurangan-kekurangan karena anggaran yang terbatas dan kita juga harus selalu sesuai dengan aturan. Semuanya berbasis aturan. Namun, Saya sebagai Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tentunya akan mensupport penuh RSUD Kajen ini dan akan melakukan perbaikan apa-apa yang yang belum baik,” kata bupati.
Bupati berharap agar kegiatan akreditasi yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan RSUD Kajen dapat mencapai paripurna, “Saya berharap agar kita bisa mencapai paripurna dan bisa mendapatkan akreditasi dengan baik. Mudah-mudahan tim kami dari RSUD Kajen selalu mempertahankan kebaikan-kebaikan yang sudah ada dan selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan ,” tandas Bupati Fadia.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia Arafiq juga sempat mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan berencana untuk melakukan pembangunan RSUD Kajen menjadi lebih bagus pada Tahun 2023 nanti.
Sementara itu, Surveyor Akreditasi Nina Nilawati mengungkapkan bahwa timnya telah melaksanakan kegiatan survei di RSUD Kajen selama 2 hari ini, “Yang pertama secara daring pada tanggal 20 Oktober 2022 yang meliputi dokumen. Memang untuk dokumen sudah oke, apalagi kemarin sudah survei simulasi. Kemudian tanggal 24-25 Oktober 2022 kami juga melakukan penelitian dilapangan pada hari ini dan besok,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Nina juga membagikan kesannya terhadap RSUD Kajen yang menurutnya terlihat bersih dan telah melaksanakan sesuai dengan strandar. Namun begitu nina mengatakan bahwa pelayanan kepada pasien dan juga peningkatan kenyamanan bagi para pengunjung serta pasien rumah sakit masih dapat ditingkatkan lebih baik lagi.
Direktur RSUD Kajen Imam Prasetyo dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Bupati dan Pemkab Pekalongan selama ini berkomitmen untuk mendukung RSUD Kajen untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, “Kami dari RSUD Kajen selalu berupaya memberikan pelayanan yang baik, memberikan peningkatan mutu dan sarana dan prasarana yang baik kepada masyarakat. Untuk saat ini dukungan dari Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat luar biasa sekali bahkan hari ini Bupati dapat hadir untuk memberikan dukungan, kami sangat berterima kasih dan semoga dengan dukungan dari ibu bupati RSUD Kajen dapat mencapai predikat Paripurna atau bintang lima, “ tutur Imam.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 25 Oktober 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam kegiatan tersebut hadir didampingi sang suami Muhtarudin Ashraff Abu. Kegiatan pengajian juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, Para Pejabat dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, Perwakilan PD Muhammadiyah, Perwakilan PD LDII, Perwakilan Rifa’iyah, dan ormas islam lainnya di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, kegiatan juga dipadati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia dalam sambutannya, berharap agar kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menambah ilmu serta meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, “Mudah-mudahan di acara Maulid Nabi ini dapat menambahkan ilmu untuk kita semua, menambahkan iman dan taqwa kita. Sehingga pulang dari sini ilmu kita bertambah, taqwanya kita bertambah, kebaikan-kebaikannya kita bertambah untuk seluruh yang hadir disini,” tutur bupati.
Kepada K.H. Fikri Haikal MZ, Bupati menjelaskan bahwa julukan kota santri bukanlah sekedar slogan saja akan tetapi memang benar adanya bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan Kabupaten yang sangat istimewa karena masyarakatnya sangat kental dengan berbagai kegiatan agama islam, “Di Kabupaten Pekalongan ini, kegiatan pengajian dan kegiatan-kegiatan agama memang luar biasa sekali disini. Orang dari daerah lain akan terkagum-kagum dengan Kabupaten Pekalongan karena pengajian sering digelar tidak hanya di tingkat kecamatan saja tapi tingkat RT juga ada dan terus menerus. Bukan hanya sekali-sekali tetapi menjadi rutinitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Fadia juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam beberapa hari terahkhir ini, Pemkab Pekalongan memang telah mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022, “Kami mengadakan berbagai acara supaya seluruh masyarakat dan para santri tambah semangat lagi, karenanya kita sama-sama mencintai dan menghargai para santri yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan para santri kita terus semangat dan tambah banyak,” katanya.
Dalam kesempatan itu, bupati sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ormas Islam di Kabupaten Pekalongan, seluruh santri, serta masyarakat yang telah turut serta mendukung, meramaikan dan menyukseskan jalannya rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2022 yang diselenggarakan Pemkab Pekalongan.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Panitia Subagyo melaporkan bahwa Pemkab Pekalongan telah menggelar berbagai kegiatan guna memperingati Hari Santri Nasional 2022,
“Pada tanggal 18-19 telah dilaksanakan kegiatan ziarah ke makam K.H. Hasyim Asy’ari Jombang, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Kediri dan Makam Ir. Soekarno di Blitar. Kemudian hari Jum’at kemarin telah dilaksanakan acara Jalan sehat yang Alhamdulillah sangat antusias sekali dari masyarakat bahkan mencapai 10.000 lebih peserta jalan sehat dengan hadiah ada umroh, ada sepeda motor, ada sepeda gunung dan lain sebagainya. Tadi pagi juga ada apel besar hari santri yang diikuti oleh para anak pesantren, para kyai, dan lapisan masyarakat kurang lebih ada 14.000 peserta apel yang hadir. Selanjutnya, malam hari ini ada kegiatan pengajian dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri, besok masih ada acara Karnaval Hari Santri 2022,” jelasnya.
Dalam kegiatan pengajian tersebut, K.H. Fikri Haikal MZ sebagai penceramah menyampaikan ajakan kepada Masyarakat Kabupaten Pekalongan agar menjauhi minuman keras dan narkoba. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW, keluarga nabi, dan para sahabatnya yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
Peserta kegiatan apel tersebut adalah perwakilan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) Di Kabupaten Pekalongan, Para Pelajar SMP, SMA, SMK, para mahasiswa, serta unsur organisasi islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Rifa’iyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pekalongan.
Apel juga dihadiri oleh Unsur Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Para Pejabat dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. Sementara itu, Pemimpin apel adalah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Kegiatan apel tersebut terpantau berjalan lancar dan khikmat serta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khusyuk dan tertib.
Dalam kesempatan apel tersebut, Bupati Fadia membacakan sambutan dari Menteri Agama Republik Indonesia yang isinya menyampaikan tema Hari Santri Nasional 2022 yakni ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’.
Melalui tema tersebut kemudian disampaikan bahwa para santri sejak era penjajahan atau era Indonesia belum merdeka, telah ikut berjuang bagi kemerdekaan bangsa dan negara. Para santri saat itu merupakan para pejuang pemberani yang ikut melawan penindasan para penjajah dibumi pertiwi Indonesia.
Hingga era sekarang, para santri telah memiliki banyak peran di masyarakat dan terlibat secara aktif didunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan.
Para santri saat ini dipandang sebagai insan yang fleksibel dan dapat berbaur dalam segala lingkup sosial kemasyarakatan Indonesia sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan cita-citakan. Namun begitu para santri tetap tidak meninggalkan tugas utamanya untuk menjaga agama serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Lebih lanjut, disampaikan juga ajakan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat ikut bersuka cita merayakan Hari Santri Nasional 2022. Momentum dari santri juga diharapkan dapat menjadi momentum mengenang jasa dan mendoakan para kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama.
Bupati Fadia seusai memimpin kegiatan apel berbagi ucapan selamat Hari Santri untuk seluruh santri dan masyarakat di Kabupaten Pekalongan, “Saya secara pribadi dan atas nama Bupati Pekalongan mengucapkan Selamat Hari Santri kepada seluruh santri di Indonesia ini khususnya anak-anak Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati Fadia.
Selain itu bupati juga menyampaikan harapan untuk pesantren dan santri-santri di Kabupaten Pekalongan pada momentum Hari Santri, “Harapan kedepanya agar santri-santri di Kabupaten Pekalongan, mereka lebih semangat bersekolah dan mencontohkan perilaku yang baik. Sehingga anak-anak yang belum menjadi santri jadi ingin menjadi santri semua, karena melihat santri-santri di Kabupaten Pekalongan akhlaknya baik,” kata bupati.
“Dan pesantren-pesantren di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mampu bersaing dengan pesantren-pesantren di daerah/kota lainnya. Agar anak-anak santri kita yang ingin pesantren diluar kota dengan berkembangnya pondok pesantren dan bertambah canggihnya pesantren di Kabupaten Pekalongan jadi tidak perlu jauh-jauh jika ingin menuntut ilmu dipesantren,” tutur bupati.
Dalam kegiatan apel tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk perhatian dan dukungan, menyalurkan secara simbolis hibah kepada beberapa organisasi masyarakat islam di Kabupaten Pekalongan, hibah kepada 52 masjid dan 53 mushola di Kabupaten Pekalongan, Bantuan Usaha Produktif kepada 5 Ponpes yang telah memiliki kegiatan usaha, Penghargaan beasiswa kepada santri berprestasi, serta Bantuan Pembinaan bagi 300 Hafiz/Hafidza di Kabupaten Pekalongan. Hibah dan bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Fadia Arafiq kepada perwakilan atau penerima.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
Karenanya walaupun langit mendung dan hujan deras sempat mengguyur, tapi tidak menyurutkan semangat unsur forkopimcam tirto, unsur pemerintah desa, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga Desa Curug Tirto dan sekitarnya untuk mengikuti kegiatan tersebut dan bertemu dengan Bupati Pekalongan secara langsung.
Bupati Fadia Arafiq saat itu hadir didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho dan Kabbag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo.
Dalam sambutannya, bupati berharap agar Masjid Jami’ At Tafakkur yang malam itu diresmikan akan selalu ramai jama’ah, “Mudah-mudahan masjid ini menambah barokah. Jama’ahnya tambah penuh. Banyak yang sholat disini, dan melakukan kegiatan-kegiatan agama yang baik disini,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga berharap masyarakat dapat menjaga dengan baik Masjid Jami’ At Tafakkur tersebut, “Masjid di desa ini hanya ada satu. Sehingga ini memang kebanggaan kita. Sama-sama kita jaga dan sama-sama kita buat masjid ini seperti hidup,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyampaikan terkait perbaikan jalan yang termasuk dalam ranah Pemerintah Kabupaten Pekalongan disekitar Desa Curug Tirto, juga meyosialisasikan terkait program kesehatan gratis cukup pakai KTP berlaku di layanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta bantuan seragam sekolah gratis bagi murid SD atau SMP negeri dan merupakan program bagi masyarakat tidak mampu di Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut, dikatakan bupati juga bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka memeriahkan Hari Santri telah melakukan perjalanan ziarah ke beberapa tempat seperti Jombang, Kediri, dan Blitar. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh berbagai unsur organisasi keagamaan di Kabupaten Pekalongan. Menurut keterangan bupati, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sebanyak itu 2 kali dan selanjutnya pada hari Sabtu 22 Oktober 2022 juga akan dilaksanakan Apel besar Hari Santri.
Bupati berharap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Santri tersebut dapat menambah rasa persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten pekalongan serta merekatkan hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan masyarakat, “Kami dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin semuanya bersama-sama guyub bareng membangun Kabupaten Pekalongan ini, tidak boleh membeda-bedakan warna. Semuanya baik, semuanya rukun dan saya selaku Bupati Pekalongan, ibunya Kabupaten Pekalongan jadi saya mencintai seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakannya,” tandas bupati.
Sementara itu, Takmir Masjid Jami’ At Tafakkur Suhardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah berperan bagi perkembangan dan kemajuan Masjid Jami’ At Tafakkur, serta menyampaikan tentang perjalanan Masjid Jami’ At Tafakkur hingga saat dan mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa meramaikan Masjid Jami’ At Tafakkur Desa Curug yang saat ini sudah semakin bagus dan megah.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia kegiatan Jalan Sehat dan berharap agar para peserta jalan sehat yang beruntung dapat memanfaatkan hadiahnya dengan baik, “Mudah-mudahan juga acara hari ini berjalan lancar. Kepada panitia, ini luar biasa hadiahnya hebat-hebat semuanya. Mudah-mudahan para peserta yang mengikuti acara jalan sehat ini bisa mendapatkan hadiah yang disediakan seperti hadiah umroh, motor, dan lain sebagainya. Yang mendapatkan semoga sesuai dengan apa yang diinginkan supaya benar-benar bermanfaat,” tutur bupati.
Lebih lanjut, Bupati Fadia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka meramaikan Hari Santri nasional 2022, “Hari ini kita mengikuti rangkaian Hari Santri Kabupaten Pekalongan. Kemarin tepatnya 2 hari yang lalu kita telah mengikuti kegiatan ziarah ke Jombang, Kediri, dan Blitar. Selama saya menjabat sebagai bupati sudah 2 kali kegiatan tersebut digelar. Insya Allah kegiatan tersebut akan kita teruskan juga,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah memberikan bantuan guna mendukung guru-guru pesantren di Kabupaten Pekalongan, “Kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah memberikan bantuan kepada 1000 guru-guru pesantren di Kabupaten Pekalongan. Ini merupakan wujud kepedulian kami kepada guru-guru pesantren serta anak-anak santri di Kabupaten pekalongan. Bantuan ini dimaksudkan agar guru-guru pesantren dapat semakin semangat mengajar dan senang sehingga insya allah anak-anakku santri semuanya akan menjadi anak-anak yang berguna khususnya untuk Kabupaten Pekalongan dan keluarga serta nusa dan bangsa,” ujar bupati.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten pekalongan KH. Muslikh Khudori dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut serta berharap kegiatan tersebut dapat memberi dorongan semangat, “Kami berharap mudah-mudahan kegiatan semacam ini dapat menggugah kita, semangat kita untuk selalu memperjuangkan santri-santri yang ada di seluruh nusantara ini. Mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa memberikan manfaat kepada seluruh yang hadir atas beberapa hadiah-hadiah yang diberikan kepada pemenang atau yang beruntung pada hari ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan Jalan sehat tersebut, Bupati Fadia berkesempatan mengundi pemenang sekaligus menyerahkan hadiah utama berupa perjalanan umroh kepada peserta jalan sehat yang beruntung. Diketahui seorang warga dari Dukuh Kaliketing Desa Kalimojosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan berhasil memenangkan hadiah umroh tersebut.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 24 Oktober 2022
Bupati dalam kesempatan tersebut hadir didampingi sang suami Muhtarudin Ashraff Abu, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan seperti Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, Kepala BPKD Kabupaten Pekalongan Casmidi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, Kabbag Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan R. Handy Artawan, Kabbag Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan Toharno, Kabbag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, dan Kabbag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Pekalongan Heri Pancasilardi.
Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom, sejumlah perwakilan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pekalongan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah (PD) Rifaiyah Kabupaten Pekalongan, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Pekalongan, serta Pengasuh Ponpes Se-Kabupaten Pekalongan.
Diketahui, sebelum ke Ponpes Al Falah Ploso, Bupati didampingi suami beserta rombongan dari Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya mencapai 300 orang dan menggunakan 6 armada bus tersebut telah melakukan perjalanan berziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari di Jombang.
Dalam sambutannya di Ponpes Al Falah, Bupati Fadia menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Masyayikh dan sesepuh Ponpes Al Falah Ploso, “Saya dan rombongan Kabupaten Pekalongan merasa senang dan bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Terima Kasih Pak Kyai dan Bu Nyai atas sambutannya kami merasa sangat dihargai,” ujarnya.
Lebih lanjut, bupati juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Ponpes Al Falah Ploso Kediri karena telah melahirkan banyak ulama-ulama hebat di Kabupaten Pekalongan, “Kepada Ponpes Al Falah ini saya salut. Saya memang ingin datang, ingin tahu, ingin silaturahmi karena banyak sekali tokoh Kabupaten Pekalongan, para Kyai Pekalongan lulusan dari pesantren ini,” tuturnya.
Bupati Fadia berharap kegiatan tersebut dapat memberi barokah untuk semuanya, menjadi media silaturahmi antar sesama serta bermanfaat bagi para pengasuh ponpes di Kabupaten Pekalongan agar dapat mencontoh hal-hal baik dari Ponpes Al Falah untuk diterapkan di Ponpesnya masing-masing,
“Mudah-mudahan melalui acara hari ini kita lebih mengenal satu sama lainnya, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, satu rombongan menjadi kenal. Insya Allah menambah tali silaturahmi kita dan juga persaudaraan kita tambah ketat, rasa persaudaraan kita akan membuat kita nanti tambah mencintai Kabupaten Pekalongan,” kata bupati
“Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk para pemilik pesantren dari Kabupaten Pekalongan agar bisa melihat yang baik-baiknya dari pesantren Al Falah ini untuk diterapkan di Kabupaten Pekalongan. Sehingga Kabupaten Pekalongan minimal tidak kalah dengan Kediri. Soal santrinya, pesantrennya, agar bisa bersama-sama membesarkan islam di bumi yang kita cintai ini,” lanjutnya.
Mewakili Pengasuh Ponpes Al Falah KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau akrab dipanggil Gus Kautsar dalam sambutannya menyampaikan tentang sejarah dan sistem pembelajaran yang diterapkan di Ponpes Al Falah. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini ada kurang lebih 13.000 orang santri yang sedang menuntut ilmu di Ploso.
Pengasuh Ponpes Al Falah Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli atau lebih dikenal sebagai Nyai Hj. Badriyah dalam sambutannya menambahkan dengan menyampaikan beberapa hal terkait dengan sejarah dan kegiatan belajar yang diselenggarakan Ponpes Al Falah.
Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan kegiatan ramah tamah, serta berbincang antara bupati dengan Pengasuh Ponpes Al Falah KH. Nurul Huda Djazuli.
Usai kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan didamping suami dan seluruh rombongan dari Kabupaten Pekalongan melanjutkan perjalanan ziarah ke Makam Sang Proklamator Kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno di Blitar.
Selain kegiatan kunjungan ke Ponpes Al Falah dan berziarah, Pemkab Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional juga telah menyiapkan beberapa kegiatan menarik lainnya meliputi Jalan Sehat Hari Santri yang akan digelar pada Hari Jum’at 21 Oktober 2022, Apel Besar Hari Santri dan Pengajian Akbar Maulid Nabi dan Hari Santri pada Hari Sabtu 22 Oktober 2022, serta Karnaval Hari Santri pada Hari Minggu 23 Oktober 2022.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 21 Oktober 2022
Dalam kegiatan penyerahan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara antara Bupati Pekalongan dan Walikota Pekalongan, serta antara Sekda Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan. Selain itu juga dilakukan penyerahan secara langsung sertifikat Pasar Banyurip dari Pemkab Pekalongan kepada Pemkot Pekalongan.
Dalam sambutannya pada kegiatan yang digelar, Bupati Fadia mengungkapkan bahwa prosesi penyerahan tanah tersebut telah melalui proses yang panjang dan seyogyanya dilakukan pada saat pemekaran wilayah Kabupaten Pekalongan pada tahun 90-an. Akan tetapi karena berbagai kendala terkait aturan sehingga baru saat ini dapat dilaksanakan prosesi penyerahan secara resmi kepada Pemkot Pekalongan.
“Saat diminta oleh KPK untuk menyelesaikan aset pemerintah yang masih bingung antara Kota dan Kabupaten seperti ini. Dimana sertifikatnya milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan tapi pasarnya milik Kota Pekalongan. Saya meminta kepada Sekda untuk bertanya langsung terkait aturannya kepada Provinsi Jawa Tengah. Alhamdulillah jawaban dari Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang ini sudah bisa kita serahkan,” terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa langkah yang diambil oleh Pemkab Pekalongan dalam rangka mentaati aturan, “Apakah aturannya boleh tidak, apakah aturannya yang kita lakukan sudah benar atau belum karena saya ingin melakukan segala sesuatunya kalau semuannya sesuai dengan aturan. Jika belum sesuai aturan saya minta untuk dikaji ulang sekali lagi,” ujarnya.
Bupati berharap melalui penyerahan tersebut, Pemkot Pekalongan dapat mengelola dan membangun Pasar Banyurip dengan lebih baik untuk kemakmuran dan kemajuan UMKM masyarakat luas,
“Saya titip kepada Pemkot Pekalongan supaya pasarnya dapat berkembang dengan baik, UMKM bisa berkembang dengan baik, dan juga bagi pemkot dengan adanya sertifikat, maka Pemkot Pekalongan dapat melakukan pembangunan lebih mudah. Aturan-aturannya bisa lebih mudah. Apalagi kita antara Kabupaten dan Kota Pekalongan ini hidup berdampingan dan hidup yang baik. Insya Allah segala sesuatunya kita musyawarahkan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan dalam upaya mentaati aturan yang berlaku.
“Alhamdulilah dengan komitmen kita bersama dengan tidak melihat untung rugi dan sebagainya. Tetapi semuanya kita lakukan semuanya untuk masyarakat seperti tentang pengelolaan dan pembangunan pasar kedepannya,” ujar Aaf sapaan akrab.
Aaf juga berharap bahwa penyerahan tersebut dapat menjadi awal sinegritas yang baik antara Pemkab Pekalongan dan Pemkot Pekalongan.
Gubernur Jawa Tengah diwakili oleh Plt. Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan atas penyerahan tersebut,
“Kami Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi karena kalau tidak ada keikhlasan dari Bupati dan Pemerintah kabupaten Pekalongan ini tidak akan selesai dengan baik. Ini merupakan usaha dan kerja keras dari kita semua,” ujarnya.
Direktur Koordinasi Supervisi III KPK RI Brigjen Bahtiar Ujang Purnama melalui sambungan virtual Zoom juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta mengatakan bahwa kegiatan penyerahan tersebut bukan merupakan suatu kehilangan atau kerugian untuk Pemkab Pekalongan karena asset tersebut tetaplah milik pemerintah.
“Karena asset tersebut kembali kepada pemerintah. Kota Pekalongan merupakan representasi dari Pemerintah bukan ke pihak swasta atau pihak yang lainnya,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 19 Oktober 2022
Anak-anak yang sebagian besar didampingi orang tua/ wali masing-masing dan para guru itu dikenalkan dengan tugas pemadam kebakaran, teknik pemadaman kebakaran dini, serta alat-alat pemadam kebakaran. Anak-anak juga terlihat sangat riang gembira ketika diberi kesempatan untuk menumpang mobil pemadam kebakaran mengeliling Alun-alun Kajen.
Dalam kesempatan tersebut, para orang tua./ wali siswa dan guru juga tak ketinggalan untuk mencoba berlatih memadamkan api dengan alat sederhana berupa air dan karung goni basah maupun modern, dengan tabung APAR (alat pemadam api ringan).
Kasubag TU UPTD Pemadam Kebakaran Satpol PP Damkar Kabupaten Pekalongan, Muhtasor, mengatakan, kegiatan edukasi, sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran dini yang diberikan oleh petugas pemadam kebakaran antara lain terkait teknik pemadaman dini, pengenalan alat, serta pemadaman dengan menggunakan peralatan sederhana dan modern. “Harapannya, anak-anak bisa mengetahui apa itu api dan kebakaran dan bahayanya juga dan bagaimana anak-anakku juga mempunyai daya ingat tentang teknik pemadaman api dengan menggunakan peralatan yang sederhana maupun modern,” ujar Muhtasor.
Kepala TK Negeri Pembina Kabupaten Pekalongan Suatmi menyebutkan, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 125 anak didampingi orang tua/wali dan guru, dan jumlah seluruhnya sekitar 250 orang. Suatmi berharap, melalui kegiatan tersebut, anak-anak bisa mengetahui praktek, tidak hanya teori di sekolah.” Anak-anak jadi betul-betul merasakan dan praktek langsung apa yang diterangkan guru di sekolah Anak-anak jadi tahu pemadam kebakaran seperti ini, bisa juga menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Ada aspek pengetahuan dan ketrampilan di dalamnya. Tadi banyak anak yang berani praktek memadamkan api,” ungkap Atmi, sapaan Suatmi. Dia mengatakan, kegiatan merupakan program sekolah yang sudah diagendakan pada awal Tahun Ajaran.
Ketua IGTKI Kabupaten Pekalongan, Azir, yang juga merupakan guru Kelas B TK Pembina Kabupaten Pekalongan, mengutarakan, kegiatan merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas yang merupakan salah satu program tahunan.”Ini merupakan salah satu program P5, yaitu Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Di sana ada tema bernama Cinta Bumi. Dalam rangka Cinta Bumi ini, upaya penyelematannya, salah satunya adalah menyelamatkan dari kebakaran. Anak TK Negeri Pembina Kabupaten Pekalongan kami coba persiapkan untuk menjadi generasi penerus yang siap menanggulangi permasalahan dan memiliki pengetahuan, pengalaman,dan ketrampilan dalam menangani kebakaran. Agar anak-anak memiliki jiwa penolong,” terang dia.
Dia berharap dapat menerapkan Gerakan Cinta Bumi di seluruh TK di Kabupaten Pekalongan. Terkait gerakan cinta bumi, anak-anak bisa dikenalkan dengan upaya melestarikan budaya Kabupaten Pekalongan seperti kesenian sintren, cara memproduksi batik, tradisi seperti sedekah bumi, serta kuliner khas daerah. bisa kita kenalkan kepada anak. (red)
Senin, 17 Oktober 2022