KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq hadir secara langsung untuk memantau berjalannya proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memadati Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Kecamatan Kajen, Selasa (13/12) pagi.
Melalui wawancara singkat disela kegiatannya, Bupati Pekalongan mengatakan sengaja datang ke lokasi penyaluran BLT BBM untuk memastikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan baik dan tertib, bantuan diterima dalam bentuk tunai, serta benar-benar diterima oleh yang bersangkutan secara langsung.
Selain itu, bupati juga mengungkapkan sasaran penerima BLT adalah para pekerja sektor transportasi dan juga para pekerja yang terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi, “Kita sasaranya dalah sektor transportasi yang benar-benar sangat terkena dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi seperti ojek online dan juga para bapak-bapak dan ibu-ibu yang bekerja menggunakan BBM. Itu memang benar-benar menjadi tujuan utama yang kita perhatikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, selain para pekerja sektor transportasi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan tersebut juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat miskin yang tidak termasuk kedalam program penerima bantuan pemerintah lainnya, “Hal ini kita lakukan supaya lebih merata terkait penerima bantuan ini. Walaupun memang masih belum banyak karena kemampuan setiap daerah berbeda-beda. Tetapi ini adalah acara kita untuk membantu menekan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan dan menekan efek dari kenaikan BBM,” ujar bupati.
Bupati berharap bahwa para penerima BLT BBM dapat menggunakan bantuan tersebut dengan baik dan bertanggung jawab, “Saya berharap agar ini dapat digunakan untuk bekerja sehari-hari maupun untuk keperluan rumah tangga,” kata bupati.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan menuturkan bahwa ada sebanyak 373 KPM yang menerima BLT BBM di Kabupaten Pekalongan,”373 ini terdiri atas 133 dari sektor pekerja transportasi dan 240 merupakan warga dari 7 Desa dan 1 Kelurahan yang termasuk kedalam Lab Kemiskinan Kabupaten Pekalongan. Jadi masing-masing dari desa tersebut ada 30 orang warganya menerima BLT,” jelasnya.
Kedepannya, Yudi berharap agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat menyalurkan bantuan lebih banyak kepada keluarga-keluarga lainnya yang belum pernah tersentuh bantuan pemerintah.
Diketahui, penerima BLT BBM di Kabupaten Pekalongan merupakan KPM yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), diutamakan bukan penerima PKH, Bantuan Sembako, BLT Bantuan Pusat dan BLT Dana Desa Tahun 2022 yang berprofesi sebagai pengemudi transportasi. Serta warga Kabupaten Pekalongan yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diusulkan oleh Kelurahan/Desa di wilayah laboratorium kemiskinan yang diutamakan bukan penerima PKH, Program Sembako, BLT BBM Pusat dan BLT Dana Desa Tahun 2022.
Sementara itu, penerima BLT BBM mendapatkan bantuan senilai Rp. 200.000 per KPM per bulan selama 3 bulan yaitu Oktober, November, Desember 2022, sehingga total bantuan adalah Rp. 600.000 per KPM dan disalurkan satu kali pada bulan Desember 2022.
Seorang KPM yang kesehariannya bekerja sebagai Ojol Yudib dalam wawancara mengaku bersyukur bisa mendapatkan BLT BBM tersebut, “Alhamdulillah, karena ini dapat membantu saya dan keluarga. Bulan-bulan ini sedang ada pengurangan karyawan dan ordean ojek juga sedang sepi, jadi berhubung ada bantuan ini lumayan bisa membantu saya dan keluarga. Terima kasih Bupati dan pemerintah, saya akan menggunakan ini untuk keperluan keluarga saya,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Rabu, 14 Desember 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk dapat meresapi ceramah atau tausiyah yang disampaikan oleh Ustadzah Mumpuni Handayayekti dalam acara Pengajian Umum dalam Rangka Peringatan Maulid Rosul SAW bertempat di Desa Pegandon Kecamatan Karangdadap, Jum’at (09/12).
KAJEN – Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi atas empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dari DPRD Kabupaten Pekalongan yakni Raperda Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Raperda tentang Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pasar Rakyat Pusat, Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Raperda tentang Kepemudaan, dan Raperda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM berharap agar ruas jalan Blacanan – Boyoteluk yang selesai dibangun dan dirigit beton dapat awet dan berumur panjang. Hal itu disampaikan bupati dalam sambutannya pada kegiatan Peresmian Rehabilitasi Ruas Jalan Blacanan – Boyoteluk bertempat di Desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Rabu (07/12) siang.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan meluncurkan Kartu Disabilitas dan Aplikasi Sosial Peduli untuk para penyandang disabilitas di Kabupaten Pekalongan dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 bertempat di Aula Lantai I Kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (05/12).
KAJEN – Heryani, ST, M.Si bersama 2 rekannya, yaitu Dr. Choirul Anam, M.Si dan Ari Dwi Reskianto, S.Tr.Kes(Rad) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pekalongan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton berhasil menorehkan prestasi sebagai salah satu dari 5 Penulis Karya Ilmiah Terbaik dalam Kompetisi Karya Ilmiah yang diselenggarakan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tahun 2022.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan telah secara konsisten dan komitmen penuh menerapkan sistem merit secara baik dan adil. Bahkan hal itu diakui dan mendapatkan apresiasi ketegori baik dalam acara Anugerah Meritokrasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 yang diselenggarakan di Hotel Atria Magelang, Kamis (01/12) malam.
KAJEN – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Pekalongan selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stuting (TPPS) Kabupaten Pekalongan H. Riswadi, SH. memimpin kegiatan rapat Evaluasi Dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Pekalongan bertempat di Hotel Grand Dian Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Selasa (29/11).
“Malam hari ini kita bersama-sama akan mendengarkan tausiyahnya Ustadzah Mumpuni. Mari kita bersama-sama resapi, kita ambil hikmahnya, kita bawa pulang dan kita jadikan lebih baik perilaku kita dari yang sebelum-sebelumnya,” ujar bupati.
Lebih lanjut, Bupati Pekalongan mengajak kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan iman dan taqwa dengan banyak-banyak bersholawat, “Karena Insya Allah yang sulit akan menjadi mudah. Cita-cita kita yang belum tercapai bisa tercapai kalau sholawat kita perbanyak,” ujarnya.
Selain itu, bupati berpesan kepada masyarakat untuk dapat tertib mengikuti kegiatan pengajian umum malam hari itu, “Nanti juga setelah acara ceramah ini saya minta juga bubar dengan baik, dan juga tetap protokol kesehatannya harus dijaga,” pesannya kepada warga.
Selengkapnya, Bupati Pekalongan juga menyampaikan program Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan kepada seluruh warga masyarakat yang hadir dalam kegiatan pengajian malam itu, “Program kesehatan gratis cukup pakai KTP sudah berlaku di Kabupaten Pekalongan ini. Sekarang ibu-ibu melahirkan sudah gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ini adalah kebahagiaan untuk seluruh warga Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan juga jalannya alus rejekinya mulus di Desa pegandon Karangdadap bisa kita penuhi. Anak-anak sekolah kita juga sekarang yang sekolah negeri yang tidak mampu pakaian seragamnya tahun 2022 ini kita juga bantu karena sekolah negeri ini milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan jadi tanggung jawabnya Bupati Pekalongan,” jelas bupati.
Sebelumnya Kepala Desa Pegandon Khabibah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas kehadiranya dalam acara tersebut, “Kami selaku Perangkat Desa dan warga masyarakat Desa Pegandon sungguh merasa senang, merasa bangga atas kehadiran Bupati Pekalongan ditengah-tengah kami, dan kami juga doakan agar ibu bupati selalu dalam lindungan Allah SAW, diberikan keberkahan, diberikan kemudahan dalam segala urusan, diberi kelancaran untuk semua kegiatan-kegiatan yang ibu lakukan,” ujarnya.
Disamping itu, Khabibah juga menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia kegiatan yang telah menyukseskan acara tersebut serta berharap agar Desa Pegandon dapat menjalankan kegiatan tersebut untuk tahun-tahun berikutnya.
Kegiatan pengajian malam itu, turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Camat Karangdadap, Kepala Desa Pegandon dan seluruh jajarannya, Unsur PKK Desa Pegandon, Unsur Fatayat, Unsur Muslimat, Unsur IPNU, Unsur IPPNU, Unsur Banser, Tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta warga masyarakat Desa Pegandon.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Senin, 12 Desember 2022
Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan H. Riswadi, SH saat membacakan sambutan Bupati Pekalongan dalam kegiatan Rapat Paripuna DPRD Kabupaten Pekalongan yang bertempat di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (08/12).
“Keempat raperda tersebut merupakan bentuk kepedulian DPRD Kabupaten Pekalongan dalam upaya mewujudkan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik, “ ucap wabup.
Dalam rapat paripurna disampaikan sejumlah saran dan masukkan dari Bupati Pekalongan, seperti agar dalam penyusunan Raperda yang dibuat seperti Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif diharapkan dapat mengakomodir pendanaan dan pembiayaan pengembangan ekonomi kreatif yang diintegrasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan, “Sehingga dalam pelaksanaanya dapat dilaksanakan oleh Perangkat Daerah dan dapat bermanfaat kepada insan kreatif diantaranya perlindungan terhadap pelaku ekonomi kreatif sampai dengan pemberian insentif fiskal berupa insentif perpajakan daerah dan insentif restribusi sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar wabup.
Terkait dengan Raperda tentang Kepemudaan, bupati menghimbau agar pembahasan Raperda tetap bertumpu kepada kepentingan masyarakat serta percepatan investasi di Kabupaten Pekalongan tanpa meninggalkan norma peraturan perundang-undangan.
Sementara itu terkait Raperda tentang Kepemudaan, Bupati Pekalongan berharap dapat memenuhi kebutuhan pengembangan potensi pemuda, sehingga dapat berperan serta dalam pembangunan daerah, pengembangan kewirausahaan dan kepeloporan pemuda serta penyediaan prasarana dan sarana kepemudaan.
Terakhir terkait dengan Raperda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pondok Pesantren, Bupati berpesan agar beberapa hal harus disematkan dalam Raperda tersebut sesuai dengan Undang-undang No. 18 Tahun 2019 tentang pesantren, “Diantaranya fasilitasi pondok atau asrama, masjid atau mushola pesantren untuk memenuhi daya tampung, kenyamanan, kebersihan, kesehatan, dan keamanan, Memberikan dukungan perlaksanaan fungsi dakwah pesantren dalam bentuk kerja sama program, fasilitasi kebijakan, dan pendanaan, serta Melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat paling sedikit berupa bantuan keuangan, bantuan sarana dan prasarana, bantuan teknologi dan atau keterampilan,” kata wabup.
Demikian, Bupati Pekalongan berharap agar pembahasan 4 Raperda tersebut tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait kaidah, norma, dan batasan kewenangan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi selaku wakil Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, “Bupati juga menyarankan agar dalam pembahasan lebih lanjut nantinya disertai dengan konsultasi secara komprehensif dan substantif kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah agar Raperda dapat disusun sesuai dengan kaidah, norma, kewenangan serta menjadi payung hukum yang efektif di Kabupaten Pekalongan,” tandas wabup.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Senin, 12 Desember 2022
“Ruas jalan di Desa Depok ini kita sengaja bangun dengan benar-benar bagus, tinggi, rapi, dan rigid supaya awet tidak cepat rusak dan masyarakat dapat merasakan dan menikmati manfaatnya selama bertahun-tahun,” ujar bupati.
Karena bagusnya jalan tersebut, dikatakan Bupati Pekalongan bahwa pengerjaan jalan tersebut bernilai hingga miliaran rupiah, “Pembangunan jalan ini nilainya 2,8 Miliar Rupiah lebih,” jelas bupati.
Lebih lanjut, bupati juga menyampaikan kepada masyarakat tentang pembangunan tanggul di Desa Depok, “Kami juga sedang membangun tanggul di wilayah Desa Depok ini. Kami berharap dapat bermanfaat untuk masyarakat,” kata bupati.
Demikian, bupati menuturkan bahwa dalam kurun waktu 1,5 tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan telah membangun banyak jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan, “Jalan di Kabupaten Pekalongan ini sudah banyak jalan yang diperbaiki. Kami akan terus berupaya mengoptimalkan pemangunan jalan secara merata sehingga masyarakat Kabupaten Pekalongan benar-benar bisa menikmati Jalan Halus Rejeki Mulus,” ujar bupati.
Sementara itu, Kepala Desa Depok Suyatno dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan atas pembangunan jalan di desanya, “Kami Kepala Desa dan warga masyarakat Desa Depok menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas pembangunan jalan di desa kami. Pembangunan jalan ini sangat bermanfaat untuk warga desa terutama saat banjir rob seperti yang terjadi akhir-akhir ini karena menjadikan desa kami menjadi lebih mudah diakses,” katanya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 9 Desember 2022
Peresmian ruas jalan tersebut dilakukan di dua titik yakni Ruas Jalan Gejlig-Salit, Kebon Agung-Gejlig diresmikan di Desa Sambiroto, sedangkan untuk Ruas jalan Sabarwangi-Kalijoyo diresmikan di Desa Sabarwangi Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (05/12).
Bupati Pekalongan dalam wawancara mengungkapkan bahwa beberapa ruas jalan yang diresmikan siang itu memiliki panjang jalan dan nilai yang bervariatif, “Hari ini kita meresmikan beberapa ruas jalan diwilayah Kecamatan Kajen yakni Ruas jalan Gejlig - Salit dengan panjang 2,7 Km bernilainya hampir 3 Miliar rupiah, Ruas jalan Kebon Agung-Gejlig dengan panjang 1.1 Km dengan nilai hampir Rp. 950 Juta. Selain itu hari ini juga kita resmikan Rehabilitasi Jalan Sabarwangi – Kalijoyo dengan panjang 1,8 km dan nilai hampir 1,9 Miliar,” jelas bupati kepada awak media.
Bupati berharap melalui rehabilitasi jalan di wilayah Kecamatan Kajen dapat membantu melancarkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kajen dan sekitarnya, “Mudah-mudahan lebih banyak jalan di Kabupaten Pekalongan yang halus, ekonomi meningkat, masyarakat lebih sejahtera, UMKMnya juga lebih berkembang, dan anak-anak sekolahnya selamat semuanya,” kata bupati.
Demikian bupati juga berharap agar jalan yang diresmikan dapat awet, berumur panjang dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Kepala Desa Sambiroto Karloko dalam sambutan peresmian jalan di Desa Sambiroto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan atas peresmian jalan di desanya, “Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan yang telah membangun jalan didesa kami, semoga jalan ini dapat bermanfaat untuk kami semuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sabarwangi Asep Meka Suwandi dalam wawancara disela-sela kegiatan peresmian jalan di Desa Sabarwangi mengungkapkan bahwa kondisi jalan di Desa Sabarwangi sebelum dilakukan rehablitasi sangat memprihatinkan, “Selama bertahun-tahun kondisi jalan di desa kami ini sangat memperihatinkan, banyak sekali lubang-lubang, sedangkan ini merupakan akses utama bagi warga kami, dan juga ini bisa menjadi penghubung dari desa lainnya,” jelasnya.
Karenanya Asep mengatakan bahwa rehabilitasi jalan di Desa Sabarwangi sangat bermanfaat untuk masyarakat, “Adanya perbaikan jalan ini sangat besar manfaatnya karena bisa mempercepat waktu bagi kami untuk melintasi jalan. kami merasa bersyukur kepada ibu Bupati telah merealisasikan peningkatan di desa kami karena kami sangat menantikan sudah cukup lama,” katanya.
Sumber : Tim Prokompim Kab Pekalongan
Selasa, 6 Desember 2022
Peluncuran tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang ditandai dengan touch sceen dilayar e-Backdrop dan juga prosesi pemotongan tumpeng serta penyerahan kartu disabilitas kepada pewakilan penerima.
Melalui sambutannya, Bupati Pekalongan berharap agar para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Pekalongan bisa mendapatkan pelayanan dan hak yang sama tanpa diskriminasi dalam berbagai pelayanan publik.
Bupati juga mengatakan bahwa peluncuran kartu disabilitas di Kabupaten Pekalongan bermanfaat untuk memberikan para penyandang disabilitas kemudahan mendapatkan pelayanan publik, ”Kartu disabilitas memberikan para disabilitas pelayanan prioritas di pusat kesehatan, pembuatan KTP, pembuatan akte, maupun yang lainnya agar tidak perlu antri. Oleh sebab itu mudah-mudahan kartu ini dapat segera dibagikan kepada seluruh disabilitas yang ada di Kabupaten Pekalongan agar seluruh disabilitas bisa mendapatkan prioritas tersebut,” ujar bupati.
Selain itu, bupati mengungkapkan bahwa dalam acara tersebut Pemkab Pekalongan juga meluncurkan Aplikasi Sosial Peduli untuk para disabilitas, “Hari ini kita juga meluncurkan Aplikasi Sosial Peduli. Saya minta untuk nanti bisa disosialisasikan agar para disabilitas ini tau sehingga yang belum terdaftar bisa mendaftarkan diri melalui aplikasi ini. Setiap disabilitas kebutuhannya berbeda-beda sesuai kondisinya bisa didaftarkan melalui aplikasi ini sehingga nantinya dapat cepat kita tanggapi, kita sikapi, dan cepat kita berikan bantuan. Mulai hari ini sudah ada dan mudah-mudahan bisa sangat bermanfaat untuk para disabilitas di Kabupaten Pekalongan,” kata bupati.
Sebelumnya, Kepala Dinsos Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan dalam sambutannya melaporkan bahwa peluncurkan kartu disabilitas merupakan bentuk apresiasi dan juga identitas bagi para penyandang disabilitas dikabupaten Pekalongan yang nantinya akan disingkronkan dengan berbagai program Pemkab Pekalongan, “Dengan kartu disabilitas tersebut teman-teman disabilitas bisa mendapatkan prioritas pelayanan di berbagai pelayanan publik, baik di pemerintahan maupun di sektor swasta yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kedepannya kita juga akan menjadikan ini sebagai alat untuk menghubungkan dengan program-program yang ada di Kabupaten Pekalongan,” jelas Yudi.
Sementara itu terkait kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar pagi itu, Yudhi menuturkan bahwa kegiatan diikuti oleh perwakilan disabilitas dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, “Disabilitas di Kabupaten Pekalongan berjumlah sekitar 9800 disabilitas yang terdiri atas berbagai kategori ada disabilitas fisik, sensorik, intelektual dan disabilitas mental. Namun hari ini kita mengundang sekitar 150 penyandang disabilitas dari berbagai kategori tersebut dan mewakili seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Perwakilan Forum Penggiat Sosial Forum Serasi Madani H. Syafrudin Huna dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan dan Pemkab Pekalongan atas kegiatan yang diselenggarakan dan juga atas dukungan pemerintah kepada para disabilitas di Kabupaten Pekalongan selama ini.
“Kami juga berterima kasih kepada Bupati dan Pemkab Pekalongan karena tahun ini telah membantu menyediakan puskesmas ramah disabilitas di Kabupaten Pekalongan. Tahun ini ada 2 puskesmas yang ramah kepada para difabel yakni puskesmas I Kedungwuni dan Puskesmas Karanganyar. Terima kasih juga kepada dinas kesehatan karena lewat adanya puskesmas ini sudah menangkap harapan kami,” ujarnya.
Di akhir acara, Bupati mewakili Pemkab Pekalongan menunjukkan kepedulian terhadap para penyandang disabilitas dengan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 1 Buah Bantuan Kursi Roda, 1 Alat Bantu Dengar, dan 2 Bantuan Modal Usaha.
Dalam acara tersebut, untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Pekalongan juga melayani layanan pembuatan KTP langsung jadi untuk para disabilitas. Karenanya, bupati secara simbolis menyerahkan KTP kepada penyandang disabilitas.
Menutup kegiatan, Bupati dan para tamu undangan mengunjungi sejumlah stand pameran hasil karya tangan-tangan kreatif para kaum difabel Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan peringatan Hari Disabilitas tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Staff Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Perwakilan Kapolres Pekalongan, Perwakilan Dandim 0710 Pekalongan, Perwakilan Kerjaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, para camat Se-Kabupaten Pekalongan, dan Ketua organisasi disabilitas.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 6 Desember 2022
Karya ilmiah Heryani bersama 2 rekannya yang berhasil masuk sebagai salah satu Karya Ilmiah terbaik tersebut berjudul “Analisis Korelasi Komposisi Thorak dengan Dosis Radiasi yang Diterima Pasien pada Pemeriksaan CT Scan Thorak”. Yani, begitu sapaan Heryani, yang merupakan pejabat fungsional Fisikawan Medis dan mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Kraton itu berharap penelitian yang dilakukan dan karya ilmiah yang disusun dapat bermanfaat, terutama di bidang radiologi.
Penghargaan 5 pemakalah dan penulis karya ilmiah terbaik diterimakan dalam acara Seminar Nasional SIINTAN BAPETEN ( Badan Pengawas Tenaga Nuklir) pada Bidang Inovasi Implementasi Optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi Tahun 2022, di Gedung BAPETEN, Rabu (30/11). Empat pemakalah terbaik lainnya yaitu dari RS Gading Pluit Jakarta, RS Indirati Solo Baru, RSUP Kariadi Semarang, dan RS Mayapada Jakarta).
“Penelitian tentang hubungan komposisi penyusun thorak dengan dosis yang diterima pasien pada pemeriksaan CT Scan thorak perlu dilakukan sebagai upaya dalam memperkirakan dosis yang akan diterima pasien secara lebih akurat dalam pemeriksaan CT Scan Thorak berdasarkan ukuran dan komposisi dari penyusun Thorak,” tutur Yani saat diwawancara, Senin (5/12). Dengan demikian lanjutnya, diharapkan Fisikawan Medik ataupun praktisi lainnya baik Dokter Spesialis Radiologi maupun Radiografer dapat mengevaluasi pemilihan protokol pemeriksaan CT Scan Thorak untuk mendapatkan citra radiograf yang optimal dengan mempertimbangkan dosis radiasi pasien serendah mungkin.
Dijelaskan, dalam penulisan karya ilmiahnya, Yani dan rekan-rekan menggunakan metode, berupa citra 100 pasien dalam format digital imaging and communication in medicine ( DICOM) dari pemeriksaan CT Scan Thorak dari bulan Januari-Desember 2021. “Citra pasien diproses secara otomatis menggunakan software Matlab dengan script segmentasi CT number untuk menghitung luas dari jaringan lunak, tulang dan udara dalam Thorak dan dengan menggunakan software IndoseCT 20b-alpha untuk membaca nilai CTDIVol, DLP, panjang scan dari dicom header dan menghitung nilai Deff, Dw, SSDE dan dosis efektif.
Yani mengaku menghadapi tantangan ketika dalam menulis karya ilmiah. “Tantangan nya adalah waktu untuk mengolah data. Harus meluangkan banyak waktu untuk membaca jurnal yang terkait dengan riset yang sedang kita ambil yang bisa digunakan untuk bahan referensi,” ujar dia.
Penghargaan merupakan kali ke-2 yang diterima Yani. Pada tahun 2021, Yani juga mendapatkan penghargaan sebagai salah satu penulis karya ilmiah terbaik dari BAPETEN. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Senin, 5 Desember 2022
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi Aparatur Negara (KASN), diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. yang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Anugerah Meritokrasi merupakan acara penghargaan yang diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada instansi pemerintah yang telah menerapkan sistem merit secara baik dan adil.
Sementara itu, sistem merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil, wajar, dengan tanpa diskriminasi .
Sistem merit yang diterapkan secara baik dapat menciptakan ASN yang profesional sesuai dengan kompetensinya, terciptanya kompetisi antar ASN secara adil, terciptanya kepastian karier dan terlindunginya karier ASN dari intervensi politik dan tindakan kesewenang-wenangan,
serta terciptanya pengelolaan ASN secara efektif dan efisien.
Sumber : Tim Prokompim Kab.Pekalongan
Senin, 5 Desember 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Wabup Riswadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada BKKBN Jawa Tengah yang telah mendampingi dan memfasilitasi Kegiatan serta kepada Tim Audit Kasus Stunting Kabupaten Pekalongan yang telah melakukan tahapan-tahapan Audit Kasus Stunting dari perencanaan sampai Tindak Lanjutnya, “Kami sampaikan ucapan terima kasih. Sehingga hasil dari Tindak Lanjut ini bisa diterapkan secara aplikatif dan bisa dijadikan pedoman untuk mencegah dan mengatasi kasus Stunting di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Wabup menuturkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Pekalongan turun setiap tahunnya namun begitu upaya penurunan angka stunting di Kabupaten pekalongan perlu untuk terus digalakkan, “Karena masih ada/banyak faktor resiko keluarga baik dari Remaja Putri (Retri), Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil), Ibu Nifas (Bufas), Anak Dibawah Dua Tahun (Baduta) dan Anak Dibawah Lima Tahun (Balita) yang bisa menyumbang angka kasus Stunting dimasa datang kalau kita tidak dicegah dan ditangani secara serius dan bersama-sama,” jelasnya.
Dikatakan wabup bahwa dalam rangka menurunkan stunting di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui OPD terkait telah melaksanakan berbagai program penurunan stunting seperti pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri yang Anemia serta Ibu Hamil selama 90 hari, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, pemberian susu protein tinggi, pelatihan kelas Ibu Hamil (bumil), sosialisasi isi piringku, Pembentukan dan pemberdayaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 2238 orang (756 Tim), Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting baik di tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten, Pengelolaan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), Perbaikan Sanitasi Lingkungan dan lain sebagainya.
Namun begitu menurut wabup bahwa program-program tersebut juga memerlukan dukungan berbagai pihak demi suksesnya penurunan angka stunting di Kabupaten Pekalongan, “Kolaborasi lintas sektor yang terdiri atas Pemerintah Daerah melalui berbagai OPD, masyarakat desa yang terdiri atas Kades, Ketua TP PKK, TPK dan kader, serta akademisi dari perguruan tinggi, menjadi kunci keberhasilan dari program-program yang dilaksanakan. Oleh karena itu, besar harapan kami bahwa kolaborasi dan harmoni yang sudah baik ini tetap dapat kita pertahankan dan kembangkan lagi dimasa yang akan datang,” tandasnya.
Kegiatan rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rektor UMPP, Kepala OPD terkait, Direktur RSUD Kraton, Direktur RSUD Kajen, Dokter Spesialis Anak RSUD Kajen, Dokter Spesialis Obsetry dan Ginekologi RSUD Kajen, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Camat Siwalan, Camat Tirto, dan para Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 1 Desember 2022