KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. menghadiri dan menyaksikan prosesi pelantikan DCP Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) Se-Jawa Tengah di Pendopo Bupati Rumah Dinas Bupati Pekalongan Kecamatan Kajen, Selasa (27/12/2022) malam.
Prosesi pelantikan dilakukan secara simbolis oleh DPW BMWI Provinsi Jawa tengah George Ardian Widianingrat.
Dalam kegiatan pelantikan tersebut turut hadir Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.IP., M.Si. berserta rombongan, Forkopimda Kabupaten Pekalongan. Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta para Asisten, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya, Kepala Perhutani KPH Pekalongan Timur, Ketua DPP BMWI Pusat Jakarta, Ketua DPC BMWI Kabupaten Pekalongan, Camat beserta Forkopincam Kajen, beberapa Kepala Desa, Ormas BPPI dan Pemuda Pancasila, Para Tamu Undangan dan Hadirin lainnya.
Bupati dalam sambutannya selaku pribadi dan Bupati Pekalongan mengucapkan selamat datang kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Bapak Jenderal (Purn) Dr. H. Moeldoko S.IP di Kabupaten Pekalongan. “Kehadiran Bapak di Kabupaten Pekalongan merupakan sebuah kebanggaan, kehormatan, dan juga menjadi motivasi kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bekerja lebih baik lagi” ujar Bupati.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa ada 285 desa/ kelurahan dari 19 kecamatan. Kabupaten Pekalongan terkenal akan UMKM jins dan batik. Apabila dilihat bazar tersebut belum ada sepersepuluh karena Kabupaten Pekalongan lama terkenal pegiat UMKM.
"Dari batik sampai orang yang kenal produk jins dari Jawa Barat akan tetapi produksinya dari Kabupaten Pekalongan. Batik yang dikenal dari daerah lain itu banyak perajin produksi dari Kabupaten Pekalongan itu seminggu dua kali kirim ke Jogja, Solo dan Tanah Abang. Jadi para UMKM Kabupaten Pekalongan pastinya akan bangga dengan adanya pelantikan mudah mudahan membawa manfaat UMKM Kabupaten Pekalongan dan Jawa Tengah,"ungkapnya.
Kepada jajaran DPC BMWI se Provinsi Jawa Tengah yang baru saja di kukuhkanm Bupati berpesan, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya karena amanah yang Bapak/Ibu terima pada hari ini merupakan anugerah yang luar biasa.
“Saya berpesan agar BMWI dapat melaksanakan program kerja yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya generasi muda dan para UKM dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan kewirausahaan seperti pelatihan packaging produk, pelatihan pemasaran, pelatihan monitoring perizinan serta rutin membantu pelaku usaha untuk memiliki Nomor Induk Berusaha,” pesan Bupati.
Bupati juga mengharapkan kehadiran BMWI dapat menjadikan para wirausaha dan UKM di Kabupaten lebih tumbuh, berkembang, maju, dan mendorong masyarakat untuk terjun berwirausaha. Dan tentunya terus membantu mensukseskan program pemerintah dan tetap semangat untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kab. Pekalongan.
Kamis, 29 Desember 2022
KAJEN – Saya ucapkan selamat bertugas kepada Relawan PMI yang baru saja dikukuhkan, saya mengapresiasi pilihan saudara untuk menjalankan misi kemanusiaan. Demikian pesan yang disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM saat mengukuhkan anggota Korps Sukarela (KSR) dan anggota PMR Madya dan Wira se Kabupaten Pekalongan dalam acara Apel Peringatan Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang digelar di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (27/12/2022).
KAJEN – Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan akan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Pekalongan dalam waktu dekat. Raperda dinilai sangat mendesak untuk diusulkan, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang menurun di antaranya karena paparan asap rokok.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kabupaten Pekalongan, di Hotel Grand Dian Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Rabu (21/12/2022).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM., mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mengapresiasi kinerja dan pengabdian para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini telah mendedikasikan diri dan ikhlas memberikan pendampingan, supervisi dan advokasi kepada keluarga kurang mampu di Kabupaten Pekalongan.
Kepada PMI Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia berpesan untuk terus melakukan pembinaan yang baik kepada para relawan ini, agar mereka mempunyai bekal yang cukup untuk terjun dalam penanganan korban terdampak bencana atau tugas kemanusiaan lainnya. “Saya akan selalu mendukung kegiatan positif yang dilakukan PMI,” ujar Bupati.
Selain pesan pribadi, Bupati juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum PMI Yusuf Kalla yang dibacakan didepan relawan. Menurutnya, dengan adanya KSR maka mampu membantu penanganan bencana yang begitu banyak yang terjadi di negeri ini.
"Para KSR dan Tenaga Sukarela (TSR) yang telah dilatih agar tetap bekerja dengan baik, tetap ikhlas dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Kita mendoakan tidak ada bencana, akantetapi bencana itu selalu datang dengan tiba-tiba. Karena itulah kita semua sangat tergantung pada relawan untuk membantu masyarakat kita. Insya Allah, Allah memberikan balasan yang baik kepada para relawan relawan yang telah bekerja. Saya mengucapkan terima kasih atas segala kerja relawan, " ucapnya.
Adapun jumlah relawan yang dikukuhkan dalam apel Hari Relawan sebanyak 811 orang terdiri 50 KSR dan sisanya 761 PMR.
Seusai apel dan pengukuhan relawan, acara dilanjutkan dengan flashmob senam cuci tangan oleh para pelajar diikuti Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun, Ketua PMI Arini Harimurti, Perwakilan dari Kejaksaan, Polres Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, para Kepala OPD, Camat dan para relawan PMI.
Sumber : tim prokompim setda kab.pekalongan
Rabu, 28 Desember 2022
Raperda tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademik Perda KTR di Kabupaten Pekalongan, di Ruang Rapat Asisten 1 Setda, kemarin. Dalam rapat siang itu, Tim Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai konsultan penyusun memaparkan Laporan Pendahuluan dan Antara dalam rangka Penyusunan Naskah Akademik perda tersebut. FGD diikuti OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, M. Khoiruddin, S. Kep, Ns, M.Kes yang diwawancarai usai FGD, mengatakan, perda sangat mendesak untuk diusulkan. “Dari segi privasi ini sangat mendesak, karena dalam UUD 1945 disebutkan bahwa seluruh masyarakat berhak mendapatkan kesehatan yang layak. Dengan adanya orang yang merokok, masyarakat terpapar ya, baik perokok aktif maupun pasif. Ini mengakibatkan menurunnya derajat kesehatan masyarakat. Bagi perokok pasif, dapat mengakibatkan berbagai penyakit, terutama penyakit organ paru, yang merupakan alat pernafasan kita,” tutur Khoiruddin.
Dia berharap, dengan adanya Perda KTR, angka kesakitan atau kematian akibat polusi asap rokok, bisa diminimalisir, atau bahkan bisa dihilangkan sama sekali.
Khoiruddin berharap raperda dapat disetujui dan ditetapkan menjadi perda nantinya. “Kita menyadari, bisa ada pro dan kontra atau resistensi dari masyarakat. Nanti tugas kami, ada tim satgas yang akan melakukan sosialisasi, dari level Kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, hingga RT/RW. Semua lapisan masyarakat akan kita berikan sosialisasi,” kata Khoirudin. Pihaknya juga akan melibatkan peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan perda.
Dengan adanya Perda KTR nanti, seluruh pihak diminta dapat menegakkan perda tersebut. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jangan sampai di Kabupaten Pekalongan, banyak masyarakatnya yang terpapar asap rokok yang selalu dihisap oleh beberapa masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Diharapkan pada tahun 2023 perda sudah bisa diundangkan di Lembaran Daerah. “Setelah itu kita langsung melakukan sosialiasi ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, OPD dan tempat-tempat umum yang memang harus ditegakkan Perda KTR tersebut. Jangan sampai ada suara-suara di masyarakat, loh saya kan belum tahu, belum mengerti,” ungkap dia.
Ditambahkan Sub Koordinator Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes, Sudariyanto, SKM, M.Kes, menambahkan, Raperda KTR sudah dimasukkan dalam usulan Program Legislasi Daerah (Prolegda). “Kami berharap segera bisa menjadi Perda pada tahun 2023. Tapi kembali tergantung nanti pembahasan antara eksekutif dan legislatif, kesepakatannya bagaimana. Perda KTR bukan melarang orang merokok, tapi membatasi tempat-tempat yang boleh untuk merokok. Secara umum, masih boleh merokok, namun dikondisikan agar tidak merokok di sembarang tempat,” terang Sudariyanto. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Selasa, 27 Desember 2022
Rakor dihadiri oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan beserta jajaran. Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT), Notaris/PPAT se-Kabupaten Pekalongan serta hadirin lainnya.
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda mengatakan, Penerimaan BPHTB dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pekalongan. Peningkatan tersebut seiring dengan harga tanah yang semakin lama semakin tinggi, pembangunan perumahan dan infrastruktur yang menjadi pusat maupun pendorong perekonomian seperti jalan, rumah sakit dan universitas.
Untuk itu, Bupati berharap semua pihak dapat proaktif membantu Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pendapatan BPHTB secara optimal. Komitmen, kemandirian dan keseriusan perlu dimiliki seluruh PPAT, notaris serta OPD dan semua pihak, agar pengelolaan BPHTB dapat berjalan lancar, sesuai ketetapan yang ditentukan.
“Saya juga mengingatkan semua pihak terkait agar tidak bermain-main dengan pemungutan BPHTB seperti merekayasa harga transaksi, menghindar pajak, tidak membayar pajak, terlebih-lebih tidak menyetorkan uang pajak dengan merekayasa Surat Setoran Pajak Daerah BPHTB (SSPD-BPHTB) Aspal (asli tapi palsu), tetapi saya yakin para notaris/PPAT dan BPKD Kabuapten Pekalongan telah melaksanakan sesuai dengan aturan,” tegas orang nomor satu di Kota Santri tersebut.
Bupati Fadia Arafiq menyadari tugas dan tanggung jawab PPAT cukup berat, sebab di era sekarang PPAT harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat utamanya dalam izin pembangunan serta kepengurusan akta tanah. Untuk itu, Bupati mengharapkan PPAT terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan wewenangnya serta menjaga kode etik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mengedepankan pelayanan masyarakat.
“Saya berharap keberadaan IPPAT yang merupakan bagian dari pejabat negara sebagai mitra Pemerintah Daerah secara khusus mampu menempatkan diri sebagai problem solver atau pemecah masalah berkontribusi dalam mengurangi serta menuntaskan masalah publik terkait pertanahan, terutama BPHTB,” ujar Bupati.
Bupati menekankan bahwa PPAT Kabupaten Pekalongan yang secara langsung berhadapan dengan calon wajib pajak akan sangat berperan dalam optimalisasi pemungutan BPHTB di Kabupaten Pekalongan.
“Saya mengajak semua pihak terkait untuk menyamakan persepsi dan menyatukan langkah untuk meningkatkan kemampuan seoptimal mungkin, dalam meningkatkan pendapatan daerah khususnya sektor pajak BPHTB di Kabupaten Pekalongan, demi mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ajak Bupati.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, ujar Bupati, terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terkait dengan BPHTB, Kabupaten Pekalongan telah membangun aplikasi BPHTB online untuk memudahkan pendaftaran BPHTB, bekerjasama dengan BPN dan juga bekerjasama dengan Bank jateng untuk memudahkan pembayaran pajak daerah. Namun begitu sekda tetap berpesan kepada OPD terkait untuk terus berinovasi.
“Saya perintahkan BPKD untuk terus meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan, terus berinovasi dan memudahkan pelayanan kepada para wajib pajak serta terus melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk memberikan pemahaman pentingnya membayar pajak terutama BPHTB,” tutur Bupati.
Bupati mengutarakan bahwa Pemungutan pajak tentunya tidak mudah, pasti ada tantangan, untuk itu diperlukan komitmen bersama. Selain itu, juga diperlukan strategi dalam implementasinya diantaranya regulasi, daya manusianya dan pengawasan.
“Kita dorong bersama bahwa pajak bukan lagi menjadi suatu kewajiban masyarakat tetapi sebagai suatu kebutuhan, bahwa pajak adalah sumber pendanaan bagi pembangunan berbagai infrastruktur dan mengoptimalkan pelayanan publik yang nantinya akan dimanfatakan masyarakat kembali,” tandasnya
Di akhir sambutannya, Bupati Fadia Arafiq berharap acara yang digelar hasil kolaborasi antara Pemkab Pekalongan dengan Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) akan menjadi wadah koordinasi, evaluasi dan silaturahmi antara keduanya.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kab.Pekalongan
Jumat, 23 Desember 2022
“Para Pendamping PKH merupakan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang terus berkomitmen dalam menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya dalam kegiatan Gathering bagi para Pendamping Program Keluarga Harapan bersama keluarga besar Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan di Kota Gudeg Jogjakarta, sekaligus mengikuti Festival PKH Tingkat Propinsi Jateng di Prambanan, Selasa hingga Rabu (20-21 Desember 2022).
“Tahun 2022 ini Kabupaten Pekalongan telah berhasil menekan angka kemiskinan ke level 9,67% dibanding dengan tahun 2021 yang berada pada level 10, 46%. Hal ini salah satunya berkat andil dari kinerja kawan-kawan pendamping PKH," tutur Bupati Fadia Arafiq yang didampingi suami Mukhtaruddin Ashraff Abu, Selasa (20/12/2022) malam.
Kepada Dinas Sosial, Bupati meminta untuk dapat menyelenggarakan kembali acara gathering bagi pendamping PKH di tahun depan agar para Pendamping PKH lebih bersemangat mendampingi keluarga-keluarga kurang mampu di Kabupaten Pekalongan untuk menjadi keluarga yang berdaya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan menyampaikan, saat ini terdapat lebih kurang 37.000 keluarga yang masuk dalam program PKH dengan 110 pendamping. Sehingga satu orang pendamping mensupervisi 350 KK.
“Selain untuk memberikan pembekalan dalam rangka peningkatan kapasitas Pendamping, acara gathering ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus penambah motivasi bagi pendamping PKH dalam melaksanakan tugas-tugas pendampingan,” papar Yudi.
Acara yang berlangsung di Rumah Makan Pringsewu Sleman Yogyakarta, berjalan dengan penuh keakraban dan terjadi komunikasi dua arah antara Pendamping PKH dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Bahkan Bupati Fadia Arafiq meminta data 3 Pendamping PKH yang berhasil "Mengeluarkan" KK dari program PKH kepada Kepala Dinas Sosial dan secara spontan memberikan reward hadiah uang tunai kepada 3 Pendamping PKH terbaik. Bahkan Bupati berjanji untuk tahun depan akan memberikan penghargaan kepada 10 pendamping terbaik dengan 3 kali lipat hadiahnya yang disambut gembira seluruh peserta.
Sementara itu dalam dialog dengan Pendamping PKH, salah satu pendamping menyatakan sangat berterimakasih dan merasa bangga karena mendapat perhatian Pemerintah Daerah. "Sepengetahuan kami hanya Kabupaten Pekalongan yang memberikan fasilitasi acara semacam ini dan ini menbanggakan sekaligus penghormatan atas dedikasi, kami merasa diperhatikan," ungkap Pendamping dari Kecamatan Karanganyar.
Selain Bupati beserta suami, dan Kepala Dinas beserta jajaranya, Gathering yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 20 hingga 21 Desember 2022 tersebut, juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto, SE,MM sebagai Narasumber.
Sumber : tim prokompim setda kab.pekalongan
Jumat, 23 Desember 2022
“Ditengah kondisi persaingan perbankan dan juga kondisi ekonomi saat ini, saya kira capaian BPR BKK Kabupaten Pekalongan perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Tentu harapannya bisa muncul inovasi-inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja BPR BKK Kabupaten Pekalongan,” ujar Sekda dalam kegiatan Gempitamades 2022 yang diselenggarakan di Halaman Kantor Pusat PT. BPR BKK Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/12).
Saat ini BPR BKK Kabupaten Pekalongan memiliki capaian cukup baik yakni masuk rangking 10 besar se-Jawa Tengah. Namun begitu Sekda berharap agar BPR BKK Kabupaten Pekalongan bisa terus meningkatkan kinerjanya bahkan jika bisa hingga menjadi nomor 1 Se-Jawa Tengah, “Kuncinya adalah inovasi dan sekali lagi BPR BKK ini sebagai BUMD, pemerintah punya kepentingan disitu,” kata Sekda.
Sementara itu, Kabiro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Edi Bramantyo, SE., MM. dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini mengampu total 34 BPR BKK.
Ia menyampaikan apresiasi kepada BPR BKK Kabupaten Pekalongan karena memberikan bunga yang tergolong rendah untuk nasabah, “Ini merupakan upaya untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Pekalongan bermitra dengan angsuran yang terukur. Semoga ini dapat dipertahankan karena dengan dasar inilah akan timbul loyalitas dari nasabah yang semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT. BPR BKK Kabupaten Pekalongan Aji Setyawan atau akrab disapa Aji dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat dan juga stakeholder yang telah mendukung dan menjadikan BPR BKK Kabupaten Pekalongan bisa menjalankan fungsi lembaganya dengan baik.
“Kepercayaan dan kesetiaan yang diberikan oleh masyarakat selama ini telah menjadikan PT BPR BKK Kabupaten Pekalongan berkembang sangat baik. Pada posisi November 2022 mampu menghimpun dana masyarakat sebesar lebih dari Rp. 402 Miliar dengan jumlah nasabah lebih dari 69 ribu orang,” ungkap Aji.
Selain itu, dikatakan bahwa acara gempitamades merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan kepada nasabah yang telah mempercayakan dananya kepada PT BPR BKK Kabupaten Pekalongan.
“Dalam undian tamades ini peserta adalah nasabah penabung tamades dan tamades prima dengan saldo minimal Rp. 200.000 untuk mendapatkan 1 kupon undian dan berlaku kelipatannya. Serta pada pelaksanaan undian belum melakukan tutup rekening,” jelasnya.
Dalam kegiatan gempitamades PT BPR BKK Kabupaten Pekalongan menyiapkan hadiah utama berupa satu buah mobil, 10 unit sepeda motor, 10 unit TV LED, 10 unit lemari es, 10 unit sepeda, dan 10 unit mesin cuci.
Pengundian hadiah utama berupa mobil dilakukan oleh Sekda Kabupaten Pekalongan didampingi Forkopimda Kabupaten Pekalongan. Nama pemenang dibacakan oleh Kabiro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah di Bramantyo, SE., MM. dan kunci diserahkan secara simbolis kepada pemenang undian oleh PT. BPR BKK Kabupaten Pekalongan Aji Setyawan.
Kegiatan Gempitamades 2022 turut dihadiri oleh jajaran PT BPR BKK Kabupaten Pekalongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST., MT, Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan Toharno, S.Sos., M.Si, Kepala Kepolisian Sektor Kajen AKBP Edi Sarwono, Notaris, Para Saksi, Perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan, tamu undangan dan para nasabah BPR BKK Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Rabu, 21 Desember 2022
Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH bertindak selaku inspektur upacara. Sementara itu, Komandan Upacara adalah Kapten Inf Munadi dari Kodim 0710/Pekalongan.
Upacara dimulai pukul 07.30 WIB, dihadiri oleh Perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan dan diikuti oleh ratusan peserta yang terditi dari Unsur TNI, Unsur Polri, Unsur Satpol PP, Para ASN di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Unsur PGRI, Unsur GOW, serta unsur mahasiswa dari UIN GUSDUR, PSDKU UNDIP, dan UMPP Kajen.
Dalam amanatnya, Wabup Riswadi membacakan sambutan tertulis dari Presiden Republik Indonesia yang isinya menyampaikan bahwa Peringatan Hari Bela Negara sebagai saat untuk meneguhkan niat, bahwa upaya membela negara adalah upaya bersama yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa.
“Seluruh warga Negara harus memiliki semangat, kesadaran, dan kemampuan bela Negara. Kita harus memiliki daya tangkal dan ketangguhan dalam menghadapi situasi yang semakin berkembang pesat dan kompleks di segala bidang,” tegas wabup.
Oleh karena itu, Presiden mengajak untuk membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, produktif, inovatif, berdaya saing, serta memiliki kesadaran bela Negara.
Melalui sambutannya, presiden juga mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk menunaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan peran dan profesi masing-masing dan ikut serta dalam bela negara.
“Jadikan hari ini sebagai momentum bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kesadaran, semangat, serta Kewajiban dalam membela negara, membangun bangsa, dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai. " kata wabup.
Ditemui seusai memimpin upacara, Wabup Riswadi mengatakan bahwa peringatan Hari Bela Negara Ke-74 sebagai pengingat bangsa Indonesia bahwa bela negara itu penting.
“Bela Negara dan Cinta tanah air itu penting, supaya kita tidak lupa dengan perjalanan dunia global yang seakan-akan membuat kita hidup sendiri terpisah. IT itu sangat menguasai dan sangat mendominasi dan memberikan fasilitasi yang luar biasa. Tapi dengan peringatan hari bela Negara Ke-74 dan upacara yang kita laksanakan hari ini mengingatkan cinta kita kepada bangsa dan cinta kita kepada warga negara oleh sebab itu sebagai pelayan publik, ASN harus ingat bahwa kepentingan masyarakat luas demi cinta negara lebih dipentingkan,”ujar wabup kepada awak media.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Rabu, 21 Desember 2022
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan sejumlah pesan kepada Kades PAW Desa Wonosari agar dapat bekerja maksimal, mencintai warga desanya dengan sepenuh hati, mengerjakan tanggung jawabnya dengan luar biasa dan juga mengambil pelajaran dari kepemimpinan kades sebelumnya.
“Dilantik menjadi Kepala Desa ini artinya tanggung jawab satu desa penuh berada ditangan Kepala Desa, menjadi pemimpin itu bukan hal mudah, menjadi pemimpin itu bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi didalam desanya, serta mencontohkan tingkah laku yang baik kepada seluruh warga desanya. Intinya menjadi kepala desa adalah menjadi orang tua untuk semua warganya,” ujar Bupati.
Selain itu, Bupati mengungkapkan bahwa masa kerja Kades PAW Desa Wonosari lebih kurang hanya 3 tahun. Oleh karenanya, Bupati meminta agar dapat bekerja yang cepat, tepat, dan teransparan.
Kepala Desa PAW Desa Wonosari Tuban dalam sambutannya menyampaikan syukur atas acara pelantikan yang berjalan lancer serta mengucapkan terima kasih kepada Bupati pekalongan, “Terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang sudah melantik saya dan berkenan hadir di Desa Wonosari dan mohon bimbingan dan arahan demi kemajuan masyarakat desa Wonosari untuk kesejahteraannya,” ujarnya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji pagi itu dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra dan Shinanta Previta Anggreani, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, Inspektur Kabupaten Pekalongan Ali Riza, Kepala Dinas PMD Kabupaten Pekalongan Agus Dwi Nugroho, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, Camat Siwalan beserta Forkompimcam, para Kepala Desa Se-Kecamatan Siwalan, Pengurus PKK, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, serta Perangkat Desa Wonosari.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Rabu, 21 Desember 2022
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang Jawa Tengah, Senin (19/12/2022).
Bupati Pekalongan dalam wawancara seusai menerima penghargaan menyampaikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait PDSD 2022, “Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) sangat diperlukan guna mengukur potensi, capaian kinerja, dan tahapan yang perlu dilakukan oleh daerah,” jelasnya.
“Alhamdulillah pada Tahun 2022 ini, Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan sebagai Juara 2 Faktor Penguat. Perlu diketahui bahwa tahapan pembangunan Kabupaten Pekalongan saat ini berada pada fase efficiency driven,” kata bupati.
Dijelaskan bupati bahwa artinya perekonomian di Kabupaten Pekalongan mulai berbenah dengan sistem, serta sumber daya alam tidak lagi menjadi penggerak utama dalam tahapan ini, sektor jasa tumbuh dengan baik.
Demikian bupati berharap agar penghargaan tersebut dapat sebagai penyemangat sekaligus evaluasi langkah kedepannya, “Semoga hasil PDSD 2022 ini dapat kami jadikan sebagai salah satu referensi dalam menyusun langkah-langkah kebijakan sesuai dengan kelebihan dan kekurangan daerah sehingga berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar bupati.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, SE., MM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan PDSD merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersama BRIN.
PDSD merupakan evaluasi kinerja daerah melalui pengukuran kondisi kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk bersaing dalam menciptakan pasar lokal maupun pasar internasional, yang terdiri dari kegiatan pengukuran, analisis, pelaporan, diseminasi, penilaian dan penghargaan.
“Tujuan PDSD adalah untuk mengetahui tingkat perkembangan peta daya saing daerah Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah, mengetahui potensi dan kekurangan dengan indikator-indikator yang merupakan cermin produktivitas kemajuan, memberikan masukkan kegiatan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, serta mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam melakukan inovasi guna menghadapi persaingan nasional maupun internasional,” ujarnya.
Deputi Bidang Pemantauan Evaluasi Pengendalian Pembangunan Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia Ir. Rudi Supriyadi Prawidinata, MCRP, Ph.D menyampaikan ucapan selamat kepada para Bupati dan Walikota yang mendapatkan penghargaan PDSD Jateng 2022.
“Besar harapan kami melalui acara ini, peran daya saing daerah dalam situs evaluasi dan perencanaan dapat semakin meningkat sehingga kualitas perencanaan pembangunan daerah semakin baik pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia (RI) Dr. Yopi berharap agar proses pemetaan indeks di Provinsi Jateng dapat berkelanjutan, “Kita berharap juga impact dari pemetaan daya saing ini juga suatu strategi tindak lanjut. Jangan sampai berhenti hanya di pengukuran dan pemberian penghargaan seperti hari ini. Kita berharap melalui Pemrov Jateng nanti juga akan di evaluasi lanjutannya apa. Apa yang akan dijadikan program tindak lanjut setelah pemetaan ini selesai,” ucapnya.
Tidak hanya Kabupaten Pekalongan, dalam kegiatan tersebut sebanyak 16 Kabupaten dan Kota lainnya di Jawa Tengah juga menerima penghargaan PDSD dengan berbagai kategori, meliputi kategori Sumber Daya Manusia (SDM), kategori Ekosistem Inovasi, Kategori Pasar, Juara, Juara Umum Kabupaten dan terakhir Juara Umum Kota.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Rabu, 21 Desember 2022