KAJEN -Teh hijau produksi Koperasi Petani Teh Paninggaran “Berdikari Makmur” raih Juara 3 dan mendapatkan medali perunggu pada ajang “The Golden Leaf Award 2022” di Australia untuk kategori Feature Green Tea. Ajang penghargaan teh terbaik di dunia tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai negara.Atas perolehannya dalam ajang “The Golden Leaf Award 2022”, pihak Koperasi “Berdikari Makmur” diundang untuk hadir dalam “Australia Tea Expo 2023” di Melbourne, Australia, pada 30 April hingga 2 Mei 2023 mendatang.
Ketua Koperasi Berdikari Makmur Paninggaran, Retnowati, yang diwawancarai, Kamis (16/2) siang, berharap, dengan keikutsertaannya pada “Australian Tea Expo 2023”, pihaknya dapat memperkenalkan produk teh dari Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, ke dunia.
Dalam kesempatan itu, Retno menjelaskan kronologi green tea produk Koperasi Berdikari Makmur diminta untuk dipamerkan dalam “Australian Tea Expo 2023”. “Pada Awal Oktober 2022, kami dihubungi Havila Tea di Bandung. Mereka meminta kami untuk mengikuti Australian Golden Leaf 2022. Kami diminta mengirimkan sampel. Kami pun kemudian mengirimkan sampel. Kemudian, kami mendapatkan email pada tanggal 23 Desember 2022 dari Australian Master Tea selaku Penyelenggara Australian Golden Leaf Award 2022 bahwa produk kami, green tea dari Parama Tea mendapatkan Juara 3 atau meraih medali perunggu. Kemudian kami diminta untuk mengikuti expo teh di Melbourne, Australia dalam ajang “Australian Tea Expo 2023,” terang dia.
Dia mengatakan, akan mengusung produk unggulan Koperasi Berdikari Makmur, yaitu teh hijau, dengan varian green tea frying dan green tea steaming. ”Kemungkinan yang akan berangkat satu orang. Harapannya, kami dapat memperkenalkan produk teh dari Paninggaran hasil pengolahan Koperasi Berdikari Makmur, ke dunia,” ungkap Retnowati.
Retno juga mengatakan, bahwa pada tahun 2022, produk teh Koperasi Berdikari Makmur juga sempat dipamerkan di 10 negara di 4 Benua, yaitu Eropa, Asia (di Dubai), Amerika, dan Australia.
Koperasi Berdikari Makmur beranggotakan petani teh dan pemetik teh dari delapan desa di wilayah Kecamatan Paninggaran. Untuk memperkenalkan produknya, selain melalui pameran, koperasi juga memperkenalkan dan memasarkan produk tehnya melalui website dan media sosial koperasi Berdikari Makmur serta melalui salah satu e-commerce. (Tim Dinkominfo)
Senin, 20 Februari 2023
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) setempat mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk beralih dan aktivasi ke Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dengan adanya IKD, masyarakat akan lebih mudah melakukan transaksi maupun mengakses pelayanan publik atau privat hanya melalui telepon genggam.
KAJEN- Sebagai salah satu upaya menurunkan prevalensi stunting, Pemkab Pekalongan menggerakkan Program Isi Piringku. Isi Piringku merupakan program untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Isi Piringku juga menggantikan konsep 4 sehat 5 sempurna yang sering dikenal masyarakat.
KAJEN – Seperti tahun ini dan tahun sebelumnya, pada Tahun 2024 mendatang, Pemkab Pekalongan masih akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM, dalam sambutan pada Pembukaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/1) mengatakan bahwa jalan-jalan di Kabupaten Pekalongan masih banyak yang belum layak terutama di daerah atas. Oleh karena itu, pemkab, kata dia, pembangunan jalan masih tetap menjadi prioritas pada 2024 nanti.
Penambahan ruang kelas didasarkan pada permasalahan yang utarakan pihak sekolah kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si beserta Kepala Dindikbud, Kholid, S.IP, M.M sewaktu kegiatan tinjauan langsung ke SDN 01 Tembelang Gunung, Selasa kemarin (14/02/2023).
Kunjungan Sekda beserta Kepala Dindikbud tersebut dalam rangka memastikan pelayanan bidang pendidikan di SDN 01 Tembelang Gunung berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi prioritas Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
“Terkait dengan kebutuhan ruang kelas di SDN 01 Tembelang Gunung itu ruang kelasnya baru ada 5, dan kita sudah cek lapangan. Kita akan wujudkan di tahun ini untuk penambahan ruang kelas baru,” jelas Sekda.
Diungkapkan Sekda, masalah lain yang dihadapi siswa SDN 01 Tembelang Gunung adalah terkait dengan akses jalan yang rusak menuju sekolah.
“Jalan antar dukuh disana cukup jauh sehingga harapannya akses jalan bisa diperbaiki dan insya Allah akan segera kita lakukan perbaikan di tahun ini,” terang Akbar.
Ditegaskan Akbar bahwa sudah menjadi tugas Pemerintah Daerah untuk memastikan anak-anak sekolah dan memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik serta tersedianya layanan sarana dan prasarana yang memadai.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, S.IP., M.M. membenarkan bahwa kondisi gedung di SDN 01 Tembelang Gunung memang kekurangan 1 ruang kelas.
“Cuma ada 5 ruang belajar sehingga di tahun 2023 ini kita cukupi untuk proses belajar-mengajar sesuai dengan regulasi atau aturan yang ada. sehingga nanti anak-anak juga lebih berprestasi lagi,” tandasnya. (Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan)
Jumat, 17 Februari 2023
Kepala Dindukcapil Kabupaten Pekalongan, Ajid Suryo Pratondo melalui Sekretaris Dinas Isroi mengatakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital merupakan aplikasi PPID Kemendagri yang dapat didownload pada smartphone. Seperti diketahui KTP Digital bisa terintegrasi dengan Kartu Vaksin, NPWP, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu, BPJS, dan lainnya, sehingga bisa memudahkan kebutuhan administrasi serta terjamin keamanan datanya. “adapun persyaratan untuk mendaftar di aplikasi IKD mudah yakni harus sudah memiliki KTP-el, memiliki telepon genggam berbasis android, internet dan dapat mengoperasikan gawai. Sedangkan, cara mendapatkannya juga mudah yakni cukup mengunduh aplikasi IKD milik Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui playstore," ucapnya.
Pihaknya menambahkan, setelah semua data sesuai, selanjutnya masuk ke tahap scan QR Code. Untuk mendapatkan kodenya, pendaftar akan diminta datang ke kantor kecamatan terdekat atau Kantor Dindukcapil Kota Pekalongan. Setelah itu, dilakukan aktivasi akun yang akan dikirimkan melalui e-mail.
“masyarakat umum saat ini sudah bisa melakukan registrasi KTP digital di kantor Dindukcapil dengan membawa smartphone android, nomor handphone aktif, email, dan KTP elektronik. Cukup mengunduh aplikasi IKD milik Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui playstore. Kemudian, buka aplikasi untuk mengisi data NIK, e-mail, dan nomor ponsel. Selanjutnya, pendaftar akan diminta foto diri (swafoto) tanpa menggunakan kacamata atau masker, sesuai dengan foto yang ada di KTP-el," paparnya.
menurutnya, dengan adanya aplikasi IKD segalanya akan lebih mudah daripada menggunakan identitas fisik KTP-el. Dengan menggunakan IKD, bukan hanya pelayanan yang semakin mudah, tetapi pemkot juga semakin tepat sasaran dalam memberikan bantuan kepada warganya.
Kamis, 16 Februari 2023
Rakor dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si, selaku Atasan PPID Utama Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinkominfo, Supriyadi SE, MM selaku Tim Pertimbangan dan para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selaku Atasan PPID Pelaksana serta Sekretaris OPD selaku PPID Pelaksana serta Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Dinkominfo, Hamintoko, S.IP selaku PPID serta unsur Sekretariat PPID Kabupaten Pekalongan.
Dalam kegiatan tersebut, Sekda Yulian Akbar meminta agar PPID Kabupaten Pekalongan dan PPID Pembantu yang saat ini disebut sebagai PPID Pelaksana dapat menjawab setiap permohonan informasi publik yang diminta oleh pemohon informasi, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau dapat menolak untuk memberikan informasi publik jika tujuan permohonan informasi tidak jelas. PPID juga dapat menolak permohonan informasi jika informasi yang diminta termasuk dalam Daftar Informasi yang dikecualikan ataupun pemohon tidak memenuhi berkas-berkas yang disyaratkan sebagai pemohon informasi publik.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, SE, MM selaku Tim Pertimbangan PPID Kabupaten Pekalongan dalam kesempatan tersebut meminta agar PPID Pelaksana dapat mengusulkan Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) kepada PPID Kabupaten Pekalongan untuk dibahas bersama-sama dan dilakukan uji konsekuensi, sebelum ditetapkan. (Tim Dinkominfo)
Kamis, 16 Februari 2023
Hal itu disampaikan sekda, dalam Rapat Koordinasi berkaitan dengan Pelayanan Informasi Publik, di Aula Dinkominfo meminta kepada Kepala Dinkominfo, Rabu (15/2).
"Untuk memfasilitasi terkait aduan masyarakat, sudah ada "Lapor Bupati". Saya minta supaya secara teknis buka aduan untuk masyarakat, terutama untuk 3 prioritas program Bupati Pekalongan, yaitu di Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur," tutur Sekda.
Sekda mengatakan, pemkab harus responsif terharap aduan masyarakat "Kita harus respons, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPU Taru, buat kanal informasi aduan masyarakat terkait Layanan Kesehatan, buat apa pun namanya, nanti Dinkominfo yang menyiapkan,” ujarnya.
Yulian Akbar menandaskan bahwa pembuatan kanal aduan dan responnya bukan untuk pencitraan. "Kita tidak mau cari pencitraan. Kita hanya ingin melayani masyarakat secara cepat. Aduannya apa, kita respons dan kita tangani, terutama yang tiga OPD tadi. Buat Satgas Reaksi Cepat. Saya minta awal Maret sudah jadi. Kita perlu respon cepat ketika ada aduan masyarakat. Ketika ada aduan masyarakat, kesehatan bagaimana, pendidikan bagaimana, infrastruktur bagaimana, perlu penanganan. Saya minta agar diterjemahkan, dijabarkan, partisipasi publik agar direspon,” ucap Sekda.
Sekda meminta kepada para Kepala OPD dan para ASN agar dapat melayani masyrakat dengan baik. "Kita adalah birokrat. Saya minta OPD menjadi problem solver, memberikan solusi permasalahan masyarakat sesuai tupoksi masing-masing. Kita harus bisa memberikan manfaat bagi publik, bagi masyarakat. Syukur-syukur Maret dapat direalisasikan. Nggak usah launcing-launchingan kalau saya. Yang penting kerja,” ujar Sekda.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi SE, MM, menyatakan siap memfasilitasi OPD dalam pembuatan kanal aduan masyarakat. “Lapor Bupati” menjangkau keseluruhan. Namun, jika diperlukan ada kanal-kanal aduan di setiap OPD, atau OPD prioritas, nanti kami siapkan," ujar Supriyadi. (Tim Dinkominfo)
Kamis, 16 Februari 2023
Sebelumnya, beredar sebuah video surat terbuka dari salah seorang pelajar yang di tunjukkan kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Surat terbuka yang dibacakan dalam video tersebut berisi keluhan kondisi jalan yang rusak dan lama tak kunjung diperbaiki, ditambah sering terjadinya longsor yang membuat jalan menjadi tambah licin dan sering membahayakan pengguna jalan.
Dalam video yg berdurasi kurang dari 2 menit tersebut juga menyampaikan atensi atau perhatikan agar pesan yang disampaikan sampai kepada Bupati yang di tuju.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar S Sos.,M.Si mengatakan, dengan adanya surat tersebut dirinya langsung mengajak Kepala Dinas PU, Kabid Bina Marga, Kepala Dindikbud serta Kabid Sarpras datang langsung ke lokasi untuk melihat secara langsung keadaan jalan dan memetakan penanganannya.
“jalan tersebut berada di ruas Sidomulyo-Petungkon, dimana jalan dengan panjang hamper 6,5 kilometer tersebut terakhir direhabilitasi pada tahun 2017 atau lima tahun lalu, sehingga memang perlu mendapat prioritas.” katanya, Selasa (14/2/2023).
Selain bersama OPD terkait, dalam kunjunganya Sekda juga didampingi Kepala Desa, Kepala Sekolah serta Camat Lebakbarang. Dari hasil kunjungan itu, dirumuskan dua penanganan terkait jalan rusak tersebut.
“untuk penanganan jangka pendek kita akan memastikan bahwa apa yang menjadi keluahan masyarakat bisa ditangani dengan cepat. Karena selain sebagai jalur distribusi barang, akses jalan itu juga sebagai akses pendidikan. Jadi jangka pendeknya harus diperbaiki meski spot-spot dulu dengan mekanisme mendahului perubahan,” terang Akbar.
Untuk jangka menengahnya, lanjutnya, ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang dan Kecamatan Paninggaran tersebut bisa diusulkan melalui Banprov sehingga bisa direhabilitasi pada tahun 2024. “kita sudah tugaskan kepada Dinas PU agar bisa masuk dalam Banprov,” ujarnya.
Sekda menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan selalu merespon keluhan dan kebutuhan masyarakat, serta menghargai setiap masukan dari masyarakat. “kita sudah ada buka kanal infromasi melalui “Lapor Bupati” serta melalu kanal lainnya. Sesuai Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati bahwa Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan menjadi prioritas. Sehingga kedepannya para Kepala Dinas terkait akan kita perintahkan untuk membuat kanal informasi sehingga masyarakat bisa mendapat akses langsung dan harapannya setiap permasalahan agar bisa ditangani dengan cepat,” harapnya.
Rabu, 15 Februari 2023
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menghadiri kegiatan pemberian isi Piringku kepada anak gizi kurang di rumah Dinas Bupati Pekalongan yang dihadiri 60 anak dari 10 kecamatan di Kabupaten Pekalongan, kemarin.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengatakan, pada tahun 2021, terdapat 1.628 kasus stunting di Kabupaten Pekalongan dan pada tahun 2022 turun di angka 747 kasus. Namun demikian, kata dia, kasus stunting yang ada di Kabupaten Pekalongan masih perlu menjadi perhatian, khususnya di Jawa Tengah.
Selain itu, lanjutnya, penyebab stunting juga perlu diperhatikan. Menurutnya, salah satunya, karena banyaknya anak di bawah umur yang sudah menikah. "Oleh karena itu, pentingnya edukasi agar tidak terburu-buru untuk menikah, karena saat menikah di usia muda yang akan terjadi adalah mereka tidak tahu cara memperhatikan gizi anaknya, " tutur Fadia.
Selain itu kurangnya kesadaran para ibu untuk memeriksakan kehamilannya, juga dapat menyebabkan kasus stunting. "Padahal saat ini pemeriksaan kesehatan sudah jauh lebih mudah dan gratis hanya dengan menggunakan KTP. Oleh karena itu, saya minta agar ibu-ibu rajin memeriksakan kehamilannya," ujar bupati.
Dalam kegiatan tersebut, diserahkan dana Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan RendangMu serta bingkisan sembako sebagai bentuk dukungan dari para donatur.
RendangMu dianggap sebagai bahan makanan protein hewani yang bermanfaat dalam memenuhi gizi seimbang pada ibu hamil dan anak.
Upaya penurunan stunting tersebut merupakan model pentahelix, yang melibatkan pemerintah, stakeholder, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, dan para pengusaha.
Jumat, 3 Februari 2023
Ajakan tersebut disampaikan bupati saat sambutan pada Pembukaan Seminar Pendidikan Tinggi, Smart ASN Menuju Birokrasi 4.0 yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan dan Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Semarang, Rabu (1/2), di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
“Manfaatkan acara seminar ini dengan baik, ini merupakan ilmu yang penting untuk kita bagaimana kita meningkatkan skill dan pendidikan kita, karena kalau mau meningkatkan karir maka tingkatkan ilmu agar karir juga meningkat.” Katanya.
Kepala BKPSDM, Wiryo Santoso, S.IP, MH, dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan diharapkan dapat memotivasi para ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan agar senantiasa meningkatkan kompetensi, salah satunya melalui jalur pendidikan tinggi.
Sementara itu, Wakil Rektor Untag Bidang Kemahasiswaan, Drs. Harsoyo, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bupati Fadia Arafiq dan Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar merupakan kandidat Doktor. Diharapkan, para pimpinan tersebut dapat memotivasi para ASN untuk menempuh pendidikan tinggi juga. “Dengan menempuh pendidikan tinggi, diharapkan para ASN dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ujar Harsoyo.
Seminar dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan dan perangkat desa di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Seminar dengan Tema “Pendidikan Tinggi Smart ASN Menuju Birokrasi 4.0” menghadirkan narasumber Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si dan Dekan FISIP Untag Dr. Rini Werdiningsih M.Si dan moderator Dr. Tri Lestari Hadiati M.Si.
Rabu, 1 Februari 2023
‘’Jalan ini memang masih harus diperhatikan. Kalau melihat di periode pertama kami, untuk mengatasi jalan di Kabupaten Pekalongan memang masih sangat sulit. Di tahun 2022, untuk jalan, kita sudah menggelontorkan anggaran sekitar 120 milyar. Pada tahun 2024, Insya Allah saya lebih fokus ke jalan lagi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini. Karena kalau melihat jalan yang ada di Kabupaten Pekalongan, khususnya di daerah atas masih banyak yang tidak layak,” tutur bupati. Dia mengatakan, akan berupaya untuk memeratakan pembangunan, baik di daerah atas maupun bawah.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga berharap, melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 tersebut, Pemkab Pekalongan bisa mendapatkan saran dan masukan dari seluruh pihak untuk menentukan prioritas dan arah pembangunan di tahun 2024 mendatang. ‘’Dari forum konsultasi publik ini, Insya Allah kita akan berpikir apa yang akan kita lakukan atau apa yang akan kita fokuskan di tahun 2024. Dimana di tahun 2024 ini, menurut aturan dari pusat, artinya itu sudah memasuki tahun politik,’’
Dia berharap, pada tahun 2024 nanti, pemkab benar-benar fokus melaksanakan kegiatan yang betul-betul kelihatan dan bermanfaat secara langsung bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto, SE, M.Si berharap, Forum konsultasi publik bisa mendapatkan masukan dan saran dari para stakeholder yang hadir untuk penyempurnaan draf Rancangan Awal RKPD Tahun 2024.
"Perlu kami sampaikan bahwa RKPD ini tahapannya sudah mulai dari Bulan September Tahun 2022 yang kita awali dengan Musrenbang Desa dan hari ini konsultasi public. kemudian nanti dilanjutkan pada awal Februari, kita akan melaksanakan Musrenbang Kecamatan di 19 kecamatan, dilanjutkan forum OPD di minggu ke-empat Bulan Maret yang akan kita lakukan Musrenbang Tingkat Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Trisno. (Tim Dinkominfo)
Rabu, 1 Februari 2023