KAJEN - Sudah menjadi kebiasaan bagi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E,.M.M jika berkunjung ke masyarakat pada saat bertepatan hari Jumat, yakni dirinya memberikan bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu serta memberikan bantuan ke Masjid. Seperti yang dilakukan saat Bupati berada di Kecamatan Paninggaran karena ada beberapa kegiatan, Jumat (24/2/2023). Dirinya memberikan 50 paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu serta memberikan bantuan ke Masjid Khoirul Huda.
“ini kebetulan saya ada kegiatan di Kecamatan Paninggaran dan pas hari Jumat. Tadi pagi ada penyuluhan bahaya Narkoba di SMA 1 Paninggaran dan siangnya kita memberikan sertifikat gratis program PTSL kepada warga di dua Desa Yakni Desa Werdi dan Desa Lambangggelun,” katanya.
Bupati berharap dengan memberikan bantuan tersebut, dirinya bisa dekat dengan masyarakat dan bisa tahu masukan-masukan secara langsung dari masyarakat. “dengan dekat kita bisa tahu perkembangan yang ada di desa dengan mendengar langsung dari warga,” terangnya.
Sementara itu, Takmis Masjid Khoirul Huda Agus Joko Santoso mewakili takmir masjid mengucapkan terikasih atas bantuan yang diberikan Bupati Pekalongan, dirinya berharap agar Bupati bisa diberikan umur panjang serta dapat memmimpin Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik.
“bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat khususnya yang lemah secara ekonomi. Dan semoga siapapun yang menjadi pemimpin mempunyai kepedulian kepada masyarakat miskin,” harapnya.
Senin, 27 Februari 2023
KAJEN – Hari pertama program Fadia Menyapa yang digagas Pemerintah Kabupaten Pekalongan hadir di SMAN 1 Paninggaran, Jum’at (24/02/2023). Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE.,MM beserta rombongan diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra serta para Kepala OPD terkait disambut meriah oleh keluarga besar SMAN 1 Paninggaran.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M meminta kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa memanfaatkan pensertifikatan tanah gratis melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Hal itu lantaran di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2023 ada kuota sebanyak 27 ribu lebih sertifikat tanah gratis dari program ini.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq hari ini, Kamis (23/2/2023) menghadiri secara langsung penandatanganan pakta Integritas, pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di RSUD Kajen.
Dalam sambutannya di depan 530 civitas hospitalia RSUD Kajen yang telah menandatangani pakta integritas, Fadia berpesan agar semua unsur yang ada di RSUD Kajen terus solid, selalu taat aturan dan terus menjaga agar tidak ada komplain, dan tidak ada pungutan – pungutan apapun diluar aturan.
Fadia mengungkapkan, bahwa Tahun 2023 RSUD Kajen akan punya hajat besar, yaitu melaksanakan pembangunan gedung baru senilai Rp 47 Milyar bersumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Diungkapkan Fadia, dirinya memilih RSUD Kajen terlebih dulu yang akan dibangun, karena RSUD Kajen dinilainya yang paling memenuhi syarat.
Terkait hal tersebut, Fadia menekankan agar semua elemen di RSUD Kajen dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin utamanya dalam melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Saya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, saya ingin masyarakat yang berobat ke RSUD Kajen antriannya tidak berjubel, yang rawat inap dapat tempat yang layak, sekarang bukannya tidak layak, namun kapasitasnya belum memadai, apalagi untuk mengakomodir program saya yaitu pengobatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP, ini salah satunya yang ingin saya perbaiki,” jelas Fadia.
Pada kesempatan tersebut Fadia juga mengungkapkan bahwa nantinya akan ada sistem reward, yaitu berupa pemberian sertifikat dan tambahan kesejahteraan bagi karyawan RSUD Kajen yang selama 3 bulan berturut turut menjadi terbaik dalam berbagai unsur penilaian yang telah ditentukan oleh manajemen, namun akan ada juga punishment bagi yang tidak disiplin.
KAJEN – Lembaga Keuangan Mikro Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) memiliki lebih dari 52.000 nasabah di Kabupaten Pekalongan. Hal itu disampaikan Pimpinan Cabang PNM Tegal, Ahmad Nur Muharram, usai Kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/2). “Per hari ini, nasabah di Pekalongan sebanyak 52.000 lebih. Tadinya dilayani 10 kantor Mekaar, sekarang menjadi 20,” tutur Ahmad Nur Muharram.
KAJEN- Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengundang Habib Ahmad Al-Habsyi. Pengajian diselenggarakan Senin (20/2) malam, di Halaman Parkir Pendopo Bupati Pekalongan dan dihadiri ribuan jamaah yang terdiri dari Forkompimda Kabupaten Pekalongan, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, tokoh agama serta masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
KAJEN - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Republik Indonesia H. Abdullah Azwar Anas, M. Si, meresmikan serentak tujuh Mal Pelayanan Publik (MPP) di wilayah Jawa Tengah, termasuk MPP Kabupaten Pekalongan.
Peresmian 7 MPP di Jawa Tengah digelar di MPP Askara Bumi Sukowati, Kabupaten Sragen pada Senin (20/02) siang dan ditayangkan melalui aplikasi zoom yang bisa disaksikan di Tujuh Lokasi MPP yang diresmikan termasuk di Kabupaten Pekalongan.
Fadia Menyapa adalah program Bupati Pekalongan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kabupaten Pekalongan dalam rangka mensosialisasikan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), penanggulangan kekerasan di sekolah (bullying), pencegahan pernikahan dini, pencegahan terjadinya tawuran antar pelajar/tawuran antara kelompok, serta program unggulan Pemkab Pekalongan lainnya.
Kepada siswa dan siswi SMAN 1 Paninggaran, Fadia menyampaikan himbauan agar menjauhi narkoba, karena narkoba itu gak keren, narkoba itu menjerumuskan, dan narkoba itu mematikan. Fadia juga menghimbau agar para siswa dan siswi waspada terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan anak-anak sekolah menjadi kurir narkoba untuk menyebarluaskan narkoba yang berakibat pada rusaknya masa depan.
“Sekarang banyak anak-anak kita yang mencari tambahan penghasilan dengan menjadi kurir, niatnya tentu saja bukan untuk menjadi kurir narkoba tapi menjadi kurir barang, tapi mereka tidak tahu bahwa ternyata yang diantarkan adalah narkoba, jadi mohon lebih hati - hati, karena ini yang bahaya untuk anak-anakku semua” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati juga memberikan pesan khususnya kepada siswa- siswi SMAN 1 Paninggaran agar tidak buru-buru menikah setelah lulus, namun harus punya cita – cita yang tinggi. “Kalian jangan sampai berpikir ‘ah saya hanya orang desa, saya gak akan bisa jadi apa-apa, saya orang gak punya, saya gak akan bisa jadi apa-apa, itu kata-kata kalian, tapi kata Allah gak ada yang gak mungkin, oleh sebab itu, kalian harus semangat mengejar cita – cita,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga memberikan informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki Balai Latihan Kerja (BLK), dimana di BLK seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan boleh mengikuti berbagai macam pelatihan seperti pelatihan komputer, menjahit, bengkel dan lainnya secara gratis.
Fadia juga menambahkan, bahwa di Kabupaten Pekalongan juga akan berdiri pabrik – pabrik yang cukup besar, diantaranya Pabrik Nike yang sedang dalam proses pembangunan yang nantinya akan membutuhkan pekerja sebanyak kurang lebih 25 ribu orang. “Mereka nanti siap untuk bekerjasama dengan kita, agar anak-anak kita yang ingin langsung bekerja setelah lulus sekolah bisa bekerja di tempat mereka sehingga tidak ada anak-anak di Kabupaten Pekalongan yang lulus sekolah itu menganggur,” katanya.
Menutup kunjungannya hari ini, Fadia mengajak seluruh siswa dan siswi SMA 1 Paninggaran bermain games seru dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait tema kunjungan yaitu narkoba, bullying, pernikahan dini dan tawuran.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Senin, 27 Februari 2023
Dalam upacara pembukaan pesta siaga, sekda kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar S.Sos M.Si Yang mewakili bupati kabupaten Pekalongan Fadia Arafik S.E M.M berharap agar para wakil dari kabupaten Pekalongan yang melangkah maju ke tingkat Kwarda bisa menunjukkan prestasinya. " Saya berharap agar para pembimbing bisa mengawasi anak- anak siaga dengan baik, dengan rasa tanggung jawab berikan kesan yang menyenangkan sekaligus mendidik. Untuk itu tunjukkan prestasinya agar bisa mewakilkan kabupaten Pekalongan di tingkat lebih tinggi yaitu Kwarda. " Katanya.
Lebih lanjut sekda M Yulian Akbar Mengatakan bahwa kwarda kali ini akan dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan. " Tingkat kwarda nanti tanggal 11 Maret 2023 dan rencana kabupaten Pekalongan menjadi tuan rumah dan di selenggarakan di SMA N 1 Bojong." Lanjutnya.
Peserta pesta siaga terdiri dari perwakilan kwaran yang mengirimkan 4 Barung yang terdiri dari 2 Barung putra dan 2 Barung putri dari 19 kwaran di kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, hasil dari pesta siaga yang akan mewakili kabupaten Pekalongan di Kwarda yaitu untuk Barung tergiat Putra diraih Kwaran Karanganyar, Kajen dan Kedungwuni. Sedangkan Barung tergiat putri yaitu Kwaran Karangdadap, Kesesi dan Bojong. Piala diserahkan langsung oleh Waka Kwarcab Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro S.T M.T sekaligus menutup upacara penutupan pesta siaga tingkat Kwarcab Kabupaten Pekalongan 2023.
Senin, 27 Februari 2023
Menurut data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan, total bidang tanah di Desa Werdi sebanyak 2.424 bidang. Adapun yang sudah bersertifikat sebanyak 1.676 atau baru 69,14 persen atau tersisa 748 bidang atau 30, 86 persen.
Dan jika masyarakat sanggup, maka BPN akan menyelesaikan sisa bidang tanah yang belum bersertifikat pada tahun ini. Karena tahun ini ada program 27.944 sertifikat gratis di Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada masyarakat yang sudah menerima sertipikat tanah dan berharap dengan sudah memiliki sertipikat masyarakat lebih tenang, dan mengetahui kejelasan batas dan luas tanahnya, karena banyak orang bersengketa karena batas tanahnya.
“Saya minta dimanfaatkan dengan baik, agar hati kita tenang, semuanya sudah jelas, asal sertipikatnya jangan disekolahkan, karena sertipikat itu untuk kejelasan, apalagi kalau sertipikat rumah sampai melayang, sayang jangan sampai itu terjadi, kita harus jaga rumah kita karena rumah itu sangat penting,” ujarnya.
Diungkapkan Fadia, bahwa dalam pengurusan sertipikat tanah melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) ini, masyarakat hanya dikenakan biaya pra sertifikasi saja itu pun untuk kepentingan membeli patok.
“materai, serta pemberkasan, dan tidak serupiah-pun masuk ke pemerintah ataupun BPN, sedangkan untuk biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) digratiskan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur, ST.,M.Si mengungkapkan bahwa, target program PTSL Tahun 2023 di Kabupaten Pekalongan sebanyak 27.944 sertipikat. Pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat yang belum memiliki sertipikat tanah untuk segera mengajukan permohonan, dan Insya Allah akan diselesaikan maksimal sampai Tahun 2025.
Senin, 27 Februari 2023
“masyarakat yang belum mempunyai sertifikat dan sesuai kriterianya segera mendaftar, sayang kalau program ini tidak dimanfaatkan,” katanya saat menyerahkan sertifikat tanah sebanyak 570 sertifikat kepada warga Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran, Jumat (24/2/2023). Untuk di Desa Lambanggelun sendiri ada 2.289 bidang tanah dan yang sudah tersertifikat ada 1.539 bidang atau 59,79 persen.
Fadia menegaskan pengurusan sertipikat tanah melalui program PTSL ini, masyarakat hanya dikenakan biaya pra sertifikasi saja itu pun untuk kepentingan membeli patok, materai, serta pemberkasan, dan tidak serupiah-pun masuk ke pemerintah ataupun BPN, sedangkan untuk biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) digratiskan. “Sayang kalau kesempatan seperti ini tidak dimanfaatkan dengan baik,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur, ST.,M.Si menuturkan untuk capaian sertifikat tanah di Kabupaten Pekalongan sudah mencapai 70 persen dari 560 ribuan bidang tanah atau kurang 30 persen. Dirinya meminta kepada masyarakat yang belum mempunyai sertifikat agar bisa segera mengurus dengan datang ke Pemerintah Desanya masing-masing untuk diusulkan ke BPN. “bagi yang belum bisa datang ke desa untuk diusulkan kepada kami. Target kita pada tahun 2025 kekurangan sisa bidang tanah yang belum tersertifikat bisa selesai,” terangnya.
Tak lupa Imawan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Fadia Arafiq beserta jajaran Pemkab Pekalongan atas dukungan penuhnya, sehingga program PTSL dapat berjalan dengan sukses. “Masih ada kesempatan sampai tahun 2025, silahkan dimanfaatkan sebaik baiknya, semoga dengan dukungan dari Ibu Bupati, kesempatan ini sangat terbuka untuk Bapak ibu sekalian,” ujarnya menutup sambutan.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Senin, 27 Februari 2023
“Saya minta reward dan punishment harus disiapkan, saya mengedepankan sistem kekeluargaan, santun namun tegas, karena semua ada resikonya, yang penting semua harus sesuai aturan, jangan tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Menutup sambutannya Fadia berharap RSUD Kajen sebagai rumah sakit percontohan penerapan WBK, agar semua harus sesuai aturan, jangan sampai ada yang diluar aturan.
“Saya berharap RSUD Kajen bisa jadi rumah sakit terbaik di Kabupaten Pekalongan bahkan mungkin terbaik di luar Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo mengungkapkan bahwa rumah sakit sebagai organisasi yang kompleks perlu sinergi yang luar biasa yang kompak antara manajemen, tenaga medis, tenaga keperawatan serta tenaga lainnya, karena rumah sakit tanpa 3 komponen tersebut tidak akan berjalan maksimal.
“Alhamdulillah RSUD Kajen Tahun 2022 lalu sudah dapat predikat paripurna, ini adalah salah satu ikhtiyar untuk menjaga kualitas mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Terkait pencanangan WBK dokter Imam melaporkan bahwa RSUD Kajen telah melaksanakan berbagai terobosan, diantaranya telah menerapkan rekam medis elektronik, absensi dengan geotek melalui handphone serta menerapkan 6 area perubahan, yaitu area manajemen, area tatalaksana, area sumber daya manusia, area akuntabilitas, area pengawasan dan area pelayanan public.
“Saya mohon dukungan, arahan dan bimbingan dari Ibu Bupati, Dewan Pengawas, Inspektur, serta seluruh civitas hospitalita RSUD Kajen untuk mewujudkan WBK, “ ujar Imam.
Sumber : Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan
Jumat, 24 Februari 2023
Dalam kegiatan tersebut juga sebanyak 1.000 lebih nasabah PNM Mekaar mendapatkan pelatihan dan pendampingan. “Inisiasi hari ini yaitu terkait dengan bagaimana rajin menabung dan melek digital, agar kita bersinergi dengan Pemerintah, BRI dan Pegadaian. Karena sejak september 2022 lagi PNM bergabung dengan Pegadaian menjadi holding ultra mikro. Kita harapkan UMKM terus berkembang usahanya, yang tadinya belum sejahtera, menjadi lebih sejahtera,” ungkap Ahmad. PNM adalah anak usaha BRI yang berbisnis di bidang pembiayaan mikro.
Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi mengatakan, Bupati Pekalongan mengapresiasi dan menyambut hangat Program PNM. “Karena ini berkaitan dengan tugas dan fungsi pemerintah. Pemerintah tentu tidak mampu menangani semuanya sendirian, terutama di bidang empowering.,” tutur Anis.
Menurutnya, PNM hadir dalam kegiatan hari itu dalam rangka pemberdayaan masyarakat. PNM tidak hanya di sektor permodalan, namun dapat memberikan pelatihan dan pendampingan agar UMKM dapat bertahan di tengah persaingan pasar. Pelatihan hari ini juga agar UMKM dan masyarakat melek digital. PNM menangani dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, pengemasan, hingga penjualan” ujar Anis. ( Tim Dinkominfo)
Kamis, 23 Februari 2023
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M dalam sambutannya yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa pengajian ini merupakan wujud komitmen Pemkab Pekalongan dalam rangka membangun seperti yang tertuang dalam visi-misi bupati dan wakil bupati yakni membangun Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil dan merata (Setara). “Pembangunan disini tidak hanya lahir saja akan tetapi juga pembangunan batin lewat pengajian sehingga tidak hanya membangun fisik tetapi juga rohaninya,” tutur Anis.
Anis menyampaikan permohonan maaf kepada Habib Ahmad Al-Habsyi serta masyarakat karena Bupati Pekalongan tidak bisa hadir dalam pengajian karena ada kendala non teknis. “Padahal beliau sendiri yang mengagendakan pengajian pada malam hari ini, termasuk kehadiran Habib Ahmad namun karena ada halangan maka beliau tidak bisa hadir pada malam ini. Salam dari beliau Ibu Bupati Pekalongan untuk Habib Ahmad Al Habsyi dan seluruh jamaah yang hadir,” terangnya.
Anis mengatakan, masyarakat Kota Santri mendapat suatu kehormatan yakni bisa melihat dan mendengarkan langsung tausyiah dari Habib Ahmad Al-Habsyi. “Biasanya beliau kita saksikan di layar televisi dan Alhamdulillah kita bisa melihat dan mendengarkan langsung ceramah beliau,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anis juga menyampaikan, bahwa Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Pekalongan dan 6 MPP Kabupaten Se-Jawa Tengah baru saja dilaunching oleh MenPAN RB. MPP, lanjutnya, merupakan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka melayani masyarakat. “Alhamdulilllah tadi pagi MPP sudah dilaunching, MPP merupakan pusat pelayanan masyarakat, di mana masyarakat bisa mengurus dokumen kependudukan, perijinan dan lainnya di satu tempat,” ujarnya. (Tim Dinkominfo)
Rabu, 22 Februari 2023
Tujuh Mal Pelayanan Publik yang diresmikan adalah MPP Kabupaten Sragen, MPP Kabupaten Wonogiri, MPP Kabupaten Demak, MPP Kabupaten Semarang, MPP Kabupaten Pekalongan, MPP Kabupaten Pemalang, dan MPP Kabupaten Purbalingga.
Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si, menghadiri Peresmian 7 MPP Serentak di Kabupaten Sragen.
MenPAN RB Abdullah Azwar Anas dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Kementerian PANRB saat ini sedang menggodok program MPP berbasis digital guna memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan pemerintah dengan aplikasi (super app).
"Kalo kemarin semua pelayanan kita lipat jadi satu dengan nama MPP, ke depan dan sekarang sedang berjalan akan dilipat lagi menjadi MPP digital. Tadi juga sudah disinggung oleh pak gubernur. Nanti targetnya adalah kabupaten/kota dan kita semua bisa mengerjakan ini, sudah hebat," ucap Abdullah Azwar Anas.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S. H, M. IP yang hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan dalam sambutannya bahwa nantinya MPP bukan hanya sekedar gedung yang melayani di lokasi saja. Namun bisa berkembang menjadi layanan-layanan yang berbasis digital. Sehingga akan banyak masyarakarat yang bisa mengakses dengan cepat dan terbaik.
"Gedung adalah gedung, yang tidak bisa menggunakan digital, silakan datang, yang bisa digital silakan bisa gunakan aplikasi. Maka seluruh lapisan mayarakat bisa mengakses pelayanan sesuai kondisi masing-masing," Tutur Ganjar Pranowo.
Usai diresmikan MenPAN RB Mal Pelayanan Publik Kabupaten Pekalongan ditinjau oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Partisipasi Masyarakat Kementerian PANRB Republik Indonesia yaitu Insan Fahmi, S.T., M.M, didampingi para asisten Sekda Kabupaten Pekalongan, Kepala DPMPTSP dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan serta para tamu undangan lainnya untuk melihat aktvitas pelayanan yang berlangsung di MPP Kabupaten Pekalongan. (Tim Dinkominfo)
Rabu, 22 Februari 2023