KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya menjaga keselamatan dan kelancaran pembangunan daerah melalui pendekatan spiritual. Hal ini diungkapkan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam acara "Kabupaten Pekalongan Bersholawat" yang digelar di Kedungwuni pada Kamis, 20 November 2025.
Acara yang turut dihadiri oleh Al Mukaram, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf beserta Majelis Taklim Az-Zahir, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, jajaran Forkopimda, serta para kyai, alim ulama, dan sesepuh daerah, menjadi momentum bagi Bupati Fadia untuk mengajak masyarakat memanjatkan doa bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq menekankan bahwa kegiatan bersholawat yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan, termasuk Kajen, Wonopringgo, dan Kedungwuni, adalah sebuah ikhtiar.
"Malam hari ini dalam rangka Kabupaten Pekalongan Bersholawat. Kegiatan yang kita bagi-bagi (lokasi) ini adalah salah satu cara kita lakukan untuk mengetuk pintu langit," ujar Bupati Fadia.
Tujuan utama dari kegiatan ini, menurut Bupati, adalah memohon kepada Allah S.W.T. agar Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari segala marabahaya, fitnah, dan dimudahkan dalam proses pembangunan.
"Kita meminta kepada Allah supaya Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari semua mara bahaya, dan supaya saya dan Pak Wakil Bupati serta seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pekalongan selalu dijauhkan dari fitnah dan dimudahkan Allah dalam membangun kabupaten Pekalongan yang lebih hebat, lebih cepat, lebih mudah," tegasnya.
Bupati Fadia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan daerah tetangga yang baru saja dilanda bencana, seperti Banjarnegara dan Cilacap.
"Sama-sama kita doakan semoga bencananya cepat selesai dan dipercepat membangun daerahnya. Dan semoga kita masyarakat Kabupaten Pekalongan terhindar dari marabahaya dan yang membuat kita susah," tambahnya.
Selain acara sholawat, Bupati Fadia juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan organisasi masyarakat di Pekalongan.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan baru saja melaksanakan ziarah bersama ke makam tokoh-tokoh besar, termasuk KH. Hasyim Asy'ari di Jombang dan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut juga meliputi makam Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) yang baru saja dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden.
"semuanya bareng-bareng guyub rukun. Bareng-bareng membangun Kabupaten Pekalongan dan tidak ada perselisihan," tutup Bupati Fadia, menegaskan komitmennya untuk memimpin daerah dalam suasana yang harmonis.
Jumat, 21 November 2025
KEDUNGWUNI - Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Serbaguna Sekretariat Nahdlatul Ulama (NU) beserta Badan Otonom NU Ranting Madukaran Pesantunan, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Kamis, (20/11/2025).
SURABAYA — Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil dengan diraihnya ADLG Award 2025 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si, untuk kategori Vision, dalam acara yang digelar di Hotel Grand Mercure Surabaya, Rabu (20/11).
KAJEN – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Forum Satu Data Kabupaten Pekalongan 2025, bertempat di Ruang Indraprasta Lantai 2 Bapperida, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dan diikuti oleh peserta dari 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
KAJEN – Dalam rangka peringatan Hari Santri 2025, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan ziarah ke makam tokoh ulama dan wali besar di Jawa Timur, pada Selasa (18/11/2025).
Rangkaian ziarah dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, didampingi Wakil Bupati Sukirman, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Ajid Suryo Pratondo dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori beserta jajaran pengurus, serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Polres Pekalongan. Operasi ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat, menekan pelanggaran lalu lintas, serta mendorong tertib berkendara di wilayah Kabupaten Pekalongan.
PEKAJANGAN – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menghadiri sekaligus meresmikan Grand Opening Gedung C RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, SLB Muhammadiyah Pekajangan, serta SD Muhammadiyah IV Pekajangan, pada Sabtu (15/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kontribusi besar Muhammadiyah bagi pembangunan Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara resmi melepas 18 kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang akan berlangsung di Kabupaten Tegal, 10–14 November 2025. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (10/11/2025), dan dipimpin oleh Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mewakili Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025, tingkat Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Lapangan Belakang Setda, Kajen, pada Senin (10/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa momen Peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan sebagai miotivasi, bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, untuk tetap melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan dalam memajukan bangsa dan negara. “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan dan terus jaga spirit perjuangan para pendiri bangsa melalui karya nyata sesuai profesi masing-masing,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul bersama warga NU untuk menyaksikan secara langsung peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul untuk menjadi saksi bersama-sama, karena di sini akan dibangun gedung serbaguna sekretariat NU dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama Ranting Madukaran Pesantunan,” ujar Sukirman.
Ia menilai pembangunan sekretariat ini merupakan catatan sejarah luar biasa bagi NU Ranting Madukaran Pesantunan. Menurutnya, semangat dan cita-cita besar yang dimiliki sebuah ranting untuk membangun sekretariat bersama menunjukkan kekuatan kebersamaan dan komitmen warga Nahdliyin.
“Ini sungguh luar biasa. Sekelas ranting memiliki semangat besar untuk membangun sekretariat bersama. Tanpa modal semangat yang luar biasa dari Bapak Ibu semua, mustahil cita-cita membangun gedung ini bisa terwujud,” tuturnya.
Wabup juga menyinggung bahwa di beberapa kecamatan masih ada Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang berada dalam proses pembangunan, karena itu, ia menyambut positif inisiatif NU Ranting Madukaran Pesantunan.
“Tentu kita menyambut ini sebagai sesuatu yang sangat positif demi pengembangan NU, demi terus menegakkan Ahlus Sunnah wal Jamaah,” ujarnya. Sukirman menambahkan bahwa ke depan keberadaan gedung ini juga akan berpotensi mendukung pengembangan pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan salam dari Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., yang tidak dapat hadir karena berbagi tugas dengan Bupati yang pada Kamis pagi mendampingi istri Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi pada kegiatan pembinaan PKK, bakti sosial lansia, serta pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
“Beliau menitipkan salam kepada kita semua dan tentu berharap pembangunan ini dapat terwujud dengan baik sesuai harapan panitia,” katanya.
Menutup sambutan, Wabup Sukirman berharap pembangunan gedung serbaguna ini dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi jamaah dan masyarakat sekitar. “Semoga saja pembangunan ini sesuai cita-cita panitia dan bisa terwujud dalam dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Dalam laporannya yang disampaikan oleh perwakilan Pengurus Ranting NU Madukaran Pesantunan Mudhoha, pihaknya menjelaskan bahwa Ranting NU Madukaran Pesantunan menerima titipan tanah wakaf pada tahun sebelumnya. Tanah tersebut diamanatkan oleh pihak wakif untuk dimanfaatkan sebagai gedung yang berguna bagi masyarakat.
“Kami ketitipan tanah wakaf yang diwakafkan kepada NU, dan dipesani dari pihak wakif untuk dibuat gedung yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama bermanfaat di bidang agama,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan sertifikat, luas tanah tersebut tercatat 165 meter persegi. Namun untuk tahap pertama, pembangunan gedung akan dilaksanakan seluas 120 meter persegi dengan konstruksi satu lantai. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp168 juta.
“Hari ini baru kita mulai duduk dan harapannya dua bulan ke depan sudah bisa selesai,” katanya.
Lebih lanjut, Mudhoha menuturkan bahwa pendanaan pembangunan sepenuhnya berasal dari swadaya para aghnia dan warga Nahdliyin di lingkungan ranting Madukaran Pesantunan.
“Untuk sumber dananya kami memang swadaya, kami dari aghnia-aghnia Nahdliyin di Ranting Madukaran, belum keluar ke mana-mana,” jelasnya.
Ia pun memohon doa dan dukungan agar proses pembangunan berlangsung lancar tanpa hambatan. “Mudah-mudahan pelaksanaan rencana pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apa pun,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Fatkhiana Dewi, dan Hj. Nisrochah dari Muslimat NU Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025
Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI melalui Dirjen Pembangunan Daerah Kemndagri Dr. Ir. Restuardy Daud, M.Sc., CGRE ini menambah daftar prestasi Yulian Akbar setelah sebelumnya pada tahun 2024 juga meraih predikat Sekda Terbaik Pertama di Indonesia dalam ajang yang sama.
ADLG Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi se-Indonesia kepada para Sekretaris Daerah sebagai “Orkestrator Pemerintah Digital”. Ajang ini bertujuan mengapresiasi kepemimpinan digital dalam mempercepat transformasi pemerintahan daerah melalui delapan kategori penilaian, seperti Vision, Engagement, Governance, Technology Leadership, dan kategori lainnya.
Proses pemilihan pemenang dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pra-asesmen, penilaian dokumen, observasi, survei ASN, wawancara, hingga paparan finalis di hadapan tim penilai independen.
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, para Sekda sebagai koordinator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerah dituntut tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan organisasi, menggerakkan SDM, dan menciptakan ekosistem digital yang inklusif bagi masyarakat.
Kepemimpinan digital yang diharapkan bukan sekadar penggunaan teknologi baru, tetapi juga kemampuan membaca data, berpikir strategis, mengambil keputusan berbasis data, serta mendorong inovasi perubahan di lingkungan birokrasi. Seorang Sekda harus mampu menjadi provokator dan navigator dalam menghadapi dinamika era digital, mulai dari tata kelola pemerintahan elektronik, literasi digital masyarakat, perlindungan data, hingga inovasi layanan publik.
Upaya transformasi digital di Kabupaten Pekalongan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Digitalisasi menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengelola perubahan dan memastikan layanan publik selalu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa transformasi digital berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi
Rabu, 19 November 2025
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Bapperida Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto, S.E., M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Supriyadi, S.E., M.M., Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, S.St., M.Si., Kabid Tata Ruang dan Pertanahan DPU Taru, Tri Surnani, S.T.
Kegiatan Forum Satu Data ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pengampu data di Kabupaten Pekalongan, mulai dari pembina data, wali data, hingga produsen data di perangkat daerah. Melalui forum ini, pemerintah daerah menekankan pentingnya penyajian data yang akurat, berkualitas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Kepala Bapperida Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto, S.E., M.Si, melalui Perencana Ahli Madya, Yulianto Adi Setyawan, S.T., menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah koordinasi antara BPS sebagai pembina data, Dinkominfo sebagai wali data, serta seluruh produsen data di OPD.
“Harapannya, perangkat daerah mampu menyajikan data yang lebih baik, berkualitas, dan terukur. Dengan data yang tepat, manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat melalui proses pembangunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., menegaskan pentingnya menyempurnakan data sektoral yang dikelola masing-masing OPD.
“Data yang sudah rutin dikelola jangan hanya disimpan. Harus dianalisis, diperbaiki, dan disempurnakan jika masih kurang. Jika ada data yang sudah tidak relevan, silakan dihapus agar tidak membingungkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa data yang valid, memiliki standar, dan dapat dibagi-pakaikan akan menjadi basis penting dalam pembangunan daerah, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
Forum ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan koordinasi antar-perangkat daerah, memastikan bahwa setiap OPD memiliki komitmen yang sama dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir. Dengan penguatan tata kelola data, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap arah pembangunan dapat dirumuskan secara lebih tepat, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selasa, 18 November 2025
Rombongan peserta ziarah terdiri dari pada Para ulama dan organisasi masyarakat, seperti dari PCNU, Muhammadiyah, Rifai'yah dan LDII.
Rombongan mengawali ziarah dengan berkunjung ke Makam KH. Hasyim Asy’ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di lokasi tersebut, Wabup Sukirman dan rombongan melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. Selain itu juga sekaligus ziarah ke Makam Presiden ke-4 sekaligus Pahlawan Nasional yakni KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Perjalanan dilanjutkan menuju Makam salah satu Walisongo yakni Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di makam tokoh penyebar Islam pertama di tanah Jawa itu, Bupati, Wakil Bupati, beserta rombongan melakukan doa bersama dan tabur bunga untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Pekalongan.
Selain dua lokasi utama tersebut, Bupati dan Wakil Bupati juga sempat berziarah ke Makam Kyai Tumenggung Poesponegoro, Bupati pertama Gresik sekaligus Mursyid Thoriqoh Syattariyah ke-29.
Bupati Fadia, dalam keterangannya terkait rangkaian kegiatan Ziarah Hari Santri 2025, menyampaikan bahwa tradisi ziarah tahunan pada Hari Santri akan terus dilestarikan. “Tahun ini ziarah pertama dilakukan tadi pagi ke makam Hasyim Asy’ari. Sore hari ini ditambah dengan ziarah ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Setiap tahun tempat yang dikunjungi berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari merupakan agenda yang akan dilakukan setiap tahun. “Itu setiap tahun kita laksanakan,” tambahnya.
Bupati Fadia juga menyampaikan harapan dan doa dalam kegiatan tersebut. Ia bersama Wakil Bupati serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap ziarah ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, “Insya Allah ziarah ini membawa barokah untuk kita semua, untuk Kabupaten Pekalongan agar selalu kondusif, dijauhkan dari berbagai bahaya, dan kami dapat memimpin dengan baik serta dimudahkan dalam segala urusan, terutama dalam upaya membangun Pekalongan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Sukirman, menyampaikan bahwa Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Kikin, memberikan apresiasi atas inisiatif Bupati yang melibatkan seluruh komponen kiai dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan ziarah, “Tidak hanya Nahdlatul Ulama, tetapi juga Muhammadiyah, Rifaiyah, dan LDII ikut serta. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, umara, dan ulama yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selasa, 18 November 2025
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Pekalongan yang bersinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder daerah.
“Bupati Pekalongan, Ibu Fadia, dan tentu kita semua mengapresiasi langkah Polres, Pak Kapolres, dan Pak Dandim yang terus memberikan dukungan. Ini penting untuk keselamatan warga kita dalam berkendara serta meningkatkan ketertiban masyarakat secara umum,” ujarnya usai mengikuti Apel di Polres Pekalongan, Senin (17/11/2025).
Menurut Wabup, pelaksanaan operasi seperti ini juga dapat menekan kriminalitas dan gangguan kamtibmas. Selain itu, adanya dorongan bagi masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendaraan juga memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah.
“Ketika masyarakat melengkapi surat kendaraannya, potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor juga meningkat. Kabupaten Pekalongan memperoleh keuntungan dari sistem bagi hasil pajak kendaraan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Pekalongan turut mendukung pelaksanaan operasi melalui penyiapan personel dari Linmas, Dishub, dan Satpol PP sesuai kebutuhan yang diminta Polres Pekalongan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mengimbau masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa tanpa rasa khawatir selama operasi berlangsung.
“Pedagang di pasar, para pelajar, dan seluruh masyarakat tidak perlu takut atau enggan keluar rumah. Aktivitas berjalan seperti biasa. Yang penting patuhi aturan lalu lintas, lengkapi syarat berkendara, dan tingkatkan kesadaran berlalu lintas,” pesannya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, dan Polri, Operasi Zebra Candi 2025 diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Senin, 17 November 2025
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menegaskan bahwa keberadaan gedung baru RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan menjadi tambahan fasilitas kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Hal itu sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP, yang kini semakin kuat dengan dukungan berbagai rumah sakit, termasuk rumah sakit Muhammadiyah yang dinilainya cepat, responsif, dan memiliki pelayanan yang sangat baik.
“Saya sangat kagum melihat gedung baru ini. Rumah sakit Muhammadiyah selalu mendukung program pemerintah dan memberikan pelayanan luar biasa. Dengan banyaknya fasilitas kesehatan yang ada, saya yakin masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan pelayanan,” ujar Bupati.
Selain meresmikan rumah sakit, Bupati Fadia juga memberikan apresiasi atas hadirnya SLB Muhammadiyah Pekajangan yang kini menjadi alternatif pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sebelumnya masyarakat harus menuju Kota Pekalongan untuk mendapatkan layanan SLB, namun kini akses pendidikan tersebut menjadi lebih mudah.
"SLB ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan. Anak-anak kita sekarang bisa bersekolah lebih dekat dan lebih nyaman. Terima kasih kepada Muhammadiyah yang selalu peduli dengan dunia pendidikan,” tambahnya.
Tidak hanya SLB, peresmian SD Muhammadiyah IV Pekajangan turut menambah lengkap fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Bupati Fadia menyebut bahwa keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai dari PAUD hingga universitas—membuktikan peran besar organisasi ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bupati Fadia juga menyinggung hubungan baik dan sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Muhammadiyah, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun sosial. Bahkan ia menyebut bahwa dalam berbagai pembangunan, Muhammadiyah selalu menjadi mitra yang cepat dan sigap memberikan bantuan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah yang diperingati setiap 18 November. Beliau berharap Muhammadiyah semakin maju, semakin jaya, dan terus menjadi organisasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat terbantu dengan kontribusi Muhammadiyah. Semoga selalu jaya dan semakin bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera,” ungkapnya.
Di akhir acara, Bupati Fadia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kerja sama yang baik dengan Muhammadiyah. Ia juga mengapresiasi pelayanan RSI Muhammadiyah yang menurutnya sangat baik, bahkan sejak dirinya lahir hingga keluarganya mendapatkan perawatan di sana.
Peresmian ditandai dengan menekan tombol serta dilanjutkan peninjauan fasilitas Gedung C yang baru oleh Bupati bersama Ketua DPRD dan Forkomimda Kabupaten Pekalongan, para pimpinan Muhammadiyah, jajaran RSI PKU Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat Pekajangan.
Sabtu, 15 November 2025
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pelepasan kontingen MTQ ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Ia menegaskan bahwa perjuangan kafilah dalam ajang MTQ merupakan bentuk kontribusi nyata untuk membawa nama baik daerah, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya dan prestasi.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan melalui karya terbaik dalam bidang masing-masing. Para kafilah hari ini berjuang bukan dengan senjata, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan kemampuan dalam memuliakan Al-Qur’an. Bawalah nama baik Kabupaten Pekalongan dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri,” ujar Wakil Bupati.
Wabup juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati Pekalongan kepada para peserta agar selalu menjaga kondisi fisik, mental, dan kekompakan tim selama mengikuti lomba. Ia menambahkan bahwa kemampuan teknis para peserta sudah baik, sehingga yang terpenting adalah menjaga kesiapan non-teknis seperti semangat, kekompakan, dan fokus selama bertanding.
“Secara teknis, insyaallah adik-adik sudah mumpuni. Yang perlu dijaga adalah kebersamaan, kesehatan, dan sikap percaya diri. Kami yakin kafilah Kabupaten Pekalongan mampu meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Pekalongan, Ajid Suryo Pratondo, S.STP., M.Si, melaporkan bahwa kontingen MTQ Kabupaten Pekalongan terdiri dari 18 peserta, didampingi pembimbing dan official, serta difasilitasi penuh oleh Pemerintah Daerah.
Para peserta akan mengikuti seluruh cabang lomba, dan selama berada di Kabupaten Tegal akan menginap di AS Hotel Tegal untuk mendukung konsentrasi dan kesiapan mental. Transportasi menuju lokasi lomba telah disiapkan menggunakan bus dari Pemkab Pekalongan, bersama tim pendamping dari Bagian Kesra.
“Pembinaan intensif telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk karantina dan pendampingan teknik lomba. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil dengan maksimal dan membawa hasil terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” terang Ajid.
Wakil Bupati menutup kegiatan dengan doa bersama dan pelepasan resmi kafilah, berharap seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan membawa keberkahan.
“Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, dan kemenangan. Amin,” ucapnya
Selasa, 11 November 2025
Upacara tersebut, diikuti oleh jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta unsur TNI-Polri. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Bhakti Wiratama Kajen.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyinggung sejarah peristiwa 10 November 1945 yang tidak terlepas dari seruan Resolusi Jihad oleh Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang memicu perlawanan rakyat terhadap upaya kolonialisasi kembali oleh Belanda dan menjadi tonggak pembuktian bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa perjuangan di masa kini bukan lagi perjuangan fisik, melainkan perjuangan dalam bentuk karya, tanggung jawab, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Khusus di Kabupaten Pekalongan, kita mendukung garis kebijakan pembangunan yang telah diarahkan oleh Ibu Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M. Inilah jihad kita sekarang dengan berjihad dalam kebaikan, berlomba memberikan manfaat, dan berjuang untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Wabup juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mengelola APBD secara akuntabel dan tepat sasaran.
“Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah APBD dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tidak ada satu rupiah pun yang boleh terbuang sia-sia,” tegasnya.
Wakil Bupati Pekalongan kembali menekankan bahwa seluruh masyarakat harus terus bergerak melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya dan pengabdian masing-masing.
“Seluruh komponen masyarakat harus bersatu padu mengisi pembangunan sesuai bidang dan profesinya. Semangat itu harus kita upayakan semaksimal mungkin sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan,” tuturnya.
Usai upacara, rombongan Forkopimda, TNI-Polri, dan peserta upacara melaksanakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Bhakti Wiratama Kajen sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Senin, 10 November 2025