KEDUNGWUNI : Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq bersama suami, Ashraff Abu dan putra putrinya menggunakan hak pilihnya di TPS 06 Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/2/2024).
Diungkapkan Bupati, Dirinya bersama keluarga harus melaksanakan kewajiban menggunakan hak pilih agar negara ini menjadi lebih baik dan lebih maju. Fadia beserta keluarga hadir di TPS sekitar pukul 12.00 WIB dan ikut mengantri bersama warga lain.
“Saya tidak mau didahulukan, karena kita ini warga biasa juga, ngantri ya ngantri, nikmati saja prosesnya,” ujar Fadia.
Fadia berharap agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan menggunakan hak pilihnya dengan baik, dan semoga pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana.
Tak lupa Fadia juga berpesan kepada Gen Z atau pemilih muda agar menggunakan hak pilihnya, serta kepada para orang tua agar mengajarkan anak - anak kita cara demokrasi yang benar, memilih dengan benar, dan juga memilih dengan hati, tidak ada paksaan dalam bentuk apapun.
Usai nyoblos, Fadia bersama FORKOPIMDA Kabupaten Pekalongan dan unsur Desk Pemilu, melanjutkan agendanya yaitu melakukan pantauan Pelaksanaan penghitungan suara di TPS 01 Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo. “Alhamdulillah, sampai saat ini pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Pekalongan semua lancar, saya cek di setiap kecamatan aman karena semua warga Kabupaten Pekalongan baik,” ungkap Fadia.
Kamis, 15 Februari 2024
KESESI – Ada hal yang berbeda dalam kegiatan Kabupaten Pekalongan Bersholawat yang digelar di perempatan Kaibahan Kecamatan Kesesi Sabtu (10/02/2024) malam. Karena selain menghadirkan Majlis Ta’lim Sholawat Syubanul Muslimin pimpinan Gus H. Chafidul Hakiem Noer, dan Gus Azmi. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq juga melaksanakan Penandatanganan Kerjasama RSUD Kesesi dengan BPJS Kesehatan dan Launcing Universal Health Coverage (UHC).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Pekalongan menggelar dua acara sekaligus yaitu Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pekalongan tahun 2025 dan Musrenbang Rancangan RPJPD Kabupaten Pekalongan tahun 2025-2045. Acara tersebut berlangsung di Hotel Grand Dian Kecamatan Wiradesa. Selasa ( 6/1/24) pagi.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq meresmikan Gedung Puskesmas Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongn, Selasa (06/02/2024). Bupati Fadia Arafiq meresmikan secara simbolis gedung berlantai dua senilai kurang lebih 1,9 miliar tersebut, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
KESESI - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dibidang kesehatan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meresmikan Gedung Puskesmas Kesesi I, Kamis 1 Februari 2024.
Dalam kegiatan tersebut Bupati Pekalongan didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, Kepala Dinas Kesehatan serta para Kepala OPD serta Forkompimcam Kesesi.
Universal Health Coverage (UHC) merupakan Jaminan Kesehatan bagi seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Diungkapkan Fadia bahwa, mulai malam ini Pemkab Pekalongan akan melaunching UHC, agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang tidak punya BPJS Mandiri semuanya di BPJS – kan. Yang artinya tidak ada lagi pembatasan biaya 15 juta dan bebas gratis semua. “selama ini warga Kabupaten Pekalongan sudah bisa menikmati program berobat gratis cukup pakai KTP, namun ada batasan pembiayaan yaitu hanya sebesar 15 juta rupiah per orang. Ini semua kami lakukan untuk warga Kabupaten Pekalongan,” tegas Fadia.
Fadia juga menegaskan bahwa RSUD Kesesi mulai 10 Pebruari 2024 sudah bekerjasama dengan BPJS, hal tersebut berarti seluruh warga kabupaten pekalongan sudah bisa berobat gratis di RSUD Kesesi. “ ini Masya Allah, barakahnya bersholawat, kalau kita rajin bersholawat maka Allah akan menolong kita semua dan doa kita juga insya Allah akan terkabul,” ujar Fadia menutup sambutannya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq yang hadir bersama sang suami, Ashraff Abu serta jajarannya juga mengungkapkan bahwa kegiatan sholawatan rutin digelar bergantian di setiap kecamatan dengan maksud untuk mengetuk pintu langit agar setiap hajat masyarakat Kabupaten Pekalongan terkabul.
Tampak ribuan masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya antusias dan khusu’ bersholawat bersama.
Selasa, 13 Februari 2024
Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq saat menghadiri “Pekalongan Bersholawat” bersama Grup Sholawat Gandrung Nabi dari Grobogan, yang digelar di perempatan Tugu Duren Kecamatan Karanganyar, pada Selasa malam (06/02/2024).
Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Forkopimda Kabupaten Pekalongan, para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga dari berbagai desa di sekitar tempat acara, yang berkumpul untuk bersama-sama melantunkan sholawat bersama Grup Sholawat pimpinan Gus Zaman Ashekhal.
Pada kesempatan tersebut, Fadia juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing selama gelaran Pemilu 2024 pada 14 Pebruari 2024 mendatang. “Pada saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres, yang saya harapkan warga Kabupaten Pekalongan, pilih siapapun yang penting masyarakat saling guyub, rukun, adem ayem, ga boleh saling gelut antar sodara, sodara tetap sodara yang menang tetap orang, yang penting kita mendoakan yang terbaik untuk Kabupaten Pekalongan dan Indonesia,” imbau Fadia.
Dalam sambutannya, Fadia Arafiq juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan adalah Kabupaten yang Cinta Sholawat, Dimana kegiatan Kabupaten Bersholawat merupakan rutinitas yang digelar setiap selasa malam Rabu Wage, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan. “Kita semua berdoa dan bersholawat bersama mengetuk pintu langit, karena kalau Allah yang berkata mungkin maka yang tidak mungkin terjadi akan menjadi mungkin, dan mudah – mudahan berkahnya sholawat akan membawa keberkahan bagi semua,” tegas Fadia.
Senin, 12 Februari 2024
Jalan sepanjang 1 kilometer tersebut dibuat dengan anggaran 1 milyar serta perbaikan Jembatan Mirah yang dianggarkan 2 milyar.
Jalan dan Jembatan tersebut diresmikan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Peresmian diawali dengan penandatanganan prasasti dan juga Sebagai ungkapan rasa syukur, dirayakan dengan tradisi udik-udikan, dimana masyarakat setempat berpartisipasi dalam tradisi tersebut dengan berebut uang koin yang disebar/ dilemparkan oleh Bupati. Momen ini menjadi simbol kebersamaan warga yang ingin 'ngalap berkah' (berharap mendapat berkah) jika mendapatkan bagian dari uang tersebut.
Dalam sambutannya didepan para tamu undangan yang terdiri dari Para Kepala OPD, Forkopimcam, Unsur PKK, Para Kepala Desa, Tokoh Masyarakat setempat. Bupati mengatakan bahwa jalan di Lebakbarang saat ini beberapa ruas sudah bagus, dan diharapkan bisa memberikan manfaat sesuai slogannya yakni dalane alus rejekine mulus. “sekarang Bahagia nggeh, karena jalanya sudah halus. Beberapa kali saya kesini jalannya rusak dan sekarang sudah halus,” kata Fadia.
Dikatakannya, meskipun sudah banyak yang diperbaiki, namun dirinya mengaku masih banyak jalan yang rusak di Lebakbarang, karena warisan jalan rusak banyak di Kabupaten Pekalongan. “nanti kita cek dan akan kita betulkan tahun depan. Jangan khawatir saya sebagai Bupati akan tanggung jawab, tetapi saya minta masyarakat harus sabar karena PR jalan rusak banyak sekali,” terangnya.
Selain merehabilitasi jalan, Pemkab juga memperbaiki Jembatan Mirah yang beberapa waktu yang lalu sempat putus dengan anggaran 2 milyar. “semoga dengan jalannya mulus UMKM bisa meningkat, karena salah satu tujuan kita memperbaiki jalan adalah untuk meningkatkan ekonomi warga,” pungkasnya.
Rabu, 7 Februari 2024
Acara diawali dengan laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Pekalongan M. Ainur Rofik, S. IP., M. M. bahwa acara ini telah melalui berbagai tahapan seperti FGD (Focus Group Discussion) Tematik untuk menemukan isu strategis di Kabupaten Pekalongan. Pembahasan bersama tim penyusun RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dengan perangkat daerah terhadap rancangan awal RPJPD. Forum Konsultasi Publik Rancangan RPJPD. Kemudian yang terakhir Konsultasi Rancangan Awal RPJPD 2025-2045 kepada gubernur Jawa Tengah melalui Bappeda Jawa Tengah dalam rangka penyelarasan RPJPD Kabupaten Pekalongan dengan RPJP nasional dan RPJPD Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, Ainur Rofik juga menjelaskan bahwa dalam acara kali ini (06/01) berbarengan dengan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pekalongan tahun 2025.
"Disamping penyusunan rencana jangka panjang ini. Pada saat ini juga kita merencanakan tahunan untuk tahun anggaran 2025 telah kita mulai dengan penyusunan rancangan tahunan RKPD tahun anggaran 2025, yang salah satu tahapannya kita lakukan pada hari ini yaitu Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2025," Ucap Ainur Rofik dalam laporannya.
Tujuan dari forum tersebut adalah untuk pembentukan komitmen seluruh stakeholder dalam keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam rangka memutuskan APBD.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Sekretaris daerah M. Yulian Akbar, S. Sos, M. Si bahwa untuk tahun 2025 program prioritas Pemerintah Kabupaten Pekalongan yaitu pembangunan jalan, pembangunan pendidikan, infrastruktur dan juga kesehatan.
"Insya Alloh Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melaunching UHC (Universal Health Coverage). Artinya semua warga yang memiliki KTP Kabupaten Pekalongan, meskipun dia tidak punya BPJS akan kita layani di rumah sakit baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Kami menganggarkan lebih dari 50 miliar rupiah," Tutur M. Yulian Akbar dalam sambutannya.
Rabu, 7 Februari 2024
Dalam sambutannya bupati mengungkapkan peresmian gedung baru Puskesmas Karangdadap merupakan langkah menuju peningkatan dalam sistem kebijakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan, yang rencananya, sistem berobat gratis dengan KTP akan berubah menjadi Universal Health Coverage (UHC). Peresmian dihadiri para Kepala OPD, Forkopimcam Karangdadap, Unsur PKK, para kepala desa, tokoh masyarakat setempat serta tenaga Kesehatan,
Bupati menandaskan bahwa UHC diterapkan dengan tujuan memberikan akses kesehatan yang lebih luas bagi seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki BPJS mandiri. “Kita mempersiapkan diri, yang tadinya berobat gratis cukup pakai KTP, sekarang kita akan selangkah lebih maju, dimana semua masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak punya BPJS mandiri kita BPJS-kan. Jadi Tahun ini kita akan UHC, dimana jika UHC ini diterapkan berarti fasilitas kesehatan juga harus kita siapkan semaksimal mungkin, Puskesmas akan kita buat rawat inap semua, kita bangun semua yang bagus dan rapi, fasilitas yang lengkap untuk masyarakat sehingga masyarakat bisa berobat dengan nyaman,” terang bupati.
"Langkah ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Kabupaten Pekalongan. Dengan UHC, tidak akan ada batasan dalam akses kesehatan bagi masyarakat, dan ini merupakan dorongan besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," tambah Bupati.
Bupati berharap penerapan UHC akan dapat meningkatkan pendapatan Puskesmas melalui layanan kesehatan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi para tenaga kesehatan. Sejalan dengan itu, Bupati menekankan kepada para tenaga medis tentang pentingnya menerapkan sikap yang ramah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang ramah dan bersahabat.
“Saya harapkan seluruh tim kesehatan Kabupaten Pekalongan mempersiapkan diri sebaik- baiknya agar bisa memberikan pelayanan yang paling hebat untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. Salam sapa, sopan, santun. Ini harus benar-benar diterapkan pada diri kita,” tandasnya.
Kepala Puskesmas Karangdadap dr. Endah Winarti dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang telah memberikan perhatian, sehingga pembangunan gedung baru Puskesmas Karangdadap dapat terealiasi, “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Bupati Pekalongan, atas bantuannya sehingga Gedung Puskesmas Karangdadap bisa terealiasasi dalam keadaan yang baik dan cukup megah,” ungkapnya.
Rabu, 7 Februari 2024
Ditemui usai ceremoni peresmian, Bupati Fadia menuturkan, bahwa sebelum mempunyai gedung seperti sekarang ini, Puskesmas Kesesi I sempat ngontrak. Namun pada tahun 2023 dirinya beserta Sekda dan jajarannya sepakat agar Puskesmas Kesesi I harus punya gedung sendiri. “karena jika ngontrak dan dengan kondisi gedung yang bocor kita tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Akan tetapi dengan adanya gedung baru yang permanen dan milik sendiri, lanjut Bupati, maka bisa dikontrol dan semuanya bisa berjalan dengan baik. “kita mau Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan ini mempunyai alat yang canggih minimal peralatanya memadai,” jelasnya.
Dijelaskannya, semua Puskesmas akan disiapkan dengan alat terbaik, sehingga masyarakat di daerah atas tidak perlu turun ke bawah, karena peralatan di puskesmasnya sudah terpenuhi. “kita sedang berusaha agar semua Puskesmas di Kabupaten Pekalongan bisa menjadi Puskesmas rawat inap, kalau daerah atas kita sudah maksimalkan semua untuk rawat inap,” ujar Fadia.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro mengaku bahagia dan bangga karena Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bisa meresmikan secara langsung gedung baru Puskesmas Kesesi I. “semoga dengan gedung baru ini bisa meningkatkan pelayanan, khususnya masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” harapnya.
Senin, 5 Februari 2024
Usai meresmikan Jembatan kalijambe, hari ini Bupati juga meresmikan Ruas Jalan Kalijambe - Bulaksari sepanjang 290 meter dengan lebar 5 Meter yang selesai diperbaiki menggunakan Anggaran APBD sebesar ± 900 Juta Rupiah.
Untuk Rehabilitasi jembatan yang memiliki panjang 88 meter dan lebar 3,3 meter tersebut menelan biaya sebesar lebih dari 1,2 Miliyar Rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan.
Upacara peresmian dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Forkopimcam Sragi, serta kepala desa, lurah, dan masyarakat setempat ditandai secara simbolis, dengan penandatanganan prasasti, pemecahan kendi, dan penebaran uang koin (udik-udikan) oleh Bupati Pekalongan sebagai ungkapan syukur.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rehabilitasi Jembatan Kalijambe melibatkan tahapan yang panjang, mengingat jembatan tersebut adalah milik PG Sragi. Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki jembatan tersebut. “Hal ini tercermin dalam upaya koordinasi yang intens dengan pihak PG Sragi, termasuk pertemuan dengan petinggi-petinggi perusahaan, sehingga akhirnya Pemkab Pekalongan memperoleh izin untuk melakukan perbaikan,” kata Fadia.
Bupati berharap dengan rehabilitasi Jembatan Kalijambe, masyarakat dapat merasakan dampak manfaat yang besar seperti peningkatan ekonomi dan kemudahan akses transportasi terutama bagi anak-anak sekolah. “saya berpesan kepada masyarakat agar turut serta menjaga, dan merawat Jembatan Kalijambe agar tetap dalam kondisi prima dan tidak mudah rusak, “Dijaga yang baik nggih ibu bapak, dijaga yang baik biar masyarakat kita selamat, biar tidak ada yang takut lagi lewat sini,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 ini, Pemkab Pekalongan akan melakukan rehabilitasi jalan diwilayah Kecamatan Sragi diantaranya Kedungjaran-Sragi, Bulaksari – Sidosari, Kelijambe – Pololawen. Bupati menekankan bahwa perbaikan jalan selama ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Pekalongan, “Artinya kami saat memperhatikan sekali jalan-jalan di Kabupaten pekalongan ini,” pungkasnya.
Senin, 5 Februari 2024
Dalam sambutannya, Fadia optimis Rumah Pompa ini akan menjadi solusi potensial untuk mengatasi banjir yang sering melanda Desa Tegaldowo dan sekitarnya “Alhamdulillah rumah pompa ini sudah jadi dan bisa beroperasi. Dengan rumah pompa ini, semoga masalah banjir sedikit demi sedikit bisa terselesaikan di Desa Tegaldowo ini," katanya.
Rumah Pompa seluas 4 x 9 M² tersebut dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Pekalongan senilai 2,6 M. Dengan kapasitas maksimal 500 liter/detik, Rumah Pompa ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir yang sering melanda Desa Tegaldowo dan sekitarnya.
Bupati berharap rumah pompa ini dapat bermanfaat, dan tidak lagi terjadi banjir di Desa Tegaldowo, sehingga rejeki masyarakat bisa selalu lancar. “semoga Rumah Pompa ini akan membantu masyarakat untuk beraktivitas normal dan mendukung kelancaran ekonomi local,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaedi, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Fadia sebagai Bupati Pekalongan berserta jajaran yang telah membangun rumah pompa ini untuk keempat desa “tidak hanya untuk Desa Tegldowo namun Rumah Pompa ini akan memberikan manfaat bagi 3 desa lainnya, yaitu, Desa Jeruksari, Desa Mulyorejo, dan Desa Karangjompo,” jelasnya.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, dan tradisi udik-udikan oleh Bupati Pekalongan yang didampingi antara lain Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, H. Ashraff Abu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Kepala DPU Taru, dan Camat Tirto.
Senin, 5 Februari 2024