KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi Lolong Culture Festival 2024 atau Festival Durian Lolong yang diadakan oleh Pemerintah Desa Lolong Kecamatan karanganyar, di Lapangan Rejomulyo Desa Lolong Kecamatan Karanganyar, Minggu 28 Januari 2024.
Dalam kegiatan tersebu,t sebanyak ribuan warga dari Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya membanjiri lokasi festival. Dari tiga ribu durian yang dikemas dalam mika ludes dibagikan kepada para pengunjung secara gratis.
Acara dimulai dengan karnaval durian, dilanjutkan dengan doa bersama dan istighosah Forkompimcam dengan warga dan pengunjung dan acara inti yakni pembagian durian gratis.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan festival durian lolong ini. Menurutnya meski diselenggarakan oleh desa akan tetapi pengunjungnya ramai namun tetap aman. “dengan durian yang dibagikan dalam kemasan mika kepada pengunjung maka lebih aman, serta menggunakan tiket sehingga tidak berebut,” ujarnya.
Yulian berharap dengan adanya festival ini dapat kembali menguatkan branding Desa Lolong sebagai salah satu desa penghasil durian di Kota Santri. “selain itu juga mendorong pariwisata di Desa Lolong serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, khususnya kepada para petani durian,” harapnya.
Sementara itu Kepala Desa Lolong, Sholehudin menuturkan festival durian ini sebagai bentuk rasa syukur warga terutama petani durian karena melimpahnya panen tahun ini. “kita dari Pemdes menyikapi keinginan warga tersebut dan bersama-sama mengadakan festival ini serta didukung dari desa sekitar,” terangnya.
Dijelaskannya, untuk tahun ini, panen durian lebih melimpah dari tahun lalu serta waktunya lebih panjang sehingga diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “yang dijual difestival ini tidak hanya durian dari Lolong saja, akan tetapi juga dari desa-desa sekitar. Kita jual yang sudah matang untuk menjaga rasa dan kualitas,” pungkasnya.
Selasa, 30 Januari 2024
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan Riswadi mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwaklan Rakyat Daerah Kabupaten Pekalongan dengan agenda Penyampaian Pendapat Bupati atas Raperda Inisiatif DPRD yaitu Raperda Perubahan Atas Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan Anggota DPRD.
KAJEN – Guna memudahkan masyarakat Kedungwuni dan sekitarnya untuk mengurus pajak kendaraanya maupun keperluan administrasi kependudukan yang dibutuhkan. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meresmikan Gedung Paten (Samsat dan Adminduk) Kedungwuni, Jumat (19/01/2024) pagi.
Acara dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan beserta para Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Pekalongan. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati yang kemudian diserahkan kepada Camat Kedungwuni. Dalam acara itu secara simbolis Bupati menyerahkan bantuan berupa kunci mobil operasional kepada Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah Bapak Nadi Santoso, SP.,M.Si.
KAJEN –Dua madrasah di Kabupaten Pekalongan yakni MAN Kabupaten Pekalongan di Kecamatan Kedungwuni dan MA NU Karangdadap di Kecamatan Karangdadap dideklarasikan sebagai madrasah ramah anak.
Deklarasi dilakukan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada saat kegiatan acara "Sapa Bupati" yang dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, didampingi sang suami Ashraff Abu, dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Hasil pertanian buah di Kabupaten Pekalongan, ternyata punya potensi untuk masuk ke pasar Internasional. Salah satu potensi tersebut adalah buah durian yang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Pekalongan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menutup acara Festival Durian Kabupaten Pekalongan, Minggu 14 Januari 2024 malam di Alun-Alun Kajen. "Saya beberapa waktu yang lalu datang ke Malaysia dan Singapura ternyata durian ada Kabupaten Pekalongan yang dijual disana, dan dibeberapa negara lain," tuturnya.
DORO - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membuka Festival Durian Doro , Sabtu, 13 Januari 2024. Festival Durian Doro yang baru kali pertama digelar ini akan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Doro.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu yang juga suami Bupati Pekalongan, para Kepala OPD, Forkompimcam Doro, para petani durian dan juga pengunjung festival durian.
Pada kunjungan ini, Komisi X DPR RI membahas bidang ekonomi kreatif, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Perpustakaan Nasional. Dalam kesempatan tersebut, pembahasan terutama difokuskan pada sektor ekonomi kreatif dengan tujuan mendapatkan data mengenai pengelolaan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Ditemuai usai kegiatan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa kunjungan Komisi X DPR RI ke Kabupaten Pekalongan adalah tepat, karena Kota Santri ini terkenal dengan jumlah UMKM yang banyak serta masyarakatnya kreatif. “masyarakat perlu sentuhan dari Pemerintah Pusat, karena jujur mereka ingin mengembangkan produknya, mendapatkan modal, mengikuti pameran gratis sampai tingkat nasional dan internasional serta produknya mendapatkan ijin yang baik,” terangnya.
Fadia menambahkan, selain diikuti oleh legislatif dan jajaran Pemkab Pekalongan, pada pertemuan kali ini juga banyak diikuti para pengusaha dari berbagai jenis produk sehingga mereka juga bisa mengembangkan usahanya sesuai dengan apa yang diinginkan. “Kabupaten telah memiliki desa wisata yang diakui melalui SK., banyak masyarakat yang datang berkunjung untuk mengikuti kegiatan jeep wisata dan menikmati akomodasi di tingkat desa. Meskipun masih dalam skala desa, manfaatnya telah terasa positif bagi Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Rombongan Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM menyampaikan bahwa salah satu alasan berkunjung ke Kabupaten Pekalongan diantaranya karena Kabupaten Pekalongan mulai fokus untuk pengembangan ekonomi kreatif, hal ini ditandai dengan diterbitkanya Perda tanggal 4 Mei 2023 yakni Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang Ekonomi Kreatif.
“dengan adanya Perda tersebut, dan adanya regulasi dalam bentuk UU dan PP, kami ingin mendapatkan informasi, data dan kendala dalam pengelolaan dan pengembangan Ekraf di Pekalongan, khususnya sub sektor kriya atau craft dan fashion batik,” ungkapnya.
Menurutnya, sebelum pandemi covid 19, sektor pariwisata/ekraf memiliki potensi yang sangat baik, yaitu memiliki total potensi devisa sekitar 44 miliar USD. Pasca pandemi, diperlukan upaya ekstra serta waktu yang lama untuk memulihkan dan mewujudkanya kembali. Namun pada masa ini terdapat sub sektor ekraf yang masih bertahan dan berkembang dan berkontribusi signifikan bagi ekspor Indonesia diantaranya, fashion, kriya, kuliner, penerbitan dan seni pertunjukan. ”dengan tertinggi berasal dari kontribusi fashion yang menyumbang 56,53 % dari total ekspor ekraf pada triwulan I tahun 2022, diikuti produk kriya sebesar 38,05 %,,” tuturnya.
Selasa, 30 Januari 2024
Rapat yang di gelar di Gedung Paripurna DPRD dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun beserta Wakli Ketua, Forkompimda, Anggota DPRD, Sekda beserta para Asisten dan Staf Ahli serta Kepala Perangkat Daerah.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutanya yang dibacakan Wakil Bupati Riswadi mengatakan bahwa dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Hak Keuangan Dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, maka Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Hak Keuangan Dan Administrasi Pimpinan Anggota DPRD perlu untuk disesuaikan. “oleh karena itu kami menyambut baik inisiatif DPRD atas penyusunan Raperda tentang Perubahan Atas Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 14 tahun 2017 Tentang Hak Keuangan Dan Administrasi Pimpinan Anggota DPRD,” katanya.
Menurut Bupati, hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab serta untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. “DPRD sebagai salah satu penyelenggara Pemerintah Daerah diharapkan mampu membawa nilai-nilai demikratis dan memperjuangkan aspirasi daerah,” lanjut Bupati.
Fadia menambahkan, sebagaimana telah disampaikan bahwa tujuan dari penyampaian Raperda ini salah satu diantaranya untuk menunjang kelancaran tugas dan fungsi DPRD. “untuk itu kami menghimbau bagi seluruh perangkat daerah terutama yang melaksanakan urusan dibidang keuangan untuk dapat mendukung dan membantu penyusunan Raperda ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga dapat dimplementasikan,” pungkasnya.
Jumat, 26 Januari 2024
Dalam sambutannya, Bupati berharap bahwa dengan adanya gedung PATEN kedungwuni dapat memudahkan masyarakat Kedungwuni dan sekitarnya untuk mengurus pajak kendaraanya maupun keperluan administrasi kependudukan yang dibutuhkan, “Dengan adanya gedung yang kita resmikan ini, masyarakat di wilayah Kedungwuni dan Kecamatan di sekitarnya yang jumlahnya kurang lebih sekitar 300.000 orang, jadi tidak perlu jauh –jauh untuk mengurus pajak kendaraanya maupun administrasi kependudukan ketempat yang lain, mereka bisa kesini,” kata Bupati.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pekalongan atas fasilitasi pelayanan Samsat di gedung Paten Kedungwuni "Tempat pelayanan administrasi terpadu kecamatan ini sangat membantu kami dalam melaksanakan tugas-tugas, terutama memberikan pelayanan yang dekat langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Usai meresmikan gedung, Bupati beserta tamu undangan berkesempatan meninjau secara langsung pelayanan Samsat. Bupati acara spontan juga memberikan bingkisan kepada para warga yang saat itu sedang mengurus perpanjangan STNK.
Senin, 22 Januari 2024
Bupati dalam sambutannya pada acara tersebut memberikan peringatan serius kepada para siswa madrasah terutama siswi perempuan mengenai risiko negatif penggunaan media sosial. Bupati menyampaikan pesan untuk berhati-hati dalam menjalani interaksi di dunia maya. “era digital saat ini tidak hanya membawa kemudahan dalam berkomunikasi, namun juga membawa dampak negatif. Karenanya ibu mengingatkan para siswa bahwa meskipun media sosial dapat menjadi sarana positif untuk menjalin silaturahmi, namun juga dapat membawa risiko,” katanya, Rabu 17 Januari 2024.
Bupati juga menyoroti kejadian-kejadian negatif akibat berkenalan melalui media sosial, seperti pelecehan terhadap perempuan dan pencurian harta benda. Oleh karenanya, Bupati mengingatkan para siswa perlunya menjaga diri, tidak hanya secara virtual tetapi juga saat bertemu dengan orang yang dikenal melalui media sosial.
"Anak-anak perempuan, saya meminta kalian untuk berhati-hati. Jangan sampai janjian di media sosial berujung pada bahaya. Jaga diri dengan baik, pertahankan nama baik keluarga dan sekolah," tegas Bupati.
Sementara itu kepada siswa laki-laki, Bupati mengajak mereka untuk tidak terjerumus dalam hal-hal negatif, seperti menjadi kurir narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan orang tua dan menjadikan guru sebagai sahabat yang dapat memberikan masukan positif.
“saya juga mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, terutama menjelang musim pemilu. Ia menekankan pentingnya mendukung pilihan masing-masing dengan menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghormati,” ujarnya
Jumat, 19 Januari 2024
Selain menyerahkan sertifikat halal, juga diserahkan bantuan stimulus modal usaha untuk 550 UMKM dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pekalongan.
Program sertifikat halal difasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut merupakan akselerasi capaian sertifikasi produk halal dimana per tanggal 17 Oktober 2024 semua produk makanan, minuman, jasa penyembelihan dan bahan tambahan pangan harus sudah bersertifikat halal.
Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kementerian Agama yang telah menginisiasi pemberian Sertifikat Halal bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan “kepada seluruh UMKM Kabupaten Pekalongan yang hari ini menerima sertifikasi halal agar amanah dalam mengelola usahanya, karena sertifikasi halal yang diberikan mengandung tanggungjawab yang besar kepada Allah dan kepada masyarakat sehingga harus dijaga dengan sungguh – sungguh, agar kepercayaan konsumen terjaga dan usahanya tambah lancar dan berkembang,’ ungkapnya.
Fadia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Pekalongan agar setiap tahun dapat memberikan bantuan yang lebih baik dan dengan jenis usaha yang lebih beragam lagi kepada masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat tersentuh bantuan usaha dari BAZNAS. “Alhamdulillah para pelaku usaha mendapatkan sertifikasi halal dan bantuan modal, Maturnuwun Kemenag karena membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan memberikan masyarakat kami yang sedang berusaha, yang sedang mencari nafkah, sedang mencari rezeki dengan sertifikasi halal,” ungkap Fadia.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Imam Tobroni dalam sambutannya menyatakan pelaksanaan sertifikasi halal menjadi prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi dan sinergi BPJH Kemenag beserta seluruh pemangku kepentingan, sesuai dengan PP no 39 tahun 2021 tentang penyelenggaraan jaminan produk halal. “acara hari ini merupakan implementasi dari UU No. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal serta sebagai upaya mendukung Indonesia yang berpotensi menjadi pusat industri halal dunia di tahun 2024,” paparnya
Diungkapkan Tobroni bahwa saat ini sudah ada 3000 pelaku halal tersertifikasi di Kabupaten Pekalongan. “kami berharap lebih kurang 30 ribu UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan pada 17 Oktober 2024 sudah semuanya memiliki sertifikat halal, untuk itu kami mohon dukungan dari Ibu Bupati dan Pemkab Pekalongan,” pungkas Tobroni.
Jumat, 19 Januari 2024
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Ibu Hj. Fadia Arafiq didampingi suami selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan H. Muhtaruddin Ashraff Abu. Dan juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan beserta seluruh Kepala Perangkat Daerah.
Pada pagi harinya, Festival Durian dibuka dengan kirab gunungan dari 19 kecamatan, lomba durian unggul dan disediakan 2000 durian gratis bagi para pengunjung. Pada malam harinya diserahkan penghargaan bagi pemenang lomba dan dimeriahkan oleh Grup Musik NGATMOMBILUNG.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, pada malam ini Pemkab telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Festival Durian Kabupaten Pekalongan 2024 yang pada pagi harinya ada kirab gunungan dan durian gratis.
"kita adakan kirab ini setiap tahun, dan tahun ini kita sediakan durian gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena memang rebutan jadi tidak semuanya dapat. Kita doakan orang yang mendapat durian mendapatkan berkah dan yang belum dapat berarti belum rejekinya. InsyaAllah durian gratisnya akan kita tambah lagi dan kegiatan kedepan lebih baik lagi," katanya.
Dijelaskan Fadia, bahwa setiap tahun acara Festival Durian selalu diadakan dan tahun lalu diselenggarakan di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dengan berbayar. Dan tahun ini diadakan di Alun-Alun dengan gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. "masyarakat antusias untuk menghadiri festival kali ini, bahkan jumlahnya puluhan ribu orang ada yang dari Kendal, Jakarta dan lainnya. Memang ada sedikit rebutan namun tidak sampai memakan korban yang menakutkan, itu berkat doa dari seluruh warga Kota Santri" paparnya.
semoga kedepan, tambah bupati, petani durian bisa mendapatkan hasil yang maksimal, panen yang melimpah ruah dan durian kita bisa dikenal tidak hanya nasional bahkan sampai internasional. “dengan festival durian ini petani menjadi lebih semangat untuk meningkatkan hasil pertanianya," harapnya.
Dari hasil lomba gunungan kecamatan, keluar sebagai juara 1 Kecamatan Kandangserang, juara 2 Kecamatan Lebakbarang dan Juara 3 diraih Kecamatan Doro. Sedangkan Kecamatan Talun sebagai juara terkompak, juara terheboh Kecamatan Paninggaran, serta juara terunik dari Kecamatan Karanganyar.
Sedangkan untuk lomba durian unggul juara 1 diraih Durian Tukul Arwana, atas nama Taryali dari Desa Lolong, Juara 2 Durian Ratusari, atas nama Mustofa, dari Desa Pedawang dan juara 3 yakni Durian Rahayu, atas nama Istiqomah, dari Desa Pedawang serta untuk juara favorit diraih Durian Grunggang, milik Sahuri, dari Desa Pungangan.
Senin, 15 Januari 2024
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan bahwa kegiatan di Kecamatan Doro ini merupakan kegiatan yang luar biasa dengan mengadakan festival durian yang diikuti oleh para petani durian se Kecamatan Doro. Selain bisa meningkatkan UMKM juga bisa memberikan kesejahteraa bagi petani durian. “festival ini bagus dan semoga kedepan bisa lebih meriah lagi, dan saya minta Pemkab bisa membantu agar acara bisa lebih meriah lagi dan tidak hanya melibatkan petani dari Doro saja akan tetapi juga dari daerah lain,” katanya,
Dijelaskan Fadia, bahwa di Alun-Alun Kajen pada, Minggu 14 Januari juga akan mengadakan festival durian yang lebih besar yang akan dimulai dari jam 08.00 pagi hingga malam dengan menghadirkan artis untuk memeriahkan acara. “saya sangat mendukung petani durian, hal itu agar durian Kabupaten Pekalongan menjadi terkenal tidak hanya bagi warga lokal saja tetapi sampai ke daerah lain bahkan sampai ke internasional,” terangnya.
Bupati menambahkan, untuk soal rasa, durian Kabupaten Pekalongan mempunyai rasa yang enak, tinggal bagaimana cara mempromosikan durian biar lebih terkenal dan Kabupaten Pekalongan mempunyai durian yang tidak kalah dari daerah lain. “durian kita bisa dinamai supaya menjadi terkenal, saya pencinta durian dan kalau sudah mencicipi durian Kabupaten Pekalongan tidak akan kelain hati. Tamu-tamu pejabat juga saya suguhi durian, agar mereka bisa merasakan enaknya durian lokal dan juga untuk mempromosikan durian kita,” ujarnya.
Untuk menunjang infrastruktur bagi petani durian, lanjut bupati, pada tahun 2024 ini akan dibangun jalan Dororejo-Rogoseko dengan anggaran 2,5 milyar yang merupakan jalur petani durian. “itu setelah saya cek jalannya rusak, semoga dengan pembangunan jalan itu bisa memudahkan orang-orang untuk menjangkau ke tempatnya langsung. Karena sesuatu itu menarik jika dapat makan langsung ditempat dengan ditunjang jalan yang bagus. Semoga ditahun 2024 ini petani durian dapat lebih sejahtera,” harapnya.
Sementara itu Panitia Festival Durian Doro, Slamet Alimin menuturkan, Festival Durian Doro akan dibagi dalam dua agenda. Hari pertama, kata dia, tanggal 13 Januari 2024 untuk lomba kontes durian unggulan Doro, bazar durian, dan bazar kuliner serta UMKM. Pada hari kedua, akan ada kirab gunungan durian dari seluruh desa atau 14 desa di Kecamatan Doro dan hiburan.
“terimakasih kepada Bupati Pekalongan yang sudah hadir dan membuka kegiatan ini dan semoga bisa meningkatkan perekonomian di Kecamatan Doro, khususnya bagi UMKM dan petani durian di kecamatan ini,” tutur Slamet Alimin yang juga menjabat sebagai Kades Dororejo
Senin, 15 Januari 2024
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan serta Kepala Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan.
Selain meresmikan Gedung baru, Bupati Fadia juga membuka Seminar Peningkatan Budaya Literasi yang digelar di halaman Gedung Perpusda.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan mengaku bahagia karena Kota Santri memiliki gedung perpustakaan yang baru dengan tampilan yang cantik dan bagus. Selain itu gedung tersebut juga ramah disabilitas dan mempunyai tempat bermain. “Nantinya saya berharap perpusda dapat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan agar bisa membawa anak-anak dari TK hingga Tingkat SMA untuk bisa datang kesini, sehingga perpustakaan ini bisa ramai dan bermanfaat,” ujarnya.
Fadia menambahkan, jika diluar negeri, perpustkaan menjadi tempat yang ramai dan banyak orang yang duduk disitu untuk belajar. Sehingga dirinya berharap di Kabupaten Pekalongan juga bisa seperti itu. “buku untuk anak-anak dan buku perkuliahan agar bisa diperbanyak koleksinya sehingga anak-anak bisa belajar disini. Semoga Gedung ini bisa membawa manfaat, karena jika anak kita pintar-pintar maka Kabupaten Pekalongan akan menjadi cerdas dan hebat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan Suprayitno menambahkan, perluasan gedung baru ini menelan biaya sekitar 5,2 milyar yang bersumber dari DAK. Dengan rincian 4,5 milyar untuk Pembangunan fisik, 500 juta untuk perlengkapan dan 200 juta untuk pengadaan buku. “Gedung ini dibuat futuristic dengan memadukan budaya dan kearifan lokal, ada gunungan dan motif batik yang merupakan ciri khas Kabupaten Pekalongan dan juga ramah anak dan disabilitas serta free wifi,” terangnya.
Rabu, 10 Januari 2024