KAJEN – Sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan visi-misi ‘Jalannya Halus Rejekinya Mulus’, Pemerintah Kabupaten Pekalongan merehabilitasi Jalan Lolong - Mendolo dan Jembatan Mirah, Karanganyar.
Jalan sepanjang 1 kilometer tersebut dibuat dengan anggaran 1 milyar serta perbaikan Jembatan Mirah yang dianggarkan 2 milyar.
Jalan dan Jembatan tersebut diresmikan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Peresmian diawali dengan penandatanganan prasasti dan juga Sebagai ungkapan rasa syukur, dirayakan dengan tradisi udik-udikan, dimana masyarakat setempat berpartisipasi dalam tradisi tersebut dengan berebut uang koin yang disebar/ dilemparkan oleh Bupati. Momen ini menjadi simbol kebersamaan warga yang ingin 'ngalap berkah' (berharap mendapat berkah) jika mendapatkan bagian dari uang tersebut.
Dalam sambutannya didepan para tamu undangan yang terdiri dari Para Kepala OPD, Forkopimcam, Unsur PKK, Para Kepala Desa, Tokoh Masyarakat setempat. Bupati mengatakan bahwa jalan di Lebakbarang saat ini beberapa ruas sudah bagus, dan diharapkan bisa memberikan manfaat sesuai slogannya yakni dalane alus rejekine mulus. “sekarang Bahagia nggeh, karena jalanya sudah halus. Beberapa kali saya kesini jalannya rusak dan sekarang sudah halus,” kata Fadia.
Dikatakannya, meskipun sudah banyak yang diperbaiki, namun dirinya mengaku masih banyak jalan yang rusak di Lebakbarang, karena warisan jalan rusak banyak di Kabupaten Pekalongan. “nanti kita cek dan akan kita betulkan tahun depan. Jangan khawatir saya sebagai Bupati akan tanggung jawab, tetapi saya minta masyarakat harus sabar karena PR jalan rusak banyak sekali,” terangnya.
Selain merehabilitasi jalan, Pemkab juga memperbaiki Jembatan Mirah yang beberapa waktu yang lalu sempat putus dengan anggaran 2 milyar. “semoga dengan jalannya mulus UMKM bisa meningkat, karena salah satu tujuan kita memperbaiki jalan adalah untuk meningkatkan ekonomi warga,” pungkasnya.
Rabu, 7 Februari 2024
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Pekalongan menggelar dua acara sekaligus yaitu Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pekalongan tahun 2025 dan Musrenbang Rancangan RPJPD Kabupaten Pekalongan tahun 2025-2045. Acara tersebut berlangsung di Hotel Grand Dian Kecamatan Wiradesa. Selasa ( 6/1/24) pagi.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq meresmikan Gedung Puskesmas Karangdadap, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongn, Selasa (06/02/2024). Bupati Fadia Arafiq meresmikan secara simbolis gedung berlantai dua senilai kurang lebih 1,9 miliar tersebut, didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
KESESI - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dibidang kesehatan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meresmikan Gedung Puskesmas Kesesi I, Kamis 1 Februari 2024.
Dalam kegiatan tersebut Bupati Pekalongan didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, Kepala Dinas Kesehatan serta para Kepala OPD serta Forkompimcam Kesesi.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meresmikan ruas Jalan Jeruksari – Mulyorejo yang ditingkatkan menggunakan beton. Dalam kesempatan tersebut Bupati didampingi oleh Ketua Dekranasda, H. Ashraff Abu beserta jajarannya, meresmikan peningkatan ruas jalan Jeruksari – Mulyorejo pada Jum’at (02/02/2024).
KAJEN - Setelah menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemrov Jateng) kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Pemkab Pekalongan) di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan pada Selasa (30/01/2024), Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengunjungi Kantor KPU Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Optimalkan Layanan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terima dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemrov Jateng) sebesar 79 Miliar rupiah, Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, didampingi Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Selasa (30/1/2024).
Acara diawali dengan laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Pekalongan M. Ainur Rofik, S. IP., M. M. bahwa acara ini telah melalui berbagai tahapan seperti FGD (Focus Group Discussion) Tematik untuk menemukan isu strategis di Kabupaten Pekalongan. Pembahasan bersama tim penyusun RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dengan perangkat daerah terhadap rancangan awal RPJPD. Forum Konsultasi Publik Rancangan RPJPD. Kemudian yang terakhir Konsultasi Rancangan Awal RPJPD 2025-2045 kepada gubernur Jawa Tengah melalui Bappeda Jawa Tengah dalam rangka penyelarasan RPJPD Kabupaten Pekalongan dengan RPJP nasional dan RPJPD Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, Ainur Rofik juga menjelaskan bahwa dalam acara kali ini (06/01) berbarengan dengan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pekalongan tahun 2025.
"Disamping penyusunan rencana jangka panjang ini. Pada saat ini juga kita merencanakan tahunan untuk tahun anggaran 2025 telah kita mulai dengan penyusunan rancangan tahunan RKPD tahun anggaran 2025, yang salah satu tahapannya kita lakukan pada hari ini yaitu Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2025," Ucap Ainur Rofik dalam laporannya.
Tujuan dari forum tersebut adalah untuk pembentukan komitmen seluruh stakeholder dalam keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam rangka memutuskan APBD.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Sekretaris daerah M. Yulian Akbar, S. Sos, M. Si bahwa untuk tahun 2025 program prioritas Pemerintah Kabupaten Pekalongan yaitu pembangunan jalan, pembangunan pendidikan, infrastruktur dan juga kesehatan.
"Insya Alloh Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melaunching UHC (Universal Health Coverage). Artinya semua warga yang memiliki KTP Kabupaten Pekalongan, meskipun dia tidak punya BPJS akan kita layani di rumah sakit baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Kami menganggarkan lebih dari 50 miliar rupiah," Tutur M. Yulian Akbar dalam sambutannya.
Rabu, 7 Februari 2024
Dalam sambutannya bupati mengungkapkan peresmian gedung baru Puskesmas Karangdadap merupakan langkah menuju peningkatan dalam sistem kebijakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan, yang rencananya, sistem berobat gratis dengan KTP akan berubah menjadi Universal Health Coverage (UHC). Peresmian dihadiri para Kepala OPD, Forkopimcam Karangdadap, Unsur PKK, para kepala desa, tokoh masyarakat setempat serta tenaga Kesehatan,
Bupati menandaskan bahwa UHC diterapkan dengan tujuan memberikan akses kesehatan yang lebih luas bagi seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki BPJS mandiri. “Kita mempersiapkan diri, yang tadinya berobat gratis cukup pakai KTP, sekarang kita akan selangkah lebih maju, dimana semua masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak punya BPJS mandiri kita BPJS-kan. Jadi Tahun ini kita akan UHC, dimana jika UHC ini diterapkan berarti fasilitas kesehatan juga harus kita siapkan semaksimal mungkin, Puskesmas akan kita buat rawat inap semua, kita bangun semua yang bagus dan rapi, fasilitas yang lengkap untuk masyarakat sehingga masyarakat bisa berobat dengan nyaman,” terang bupati.
"Langkah ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Kabupaten Pekalongan. Dengan UHC, tidak akan ada batasan dalam akses kesehatan bagi masyarakat, dan ini merupakan dorongan besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan," tambah Bupati.
Bupati berharap penerapan UHC akan dapat meningkatkan pendapatan Puskesmas melalui layanan kesehatan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi para tenaga kesehatan. Sejalan dengan itu, Bupati menekankan kepada para tenaga medis tentang pentingnya menerapkan sikap yang ramah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang ramah dan bersahabat.
“Saya harapkan seluruh tim kesehatan Kabupaten Pekalongan mempersiapkan diri sebaik- baiknya agar bisa memberikan pelayanan yang paling hebat untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. Salam sapa, sopan, santun. Ini harus benar-benar diterapkan pada diri kita,” tandasnya.
Kepala Puskesmas Karangdadap dr. Endah Winarti dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang telah memberikan perhatian, sehingga pembangunan gedung baru Puskesmas Karangdadap dapat terealiasi, “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu Bupati Pekalongan, atas bantuannya sehingga Gedung Puskesmas Karangdadap bisa terealiasasi dalam keadaan yang baik dan cukup megah,” ungkapnya.
Rabu, 7 Februari 2024
Ditemui usai ceremoni peresmian, Bupati Fadia menuturkan, bahwa sebelum mempunyai gedung seperti sekarang ini, Puskesmas Kesesi I sempat ngontrak. Namun pada tahun 2023 dirinya beserta Sekda dan jajarannya sepakat agar Puskesmas Kesesi I harus punya gedung sendiri. “karena jika ngontrak dan dengan kondisi gedung yang bocor kita tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Akan tetapi dengan adanya gedung baru yang permanen dan milik sendiri, lanjut Bupati, maka bisa dikontrol dan semuanya bisa berjalan dengan baik. “kita mau Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan ini mempunyai alat yang canggih minimal peralatanya memadai,” jelasnya.
Dijelaskannya, semua Puskesmas akan disiapkan dengan alat terbaik, sehingga masyarakat di daerah atas tidak perlu turun ke bawah, karena peralatan di puskesmasnya sudah terpenuhi. “kita sedang berusaha agar semua Puskesmas di Kabupaten Pekalongan bisa menjadi Puskesmas rawat inap, kalau daerah atas kita sudah maksimalkan semua untuk rawat inap,” ujar Fadia.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro mengaku bahagia dan bangga karena Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bisa meresmikan secara langsung gedung baru Puskesmas Kesesi I. “semoga dengan gedung baru ini bisa meningkatkan pelayanan, khususnya masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” harapnya.
Senin, 5 Februari 2024
Usai meresmikan Jembatan kalijambe, hari ini Bupati juga meresmikan Ruas Jalan Kalijambe - Bulaksari sepanjang 290 meter dengan lebar 5 Meter yang selesai diperbaiki menggunakan Anggaran APBD sebesar ± 900 Juta Rupiah.
Untuk Rehabilitasi jembatan yang memiliki panjang 88 meter dan lebar 3,3 meter tersebut menelan biaya sebesar lebih dari 1,2 Miliyar Rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan.
Upacara peresmian dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Forkopimcam Sragi, serta kepala desa, lurah, dan masyarakat setempat ditandai secara simbolis, dengan penandatanganan prasasti, pemecahan kendi, dan penebaran uang koin (udik-udikan) oleh Bupati Pekalongan sebagai ungkapan syukur.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rehabilitasi Jembatan Kalijambe melibatkan tahapan yang panjang, mengingat jembatan tersebut adalah milik PG Sragi. Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki jembatan tersebut. “Hal ini tercermin dalam upaya koordinasi yang intens dengan pihak PG Sragi, termasuk pertemuan dengan petinggi-petinggi perusahaan, sehingga akhirnya Pemkab Pekalongan memperoleh izin untuk melakukan perbaikan,” kata Fadia.
Bupati berharap dengan rehabilitasi Jembatan Kalijambe, masyarakat dapat merasakan dampak manfaat yang besar seperti peningkatan ekonomi dan kemudahan akses transportasi terutama bagi anak-anak sekolah. “saya berpesan kepada masyarakat agar turut serta menjaga, dan merawat Jembatan Kalijambe agar tetap dalam kondisi prima dan tidak mudah rusak, “Dijaga yang baik nggih ibu bapak, dijaga yang baik biar masyarakat kita selamat, biar tidak ada yang takut lagi lewat sini,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 ini, Pemkab Pekalongan akan melakukan rehabilitasi jalan diwilayah Kecamatan Sragi diantaranya Kedungjaran-Sragi, Bulaksari – Sidosari, Kelijambe – Pololawen. Bupati menekankan bahwa perbaikan jalan selama ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Pekalongan, “Artinya kami saat memperhatikan sekali jalan-jalan di Kabupaten pekalongan ini,” pungkasnya.
Senin, 5 Februari 2024
Dalam sambutannya, Fadia optimis Rumah Pompa ini akan menjadi solusi potensial untuk mengatasi banjir yang sering melanda Desa Tegaldowo dan sekitarnya “Alhamdulillah rumah pompa ini sudah jadi dan bisa beroperasi. Dengan rumah pompa ini, semoga masalah banjir sedikit demi sedikit bisa terselesaikan di Desa Tegaldowo ini," katanya.
Rumah Pompa seluas 4 x 9 M² tersebut dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Pekalongan senilai 2,6 M. Dengan kapasitas maksimal 500 liter/detik, Rumah Pompa ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir yang sering melanda Desa Tegaldowo dan sekitarnya.
Bupati berharap rumah pompa ini dapat bermanfaat, dan tidak lagi terjadi banjir di Desa Tegaldowo, sehingga rejeki masyarakat bisa selalu lancar. “semoga Rumah Pompa ini akan membantu masyarakat untuk beraktivitas normal dan mendukung kelancaran ekonomi local,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaedi, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Fadia sebagai Bupati Pekalongan berserta jajaran yang telah membangun rumah pompa ini untuk keempat desa “tidak hanya untuk Desa Tegldowo namun Rumah Pompa ini akan memberikan manfaat bagi 3 desa lainnya, yaitu, Desa Jeruksari, Desa Mulyorejo, dan Desa Karangjompo,” jelasnya.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, dan tradisi udik-udikan oleh Bupati Pekalongan yang didampingi antara lain Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, H. Ashraff Abu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Kepala DPU Taru, dan Camat Tirto.
Senin, 5 Februari 2024
Dalam sambutannya, Bupati Fadia berharap dengan peningkatan jalan ini menjadikan jalan lebih nyaman dan mulus dilalui oleh berbagai jenis kendaraan. Dirinya juga menekankan agar jalan yang telah dibangun agar dijaga dan memanfaatkan hasil pembangunan dengan sebaik-baiknya.
"saya berharap masyarakat menjaga yang baik dan sama-sama solid semua dan menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan. Supaya kita bisa membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik lagi," katanya.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar infrastruktur jalan yang telah dibangun tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Jeruksari Sugiharto, atas nama warga Desa Jeruksari mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah melaksanakan pembangunan di desa ini.
“Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk pembangunan yang berkelanjutan di Desa Jeruksari dan semoga warga juga mampu menyambut ini dengan baik,” ucapnya.
Sebagai ungkapan rasa syukur, peresmian dirayakan dengan tradisi udik-udikan, dimana masyarakat setempat berpartisipasi dalam tradisi tersebut dengan berebut uang koin yang disebar/ dilemparkan oleh Bupati. Momen ini menjadi simbol kebersamaan warga yang ingin 'ngalap berkah' (berharap mendapat berkah) jika mendapatkan bagian dari uang tersebut.
Senin, 5 Februari 2024
Kunjungan tersebut guna memastikan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan dilangsungkan pada tanggal 14 Februari nanti berjalan dengan aman dan lancar.
Ditemui usai kunjungan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menuturkan, selain melihat langsung kesiapan KPU, Pj Gubernur juga berkoordinasi langsung penyelenggara Pemilu di tingkat kabupaten yakni KPU dan Bawaslu. “dari hasil kunjungan semuanya baik, dan kegiatan yang ada di gudang KPU sedang berjalan, logistik yang ada disini rapi semua dan tidak ada yang mengkhawatirkan,” katanya.
Disinggung terkait makin dekatnya hari pemungutan suara, Bupati Fadia menegaskan bahwa kondisi masyarakat Kota Santri saat ini masih kondusif, hal itu berkat semua pihak yang bekerjasama agar Pemilu dapat berjalan dengan sukses namun aman dan damai. “pesan saya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan meski beda pendapat, namun tetap jaga persaudaraan,” pintanya.
Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah menuturkan untuk logistik di KPU Kabupaten Pekalongan sudah 100 persen dan tinggal proses packing dan dijadwalkan mulai distribusi pada awal Februari. “rencananya sekitar tanggal 5 Februari mulai distribusi logistik ke kecamatan, saat ini proses packing baru 30 persen,” terangnya.
Karena bulan Februari merupakan puncak musim hujan, Izah menjelaskan untuk keamanan proses distribusi akan menggunakan mobil box, agar logistik aman sampai tujuan.
“meskipun kotak suara kita bungkus dengan plastik dan surat suara juga, namun demi keamanan kita kirim memakai mobil box,” ujarnya.
Rabu, 31 Januari 2024
Disampaikan Nana Sudjana dalam sambutannya, Dana bantuan tersebut diserahkan untuk sejumlah sektor, meliputi Sarana Prasarana Infrastruktur Jalan, Keuangan Pemerintah Desa untuk Peningkatan Sarana Prasana Pedesaan dan bantuan TMMD, Penanggulangan Masalah Gizi (PMG), RTLH sebanyak 552 unit, Bansos Penyaluran Stimulan Pembangunan Rumah sebanyak 66 unit, Bantuan Sosial Kartu Jateng Sejahtera, Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk 10 Kelompok, Hibah bidang kesejahteraan sosial untuk Karang Taruna, dan Bantuan Pengembangan Desa Wisata.
Ditambahkan bantuan lainnya juga disampaikan untuk MTs Muhammadiyah Darussalam Talun, MTs Muhammadiyah Kajen, RA Muslimat NU Masyitoh 18 Bandengan, serta berbagai bantuan lainnya seperti sambungan listrik, pembangunan digester, hibah huller dan puller Poktan Tani Maju Desa Bantarkulon Kecamatan Lebakbarang, pupuk ZA, benih tanaman, kopi, robusta, dan bantuan cadangan pangan Pemrov Jateng sebanyak 5 ton beras dan 2500 mie mocaf kepada Kecamatan Kandangserang. Selain itu, ada bantuan cadangan pangan Pemrov Jawa Tengah berupa 4 ton beras dan 2000 bungkus mie mocaf kepada Kecamatan Kesesi, serta 1 ton beras dan 500 bungkus mie mocaf kepada Kecamatan Kajen.
"Total dana bantuan yang kami sampaikan hari ini untuk Kabupaten Pekalongan mencapai lebih dari 79 Miliar Rupiah. Dari jumlah tersebut, sekitar 25,5 miliar rupiah dialokasikan untuk bantuan keuangan sarana dan prasarana desa, dengan setiap desa mendapatkan alokasi sebesar 200 juta rupiah," terang Nana Sudjana.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengucapkan terima kasih kepada Pj Gubernur dan Pemrov Jateng atas berbagai bantuan yang telah disalurkan. "Ini merupakan bentuk perhatian luar biasa dari Bapak Pj Gubernur kepada Jawa Tengah khususnya kepada Kabupaten Pekalongan," ungkap Bupati.
Acara yang berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan dihadiri oleh Forkopimda, Sekda Kabupaten Pekalongan, Staff Ahli, Para Asisten Sekda, Para Kepala OPD, Para Direktur Rumah Sakit, Camat, Lurah dan Kepala Desa sekabupaten Pekalongan.
Rabu, 31 Januari 2024