Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Menjelang berakhirnya masa tugas, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto, secara resmi berpamitan dalam rapat dinas terakhir bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Rapat dinas ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, para asisten, para staf ahli bupati, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala bagian di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, dan para camat.
Acara tersebut berlangsung di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada Jumat (22/11/2024) pagi. Selain memimpin rapat, Widi Hartanto sebelumnya juga diketahui sempat memimpin apel pagi di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Ia juga berjabat tangan dengan para ASN dan berpamitan dengan mengunjungi sejumlah dinas yang ada di kawasan alun-alun Kajen.
Dalam sambutannya, Widi Hartanto mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Pekalongan atas dukungan yang diberikan selama kurang lebih dua bulan masa jabatannya."Waktu dua bulan ini memang sangat singkat, tetapi penuh dengan berbagai situasi. Saya berterima kasih kepada Sekda, para asisten, kepala OPD, camat, dan seluruh jajaran yang telah membantu dan mendukung saya," tambahnya.
Widi juga menyampaikan bahwa masa tugasnya sebagai Pjs Bupati Pekalongan akan berakhir pada Sabtu, 23 November 2024. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan tugas hingga detik terakhir. "Jika masih ada hal terkait administrasi atau laporan yang perlu diselesaikan sebelum masa tugas saya berakhir, silakan hubungi saya. Karena setelah tanggal 23, saya sudah tidak lagi memiliki totalitas lagi," ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, mewakili seluruh ASN menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Widi Hartanto."Terima kasih atas dedikasi Bapak dan Ibu Widi selama dua bulan ini. Semoga semua yang dilakukan dicatat sebagai amal saleh. Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan selama Bapak bertugas di sini," ucapnya.
Senin, 25 November 2024
KAJEN - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 Tahun 2024, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan komitmen untuk tingkatkan Integrasi Layanan Primer Kesehatan (ILP) diseluruh Fasilitas Kesehatan yang ada. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, Selasa (12/11/2024).
KAJEN - Ada yang spesial dari Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2024 Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada Minggu (10/11/2024) di Lapangan Utama Alun-alun Kajen. Pasalnya "para pahlawan" nasional hadir di tengah-tengah upacara menyampaikan pesan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Pesan-pesan itu disampaikan oleh 10 orang yang berkostum mirip dengan pahlawan nasional seperti Ir. Soekarno, Douwes Dekker, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, serta Jenderal Soedirman.
Dalam kunjungannya, Pjs Bupati Pekalongan mengatakan, Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama tahapan Pilkada serentak tahun 2024 berlangsung. Terutama keamanan logistik Pilkada di daerah - daerah yang berpotensi banjir di musim hujan ini, seperti di Kecamatan, Siwalan, Wiradesa dan Tirto.
"Keamanan logistik yang sudah di distribusikan dari KPU ke setiap Kecamatan atau PPK, harus menjadi tanggung jawab bersama hingga nanti pendistribusian di tingkat desa atau PPS dan ke TPS atau KPPS," terangnya.
Ditambahkan Widi, Pada hari ini sudah 5 kecamatan yang di tinjau secara langsung guna memastikan proses pendistribusian berjalan dengan lancar. Diantaranya kecamatan Kesesi, Sragi, Siwalan, Tirto dan Kecamatan Kedungwuni.
Dalam kesempatan tersebut Pjs Bupati Pekalongan juga menghimbau kepada masyarakat kabupaten Pekalongan untuk turut sukseskan pilkada serentak tahun 2024 dan gunakan hak.pikihnya pada 27 November 2024 nanti. Selain itu juga tetap menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.
"Pelaksanaan pemungutan suara tinggal 6 hari lagi, harapannya masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan turut menjaga kondusifitas dilingkungan masing-masing," terangnya.
Terpisah, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Tirto, Afif Wildani menyampaikan, untuk antisipasi distribusi logistic di wilayah kecamatan tirto yang rawan banjir dan rob, logistik di tempatkan dilokasi paling aman. Selain itu PPK tirto juga siapkan antisipasi Ketika terjadi banjir dan rob dengan TPS berderet.
“ Untuk antisipasi banjir rob, PPK sudah siapkan sejumlah titik lokasi TPS yang lebih tinggi, diantaranya di jalan utama desa yang sudah ditinggikan, jika terjadi kondisi banjir bisa dimungkinkan ada TPS berderet, namun harapanya ini tidak terjadi,” terangnya
Jumat, 22 November 2024
Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pembagian 1000 Benih cabai serta Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pada GPM kali ini, disediakan 300 paket sembako seharga Rp80.000, yang berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 kg minyak goreng, serta produk lainnya dengan harga murah.
Kegiatan dihadiri oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal, Pemimpin Perum Bulog Cabang Tegal, perwakilan unsur Forkopimda, Ketua Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD terkait, serta tamu undangan lainnya.
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Bank Indonesia Perwakilan Tegal, BPS Kabupaten Pekalongan, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Peserta kegiatan meliputi anggota TPID Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kecamatan Karangdadap, serta perwakilan dari PC Aisyiyah dan PAC Muslimat Kecamatan Karangdadap.
Pjs Bupati Pekalongan, Widi Hartanto, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas TPID serta pencanangan Gerakan Menanam Cabai merupakan upaya penting dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Pekalongan melalui kolaborasi berbagai pihak. "Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara Pemkab Pekalongan, Forkopimda, Bank Indonesia (BI), Bulog, BPS, PKK, serta organisasi masyarakat seperti Aisyiyah dan Muslimat NU. Kolaborasi ini sangat penting, karena tanpa sinergi, pengendalian inflasi akan sulit dicapai," ujarnya.
Widi Hartanto menambahkan bahwa berdasarkan data per Oktober 2024, tingkat inflasi di Kabupaten Pekalongan berada di angka 2,1%, yang masih dalam rentang yang diharapkan pemerintah. Meskipun demikian, ia berharap gerakan-gerakan pengendalian inflasi di Kabupaten Pekalongan terus digalakkan. "Saya berharap seluruh stakeholder, dengan peran masing-masing, untuk bergerak bersama, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, karena sebenarnya semuanya bisa saling membantu," tambahnya.
Asisten II Sekda Kabupaten Pekalongan, selaku Ketua Panitia Kegiatan, Siti Masruroh, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan TPID dalam pengendalian inflasi.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa pencanangan Gerakan Menanam Cabai dilakukan mengingat cabai merupakan komoditas yang menjadi salah satu penyumbang angka inflasi karena harganya yang cenderung fluktuatif dan tidak stabil, “Harga cabai biasanya mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan maupun karena faktor cuaca yang menyebabkan berkurangnya pasokan. Diharapkan dengan gerakan menanam cabai ini dapat menjaga stabilitas harga cabai.” pungkasnya.
Rabu, 20 November 2024
Orientasi ini bertempat di Hotel Dafam, tanggal 15-16 November 2024 dengan mendatangkan tamu ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Kabag Prokompim, perwakilan Polres, Perwakilan Dandim, ketua PWI Jateng dan beserta tamu undangan lainnya.
PJS Bupati Pekalongan, menyampaikan terimakasih kepada atas pemberitaan yang disampaikan PWI Kabupaten pekalongan serta PWI Provinsi Jawa Tengah atas dukungan mereka dalam menyampaikan informasi yang berkualitas dan menjalin kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
"Saya yakin bapak dan ibu sudah profesional dan kompeten, namun tidak ada salahnya kita terus meningkatkan diri sama halnya dengan kami sebagai pegawai yang juga memerlukan pembinaan," ujarnya.
Menurut Widi, peran media massa sangat penting dalam membangun kolaborasi, terutama dengan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, masyarakat, dan media massa. Selain memberikan informasi, media massa juga memiliki peran edukatif untuk menyampaikan hasil-hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyampaikan bahwa kebebasan pers saat ini menuntut jurnalis untuk semakin profesional. "Kejujuran adalah hal penting bagi jurnalis agar dapat menjadi pemersatu dan penyejuk masyarakat, serta pusat edukasi bagi masyarakat," katanya.
Selain itu, Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Mahmud, menyatakan bahwa orientasi kewartawanan ini merupakan kegiatan rutin PWI di tingkat kabupaten dan kota yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme jurnalis. "Menjadi wartawan yang profesional adalah cara utama untuk meyakinkan publik bahwa profesi ini memiliki martabat yang harus dijaga," ujar Amir.
Senin, 18 November 2024
Demikian disampaikan Pjs Bupati Pekalongan dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar saat menghadiri kegiatan simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 yang diadakan oleh KPU Kabupaten Pekalongan di SMK N 1 Karangdadap, Minggu 17 November 2024.
Sekda, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas dedikasi yang luar biasa dalam upayanya mensukseskan Pilkada 2024. “Kerja keras dan profesionalisme KPU dalam menyiapkan dan melaksanakan simulasi ini mencermikan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dari KPU untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2024 yang lancar, tanpa kendala, efektif dan efisien, namun dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi, keadilan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan pemilihan umum,” katanya.
Selanjutnya, pihaknya mengajak KPU untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah, panitia pemilihan, aparat keamanan, dan masyarakat. “Kami meyakini bahwa sinergi yang baik antar instansi akan memastikan terciptanya pemilihan umum yang berlangsung dengan tertib dan adil,” lanjutnya.
Sekda berpesan kepada seluruh peserta kegiatan simulasi agar mengikuti setiap tahapan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab, Jaga ketertiban dan toleransi antar sesame, sert jangan ragu untuk menyampaikan ide, masukan, dan kritik yang membangun guna meningkatkan kualitas pemilihan umum. “Saya mengajak semuanya untuk menjadikan simulasi ini sebagai sarana pembelajaran. Mari kita jadikan setiap kesalahan atau hambatan yang mungkin muncul sebagai peluang untuk memperbaiki dan memperkuat system,” pintanya.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izzah mengatakan, untuk simulasi kali ini menggunakan pemilih di TPS 2 Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap dengan 476 pemilih. “tujuan diselenggarakannya kembali simulasi ini untuk memantapkan kesiapan petugas ad-hoc (PPK, PPS, hingga KPPS) dalam bertugas pada 27 November 2024 nanti,” terangnya.
Senin, 18 November 2024
Sejalan dengan Program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam penyelenggarakan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Nasional, Optimalisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Pekalongan. Sekaligus sebagai wujud implementasi transformasi pilar pertama.
“Untuk Integrasi layanan kesehatan Primer ini semua nanti jaringan layanan kesehatan terintegrasi langsung, Pihaknya juga sudah melakukan studi bandi ke daerah solo, harapanya Puskesmas yang menjadi pilot project ini dapat menularkan inovasi tersebut ke puskesmas lain,” terang wawan.
Senada disampaikan Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, Ada tiga hal yang menjadi fokus Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Pertama adalah penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan Kesehatan, Kedua mendekatkan Pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun termasuk untuk memperkuat promosi dan pencegahan yaitu melalui deteksi dan screening penyakit dan ketiga memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard situasi kesehatan perdesaan.
“Trobosan yang dilakukan merupakan prioritas Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tiga tahun terakhir ini, salah satunya dengan peningkatan indicator-indikator Pembangunan manusia, semuanya untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan,” terang Akbar.
Dalam momentum Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ini Sekda Kabupaten Pekalongan menambahkan, Kementerian Kesehatan sangat mengapresiasi upaya Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kesehatan setempat dalam Konsorsium Pelayanan Kesehatan Primer untuk mewujudkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Kota Santri.
Selasa, 12 November 2024
Pesan-pesan yang disampaikan adalah kata-kata bijak atau quotes yang terkenal yang pernah disampaikan oleh para pahlawan seperti perkataan Ir. Soekarno yang terkenal adalah "beri aku seribu orang tua niscaya aku akan cabut Semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia".
Para Pahlawan menyampaikan quote-nya secara bergiliran yang harapannya bisa menjadi inspirasi dalam berjuang menjalani kehidupan bagi seluruh peserta upacara tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan tersebut Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto yang bertindak sebagai Inspektur upacara menyampaikan amanat dari Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) poinnya adalah setiap zaman mempunyai tantangan yang berbeda, jika di zaman dahulu mendobrak dan mengusir penjajah maka jika implementasi semangat kepahlawanan di masa kini adalah meruntuhkan struktur dan kultur kemiskinan serta kebodohan yang menjadi masalah utama di Indonesia.
"Pada setiap masa akan berbeda tantangannya, peluangnya, kekuatannya, dan keterbatasannya. Ketika dahulu implementasi kepahlawanan adalah dengan mendobrak, menjebol, struktur bangunan kolonialisme penjajah, maka saat ini implementasinya adalah meruntuhkan kultur dan struktur kemiskinan serta kebodohan yang menjadi akar masalah sosial di Indonesia," ucap Widi Hartanto saat membacakan amanat Menteri Sosial.
Dalam amanat tersebut Gus Ipul juga berpesan bahwa semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial inklusif untuk rakyat di manapun berada.
Pada akhir amanatnya Pjs Bupati mengajak masyarakat untuk sama-sama mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan untuk berinovasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan.
"Mari kita sama-sama mengamalkan nilai-nilai semangat kepahlawanan dalam kehidupan untuk berinovasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan," tutur Widi sesaat sebelum menutup amanat.
Upacara Hari Pahlawan 2024 ini mengusung tema "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu". Tema tersebut memiliki makna bahwa teladani pahlawanmu artinya semua olah pikiran senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Sedangkan cintai negerimu memiliki makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih bagi kemajuan Indonesia.
Senin, 11 November 2024
Acara yang berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (03/11/2024) kemarin berlangsung khidmat dan lancar.
"Semoga teman-teman sekalian dapat mengemban amanah ini dengan baik dan dapat memajukan organisasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Widi Hartanto juga mengucapkan selamat kepada pengurus lama ISNU Kabupaten Pekalongan yang telah menuntaskan tugasnya yaitu mensukseskan visi dan misi ISNU Kabupaten Pekalongan dengan baik.
“Semoga kerja keras teman-teman semuanya, bapak ibu pengurus yang lama, menjadi pengalaman yang berharga serta akan dicatat sebagai amal ibadah teman-teman semuanya,” lanjutnya,
Widi Hartanto berharap ISNU Kabupaten Pekalongan dapat menjadi wadah silaturahmi bagi para sarjana NU agar terus memberikan pemikiran dan manfaat bagi seluruh jamaah NU, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dan juga masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ia juga menekankan pentingnya peran ISNU sebagai agen perubahan di tengah globalisasi untuk memberikan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
“Globalisasi tentu ada nilai-nilai yang harus diterapkan terus dan teman-teman ISNU tentu bisa menjadi agen perubahan dengan masuk ke masyarakat, memberikan nilai-nilai penting, nilai-nilai positif kepada seluruh masyarakat untuk kemajuan ekonomi dan kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Perwakilan PCNU Kabupaten Pekalongan, Kyai Coyo Hudi Susilo, turut mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus cabang ISNU Kabupaten Pekalongan. “Dengan pelantikan yang baru saja ini, semoga bisa membawa amanah, bisa membawa manfaat untuk Kabupaten Pekalongan dan kami dari pengurus cabang NU mendukung ini semua kegiatan-kegiatannya,” katanya.
Ketua Pengurus Cabang ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pdi, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan tonggak sejarah baru bagi perjalanan organisasi PC ISNU Kabupaten Pekalongan. Ia mengajak seluruh pengurus baru untuk menjadi pelopor perubahan dan agen kebaikan demi kemajuan masyarakat.
“Kepada teman-teman pengurus yang baru dilantik, kita semua memiliki tanggung jawab yang besar, kita dipanggil untuk menjadi pelopor perubahan, menjadi agen kebaikan dan menjadi generasi penerus yang membawa ISNU semakin maju ke depan,” ucapnya.
Moh. Nasrudin juga menekankan bahwa musyawarah kerja yang dilaksanakan hari itu merupakan forum yang sangat penting untuk merumuskan program kerja selama satu periode ke depan. Ia pun mengajak untuk memanfaatkan momentum tersebut untuk merumuskan program yang inovatif.
“Marilah bersama-sama untuk memanfaatkan moment ini untuk saling bertukar pikiran, berdiskusi, memastikan program-program yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sumber : Prokompim Kab. Pekalongan
Jumat, 8 November 2024
Dua Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Pekalongan yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Reklame dan Raperda tentang Pemberdayaan Usaha Mikro.
Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, didampingi Wakil Ketua DPRD Ruben R Prabu Faza. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, serta para anggota dewan.
Dalam sambutannya, Widi Hartanto memberikan apresiasi atas inisiatif DPRD yang telah mengajukan kedua Raperda tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen DPRD dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan reklame, yang diharapkan dapat mencapai keseimbangan berbagai aspek pemerintahan dan pembangunan daerah. Selain itu, pemberdayaan usaha mikro menjadi upaya dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif serta mengembangkan ekonomi daerah.
Widi Hartanto memberikan sejumlah saran untuk penyempurnaan Raperda dalam tahap pembahasan selanjutnya, khususnya mengenai Raperda tentang Penyelenggaraan Reklame. Dalam Raperda ini, Pemerintah Daerah memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan penyelenggaraan reklame, menentukan lokasi dan titik reklame, mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi terkait reklame, menyediakan sarana dan prasarana di bidang reklame, menerbitkan izin, serta memungut pajak atau retribusi sesuai ketentuan perundang-undangan.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan reklame di Kabupaten Pekalongan sebelumnya telah diatur melalui Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 50 Tahun 2015, namun masih terbatas dalam pengaturannya. “Untuk itu dengan disampaikannya Raperda ini, kami harapkan dalam pembahasan lebih lanjut untuk dilakukan pencermatan secara substantif terkait materi muatan agar apa yang diatur lebih terperinci dan lebih luas sehingga dapat mengakomodir peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Reklame," ujarnya.
Sementara itu, terkait Raperda tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Widi Hartanto menekankan agar strategi dan langkah pengembangan usaha mikro diatur secara lebih rinci, mencakup tanggung jawab teknis seperti pendataan, kemitraan, kemudahan perizinan, dan penguatan kelembagaan.
Menutup sambutannya, Pjs Bupati berharap agar kedua Raperda tersebut dapat dikonsultasikan secara komprehensif dan substantif dengan Pemerintah Provinsi.
“Kami berharap agar Raperda ini dapat disusun sesuai kaidah, norma, dan kewenangan yang berlaku, sehingga bisa menjadi payung hukum yang efektif di Kabupaten Pekalongan," tandasnya.
Sumber : Prokompim Kabupaten Pekalongan
Jumat, 8 November 2024