KAJEN - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq beserta suami Ashraff Abu menghadiri acara lepas sambut Kapolres Pekalongan dari AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K., M.H kepada Kapolres Pekalongan yang baru yakni AKBP Doni Prakoso Widamanto, S.I.K.
Acara yang dilangsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan pada Selasa malam (23/7/2024) tersebut dihadiri pula oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan.
AKBP Wahyu Rohadi kini menjabat sebagai Kasubagtihorkam Bag Yanhak Rowatpers SSDM Polri. Sedangkan AKBP Doni Prakoso Widamanto, S.I.K sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pekalongan Kota.
Dalam sambutanya Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengatakan bahwa suka atau tidak suka akan dialami yakni datang dan pergi pejabat di Kabupaten Pekalongan merupakan kodrat sebagai pemimpin.
“saya selaku bupati mengucapkan selamat bertugas ditempat yang baru kepada AKBP Wahyu Rohadi yang akan bertugas di ibukota ditempat yang secara penduduk lebih ramaia dari Kabupaten Pekalongan,” katanya.
AKBP Wahyu Rohadi menurut Bupati adalah orang yang baik dan tidak pernah meminta apapun kepada Bupati. Kapolres menurut Fadia dapat berkomunikasi dengan baik baik dengan bupati maupun forkompimda dan mengayomi masyarakat di wilayah hukumnya. Sehingga pada saat Pemilu Serentak kemarin dapat berjalan dengan aman dan tenang.
“saya doakan beliau bisa kembali ke Jawa Tengah dengan pangkat dan jabatan yang lebih tinggi dan tidak melupakan Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Kepada Kapolres yang baru, bupati mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bersama Forkompimda Kabupaten Pekalongan. Dikatakan Fadia, meski baru akan tetapi Kapolres lama sedikit banyak sudah mengenal Kabupaten Pekalongan karena dua kecamatan yakni Buaran dan Tirto masuk wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.
“Selamat datang di Kabupaten Pekalongan dimana ada 19 kecamatan dan penduduknya 1 juta lebih. Kami sampaikan kepada bapak Kapolres bahwa warga Kabupaten Pekalongan orangnya baik-baik semua,” terangnya.
Dirinya berharap, Kapolres yang baru dapat berkomunikasi yang baik dan bisa membentuk persaudaraan yang baik sehingga nanti pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan kondusif, masyarakatnya adem ayem.
Rabu, 24 Juli 2024
KAJEN - Haul adalah salah satu bentuk penghargaan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat untuk kemudian diteladani dan dicontoh.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutanya yang dibacakan Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso pada acara Bungkus Bersholawat, Pengajian Umum Khaul Waliyullah Dukuh Bungkus dan Santunan Anak Yatim, Desa Kalimojosari Kecamatan Doro, Minggu 21 Juli 2024 malam.
KAJEN - Melihat banyaknya pecinta motor Di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten membangun sarana balap motor di kawasan UMKM Center, Kelurahan Kedungwuni Barat Kecamatan Kedungwuni.
Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Rabu 10 Juli 2024 bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dan dihadiri Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan bersama Kepala OPD, Forkompimcam Kedungwuni serta ratusan pecinta motor se Kabupaten Pekalongan.
Ditambahkan bupati bahwa Haul juga menjadi cara kita untuk berintrospeksi atas apa yang telah kita kerjakan selama ini agar kedepan menjadi lebih baik. “saya berharap acara ini dapat menjadi momen bagi kita untuk memperingati dan mengenang serta menghidupkan semangat dan ajaran-ajaran para sesepuh kita dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam acara haul ini, lanjut Fadia, kita tidak hanya mengingat dan mengenang sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan agama dan kemajuan masyarakat di Dukuh Bungkus dan sekitarnya serta Kabupaten Pekalongan. “saya berharap kita dapat dari kehidupan beliau, serta mengambil hikmah dan insprirasi untuk menjalani kehidupan kita dengan lebih baik,” terangnya.
Melalui kegiatan haul, bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan oleh waliyullah Dukuh Bungkus. Menjadikan haul ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama.
“Peringatan haul ini menjadi lebih bermakna karena bertepatan dengan Bulan Muharam yang merupakan salah satu bulan spesial yang dianjurkan untuk berbuat baik, berbagi dengan sesama terutama dengan anak yatim. Dan saya berharap seluruh elemen masyarakat senantiasa dapat bersinergi dalam upaya memajukan daerah dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil dan merata (Setara),” pungkasnya.
Selasa, 23 Juli 2024
Hal ini seperti yang disampaikan Kepala UPT Obyek Wisata Linggoasri Kecamatan Kajen, Hari Purnomo, beberapa waktu lalu. Hari mengatakan, dua spot tersebut paling banyak diminati oleh pengunjung karena ada beberapa kegiatan menarik. “untuk taman satwa para pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan satwa seperti memberi makan dan di taman bunga banyak spot selfie yang menarik,” terangnya.
Pada musim liburan ini, terangnya, wisatawan banyak didominasi oleh wisatawan keluarga dan banyak didominasi dari pengunjung lokal, namun juga ada dari beberapa daerah tetangga, seperti Batang, Pemalang dan lainnya. “saat liburan sekolah, untuk tarif tidak begitu mengalami perubahan. Tiket masuk untuk anak anak hari biasa Rp.5000 sedangkan dewasa Rp 7500, saat liburan Rp 10 ribu,” tambah Hari.
Dijelaskan Hari, bahwa untuk menambah minat pengunjung, saat ini sedang dibangun taman kelinci berlokasi di depan arena gajah. “taman kelinci tersebut dalam waktu dekat bisa beroperasi dan diharapkan dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung di Linggoasri,” harapnya.
Rabu, 17 Juli 2024
Demikian disampaikan Bupati dalam sambutanya yang dibacakan Asisten 1 Pemerintah Sekda Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso pada acara Lebaran Yatim : Berbagi Cinta Berlimpah Berkah, santunan anak yatim, piatu, yatim piatu, difabel dan dhuafa yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa 16 Juli 2024.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan Muhtaram, perwakilan Dindikbud, Bagian Kesra serta ratusan anak yatim, dhuafa dan difabel penerima santunan.
Bupati Fadia atas nama Pemkab Pekalongan dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kepada Baznas Kabupaten Pekalongan yang telah menginisiasi sekaligus menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya Bulan Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Islam dan merupakan bulan penuh makna bagi umat muslim. “banyak peristiwa besar yang terjadi pada bulan ini, sehingga Bulan Muharam menjadi bulan yang mulia,” katanya.
Dalam momentum bulan ini, lanjut Fadia, alangkah lebih baiknya diisi dengan amal kebaikan, salah satunya dengan bersedekah kepada saudara kita yang membutuhkan. Dijelaskannya kegiatan berbagi ini tidak hanya sekedar memberikan bantuan materi tetapi juga memberikan cinta, perhatian dan dukungan moral kepada 1.000 anak sekolah yatim piatu, dhuafa dan difabel yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan. “Semoga dengan bantuan yang disalurkan ini menjadikan anak semakin semangat belajar dan meraih cita-cita. Dan anak ingat selalu dan terus berdoa kepada Allah. Tetaplah berusaha dengan tekun dan jadilah pribadi yang baik serta peduli terhadap sesama,” pintanya.
Bupati juga mengajak untuk meningkatkan rasa kepedulian dan kebersamaan, khususnya kepada anak yatim piatu dan dhuafa. “semoga kegiatan ini menjadi inspirasi kita semua untuk selalu berbagai selalu peduli dan mencintai sesama, sehingga keberkahan dari Allah akan menyertai kita semua,” harap Fadia.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan Muhtarom menjelaskan jumlah keseluruhan santunan anak yatim dan dhuafa pada kegiatan ini adalah 1.000 orang namun yang diundang ke pendopo sekitar 400 orang dan lainnya langsung dikirim ke panti dan pemohon masing-masing. “Semoga dengan kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa ini kita semua diberkati oleh Allah SWT, karena mereka adalah benteng daerah kita, dan doa mereka Insyallah langsung tembus kelangit dan ijabah,” terangnya.
Rabu, 17 Juli 2024
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkim LH, Drs. Muhammad Abduh Gazali, MT melalui Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Budi Tulus Suwito ST di ruang kerjanya, Selasa (16/07/24). Pihaknya menerjunkan 6 orang petugas per hari, yang terbagi dalam 3 shift, yaitu pagi, siang, dan sore, untuk membersihkan area Taman Alun-Alun Kajen.
Alun-Alun Kajen sejak tiga tahun terakhir ini cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, menyusul dibangunnya berbagai fasilitas di kawasan tersebut.
Kawasan Alun-Alun Kajen saat ini dilengkapi dengan berbagai bangunan yang dapat dijadikan spot foto yang instagramable serta fasilitas taman bermain anak serta lapangan futsal yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Bangunan dan fasilitas tersebut antara lain Gapura Asmaul Khusna, pedestrian dengan kursi-kursi taman nan cantik, dan ikon Al Qur’an yang dilengkapi dengan air mancur warna-warni, taman bunga, Lorong Pelangi, dan Boulevard Cinta.
Ratusan warga mengunjungi Alun-Alun Kajen pada hari biasa dan bahkan ribuan warga pada akhir pekan antusias untuk menyaksikan air mancur warna-warni di bawah bangunan ikon Al Qur’an yang memutar, berfoto di sejumlah spot yang tersedia , bermain bersama keluarga maupun berolah raga futsal di lapangan yang sudah dibangun di kawasan tersebut.
Kawasan Alun-Alun Kajen, seperti disampaikan Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Murdiarso, SP, MT melalui Kabid Tata Ruang dan Pertanahan, Abdul Ghony, ST, MT, juga dilengkapi dengan puluhan tong sampah yang tersebar di sejumlah titik. “Ada sekitar 20 titik pembuangan sampah hasil CSR Bank Jateng yang ditempatkan di lokasi Taman Alun-alun Tahap I dan ada sekitar 15 titik pembuangan sampah di Lokasi Tahap II,” ujar Abdul Ghony.
Bahkan saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan tampilan area Taman Alun-Alun Kajen untuk menghadapi kegiatan pemkab dan masyarakat yang cukup padat di Bulan Agustus mendatang, dengan membersihkan kolam serta melakukan pemeliharaan air mancur, agar tampil maksimal dan mempesona. “Insya Allah dalam 1 hingga 2 minggu ini pemeliharaan selesai dan masyarakat bisa menyaksikan kembali atraksi air mancur warna-warni dan ikon Al Qur’an yang memutar,” ungkap Abdul Ghony.
Untuk menjaga Taman Alun-Alun tetap bersih, rapi dan indah, pihaknya juga memohon kepada para pengunjung untuk ikut bersama-sama menjaga kebersihan kawasan, dengan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan, serta ikut menjaga agar fasilitas yang ada dapat bertahan lama dan bermanfaat untuk masyarakat yang lebih luas.
Rabu, 17 Juli 2024
Pemkab berkomitmen menuntaskan pekerjaan perbaikan ruas-ruas jalan di Kabupaten Pekalongan, bahkan pemkab telah mengusulkan perbaikan Ruas Jalan Kertoharjo - Karangdadap yg mengalami rusak kategori sedang ke Bappenas. Hal ini disampaikan oleh Kepala DPU Taru, Murdiarso, SP, MT melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ahmad Al Faruq, ST, di ruang kerjanya, Senin (15/07/2024).
“Tahun 2023 ini, DPU sudah mengusulkan perbaikan ruas Kertoharjo - Karangdadap lewat Dana Inpres, bahkan bupati didampingi Kepala DPU Taru dan kabid terkait bertemu langsung dengan kepala Bappenas. Menteri menjanjikan dana sebesar Rp. 28 M untuk perbaikan ruas jalan tersebut. Kami masih menunggu,” jelas Faruq.
Usulan dana 28 M direncanakan untuk pelebaran jalan dengan beton dan aspal diatasnya (dari yang tadinya 5 m dilebarkan menjadi 7 m). Hal ini sesuai ketentuan Kementrian PU bahwa untuk ruas jalan kabupaten yang merupakan jalan kategori kelas 3 minimal memiliki lebar badan jalan 5,5 m.
Selanjutnya, apabila sampai Juli ini belum ada jawaban dari Bappenas, DPU memastikan pihaknya akan melakukan perbaikan ruas jalan Kertoharjo - Karangdapdap sepanjang 5 km tersebut dengan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin. “Nanti kami sisir dan di minggu ini kita akan action. Harapannya pengguna jalan bisa nyaman dan bisa mengurangi kecelakaan. Diperkirakan waktu pengerjaan sekitar 1- 2 minggu. Insya Allah hari ini atau besok kita kirim material ke lapangan,” ujarnya.
Ditambahkan, Dinas PU Taru juga akan menganggarkan dana APBD tahun 2025 sekitar Rp. 5 M untuk perbaikan ruas jalan Kertoharjo - Karangdadap tersebut.
DPU Taru Kabupaten Pekalongan, kata dia, sudah pernah mendapatkan Dana Inpres untuk perbaikan 2 ruas jalan dengan nilai Rp. 20 M di tahun 2023 lalu. “Kami berharap tahun 2024 bisa mendapatkan dana untuk perbaikan ruas Kertoharjo-Karangdadap dan yang lainnya,” ungkap Faruq.
Selain ruas Jalan Kertoharjo – Karangdadap, pekerjaan rehabilitasi ruas jalan Kemplong - Rowoyoso sepanjang 150 meter dan lebar 4 hingga 5 meter akan dilaksanakan di bulan Juli - Agustus ini, dengan anggaran sebesar Rp. 800 juta.
Sementara untuk jalan berlubang di jalan Pasar Wiradesa Kampil dengan panjang sekitar 2 km saat ini sudah ditambal/perbaiki dengan pekerjaan pemeliharaan rutin.
Selanjutnya pekerjaan ruas jalan Blacanan - Depok dengan anggaran Rp. 2,5 M akan dilaksanakan segera di Juli ini. “Pekerjaan ini merupakan lanjutan dari tahun 2022. Ruas Jalan Blacanan menuju Boyoteluk sepanjang 1,2 KM dibangun dengan konstruksi rigid beton disertai peninggian jalan 70 cm,” jelasnya.
Faruq meminta masyarakat agar bersabar terkait perbaikan jalan. “ DPU Taru sebenarnya sudah berusaha untuk melayani masyarakat secara maksimal tapi semua harus melewati tahapan mulai perencanaan, usulan dan sebagainya sehingga kami berharap masyarakat untuk bersabar,” pintanya.
Dikatakannya, DPU Taru sudah mempunyai inventarisasi jalan rusak. Pihaknya setiap tahun mengadakan survei kemantapan jalan , dengan tujuan untuk menghitung jalan baik, sedang maupun rusak dan persentasinya. Selanjutnya pihaknya memilah mana yang usulan untuk pusat, provinsi ataupun APBD.
Disebutkannya, Kabupaten Pekalongan memiliki 297 ruas jalan yang berada di bawah kewenangan DPU Taru ditambah jalan poros yang bisa dikerjakan DPU Taru maupun desa masing-masing. Sebanyak 235 ruas jalan merupakan jalan kabupaten. Kondisi jalan tersebut 74,67 persen dalam kategori mantab dan 25,33 persen tidak mantab. Di tahun 2024 ini ada 28 lokasi pekerjaan lelang, tinggal pengerjaan oleh rekanan.
Selasa, 16 Juli 2024
Hadir dalam rapat tersebut Bupati Pekalongan, Pimpinan DPRD bersama Anggota, Forkompinda, Sekda Kabupaten Pekalongan, Kepala OPD serta stakeholder.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Rancangan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2025 Dan Persetujuan Bersama 2 (Dua) Raperda Yaitu Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Apbd Tahun Anggaran 2023 Dan Raperda Tentang Penetapan Deşa.
Dalam sambutanya, Bupati Fadia mengatakan penandatanganan Pakta Integritas KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai wujud komitmen kita dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas, kejujuran, dan profesionalisme. “Penandatanganan Pakta Integritas KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2025 ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun budaya kerja yang berintegritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Ditambahkannya, Pakta Integritas ini bukan hanya sebuah dokumen formalitas, tetapi merupakan janji kita kepada diri sendiri, bangsa, dan negara untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta berkomitmen melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas, kejujuran, dan profesionalisme, menghindari segala bentuk penyimpangan dan pelanggaran hukum. “selain itu agar selalu menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika dalam bekerja; Bekerja secara profesional dan akuntabel; dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” paparnya.
Dikatakan Fadia bahwa Menjalankan komitmen dalam Pakta Integritas ini bukanlah hal yang mudah. Diperlukan tekad dan komitmen yang kuat dari kita semua. “Oleh karena itu, marilah kita jadikan Pakta Integritas ini sebagai pedoman dalam bekerja dan berperilaku,” ajaknya.
Kamis, 11 Juli 2024
Ditemui seusai acara, Bupati menjelaskan dengan banyaknya pecinta motor tersebut, maka Pemkab membangun sarana balap motor agar mereka bisa menyalurkan hobinya dengan baik serta tidak mengganggu orang lain. “saya berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak sembarangan lagi ikut trek-trekan dijalan yang bisa mengakibatkan kecelakaan bahkan meninggal dunia,” ujarnya.
Dijelaskan Bupati, pembangunan sarana balap ini mungkin belum sempurna dan nantinya akan terus diperbaiki. Sarana balap ini, lanjut Fadia, bisa digunakan untuk lomba tingkat propinsi namun akan dikembangkan untuk lomba tingkat nasional. “semoga sarana balap ini bisa dimanfaatkan, dijaga dan dirawat dengan baik dan saya minta pecinta motor bisa bersatu dan bisa membuat sendiri jadwal latihannya,” pintanya.
Hal senada dikatakan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, menurutnya dirinya merupakan salah seorang yang mendorong agar lokasi sarana balap motor ada di UMKM Center. Karena selain dekat dengan Kantor Dekranasda juga agar bisa mendongkrak UMKM. “semoga nanti tempat ini bisa ramai dan UMKM juga bisa ramai. Mudah-mudahan setelah ini akan ada kompleks olahraga yang akan kita bangun di Kabupaten Pekalongan ini, kita akan cari tempat yang cocok dan sesuai agar nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro dalam sambutanya menuturkan bahwa dengan dibangunya sarana fisik pembangunan sarana balap motor ini dapat menjadi salah satu sarana olahraga bagi masyarakat. “panjang sirkuit yang akan dibangun sekitar 900 meter lebih yang di target pada Bulan November tahun ini bisa selesai,” jelasnya.
Kamis, 11 Juli 2024
Kedatangan jamaah haji asal Kota Santri berjumlah 332 orang disambut keluarganya yang sudah menunggu di kawasan alun alun Kajen. Sebelum pulang ke rumahnya masing masing.
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para jamaah haji yang tiba di tanah air dengan selamat. Bupati juga berdoa agar warganya yang baru saja menunaikan ibadah di tanah suci menjadi haji yang mabrur.
Bupati juga berpesan supaya setelah menjalankan haji dapat menjadi suri tauladan yang baik ke lingkungan sekitar. Dalam hal ini, mereka bisa membimbing, agar selalu meningkatkan ketaqwaan keimanannya dengan meningkatkan semua ibadahnya, seperti shalat lima waktu dan lainnya.
''Insya Allah, para jamaah haji ini dapat menjadi tokoh agama yang baik di daerahnya masing masing,'' katanya.
Selanjutnya Fadia menjelaskan, terkait kuota jamaah haji di Kabupaten Pekalongan, harapannya bisa lebih banyak lagi. Kemudian fasilitas fasilitas dari kementrian agama ketika memberangkatkan jamaah haji juga perlu ditingkatkan. Sebab sebagian besar jamaah yang menunaikan ibadah rukun Islan kelima ini sudah sepuh atau kebanyakan orang tua.
Dengan demikian, perlu adanya perhatian supaya mereka bisa mendapatkan pelayanan dengan baik. Terutama ketika akan menjalankan rangkaian ibadah haji, butuh fasilitas yang bagus sehingga bisa memperlancar proses pelaksanaan beribadah di tanah suci.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga merasa prihatin, karena jamaah yang berada di kloter ini, satu di antaranya meninggal dunia. Jemaah yang wafat sudah dimakamkan di tanah suci mekah dan sebelumnya sudah disetujui pihak keluarga.
''Sedangkan yang sakit diajak pulang dan dirawat di RS Moewardi Surakarta. Semoga jamaah yang meninggal dunia diterima di sisi Allah SWT,'' ungkapnya.
Senin, 8 Juli 2024