KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para purna karyawan pendidikan dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri kegiatan halal bihalal dan silaturahmi Insan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) se-Eks Karesidenan Pekalongan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Sukirman, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para purna karyawan pendidikan yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Pekalongan.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Bapak dan Ibu sekalian dalam mencetak generasi unggul serta menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan organisasi purna karyawan pendidikan yang tetap aktif hingga saat ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan inspirasi serta masukan konstruktif bagi pembangunan, khususnya di bidang pendidikan.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa keberhasilan putra-putri daerah yang berkiprah di berbagai sektor, baik di tingkat daerah maupun nasional, tidak terlepas dari peran penting para pendidik.
“Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi Bapak dan Ibu sekalian memiliki dampak jangka panjang terhadap kemajuan daerah,” tambahnya.
Sebagai langkah strategis, Pemkab Pekalongan berencana menginisiasi pengumpulan putra-putra terbaik daerah yang telah sukses di berbagai bidang dalam sebuah forum jejaring atau diaspora. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi dan kontribusi pemikiran untuk percepatan pembangunan daerah.
“Melalui penguatan jejaring diaspora, diharapkan muncul berbagai gagasan inovatif yang dapat mendukung kemajuan Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IPPK Kabupaten Pekalongan, Sutrisno Sumadi, S. Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan halal bihalal dan silaturahmi keluarga besar IPPK se-Eks Karesidenan Pekalongan.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini IPPK Kabupaten Pekalongan mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir antar kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
“Alhamdulillah pada kesempatan ini kami dapat menyelenggarakan kegiatan silaturahmi keluarga besar IPPK se-Eks Karesidenan Pekalongan, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang,” ujarnya.
Sutrisno juga menyampaikan apresiasi kepada Plt. Bupati Pekalongan yang berkenan hadir secara langsung di tengah kesibukannya, sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, termasuk penyediaan fasilitas tempat dan sarana pendukung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Plt. Bupati Pekalongan serta dukungan yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kepengurusan IPPK Kabupaten Pekalongan telah berjalan aktif sejak periode 2014–2019, berlanjut pada periode 2019–2024, hingga saat ini, dan diharapkan terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman juga menyoroti dinamika dan tantangan dunia pendidikan saat ini, khususnya terkait perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada pola belajar serta karakter peserta didik.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap teknologi digital perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti agar generasi muda tetap memiliki karakter yang kuat.
“Penguatan pendidikan karakter menjadi perhatian bersama, mengingat tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks,” tegasnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk para sesepuh pendidikan, untuk terus berperan aktif dalam memberikan masukan, pengalaman, serta nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.
Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan para purna karyawan pendidikan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan dan pembangunan karakter di Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 12 April 2026
KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dukungan tersebut mencakup regulasi, penguatan tim, hingga penganggaran teknis untuk memastikan proyek ini rampung sesuai target nasional pada Juli 2026.
KAJEN - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, S.S., M.S., menghadiri diskusi mahasiswa yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Fakultas Syariah dengan mengusung tajuk Kelas Nyengkuyung Aspirasi.
KAJEN – Pemerintah Pastikan stok LPG dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Pekalongan aman dan mencukupi. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, usai rapat koordinasi bersama Pertamina dan Hiswana Migas DPC Pekalongan di Ruang Rapat Wakil Bupati Pekalongan, Jum'at 10 April 2026.
JAKARTA - Komitmen Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi ramah lingkungan,
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, bersama tiga Kepala Daerah lainnya melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Menara Plaza Kuningan, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). Pertemuan tersebut membahas kesiapan pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Pekalongan Raya.
KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.M., saat menghadiri kegiatan Halalbihalal IPHI Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Rumah Makan Kampung Damai, Kecamatan Karanganyar, Minggu (5/4/2026).
KAJEN - Untuk selalu memperkuat dan mempererat kerukunan diantara masyarakat, Hal tersebut yang ditekankan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, pada acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Jum'at (5/4/2026) di Masjid Al Khuzaimah, Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Dalam kegiatan tersebut, beliau hadir sebagai penceramah utama sekaligus memberikan sejumlah pesan penting terkait dunia pendidikan di Indonesia.
Dalam rapat monitoring yang digelar Jumat (10/04), Sukirman menjelaskan bahwa progres KDKMP di Pekalongan sudah menunjukkan hasil signifikan. Namun, sinergi terus diperkuat terutama dalam penyediaan lahan yang melibatkan aset desa, kabupaten, hingga Perhutani.
"Dukungan kita 100 persen. Anggaran akan difokuskan pada kebutuhan teknis seperti pengurukan tanah dan pengecekan lahan agar progresnya tidak terhambat," tegas Sukirman.
Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, selaku leading sector penyediaan lahan, mengungkapkan bahwa dari target 200 titik di Kabupaten Pekalongan, masih terdapat kekurangan sekitar 68 lokasi.
Kendala utama di lapangan saat ini adalah proses perizinan lahan Perhutani dan kebutuhan pengurukan (cut and fill). Meski demikian, pihaknya tetap optimis target akan tercapai tepat waktu melalui pemetaan intensif bersama pemerintah daerah.
"Kami terus memetakan lahan yang tersisa untuk mendukung target nasional 35.000 titik pada Juli 2026. Dengan dukungan penuh dari Pak Plt. Bupati dan dinas terkait, kami optimis semua tuntas tepat waktu," pungkas Letkol Garry.
Minggu, 12 April 2026
Diskusi tersebut mengangkat tema “MBG di Persimpangan Opini Publik: Antara Harapan ataupun Kritikan di Media Sosial dan Realita.” Tema ini dinilai relevan untuk menggali berbagai pandangan masyarakat terkait implementasi program MBG di lapangan.
Dalam keterangannya, Sukirman menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.
“Sebagai bagian dari pemerintahan, kami wajib mengetahui aspirasi yang berkembang di masyarakat. Kegiatan seperti ini penting untuk memahami secara langsung persoalan dan tren yang ada di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika.
Lebih lanjut, Sukirman juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, dialog langsung seperti ini perlu menjadi tradisi agar tidak tercipta jarak antara pemimpin daerah dan warganya.
“Saya tidak ingin ada sekat dengan masyarakat, termasuk mahasiswa. Justru kita membutuhkan kritik dan masukan untuk meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya.
Diskusi tersebut juga menghadirkan tokoh nasional, Tyo Satrio, yang dikenal kritis terhadap program MBG. Dalam kesempatan itu, Tyo menyampaikan pandangannya terkait kondisi bangsa saat ini serta pentingnya keberanian dalam menyuarakan aspirasi.
Menurutnya, baik pihak yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan sejatinya memiliki kesadaran yang sama terkait kondisi negara. “Kita semua menyadari bahwa republik ini sedang tidak baik-baik saja. Baik yang berada di dalam sistem, seperti kepala daerah maupun legislatif, sebenarnya sama-sama memahami situasi ini. Hanya saja, ada mekanisme yang kerap menghalangi seseorang untuk berbicara secara terbuka,” ungkapnya.
Ia pun berharap ke depan semakin banyak kepala daerah yang berani membuka ruang dialog dan menerima kritik dari masyarakat. “Kita berharap mulai hari ini akan lebih banyak kepala daerah seperti Pak Sukirman yang berani,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kebijakan publik yang sedang berjalan.
Turut hadir dalam diskusi tersebut anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Komisi A Ali Jahirin, Kepala Bapperida Kabupaten Pekalongan Trisno Suharsanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid, serta para akademisi dan pengamat sosial.
Minggu, 12 April 2026
Sukirman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan LPG dan BBM yang belakangan beredar. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar atau hoaks.
“Tidak perlu khawatir untuk ketersediaan stok LPG dan BBM karena hasil pantauan di lapangan, stok masih tersedia dan mencukupi. Isu kelangkaan itu hoaks semata dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pasokan energi di Kabupaten Pekalongan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Pemerintah daerah bersama Pertamina menjamin distribusi LPG dan BBM tetap terjaga.
“Jangan khawatir terhadap isu kelangkaan BBM dan LPG karena hari ini dijamin oleh pemerintah dan Pertamina cukup sampai akhir tahun 2026,” tegasnya.
Meski stok dipastikan aman, Sukirman tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan efisien, sesuai arahan pemerintah pusat. Ia mengingatkan pentingnya langkah-langkah sederhana dalam penggunaan LPG agar lebih hemat dan aman.
Beberapa langkah yang disarankan di antaranya membersihkan kompor secara rutin, mengatur besar kecilnya api sesuai kebutuhan, menutup panci saat memasak, serta menggunakan regulator berstandar SNI.
“Kita diimbau untuk bijak dan efisien dalam penggunaan LPG agar lebih hemat dan tetap aman,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga mengapresiasi kinerja Pertamina yang dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan energi, terutama selama momentum Idulfitri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah menjaga pasokan energi, sehingga masyarakat dapat menjalani Idulfitri dengan baik tanpa kendala,” tambahnya.
Kondisi tersebut dibenarkan perwakilan Pertamina Sales Area Tegal dan Hiswana Migas DPC Pekalongan, Aris Irmi, Pihaknya menyampaikan pasokan LPG dan BBM di Pekalongan Raya dipastikan mencukupi hingga akhir tahun 2026. Kuota LPG 3 kg di Kabupaten Pekalongan untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 33.370 metrik ton, dengan rata-rata konsumsi mencapai 927 ribu hingga 1 juta tabung per bulan, Stok tersebut dipastikan aman.
"Masyarakat jangan was-was hingga panic buying, kita sudah pastikan semuanya aman," terangnya
Kamis, 9 April 2026
Audiensi ini di ikuti Plt Bupati Pekalongan, Sukirman dan Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, serta perwakilan dari Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang. Keempat daerah ini bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan proyek strategis tersebut.
Dalam kesempatan ini, Sukirman menyerahkan Surat Kesiapan Pembangunan PSEL sebagai bentuk komitmen daerah dalam mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyambut positif langkah yang diambil oleh pemerintah daerah di Pekalongan Raya. Ia menilai sinergi antara Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang menjadi langkah strategis dalam mendorong program pengolahan sampah menjadi energi listrik.
"Usulan ini akan kita diajukan kepada Presiden sebagai bagian dari program nasional pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa kesiapan daerah harus dibarengi dengan perencanaan matang agar program dapat berjalan optimal," terangnya.
Meski demikian, Hanif menekankan pentingnya pelaksanaan program sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Salah satu aspek krusial adalah penerapan pemilahan sampah di masing-masing daerah sebagai bagian dari sistem pengelolaan yang terintegrasi.
Sementara itu, Sukirman menyampaikan, Pihaknya telah menerima arahan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup terkait pembangunan PSEL. Ia menyebut proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu solusi utama dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Pekalongan.
"Saat ini, empat daerah di Pekalongan Raya telah menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU). Selanjutnya, mereka tinggal menunggu izin prinsip dari Kementerian Lingkungan Hidup serta dukungan pemerintah provinsi melalui penandatanganan MoU dengan Gubernur," terangnya.
Terkait lokasi pembangunan, Sukirman mengungkapkan masih dalam tahap kajian. Dua alternatif lokasi yang dipertimbangkan yakni di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, dengan keputusan akhir menunggu hasil kajian teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Senin, 6 April 2026
Lomba yang diikuti oleh 11 peserta ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa tingkat literasi di Kabupaten Pekalongan masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang ada, skor literasi daerah berada di angka 4,7, yang dinilai masih jauh dari target yang diharapkan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama, mengingat fasilitas pendukung literasi sebenarnya sudah cukup memadai. Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan tercatat memiliki koleksi sebanyak 41.928 buku fisik dan 2.237 buku digital. Namun demikian, tingkat kunjungan masyarakat masih sangat minim dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu juta jiwa.
“Jumlah kunjungan perpustakaan hanya sekitar 0,021 persen dari total penduduk. Ini menunjukkan tantangan besar yang harus kita hadapi bersama dalam meningkatkan literasi,” ujarnya.
Sekda menegaskan, Lomba Duta Baca tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Para Duta Baca diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan (agent of change) yang aktif menggerakkan masyarakat untuk gemar membaca dan memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia.
Ia juga mendorong para finalis untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mempromosikan literasi, termasuk melalui perpustakaan digital dan media sosial agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, Indria Madyawati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahun 2026 yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.
Selain Lomba Duta Baca, pada kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang sejumlah lomba literasi, di antaranya Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar dan Lomba Perpustakaan Desa Terbaik. Para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Pekalongan di tingkat provinsi.
Hasilnya Ahmad Falah Muttaqin berhasil dinobatkan sebagai juara I dari Lomba duta Baca Kabupaten Pekalongan tahun 2026. Disusul Juara II Baqyiyatul Izzah
, dan Juara III Zania Kurniasih.
Adapun pemenang Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 yaitu:
1. Juara I diraih Salwa Asma Asshidqia dari SD Muhammadiyah 01 Pekajangan.
2. Juara II Yusuf Kurniawan dari SD Negeri 03 Doro.
3. Juara III Khofifah Mutiara Kasih dari SD Negeri 03 Rogoselo.
4. Juara Harapan I Glenda Diona Almahira dari SDN 01 Wonopringgo.
5. Juara Harapan II Hanan Filalvio dari SDN 04 Pedawang
6. Juara Harapan III Diva Nur Ivny Luvena Nugroho dari SDN 01 Pekuncen
Pengumuman pemenang Lomba Perpustakaan Desa Terbaik juga dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pengelola perpustakaan desa yang aktif dalam meningkatkan budaya baca masyarakat. Berikut ini adalah daftar juara lomba perpustakaan desa tingkat Kabupaten Pekalongan:
1. Juara I Perpusdes Budaya Baca dari Desa Sabarwangi, Kajen.
2. Juara II Perpusdes Dadi Pintar dari Desa Pandanarum, Tirto.
3. Juara III Perpusdes Panuntun dari Desa Ketitang Kidul, Bojong.
4. Juara Harapan I Perpusdes Pustaka Ilmu dari Desa Sidomulyo, Lebakbarang.
5. Juara Harapan II Perpusdes sumber ilmu dari Desa Watugajah, Kesesi.
6. Juara Harapan III Perpusdes cerah dari Desa Wonopringgo, Wonopringgo.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap dapat mendorong tumbuhnya masyarakat yang gemar membaca serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan budaya literasi dan mencerdaskan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Senin, 6 April 2026
Staf Ahli Utama BOPJ, Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan, Tujuan dari kegiatan ini untuk melihat kondisi eksisting sungai, tanggul, serta wilayah terdampak. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden terkait penanganan kawasan pesisir Pekalongan. Menurut Sujarwanto, pemerintah pusat melalui BOPJ bersama Bappenas dan Kementerian PUPR tengah mengupayakan pembangunan tanggul pengaman pantai sebagai solusi utama mengatasi rob.
“Kita akan bangun tanggul pengaman pantai yang membuat rob tidak masuk ke permukaan lagi,” ujarnya.
Ditambahkan, Selain pembangunan tanggul, pihaknya juga akan melakukan kajian teknis menyeluruh terkait kondisi sungai, termasuk kebutuhan perbaikan, penguatan tanggul, hingga normalisasi aliran Sungai Bremi - Meduri.
Ia menegaskan bahwa persoalan banjir dan rob di Pekalongan tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kondisi geografis Pekalongan yang berada di dataran rendah dan dekat dengan laut menjadi tantangan tersendiri, sehingga perlu penanganan yang komprehensif,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar menyampaikan, Peninjauan ini menjadi langkah konkret untuk mengidentifikasi titik-titik rawan banjir dan limpasan air ke permukiman warga. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung program penanganan, termasuk penyediaan lahan yang dibutuhkan.
“Kita bersama Pemerintah Kota Pekalongan berupaya menuntaskan persoalan Sungai Bremi–Meduri. Termasuk kesiapan lahan, kita siap,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pemerintah daerah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyusuri sejumlah titik di sepanjang aliran sungai. Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat beberapa bagian tanggul yang membutuhkan penanganan segera.
Yulian menambahkan, sinergi lintas wilayah menjadi kunci utama, mengingat aliran Sungai Bremi- Meduri melintasi wilayah kota dan kabupaten sehingga penanganannya harus dilakukan secara terpadu.
Melalui peninjauan ini, diharapkan tahun 2027 atau 2028 awal langkah penanganan banjir dan rob di Pekalongan sudah terrealisasi secara tepat, guna mengurangi dampak yang selama ini dirasakan masyarakat setiap tahunnya.
Senin, 6 April 2026
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati menegaskan bahwa IPHI merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan, tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai organisasi yang mampu berkontribusi aktif dalam pelayanan kepada masyarakat.
“IPHI memiliki kekuatan dan potensi besar untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna mendukung berbagai program prioritas daerah, antara lain peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta penurunan angka anak tidak sekolah.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk IPHI, untuk bersama-sama menjaga capaian daerah dalam penurunan angka stunting. Kabupaten Pekalongan sendiri telah meraih peringkat pertama di tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam upaya penurunan stunting.
“Capaian ini perlu dipertahankan melalui peningkatan kesadaran masyarakat, termasuk pencegahan pernikahan usia dini,” imbuhnya.
Dalam bidang pembangunan keluarga, Pemkab Pekalongan juga terus mengoptimalkan peran Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan yang dipimpin oleh Galuh Kirana, dalam mendukung program pembinaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua IPHI Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Susiyanto, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Halalbihalal menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali eksistensi dan peran organisasi di tengah masyarakat.
Ia mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap IPHI.
“Kehadiran para pejabat daerah menjadi indikator positif bagi kebangkitan IPHI Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.
Susiyanto menambahkan, Halalbihalal tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana strategis untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat solidaritas antaranggota.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Halalbihalal, KH. Mansur, yang melaporkan tingginya partisipasi peserta, termasuk dari berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII, serta perwakilan IPHI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
“Sekitar 90 persen undangan hadir, ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para anggota,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi titik awal kebangkitan IPHI yang sebelumnya dinilai kurang aktif di beberapa wilayah.
Melalui momentum Halalbihalal ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kolaborasi bersama IPHI semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Acara halal bihalal ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sam'ani Syahroni, M.Ag., dari Univeristas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pekalongan H. Asrofi, S.E., M.M., serta Ketua MUI Kabupaten Pekalongan KH. Tajudin Shorih.
Minggu, 5 April 2026
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, halal bihalal sebagai tradisi khas Indonesia. Tradisi ini tidak langsung berasal dari syariat agama.
Menurutnya halal bihalal lahir dari pengamalan nilai ajaran agama, Nilai tersebut diterjemahkan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
“Halal bihalal itu tradisi, bukan agama. Nilainya berangkat dari pengamalan ajaran agama, Ia menyebut halal bihalal sebagai bentuk vernakularisasi ajaran agama. Proses ini menunjukkan kreativitas masyarakat dalam menerjemahkan nilai religius," terangnya.
Menurutnya, tradisi ini hanya ditemukan di Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti penerimaan nilai agama melalui pendekatan budaya.
Sementara itu Plt Bupati Pekalongan, H Sukirman menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Pekalongan khususnya melalui lembaga pendidikan dan rumah sakit di Kabupaten Pekalongan.
“Terimakasih pada PDM Kabupaten Pekalongan yang berkontribusi besar memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan dan kesehatan di kabupaten Pekalongan selama ini. Ini menjadi contoh baik bagaimana organisasi masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah,” ungkapnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, H Mulyono dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia berharap kehadiran tersebut dapat memberikan motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Minggu, 5 April 2026