KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., mendorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggotanya. Hal tersebut disampaikan Yulian yang juga menjabat sebagai Penasihat DWP dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 DWP Kabupaten Pekalongan, yang digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (18/12/2025) siang.
Dalam sambutannya, Yulian menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pelatihan dan penguatan pemahaman peran organisasi. Menurutnya, DWP memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis, sehingga pengurus dan anggota perlu memahami secara jelas tugas serta kontribusinya.
“Saya berharap Dharma Wanita ini harus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Bagaimanapun caranya, apakah melalui pelatihan atau bentuk penguatan lainnya, paling tidak agar memahami apa yang harus dilakukan oleh Dharma Wanita,” ujarnya.
Ia juga meminta agar unsur pelaksana DWP di Dinas-dinas kembali diaktifkan, khususnya bagi para pengurus, guna mengoptimalkan pelaksanaan program kerja organisasi. Yulian menilai penguatan kapasitas menjadi hal penting agar DWP dapat menjalankan perannya secara maksimal dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Yulian atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-26 kepada DWP Kabupaten Pekalongan, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja-kerja organisasi yang telah dilaksanakan selama ini.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan. Prinsipnya, pemerintah akan mendukung seluruh kegiatan DWP yang selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera. Ke depan, Yulian juga mendorong DWP untuk menyusun program yang lebih spesifik dan fokus pada tahun 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih optimal.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan, Tri Rafika Yulian Akbar Dalam laporannya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan selaku Penasihat DWP, Tri Rafika mengungkapkan rasa syukur atas capaian organisasi yang dinilainya sejalan dengan arahan pemerintah daerah, yakni menjadikan DWP sebagai organisasi yang tangguh dan mandiri.
“Alhamdulillah, dalam empat tahun kepengurusan kami, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan dapat menyelenggarakan kegiatan secara mandiri. Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Sekda bahwa Dharma Wanita harus menjadi organisasi yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur pelaksana DWP yang telah mendukung pelaksanaan program kerja selama empat tahun terakhir. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam memperkuat soliditas dan kekompakan organisasi.
“Berkat dukungan seluruh unsur pelaksana, perjalanan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan menjadi semakin kuat, solid, dan hebat,” katanya.
Pada peringatan HUT ke-26 ini, DWP Kabupaten Pekalongan mengusung tagline “DWP Mengajar dengan Hati”. Tri Rafika menjelaskan bahwa tema tersebut menekankan peran perempuan sebagai istri sekaligus orang tua dalam pola pengasuhan anak yang penuh cinta dan pendampingan.
Ia menegaskan bahwa anak bukanlah proyek yang harus dikejar hasil instan, melainkan titipan Tuhan yang perlu dijaga dengan kasih sayang. Menurutnya, orang tua memiliki tugas utama untuk menemani dan menjaga anak, bukan sekadar menuntut capaian prestasi semata.
“Orang tua bukanlah mandor bagi anak-anaknya, tetapi pendamping yang hadir, menjaga, dan membersamai hingga mereka tumbuh dan mandiri,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, DWP Kabupaten Pekalongan juga menghadirkan narasumber untuk memberikan edukasi, termasuk tips dan motivasi bagi anggota agar tetap percaya diri dan berpenampilan maksimal, khususnya dalam peran sebagai istri dan anggota keluarga.
Tri Rafika menambahkan, melalui DWP, para anggota tidak hanya belajar untuk mendampingi, tetapi juga memberi teladan, mengambil peran, serta ikut memberi arah perubahan di tengah dinamika zaman.
Memasuki usia ke-26, ia berharap DWP semakin matang dalam visi, kuat dalam peran, dan luas dalam manfaat bagi anggota maupun masyarakat. Ia pun mengajak seluruh anggota menjadikan DWP sebagai organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga hadir dalam nilai, kebersamaan, dan kebermanfaatan.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Semoga kita semua semakin memperkuat organisasi ini dan menjadikan setiap kegiatan sebagai ladang amal dan manfaat bagi anggota serta masyarakat,” pungkasnya.
Dalam rangka memberikan semangat dan motivasi bagi Kepengurusan di unsur pelaksana DWP tingkat Dinas, diberikan penghargaan kepada tiga unsur pelaksana kategori pelaksanaan e-reporting tergiat.
Daftar e-reporting tergiat:
1. Unsur pelaksana DWP Dindikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kabupaten Pekalongan.
2. Unsur pelaksana DWP RSUD Kraton.
3. Unsur Pelaksana DWP Dinlutkan (Dinas Kelautan dan Perikanan) Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut semakin meriah dengan adanya penampilan Felisia Anggraini atau lebih akrab disapa Raini, yang menjadi salah satu kontestan KDI 2025 yang akan tampil secara langsung di MNC TV pada Jumat, 26 Desember 2025.
Jumat, 19 Desember 2025
SRAGI — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Kabupaten Pekalongan Bersholawat dengan menghadirkan Majelis Gandrung Nabi, grup sholawatan asal Grobogan, Jawa Tengah, asuhan Gus Zaman Asshekal. Kegiatan tersebut berlangsung di Pertigaan Pujasera Sragi, Jumat malam (19/12/2025), dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) menggelar Sosialisasi Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Setda Lt. 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dan didampingi Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan sebanyak 1.886 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akan segera menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Proses penyerahan SK dijadwalkan akan serentak diserahkan oleh OPD masing-masing pada Selasa, 23 Desember mendatang,
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., dalam kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/12/2025).
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang dibina oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Pekalongan kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Dua sekolah di Kabupaten Pekalongan berhasil meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup pada tahun 2025.
KAJEN - Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Pabung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl. Yulian Cahyono, Sekda M. Yulian Akbar, S. Sos., M. Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Anis Rosidi, S. Sos., M. Si, Kepala Dinas terkait dan perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan, melakukan tinjauan langsung ke pasar Induk Kajen pada Rabu (10/12/2025) siang guna memantau stabilitas harga jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun baru 2026.
KESESI — Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Kesesi, Rabu (10/12/2025). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan harga-harga tetap stabil dan ketersediaan bahan pokok terjamin.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan ini dihadiri Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan bersholawat ini merupakan bentuk ikhtiar batin Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama masyarakat untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT, khususnya di tengah memasuki musim penghujan.
“Melalui sholawat dan doa bersama ini, kita memohon agar Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari segala bentuk bencana, terutama di wilayah-wilayah yang rawan longsor dan banjir. Ini adalah ikhtiar lahir dan batin yang harus kita lakukan bersama,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, termasuk membantu saudara-saudara di daerah lain yang sedang tertimpa musibah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Kabupaten Pekalongan Bersholawat tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga momentum untuk berdoa bersama demi keselamatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berkumpul malam ini tidak hanya untuk bersholawat, tetapi juga berdoa bersama, memohon ampunan dan perlindungan Allah SWT agar Kabupaten Pekalongan senantiasa aman, damai, dan dijauhkan dari marabahaya,” tuturnya.
Sekda juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah kepedulian kemanusiaan, dengan adanya donasi untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Aceh dan Sumatera.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap nilai-nilai religius, kebersamaan, dan kepedulian sosial semakin menguat di tengah masyarakat, serta menjadi penguat spiritual dalam menjaga Kabupaten Pekalongan tetap aman, tenteram, dan penuh keberkahan.
Jumat, 19 Desember 2025
Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, yang hadir mewakili Bupati Pekalongan. Dalam sambutannya, Wabup memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan yang berhasil mengemas peringatan Hari Ibu dengan berbagai kegiatan bermanfaat.
Tak sekadar seremoni, acara ini menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelaku usaha lokal. Bazar UMKM yang digelar menampilkan berbagai produk unggulan desa dari seluruh pelosok Kabupaten Pekalongan. Mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas desa berjajar rapi menarik minat pengunjung.
Selain belanja produk lokal, warga yang hadir juga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis dan mengikuti senam bersama untuk menjaga kebugaran.
Sisi kemanusiaan menjadi sorotan utama dalam peringatan tahun ini. Di tengah keriuhan lomba menyanyi, Pemkab Pekalongan bersama TP PKK juga membuka open donasi yang ditujukan bagi korban bencana alam di Sumatra.
"Sesuai pesan Ibu Bupati, solidaritas kita kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah harus terus ditingkatkan. Hari ini kita memadukan kegembiraan lomba dengan aksi nyata membantu sesama," ungkap Wabup Sukirman.
Menuju Indonesia Emas 2045
Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, Wabup Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung ruang gerak perempuan.
"Ibu-ibu harus terus meningkatkan peran di berbagai bidang, mulai dari sosial, organisasi, hingga politik. Kami akan terus memfasilitasi program-program PKK agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekda M. Yulian Akbar, jajaran kepala OPD, serta para pengurus organisasi perempuan se-Kabupaten Pekalongan. Adapun puncak peringatan Hari Ibu ke-97 dijadwalkan akan digelar pada Senin, 22 Desember 2025, dengan agenda upacara resmi dan resepsi di Aula Lantai I Setda.
Jumat, 19 Desember 2025
Kegiatan ini diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman dan pedoman bagi perangkat daerah dalam menyusun arsitektur digital lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik di Kabupaten Pekalongan.
Kepala Dinkominfo, Supriyadi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa dokumen arsitektur dan peta rencana SPBE ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan digital di Kabupaten Pekalongan.
“Dengan adanya dashboard untuk masing-masing OPD, identifikasi program dan kegiatan digital dapat dilakukan lebih terstruktur dan terpadu. Hal ini diharapkan akan mempermudah koordinasi antar-OPD serta meningkatkan efektivitas implementasi SPBE di seluruh perangkat daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Supriyadi menambahkan bahwa sosialisasi ini juga menjadi wadah bagi OPD untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan program digital.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret untuk memastikan setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai pedoman SPBE. Dengan begitu, pelayanan publik digital dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Narasumber dari Digitama Yogyakarta, Pradiptya Setyahadi, S.Kom., M.Sc., turut memberikan materi mengenai implementasi SPBE dan pedoman arsitektur digital yang telah disusun. Pradiptya menekankan pentingnya tindak lanjut dari peserta.
“Alhamdulillah, sosialisasi hari ini berjalan lancar. Pedoman arsitektur digital lima tahun ke depan sudah dipersonalisasikan ke seluruh perangkat daerah. Kami berharap setiap OPD dapat menindaklanjuti materi ini bersama tim di kantor masing-masing, agar digitalisasi pelayanan publik lebih optimal dan berdampak positif pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman teknis, sosialisasi ini juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat mengklarifikasi berbagai hal terkait implementasi SPBE di OPD masing-masing. Dengan pendekatan ini, Pemkab Pekalongan menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar pengadaan sistem, tetapi juga perubahan budaya kerja yang lebih responsif, transparan, dan terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Pekalongan terus mendorong seluruh OPD untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Diharapkan, implementasi SPBE akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintah, dan mendukung Kabupaten Pekalongan menuju pemerintahan digital yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Rabu, 17 Desember 2025
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, M.Si, saat memimpin Rapat Koordinasi di Aula Lantai 2 BKPSDM Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (17/12/2025) pagi.
Penyerahan Dilakukan di Tiap OPD. Sekda menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan tindak lanjut dari regulasi yang berlaku dan disposisi Bupati Pekalongan. Berbeda dengan prosesi massal biasanya, Bupati menghendaki penyerahan dilakukan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Sesuai arahan Bupati, penyerahan SK akan dilaksanakan mulai besok Senin. Secara teknis, penyerahan akan dilakukan di OPD masing-masing," ujar Yulian Akbar.
Alih Status Menjadi ASN Lebih lanjut, Yulian menekankan bahwa penyerahan SK ini jangan dilihat sebagai seremoni belaka. Peristiwa ini menandai perubahan besar dalam status kepegawaian para tenaga honorer tersebut.
"Sekali lagi, ini bukan sekadar seremoni. Yang terpenting adalah mereka kini sudah beralih status menjadi ASN. Sebagai ASN, tentu ada hak dan kewajiban yang mengikat sesuai dengan Undang-Undang ASN yang berlaku," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga memastikan bahwa anggaran untuk PPPK Paruh Waktu ini telah disiapkan untuk tahun 2026, mengingat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) akan terhitung mulai 31 Desember 2025. Nantinya, para pegawai juga akan mendapatkan pembekalan dan orientasi.
Aturan Absensi dan Kinerja Mengenai kedisiplinan, PPPK Paruh Waktu akan diperlakukan sama dengan ASN lainnya. Hal ini mencakup penggunaan pola absensi kategori 1 serta kewajiban memenuhi perjanjian kinerja yang telah ditetapkan.
Terkait adanya sejumlah tenaga yang belum masuk dalam daftar karena kendala teknis seperti kesalahan input NIK, Sekda memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam.
"Untuk yang terkendala salah input NIK dan lainnya, sedang kami usahakan. Kami sudah mengirim surat ke Kemenpan-RB. Pemerintah terus mengupayakan karena mereka adalah staf kita yang sudah melaksanakan tugas pemerintahan. Kami akan terus fasilitasi," pungkasnya.
Rabu, 17 Desember 2025
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno, S.Sos., M.A., serta Kepala Dindukcapil Kabupaten Pekalongan Ajid Suryo Pratondo, S.STP., M.Si.
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk memastikan kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin memastikan bahwa anak-anak disabilitas mengetahui bahwa pemerintah selalu hadir untuk mereka. Di Dinas Sosial sudah tersedia berbagai layanan terapi, dan saat ini juga kami siapkan mobil terapi keliling agar layanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, layanan mobil terapi keliling merupakan bentuk pelayanan jemput bola. Mobil tersebut akan mendatangi lokasi-lokasi dengan jumlah anak disabilitas terbanyak, sehingga mereka tidak perlu datang jauh ke ibu kota kabupaten.
“Di mobil terapi sudah tersedia terapis, psikolog, serta peralatan terapi. Ini kita lakukan agar tidak ada lagi alasan anak-anak kita tidak mendapatkan terapi karena jarak atau biaya,” jelasnya.
Selain layanan terapi, Bupati juga menekankan pentingnya mewujudkan fasilitas publik yang ramah disabilitas. Ia menyebutkan bahwa ke depan seluruh kantor pemerintahan di Kabupaten Pekalongan akan terus dibenahi agar lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa Dinas Sosial terus berinovasi dalam memberikan pelayanan bagi penyandang disabilitas, salah satunya melalui mobil terapi dan pendampingan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Pekalongan juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, antara lain alat bantu disabilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, serta bantuan usaha ekonomi produktif dan bantuan hibah bagi Karang Taruna yang diserahkan secara simbolis.
Dengan berbagai program dan layanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap dapat mewujudkan daerah yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.
Senin, 15 Desember 2025
SMP Negeri 2 Kajen berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri, sementara SMA Negeri 1 Doro memperoleh Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup kepada kepala sekolah penerima penghargaan pada 11 Desember 2025.
Prosesi penyerahan penghargaan dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan dihadiri serta didampingi oleh Dinas Perkim LH dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk dukungan dan pembinaan berkelanjutan terhadap sekolah-sekolah pelaksana GPBLHS.
Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang telah konsisten menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Implementasi tersebut meliputi pengelolaan sampah yang baik, pemanfaatan ruang hijau, penghematan energi dan air, serta pembiasaan budaya peduli lingkungan kepada seluruh warga sekolah.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Selain itu, keberhasilan SMP Negeri 2 Kajen dan SMA Negeri 1 Doro diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pekalongan untuk terus mengembangkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan
Senin, 15 Desember 2025
Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M Menyampaikan kepada awak media setelah selesai melakukan pemantauan harga sembako seperti beras, cabai dan sayuran, ayam dan daging. Hasilnya yang mengalami kenaikan cukup tajam adalah cabai.
"Dari hasil pantauan kami bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda dan juga BPS Kabupaten Pekalongan jelang perayaan Natal dan tahun Baru bahwa harga di pasar Kajen masih stabil hanya yang mengalami kenaikan adalah cabai dan bawang merah," ujar Bupati Fadia Arafiq kepada tim media
Dalam dialog bersama salah satu pedagang pasar induk kajen Winarti, per tanggal 10 Desember 2025 harga cabai rawit setan udah mencapai Rp90.000 per kilogram . Padahal pada bulan November lalu hanya sekitar Rp20.000 per kilogram. Kenaikan ini sudah dimulai sejak awal Desember lalu.
"Saat ini yang mengalami lonjakan cabai Bu, sekarang sembilan puluh ribu rupiah per kilogram-nya beberapa juga bawang merah mengalami kenaikan," keluh Winarti kepada Bupati Fadia Arafiq.
Setelah melihat kondisi di lapangan Pihak pemerintah kabupaten Pekalongan berencana mengadakan pasar murah jika kenaikan harga sembako masih terjadi. "Harapan kami setelah dilakukan pasar murah sebagai bentuk subsidi kepada masyarakat harga bisa kembali stabil," lanjutnya.
Rabu, 10 Desember 2025
Wabup Sukirman turun langsung ke pasar didampingi Ketua Paguyuban Pedagang, Juanda, untuk berdialog dengan para pedagang. Ia meninjau lapak-lapak pedagang tahu, tempe, beras, daging, ayam, serta komoditas pokok lainnya. Dari hasil tinjauan, Wabup menemukan beberapa masukan dari pedagang, khususnya terkait penyediaan kebutuhan bagi dapur-dapur SPPG.
“Para pedagang tahu dan tempe berharap agar dapur-dapur SPPG dapat mengambil stok bahan baku langsung dari pasar ini—termasuk tahu, tempe, beras, daging, ayam, dan kebutuhan lainnya. Dengan begitu, pasar tradisional bisa ikut diberdayakan,” jelas Wabup.
Selain isu bahan baku SPPG, Wabup juga menyoroti kondisi Pasar Kesesi yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa pasar tersebut telah masuk dalam proyeksi perbaikan pada Tahun Anggaran 2026.
“Semoga rencana perbaikan bisa terwujud. Dengan fasilitas yang lebih baik, para pedagang dapat berjualan lebih nyaman, pembeli pun merasa lebih aman dan nyaman, sehingga aktivitas ekonomi semakin meningkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wabup memastikan bahwa temuan-temuan di lapangan, khususnya terkait pemberdayaan pasar tradisional, akan segera dikomunikasikan dengan instansi terkait seperti pengelola SPPG dan MBG.
“Ini sejalan dengan arahan Presiden agar pasar tradisional terus diberdayakan,” tambahnya.
Wabup menegaskan bahwa sidak ini tidak hanya bertujuan mengecek kondisi pasar, namun juga memastikan masyarakat mendapatkan harga yang wajar menjelang Nataru.
“Kami ingin memastikan harga-harga tetap stabil. Namun dari dialog dengan pedagang, kami juga mendapat masukan bahwa mereka merasa kurang dilibatkan dalam konteks SPPG. Ini akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Dengan sidak tersebut, Pemkab Pekalongan berharap dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat pemberdayaan pedagang pasar tradisional, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik menjelang akhir tahun.
Rabu, 10 Desember 2025