KAJEN – Dukuh Sigerung, Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, pada Minggu (01/09/2024) malam mengadakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79 yang berlangsung meriah.Dimana mereka mengadakan hiburan berupa panggung musik dan dipadati oleh masyarakat. Dalam kegiatan tersebut juga di hadiri orang nomor satu di Kota Santri yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada camat, kepala desa dan masyarakat Dukuh Sigerung atas partisipasi mereka dalam menyemarakkan peringatan HUT RI. Apalagi menurut bupati di tingkat dukuh, warga bisa kompak dan menggelar acara yang meriah. “Saya sangat terkesan dengan semangat dan kekompakan warga Dukuh Sigerung yangmampu menggelar acara yang begitu meriah dengan pertunjukan musik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengingatkan masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung dan menjaga kondusivitas selama acara serta menjaga nama baik Kabupaten Pekalongan. “Saya mengajak seluruh warga yang hadir untuk menikmati acara ini dengan tertib dan menciptakan suasana yang aman dan kondusif tidak ada keributan. Karena sudah diberikan hiburan, UMKM berjalan dengan baik, dan semua mendapat manfaat,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Santoso, Perwakilan Panitia Penyelenggara Kegiatan dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan para sponsor yang telah mendukung terlaksananya acara tersebut. “kami berharap agar kegiatan serupa dapat rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kemudian untuk para warga semuanya, selalu solid, tidak ada perpecahan di antara kita," pungkasnya.
Selasa, 3 September 2024
KAJEN - Festival Budaya Djayengrono di Desa Kauman, Wiradesa, Sabtu (31/8/2024) pagi dibuka secara resmi oleh Bupati Pekalongan yang diwakili kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Agus Dwi Nugroho, S.STP, M.A.P. dalam pembukaan itu sekaligus menetapkan desa Kauman kecamatan Wiradesa sebagai desa wisata.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menutup rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402 di Alun-Alun Kajen, Sabtu, 31 Agustus 2024 malam.
Penutupan dilaksanakan pada acara Festival ANTV Rame dan Kangen Joget di Panggung ANTV yang menghadirkan beberapa artis ibukota seperti d’Masiv, Happy Asmara, Wika Salim dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada beberapa warga Kabupaten Pekalongan. Selain itu juga diberikan piagam Pemecahan Rekor Penulisan Kaligrafi Asmaul Husna dengan peserta anak terbanyak yakni 1.106 peserta.
KAJEN - Dewan Kesenian Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan menggelar even Kajen Night Carnival 2024 di Jalan Mandurorejo Alun-Alun Kajen 30 Agustus 2024 malam.
Dalam even yang mengambil tema ‘Light Up The Night’ tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur diantaranya dari instansi pemerintah, kecamatan, desa hingga pelajar. Karnaval dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu dan dihadiri Forkompimda Kabupaten Pekalongan, para asisten dan Kepala OPD, para camat, tokoh masyarakat dan disaksikan ribuan pengunjung. Total ada 45 peserta yang ikut meramaikan Kajen Night Carnival 2024 yang mengenaikan kostum kreatif dan unik dengan berbagai tema terutama tentang batik dan budaya Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati Fadia Arafiq yang di wakili oleh Kepala Dinas PMD Agus Dwi Nugroho mengatakan suatu desa yang pedili akan seni dan budaya tradisi masyarakat kita, kabupaten Pekalongan juga terkenal dengan tradisi budayanya baik pesisir dan pegunungan itu sangat luar biasa. “ desa Kauman ini salah satu desa di wilayah perkotaan tapi masih menguri-nguri budayanya, ini yang luar biasa dilakukan oleh pemerintah desa kauman, bapak kepala desa beserta jajarannya Bersama masyarakat menjaga tradisi lokal yang ada.” Katanya.
Hadir dalam acara tersebut bupati Pekalongan yang di wakili kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Agus Dwi Nugroho, S.STP, M.A.P. Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Hj. Widi Riswadi beserta pengurus, camat Wiradesa, Bersama Forkompincam, kepala desa Kauman dan masyarakat desa Kauman beserta tamu undangan lainnya. Festival Djayengrono ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 31 Agustus 2024 hingga 1 September 2024. Menampilkan berbagai makan-makanan tradisional atau kuliner tradisional, tarian-tarian dan berbagai budaya yang ada ditampilkan. juga ada lomba berbagai makanan tradisional yang jurinya dari Pengurus TP PKK kabupaten Pekalongan.
Di akhir acara Bupati Pekalongan juga menetapkan Desa kauman Kecamatan Wiradesa sebagai desa wisata. Setelah menjadi desa kauman ini bupati berharap agar lebih di kembangkan di lestarikan, “selamat untuk desa kauman yang menjadi desa wisata, agar terus di kembangkan. Tetap terus gandeng pemda agar kemajuan desa Kauman ini lebih baik lagi.” Harapnya.
Sementara itu kepala desa Kauman Wiradesa Asy’ari mengatakan bersyukur atas terselenggaranya festival Budaya Djayengrono dan berterima kasih kepada Pemkab Pekalongan serta masyarakat Desa Kauman Atas di tetapkan sebagai desa Wisata. “ kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Daerah, juga untuk warga masyarakat desa kauman atas kerja kerasnya melaksanakan kegiatan ini hingga meriah sekali.” Ucapnya.
Senin, 2 September 2024
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, para kepada OPD serta puluhan ribu masyarakat yang menyaksikan acara.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengucapkan terimakasih kepada ANTV yang telah hadir di Kabupaten Pekalongan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402. “saya minta kepada anak-anak saya, anak-anak Kabupaten Pekalongan semuanya supaya tertib, semuanya kondusif, hebat pokoknya semuanya luar biasa,” katanya.
Bupati juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten pekalongan. “mari kita sama-sama membangun Kabupaten Pekalongan dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, insyaAllah Kabupaten Pekalongan, Pekalongan Kota Santri,” tuturnya.
Senin, 2 September 2024
Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu saat dikonfirmasi usai kegiatan mengatakan, bahwa pada even Kajen Night Carnival 2024 tahun ini persiapannya kurang maksimal, hal itu lantaran pada Bulan Agustus merupakan bulan sibuk bagi Kabupaten Pekalongan. “kita tahu Bulan Agustus ada peringatan HUT RI, Hari Jadi Kabupaten Pekalongan dan ditambah tahun ini ada Pilkada, sehingga kita selenggarakan dengan sederhana tapi tetap menarik. insyaAllah kedepan jika masih berlanjut kita akan buat lagi dengan skala nasional,” terangnya.
Tujuan even ini, tambahnya, adalah utamanya untuk menaikkan dan mengangkat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pekalongan. Karena dengan berbagai kegiatan yang dilakukan Pemkab seperti Pekan raya kajen dan lainnya menjadikan para UMKM bisa membuka usahanya setiap hari. “kedepannya kita rencanakan akan buat ekspo tersendiri dari Dekranasda untuk memperkenalkan produk dan pelaku UMKM kita ke tingkat nasional,” kata Asraff.
Dalam Kajen Night Carnival 2024 keluar sebagai pemenang untuk kategori umum yakni, juara pertama dari Kecamatan Talun, juara kedua Polres Pekalongan dan juara ketiga dari Kecamatan Tirto. Sedangkan untuk kategori pelajar juara pertama yakni SMP 1 Wiradesa, juara kedua SMP 1 Karanganyar dan juara ketiga SMP 1 Bojong.
Selain juara, juga diumumkan pemenang untuk beberapa kategori, diantaranya untuk kategori Best Custom diberikan kepada Eleven Three, best parade diberikan kepada Waru Kidul Culture Community, Best Koreografi diberikan kepada Bank Jateng, dan kategori Peserta Favorit diberikan kepada Paguyuban Penyandang Disabilitas Indonesia Binaan Dinas Sosial.
Senin, 2 September 2024
Bupati Fadia menjadi mencalonkan sebagai bupati untuk kedua kali, didampingi politikus PKB yakni Sukirman,S.S yang menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah.
Mereka datang ke KPU sekitar pukul 15.00 Wib dengan diiringi ribuan masa pendukung serta beberapa pengurus partai diantaranya dari PKB, Gerindra, Golkar, Gelora, PKS, PPP, PAN, Demokrat, PSI, Perindo, dan Nasdem.
Satu hari sebelumnya, Wakil bupati H. Riswadi,S.H telah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Pekalongan bersama calon wakilnya yakni Ir. H. M. Amin,M.Si.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah dalam sambutanya menyampaikan, bahwa KPU Kabupaten Pekalongan membuka pendaftaran selama tiga hari yakni dimulai Selasa 27 Agustus hingga Kamis 29 Agustus 2024. “untuk pemeriksaan berkas pendaftaran nanti kita akan sampaikan kepada LO. Setelah mendaftar tahapan selanjutnya yakni pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan tanggal 30-31 agustus 2024 di RSUP Karyadi semarang,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutanya, Fadia mengungkapkan bahwa dirinya beserta Sukirman berniat baik dan ingin mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode 2024-2029. “niat kami ingin melanjutkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik lagi,” terangnya.
Adapun visi misinya seperti dijelaskan Fadia, diantaranya akan melanjutkan kembali pembangunan yang sudah dilakukannya selama tiga tahun lalu, yakni infrastruktur Kabupaten Pekalongan, jalannya alus rejeki mulus, serta kesehatan gratis di seluruh Indonesia tetap gratis untuk warga Kabupaten Pekalongan serta pendidikan gratis. “Kita masih akan memfokuskan pembangunannya di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.," kata Fadia.
Senin, 2 September 2024
Pendaftaran telah dimulai pada Selasa 27 Agustus 2024 sampai 29 Agustus 2024 atau tiga hari. Pada hari pertama pendaftaran tidak ada pasangan calon yang mendaftar, namun dihari kedua Wakil Bupati Petahana Riswadi maju mendaftar ke KPU sebagai calon Bupati Pekalongan bersama calon wakilnya yakni Muhammad Amin.
Mereka datang ke Kantor KPU sekira pukul 13.45 Wib bersama ratusan pendukungnya.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Laelatul Izah, mengatakan pada hari kedua pendataran, baru ada satu pasangan yang mendaftar. Pada hari pertama tidak ada yang mendaftar, namun diperkirakan pada hari ketiga aka nada pasangan calon lain yang akan mendaftar ke KPU Kabupaten Pekalongan. "sampai hari kedua ini baru satu paslon yang mendaftarkan hari ini yakni pasangan. Tadi ada pasangan lain yang sudah konsultasi dan komunikasi yang direncakanan akan mendaftar di hari ketiga,” terangnya.
Sementara itu, Riswadi mengungkapkan keyakinannya untuk maju dalam Pilkada dengan menggunakan landasan Undang-Undang Pemilu yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). “Kami mendaftarkan diri dengan menggunakan UU Pemilu keputusan MK. Sebagai putra daerah, kami berjanji akan mengabdikan dirinya untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan. Kami membawa visi untuk membangun Pekalongan yang lebih sejahtera dengan tetap mengedepankan kearifan lokal,” katanya dalam konferensi pers setelah proses pendaftaran di KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu 28 Agustus 2024.
Senin, 2 September 2024
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Winaryo, S.Pd, M.Pd, saat diwawancara di ruang kerjanya, Jum’at (30/08/204) menjelaskan bahwa kudapan apem kesesi yang sudah diusulkan sebagai warisan budaya tak benda, lolos dalam sidang penetapan warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud Ristek, pada 21 Agustus 2024 lalu. “Sidang berlangsung selama 2 jam dan Alhamdulillah apem kesesi lolos dan akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” ujar Winaryo.
Dikatakannya, penetapan Warisan Budaya Tak Benda dijadwalkan pada Desember mendatang dan Kepala Daerah akan diundang untuk menerima plakat. Dijelaskan, Apem Kesesi merupakan salah satu kudapan atau kuliner dari Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Bahan baku pembuatan apem dari tepung beras dan gula aren atau gula Jawa. Adonan cetak di atas daun pisang yang dibentuk lingkaran, kemudian dikukus dengan dandang khusus. Apem kesesi memiliki rasa yang legit.
Lebih lanjut Winaryo mengatakan, dengan penetapan Apem Kesesi sebagai WBTb nantinya akan diakui mutlak sebagai kuliner yang mengandung budaya dari Kabupaten Pekalongan. Untuk menjaga kelestarian kudapan khas tersebut, saat ini sudah terbentuk paguyuban yang mewadahi industri rumahan Apem Kesesi.
Mengenai sejarahnya, apem Kesesi, kata Winarsyo, sudah ada sejak sekitar tahun 1960an, yang disajikan dalam Khaul Mbah Kiai Gendon, sehingga Apem Kesesi sudah disajikan sebagai kudapan selama sekitar 64 tahun, hingga saat ini.
Untuk melestarikan sebagai WBT, pihaknya berharap apem Kesesi dapat disajikan dalam jamuan makan di setiap kegiatan yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sebelum apem Kesesi, Pertunjukan Seni Sintren Kabupaten Pekalongan telah lebih dulu diakui dan ditetapkan sebagai WBTb oleh Kemendikbud RI, pada tahun 2019 silam.
Kesenian sintren merupakan kisah romantisme asmara antara Sulasih (Putri Ki Ageng Sentanu) dan Sulamjono (Putra Joko Bau) yang terhalang restu orang tua.
Pada tahun 2025 nanti, Pemkab Pekalongan akan mengusulkan 2 kesenian khas Kota Santri sebagai WATb, yaitu Gendukan dan Langkah Telu yang merupakan kesenian tradisional dari Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto.
Senin, 2 September 2024
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hukum Kanwil KemenkumHAM Jawa Tengah, Deni Kristiawan, SH, MH saat menjadi narasumber dalam Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Pengelolaan JDIH di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (28/08/2024). Deni dalam kegiatan tersebut memaparkan materi berjudul “Optimalisasi Peran Anggota JDIH dalam Penyebarluasan Regulasi di Daerah Melalui JDIH”.
Dijelaskannya,perolehan peringkat Eka Acalapati atau Paling Tinggi oleh JDIH Kabupaten Pekalongan dan sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah cukup membuat dirinya bangga sebagai Pembina JDIH se-wilayah Jawa Tengah. Karena banyak kabupaten/kota di Jateng yang mendapat predikat Paling Tinggi dalam penilaian Kinerja Pengelolaan JDIH. Bahkan dari sepuluh besar, 6 di antaranya adalah ditempati daerah di Jawa Tengah. “Pimpinan kami sangat concern dan ingin semua daerah di Jateng bisa maju Bersama-sama berkaitan dengan Reformasi Hukum,” ujar Deni. JDIH Kategori Eka Acapalati adalah JDIH yang memperoleh nilai 76 hingga 100.
Deni Kristiawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan aspek-aspek yang dinilai meliputi organisasi dan kelembagaan, sumber daya manusia, koleksi dokumentasi hukum, teknis pengelolaan, sarana prasarana, pemanfaatan TIK, pengembangan JDIH, serta inovasi.
Dalam paparannya, Deni juga menjelaskan bahwa JDIH berperan strategis berkaitan dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Satu Data Indonesia, Indeks Reformasi Hukum, serta Desa/Kelurahan Sadar Hukum. Materi ke-2 disampaikan oleh narasumber dari Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah, Amalia Rahman, SH, M.Kn (Analis Hukum Ahli muda) dengan judul paparan “Kebijakan Pengelolaan JDIH Provinsi Jawa Tengah”. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, S.IP, MH.
Saat membuka kegiatan, Wiryo bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, karena menurutnya, bahwa pencapaian peringkat ke-21 tidak lepas dari upaya semua pihak dan fasilitasi KemenkumHAM dan Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah. “Yang perlu ditingkatkan adalah pertisipasi desa dalam pengelolaan JDIH, karena baru ada 1 peraturan desa yang diupload. Oleh karena itu, kami harap desa-desa lainnya bisa menyampaikan perdesnya masing-masing untuk bisa kita sosialisasikan melalui JDIH,” tutur Wiryo. Tahun sebelumnya, JDIH Kabupaten Pekalongan, kata Wiryo, ada di peringkat 200an.
Sosialisasi diikuti seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, kecamatan dan desa. Kegaitan ditutup oleh Kabag Hukum Setda Kabupaten Pekalongan, Aditomo Herlambang,SH
Kamis, 29 Agustus 2024
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq serta Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Anggota Forkopimda, Kepala OPD se-Kabupaten Pekalongan, tokoh agama, masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
“Acara doa bersama ini adalah wujud syukur kita sebagai warga Kabupaten Pekalongan. Semoga Tuhan senantiasa menjaga kita, menjadikan masyarakat sejahtera, kondusif, aman, dan terhindar dari segala mara bahaya serta musibah,” kata Fadia.
Selain ungkapan rasa syukur, doa bersama juga merupakan bentuk ikhtiar agar masyarakat Kabupaten Pekalongan senantiasa rukun, terutama menjelang Pilkada. “Kita akan menghadapi masa Pilkada, dan kita berdoa agar senantiasa dilindungi dan diberi kekuatan. Saya berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat saling menjaga dan tetap rukun, agar tidak mudah terpecah belah,” tambahnya.
Pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402, bupati berharap Kabupaten Pekalongan akan semakin maju, pembangunan merata dan masyarakatnya selalu rukun dan damai. “semoga Kabupaten Pekalongan semakin maju kedepannya. Saya yakin Kabupaten Pekalongan dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyampaikan bahwa untuk membawa Kabupaten Pekalongan ke arah yang lebih baik, perlu memperjuangkan dan melanjutkan perjuangan para pendahulu. dirinya berharap Kabupaten Pekalongan menuju kesejahteraan dan keadilan yang merata. “kegiatan Doa Bersama ini diselenggarakan untuk mendoakan para leluhur yang telah berjasa membangun Kabupaten Pekalongan.,” ungkapnya
Senin, 26 Agustus 2024