KAJEN - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024, serta Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2025 disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam rapat paripurna yang berlangsung Rabu (11/09/2024) siang.
Rapat Paripurna dihadiri Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan beserta Wakil Ketua, para Anggota DPRD, Perwakilan Forkompimda, Para Kepala OPD serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengatakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan menganggap perlu untuk melakukan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024. Proses ini telah dimulai dengan penetapan Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, penyusunan Perubahan Kebijakan Umum APBD (Perubahan KUA) Tahun 2024, serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (Perubahan PPAS) Tahun 2024 yang telah disepakati bersama pada tanggal 7 Agustus 2024. “bahwa perubahan APBD 2024 diperlukan untuk menyesuaikan dengan dinamika realisasi anggaran yang tercermin dalam Laporan Realisasi Semester Pertama APBD Tahun Anggaran 2024, serta perkembangan kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat,” ungkap Bupati.
Bupati Fadia menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tahun 2024, terdapat beberapa kondisi riil yang dihadapi pemerintah daerah, termasuk kebijakan serta regulasi pemerintah terbaru. Salah satunya adalah alokasi Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 untuk Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Kelompok Kategori Kesejahteraan Masyarakat menurut Provinsi/Kabupaten/Kota, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 353 Tahun 2024 tanggal 1 September 2024. Insentif ini perlu diformulasikan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024.
Secara umum, struktur Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024 meliputi pendapatan daerah yang direncanakan meningkat sebesar 4,20% dari APBD Penetapan Tahun Anggaran 2024, belanja daerah yang meningkat sebesar 6,84% dari APBD Penetapan Tahun Anggaran 2024, serta penerimaan pembiayaan yang meningkat sebesar kurang lebih 65 miliyar rupiah yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2023, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2023.
Sementara itu, untuk APBD Tahun Anggaran 2025, Bupati mengungkapkan bahwa pola anggaran yang digunakan berorientasi pada anggaran berbasis kinerja, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. “Penerapan pola anggaran yang berbasis kinerja tersebut dimaksudkan agar penggunaan APBD Tahun 2025 benar-benar dapat memenuhi indikator sasaran yang diharapkan sesuai fungsi belanja, yang nantinya dijadikan acuan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Daerah,” jelas Bupati.
Secara ringkas, struktur Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 meliputi pendapatan daerah yang direncanakan sebesar kurang lebih Rp 2.3 triliun rupiah, belanja daerah direncanakan sebesar kurang lebih 2.3 triliun rupiah dan pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar 10 miliyar rupiah yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta pengeluaran pembiayaan yang direncanakan sebesar 10 miliyar rupiah yang dialokasikan untuk penyertaan modal.
Kamis, 12 September 2024
KAJEN – Bidang Kepemudaan Dinas olahraga, pemuda dan pariwisata Kabupaten pekalongan 7-8 September 2024 berhasil menyelenggarakan kegiatan jambore pemuda dengan total 6 lomba, yaitu Videografi, Sesorah Bahasa jawa dan Tari pada tanggal 7 lalu poster, speech contest dan menyanyi pada tanggal 8 di wisata Linggoasri.
KAJEN - Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 turun signifikan dibanding dengan tahun 2023.Pada tahun 2023 AKI di Kabupaten Pekalongan mencapai 34 kasus dan menempati peringkat ke dua se Jawa Tengah. Namun pada tahun 2024 sampai bulan September AKI di Kabupaten Pekalongan tercatat 11 kasus.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Australia dalam ajang kualifikasi Piala Dunia tahun 2026 Zona Asia.
Acara nobar yang dihadiri Bupati Pekalongan diwakili Sekda M. Yulian Akbar beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah ini berlangsung mulai pukul 18.30 WIB di Jalan Mandurorejo depan Alun-Alun Kajen, Selasa 10 September 2024.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berkesempatan meresmikan peningkatan ruas jalan di Kecamatan Paninggaran, yakni jalan Desa Domiyang-Desa Notogiwang, Rabu 4 September 2024.
Peresmian ditandai dengan melakukan tradisi pecah kendi dan tebar uang koin atau udik-udikan sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya dan suksesnya peningkatan Jalan tersebut. Uang receh yang sebar tersebut ramai diperebutkan warga masyarakat yang hadir ditempat acara. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala OPD, Camat Paninggaran bersama Forkompimcam Paninggaran, Kepala Desa se Paninggaran serta para tokoh masyarakat.
KAJEN - Membangun masjid adalah cara kita bertransaksi dengan Allah Swt, karena jika kita membangun masjid maka pahalanya tidak akan terputus. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan fadia Arafiq dalam sambutanya pada saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Nurul Yaqin di Dukuh Pejarakan Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran, Rabu 4 September 2024.
Demikian disampaikan bupati dalam sambutanya saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia "Tiara Kusuma" Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Brebes periode 2024-2029. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tiara Kusuma Provinsi Jawa Tengah, di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Rabu (11/09/2024) pagi.
Bupati juga menghimbau agar nanti Tiara Kusuma ini bisa berkoordinasi dengan para pengusaha-pengusaha salon yang ada di kabupaten Pekalongan, nanti bisa direkrut dan diajarkan anak-anak yang baru lulus SMA tapi juga mungkin tidak kuliah atau yang mencari lapangan kerja. “mungkin di sini kita bisa mengembangkan bakat-bakat anak Indonesia khususnya perempuan kabupaten Pekalongan. Saya akan lihat kalau Tiara Kusuma ini di kabupaten Pekalongan berkembang dengan baik pasti diperhatikan,” katanya.
Dirinya selaku Bupati Pekalongan akan men-support kegiatan yang berhubungan pemberdayaan wanita. Untuk itu Fadia meminta pengurus Tiara Kusuma untuk benar-benar serius untuk membina anak-anak sehingga pelatihan-pelatihan yang ada nanti membawa manfaat baik untuk perempuan khususnya di Kabupaten Pekalongan. “bapak ibu bisa mengembangkan Tiara Kusuma ini lebih besar lagi, ada juga pengusaha salon kecantikan ada dari make up pengantin dan lain lain,” pintanya.
Sementara itu, Perwakilan DPC Tiara Kusuma Kota Pekalongan Titik Kristanti dalam sambutanya menyampaikan visinya diantaranya menciptakan wadah yang nyaman untuk anggota agar bisa aktif dan memiliki rasa peduli kepada sesama dan juga organisasi secara menyeluruh. Serta misinya untuk meningkatkan program dan kualitas organisasi meningkatkan partisipasi dan keaktifan anggota menambah anggota baru dan memperkuat hubungan dan kerjasama dengan organisasi lain
“ kami yakin berkat kolaborasi dan dedikasi seluruh anggota kita dapat bersama-sama mewujudkan visi dan misi DPD Tiara Kusuma masing-masing untuk mencapai itu semua kami tidak bisa bekerja sendiri oleh karena itu kami mengajak seluruh mitra,” tuturnya.
Hal senada dikatakan DPD Tiara Kusuma Jawa Tengah Titiek Soeliestijani. Menurutnya para pengurus baru jangan puas di saat pelantikan, dan tidak melupakan tujuan untuk mendidik adik-adik terutama yang baru lulus sekolah yang bisa bekerja secara mandiri, menjadi tenaga-tenaga ahli kecantikan dan juga membuka lapangan kerja jadi baik pendidikan maupun bergandengan tangan dengan mitra’
“kami juga meminta kepada ibu Bupati langsung untuk support anggaran karena gerakan kami ini mendidik melatih dan memberikan lapangan kerja bagi generasi-generasi yang akan datang,” pintanya.
Kamis, 12 September 2024
Kepala Dinporapar Wahyu Kuncoro melihat langsung peserta yang mengikuti lomba dan mengemukakan kegembiraannya atas antusias peserta yang luar biasa. Sedangkan kriteria peserta yang mengikuti yaitu pemuda mulai dari umur 16 sampai 30 tahun.
Merespon dari antusias peserta dan agenda pemerintah daerah, wahyu kuncoro menuturkan bahwa tahun depan insyaallah akan dilaksanakan kembali jambore pemuda ini. “Insyaallah tahun depan akan kita laksanakan lagi karena ini merupakan agenda yang menjadi kebijakan pemerintah daerah dan juga ada dari pemerintah provinsi maupun nasional untuk menggali potensi pemuda di Indonesia. “
Kepala Bidang Kepemudaan Ari Lanang menambahkan bahwa ini merupakan ajang apresiasi kepada pemuda di Kabupaten Pekalongan dan berhasil menggaet dengan total 170 peserta dari semua lomba yang ada. “Saya yakin pemuda di kabupaten pekalongan punya potensi, bakat sehingga kami menyediakan wahana untuk apresiasi dan wahana untuk berekspresi untuk pemuda di kabupaten pekalongan. Saatnya untuk potensi-potensi yang ada untuk diapresiasi sehingga menjadi talenta muda yang memberikan manfaat,” tambahnya dalam wawancara langsung.
Kamis, 12 September 2024
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Infokes dr. Ryan Ardanaputra, Senin 9 September 2024 diruang kerjanya.
Dijelaskan dr. Ryan Dinas Kesehatan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan AKI serendah-rendahnya dengan berbagai program yang dijalankan sampai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). “AKI ini merupakan salah satu indikator kemajuan suatu daerah, jadi kita berupaya untuk menekan AKI serendah mungkin. Kami juga mengapresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan baik Bidan Desa, Bidan Puskesmas, Dokter Umum, Dokter spesialis Kandungan di wilayah Kabupaten Pekalongan yang ikut bersama menurunkan aki,” katanya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Dinkes, lanjutnya, yakni semua ibu hamil harus dilakukan screening dimulai dari FKTP tingkat 1. Dimana disetiap Puskemas di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah ada USG atau ultrasonografi yang digunakan untuk memantau kondisi janin dari awal kehamilan.
“pemeriksaan ini sudah bisa masuk klaim BPJS,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan monitoring, evaluasi dan pembinaan kepada seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang melaksanakan persalinan, baik yang ada kejadian ibu melahirkan meninggal ataupun tidak. Jika ada kejadian ibu melahirkan meninggal maka tim dari Dinkes akan melakukan monev baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit baik negeri maupun swasta.
“kita juga punya gerakan “ngemil rengginan’ atau ‘Ngluru Ibu Hamil Resiko Tinggi Nang Pekalongan’ dimana kita akan melakukan screening awal dengan mendatangkan dokter kandungan dan dokter anak langsung ke Puskesmas yang telah kita tentukan terutama kriteria resiko tinggi. Dan setelah itu, ibu melahirkan akan mendapat karu ucapan dari Bupati Pekalongan dengan tiga macam warna, warna merah berarti tidak boleh hamil lagi karena beresiko tinggi, warna kuning boleh hamil tapi dengan pengawasan ketat sedangkan warna hijau berarti kondisinya aman boleh hamil lagi dengan normal seperti biasa,” tambah dr. Ryan.
Selain itu, Pihaknya juga berencana untuk menerapkan di seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Pekalongan supaya tidak ada pasien yang hamil atau nifas diluar pengetahuan dokter kandungan. Yakni dengan mennayakan semua pasien rawat inap apakah mereka hamil atau nifas. Setelah itu apapun penyakitnya dokter kandungan harus tahu dia hamil atau tidak. “kedepan rencananya DInkes Kabupaten Pekalongan juga diminta menjadi nara sumber di Tingkat Provinsi karena berhasil menurunkan AKI dalam waktu yang singkat yakni dari 34 pada tahun 2023 menjadi 11 pada tahun 2024. Penurunan tersebut mendapat apresiasi dari Dinkes Jateng,” pungkasnya.
Kamis, 12 September 2024
Berdasarkan pantauan, kegiatan nobar ini pun sukses menyatukan penggemar bola di Kabupaten Pekalongan. Para penonton tampak sangat antusias menyaksikan perjuangan tim Merah Putih yang sedang berlaga di Lapangan Hijau. Tidak hanya itu, acara nobar semakin meriah dengan pembagian puluhan doorprise dengan hadiah utama sebuah televisi beserta puluhan hadiah lain seperti setrika, kipas angin, kompor gas, bola dan lain sebagainya. Doorprise dibagikan kepada penonton yang bisa menjawab pertanyaan seputar sepakbola dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Acara nobar berlangsung meriah, dihiasi dengan sorak-sorai pendukung yang tetap semangat, meski laga berjalan dengan sengit dan ketat. Laga berakhir imbang, dimana kedua kesebelasan yang bertanding tidak dapat melesakkan gol.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq melalui Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar mengatakan, bahwa nobar ini dilaksanakan dalam rangka menampung aspirasi dari penggemar sepakbola di Kota Santri yang disampaikan kepada Bupati Pekalongan. “nobar ini sudah menjadi tradisi, antusias warga juga tinggi dan bupati memerintahkan kami untuk menyelenggarakan nobar setiap Timnas berlaga,” katanya.
Sekda bersyukur karena acara nobar dapat terselenggara dengan baik dan banyak doorprise yang dapat menambah kegembiraan kepada penggemar sepakbola.
Dijelaskannya adanya doorprise ini juga merupakan aspirasi dari penggemar sepakbola yang menginginkan jika setiap nobar yang diadakan Pemkab Pekalongan juga disediakan doorprise agar lebih meriah. ‘’ kalau ada nobar lagi kita juga akan sediakan doorprise. Dan nobar ini juga disukai oleh pedagang di sekitar Alun-Alun Kajen karena dagangannya laku,” pungkasnya.
Rabu, 11 September 2024
Hal itu dinyatakan KPU Kabupaten Pekalongan setelah menerima hasil pemeriksaan kesehatan dari RSUP Dr Karyadi Semarang pada tanggal 4 September 2024 lalu yang menyatakan bahwa kedua bakal pasangan calon yakni Fadia Arafiq-Sukirman dan Riswadi- M. Amin dinyatakan Memenuhi Syarat.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Lailatul Izzah, melalui Divisi Teknis Syafiq Naqsyabandi mengatakan, sebelumnya dua paslon telah melaksanakan semua tes kesehatan sekitar 20 item yang meliputi, tes kesehatan fisik mulai dari tes kesehatan dalam, kemudian psikologi maupun narkoba. “empat calon calon Bupati atau Wakil Bupati Pekalongan sudah melaksanakan tes sesuai dengan rangkaiannya.
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu tahapan persyaratan pendaftaran Pilbup Pekalongan setelah berkas pendaftaran diterima KPU,” katanya saat ditemui di KPU Jumat 6 September 2024.
Ditambahkan Syafiq, selain pemeriksaan kesehatan, pasca penutupan pendaftaran tanggal 29 Agustus lalu, KPU melakukan penelitian administrasi paslon sampai tanggal 4 September, baik syarat calon maupun syarat pencalonan. Menurutnya untuk syarat pencalonan seperti dukungan parpol semunya sudah memenuhi syarat, namun untuk syarat calon keempat calon belum memenuhi syarat. “namun pada hal sederhana dan tidak terlalu berat, tidak sampai menggugurkan, seperti belum legalisir dan sebagainya,” terangnya.
Pada Jumat 6 September, lanjutnya, KPU Kabupaten Pekalongan, telah melakukan tahapan pemberitahuan hasil penelitian administrasi calon, hasilnya kedua bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Pekalongan dinyatakan Belum Memenuhi Syarat dan harus melakukan perbaikan sampai dengan batas akhir waktu perbaikan adalah tanggal 8 September 2024
Senin, 9 September 2024
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menjelaskan bahwa rehabilitasi jalan di Desa Domiyang ini membutuhkan dana sekitar 2,5 milyar. Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat untuk menjaga jalan tersebut agar bisa awet dan tidak gampang rusak.“semoga pembangunan jalan ini bisa bermanfaat bagi bapak, ibu dan adik-adik semua sehingga kita bisa hidup layak dan sejahtera,” katanya.
Dijelaskannya, untuk peningkatan jalan di Kecamatan Paninggaran, pada tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menganggarkan biaya sekitar 6 milyar salah satunya di Desa Domiyang-Notogiwang, ruas jalan di Kaliombo, dan lainnya. “tahun depan akan kita selesaikan lagi, karena memang harus bertahap dan harus sabar karena warisan jalan rusak di Kabupaten Pekalongan sangat banyak,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran Edi Mulyanto mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq atas kedatanganya meresmikan jalan di Desa Domiyang. Menurutnya sudah bertahun-tahun jalan di Desa Domiyang dan Notogiwang rusak, dan warga bergotong-royong dengan material yang minim dan keterbatasan alat jika terjadi hujan maka jalan yang dibangun menjadi rusak kembali. “alhamdulillah pada tahun 2024 ini berkat dukungan ibu bupati, jalan sekarang dibangun dengan kokoh, tidak hanya jalan tetapi juga selokannya, semoga jalannya awet,” harapnya.
Kamis, 5 September 2024
Turut mendampingi para Kepala OPD, Camat Paninggaran, Kepala Desa Domiyang serta tokoh agama dan masyarakat dukuh pejarakan.
Dalam sambutanya Bupati juga menyampaikan bahwa saat meninggal, kita tidak membawa apa-apa kecuali amal ibadah yang kita lakukan semasa hidup didunia. “semoga dengan pembangunan masjid ini bisa bermanfaat bagi warga Dukuh Pejarakan dan sekitarnya,” katanya.
Dikatakan fadia, meski tidak banyak, pemerintah kabupaten Pekalongan akan membantu pembangunan masjid agar bisa cepat selesai. Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang punya rejeki lebih bisa membantu pembangunan masjid ini. “sebelumnya saya tanya pada pak Kadesnya masjid ini mau diapain, dibesarkan katanya, biar bisa digunakan tarawih dengan nyaman, sholat jamaah, kegiatan fatayat, ngaji. Dan semoga dengan masjidnya bagus, tambah semangat lagi sholat dan ngajinya,” tuturnya.
Salah satu takmir Masjid Nurul Yaqin, Soghir Mughroni, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Fadia yang telah berkenan hadir dalam acara peletakan batu pertama. Menurutnya, dengan hadirnya orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut diharapkan dapat memberikan doa restu agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar. “hadirnya bupati merupakan suatu kehormatan dan sebuah anugerah bagi pengurus masjid dan panitia pembangunan. Semoga pembangunan masjid ini bisa bermanfaat bagi warga Dukuh Pejarakan, Desa Domiyang dan sekitarnya,” harapnya.
Kamis, 5 September 2024
Tes kesehatan dilaksanakan selama dua hari sejak Jumat 30 Agustus 2024 hingga Sabtu 31 Agustus 2024. Adapun kedua pasangan tersebut yakni pasangan Fadia Arafiq-Sukirman dan Riswadi-Muhammad Amin.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Laelatul Izzah mengatakan, empat bakal calon telah melaksanakan semua tes kesehatan sekitar 20 item yang meliputi, tes kesehatan jasmani mulai dari tes kesehatan dalam, kemudian psikologi maupun narkoba. “empat bakal calon Bupati atau Wakil Bupati Pekalongan sudah melaksanakan tes sesuai dengan rangkaiannya. Pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu tahapan persyaratan pendaftaran Pilbup Pekalongan setelah berkas pendaftaran diterima KPU,” katanya.
Ditambahkan Izah, dari pemeriksaan tersebut nantinya akan disimpulkan dari tim pemeriksa apakah mampu atau tidak mampu dalam menjalankan tugas sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati Pekalongan, “KPU Kabupaten Pekalongan akan menerima hasil pemeriksaan kesehatan ini sekira pada 3 September 2024," tambahnya.
Bakal Calon Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menuturkan Dalam pemeriksaan kesehatan ini, dirinya tidak melakukan persiapan secara khusus. “tes kesehatan yang selama dua hari ini banyak sekali. Mulai dari CT Scan, tes IQ, dan tes psikologi, dan lainnya," kata Fadia.
Sementara itu, bakal calon Bupati Pekalongan, Riswadi mengatakan, dalam mengikuti tahapan tes kesehatan selama dua hari cukup melelahkan. Riswadi berharap agar dirinya dan pasanganya dapat lolos dan tidak ada penyakit yang membahayakan. “ini adalah tahapan yang harus dilalui oleh kami sebagai persyaratan calon Bupati dan Wakil Bupati." katanya.
[Gambar]
[Gambar]
Rabu, 4 September 2024