KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, meminta seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam mendukung pelaksanaan visi dan misi pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan bupati dalam sambutanya saat secara resmi menutup kegiatan Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2024. Acara penutupan berlangsung pada Kamis (19/09/2024) di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
"Saya ucapkan selamat kepada seluruh PPPK Kabupaten Pekalongan. Setelah menyelesaikan orientasi ini, saya berharap bapak ibu semua memahami dengan jelas tugas pokok dan fungsi yang harus dijalankan di dinas masing-masing. Keberhasilan visi dan misi pemerintah daerah sangat bergantung pada sinergi dan kerja sama. Tanpa itu, visi dan misi tidak akan terlaksana secara maksimal,” ujarnya.
Bupati Fadia juga mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang telah mengikuti orientasi. Fadia juga mengingatkan bahwa kontrak kerja PPPK berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kinerja. Oleh karena itu, ia meminta seluruh PPPK bekerja dengan maksimal untuk memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan, “Kehadiran PPPK ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kerja di setiap dinas. Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu dapat meningkatkan semangat kerja, dan mempercepat pencapaian visi misi yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, mengungkapkan bahwa kegiatan orientasi diikuti sebanyak 398 peserta dengan rincian 119 peserta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 229 peserta dari Dinas Kesehatan, serta 50 peserta dari OPD lainnya, “Hasil pelaksanaan orientasi ini setelah kita evaluasi. Seluruh peserta sejumlah 398 orang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat,” tambahnya.
Jumat, 20 September 2024
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menekankan pentingnya silaturahmi dan pengajian sebagai sarana efektif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.Hal itu dikatakannya pada saat menghadiri Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang digelar di Masjid Al Khuzaemah, Kecamatan Kajen, pada Minggu (15/09/2024).
KAJEN – Berdasarkan data terbaru mengenai HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan tahun 2024, tercatat ada sebanyak 892 orang yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, memberikan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS serta cara pencegahannya dalam kegiatan pembinaan yang digelar di Aula Lantai I Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/09/2024).
KAJEN – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan sukses menggelar Grand Final Lomba Ide Bisnis 2024 pada Rabu (11/09) di PKBM Ki Hajar Dewantara, Bojong, Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda dalam menciptakan inovasi bisnis dan menjadi wirausahawan yang kompetitif.
Selain bupati, turut hadir Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Ashraff Abu, Pimpinan dari berbagai organisasi seperti Muhammadiyah, Baznas, Kemenag, dan Dinas terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan kekagumannya terhadap pendidikan yang diterapkan di Ponpes Miftahul Ulum yang mampu mengembangkan bakat para santri di berbagai bidang,
“Saya tadi kaget melihat di pondok pesantren kita ini, kita bisa mengembangkan bakat bukan hanya ngaji, bukan hanya sekolah, tapi tadi menjadi tim drama yang hebat, penyanyi-penyanyi yang hebat, dan grup vokal yang hebat. Ini adalah hal yang membahagiakan bagi saya selaku Bupati Pekalongan,” Ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Ponpes Miftahul Ulum yang terus menunjukkan kemajuan setiap tahunnya. “Meski di tengah kesibukan yang padat, saya selalu menyempatkan diri hadir di acara Pondok Pesantren ini. Setiap tahun saya hadir dan setiap tahun saya bangga melihat kemajuannya tambah meningkat,” ujar Fadia.
Bupati Fadia berharap santri-santri dari Ponpes Miftahul Ulum kelak menjadi pemimpin-pemimpin hebat di seluruh Indonesia, serta bisa memberikan kontribusi positif saat mereka kembali ke daerah masing-masing, “Saya doakan anak-anak kita disini menjadi anak-anak yang hebat, menjadi pemimpin-pemimpin di seluruh Indonesia karena ada anak-anak dari 22 provinsi di Miftahul Ulum ini. Jadi kalau mereka sudah lulus dan kembali ke daerah mereka masing-masing, pasti mereka akan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Jumat, 20 September 2024
Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Pekalongan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. "Silaturahmi seperti ini mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Melalui pengajian, informasi penting seperti penanggulangan stunting, pencegahan pernikahan dini, hingga penurunan angka kematian ibu dan anak dapat lebih mudah disampaikan," jelas Fadia.
Bupati Fadia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor. Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Pekalongan turut menyalurkan bantuan hibah untuk mendukung kegiatan Muhammadiyah dan Aisyiyah. "Tahun ini, kami memberikan bantuan hibah kepada Muhammadiyah dan bantuan hibah untuk Aisyiyah. Harapannya, kegiatan Aisyiyah bisa berjalan lebih lancar dan pengajian seperti ini semakin aktif," ungkapnya.
Ketua DPD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Ustad M. Irwan, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Pemkab Pekalongan. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam bidang pendidikan dan kesehatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. "Terima kasih Ibu Bupati. Kami dari Muhammadiyah selalu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama membangun dalam berbagai bidang, seperti pendidikan dan kesehatan," ujarnya.
Selasa, 17 September 2024
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang hadir dalam kegiatan tersebut dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan lomba mancing ini memberikan manfaat yang baik bagi desa khususnya dalam hal pengembangan pariwisata. “dengan lomba mancing ini semua orang jadi tahu bahwa di desa ini ada wisata yang bagus dengan pemandangan yang bagus yang layak untuk dikunjungi,” katanya.
Selain itu, lanjut bupati, dengan danya kegiatan ini ekonomi dapat berjalan dan bisa mengambangkan UMKM ditingkat desa. Dan juga dengan peserta yang tidak hanya dari Kabupaten Pekalongan menjadikan wisata ini dikenal hingga ke Jawa Tengah. “bagi yang menang berarti beruntung hari ini, bagi yang belum menang, ini merupakan ajang untuk mencari kesenangan dan mengembangkan hobi,” tuturnya.
Menutup pidatonya, Bupati Fadia berpesan agar semua peserta menikmati lomba ini sebagai ajang kebersamaan dan kreativitas.
Selasa, 17 September 2024
Adapun pelaksanaan tasyakuran dan peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, di Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Jum’at 13 September 2024.
Hadir bersama bupati yakni Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Kabag dari Setda Kab Pekalongan, Forkopimcam Doro, Kepala Desa Wringinagung, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan KPSPAM "TIRTAYASA" yang sebelumnya masih dalam tahap pembangunan saat kunjunganya sebelumnya. “Pamsimasnya sudah jadi. Sudah bisa dinikmati masyarakat. 160 rumah sudah terairi dan sudah dipasang alatnya. Nanti kalau ada yang membutuhkan lagi dari dukuh yang lainnya itu juga bisa dipikirkan juga,” ujar Fadia.
Kepada masyarakat, Bupati Fadia berpesan untuk menjaga fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa iuran yang dibayarkan warga untuk pengelolaan air bukan untuk pemerintah, tetapi untuk dikelola desa.
"Iurannya dibayar dengan benar, karena itu bukan untuk saya atau Pemerintah Kabupten Pekalongan tapi uangnya itu masuk ke desa. Kalau masuk ke desa nanti bisa dikelola uangnya. Terus kalau misalkan meningkat bagus bisa menjadi PAD-nya dari desa. Pendapatan desanya meningkat,” jelasnya.
Kemudian, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa dalam enam bulan ke depan akan ada pengecekan terhadap kualitas air. Jika ditemukan masalah, dinas terkait akan turun untuk memperbaiki dan memastikan air tetap sehat serta fasilitas tetap berfungsi. “Ini dipantau oleh pemerintah pusat dan dinas Kabupaten Pekalongan. Jadi, tolong dijaga dengan baik agar bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Fadia.
Kepala Desa Wringinagung, Bambang Sugiat, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Fadia dan DPU TARU Kabupaten Pekalongan yang telah merealisasikan harapan masyarakat sejak tahun 2021. "Alhamdulillah, sekarang harapan masyarakat sudah terwujud, airnya sudah jalan dengan baik dan kencang," ungkap Bambang.
Selasa, 17 September 2024
Bupati Fadia didampingi oleh Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, Ketua Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra, Camat Kedungwuni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam pertandingan final mempertandingakan antara kesebelasan AKA Krompeng Talun melawan tim Garuda Doro. Dimana pertandingan berlangsung seru, pada awal babak kedua tim bermain seimbang dengan 1-1, namun menjelang menit-menit akhir AKA Krompeng berhasil menyarangkan dua gol untuk membawa timnya meraih juara pertama Salakbrojo Cup 1.
Seusai pertandingan, bupati mengundi doorprize bagi penontong yang beruntung, dengan hadiah berupa sepeda listrik yang didapatkan Musbihin warga Kecamatan Talun. Bupati juga menyerahkan bantuan kepada panitia pertandingan berupa uang tunai sebagai bentuk dukungan penyelenggaran turnamen.
Setelah itu, Bupati berkesempatan menyerahkan trophy dan hadiah kepada para juara. Klub Sepak bola Krompeng Talun berhasil keluar sebagai juara pertama dan menerima hadiah sebesar Rp 20 juta.
Sementara itu, Juara II mendapatkan hadiah Rp 15 juta, dan Juara III yang terdiri dari dua tim masing-masing memperoleh Rp 7 juta. Selain penghargaan untuk para juara, panitia juga memberikan hadiah bagi pemain dengan predikat Top Skor dan Pemain Terbaik, masing-masing menerima hadiah Rp 500 ribu.
Bupati Fadia menyampaikan apresiasi atas terlaksananya turnamen ini sebagai bentuk upaya memajukan dunia olahraga di Kabupaten Pekalongan. "Semoga melalui kegiatan ini, muncul bibit-bibit pesepakbola muda yang berbakat dari desa-desa di Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Dikatakan bupati dalam penyelenggaran kegiatan dirinya meminta kepada para penontong untuk menjaga kondusivitas agar pertandingan berjalan dengan baik.
Selasa, 17 September 2024
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Rektor ITSNU, Para Kepala OPD, Unsur Forkopimcam, dan diikuti peserta dari kalangan mahasiswa ITSNU Kabupaten Pekalongan.
Jumlah tersebut, lanjutnya merliputi 490 laki-laki dan 402 perempuan, yang tersebar di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak usia 0-14 tahun, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil, pekerja seks wanita, dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan itu, Fadia mengatakan bahwa HIV/AIDS merupakan masalah serius yang harus dihadapi bersama. “HIV/AIDS ini tidak bisa kita anggap remeh. Saya sebagai ibunya warga Kabupaten Pekalongan merasa perlu memberikan sosialisasi ini, agar masyarakat memahami bahaya HIV/AIDS, bagaimana cara penularannya, dan juga pencegahannya,” kata Bupati Fadia.
Bupati Fadia menekankan bahwa data tersebut hanya mencakup kasus yang terdeteksi. Ia memperingatkan bahwa kasus yang tidak terlaporkan mungkin lebih banyak. “Yang tidak ketahuan pasti ada lagi,” tambahnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, Bupati berharap dapat menambah pengetahuan serta kesadaran masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, yang kerap terpapar pergaulan bebas. “Mudah-mudahan dengan acara seperti ini, akhlak anak-anak kita semakin baik, dan kita bisa bersama-sama menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Bupati Fadia juga menambahkan bahwa setiap tahun jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan cenderung meningkat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memerangi penyebaran penyakit ini. “Mari kita perangi bersama. Kita kontrol rutin penderita HIV/AIDS agar tidak menularkan ke orang lain dan pastikan mereka mendapatkan pengobatan yang maksimal, apalagi pengobatan sudah gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak berobat,” tegasnya.
Selasa, 17 September 2024
Sebanyak 15 finalis baik dari ketogori pelajar dan umum terpilih mempresentasikan ide bisnis terbaik mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk praktisi bisnis, akademisi, serta pejabat daerah. Inovasi yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari produk kuliner hingga teknologi ramah lingkungan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, S.T., M.T melalui Kepala Bidang Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha para peserta. "Kami berharap startup-startup yang mengikuti lomba ini dapat terus berkembang dan berinovasi. Semoga melalui lomba ini, banyak reseller yang muncul, sehingga mampu menciptakan wirausaha-wirausaha baru. Dengan begitu, tingkat pengangguran di Kabupaten Pekalongan bisa berkurang, dan pemuda semakin berani berwirausaha," ujar Ari Lanang.
Salah satu finalis, Ikhwan dari Kesesi, yang membawakan ide bisnis Takoyaki Instan, optimis bahwa lomba ini akan membuka peluang baru bagi produknya untuk masuk ke pasar yang lebih luas. “Saya berharap produk Takoyaki Instan ini bisa didistribusikan lebih luas dan mencapai pasar yang lebih besar, sehingga dapat memperluas jaringan bisnis saya,” ujar Ikhwan.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh produk inovasi dari para finalis akan dipamerkan dalam kegiatan Car Free Day pada Minggu, 15 September 2024, di Kota Pekalongan. Masyarakat umum diundang untuk melihat langsung berbagai inovasi bisnis yang dipamerkan dan memberikan dukungan kepada wirausahawan muda Kabupaten Pekalongan.
Lomba Ide Bisnis 2024 ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor wirausaha. Dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha muda, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terus meningkat dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta.
Jumat, 13 September 2024
Demikian disampaikan Bupati saat menghadiri acara Sidomulyo Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Khitanan Massal, dan Haul Massal Ke-19 yang gelar di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, pada Rabu (11/09/2024).
Ia berharap acara tersebut memberikan kebaikan untuk seluruh masyarakat, "Peringatan Maulid Nabi adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah. Dengan mengingat hari kelahiran beliau, insya Allah, kita akan mendapatkan cinta dan barokah dari Rasulullah. Saya berdoa agar kita semua diberi anak-anak yang sholeh dan sholehah, kesehatan selalu, rezeki yang lancar, serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk selalu menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan, “Rasulullah ini tingkah lakunya selalu menjadi contoh kita semua. Tutur katanya, cara memimpinya, dan semuanya itu menjadi contoh yang baik yang mudah-mudahan bisa kita contohkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Bupati.
Bupati Fadia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara Maulid Nabi yang meriah. Ia juga mengapresiasi keberhasilan khitanan massal yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo. "Saya dengar bahwa khitan massalnya berjalan lancar, anak-anak senang, dan orang tua juga bahagia. Insya Allah, peringatan Maulid Nabi di Desa Sidomulyo ini membawa banyak manfaat dan kebahagiaan dan ini adalah barokah dari Rasulullah yang selalu menyertai kita," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan panitia, Akhwan, mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sidomulyo merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. "Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sidomulyo selalu rutin diadakan setiap tahun. Tahun ini sebanyak 45 anak mengikuti khitanan massal. Semoga mereka kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan penerus bangsa," ujar Akhwan.
Acara ini menghadirkan pembicara Kyai Agus Jumhadi dari Semarang serta Jamiyah Sholawat Al Mahbubin Pekalongan dari Grub Hadirah se-Kecamatan Kesesi.
Jumat, 13 September 2024