KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mematangkan persiapan untuk Pilkada 2024. Haryanto Nugroho, S.STP, M.AP, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pekalongan, yang ditemui RKS FM di ruang kerjanya pada Jumat(18/10/2024), menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi telah berjalan dengan baik.
“Pemkab telah menyiapkan anggaran sekitar 60 miliar rupiah dari APBD kabupaten dan provinsi untuk mendukung penyelenggaraan serta pengamanan Pilkada. Anggaran ini sudah disiapkan sejak 2023 hingga 2024 untuk memastikan semua kebutuhan, termasuk logistik dan pengamanan, terpenuhi,” ujar Haryanto Nugroho.
Haryanto mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi hartanto, ST, MT dan Kapolres Pekalongan, AKBP Prayudha Widiatmoko, S.I.K., telah mengecek langsung kesiapan logistik pemilu di gudang KPU untuk menghindari kendala di hari pemungutan suara. “Kesiapan logistik sangat penting agar pelaksanaan tidak terganggu. Kami ingin memastikan semuanya siap dan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi dalam Pilkada 2024, yaitu politik uang, dinamika di media sosial, dan politik identitas. “Politik uang masih menjadi tantangan karena sebagian masyarakat menganggapnya wajar. Ini memerlukan pengawasan ekstra dari Bawaslu,” jelasnya.
Haryanto menekankan pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi. “Politik identitas yang memanfaatkan sentimen agama atau etnis bisa memicu fanatisme berlebihan dan merusak kerukunan. Kita harus berhati-hati agar hal ini tidak terjadi,” tuturnya.
Dengan koordinasi yang kuat dan kesiapan yang matang, Pemkab Pekalongan optimis Pilkada 2024 akan berjalan aman dan lancar hingga tahap pelantikan kepala daerah yang dijadwalkan pada Februari 2025.
Senin, 21 Oktober 2024
KAJEN - H. Sumar Rosul, SIP., MAP resmi menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan masa jabatan 2024-2029. Pengambilan sumpah dan janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Pekalongan Karsena, S.H, M.H, dan disaksikan langsung oleh Pjs Bupati Kabupaten Pekalongan Widi Hartanto.
KAJEN - Guna membantu petani di Kecamatan Petungkriyono dalam memasarkan produk dan mendapat harga yang sesuai, Pemerintah Kabupaten akan menggelar Gerakan Pangan Murah dan Aksi Peduli Petani Belanja Sayuran Petani. Kegiatan yang akan dilaksanakan Jumat pagi 18 Oktober 2024 di Halaman Aula Setda tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke 44 tahun 2024.
KAJEN - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan Widi Hartanto, mengapresiasi atas dukungan PWRI terhadap program-program pemerintah daerah dan menekankan komitmen Pemerintah Daerah untuk berkolaborasi dengan PWRI. Ia percaya pengalaman dan pemikiran anggota PWRI dapat menjadi kontribusi berharga untuk kemajuan daerah
KAJEN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian jawaban Bupati Pekalongan atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 serta Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2025.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Pekalongan drh. Arif Rahman mengungkapkan bahwa peringatan hari rabies sedunia seharusnya di peringati pada tanggal 28 September 2024, namun pada tahun ini baru diselenggarakan dan digabungkan dengan berbagai acara seperti gerakan pasar murah, gerakan minum susu dan pasar mitra tani.
“vaksinasi merupakan agenda tahunan yang kita adakan dalam rangka pemberantasan penyakit zoonosis khususnya rabies, dan kita akan lebih menjangkau ke penyayang binatang,” katanya.
Pada tahun ini, lanjut Arif, ditarget hewan yang tervaksin sebanyak 120 ekor, namun pada saat itu baru ada sekitar 51 hewan yang sudah didaftarkan untuk divaksinasi.
“sebelum divaksin, kita cek dulu kesehatannya, cek suhu dan laiinya kalau lolos baru kita vaksin. Selain hari ini kita masih melayani di klinik DKPP. Dari yang sudah terdaftar 90 persen adalah kucing, monyet juga ada,” tambahnya.
Dikatakannya, meskipun Jawa Tengah bebas rabies, namun tetap harus waspada, karena seperti diketahui Jawa Barat belum bebas dan diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat yakni antara Cilacap dan Majenang masih ada dan harus diwaspadai.
“kita tidak membatasi vaksinasi ini, bagi yang dekat Kabupaten Pekalongan yang mau vaksin kita layani,” ucapnya.
Senin, 21 Oktober 2024
Pada acara tersebut juga diserahkan simbolis bantuan 4.050 kg kedelai dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah kepada 81 pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Pekalongan, di mana masing-masing pengrajin menerima 50 kg kedelai.
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan membantu petani yang mengalami penurunan harga komoditas. Dimana saat ini harga hasil pertanian di tingkat petani turun hampir 90%. Seperti, harga wortel yang biasanya Rp 3.500 – Rp 4.000 per kg, sekarang hanya Rp 400 per kg. Kubis juga turun drastis dari Rp 2.000 menjadi Rp 100 per kg.
“melalui aksi ini, diharapkan ASN dapat membantu meringankan beban petani dengan membeli langsung hasil pertanian mereka.“ katanya.
Kedepan, Lanjut Widi, Pemkab Pekalongan akan menggelar pelatihan untuk petani agar mereka bisa menjual produk dengan harga yang lebih tinggi. Diantaranya melalui pengawetan atau pengolahan produk yang dapat meningkatkan nilai jualnya.
Kepala Dinas DKPP Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, melaporkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan pokok di tingkat produsen dan konsumen, membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, serta menjaga ketersediaan pangan.
“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membantu petani menjual hasil produksinya, terutama sayuran, dengan harga yang wajar,” terangnya.
Sementara itu, Ahmad Wasis Efendi salah satu UMKM yang bergerak di bidang sayuran menuturkan bahwa even seperti ini membantu petani dalam memasarkan produknya dan memperoleh harga yang standar. Dirinya membawa berbagai macam sayuran sebanyak 906 paket yang terdiri dari kol, sawi, wortel, daun bawang dari Petungkriyono dan semuanya ludes dibeli oleh ASN.
“alhamdulilah semua paket sayur bisa terjual. Penurunan harga disebabkan banyaknya suplay barang namun permintaan kurang. Semoga dengan seperti ini dapat membantu para petani sayur khususnya di Kecamatan Petungkriyono,” kata pelaku UMKM Petung Fresh.
Dalam acara tersebut, Pemkab Pekalongan juga bekerja sama dengan berbagai pihak menyediakan 300 paket sembako seharga Rp 80.000 per paket. Paket sembako tersebut berisi 5 kg beras SPHP, 1 liter minyak, dan 1 kg gula. Selain itu, ada 300 kg telur ayam negeri dengan harga Rp 23.000 per kg, serta 600 paket sayuran segar, seperti kubis, sawi putih, tomat, wortel, daun bawang, dan labu siam, yang dijual seharga Rp 10.000 per paket. Pasar murah ini juga diramaikan oleh berbagai sayuran, buah-buahan, dan produk pangan olahan lainnya.
Senin, 21 Oktober 2024
Pengambilan sumpah janji pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan dilaksanakan pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka peresmian dan pengucapan sumpah/janji Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan masa Jabatan 2024-2029 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis 17 Oktober 2024.
Sumar Rosul merupakan Politisi dari partai PDIP yang melengkapi kepemimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan yang telah dilantik pada 23 September 2024 yang lalu. Dimana Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan tersebut yakni Ketua DPRD Abdul Munir dari PKB, Wakil Ketua Ruben R Prabu Faza dari Partai Golkar dan Ahmad Ridhowi dari PAN.
Dalam sambutanya, Pjs Bupati Kabupaten Pekalongan Widi Hartanto mengucapkan selamat kepada Sumar Rosul yang diberikan amanat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan. “atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan saya ucapkan selamat kepada Sumar Rosul dari PDIP yang diberikan amanat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Pihaknya berharap, Sumar Rosul dapat menjalankan tugas dan amanat dengan baik dan bersama jajaran Pimpinan DPRD dapat memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pimpinan lembaga legislatif. “dan mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan lembaga eksekutif dengan baik demi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Jumat, 18 Oktober 2024
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi peduli terhadap produk pertanian di Kecamatan Petungkriyono yang beberapa waktu yang lalu harganya anjlok. “niatnya kita Pemkab melihat komoditas Petungkriyono yang jatuh, untuk itu kita minta ASN untuk membeli produk dari Petungkriyono khususnya komoditas sayuran,” katanya, Rabu 17 Oktober 2024.
Dikatakannya, meskipun saat ini secara lokal dan nasional mengalami deflasi namun daya beli masyarakat cenderung turun, hal itulah yang menjadi salah satu sebab penurunan harga komoditas sayuran. “ini konteksnya nanti TPID yang bergerak karena lima bulan terakhir terjadi deflasi namun daya beli masyarakat malah turun,” terangnya.
Pemkab sendiri, lanjut Sekda akan melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat diantaranya dengan peningkatan pendapatan dan juga pengurangan beban masyarakat. “kalau beban masyarakat kita sudah upayakan melalui dibidang pendidikan dan kesehatan, nah untuk peningkatakan pendapatan masih terus kita upayakan. Karena kondisi ini tidak hanya terjadi dalam skala lokal namun juga nasional,” pungkasnya.
Jumat, 18 Oktober 2024
Demikian disampaikannya, saat memberikan sambutan usai melantik pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pekalongan dalam upacara yang berlangsung Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (16/10/2024) pagi.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Hendro Martoyo, Ketua PWRI Kabupaten Pekalongan, Siswoyo, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan, serta tamu undangan lainnya.
Tak lupa, Pjs Bupati Widi Hartanto mengucapkan selamat kepada pengurus PWRI Kabupaten Pekalongan yang baru dilantik untuk masa bakti 2024-2029. Ia berharap seluruh pengurus diberikan kesehatan dan kemampuan untuk berkontribusi bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Pekalongan.
“kami ucapkan terima kasih kepada pengurus PWRI lama yang telah menyelesaikan masa tugas sebelumnya. Dan Kami siap berkolaborasi dengan pengurus PWRI Kabupaten Pekalongan karena tadi saya melihat bahwa dari pengurus PWRI memiliki pengalaman di birokrasi sehingga bisa memberikan sumbangasih untuk pemerintah daerah,” tambahnya.
Ketua PWRI Provinsi Jawa Tengah, Hendro Martoyo, menekankan pentingnya peran kepala daerah sebagai pembina PWRI di tingkat kabupaten dan kota. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Musyawarah Nasional PWRI ke-14 tahun 2021, peranan kepala daerah sangatlah penting.
Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Pekalongan yang baru dilantik, Siswoyo, menuturkan bahwa kepengurusan PWRI 2024-2029 tetap merekrut anggota lama yang masih aktif, serta anggota baru. Ia juga menyatakan komitmen PWRI untuk berkolaborasi dan membantu Pemerintah.
“apa yang sudah dilaksanakan kita lanjutkan, yang baik kita kembangkan, yang belum selalu kita tingkatkan baik itu kualitas maupun kuantitas. Sehingga PWRI kedepan, teman-teman yang sudah pensiun tertarik menjadi anggota PWRI,” pungkasnya.
Kamis, 17 Oktober 2024
Dalam kunjungannya tersebut bersama dengan anggota Forkopimda Kabupaten Pekalongan dan juga Sekda M Yulian Akbar S.Sos M.Si, Asisten 3 Anis Rosidi, Kepala BaKesbangpol Haryanto Nugroho, S.STP M.AP, Ketua Desk Kistoro, S.Ip, Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah, S.Pd I, serta perwakilan Bawaslu, Anis Sofwan, dan Kapolsek Karanganyar AKP Edy Sarwono.
Dalam keterangannya, Pjs. Bupati Widi Hartanto menyampaikan bahwa sebelum berkunjung ke Gudang Logistik terlebih dahulu datang ke Kantor KPU Kabupaten Pekalongan untuk memastikan Pilkada di Kota Santri berjalan dengan aman sesuai dengan tahapan.
“kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan KPU dalam menghadapi Pilkada 2024. Ia mengungkapkan bahwa KPU Kabupaten Pekalongan mengonfirmasi bahwa semua persiapan sudah dilakukan dengan baik dan tidak ada kekurangan,” katanya.
Widi juga menegaskan bahwa pihaknya bersama forkompimda akan akan terus memantau dan memfasilitasi pelaksanaan Pilkada 2024. “Sudah kita cek mengenai logistik, termasuk kotak suara, bilik, dan tinta, semuanya sudah lengkap,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah menyiapkan tim desk pilkada, dan bersama-sama Forkopimda siap mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada agar tidak ada kendala, termasuk menghadapi kondisi cuaca, mengingat musim penghujan akan segera tiba.
“Kami memiliki teman-teman dari desk Pilkada tahun 2024, baik dari pemerintah daerah maupun unsur Forkopimda. Tentu ada hal-hal terkait kendaraan, sarana prasarana, baik dari KPU maupun pemda. Kami siap membantu agar tidak ada kendala,” pungkasnya.
Kamis, 17 Oktober 2024
Jawaban tersebut disampaikan langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Kajen, pada Senin (14/10/2024).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, dan didampingi Wakil Ketua, Ruben R Prabu Faza serta Ahmad Ridhowi. Hadir pula dalam paripurna tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, anggota DPRD, dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pjs Bupati Widi memberikan tanggapan terhadap pandangan dari berbagai fraksi di DPRD.
Menjawab pandangan Fraksi Golongan Karya, Widi memaparkan sejumlah strategi untuk memajukan sektor pariwisata. Beberapa langkah yang disiapkan antara lain koordinasi dengan instansi pendidikan, pengembangan infrastruktur wisata, serta promosi digital yang melibatkan influencer. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan melalui perbaikan fasilitas di puskesmas dan rumah sakit. Widi juga menyebutkan alokasi anggaran sebesar Rp74,86 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan, terutama di wilayah pegunungan.
Dalam tanggapannya kepada Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Widi menyampaikan bahwa indikator makro pembangunan di Kabupaten Pekalongan menunjukkan hasil yang positif. Sebagai contoh, angka kematian ibu turun dari 34 kasus pada 2023 menjadi 12 kasus per Oktober 2024, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 70,81 menjadi 71,40. Widi juga memaparkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada diversifikasi produk pertanian, pengembangan industri kecil, dan digitalisasi untuk memperluas akses pasar. Selain itu, dukungan kepada UMKM juga diberikan melalui akses permodalan, pelatihan, dan perluasan pasar.
Menanggapi Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Widi menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran, pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, menjawab pandangan dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Widi menegaskan komitmen Pemkab dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Menjawab pandangan dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Widi menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sektor pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Widi juga menanggapi pandangan Fraksi Gerindra dengan menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah, pemerintah terus melakukan berbagai inovasi. Salah satunya adalah sosialisasi kesadaran membayar pajak dan retribusi melalui pemasangan spanduk, baliho, dan siaran radio. Pembayaran pajak dan retribusi pun telah bisa dilakukan secara non-tunai melalui berbagai platform seperti Gopay, Qris, Alfamart, Indomaret, dan Kantor Pos. Selain itu, Pemkab Pekalongan juga terus memprioritaskan pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, UMKM, dan infrastruktur guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Widi mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD dalam pembahasan Propemperda tahun 2025 sehingga sebanyak 15 Raperda dapat disepakati dalam paripurna tersebut. Raperda yang disepakati terdiri dari 2 inisiatif DPRD dan 13 usulan pemerintah daerah, termasuk didalamnya Raperda tentang APBD 2026 serta Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Dengan disepakatinya Propemperda ini, Pjs Bupati Widi berharap penyusunan dan pembahasan Raperda dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu, sehingga Perda yang dihasilkan berkualitas dan dapat diimplementasikan dengan baik.
Selasa, 15 Oktober 2024
Nobar ini berlangsung meriah dipadati ribuan masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya yang antusias untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan untuk tim nasional.
Acara ini turut hadiri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Widi mengajak para supporter untuk mendukung timnas indonesia, “Saya intinya menyemangati teman-teman semua, sebagai rasa nasionalisme mari kita dukung timnas Indonesia,” ujarnya.
Setelah sambutan singkatnya, Pjs Bupati Widi memeriahkan acara dengan membagikan hadiah doorprize kepada masyarakat yang dapat menjawab pertanyaan seputar sepakbola.
Lebih lanjut bahwa dalam pertandingan yang disiarkan langsung dari Bahrain National Stadium tersebut, Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Bahrain. Sebelumnya, Tim Garuda sempat unggul 2-1 sebelum gol Mohamed Marhoon menyamakan kedudukan bagi Bahrain. Meski demikian, Pjs Bupati Widi bersama para supporter tetap solid memberikan dukungan penuh kepada Timnas Indonesia.
Keseluruhan acara berlangsung lancar dan usai pertandingan, seluruh masyarakat yang hadir membubarkan diri dengan tertib.
Senin, 14 Oktober 2024