KAJEN - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan melantik Mabi Saka Dan Pengurus Saka Pariwisata Kwarcab Pekalongan Masa Bakti 2024 -2029. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si di Objek Wisata Linggo Asri, Rabu 30 Oktober 2024.
Saka merupakan organisasi pendukung Gerakan Pramuka yang melekat pada kwartirnya baik di tingkat Ranting, Cabang, Daeran, maupun Nasional. Di Kwarcab Pekalongan sudah ada 11 saka yang sudah di SK kan dan salah satunya adalah Saka Pariwisata yang dikukuhkan
Dalam sambutannya, M. Yulian Akbar mengatakan, bahwa Saka Pariwisata adalah wadah pendidikan dan pembinaan di bidang pariwisata bagi anggota Gerakan Pramuka untuk membantu, membina, dan mengembangkan kegiatan pariwisata. "Setelah dikukuhkan Kepengurusannya baik Mabisaka maupun Pengurus Saka, saya berharap segera membuat program kerja, sehingga anggota Saka Pariwisata dapat membantu setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan
Yulian mengingatkan, bahwa Saka Pariwisata memiliki tiga krida yang akan diterapkan dalam merekrut anggota khususnya pramuka penegak dan pramuka pandega, yaitu Krida Penyuluh Wisata, Krida Pemandu Wisata, dan Krida Kuliner Wisata. "Dengan dikukuhkannya Mabi dan Pengurus Saka Pariwisata berarti sudah ada dua Saka yang telah mengadakan reorganisasi atau pembaharuan, Kwarcab berharap semua saka untuk bisa mencontohnya sehingga semua Saka akan memperbaharui kepengurusannya," ujarnya.
Tak lupa dirinya memberikan selamat atas dikukuhkannya Majelis Pembimbing Saka dan Pengurus Satuan Karya Pariwisata masa bakti 2024-2029, "semoga Saka Pariwisata semakin maju kedepannya" pungkasnya.
Kamis, 31 Oktober 2024
JEPARA - Kabupaten Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian kegiatan Jambore Pemuda Jawa Tengah 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah di Banjarnegara pada 21-24 Oktober 2024. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan mencakup berbagai lomba, antara lain Tari Kreasi Daerah, Video Inovasi Pemuda, Lomba Pidato Bahasa Inggris, dan penilaian Defile Kontingen Terbaik.
KAJEN – Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto meminta kepada pemuda untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan. Demikian disampaikannya pada kegiatan upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, pada Senin (28/10/2024) pagi.
KAJEN – Sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar Sosialiasi Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI), Rabu (23/10/2024), di Gedung Sanggar Pramuka Koordinator Wilayah (Korwil) Kajen.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar apel Hari Santri 2024 yang diikuti oleh Forkopimda, organisasi masyarakat Islam, lembaga pendidikan, Forum Kerukunan Umat Beragama dan instansi perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan pada Selasa (22/10/2024) berlokasi di lapangan belakang kantor sekretariat daerah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto, melakukan tinjauan langsung ke Kelompok tani di Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, pada Sabtu (19/10/2024). Tinjauan ini untuk melihat langsung kondisi para petani yang terdampak penurunan harga komoditas sayuran. Harga sayuran yang anjlok di tingkat petani menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Najwa Diah Widayati, pemuda berbakat asal Kabupaten Pekalongan, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Video Inovasi Pemuda Putri. Selain itu, Kabupaten Pekalongan juga berhasil memenangkan kategori Defile Kontingen Terbaik. Atas prestasi gemilang ini, Najwa beserta perwakilan kontingen menerima penghargaan secara langsung dari Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., pada upacara Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Jepara.
Najwa menerima hadiah uang tunai sebesar 5 juta rupiah, ditambah bonus 2 juta rupiah dari Bank Jateng. Sementara itu, penghargaan sebagai Defile Kontingen Terbaik juga mendapat apresiasi dengan hadiah 5 juta rupiah dari Bank Jateng.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, mewakili Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, ST, MT., menyampaikan apresiasi dan harapan atas capaian ini. “Melihat hasil Jambore Pemuda Jawa Tengah pada 2023 yang selalu mendapatkan medali emas, prestasi tahun 2024 ini membuktikan bahwa Kabupaten Pekalongan memiliki potensi dan bakat yang tak kalah dengan kabupaten dan kota lainnya. Mari kita, pemuda Kabupaten Pekalongan, terus menggali dan menunjukkan potensi yang ada. Bersama Pemkab Pekalongan, kita dapat berkolaborasi untuk memajukan Kabupaten Pekalongan ke depan,” ungkap Ari Lanang kepada RKS FM usai mengikuti upacara di Jepara pada Senin (28/10).
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda Kabupaten Pekalongan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mengharumkan nama daerah di kancah provinsi maupun nasional.
Selasa, 29 Oktober 2024
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, kepala instansi vertikal, sekretaris daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, perwakilan akademisi, serta ratusan pemuda, PGRI, dan ASN. "Pesan saya pada momentum hari sumpah pemuda tahun 2024 ini, kami berharap pemuda di Kabupaten Pekalongan dapat terus berkontribusi, berperan aktif dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Pekalongan.," tambahnya.
Pjs Bupati Pekalongan, Widi Hartanto dalam upacara bertindak sebagai Pembina upacara membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo. Sambutan tersebut mengusung tema "Maju Bersama Indonesia Raya," yang mengajak semua elemen untuk meningkatkan pelayanan kepemudaan demi mencapai Indonesia yang sejahtera secara bersinergi di tingkat pusat dan daerah.
Upacara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Damai Pilkada Serentak 2024 yang dipimpin perwakilan pemuda Kabupaten Pekalongan. Dalam ikrar tersebut, mereka berkomitmen mendukung pilkada dengan berpartisipasi aktif dan mengajak masyarakat untuk tidak golput, serta menolak dan melawan praktik politik identitas yang dapat merusak kerukunan, persatuan dan kesatuan.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada perwakilan pemuda yang telah menyampaikan ikrar pemilu damai. Kita berharap agar ikrar pilkada damai di Kabupaten Pekalongan harapan kita bersama bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun," ujarnya.
Setelah upacara bendera, Pjs Bupati Pekalongan melakukan penyerahan hadiah lomba Program Kepemudaan, yakni Lomba Kreasi Baris Berbaris Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 untuk jenjang SMA/SMK/MA. Juara 1 diraih oleh SMAN 1 Kedungwuni, diikuti oleh Juara 2 SMA N 1 Kajen.
Pada kesempatan ini, diumumkan juga bahwa pemuda-pemudi Kabupaten Pekalongan meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, yakni Juara I Defile dalam Jambore Pemuda dan Juara 1 kategori Lomba Video yang diraih oleh Najwa Diah Widayati dari SMAN 1 Kajen. Upacara ditutup dengan penampilan dari Juara 1 Lomba Kreasi Baris Berbaris Tingkat Kabupaten Pekalongan 2024, yaitu SMA Negeri 1 Kedungwuni.
Selasa, 29 Oktober 2024
Mahasiswa KKN diterima langsung oleh Pjs Bupati Pekalongan, Widi Hartanto. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Forkompimda, beberapa Kepala Dinas, para Camat dan Kepala Desa.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Widi berharap mahasiswa dapat membantu mempercepat target pembangunan Kabupaten Pekalongan, terutama di tingkat desa. “Teman-teman perlu berkontribusi dalam program percepatan pemerintah. Banyak program yang masuk ke desa, seperti ADD dan kegiatan lainnya yang didukung oleh pemkab, dinas, kecamatan, hingga desa,” ungkapnya.
Dirinya menekankan pentingnya peran KKN dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus sebagai sarana mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga memberikan dampak positif. Ia juga mengimbau mahasiswa untuk mendorong potensi lokal, khususnya UMKM, mengingat sektor ini memiliki ketahanan ekonomi yang kuat. “Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan. Teman-teman dari perguruan tinggi bisa menjadi bagian dari sinergi ini, apalagi UIN sebagai perguruan tinggi negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Terkhir, dalam kesempatan itu, Pjs Bupati Widi menyampaikan tentang prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi, sembari berharap para mahasiswa yang mengikuti KKN dapat berinovasi. Ia juga berpesan agar pada mahasiswa menghargai muatan lokal, adat istiadat, dan tradisi setempat. “Karena kesuksesan kita dalam bekerja tanpa dukungan masyarakat, tanpa dukungan dari pimpinan di tingkat wilayah tersebut maka akan sulit, teman-teman tidak mungkin dapat berjalan sendiri,” tambahnya.
Kepala Pemeberdayaan Masyarakat UIN KH Abdurrahman Wahid Jauhari Ali menuturkan, total ada 586 mahasiswa yang diterjunkan dengan dua lokasi yakni di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Untuk Kota Pekalongan ada 27 Desa dan Kabupaten Pekalongan 26 dengan dua jenis KKN yakni KKN Tematik dan KKN Reguler. “sebagian besar KKN regular, untuk KKN tematik ada KKN Ramah Perempuan dan Anak, Wisata, Penanggulangan Sampah dan juga Kampung Pramuka. Kita berharap ada inovasi yang lahir dari program ini dan bisa melahirkan produk unggulan di masing-masing lokasi KKN,” pintanya.
Selasa, 29 Oktober 2024
Kegiatan penilaian interviu ini merupakan proses klarifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kemenpan RB terhadap bukti dukung yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Kepala Dinkominfo, Supriyadi, S.E., M.M., Kepala Bapperida, Trisno Suharsanto, S.E., M.Si., Kabag Organisasi Setda, Abdul Cholik, S.E., M.M. dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang bertindak sebagai Asesor Internal SPBE Kabupaten Pekalongan Tahun 2024.
Acara dipimpin oleh Tim dari Kemenpan RB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan interviu pada setiap indikator penilaian SPBE. Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberi kesempatan untuk melengkapi data dukung sesuai arahan dari Kemenpan RB.
Senin, 28 Oktober 2024
Demikian disampaikannya pada saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi bertajuk “Gempur Rokok Ilegal Tahap III yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di Wilayah Kabupaten Pekalongan, di Objek Wisata Linggoasri, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, pada Kamis (24/10/2024). Selain sosialisasi, acara juga dimeriahkan dengan hiburan seni dan budaya lokal Kabupaten Pekalongan serta pameran produk lokal yang menambah daya tarik pengunjung.
Acara ini diikuti oleh peserta dari unsur desa wisata (Deswita) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dengan menghadirkan narasumber, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, serta Pelaksana Pemeriksa dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C-Tegal, Agung Setiawan. Turut hadir, Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD terkait, serta Forkopimcam.
"Diharapkan partisipasi dari pelaku pariwisata semakin besar. Mereka bisa melaporkan dan menginformasikan kepada satgas gempur rokok ilegal agar dapat segera ditindaklanjuti. Tanpa partisipasi masyarakat, kami akan kesulitan mendapatkan informasi tentang peredaran rokok ilegal yang mungkin sudah beredar di beberapa tempat," ujarnya.
Lebih lanjut, Pjs Bupati Widi menekankan bahwa acara sosialisasi Gempur Rokok Ilegal tidak hanya bertujuan untuk mensosialisasikan pemberantasan rokok ilegal, tetapi juga untuk mendorong pelaku wisata dan sebagai ajang mempromosikan Linggoasri sebagai destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan.
Hal senada dikatakan Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, pihaknya menjelaskan bahwa sosialiasi Gempur Rokok illegal tahap ketiga menargetkan objek-objek wisata di Kabupaten Pekalongan khususnya objek wisata yang dikelola oleh desa.
"Harapan kami adalah para pengelola wisata di desa ini memahami apa itu rokok ilegal dan mengapa pemerintah gencar melakukan kampanye ini. acara ini juga menjadi momen penting untuk mengumpulkan semua desa wisata di Kabupaten Pekalongan ," jelas Wahyu.
Jumat, 25 Oktober 2024
Sosialisasi diikuti OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan, penilik dan pengawas dari 19 koordinator wilayah Dindikbud Kabupaten Pekalongan.
Didin Nasrudin, SH, M.Si dalam sambutan mewakili Kepala Dindikbud, Kholid, S.Pd, menurunkan angka stunting. Kondisi stunting Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi, yaitu 28,60 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari stunting Provinsi Jawa Tengah. “Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Pertemuan kali ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan stunting, juga meningkatkan cakupan PAUD Holistik,” ungkap Didin.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Yakub Ali Roja’i, S.Pd, M.Pd dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi “Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif sebagai Strategi Percepatan Penurunan Stunting”. Dalam materinya, Yakub menyampaikan bahwa PAUD yang berkualitas adalah PAUD yang aman dan nyaman bagi peserta didiknya. Menurutnya, PAUD berkualitas juga mendukung penurunan stunting.
Menurut Yakub, Satuan PAUD berperan dalam percepatan penurunan stunting. “Satuan Pendidikan Anak Usia Dini berkontribusi melalui pendidikan dengan memberikan stimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak. PAUD berkualitas mendukung percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Dijelaskannya, Pengembangan Anak Usia Dini adalah kondisi di mana semua unit bekerjasama sehingga anak 0-6 tahun mendapatkan layanan yang holistik. “Anak usia 0-6 tahun masuk PAUD sehingga mendapatkan stimulasi (kognitif, bahasa sosio-emosional, fisik motorik dan agama-moral) yang diperlukan, orang tua/wali anak usia dini ikut kelas orangtua sehingga memahami kebutuhan esensial anak usia dini (gizi, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan) dan memahami pentingnya memiliki fasilitas sanitasi bersih, pembiasaan cuci tangan, menjaga kebersihan, menguatkan pemahaman anak mengenai hidup bersih dan sehat dalam kegiatan pembelajaran, fasilitas sanitasi dan air bersih di satuan PAUD,” ujarnya.
Kasi PAUD, Rose Diana Soeroto, S.Pi dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi “PAUD Berkualitas dan 8 Indikator Layanan Esensial yang perlu Dipenuhi oleh Satuan PAUD”
Delapan Indikator Layanan Esensial tersebut yaitu kelas orang tua sebagai wahana untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif), pemantauan pertumbuhan anak (tinggi/berat badan dan lingkar kepala), pemantauan perkembangan anak, berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan Kesehatan, menerapkan PHBS melalui pembiasaan, memberikan PMT dan/atau makanan bergizi secara berkala (minimal 3 bulan sekali), memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik, ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih (minimal, menggunakan material sederhana dan ada air mengalir).
Satuan PAUD berkualitas memiliki minimal 6 dari 8 indikator tersebut dan Satuan memutakhirkan data pokok pendidikan (Dapodik) secara berkala, sehingga target Perpres Perpres 72/21 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yaitu Persentase Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengembangkan Pendidikan/ Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif sebesar 70% di 2024. Yang menjadi penanggung jawab dalam hal ini, yaitu Pemerintah Kabupaten/ Kota dengan dukungan dari Kemendikbudristek. “Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi dengan OPD lain untuk mendukung satuan PAUD yang ada mencapai target dan mendukung seluruh desa memiliki PAUD,” ujar Rose.
Sosialisasi diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama terkait PAUD Holistik Integratif.
Kamis, 24 Oktober 2024
Apel berlangsung secara khidmat yang diikuti puluhan peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang. Kegiatan apel dimulai dengan menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Muslimin
Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto yang bertindak sebagai pemimpin apel membacakan sambutan dari Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar yang berisi sebuah pesan kepada seluruh santri agar tetap semangat dan terus berjuang dalam menggapai cita-cita. Sesuai dengan Tema Hari Santri Tahun ini yaitu "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan". Banyak tokoh-tokoh di negeri ini yang berlatar belakang santri seperti Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden RI 2019-2024 KH. Ma'ruf Amin.
Dalam Apel tersebut juga dibacakan Resolusi Jihad oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan Ahmad Farid. Resolusi Jihad yang digaungkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asyari inilah yang membakar semangat masyarakat pada saat itu termasuk para santri di sekitar wilayah Surabaya dan di seluruh Nusantara untuk melawan kolonialisme Belanda pada saat itu.
Di akhir kegiatan apel Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto juga menyampaikan harapannya agar santri di Kabupaten Pekalongan bisa terus berinovasi.
"Saya selaku Pjs Bupati Pekalongan mengucapkan selamat Hari Santri 2024 dan harapan kami adalah santri terus berjuang, terus berinovasi dan berkontribusi untuk bangsa dan negara, dan juga untuk membangun masyarakat yang lebih baik," ucap Widi.
Rabu, 23 Oktober 2024
Beberapa petani yang mengeluhkan turunnya harga beberapa komoditas sayuran seperti kubis, wortel, daun bawang, dan tomat. Menurut laporan yang diterima, harga komoditas sayuran tersebut di tingkat petani turun hingga 90% dari harga normalnya.
Pjs Bupati Widi menyatakan bahwa pemerintah daerah sedang mencari solusi terbaik guna membantu para petani yang terkena dampak penurunan harga ini. "Saat ini, kami sudah mulai mengadakan pelatihan kepada kelompok tani, termasuk cara membudidayakan dan mengemas produk agar nilainya lebih tinggi, serta aspek pemasaran atau marketing," lanjutnya.
Selain itu, Pjs Bupati Widi mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan juga telah menggerakkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu petani melalui Gerakan Aksi Peduli Petani, di mana ASN membeli produk-produk pertani. "Melalui gerakan ini, ASN diharapkan dapat membeli produk-produk petani seperti sayuran, tomat, kubis, wortel, dan daun bawang," ujarnya.
Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, menuturkan bahwa tinjauan dilakukan di Kecamatan Petungkriyono karena daerah tersebut memiliki potensi hortikultura yang besar di Kabupaten Pekalongan, "Daerah ini ideal untuk budidaya sayuran berkat ketinggian di atas 1.000 meter dari permukaan laut, terutama untuk kubis, bawang daun, dan wortel," tambahnya.
Anggota Kelompok Tani, Deddy, berharap agar harga sayuran segera kembali normal di tingkat Petani, "Harapan kami sebagai petani atas kunjungan dari DKPP dan Bapak Pjs Bupati Kabupaten Pekalongan, semoga harga sayur akan segera membaik, sehingga para petani dapat meningkatkan ekonomi yang lebih baik," ujarnya.
Selasa, 22 Oktober 2024