KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama unsur Forkopimda mengimbau masyarakat agar merayakan pergantian Tahun Baru 2026 secara sederhana, tertib, dan penuh kehati-hatian. Imbauan tersebut disampaikan usai menghadiri Apel Pelayanan Pengamanan Tahun Baru 2026 di Halaman Polres Pekalongan, Rabu (31/12/2025).
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan arahan agar masyarakat tidak menggelar perayaan Tahun Baru secara berlebihan. Menurutnya, kesederhanaan menjadi sikap penting di tengah kondisi sosial dan potensi bencana yang masih perlu diantisipasi.
“Pemerintah telah mengimbau agar perayaan malam Tahun Baru dilakukan secara sederhana. Hal ini sebagai bentuk empati serta untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ujar Sekda.
Ia menambahkan, memasuki Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pekalongan masih terus bersiaga dalam upaya mitigasi bencana, mengingat wilayah Kabupaten Pekalongan termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Tahun Baru dengan meningkatkan keimanan dan memperbanyak doa sesuai keyakinan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta institusi keagamaan, baik masjid, gereja, maupun sekolah, untuk bersama-sama berdoa agar Tahun Baru 2026 dapat dilalui dengan aman, tenteram, dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Salman, S.H., M.H., mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi imbauan pemerintah serta memperhatikan kondisi cuaca dan potensi bencana.
“Kami berharap masyarakat tidak memaksakan diri mengadakan perayaan Tahun Baru secara berlebihan. Apabila perayaan tetap dilaksanakan, hendaknya dilakukan secara sederhana, tertib, dan bertanggung jawab agar situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.
Melalui Apel Pelayanan Pengamanan Tahun Baru 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forkopimda menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Diharapkan, perayaan pergantian tahun dapat berlangsung aman, lancar, dan tanpa gangguan yang tidak diharapkan.
Selasa, 30 Desember 2025
WIRADESA - Bupati Pekalongan Drs. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., bersama Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., serta Dandim 07/10 Pekalongan Letkol Arm. Ihalauw Garry Herlambang, S.Sos., mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU., di Kabupaten Pekalongan.
BOJONG - Arus mudik natal dan tahun baru di Exit Tol Bojong, Kabupaten Pekalongan, terpantau landai pada H-1 perayaan Natal 2025. Kondisi tersebut diketahui saat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat melakukan pemantauan di Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Rabu (24/12/2025).
KAJEN – Bupati Pekalongan Drs. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., memimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 sekaligus Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (22/12/2025). Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm. Ihalauw Garry Herlambang, S.Sos., Kepala Kejaksaan Negeri Pekalongan yang mewakili, Para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta organisasi perempuan di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN — Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M. menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 yang digelar di Halaman Polres Pekalongan, Jumat (19/12/2025). Apel tersebut dilaksanakan dalam rangka kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Kabupaten Pekalongan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Penurunan Prevalensi Stunting se-Provinsi Jawa Tengah, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam menekan angka stunting secara signifikan.
Bupati Fadia menyampaikan bahwa penguatan layanan kesehatan di tingkat kecamatan merupakan bagian dari visi kepemimpinannya sejak awal menjabat bersama Wakil Bupati H. Sukirman, S.S., M.S, Menurutnya layanan kesehatan gratis cukup dengan KTP tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat.
Ia menekankan, keberadaan layanan rawat inap di puskesmas sangat penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan perawatan medis. Dengan fasilitas tersebut, warga tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit yang jaraknya jauh hanya karena keterbatasan kamar atau fasilitas.
“Harapannya, setiap puskesmas di Kabupaten Pekalongan ke depan memiliki layanan rawat inap, sehingga masyarakat bisa mendapatkan perawatan di wilayah kecamatannya masing-masing,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, komitmen tersebut bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah atas, agar tidak perlu turun ke pusat kota ketika sakit atau membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Meski demikian, ia menyadari bahwa realisasi layanan rawat inap di seluruh puskesmas harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan dan menetapkan skala prioritas, terutama bagi wilayah yang paling membutuhkan layanan rawat inap.
Dengan diresmikannya Puskesmas Rawat Inap Talun, Bupati berharap komitmen menghadirkan layanan rawat inap di setiap puskesmas dapat secara bertahap terwujud, sekaligus meningkatkan pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Senin, 29 Desember 2025
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, pemerintah pusat membagikan 250 paket beras gratis kepada pengemudi ojek online di Gudang Bulog Bondansari, Kabupaten Pekalongan, Jumat (26/12/2025) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan dan membantu masyarakat sektor informal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.
“Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan pangan, terutama menjelang tahun baru, bulan puasa, dan Idulfitri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui bantuan pangan dan gerakan pasar murah agar harga tetap terkendali,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan, pemerintah juga fokus mendorong swasembada pangan, khususnya di sektor protein, melalui pengembangan tambak ikan dan udang, kampung nelayan, serta tambak desa sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah juga terus menggalakkan gerakan pasar murah, terutama menjelang pergantian tahun, bulan puasa, dan Idulfitri.
“Pasar murah bisa dilaksanakan oleh siapa saja, baik bupati, gubernur, TNI, Polri, maupun perusahaan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Tujuannya agar dapat meredam gejolak harga ketika terjadi kenaikan,” katanya.
Kegiatan pembagian beras gratis ini berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari para pengemudi ojek online. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut baik sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, dan Bulog dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga ketahanan pangan di daerah.
Jumat, 26 Desember 2025
Dalam pantauannya, Bupati Fadia memastikan kesiapan petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Seluruh personel disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terjadi lonjakan signifikan volume kendaraan di Exit Tol Bojong. Arus lalu lintas masih berjalan lancar tanpa kepadatan. Selain memantau arus lalu lintas, Forkopimda juga meninjau fasilitas pendukung di pos pelayanan, mulai dari layanan kesehatan, ruang istirahat pemudik, hingga sarana pengamanan lalu lintas.
"Selain pantauan langsung ke sejumlah pos pelayanan Natal dan tahun baru, Kami beserta Forkopimda dan OPD terkait juga pantau keamanan sejumlah gereja," terangnya.
Kondisi tersebut dibenarkan, Kepala Pos Pelayanan Exit Tol Bojong, Kompol Tamerin, Meski arus mudik Natal masih terpantau landai, petugas tetap bersiaga penuh untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan yang diprediksi terjadi pada puncak libur Natal dan menjelang pergantian tahun.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta memanfaatkan pos pelayanan yang tersedia demi keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan libur Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.
Rabu, 24 Desember 2025
Dua Raperda tersebut yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Dasar, serta Raperda tentang Perlindungan Cagar Budaya.
Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ahmad Ridhowi dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Salman, S.H., M.H., Dandim 0710/Pekalongan yang mewakili, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., menyampaikan bahwa pengajuan dua Raperda inisiatif DPRD tersebut merupakan wujud komitmen DPRD dalam memperkuat landasan hukum pembangunan daerah.
“Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Dasar kami susun untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Pekalongan berjalan secara terarah, berkualitas, dan berkelanjutan. Pendidikan, khususnya pada usia dini, merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.
Terkait Raperda Perlindungan Cagar Budaya, Abdul Munir menegaskan pentingnya regulasi daerah sebagai upaya menjaga identitas dan jati diri daerah.
“Cagar budaya merupakan warisan berharga yang harus kita jaga bersama. Melalui peraturan daerah ini, kami berharap pelestarian cagar budaya dapat dilakukan secara lebih sistematis dengan melibatkan peran aktif masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis budaya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, DPRD Kabupaten Pekalongan secara resmi menyampaikan kedua Raperda inisiatif tersebut kepada Wakil Bupati Pekalongan untuk disampaikan kepada Bupati Pekalongan dan selanjutnya dibahas bersama perangkat daerah terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selasa, 23 Desember 2025
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kapolres, Dandim, Kepala OPD, serta berbagai tokoh organisasi wanita seperti Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, dan Rifaiyah. Momen ini juga ditandai dengan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forkompuspa) Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Dr. H. Fadia Arafiq, SE, MM, menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Arofah beserta jajaran pengurus Forkompuspa yang baru saja dikukuhkan. Ia menaruh harapan besar agar forum ini dapat bersinergi dengan PKK dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita).
"Saya berharap pengurus yang baru dikukuhkan dapat berkontribusi nyata bagi Kabupaten Pekalongan, khususnya dalam bidang perempuan dan anak. Kerjasama dengan PKK dan GOW sangat penting agar daerah kita bisa terus berkembang," ujar Bupati Fadia.
Bupati juga memberikan pesan menyentuh dalam rangka Hari Ibu. Menurutnya, perempuan adalah makhluk mulia yang dianugerahi kemampuan luar biasa oleh Allah SWT untuk menjadi manajer keluarga sekaligus penggerak sosial.
"Perempuan harus bisa membagi waktu antara pekerjaan, prioritas untuk suami, anak, dan kehidupan sosial. Allah memberikan kesabaran dan kekuatan doa yang sangat hebat kepada perempuan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu H. Galuh Sukirman, melaporkan bahwa peringatan Hari Ibu tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan bermanfaat yang sudah dimulai sejak 19 Desember 2025.
Beberapa rangkaian kegiatan tersebut meliputi Senam Bersama: Diikuti oleh organisasi wanita dan masyarakat luas, Cek Kesehatan Gratis: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga, Bazar UMKM: Melibatkan 19 kecamatan, 76 desa binaan, dan anggota pasar mitra, Aksi Sosial: Penggalangan donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra.
"Puncaknya adalah hari ini, diawali dengan upacara peringatan Hari Ibu ke-97 dan Hari Bela Negara ke-77, dilanjutkan dengan pengukuhan Forkompuspa, penganugerahan tokoh peduli gender, serta pembinaan Bunda Literasi," jelas Ibu Galuh.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Pekalongan dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. "Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan," pungkasnya.
Senin, 22 Desember 2025
Turut hadir dalam upacara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dr. Hj. Galuh Kirana Sukirman, S.S., M.Pd., Ketua Bhayangkari Cabang Pekalongan Rosna Rachmad, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pekalongan Tri Rafika Yulian Akbar.
Dalam amanatnya, Bupati Pekalongan menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara ke-77 menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan fisik, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pembangunan, pengabdian, serta sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Pekalongan. Ia menyampaikan apresiasi atas peran strategis perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah.
“Selamat Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Perempuan tangguh, perempuan berdaya, perempuan berkarya menuju Indonesia Emas 2045. Dengan semangat nasionalisme, mari kita wujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan. Perempuan berdaya, anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Upacara peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk terus menumbuhkan semangat bela negara sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan sebagai pilar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Senin, 22 Desember 2025
Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi atas langkah dan kesiapan Kapolres Pekalongan beserta seluruh jajaran yang melibatkan berbagai unsur dan stakeholder, termasuk Forkopimda, dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Atas arahan Bupati Pekalongan Ibu Fadia Arafiq, kami mengapresiasi langkah Kapolres Pekalongan beserta seluruh jajaran yang telah berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi yang kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forkopimda akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada 24 Desember 2025, menjelang pelaksanaan misa Natal umat Kristiani dan Katolik, guna memastikan keamanan dan kelancaran ibadah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 dengan menerbitkan surat edaran imbauan kepada masyarakat, khususnya kepada perangkat pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Dalam edaran tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat hura-hura serta tetap menjaga keprihatinan bersama, mengingat masih adanya bencana di sejumlah wilayah.
Terkait perayaan malam Tahun Baru, Wakil Bupati menegaskan bahwa tidak akan ada pesta Tahun Baru di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang diperbolehkan hanya doa bersama, sejalan dengan arahan Kapolres Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Nataru. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional bersama Forkopimda, harga kebutuhan pokok hingga saat ini terpantau relatif stabil. Ke depan, pengawasan akan terus dilakukan melalui operasi pasar oleh dinas terkait.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M. menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan oleh Polres Pekalongan dan Forkopimda. Ia berharap masyarakat dapat menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru dengan penuh kebahagiaan, namun tetap mengedepankan kewaspadaan.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru hendaknya dilakukan dengan sederhana, tanpa pesta-pesta dan tanpa kegiatan bermalam suntuk di jalan. Masyarakat tetap harus waspada, baik di perjalanan, di tempat wisata, maupun dalam aktivitas lainnya,” ujarnya.
Ketua DPRD juga berharap dengan kesiapan personel dan sinergi lintas sektor yang telah dibangun, perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Pekalongan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Jumat, 19 Desember 2025
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pekalongan, Drs. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., pada acara peringatan hari ibu tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (19/12/2025).
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si.
Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Ia menekankan peran penting para penyuluh, tenaga kesehatan, kader PKK, serta perangkat desa yang terlibat langsung dalam penanganan stunting di lapangan.
“Para penyuluh yang ada di desa-desa telah bekerja sama dengan sangat baik, penuh semangat, dan tanpa pantang menyerah. Berkat kerja sama tersebut, kami berhasil menyusun kategori penanganan stunting dengan berbagai kriteria,” ujar Bupati Fadia Arafiq.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan strategi penanganan stunting yang berbasis data dan klasifikasi yang jelas, sehingga bantuan dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Salah satu kategori adalah anak stunting yang berasal dari keluarga benar-benar miskin, termasuk yang kondisi kesehatannya juga kurang baik. Kelompok inilah yang menjadi prioritas utama untuk dibantu. Di sisi lain, ada pula anak dari keluarga mampu, namun secara fisik memiliki tinggi dan berat badan yang kurang. Dengan pembagian kriteria ini, intervensi pemerintah menjadi lebih efektif,” jelasnya.
Menurut Bupati, pendekatan tersebut membuat program penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan berjalan lebih terarah dan berdampak nyata.
“Dengan langkah yang tepat sasaran ini, Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan berhasil meraih juara satu penurunan stunting se-Jawa Tengah,” ungkapnya.
Bupati Fadia Arafiq berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi lintas sektor.
“Mudah-mudahan prestasi ini semakin menambah semangat kita semua untuk bekerja lebih hebat, lebih kuat, dan terus meningkatkan kolaborasi, baik dari tingkat kabupaten hingga desa. Sehingga bantuan yang diberikan benar-benar maksimal dan tepat sasaran,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan.
“Selamat untuk seluruh tim hebat Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. Ini adalah hasil kerja bersama,” pungkasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Jumat, 19 Desember 2025