KAJEN - Kampus Institut Agama Islam negeri (IAIN) Pekalongan lakukan relokasi proses belajar mengajar secara bertahap. Dikarenakan lokasi kampus IAIN yang dahulu berada di Jalan Kusuma Bangsa, Panjang Baru Pekalongan Utara sering dilanda banjir rob.
Karena kerap dilanda banjir rob, pada 2018 Kampus IAIN ditempatkan di Jalan Kajen - Bojong tepatnya di Desa Rowolaku Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Prof. DR. Arskal Salim, BA., 2018 lalu dua gedung baru sudah dibangun dan digunakan sebagian mahasiswa untuk proses belajar.
“Karena lokasi kampus yang lama sering dilanda banjir rob jadi tidak kondusif untuk digunakan untuk proses belajar mahasiswa,” katanya usai menghadiri acara peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan, di Kampus II IAIN Pekalongan yang terletak di Desa Rowolaku Kecamatan Kajen, Kamis (14/2/2019).
Prof. Arskal menuturkan setelah pembangunan dua gedung baru pada 2018 lalu, IAIN bersama Pemkab Pekalongan kembali akan membangun satu gedung. “Pemkab sangat mendukung adanya perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pemkab sudah menghibahkan tanah seluas 4,8 hektar yang rencannya akan dibangun satu lagi gedung baru dengan target penyeselesaian akhir 2019,” imbuhnya.
Pembangunan gedung baru tersebut ditambahkannya sebagai langkah relokasi bertahap yang dilakukan oleh IAIN. “Relokasi akan dilakukan secara bertahap, target kami pada 2020 seluruh mahasiswa IAIN Pekalongan bisa melakukan proses belajar di kampus II yang ada di Desa Rowolaku,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si terus mendorong adanya pembangunan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pasalnya selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan adanya perguruan tinggi dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Pemkab Pekalongan siapkan infrastruktur sambungan pipa air untuk pengoprasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang ada di Desa Krompeng, Kecamatan Talun.
Hal itu dikarenakan SPAM PDAM Kabupaten Pekalongan, PDAM kabupaten Batang dan PDAM Kota Pekalongan (Petanglong) di Desa Krompeng akan dioperasikan April mendatang.
KAJEN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana membangun Super Mall Pekalongan Tower pada tahun ini. Untuk pembangunannya, pemerintah bakal memanfaatkan lahan seluas sekitar 2,6 hektare eks Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan di Jalan Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan.
KAJEN - Pemkab Pekalongan membuka tempat wisata baru yakni Telaga Mangunan yang terletak di Dusun Mangunan Tlogo, Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sebelum dibuka, Pemkab Pekalongan melakukan pembersihan telaga yang memiliki luas sekitar 10 hektare sejak bulan Januari lalu.
KAJEN - Pemkab Pekalongan setujui raperda pembentukan perusahaan umum daerah Kajen Berkah Infestama. Dengan adanya Kajen Berkah Infestama diharapkan bisa menjadi pemicu perekonomian Kota Santri.
PEKALONGAN - Pemkab Pekalongan mendapat tambahan Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 31 miliar lebih. Adapun total dana desa yang dialokasikan untuk Pemkab Pekalongan pada 2019 sebesar Rp 259 miliar lebih.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri dan sekaligus membuka Sosialisasi Tata Cara Pembagian, Penetapan Rincian dan Penyaluran serta Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 di Aula lantai I Setda, Senin (11/2/2019) pagi.
KAJEN - Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati wisata Lolong untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan Festival Durian Lolong 2019. Festival yang digelar secara rutin oleh pemerintah Kabupaten Pekalongan tersebut mampu menarik pengunjung baik dari lokal maupun luar daerah.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri peringatan Hari Raya Imlek 2570 warga Tionghoa di International Batik Center (IBC) Wiradesa, Sabtu (9/2/2019) malam. Peringatan Hari Raya Imlek menampilkan kolaborasi wayang kulit dan barongsai.
“Kami terus mendorong berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan, dengan tujuan meingkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan dan Indonesia dan IPM,” katanya saat menghadiri peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan, di Kampus II IAIN Pekalongan yang terletak di Desa Rowolaku Kecamatan Kajen, Kamis (14/2/2019).
Bupati menerangkan APK perguruan tinggi di Indonesia mencapai 33 persen, sedangkan di Kabupaten Pekalongan masih jauh dibawah di kisaran 20 persen. “Guna meningkatkan APK perguruan tinggi kami sudah bekerja sama dengan IAIN Pekalongan dan memberikan hibah tanah seluas 4,8 hektar. Kemudian untuk Universitas Diponegoro (Undip) juga sudah kami siapkan tanah seluas 40 hektar,” ujarnya.
Selain dua perguruan tinggi tersebut, Bupati Asip juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) agar segera membuka kampus di Kabupaten Pekalongan. “Kami ingin kerja cepat dalam waktu 2,5 tahun ke depan, kami targetkan perguruan tinggi bisa menjamur di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Pihaknya menuturkan adanya perguruan tinggi juga menjadi katup perekonomian baru di Kabupaten Pekalongan. “Data dari BPS pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan yang semula 4,6 persen tumbuh menjadi 5,16, dan kini 5,32 persen di atas pertumbuhan perekonomian Provinsi Jateng dan nasional,” tuturnya.
Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Pekalongan, dipaparkannya membuat angka kemiskinan mengalami penurunan secara signifikan. “Pada Juni 2016 angka kemiskinan mencapai 12,90 persen sekarang 10,6 persen di bawah angka Kemiskinan Provinsi Jateng, sedangkan angka pengangguran terbuka kini mencapai 4,32 persen jauh dibawah Provinsi Jateng yang berkisar 5,6 persen,” ujar Asip.
Dua indikator makro ekonomi yaitu pertumbuhan perekonomian dan penurunan angka kemiskinan tersebut ditambahkan Asip bisa diukur kenaikannya secara signifikan. “Hal tersebut menjadi bukti kerja nyata Pemkab Pekalongan mewujudkan pemerintahan adil makmur serta mencerdaskan masyarakat dengan adanya perguruan tinggi,” tambahnya.
Peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan, dihadiri oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Prof. DR. Arskal Salim, BA., Direktur Perguruan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Kementerian PPN/ BAPPENAS – Amich Al-Humami, MA.,M.Ed, Ph.D., Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI.
Selanjutnya, tampak pula Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan Kajari Kajen, Ketua Pengadilan Agama Kajen, perwakilan Walikota Pekalongan, para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan terkait, para Direktur IAIN Kabupaten/Kota tetangga dan tamu undangan lainnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST.,MT., mengatakan, sambungan pipa untuk menyuplai air ke wilayah Kabupaten Pekalongan sudah siap digunakan.
“Guna mencukupi kebutuhan air, SPAM Petanglong memberikan suplai air bersih untuk Kabupaten Pekalongan mencapai 50 liter perdetik,” jelasnya, Rabu (13/2/2019).
Walaupun Kabupaten Pekalongan berada di dataran tinggi, dikatakan Wahyu beberapa daerah mengalami kesulitan air saat musim kemarau. “Dengan adanya SPAM Petanglong kami berharap bisa menambah pasokan air untuk masyarakat di Kabupaten Pekalongan,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Satker Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Provinsi Jateng Sihombing Aryananda menerangkan, SPAM Petanglong dibuat untuk menyuplai tiga daerah yaitu Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan.
“Karena wilayah Pekalongan membutuhkan air bersih, kami bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan menginisiasi adanya SPAM Petanglong,” ucap dia.
Dipaparkannya terkait distribusi air akan disesuaikan dengan MoU yang sudah dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jateng dan daerah. “Bulan April mendatang SPAM Petanglong mulai beroprasi. Semoga saja bisa mengaliri Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan secara baik,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Pemanfaatan aset bangunan yang dimiliki tersebut, satu tujuan utamanya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Pekalongan. Pendopo itu merupakan aset pemerintah Kabupaten Pekalongan, selain RSUD Kraton yang ada di wilayah Kota Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menuturkan, Pemkab ingin terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan aset yang selama ini tidak terpakai.
“Banyak aset yang dimiliki Pemkab Pekalongan, satu contoh adalah pendopo lama. Rencananya akan kami bangun menjadi Super Mall Pekalongan Tower,” jelasnya, Selasa (12/2/2019).
Bupati menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan guna mewujudkan pembangunannya.
“Terkait pembangunan kami harus koordinasikan terlebih dahulu. Karena pendopo lama ada di tengah Kota Pekalongan. Namun Pemkab dan DPRD Kabupaten Pekalongan sudah menyetujui perencanaan tersebut,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Kasi Pengembangan Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Purwo Susilo, S.STP mengatakan bulan April 2019 nanti, Telaga Mangunan resmi dibuka. "Masyarakat Desa Tlogohendro, setiap hari Minggu, gotong royong melakukan pembersihan untuk membuka telaga tersebut," katanya, Selasa (12/2/2019).
Pihaknya menuturkan akses jalan menuju Telaga Mangunan berupa aspal, dan hanya membutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki untuk menuju lokasi wisata dari jalan raya. "Ke depan rencananya akan ada wahana perahu kayak di Telaga Mangunan, baik fasilitas maupun infrastruktur masih dipersiapkan," imbuhnya.
Terpisah Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menjelaskan, Telaga Mangunan merupakan telaga di Pegunungan Kendeng. "Air telaga sangat jernih dan pemandangannya menawan, dan menawarkan panorama alam yang mengesankan untuk para pengunjung," kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan, pembukaan Telaga Mangunan menjadi pelengkap destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan. "Selain menjadi pusat batik Kabupaten Pekalongan juga kami proyeksikan menjadi tempat kunjungan bagi wisatawan,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menuturkan, pemerintah akan membuka berbagai bidang baik pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, pertambangan, sumber energi, properti perdagangan, pariwisata dan investasi.
“Semoga dengan adanya perusahaan umum daerah bisa berdampak langsung pada perekonomian Kabupaten Pekalongan,” katanya dalam rapat paripurna persetujuan bersama di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (11/2/2019) siang.
Bupati Asip meminta dinas terkait memetakan potensi dan aset yang dimiliki Kabupaten Pekalongan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Untuk permulaan nanti akan kami bangun usaha pembuatan malam yang digunakan sebagai bahan batik, karena melihat potensi penggunaan malam yang mencapai ribuan ton setiap harinya,” jelasnya.
Adapun dipaparkan Bupati Asip pembuatan malam ada di Kabupaten Pekalongan dan dimiliki oleh perorangan bukan BUMD. “Malam bisa menjadi potensi, begitu juga kain mori dimana kebutuhan setiap hari mencapai 2 juta yard. Jika Pemerintah Daerah bisa membangun dua usaha tersebut kami yakin pertumbuhan perekonomian akan mudah dicapai,” imbuhnya.
Terkait aset Pemkab Pekalongan, Asip menambahkan pendopo Kabupetan Pekalongan lama yang ada di Kota Pekalongan akan diubah fungsinya. “Kabupaten Pekalongan punya pendopo lama di Kota Pekalongan dengan luas 2,6 hektar, nanti juga akan dikelola BUMD untuk mendirikan Pekalongan Plaza atau Pekalongan Tower,” tambahnya.
Disamping menyetujui Raperda pembentukan perusahaan umum daerah Kajen Berkah Infestama, dalam rapat paripurna tersebut, Pemkab juga menyetujui Raperda tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Dan sebagai wujud persetujuan kedua Raperda, dilakukan penandatanganan oleh pihak eksekutif yang diwakili oleh Bupati dan oleh pihak legislatif yang diwakili oleh Ketua DPRD beserta para Wakil Ketua DPRD. Disaksikan oleh Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, para unsur Muspida, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., para anggota DPRD, para Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Pekalongan yang hadir.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati menuturkan, anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 meningkat 14,1 persen dari tahun lalu. “Tahun 2018 Dana Desa mencapai Rp 227 miliar lebih, namun pada 2019 Kabupaten Pekalongan mendapat anggaran tambahan sebesar Rp 31 miliar lebih,” jelasnya.
Dengan besarnya anggaran Dana Desa, Bupati Asip berharap para Kepala Desa bisa mengakomodir pembangunan di desa masing-masing. “Mandat penting yang wajib diterapkan oleh pemerintah desa adalah mengurangi angka kemiskinan di desa menggunakan dana desa,” paparnya.
Menurut Bupati Asip, Pemerintah yang baik adalah Pemerintah yang bisa menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Pemerintah desa wajib hukumnya mendapingi dan melaporkan pengalokasian Dana Desa guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dapat dipercaya,” kata Asip.
Turut disinggungnya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian yang berujung kesejahteraan. “Untuk itu kami ingin Pemerintah Desa memiliki daftar jangka penjang pembangunan desa baik terkait perekonomian ataupun pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Sosialisasi Dana Desa dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH yang sekaligus menjadi salah satu narasumber. Hadir pula Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Endang Suwarningsih, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dan diikuti oleh seluruh Camat, Kapolsek, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Tim Fasilitasi Dana Desa se Kabupaten Pekalongan. Adapun sebagai narasumber, selain Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan adalah perwakilan Polres Pekalongan, Inspektorat, Kejari Kajen dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM DP3A dan PPKB) Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, setiap tahun festival durian Lolong semakin diminati pengunjung sehingga di lokasi kegiatan semakin ramai dan macet.
“Kita masih melakukan kajian tentang lokasi durian ke depan mengingat jumlah pengunjung semakin bertambah, bisa nanti di geser ke Lapangan Limbangan atau di sekitar Kecamatan Karanganyar, namun kita juga pertimbangkan nilai historis,” ucapnya, Sabtu (9/2/2019).
Ditambahkan Bambang, Festival Durian Lolong merupakan ajang untuk mempromosikan wisata Lolong kepada masyarakat umum. “Selain juga sebagai sarana untuk memudahkan petani durian dalam memasarkan hasil pertaniannya, utamanya saat musim durian yang melimpah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan produksi buah durian di Kabupaten Pekalongan sangat melimpah, terbukti dalam sekali musim dapat menghasilkan buah sebanyak 145 ribu kuintal.
Menurutnya dengan produksi sebanyak itu mampu memberikan pemasukan bagi warga hingga puluhan milyar. “Festival durian ini sebagai salah satu sarana mengangkat dan melestarikan durian lokal yang ada disini,” terangnya.
Ke depan, jelas Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melakukan sertifikasi terhadap varietas durian lokal unggul agar mempunyai klasifikasi khusus dan akan dikembangkan. “Sertifikasi itu untuk meningkatkan nilai durian lokal dan akan menjadi ciri khas buah durian lokal asli,” tuturnya.
Pihaknya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk mendata bibit durian lokal unggul, kemudian akan dikontestasikan agar secara kualitas dan kuantitas dapat terus meningkat. “Kita ada durian lokal diantaranya durian Boyo, Lolong, Doro, Lemahabang, Lebakbarang dan lain sebagainya,” jelasnya.
Terkait dengan serbuan durian import, Bupati Asip menegaskan tidak khawatir, dikarenakan durian lokal mempunyai rasa yang berbeda dan memiliki kekhasan. “Durian lokal diminati oleh masyarakat baik lokal maupun dari daerah lain, saya optimis durian kita dapat bersaing,” ungkapnya.
Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Hj. Munafah, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen.
Tampak pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tampak hadir dalam peringatan tersebut antara lain mantan Bupati Pekalongan H. Amat Antono, M.Si., Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, S.STP, pengurus FKUB Kabupaten Pekalongan KH. Minanul Azis, Camat beserta Muspika Kecamatan Wiradesa dan ratusan warga Tionghoa se Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan dukungannya dengan acara yang diselenggarakan warga Tionghoa yakni dengan mengkolaborasikan dua kebudayaan yang sengaja dipertunjukan. “Dalam merayakan Hari Raya Imlek kali ini kami mendukung kolaborasi antara kebudayaan Jawa dan Tionghoa,” katanya.
Perpaduan wayang kulit dan barongsai, dipaparkan Asip, sebagai gambaran keharmonisan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Masyarakat Kabupaten Pekalongan terkenal dengan keramahan, walaupun berbeda kebudayaan tapi tetap bisa melebur menjadi satu,” jelasnya.
Di Tahun Baru Imlek, Bupati Asip berharap masyarakat tetap menjaga harmonisasi baik antar sesama dan alam. “Dengan harmonisasi Kabupaten Pekalongan akan semakin baik,” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, tahun ini Pemkab Pekalongan tengah membangun krematorium yang terletak di Desa Gejlik Kecamatan Kajen. “Selain krematorium, Pemkab juga akan memfasilitasi tempat pemakaman yang representatif bagi warga Tionghoa. Pemakaman tersebut ditempatkan di dekat krematorium yang kini dalam proses pembangunan,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)