KAJEN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Pekalongan (TPID) akan menggelar pasar murah di berbagai lokasi strategis. Hal Tersebut Disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E, M.M selepas melakukan pantau harga dan ketersediaan komoditas pangan pokok di Pasar Kesesi pada Kamis (13/03) Pagi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat menjelang Lebaran.
"Kami akan menurunkan bantuan berupa pasar murah apabila harganya terlalu tinggi," ujar Bupati Fadia Arafiq
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat. Beberapa lokasi yang akan dijadikan pasar murah antara lain di Kajen, Kedungwuni, Wonopringgo dan Wonokerto. "Pokoknya tempat-tempat pasar besar kami buka kalau harga terlalu tinggi," lanjutnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kenaikan harga menjelang Lebaran. "Pemerintah tidak akan tinggal diam. Sesuai perintah Bapak Presiden, kami akan terus mendukung agar harga-harga tetap stabil sehingga daya beli masyarakat terjaga," tambahnya.
Jumat, 14 Maret 2025
KAJEN - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan menggelar rapat koordinasi persiapan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029 pada Rabu, 12 Maret 2025. Rapat yang diadakan di ruang rapat Indraprasta Bapperida ini dihadiri oleh para sekretaris perangkat daerah.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kepekaan sosial selama bulan suci Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, S.S, M.S yang hadir mewakili Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., dalam acara Safari Ramadhan di Masjid Al-Hikmah Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni pada Senin Malam, 10 Maret 2025 dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
PETUNGKRIYONO – Warga Petungkriyono bahagia sambut kabar Pembangunan jembatan Bailey (darurat) Tembelan Kecamatan Petungkriyono yang hampir selesai. Dari pantauan tim Dinkominfo Kabupaten pada Senin, 10 Maret 2025 pukul 14.40 WIB progres pembangunan sudah memasuki tahapan pemasangan Dek yang nantinya akan dilalui pengguna jalan.
KAJEN – Mewakili Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M, Wakil Bupati Pekalongan H.Sukirman, S.S.,M.S, menghadiri acara Pelatihan Dai Medsos dan Gerakan Santri Menulis Ke-35 Tahun, yang diinisiasi oleh Suara Merdeka. Acara tersebut diselenggarakan pada Minggu (9/3/2025) di Aula Pondok pesantren Muhammadiyah Miftakhul Ulum Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan harga secara nasional dan regional. "Kita akan memantau harga dari situasi nasional dan regional, lalu pasti kita akan lakukan operasi pasar," ujarnya pada 7 Maret 2025.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menyampaikan pidato perdananya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Selasa, 4 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia memaparkan visi, misi, dan prioritas pembangunan Kabupaten Pekalongan untuk periode 2025-2030.
KAJEN – Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M menyempatkan bersafari Ramadhan di Masjid Darussalam Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo pada Senin (3/3) malam. Acara ini merupakan kunjungan kerja pertama Bupati setelah selesai mengikuti retreat Kepala Daerah di Lembah Tidar, Magelang tanggal 28 Februari 2025 kemarin.
Sekretaris Bapperida Kabupaten Pekalongan, M. Ainur Rofik, S.IP., M.M., menjelaskan bahwa penyusunan Renstra ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan kepala daerah serentak pada 20 Februari 2025. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode sebelumnya (2021-2026) otomatis berakhir, dan perlu disusun RPJMD baru untuk periode 2025-2029 yang selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M dan H Sukirman, S.S, M.S.
"Tahapan selanjutnya, kami akan mengumpulkan sekretaris dinas OPD. Seiring dengan penyusunan RPJMD, setiap OPD juga akan menyusun Renstra 2025-2029," ujar Ainur Rofik.
Lebih lanjut, Ainur Rofik menyampaikan bahwa konsultasi publik RPJMD 2025-2029 akan dilaksanakan pada bulan Maret ini. Konsultasi publik ini direncanakan akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, serta OPD terkait dan pemangku kepentingan di Kabupaten Pekalongan.
Ulul Albab, salah satu pemateri dalam rapat koordinasi tersebut, menjelaskan bahwa ada dua poin utama yang dibahas, yaitu penyusunan RPJMD dan penyusunan Renstra perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya kedua hal ini, mengingat masa jabatan kepala daerah yang baru dilantik.
"Poin lainnya terkait dengan keterkaitan antara RPJMD dan Renstra. Dalam draf Kemendagri, indikator-indikator di dalam RPJMD, khususnya di level sasaran, dapat menjadi indikator tujuan di dalam Renstra. Hal ini untuk menjaga keterkaitan antara perencanaan di tingkat kabupaten dengan perencanaan operasional di tingkat perangkat daerah," jelas Ulul Albab.
Dengan adanya sinkronisasi antara RPJMD dan Renstra, diharapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Kamis, 13 Maret 2025
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sarana ibadah, Pemkab Pekalongan juga memberikan hibah sebesar Rp50 juta kepada Masjid Al-Hikmah. Tidak hanya itu, sebanyak 50 paket sembako juga dibagikan kepada warga setempat melalui BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Bantuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat mendukung aktivitas keagamaan dan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah.
"Ibu Bupati mengaturkan salam hormat khususnya kepada para kiai, jamaah, dan seluruh warga Tosanan. Selamat menjalankan ibadah puasa," ujar Wakil Bupati Sukirman dalam sambutannya.
Selain itu, program unggulan lainnya yang terus diperjuangkan adalah layanan pengobatan gratis cukup dengan KTP, yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Fadia Arafiq. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari visi kepemimpinan beliau dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera.
Takmir Masjid Al-Hikmah Desa Tosaran dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih karena rombongan dari Pemerintah Daerah Kabupaten sudah berkenan hadir di desanya. "Kayaknya dari pertama berdirinya masjid ini belum pernah ada pejabat yang hadir disini, ini luar biasa, sekian puluh tahun kami menjadi jamaah disini baru kali ini ada rombongan pejabat kabupaten pokalongan yang hadir. oleh sebab itu kami sangat merasa terharu, sangat merasa senang, dan luar biasa Oleh sebab itu kami sangat merasa terharu, sangat merasa senang. Mudah-mudahan ini bagian dari hikmah ramadhan tahun ini, dan mudah-mudahan penuh berkah," tuturnya dengan rasa bangga
Salah satu warga yang mendapatkan adalah Ulinuha yang merasa senang dengan adanya tersebut. Ia berharap kedepannya Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa lebih baik. "Alhamdulillah saya sangat senang sekali mas karena memang pas lagi butuh, semoga pemerintah selalu memperhatikan rakyat kecil," tutur Ulinuha ketika ditemui tim RKS.
Rabu, 12 Maret 2025
Berdasarkan penuturan Bhabinkamtibmas Polsek Petungkriyono Aipda Tarmanto menyampaikan harapannya agar proses pembangunan jembatan ini dapat segera selesai demi kelancaran aktivitas masyarakat.
"Saya, selaku aparat kepolisian dan juga warga, mewakili masyarakat merasa sangat senang dengan pembangunan ini. Kami berharap pengerjaannya bisa cepat selesai karena sangat berpengaruh terhadap pekerjaan dan perekonomian warga," ujarnya.
Jembatan Tembelan sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi pada 20 Januari 2025 silam, mengakibatkan warga harus memutar menempuh jalur alternatif melalui Wanayasa, Kalibening, dan Paninggaran jika ingin menuju Pasar Doro. Rute ini memakan waktu lebih dari tiga jam dan menambah beban biaya perjalanan.
Disampaikan oleh Mustofa, staf teknis BP2 DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, yang turut memantau perkembangan proyek tersebut.
Pembangunan Jembatan Bailey di Petungkriyono telah mencapai 90 persen dan diperkirakan akan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan, tergantung kondisi cuaca.
"Dari sisi teknis, jembatan ini akan selesai dalam dua hari lagi, atau tiga hari jika hujan turun," ujarnya.
Meski progresnya hampir rampung, Mustofa mengakui bahwa ada beberapa tantangan dalam proses pembangunan. Salah satunya adalah spesifikasi jembatan yang seharusnya diperuntukkan bagi jembatan nasional, namun diterapkan di lokasi ini. Selain itu, kondisi tanah yang basah juga menjadi kendala utama.
"Harapan saya, jembatan ini bisa digunakan oleh warga, tentu saya sangat bersyukur. Namun, karena kondisi tanah di desa ini cukup basah dan ada kandungan minyak, maka perlu perhatian khusus dari masyarakat," tambahnya.
Secara dimensi, jembatan ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan standar untuk jalan masyarakat, sesuai dengan spesifikasi nasional dan provinsi. Mustofa juga menyebutkan bahwa secara teknis, jembatan akan selesai dalam dua hari.
Dengan rampungnya jembatan ini, diharapkan mobilitas warga kembali normal, memudahkan akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Petungkriyono.
Selasa, 11 Maret 2025
‘’Ini merupakan pengalaman yang sangat baik bagi adik-adik sekalian. Bisa belajar mengenai jurnalistik, dan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan di era sekarang,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H.Sukirman, S.S.,M.S, saat memberikan sambutannya dalam acara tersebut.
Sukirman menambahkan, bahwa di era digital seperti saat ini, pembekalan mengenai jurnalistik sangat dibutuhkan oleh semua orang, apalagi untuk anak-anak muda. ‘’Bisa belajar Jurnalistik di tengah situasi sekarang dimana setiap orang bisa jadi wartawan karena bisa mengupload apa saja di media sosial. Sehingga saya sangat mendukung dan mengapresiasi penuh kegiatan ini,’’ jelasnya.
Selain itu, Sukirman juga berharap, setelah mengikutiu kegiatan tersebut. Para santri bisa menulis dan paham dengan etika jurnalistik, sehingga bisa menjadi ujung tombak dalam menangkal informasi hoax, bersiar melalui media sosial, dan bisa menjadi media bagi pondok pesantren dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan ponpes, sehingga bisa lebih dikenal oleh masyaraskat luas.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Pimpinan Redaksi Suara Merdeka Rukardi, mengatakan dalam sambutannya, bahwa kegiatan Gerakan Santri Menulis ini sudah berlangsung sejak 31 tahun yang lalu. Dimana kegiatan tersebut berawal dari silaturahmi ke beberapa pondok pesantren. Namun, dengan adanya keinginan memberi manfaat bagi bangsa, pada akhirnya kegiatan Gerakan Santri Menulis ini kemudian berjalan.
‘’Jadi bapak/ibu sekalian, ini merupakan kegiatan yang sudah lama kita lakukan. Dan kami berharap, ini menjadi manfaat bagi para santri,’’ ungkapnya.
Senin, 10 Maret 2025
Operasi pasar ini bertujuan untuk mencegah penimbunan barang yang berlebihan dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan di masyarakat. Selain itu, pemerintah juga merencanakan gerakan pasar murah yang akan melibatkan Bupati untuk turun langsung ke pasar tradisional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menambahkan bahwa ketersediaan bahan pokok saat ini masih aman dan harganya wajar. "Seperti tadi yang dikatakan oleh pak wakil melaksanakan gerakan pangan murah, tapi yang paling penting adalah ketersediaan bahan pokok, itu masih tetap tersedia dan untuk harganya saat ini masih wajar," ungkapnya.
Pihaknya juga telah mengajukan penambahan pasokan gas 3 kg kepada Pertamina untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
Winarti, pedagang di Pasar Kajen, membenarkan bahwa ketersediaan bahan pokok cukup memadai. "Ketersediaan bahan-bahan tetap ada cuman karena untuk sekarang mungkin karena bulan puasa konsumennya menurun, jadi sepi," ujarnya.
Ia juga melaporkan bahwa harga beberapa komoditas, seperti cabai rawit, mengalami penurunan, sementara harga tomat stabil.
Mak Nuryah, pedagang beras, menyatakan bahwa harga beras masih stabil. "Harga beras masih masih utuh dari awal 13.000 sekarang jadi 13.500, masih utuh lah aman," katanya.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan kondisi pasar yang relatif stabil, diharapkan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok.
Senin, 10 Maret 2025
Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini mengelar kegiatan pengajian rutin bagi ASN. Agenda Pengajian diawali pada Jum’at (7/2/2025) di Aula Setda Lantai 1 dengan Pembicara Kyai Hadi Wibowo dari Kajen.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman menyampaikan, Kegiatan ini merupakan inisiasi Bupati Pekalongan yang telah memerintahkan pada ASN di lingkungan Kota santri untuk melakukan kajian keagamaam Islam dalam suasana Ramadan. Meningkatkan keseimbangan spititual ASN di Lingkungan Kabupaten Pekalongan. “Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Ibu Bupati Fadia Arafiq untuk mengajak seluruh ASN di Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan ibadah dan spiritualitas sebelum menjalankan tugas dan pelayanan,” terangnya.
Ditambahkan, Kegiatan ini di pusatkan di Aula setda setiap hari Jumat selama bulan suci Ramadan. Setiap OPD yang ada diharapkan menugaskan pegawainya untuk mengikuti kajian Ramadan.
Senada dalam kesempatan yang sama, Sekertaris daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar menyampaikan, Melalui kegiatan pengajian ini diharapkan mampu meningkatkan sinergitas antar OPD dan ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Mengingat selama Ramadan ini banyak hal yang bersinggungan dengan hajat masyarakat, misalnya seperti kondisi saat ini mengenai kebutuhan pokok dan yang lainya. “Segenap Pimpinan dan ASN di Kabupaten Pekalongan melalui kegiatan ini bisa saling bersinergi mengatasi masalah yang ada selain untuk meningkatkan kadar ibadah selama puasa,”terangnya.
Pihaknya menambahkan terkait kondisi meningkatkan kebutuhan sembako selama bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan segera menggelar operasi pasar di sejumlah titik, agar harga kebutuhan pokok masyarakat tidak melonjak drastis.
Senin, 10 Maret 2025
Mengusung visi "Kabupaten Pekalongan Maju, Adil, dan Sejahtera," Bupati Fadia dan Wakil Bupati Sukirman telah merumuskan lima misi utama yang akan menjadi landasan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, yaitui 1. Memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) warga Kabupaten Pekalongan, 2. Menuntaskan pembangunan dan penyediaan infrastruktur yang merata dan berkualitas, 3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan UMKM yang berdaya saing, 4. Memperkuat ketahanan bencana dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. 5. Menguatkan implementasi tata kelola pemerintahan yang melayani.
Selain memaparkan visi dan misi, Bupati Fadia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD, serta Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/833/SJ terkait penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah.
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Bupati Fadia dan Wakil Bupati Sukirman telah menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, antara lain antara lain: 1. Ruas tuntas jalan Kabupaten Pekalongan, 2. Kesehatan gratis bagi semua warga Kabupaten Pekalongan, 3. Pendidikan untuk semua, 4. Penanganan rob di wilayah pesisir, yang harus dibantu, 5. Pemberdayaan UMKM, petani, buruh dan nelayan yang maju dan mandiri, 6. Renovasi TPA Sampah yang saat ini juga harus menjadi perhatian, serta 7. Pengembangan wilayah industri untuk peningkatan investasi dan memudahkan perijinan.
"Kami berkomitmen untuk mensukseskan berbagai prioritas pembangunan tersebut dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan menerapkan prinsip efisiensi yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Inpres Presiden," ujar Bupati Fadia.
Di akhir pidatonya, Bupati Fadia mengajak seluruh elemen masyarakat dan DPRD Kabupaten Pekalongan untuk bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik. Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, termasuk perbaikan infrastruktur jalan, penanggulangan banjir rob, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
"Kami yakin dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, cita-cita kita untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera dapat segera terwujud," pungkasnya.
Rabu, 5 Maret 2025
Dalam Sambutannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan dengan amanah serta membawa Kabupaten Pekalongan menuju kemajuan yang lebih baik.
Tiga program utama pada periode kedua ini masih seputar Infrastruktur Jalan, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prioritas utama pemerintahannya. Selanjutnya untuk sektor kesehatan, Bupati memastikan bahwa masyarakat yang belum memiliki BPJS Mandiri tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC). "Kini, layanan kesehatan bisa diakses hanya dengan menunjukkan KTP. Ini adalah langkah besar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Selanjutnya yang ketiga adalah peningkatan mutu pendidikan. Bupati melihat pentingnya sektor pendidikan dalam meningkatkan daya saing daerah.
" Bapak-ibu sudah kita ketahui bahwa sebelum saya menjabat Bupati, pendidikan di Kabupaten Pekalongan berada di peringkat ke-34 se-Jawa Tengah. Namun, sejak 2020 kita berikan anggaran besar untuk pendidikan, dan pada 2023 Pemerintah kabupaten Pekalongan berhasil meningkatkan kualitasnya secara signifikan menjadi peringkat 1 di Jawa Tengah," jelasnya.
Dalam safari Ramadhan di Masjid Darussalam Rowokembu, Pemerintah Kabupaten juga memberikan bantuan sembako kepada 50 warga yang membutuhkan dan memberikan bantuan sebesar 50 juta rupiah kepada pengurus Masjid Darussalam untuk membantu mewujudkan perencanaan yang telah dibuat pengurus, salah satunya yaitu merenovasi bangunan fisik.
"Malam hari ini, Masjid Darussalam di tahun ini Insya Alloh kita berikan bantuan hibah sebesar 50 juta rupiah," ujar Bupati Fadia kepada seluruh jamaah yang hadir.
Sebelumnya perwakilan pengurus Masjid Darussalam Suharso menyampaikan bahwa pihak takmir memang sedang berencana untuk merenovasi bangunan fisik Masjid yang pada tahun 1980-an masih berstatus mushola namun karena kebutuhan masyarakat sekitar pada akhirnya statusnya berganti menjadi Masjid Jami' Darussalam agar bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat bagi warga setempat.
"Di lingkungan Rowokembu selatan, kami membutuhkan waktu itu tahun 1980-an untuk mendirikan masjid yang bisa untuk bersolat Jumat. Sehingga ini dari status langgar atau musola, dari lingkungan terdekat oleh para tokoh agama, diikrarkan n menjadi asjid jami untuk Jumatan dengan komisi pertama diperluas itu untuk serambian," tutur Suharso dalam sambutannya selaku perwakilan pengurus masjid.
Selasa, 4 Maret 2025