Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengumpulkan dan memberikan pembinaan para Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) terkait validasi data kemsikinan di Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/4/2019) di aula lantai III Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen. Bupati didampingi Sekretaris dan para Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan.
Bupati Asip mengungkapkan peran PPKH menjadi penting karena merupakan salah satu ujung tombak dari program yang settingnya adalah dari Pemerintah Pusat yakni Kementerian Sosial, tapi punya dampak yang luar biasa.
“Kita hari ini mengumpulkan 120 Pendamping PKH se Kabupaten Pekalongan untuk mempercepat program penurunan angka kemiskinan yang saya target pada 2021 itu adalah single digit,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan pihaknya sering mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait validasi data penerima manfaat PKH. “Sering tuh kawan-kawan wartawan juga menemukan, ini orang kaya kok dapat PKH. Ternyata setelah kita teliti, entri datanya dulu kebanyakan dari para pamong,” jelasnya.
Maka dari itu, kata Bupati, dengan pertemuan pada saat ini yang paling penting nantinya diharapkan akan ada validasi data. Yakni bagi mereka yang betul-betul tidak berhak menerima akan kita delete, kemudian akan kita ganti dengan yang berhak menerima.
“Ini penting sekali dan Kementerian Sosial juga sudah menerima masukan- masukan dari Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Provinsi agar data ini bisa diupdate kapanpun. Dan ini sangat menguntungkan bagi kita. Oleh karena itu para PPKH kita kumpulkan,” tegas Bupati.
Kepada Dinas Sosial dan PPKH, Bupati Asip Kholbihi memerintahkan beberapa hal penting, yakni pertama adalah untuk melakukan validasi data. Yang kedua, agar para PPKH tidak hanya mendampingi pada aspek penerimaan program yang afirmatif saja dari pemerintah yaitu menerima penerimaan bantuan tunai per triwulan sesuai komponennya yang rata-rata Rp 1,8 juta per triwulan. Akan tetapi PPKH ini akan memberikan pendampingan terutama dalam mendevelop keluarga agar keuangan keluarga ini agar dibantu supaya lebih sehat lagi bagaimana caranya.
“Yang lebih penting lagi agar para PPKH ini tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu menjelang Pemilu ini, sehingga mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tutur Bupati.
Terkait model pendataan para penerima manfaat PKH di daerah lain dengan pemberian stiker, Bupati tegaskan pihaknya tidak akan menggunakan model daerah lain itu.
“Kita cukup data saja karena data kemiskinan itu bersifat dinamis. Hari ini orang miskin, siapa tahu langsung dapat warisan dari orang tuanya kan langsung kaya. Oleh karena itu saya tidak akan menggunakan stiker untuk menempel tanda sebagai warga miskin, tidak usah seperti itu,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 9 April 2019
KAJEN – Jumat sore (5/4/2019) di dekat Jembatan Kali Keruh, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama segenap warga Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, menggelar doa bersama ntuk mengawali pembangunan jembatan darurat Kali Keruh. Jembatan yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Pekalongan dan Kabupeten Pemalang sudah runtuh hampir setahun ini.
KAJEN – Jembatan Kali Keruh yang merupakan penghubung Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan dan Desa Medayu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang yang runtuh hampir setahun ini, akan segera diperbaiki secara total. Namun guna memperlancar perekonomian di kawasan tersebut, Pemkab Pekalongan akan membuat jembatan darurat, sambil menunggu lelang pembuatan jembatan baru Kali Keruh selesai.
KAJEN – Jumat (05/04/2019) siang, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meresmikan Masjid Jami Al-Badriyah Dusun Kuthowangi Desa Windurojo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati dan pengasuh pondok pesantren Nurul Huda Gembong Kedungwuni KH. M. Nur Alif Wasnadi, S.Pd.I selaku keluarga yang membangun masjid, serta penyerahan surat wakaf kepada perwakilan warga desa.
Selasa, 9 April 2019
Senin, 8 April 2019
Senin, 8 April 2019
Senin, 8 April 2019
Doa bersama ini juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, ST.,MT., Kepala BPBD Budi Raharjo, Kepala Kesbangpol Haryanto Nugroho, S.STP, Kabag Pembangunan Setda H. Abdul Choliq, Kabag Kesra Setda H. Trisno, Camat Kandangserang Siswanto, S.STP beserta Muspika.
Tujuan dari doa bersama dimaksudkan agar selama pembangunan jembatan darurat ini berjalan dengan baik dan lancar agar akses masyarakat dua kabupaten tersebut bisa normal kembali.
Kustri (47 tahun) warga Dusun Pedaiman, Luragung, Kecamatan Kandanganserang mengatakan ia sangat bersyukur jembatan darurat akan segera diperbaiki oleh pemerintah. "Akhirnya pembuatan jembatan darurat segera dibangun setelah menunggu setahun kiranya."kata Kustri.
Menurut Kustri runtuhnya jembatan Kali Keruh membuat akses masyarakat terganggu dan perekonomian tersendat. "Setiap hari berbelanja ke pasar yang berada di Watukumpul saya harus menuruni dan menaiki anak tangga darurat jembatan Kali Keruh. Saya merasa takut apabila debit air sungai naik dan itu bisa membahayakan warga yang melintasi jembatan itu," jelasnya.
Tidak hanya warga sekitar yang menyambut bahagia atas pembangunan jembatan darurat ini. Seorang guru honorer Atik Dyat Prastuti (40) merasa senang karena jembatan darurat Kali Keruh akan segera dikerjakan. Ia harus berjibaku menembus derasnya arus sungai. Karena Jembatan Kali Keruh rubuh satu tahun silam.
"Saya mengajar murid di SDN 02 Cawet Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang dan jembatan Kali Keruh sendiri merupakan akses utama penghubung Desa Luragung, Kecamatan Kandanganserang dengan Desa Medayu Kecamatan Watukumpul, Pemalang," tuturnya.
Menurut Atik pembuatan jembatan darurat rencananya akan dilakukan Senin depan. "Senin (8/4/2019) jembatan darurat akan dibangun. Saya merasa bahagia mas dan saya juga mengungkapkan banyak terimakasih kepada Bapak Bupati Pekalongan yang sudah mengupayakan pembangunan jembatan darurat,"ujarnya.
Pihaknya berharap nantinya jembatan darurat yang akan dibangun bisa memperlancar perekonomian masyarakat. "Kalau sudah jadi jembatannya saya sudah tidak naik turun tangga darurat yang ada di jembatan tersebut,"imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Sabtu, 6 April 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri doa bersama dengan puluhan warga Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, Jumat (5/4/2019) sore.
Doa bersama ini juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, ST.,MT., Kepala BPBD Budi Raharjo, Kepala Kesbangpol Haryanto Nugroho, S.STP, Kabag Pembangunan Setda H. Abdul Choliq, Kabag Kesra Setda H. Trisno, Camat Kandangserang Siswanto, S.STP beserta Muspika.
Bupati mengatakan pembangunan jembatan darurat atau Bailey Luragung, Kecamatan Kandanganserang akan dilaksanakan pada hari Senin (8/4/2019). "Material pembuatan jembatan sudah ada sejak (30/3/2019) lalu, namun material tersebut berada seberang kali yakni di Desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang," kata Bupati.
Menurut Bupati Asip material jembatan yang ditaruh di Desa Medayu dikarenakan akses dan mobilisasi material lebih gampang dibandingkan di Desa Luragung, Kecamatan Kandangnserang. Nantinya jembatan darurat ini panjangnya sekitar 48 meter dengan lebar 4 meter. "Posisi jembatan berada di atas jembatan lama dan proses pemasangan dikerjakan selama 30 hari," jelasnya.
Bupati menambahkan, sumber dana jembatan darurat dari dana tak terduga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan. "Nantinya apabila jembatan darurat sudah jadi hanya bisa digunakan untuk kendaraan roda dua saja. Mobil dan truk tidak boleh melintasi jembatan darurat,"tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Sabtu, 6 April 2019
Usai diresmikan, Masjid Al-Badriyah pun langsung digunakan sholat Jumat berjamaah perdana oleh Bupati dan para kyai beserta tamu undangan bersama seluruh warga Desa Windurojo.
Bupati Pekalongan menyampaikan pihaknya mengucapkan terimakasih kepada KH. M. Nur Alif Wasnadi yang sudah mewakafkan masjid tersebut kepada masyarakat Dusun Kuthowangi, Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. "Masjid ini adalah sesuatu karunia dari Allah SWT karena keluarga Kyai Alif sudah membangun di dusun ini," katanya.
Menurut Bupati pembangunan masjid ini menghabiskan dana sekitar Rp 1,8 milyar dan itu murni dari uangnya sendiri keluarga Kyai Alif. Tidak hanya itu, masjid tersebut diperuntukkan untuk masyarakat Dusun Kuthowangi, Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. "Untuk itu saya meminta kepada masyarakat Dusun Kuthowangi untuk meramaikan masjid tersebut," jelasnya.
Dijelaskan Bupati bahwa hal ini menjadi suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas apa yang diberikan Kyai Alif beserta keluarga untuk masyarakat Desa Windurojo.
Memang di Desa Windurojo masih ada persoalan yaitu berkaitan dengan infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Kandangserang dan persoalan tersebut akan dibahas tahun ini.
"Tidak hanya itu, di Desa Windurojo merupakan salah satu desa binaan ESDM Provinsi Jawa Tengah yang nantinya ada kebijakan-kebijakan lintas sektoral untuk memperdayakan masyarakat sekitar," tandasnya.
Sementara itu, Kyai Alif mengungkapkan bangunan masjid yang dibangun ini luasnya 750 meter dengan luas bangunan 16 x16 meter dan pembuatan masjid ini murni dari dana pribadi sendiri. Menurutnya masjid dibangun sejak 8 bulan yang lalu dan saat ini masih progresnya masih 98 persen.
"Hanya pagar masjid yang belum selesai dan nantinya akan segera diselesaikan. Setelah semuanya jadi masjid berserta isinya akan diserahkan langsung kepada masyarakat Desa Windurojo," ujar suami Hj. Badriyah itu.
Kyai Alif menambahkan ia tidak meminta bantuan dana sedikitpun dari warga setempat. Pembiayaan masjid ini murni dana sendiri. "Harapannya masjid ini bisa digunakan untuk beribadah dan kegiatan keagamaan seperti Isra Mi'raj dan Maulid Nabi,"imbuhnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Sabtu, 6 April 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Seminar Sehari Peningkatan Kompetensi Guru PAUD Dalam Bidang Seni, di Gedung H.A. Djunaid Convention Center, Kamis pagi (4/4/2019).
Seminar menghadirkan narasumber handal yakni Sinung Widodo atau lebih dikenal dengan sebutan Om Sinung yang merupakan seorang komponis lagu anak-anak, sekaligus praktisi PAUD Nasional.
Dihadiri oleh Ketua Himpaudi Kabupaten Pekalongan sekaligus istri Bupati Pekalongan yakni Dra. Hj. Munafah Asip, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.Pd beserta jajaran. Dan diikuti oleh 1.309 guru Pendidik Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di seluruh Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut Bupati mengungkapkan seminar yang digelar sangat penting bagi para guru PAUD dan TK dalam rangka untuk mengembangkan potensi diri para guru. "Seminar ini tujuannya guna meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan lagu di PAUD dan TK. Oleh karena itu, penting kiranya jika lagu anak-anak hendaknya berisi hal-hal yang positif," ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, dunia anak-anak sangatlah berhubungan dengan permainan dan keceriaan. Perlu kemampuan dan keahlian yang luar biasa harus diberikan kepada anak-anak. Sehingga, dengan adanya seminar ini akan menjawab semua kebutuhan yang diinginkan oleh semua para guru PAUD dan TK.
"Kepada seluruh peserta saya berpesan agar kegiatan ini bisa diikuti dengan sebaik-baiknya. Gali, pelajari dan pahami setiap materi ilmu yang disampaikan oleh narasumber, dan sedapat mungkin apa yang kita peroleh di sini bisa diaplikasikan nantinya di tempat mengajar masing-masing," jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan – Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.Pd mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada IGTKI dan Himpaudi Kabupaten Pekalongan yang telah menginisiasi untuk terselenggaranya seminar sehari ini.
"Seminar yang digelar ini melalui biaya sendiri para guru dan harapannya bisa meningkatkan empat kompetensi guru seperti kompetensi profesional, sosial, pedagogik dan kepribadian sehingga standar kompetensi yang menjadi tuntutan guru profesional itu bisa terwujud," tutur Sumarwati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 4 April 2019