KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, mulai menyusun Blueprint Ekosistem Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Pekalongan Tahun 2025-2029. Penyusunan ini diawali dengan Rapat Koordinasi Persiapan Penyusunan Blueprint yang digelar pada Senin (24/03), di Ruang Rapat Indraprasta, Bapperida Kabupaten Pekalongan.
Rapat koordinasi tersebut menghadirkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi, hingga perwakilan pemerintah. Fokusnya adalah merumuskan dasar hukum serta arah pengembangan sektor ekraf di Kabupaten Pekalongan selama lima tahun ke depan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Drs. Subkhan, M.Pd., menyampaikan bahwa blueprint ini akan menjadi pijakan legal pengembangan ekonomi kreatif di daerah. “Blueprint ini akan menjadi dasar penyusunan Peraturan Bupati (Perbup), sehingga seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat kreatif, punya pedoman yang jelas dalam bergerak,” ungkapnya.
Selain memperkuat landasan hukum, blueprint juga diharapkan mampu mengidentifikasi subsektor ekraf potensial yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Subkhan menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan ekosistem yang memberdayakan pelaku usaha kreatif, melalui peningkatan kapasitas, legalitas usaha, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Salah satu upaya nyata yang telah dilakukan adalah pendampingan sertifikasi halal bagi 30 pelaku usaha makanan di Desa Wisata Paninggaran.
Ketua Koordinator Daerah Karesidenan Pekalongan Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Zaqi Zidqon Aji, yang turut menjadi pemateri, menekankan pentingnya pembentukan kelembagaan yang kuat di sektor ekraf. “Kabupaten Pekalongan perlu segera membentuk Komite Ekonomi Kreatif Daerah. Kehadiran kelembagaan ini akan memperkuat desain program dan strategi untuk menggali potensi ekonomi kreatif masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Moh Imam Fajrul Falah, S.Par., juga memaparkan berbagai program yang telah digagas Pemkab Pekalongan. Di antaranya Wakunjar (Waktu Kunjung Pakar), Ekraf Goes to Village, serta fasilitasi pendaftaran HKI bagi 20 produk ekraf lokal. “Ke depan, kami akan melaksanakan program inkubasi bisnis bagi pelaku ekraf, mulai dari pelatihan hingga penguatan strategi bisnis. Harapannya, mereka mampu bersaing di tingkat nasional,” terangnya. Pemkab Pekalongan juga menargetkan masuk dalam Jejaring Kota Kreatif Indonesia (ICCN).
Dalam rapat tersebut, Prof. Dr. Ir. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., dari LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES), turut memaparkan potensi 17 subsektor ekonomi kreatif.
Penyusunan blueprint ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kabupaten Pekalongan, sekaligus meningkatkan daya saing para pelaku usaha lokal di era ekonomi digital.
Selasa, 25 Maret 2025
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan konsultasi publik sebagai bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan pada Senin (24/03/2025) di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan rancangan awal RPJMD.
KAJEN – Kodim 0710 Pekalongan menyerahkan hasil Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Serah terima dilakukan oleh Kasdim 0710 Pekalongan, mewakili Dandim 0710 Pekalongan kepada Bupati Pekalongan yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, di lokasi TMMD, di Desa Kalirejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/03/2025) pagi.
KAJEN - Menjelang lonjakan pemudik Lebaran 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan bersama Satlantas Polres Pekalongan bergerak cepat melakukan inspeksi kelayakan kendaraan (RAM Cek) terhadap bus-bus yang akan melayani arus mudik. Kegiatan ini berlangsung di salah satu garasi bus di Kajen pada Rabu (19/3/2025).
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Sukirman Bersama Sekertaris daerah kab.Pekalongan, M Yulian Akbar dan Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) setempat pantau harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Inspeksi mendadak gabungan berlangsung di 4 pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan.
Dalam acara tersebut, disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (BAPPERIDA) Trisno Suharsanto bahwa RPJMD akan mencakup beberapa aspek utama, di antaranya gambaran umum Kabupaten Pekalongan, termasuk kondisi geografi, demografi, dan ekonomi makro. Selain itu, RPJMD juga akan membahas kapasitas fiskal daerah, yang mencakup proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan selama lima tahun ke depan.
"Sebagai gambaran untuk Bapak-Ibu, isi dari RPJMD ini adalah yang pertama terkait gambaran umum Kabupaten Pekalongan.
Itu menyangkut geografi, demografi, kemudian juga kondisi ekonomi makro Kabupaten Pekalongan. Kedua, membahas kapasitas fiskal, jadi berapa kemampuan Kabupaten Pekalongan, baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan untuk 5 tahun.
Ini kita prediksikan. Kemudian yang ketiga, kita mencari memutuskan, menentukan permasalahan dan isu strategis. yang akan diangkat untuk lima tahun ke depan. selanjutnya adalah penyebaran dari visi dan misi Bupati terpilih, ucap Kepala BAPPERIDA dalam sambutannya.
Selain itu, dalam RPJMD juga akan ditentukan permasalahan dan isu strategis yang menjadi fokus pembangunan daerah. Penyusunan dokumen ini juga mengacu pada visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati terpilih, yang kemudian akan dijabarkan ke dalam program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan indikator kinerja yang terukur.
Melalui konsultasi publik ini, Pemkab Pekalongan mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh pihak untuk memberikan saran dan masukan dalam rangka menyempurnakan draft awal RPJMD agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengembangkan sektor pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pernyataannya saat ditemui awak media selepas acara, Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M melihat pentingnya perbaikan jalan sebagai elemen utama pembangunan.
"Sebagus apa pun wisata kita, sehebat apa pun daerah kita, kalau jalan-jalan rusak, saya kira percuma," ujarnya. Ia menargetkan perbaikan ruas jalan kabupaten dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun ke depan.
Di sektor pendidikan, Bupati menegaskan bahwa sekolah menjadi prioritas utama. "Saya mau anak-anak saya di Pekalongan bisa sekolah dengan baik," katanya. Pemerintah juga akan tetap membuka program pendidikan Paket A, B, dan C secara gratis bagi masyarakat, dengan pendaftaran yang dipermudah melalui nomor telepon dan tautan yang akan dibagikan.
Selasa, 25 Maret 2025
Sebelumnya tim Grebek Sahur Indosiar menyambangi keluarga Emil Dardak yang notabenenya adalah Wakil Gubernur Jawa Timur. Dalam acara tersebut Bupati Fadia Arafiq bersama sang suami Mukhtaruddin Ashraff Abu yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI dan ketiga anaknya menyempatkan sahur bersama untuk menjalani ibadah puasa di Hari ke-23.
Kegiatan diawali dengan berbincang ringan di ruang tamu kemudian berlanjut ke meja makan. Disitu Bupati Fadia Arafiq menjelaskan bahwa sekarang ini dirinya jarang bertemu dengan sang suami yang sudah sibuk menjadi Anggota DPR RI Komisi IX yang bertanggung jawab atas bidang-bidang yang mencakup kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial. Sehingga intesitas pertemuaanya tidak seperti dulu lagi.
"Saya ini haus kasih sayang, makanya saya minumnya harus banyak, candaan Ashraff di sela-sela perbincangan.
Pagi itu menu sahur Keluarga Bupati sederhana yaitu sayur lodeh, bakwan jagung, ayam goreng, ada pula semur daging. Di akhir perbincangan Bupati Fadia Arafiq memberikan pesan kepada peserta AKSI Indosiar 2025 untuk tetap semangat dalam berkompetisi.
"Tetap semangat buat para peserta, kemudian jangan grogi dan selamat menjalankan ibadah puasa", pungkasnya.
Senin, 24 Maret 2025
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos, M.Si mewakili Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, dalam wawancara usai penandatanganan naskah berita acara dan serah terima hasil Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggran 2025, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas apa yang telah dicapai dalam TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2025.
“Banyak sekali capaian selama kegiatan TMMD. Di samping hasil fisik berupa pembangunan optimalisasi jalan poros desa Kalirejo, yang menghubungkan tiga desa, yakni Kalirejo, Banjarsari, dan Talun. Ada lagi yang lebih penting, yaitu non fisik. Bahwa TMMD telah meningkatkan kesadaran masyarakat terkait wawasan kebangsaan, tentang cinta lingkungan, dan sebagainya. Ini tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh Pemkab Pekalongan,” ujar Anis Rosidi.
Menurutnya, TMMD memperkuat sinergitas antara Pemkab Pekalongan dengan TNI/Polri. Hal ini, lanjutnya, selaras dengan visi-misi Bupati – Wakil Bupati Pekalongan untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. "Komitmen kami akan terus support terkait Program TMMD di masa yang akan datang," imbuhnya.
Pihaknya berharap masyarakat dapat ikut handarbeni (menjaga ) terhadap hasil-hasil TMMD, sehingga lebih bermanfaat, berdaya guna, dan berusia lebih lama.
Sebelumnya, dalam laporannya, Kasdim 0710 Pekalongan, Mayor Arh Ahmad Thohir yang berlaku sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Lapangan Dukuh Wonorejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Talun, menyampaikan bahwa sasaran pekerjaan pada TMMD Sengkuyung Tahap I meliputi sasaran fisik berupa pengaspalan jalan dengan Panjang 758 meter dan lebar 3 meter, serta Sasaran Non Fisik berupa Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Penyuluhan Kamtibmas, Penyuluhan Kebencanaan, Penyuluhan UMKM, Penyuluhan Kesehatan, Penyuluhan PKK dan Ketrampilan Keluarga, Penyuluhan Pertanian, serta Penyuluhan BUMDes.
Kasdim menyebutkan, TMMD Sengkuyung I dilaksanakan sejak 19 Februari hingga 20 Maret 2025 dengan dana sebesar Rp. 462.158.800, yang terdiri dari Rp. 221.333.333 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah serta sebesar Rp. 240.825.467 yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan.
Sebelumnya, Irup juga membacakan amanat Pangdam IV/ Diponegoro. Dalam amanatnya, Pangdam IV/ Diponegoro menyampaikan bahwa Pada Triwulan I TA 2025 ini, selain menggelar TMMD Reguler ke-123 di Kabupaten Magelang, Demak, Boyolali dan Tegal. Seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro lainnya juga menyelenggarakan TMMD Sengkuyung secara serentak.
Pangdam mengucapkan terima kasih kepada para Bupati/ Walikota beserta jajaran Forkopimda, OPD terkait, personel TNI-Polri, dan segenap masyarakat yang selama satu bulan peuh telah berhasil menyelesaikan seluruh sasaran fisik dan non fisik di masing-masing wilayah. “Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Program TMMD Reguler ke-123 dan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2025, besar harapan saya seluruh hasil pekerjaan sasaran fisik dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan saya menitipkan agar apa yang telah kita bangun ini dijaga dan dirawat bersama, sehingga masa pakainya akan lebih Panjang,” tutur Pangdam dalam amanatnya.
Jumat, 21 Maret 2025
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukirman menyampaikan salam dari Bupati Pekalongan, yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan di Yogyakarta dan Semarang. Sukirman menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran ini merupakan wujud komitmen pemerintah kabupaten untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dan mental spiritual.
"Ini merupakan wujud komitmen Ibu Bupati memulai pembangunannya di periode kedua, selain melanjutkan yang kemarin sudah dilaksanakan malam hari ini wujud nyata bahwa pemerintah kabupaten pekalongan ingin menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental spiritual kerohaniwan yang harus seimbang," ujar Sukirman.
Lebih lanjut, Sukirman mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Ia berharap, peringatan Nuzulul Quran ini dapat mempererat tali silaturahim, ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah antar masyarakat dan perangkat daerah.
"Dalam peringatan nuzulul quran ini ibu Bupati mengajak kepada kita semua Al quran menjadi panduan dan penerang dalam setiap langkah kita agar kita mendapatkan ridho serta keberkahan dari Allah SWT. Kecintaan kita kepada al quran dengan cara membacanya, mempelajarinya serta mengajarkan ajaran yang terkandung didalamnya supaya kita menjadi umat yang lebih baik di dunia dan akhirat," katanya.
Bupati juga berpesan agar keberkahan bulan Ramadan diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian sosial, sedekah, dan amal. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk melanjutkan program-program unggulan, seperti pengobatan gratis dengan BPJS, program "Kudu Sekolah", dan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Acara peringatan Nuzulul Quran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kyai Haji Endro Suyitno, Kyai Haji Muhtarom, Forkopimda, Ketua DPRD, perwakilan Polres, perwakilan Dandim, Rektor UIN Gusdur, kepala OPD, dan jamaah pengajian.
Kamis, 20 Maret 2025
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan bahwa setiap armada bus yang mengangkut pemudik berada dalam kondisi prima, sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan selama periode mudik dan balik Lebaran. Suhirdi, Kepala Bidang LLAJ Dishub Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa RAM Cek mencakup pemeriksaan menyeluruh seperti sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, wiper, kelengkapan dokumen kendaraan, serta kondisi kesehatan pengemudi. "Tujuan kami adalah memastikan hanya kendaraan yang benar-benar layak jalan yang beroperasi," tegasnya.
Tim gabungan secara acak memeriksa kelaikan bus di empat garasi berbeda di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sekitar 50 bus pariwisata disiapkan untuk mendukung angkutan Lebaran tahun ini. Selain itu, Dishub Pekalongan juga menjadwalkan uji kelaikan tambahan untuk angkutan Lebaran pada tanggal 20-25 Maret 2025.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan, Dheny Saputra, menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap kepatuhan pengemudi terhadap aturan lalu lintas, termasuk kelengkapan SIM dan surat-surat kendaraan. "Kami memastikan semua aspek administratif terpenuhi," ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar bus berada dalam kondisi baik, dan seluruh awak bus telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan mudik. Dishub dan Satlantas Polres Pekalongan juga mengimbau masyarakat untuk selalu memilih angkutan resmi yang telah terverifikasi demi keselamatan bersama.
Kamis, 20 Maret 2025
"Update Petung jembatan Tembelan itu sudah bisa dilewati roda empat," ujar Yulian Akbar. Ia menambahkan bahwa dari laporan yang diterima, masih ada empat dukuh yang belum bisa dilewati kendaraan roda empat, yaitu Dukuh Wonodadi, Songgodadi, dan Sitipis. "Karena jembatan dan jalannya yang masih putus, dua dukuh yang belum bisa diakses roda empat, kalau roda dua sih bisa," jelasnya.
Dengan dibukanya akses jalan ini, pemerintah Kabupaten Pekalongan akan fokus pada pembangunan jembatan permanen. "Bailey ini kan sebenarnya cuma sementara, nanti akan konsolidasi dengan pemerintah pusat dengan BNPD," kata Sekda.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengusulkan dana sebesar Rp 108 miliar untuk pembangunan jembatan permanen di wilayah Petungkriyono dan daerah lain yang terdampak bencana. "Kalau bisa kita kelola dengan APBD, kita kelola, tapi kalau dengan pemerintah provinsi ya kita kerja sama dengan pemerintah provinsi," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait bantuan rumah bagi warga yang terdampak. "Terus terkait rumah kita juga sudah koordinasi dengan Kementerian Sosial," imbuh Yulian Akbar.
Pemulihan akses jalan dan pembangunan jembatan permanen ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas masyarakat di wilayah Petungkriyono dan sekitarnya.
Jumat, 14 Maret 2025
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan bahwa acara ini merupakan inisiasi dari Khanif Dzakiri dan mendapat dukungan penuh dari Bupati Pekalongan. "Kegiatan ini sangat luar biasa, pertama tentu saja untuk menjalin tali silaturahim, kemudian inisiasi dari Pak Khanif Dzakiri sekaligus juga memompa semangat dari UMKM kita, produk-produknya dan seterusnya, sehingga perekonomian bisa berjalan dengan cepat karena ini menjelang Idulfitri, maka ini momentumnya sangat pas," ujarnya.
Lebih lanjut, Sukirman berharap acara ini dapat memberikan perhatian dan fasilitas bagi UMKM, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN. "Harapannya, kegiatan-kegiatan ini pasti akan terus kita galang. Selain ini inisiasi dari Pak Khanif, tentu kita di Pemerintah Kabupaten, Bupati akan mencari peluang ke provinsi, ke pusat, maupun juga ke BUMN-BUMN yang memiliki misi yang sama, terutama soal perekonomian, pengentasan kemiskinan, lalu pemberdayaan perempuan, dan seterusnya," tambahnya.
Ketua Panitia Ramadan Fest 2025, Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa acara ini dimeriahkan dengan bazar UMKM, hiburan musik, dan stand-up comedy. "Maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini merupakan komitmen Pak Khanif Dzakiri, Wakil Ketua Komisi 11. Pak Khanif ini kan ada mitra di Jakarta yang support akan eksistensi UMKM, sehingga kita punya inisiasi untuk membuat Ramadan Fest ini, sehingga UMKM punya ruang untuk melakukan promosi dan penjualan," jelasnya.
Wisnu Wardana juga mengungkapkan harapannya agar acara ini sukses dan dapat menjadi acara reguler di Kabupaten Pekalongan. "Harapannya acara ini sukses, karena walau mungkin masih banyak kekurangannya, kita optimis bahwa masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa mengikuti acara ini dengan baik, dan tahun-tahun ke depan acara ini bisa menjadi acara reguler di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Ramadan Fest 2025 diharapkan dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang dan memperkuat perekonomian daerah, serta menjadi sarana hiburan yang positif bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Jumat, 14 Maret 2025
Dibagi menjadi 2 Tim, Bupati Pekalongan, Hj Fadia Arafiq dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memantau langsung di Pasar Kesesi dan Wiradesa, sedangkan Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman memantau langsung pelaksanaan Operasi Pasar bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Pekalongan, di Pasar Kedungwuni dan Wonopringgo.
Dalam kesempatan tersebut, wakil Bupati Pekalongan H Sukirman menyampaikan pentingnya melihat secara langsung kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini sebagai antisipasi supaya tidak ada harga yang melonjak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). “Ramadan pekan kedua, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar pantauan pasar untuk melihat secara langsug ketersediaan bahan pokok dipasaran dan harganya,” terang Sukirman, Kamis (13/3/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah. Hasil pantauan di pasar Kedungwuni, Harga daging sapi naik dari Harga Rp125.000/kg menjadi Rp130.000/kg, daging ayam juga mengalami hal yang sama dari harga Rp.35.000/kg menjadi Rp.36.000/kg.
Senada disampaikan pedangang daging sapi, Kondisi bulan Ramadan ini harga daging sapi justru turun disbanding sebelum Ramadan, saat ini perkilo dibandrol Rp.130.000 naik Rp.5.000/kg dari biasanya. Sementara pedagang Ayam Potong David juga menyampaikan hal yang sama belum ada lonjakan harga yang berarti di pekan kedua bulan Ramadan ini. “Harga daging sapi kuwalitas bagus saat ini perkilo mencapai Rp130.000 dari harga sebelumya Rp.125.000/kg, untuk daging tetelan perkilo saat ini mencapai Rp80.000, Untuk harga ayam negeri saat ini Rp36.000/kg naik cuma Rp1000/kg dari harga sebelum puasa Rp35.000/kg,” terangnya.
Dijelaskan pula untuk pasokan masih stabil karena belum ada lonjakan pembeli yang berarti di pekan kedua bulan Ramadan 2025 ini.
Jumat, 14 Maret 2025