KAJEN - Pemkab Pekalongan siapkan infrastruktur sambungan pipa air untuk pengoprasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang ada di Desa Krompeng, Kecamatan Talun.
Hal itu dikarenakan SPAM PDAM Kabupaten Pekalongan, PDAM kabupaten Batang dan PDAM Kota Pekalongan (Petanglong) di Desa Krompeng akan dioperasikan April mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST.,MT., mengatakan, sambungan pipa untuk menyuplai air ke wilayah Kabupaten Pekalongan sudah siap digunakan.
“Guna mencukupi kebutuhan air, SPAM Petanglong memberikan suplai air bersih untuk Kabupaten Pekalongan mencapai 50 liter perdetik,” jelasnya, Rabu (13/2/2019).
Walaupun Kabupaten Pekalongan berada di dataran tinggi, dikatakan Wahyu beberapa daerah mengalami kesulitan air saat musim kemarau. “Dengan adanya SPAM Petanglong kami berharap bisa menambah pasokan air untuk masyarakat di Kabupaten Pekalongan,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Satker Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Provinsi Jateng Sihombing Aryananda menerangkan, SPAM Petanglong dibuat untuk menyuplai tiga daerah yaitu Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan.
“Karena wilayah Pekalongan membutuhkan air bersih, kami bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan menginisiasi adanya SPAM Petanglong,” ucap dia.
Dipaparkannya terkait distribusi air akan disesuaikan dengan MoU yang sudah dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jateng dan daerah. “Bulan April mendatang SPAM Petanglong mulai beroprasi. Semoga saja bisa mengaliri Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan secara baik,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana membangun Super Mall Pekalongan Tower pada tahun ini. Untuk pembangunannya, pemerintah bakal memanfaatkan lahan seluas sekitar 2,6 hektare eks Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan di Jalan Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan.
KAJEN - Pemkab Pekalongan membuka tempat wisata baru yakni Telaga Mangunan yang terletak di Dusun Mangunan Tlogo, Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sebelum dibuka, Pemkab Pekalongan melakukan pembersihan telaga yang memiliki luas sekitar 10 hektare sejak bulan Januari lalu.
KAJEN - Pemkab Pekalongan setujui raperda pembentukan perusahaan umum daerah Kajen Berkah Infestama. Dengan adanya Kajen Berkah Infestama diharapkan bisa menjadi pemicu perekonomian Kota Santri.
PEKALONGAN - Pemkab Pekalongan mendapat tambahan Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 31 miliar lebih. Adapun total dana desa yang dialokasikan untuk Pemkab Pekalongan pada 2019 sebesar Rp 259 miliar lebih.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri dan sekaligus membuka Sosialisasi Tata Cara Pembagian, Penetapan Rincian dan Penyaluran serta Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 di Aula lantai I Setda, Senin (11/2/2019) pagi.
KAJEN - Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati wisata Lolong untuk menyaksikan secara langsung kemeriahan Festival Durian Lolong 2019. Festival yang digelar secara rutin oleh pemerintah Kabupaten Pekalongan tersebut mampu menarik pengunjung baik dari lokal maupun luar daerah.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri peringatan Hari Raya Imlek 2570 warga Tionghoa di International Batik Center (IBC) Wiradesa, Sabtu (9/2/2019) malam. Peringatan Hari Raya Imlek menampilkan kolaborasi wayang kulit dan barongsai.
KAJEN - Pekan Olahraga Daerah (Popda) Pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pekalongan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, di Stadion Widya Manggala Kirda Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/1/2019) pagi.
Acara ini diawali dengan penampinan memukau grup drumband dari SMP Islam Walisongo, Kedungwuni dan diikuti oleh barisan defile dari 19 perwakilan kontingen kecamatan serta barisan para wasit dan yuri.
KAJEN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pekalongan, Rabu (30/1/2019). Gubernur meninjau Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang. Jembatan tersebut menghubungan Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Pemalang.
Pemanfaatan aset bangunan yang dimiliki tersebut, satu tujuan utamanya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Pekalongan. Pendopo itu merupakan aset pemerintah Kabupaten Pekalongan, selain RSUD Kraton yang ada di wilayah Kota Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menuturkan, Pemkab ingin terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan aset yang selama ini tidak terpakai.
“Banyak aset yang dimiliki Pemkab Pekalongan, satu contoh adalah pendopo lama. Rencananya akan kami bangun menjadi Super Mall Pekalongan Tower,” jelasnya, Selasa (12/2/2019).
Bupati menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan guna mewujudkan pembangunannya.
“Terkait pembangunan kami harus koordinasikan terlebih dahulu. Karena pendopo lama ada di tengah Kota Pekalongan. Namun Pemkab dan DPRD Kabupaten Pekalongan sudah menyetujui perencanaan tersebut,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Kasi Pengembangan Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Purwo Susilo, S.STP mengatakan bulan April 2019 nanti, Telaga Mangunan resmi dibuka. "Masyarakat Desa Tlogohendro, setiap hari Minggu, gotong royong melakukan pembersihan untuk membuka telaga tersebut," katanya, Selasa (12/2/2019).
Pihaknya menuturkan akses jalan menuju Telaga Mangunan berupa aspal, dan hanya membutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki untuk menuju lokasi wisata dari jalan raya. "Ke depan rencananya akan ada wahana perahu kayak di Telaga Mangunan, baik fasilitas maupun infrastruktur masih dipersiapkan," imbuhnya.
Terpisah Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menjelaskan, Telaga Mangunan merupakan telaga di Pegunungan Kendeng. "Air telaga sangat jernih dan pemandangannya menawan, dan menawarkan panorama alam yang mengesankan untuk para pengunjung," kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan, pembukaan Telaga Mangunan menjadi pelengkap destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan. "Selain menjadi pusat batik Kabupaten Pekalongan juga kami proyeksikan menjadi tempat kunjungan bagi wisatawan,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menuturkan, pemerintah akan membuka berbagai bidang baik pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, pertambangan, sumber energi, properti perdagangan, pariwisata dan investasi.
“Semoga dengan adanya perusahaan umum daerah bisa berdampak langsung pada perekonomian Kabupaten Pekalongan,” katanya dalam rapat paripurna persetujuan bersama di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (11/2/2019) siang.
Bupati Asip meminta dinas terkait memetakan potensi dan aset yang dimiliki Kabupaten Pekalongan dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Untuk permulaan nanti akan kami bangun usaha pembuatan malam yang digunakan sebagai bahan batik, karena melihat potensi penggunaan malam yang mencapai ribuan ton setiap harinya,” jelasnya.
Adapun dipaparkan Bupati Asip pembuatan malam ada di Kabupaten Pekalongan dan dimiliki oleh perorangan bukan BUMD. “Malam bisa menjadi potensi, begitu juga kain mori dimana kebutuhan setiap hari mencapai 2 juta yard. Jika Pemerintah Daerah bisa membangun dua usaha tersebut kami yakin pertumbuhan perekonomian akan mudah dicapai,” imbuhnya.
Terkait aset Pemkab Pekalongan, Asip menambahkan pendopo Kabupetan Pekalongan lama yang ada di Kota Pekalongan akan diubah fungsinya. “Kabupaten Pekalongan punya pendopo lama di Kota Pekalongan dengan luas 2,6 hektar, nanti juga akan dikelola BUMD untuk mendirikan Pekalongan Plaza atau Pekalongan Tower,” tambahnya.
Disamping menyetujui Raperda pembentukan perusahaan umum daerah Kajen Berkah Infestama, dalam rapat paripurna tersebut, Pemkab juga menyetujui Raperda tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Dan sebagai wujud persetujuan kedua Raperda, dilakukan penandatanganan oleh pihak eksekutif yang diwakili oleh Bupati dan oleh pihak legislatif yang diwakili oleh Ketua DPRD beserta para Wakil Ketua DPRD. Disaksikan oleh Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, para unsur Muspida, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., para anggota DPRD, para Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Pekalongan yang hadir.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati menuturkan, anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 meningkat 14,1 persen dari tahun lalu. “Tahun 2018 Dana Desa mencapai Rp 227 miliar lebih, namun pada 2019 Kabupaten Pekalongan mendapat anggaran tambahan sebesar Rp 31 miliar lebih,” jelasnya.
Dengan besarnya anggaran Dana Desa, Bupati Asip berharap para Kepala Desa bisa mengakomodir pembangunan di desa masing-masing. “Mandat penting yang wajib diterapkan oleh pemerintah desa adalah mengurangi angka kemiskinan di desa menggunakan dana desa,” paparnya.
Menurut Bupati Asip, Pemerintah yang baik adalah Pemerintah yang bisa menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Pemerintah desa wajib hukumnya mendapingi dan melaporkan pengalokasian Dana Desa guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan dapat dipercaya,” kata Asip.
Turut disinggungnya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian yang berujung kesejahteraan. “Untuk itu kami ingin Pemerintah Desa memiliki daftar jangka penjang pembangunan desa baik terkait perekonomian ataupun pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Sosialisasi Dana Desa dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH yang sekaligus menjadi salah satu narasumber. Hadir pula Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Endang Suwarningsih, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dan diikuti oleh seluruh Camat, Kapolsek, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan Tim Fasilitasi Dana Desa se Kabupaten Pekalongan. Adapun sebagai narasumber, selain Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan adalah perwakilan Polres Pekalongan, Inspektorat, Kejari Kajen dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM DP3A dan PPKB) Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, setiap tahun festival durian Lolong semakin diminati pengunjung sehingga di lokasi kegiatan semakin ramai dan macet.
“Kita masih melakukan kajian tentang lokasi durian ke depan mengingat jumlah pengunjung semakin bertambah, bisa nanti di geser ke Lapangan Limbangan atau di sekitar Kecamatan Karanganyar, namun kita juga pertimbangkan nilai historis,” ucapnya, Sabtu (9/2/2019).
Ditambahkan Bambang, Festival Durian Lolong merupakan ajang untuk mempromosikan wisata Lolong kepada masyarakat umum. “Selain juga sebagai sarana untuk memudahkan petani durian dalam memasarkan hasil pertaniannya, utamanya saat musim durian yang melimpah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan produksi buah durian di Kabupaten Pekalongan sangat melimpah, terbukti dalam sekali musim dapat menghasilkan buah sebanyak 145 ribu kuintal.
Menurutnya dengan produksi sebanyak itu mampu memberikan pemasukan bagi warga hingga puluhan milyar. “Festival durian ini sebagai salah satu sarana mengangkat dan melestarikan durian lokal yang ada disini,” terangnya.
Ke depan, jelas Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melakukan sertifikasi terhadap varietas durian lokal unggul agar mempunyai klasifikasi khusus dan akan dikembangkan. “Sertifikasi itu untuk meningkatkan nilai durian lokal dan akan menjadi ciri khas buah durian lokal asli,” tuturnya.
Pihaknya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk mendata bibit durian lokal unggul, kemudian akan dikontestasikan agar secara kualitas dan kuantitas dapat terus meningkat. “Kita ada durian lokal diantaranya durian Boyo, Lolong, Doro, Lemahabang, Lebakbarang dan lain sebagainya,” jelasnya.
Terkait dengan serbuan durian import, Bupati Asip menegaskan tidak khawatir, dikarenakan durian lokal mempunyai rasa yang berbeda dan memiliki kekhasan. “Durian lokal diminati oleh masyarakat baik lokal maupun dari daerah lain, saya optimis durian kita dapat bersaing,” ungkapnya.
Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Hj. Munafah, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen.
Tampak pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tampak hadir dalam peringatan tersebut antara lain mantan Bupati Pekalongan H. Amat Antono, M.Si., Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, S.STP, pengurus FKUB Kabupaten Pekalongan KH. Minanul Azis, Camat beserta Muspika Kecamatan Wiradesa dan ratusan warga Tionghoa se Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan dukungannya dengan acara yang diselenggarakan warga Tionghoa yakni dengan mengkolaborasikan dua kebudayaan yang sengaja dipertunjukan. “Dalam merayakan Hari Raya Imlek kali ini kami mendukung kolaborasi antara kebudayaan Jawa dan Tionghoa,” katanya.
Perpaduan wayang kulit dan barongsai, dipaparkan Asip, sebagai gambaran keharmonisan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Masyarakat Kabupaten Pekalongan terkenal dengan keramahan, walaupun berbeda kebudayaan tapi tetap bisa melebur menjadi satu,” jelasnya.
Di Tahun Baru Imlek, Bupati Asip berharap masyarakat tetap menjaga harmonisasi baik antar sesama dan alam. “Dengan harmonisasi Kabupaten Pekalongan akan semakin baik,” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, tahun ini Pemkab Pekalongan tengah membangun krematorium yang terletak di Desa Gejlik Kecamatan Kajen. “Selain krematorium, Pemkab juga akan memfasilitasi tempat pemakaman yang representatif bagi warga Tionghoa. Pemakaman tersebut ditempatkan di dekat krematorium yang kini dalam proses pembangunan,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Ir. M. Bambang Irianto, M.Si dalam laporannya menyampaikan, dalam POPDA tahun ini, ada 14 cabang olahraga tingkat SD/MI yang akan diperlombakan, sedangkan untuk tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA masing-maisng ada 15 cabang olahraga yang diperlombakan.
Lebih lanjut Bambang Irianto, menuturkan perlombaan akan dimulai terhitung sejak 31 Januari – 7 Februari 2019 mendatang. Dengan memiliki tujuan sebagai wadah kompetisi para atlet pelajar guna mengukur prestasi pencapaian para atlet se Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan POPDA Pelajar selain untuk menumbuhkan kegemaran berolahraga, juga untuk menjaring para atlet yang potensial dan dapat mengharumkan nama baik kabupaten Pekalongan di tingkat regional, nasional maupun internasional.
“Saya sungguh menaruh perhatian dan sekaligus harapan besar kepada saudara semua untuk bisa bertanding secara sportif, membawa nama harum sekolahnya dengan mencetak prestasi yang gemilang,” ujarnya.
Para atlet, lanjut Arini, diharapkan berjuang dengan tekad sebuah kemenangan yang didasari sportivitas, karena itu adalah harga diri kita dalam kompetisi olahraga. Dan kepada para wasit dan official, Wakil Bupati berharap bisa menjaga sportivitas guna menciptakan persahabatan dan suasana yang kondusif.
Pembukaan POPDA Pelajar dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta unsur Forkompinda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, para perwakilan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Gubernur menjanjikan akan membangun jembatan tersebut pada tahun ini. Namun sebelum dibangun, Ganjar meminta untuk dibuatkan jembatan bailey. "Sekarang kita akan percepat agar masyarakat bisa jalan, pakai jembatan bailey," kata Ganjar Pranowo.
Menurut Ganjar, pembuatan jembatan bailey membutuhkan waktu tiga minggu. "Setiap kondisi darurat kita semua gotong-royong membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa melewati fungsi-fungsi ini (jembatan) dengan baik," katanya.
Terkait pembangunan Jembatan Kalikeruh, Gubernur Ganjar memastikan tahun ini bisa dibangun. Menurutnya pemprov telah menyediakan anggaran sebesar Rp 17 miliar dari kebutuhan Rp 18 miliar. Sekitar Rp 1 miliar akan ditanggung Pemkab Pekalongan.
"Tahun ini jembatan dibangun masuk tahun anggaran 2019, segera selasai urusan administrasi dengan Bappeda langsung saya tandatangani," kata Ganjar.
Hanya saja, saat dilakukan lelang Ganjar berpesan agar tidak ada yang main dan tidak ada yang nakal.
Perlu diketahui, Jembatan Kalikeruh yang melintas Kali Comal ini menghubungkan Kecamatan Kandangserang di Kabupaten Pekalongan dan Kecamatan Watukumpul di Kabupaten Pemalang. Jembatan Kali Keruh sudah hampir setahun putus.
Terputus pada Febuari 2018 saat musim penghujan tahun lalu. Kendati putus, puing-puing jembatan yang roboh masih dimanfaatkan warga untuk menyeberang sungai. Warga menyambung bagian jembatan yang rubuh dengan tangga. Ada tiga tangga. Tangga yang paling ekstrim yakni tangga di bagian barat sungai. Panjang tangga sekitar 11 meter dengan kemiringan tangga sekitar 70 derajat. Tidak heran bila jembatan ini dikatakan jembatan 'Uji Nyali'.
Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Pekalongan, Gubernur Ganjar Pranowo juga menyempatkan diri meninjau Jalan Sibelis di Kecamatan Paninggaran yang ambles. Disamping itu, Gubernur juga meninjau pengungsi korban banjir di Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto.
Tampak menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan, antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala OPD terkait. (red)