KAJEN – Hari pertama masuk kerja usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1440 H tahun 2019 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan diisi dengan acara halal bihalal bersama Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Senin (10/6/2019) pagi.
Para ASN mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) Kheki berbaris menunggu antrean untuk berjabat tangan dengan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip.
Tidak hanya jajaran ASN, terlihat juga anggota Bawaslu, KPU, BUMN, dan BUMD ikut acara halal bihalal. Dalam acara tersebut satu per satu ASN bergantian berjabat tangan dengan Bupati, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK. Seperti tak ada rasa lelah, Bupati beserta istri dan Wakil Bupati mengumbar senyum sembari berucap maaf kepada setiap yang berjabat tangan dengannya.
Setelah para ASN dan pegawai instansi verikal dan BUMN/BUMD terkait berjabat tangan, mereka menghabiskan waktu beramah-tamah di lingkungan pendopo. Bahkan terlihat para ASN yang ingin berjabat tangan dengan Bupati, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK rela berdesak-desakan. Guna memperlancar jalannya kegiatan, Satpol PP Kabupaten meminta kepada para ASN untuk bisa tertib dalam kegiatan ini. Hidangan yang disajikan dalam kegiatan ini berupa tauto, bakso, mie goreng jawa tersedia bagi siapa saja yang datang.
Bupati Pekalongan KH. Asip kholbihi, SH.,M.Si mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada seluruh ASN yang ada di kegiatan ini. "Di hari pertama masuk kerja, saya melihat semua ASN 100 persen berangkat dan tadi juga sudah mengikuti apel bersama. Setelah itu mengadakan halal bihalal bersama bupati, wakil bupati dan ketua penggerak PKK," kata Bupati.
Menurut Bupati pihaknya menekankan kepada seluruh ASN untuk lebih meningkatkan kinerja pasca lebaran. "Saya berharap semua ASN di hari Syawal ini terus meningkatkan kinerja dan terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Pihaknya menambahkan ASN harus kembali ke kewajiban seperti Undang-undang nomor 5 tahun 2014. "Kewajibannya yaitu harus setia dengan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, Pancasila, dan harus loyal dengan pemerintah," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., dalam sambutan atas nama seluruh ASN Pemkab Pekalongan menyampaikan ucapan minal aidin wal faizin –mohon maaf lahir dan bathin kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama pribadi maupun kedinasan kami ucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1440H – Mohon maaf lahir dan bathin kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati serta Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan. Dan kami selaku ASN Pemkab Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati yang selama ini senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada kami semua sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai tupoksi kita masing-masing,” ujar Sekda.
Kami juga sampaikan ucapan terima kasih atas pemberian fasiltas baik sarana maupun prasarana dan kesejahteraan oleh Bupati dan Wakil Bupati. “Tentu kami selaku ASN, saya mengajak kepada seluruh ASN mari kita tingkatkan kinerja kita, tingkatkan disiplin kita. Kita harus professional, proporsional, pegang aturan sehingga kita dapat melaksanakan tugas sesuai dengan norma yang ada,” ucap Sekda.
Di hari yang fitri ini, kata Sekda, kita telah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan. Semoga amal ibadah kita baik ibadah puasa wajib dan ibadah-ibadah lainnya diterima Allah SWT. Dan setelah Idul fitri ini kita kembali dapat mendedikasikan diri kepada nusa dan bangsa lebih baik lagi sesuai tupoksi kita masing-masing. (didik/dinkoinfo kab.pekalongan)
KAJEN - Ratusan warga Kelurahan Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berebut "Gunungan Gebral Syawalan" dengan ukuran tinggi 1,5 meter yang dilaksanakan di Kelurahan Pekajangan Gang 20, Kecamatan Kedungwuni, Minggu (9/6/2019) pagi.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para kakak-adiknya beserta ratusan warga Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya menghadiri peringatan haul ke-15 salah satu tokoh penyebar Islam dan perintis NU di Pekalongan bagian selatan, KH. Anwar Amin. Almarhum adalah ayah dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan kakak-adiknya.
KAJEN - Tempe Asli Pekalongan ternyata tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun ternyata Istana Negara juga memanfaatkannya pada even-even tertentu.
KAJEN - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar daerah mengikuti upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di Lapangan belakang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2019).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Tengah yang keempat kalinya. Dalam kurun empat tahun yakni 2016, 2017, 2018, dan 2019 ini Pemkab berhasil mempertahankan penghargaan ini.
KAJEN – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di Jalan Mandurorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Diikuti ratusan personel Polres Pekalongan, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait, Selasa (28/5/2019).
KAJEN - Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Wiradesa dan Gudang Bulog Bondansari Wiradesa memantau ketersediaan dan stabilitas bahan pokok menjelang Lebaran, Senin (27/5/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menargetkan infrastruktur berupa jalan di daerah atas atau wilayah pegunungan Kota Santri mulus pada tahun 2020. Demikian disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Doa Bersama Tokoh Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH ,M.Si di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Minggu (26/5/2019) malam.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri acara tersebut mengatakan, kegiatan "Gunungan Gebral" merupakan tradisi warga setempat yang dilakukan setiap perayaan Lebaran. "Kegiatan Gunungan Gebral dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Pada Lebaran 2019, tradisi itu sudah yang ke-21," katanya.
Namun demikian, kata Bupati, tradisi Gunungan Gebral ini diharapkan tidak berhenti pada saat perayaan Lebaran saja melainkan bisa dipasarkan ke kafe yang dikemas secara modern.
"Kami menyarankan pembuatan gebral tidak dilakukan saat Syawalan dan dibuat oleh orang tua saja namun anak muda juga perlu belajar agar mereka bisa menjadi entrepreneur, seperti nenek moyang masyarakat setempat," katanya.
Menurut Bupati, pembuatan makanan gebral itu bisa mendatangkan nilai ekonomis sehingga masyarakat bisa menyalurkan keterampilan dan keahliannya membuat makanan tradisional tersebut.
"Jangan dilihat dari besar kecilnya pendapatan karena jika dikelola dengan baik juga bisa memberikan sumber penghasilan pokok atau tambahan, khususnya bagi anak-anak muda yang mau berjuang melestarikan makanan tradisional," katanya.
Ketua Panitia Gunungan Gebral Syawalan Muhammad Yuniar mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan acara tersebut sejak H-7 Lebaran. Pada Lebaran tahun ini, kata dia, "Gunungan Gebral" dibuat dengan tinggi 1,5 meter dan berat sekitar 2,5 kuintal.
"Pembuatan Gunungan Gebral merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Pekajangan. Pada tahun ini, tradisi Gebral Gunungan ini merupakan kegiatan yang ke-21," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dipimpin oleh sesepuh kyai Kedungwuni Kyai Zawawi Dured, mereka membaca Surat Yasin, melantunkan zikir, tahlil, dan doa untuk KH. Anwar Amin di kompleks pemakaman Nurul Anam Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (8/6/2019) sore.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si selaku salah satu putra dari KH. Anwar Amin mengungkapkan sekilas perjuangan dakwah ayahnya. “Dulu, ayah kami diperintahkan gurunya Mbah Gendon Kesesi untuk berdakwah ke daerah selatan,” terang Bupati Asip Kholbihi.
Untuk itu, KH. Anwar Amin kemudian mulai berdakwah di daerah sekitar wilayah kabupaten Pekalongan bagian selatan dan kabupaten Banjarnegara. Di daerah itu pula, KH. Anwar Amin juga merintis berdirinya Nahdlatul Ulama.
“Di daerah Kalibening, KH. Anwar Amin kemudian mendirikan masjid pertama. Selain itu, juga melakukan dakwah keliling ke kampung-kampung,” lanjut Bupati.
Perlahan, dakwah KH. Anwar Amin pun membuahkan hasil. Banyak penduduk setempat yang ikut mengaji kepadanya. Banyak warga mengenal agama Islam ala Aswaja NU.
Tahun 2004, KH. Anwar Amin wafat dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Seperti yang disampaikan salah satu pengusaha tempe asal Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, Kang Boni (41 tahun), produksi tempenya sudah menjadi langganan Istana Negara sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
"Iya sejak Presiden SBY hingga Jokowi saat ini, pada even-even tertentu Istana Negara membeli tempe buatan kami," katanya pada saat acara Kopdar Akbar Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia, Jumat (7/6/2019) kemarin di lapangan Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.
Dijelaskan Boni, Istana Negara biasanya memesan tempe buatannya sebanyak 500 pak (20 biji tiap paknya) dalam sekali pemesanan.
"Alhamdulillah dan kami bersyukur tempe Asli Pekalongan produksi kami bisa masuk Istana Negara. Semoga akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Terimakasih Bapak Presiden," ujarnya.
Boni memiliki tempat usaha di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta sejak tahun 2004. "Tempe kami juga menjadi langganan Bupati Gunung Kidul. Dan bahkan oleh Bupati Gunung Kidul, kami dimasukkan dalam daftar UMKM disana," katanya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang hadir bersama istri Ny. Munafah, dalam sambutanya menyampaikan rasa bersyukurnya karena para pengrajin tempe asal Kota Santri yang tergabung dalam wadah SPTP (Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan) Pekalongan terlihat sukses semua. Hal itu kata Bupati karena melihat parkiran sepanjang jalan menuju lapangan berjejer mobil mobil mewah para peserta yang hadir.
"Semoga para pengrajin tempe di seluruh Indonesia bahkan yang di luar negeri, terutama pengrajin asal Kabupaten Pekalongan hidupnya makmur semua. Amiiin," kata Bupati.
Tidak lupa, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu menyampaikan dukungannya atas kegiatan yang diselenggarakan panitia.
"Kopdar kedua ini diselenggarakan di lapangan Desa Siwalan ini. Untuk tahun depan, silahkan gunakan Pendopo di Kajen. Hal ini sekaligus agar para anggota SPTP Indonesia tahu akan Kajen sebagai ibukota Kabupaten Pekalongan," terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Pekalongan menyampaikan dibalik sukses usaha dan sejahtera hidupnya para pengrajin tempe, sudah seharusnyalah dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Dan wujud syukur itu dapat diwujudkan dengan berbagi kepada sesama umat yang belum beruntung.
Bupati juga mengajak para pengrajin tempe yang tergabung dalam SPTP Indonesia untuk dapat berkontribusi dengan menyisihkan rezekinya bagi daerah asal.
"Saat ini kami Pemkab Pekalongan melalui TP PKK Bekerjasama dengan para Camat memiliki program pengentasan ODF yakni masyarakat yang memiliki rumah tetapi belum memiliki jamban atau WC. Untuk itu, kami mengajak anggota SPTP Indonesia yang memiliki rezeki lebih bisa berkontribusi dalam pengentasan ODF tersebut," sahut Bupati.
Dalam acara Kopdar Akbar Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia tersebut, Bupati Asip Kholbihi didampingi istri dan para pengurus memberikan santunan kepada anak-anak kurang mampu di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan tersebut.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Salah seorang ASN Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Sigit Santoso mengaku mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila di Kabupaten Pekalongan karena saat ini tengah mudik di kota santri kelahirannya.
"Saya bekerja di Kementrian Perhubungan RI dan saya asli warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Karena tidak bisa mengikuti upacara di Jakarta, sehingga saya mengikuti upacara hari kelahiran Pancasila di Pemkab Pekalongan," kata Sigit Santoso.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan apresiasianya kepada para ASN yang tetap antusias mengikuti upacara meskipun tengah melakukan mudik lebaran 2019.
"Saya mengapresiasi kepada seluruh ASN yang hadir dalam upacara ini. Hal ini menunjukkan bahwa jiwa ASN di Kabupaten Pekalongan sangat Pancasilais dan tidak perlu di ragukan kembali," ujar Bupati.
Selain itu juga, kata Bupati, kedisplinan yang sudah ada ini sebagai modal utama kita untuk lebih terus-menerus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menuju dinamisasi pembangunan.
"Tanpa ASN yang displin, profesional dan patriotik saya kira susah mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan alhamdulillah RPJMD Pemkab Pekalongan sudah ada beberapa yang terlampaui, ini berkat kerja keras ASN selama ini,"jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018, di Gedung BPK RI Perwakilan Jawa Tengah di Semarang, Selasa (28/05/2019). LHP diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Ayub Amali, SE.,MM.,Ak.,CA.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi mengatakan dalam aspek pengelolaan keuangan, Pemkab sejak tahun 2016, 2017, 2018, dan tahun 2019 ini berturut-turut mempertahankan opini dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian.
"Saya kira ini karena ada aspek-aspek tertentu seperti aspek-aspek pengelolaan aset, kepatuhan terhadap regulasi, dan ketepatan program yang dijalankan dengan baik, sehingga BPK memberikan penghargaan ini," ucap Bupati.
Bupati berharap pihaknya bisa mewujudkan WTP yang berkualitas. Yakni, program-program pemerintah didedikasikan untuk kepentingan masyarakat. Kemudian, berkaitan dengan aset sudah tercatat dengan bagus.
"Mengenai aset-aset kabupaten sudah teriventaris dengan baik dan pada aspek percatatannya sudah bagus namun pada pemanfaatannya perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.
Bupati Asip mengatakan aset-aset tercatat dengan baik dari aspek akuntasinya. Tetapi dari utilitas aset ini akan terus dikembangkan. Seperti mengembangkan aset-aset yang berada di Kota Pekalongan, di Kajen dan di seluruh Kabupaten akan didata kembali. Apalagi, setelah itu akan ditindaklanjuti oleh pemeriksaan kinerja.
"Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pada pengelola aset yang telah bekerja dengan baik dan sabar. Selain itu juga BPK juga memberikan petunjuk-petunjuk yang bisa ditindaklanjuti, sehingga opini WTP bisa dipertahankan. WTP ini bukan hadiah tapi memang kinerja tata kelola Pemkab Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya untuk mempertahankan WTP, diantaranya dengan penataan aset dan pengelolaan keuangannya. "Kita akan terus pertahankan WTP ini dan akan terus berupaya melakukan perbaikan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selaku pembina Apel yaitu Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS. Dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan perwakilan unsur Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, beserta tamu undangan lainnya.
Kapolres Pekalongan mengatakan, apel pasukan jelang Lebaran itu bagian dari persiapan pemberlakuan Operasi Ketupat Candi 2019 secara serentak. Operasi akan dilakukan dari selama 13 hari atau dimulai pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019. "Selain dari Polres Pekalongan, pengamanan juga dibantu oleh TNI, Dinhub, Satpol PP, Pramuka, dan ormas seperti Banser GP Ansor dan lain-lain," ungkapnya.
Menurutnya, operasi akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan pemilu. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam operasi ini semakin kompleks. "Kami meminta personel untuk menyiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi. Hal ini bertujuan agar operasi dapat terselenggara sukses, aman, dan lancar," jelasnya.
AKBP Wawan menambahkan, pihaknya akan mengamankan tempat-tempat vital seperti rumah ibadah. "Untuk menjaga keamanan, kami juga akan melakukan penjagaan di tempat-tempat vital yang ada di wilayah hukum Polres Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) juga akan terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Candi 2019. "Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan akan diterjunkan untuk membantu dalam operasi ini," ungkapnya.
Menurut Bupati Asip secara umum kondisi di wilayah Kabupaten Pekalongan aman. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti jalan alternatif. "Kondisi di Kabupaten Pekalongan, baik di pasar dan pemukiman secara keseluruhan aman. Bahkan H-8 Lebaran, harga kebutuhan pokok di pasar-pasar masih terjaga," tambahnya.
Dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 tersebut Polres Pekalongan memusnahkan 1.725 botol minuman keras (miras). Botol miras yang dilindas dengan kendaraan alat berat merupakan hasil kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan di Kabupaten Pekalongan bertepatan menyambut Ramadhan 2019.
"Pemusnahan miras ini adalah hasil Kepolisian yang ditingkatkan yang dilakukan sejak dua bulan yang lalu, tidak hanya miras pabrikan ada juga miras tradisional dan oplosan yang hari ini kita musnahkan,"kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan.
Operasi miras tidak hanya digelar saat Ramadhan saja, namun kegiatan akan terus dilaksanakan berkelanjutan. Menurutnya, tidak hanya miras, operasi peredaran dan penggunaan narkoba juga terus ditingkatkan. "Jika miras dan narkoba tidak diawasi dengan baik, dan tidak ada penindakan yang serius, maka akan berdampak buruk pada lingkungan dan kehidupan masyarakat," ungkapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tak hanya melakukan sidak, bupati yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si., Kepala Dinperindagkop UKM HB. Riyantono, Kepala Bappeda Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dinkominfo Anis Rosidi, SH.,M.Si dan pejabat Pemkab juga sekaligus mensosialisasikan kepada pedagang dan pembeli terkait produk makanan yang aman dari bahan berbahaya seperti formalin.
"Kami ingin mengetahui langsung ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, termasuk harganya di pasaran apakah mengalami kenaikan atau masih stabil," ujar Bupati.
Bupati mengatakan, hasil sidak lapangan diketahui ketersediaan seluruh komoditas bahan pokok mencukupi sehingga menjelang Lebaran dipastikan aman dan tidak kekurangan stok. Sementara, lanjut dia, harga hampir seluruh komoditas stabil dan tidak mengalami kenaikan berarti dan seluruhnya sudah terdata di Kantor Dinperindag.
"Harapan kami, ketersediaan barang mencukupi sehingga tidak berdampak terhadap kenaikan harga meski pun bisa dipastikan permintaan meningkat jelang Idul Fitri," pungkasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
"Masyarakat di daerah atas seperti Kandangserang, Lebakbarang jangan khawatir. Nanti 2020 insya Allah jalan di daerah atas akan mulus," katanya.
Sehubungan dengan infrastruktur perekonomian Pemkab Pekalongan sudah membangun enam pasar dalam tiga tahun terakhir. Selanjutnya program peningkatan hasil panen tanaman padi di daerah atas juga sudah menunjukkan hasil positif. Biasanya, kata bupati, hasil panen per hektare sawah tanaman padi hanya bisa menghasilkan 3 ton, pada tahun 2018 hasil panennya sudah mencapai 6 ton.
"Saya juga ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas peranannya menurunkan angka kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan dari sekitar 12,98 persen sekarang turun menjadi 10,06 persen," ujar Bupati.
Di samping ada penurunan angka kemiskinan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan juga menunjukkan angka positif pada posisi 5,35. Angka ini, lanjut bupati di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional pada posisi 5,17.
Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pekalongan, Bisri Romly yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PKB pada kesempatan menghadiri acara tersebut mengapresiasi positif atas capaian prestasi pembangunan selama tiga tahun terakhir ini.
Terutama keberhasilan peningkatan hasil panen lahan pertanian sawah tanaman padi di daerah atas yang tadinya satu hektar hanya 3 ton, sekarang bisa mencapai 6 ton. "Mudah-mudahan pak bupati bisa terus menjadi pemimpin yang bagus," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)