KAJEN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pekalongan, Rabu (30/1/2019). Gubernur meninjau Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang. Jembatan tersebut menghubungan Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Pemalang.
Gubernur menjanjikan akan membangun jembatan tersebut pada tahun ini. Namun sebelum dibangun, Ganjar meminta untuk dibuatkan jembatan bailey. "Sekarang kita akan percepat agar masyarakat bisa jalan, pakai jembatan bailey," kata Ganjar Pranowo.
Menurut Ganjar, pembuatan jembatan bailey membutuhkan waktu tiga minggu. "Setiap kondisi darurat kita semua gotong-royong membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa melewati fungsi-fungsi ini (jembatan) dengan baik," katanya.
Terkait pembangunan Jembatan Kalikeruh, Gubernur Ganjar memastikan tahun ini bisa dibangun. Menurutnya pemprov telah menyediakan anggaran sebesar Rp 17 miliar dari kebutuhan Rp 18 miliar. Sekitar Rp 1 miliar akan ditanggung Pemkab Pekalongan.
"Tahun ini jembatan dibangun masuk tahun anggaran 2019, segera selasai urusan administrasi dengan Bappeda langsung saya tandatangani," kata Ganjar.
Hanya saja, saat dilakukan lelang Ganjar berpesan agar tidak ada yang main dan tidak ada yang nakal.
Perlu diketahui, Jembatan Kalikeruh yang melintas Kali Comal ini menghubungkan Kecamatan Kandangserang di Kabupaten Pekalongan dan Kecamatan Watukumpul di Kabupaten Pemalang. Jembatan Kali Keruh sudah hampir setahun putus.
Terputus pada Febuari 2018 saat musim penghujan tahun lalu. Kendati putus, puing-puing jembatan yang roboh masih dimanfaatkan warga untuk menyeberang sungai. Warga menyambung bagian jembatan yang rubuh dengan tangga. Ada tiga tangga. Tangga yang paling ekstrim yakni tangga di bagian barat sungai. Panjang tangga sekitar 11 meter dengan kemiringan tangga sekitar 70 derajat. Tidak heran bila jembatan ini dikatakan jembatan 'Uji Nyali'.
Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Pekalongan, Gubernur Ganjar Pranowo juga menyempatkan diri meninjau Jalan Sibelis di Kecamatan Paninggaran yang ambles. Disamping itu, Gubernur juga meninjau pengungsi korban banjir di Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto.
Tampak menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan, antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala OPD terkait. (red)
Publisher : aris
Rabu, 30 Januari 2019
KAJEN – Kebutuhan informasi yang cepat, relevan dan terpercaya menjadi hal yang utama bagi para pengguna informasi dalam pengambilan keputusan. Kehadiran teknologi informasi banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan serta sistem pengendalian internal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sistem informasi akuntasi menjadi suatu kebutuhan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Curah hujan yang tinggi dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan terjadi kebanjiran. " Akibat volume air hujan yang tinggi mengakibatkan sungai meluap dan saluran drainase yang kurang lancar mengakibatkan di beberapa ruas jalan dan tempat menimbulkan genangan," Terang Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat melakukan peninjauan penanganan banjir di Tirto baru baru ini. (27/1).
KAJEN - Konstruksi jalan raya Paninggaran Kabupaten Pekalongan bakal dikaji ulang pengerjaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Tengah. Itu dilakukan karena dalam kurun waktu 3 tahun, jalan tersebut kerapkali ambles, bahkan selalu di titik yang sama yaitu Tanjakan Sibelis. Titik amblas yang secara geografis masuk ke wilayah Desa Tenogo Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan itu kini pun sedang ditangani kedaruratannya oleh DPU Jawa Tengah.
KAJEN - Desa Lemahabang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan menjadi sentra buah durian. Tak khayal di musim panen durian, para petani bisa memperoleh pemasukan puluhan juta dari hasil menjual durian.
Kartono, Kepala Desa Lemahabang menerangkan, terdapat lebih dari 200 petani durian di desanya. “Musim panen durian terjadi dari Desember lalu, namun puncaknya Januari hingga Februari,” jelasnya dalam acara tasyakuran petani durian di kantor desa setempat, Senin (22/1/2019).
KAJEN – Prestasi yang telah ditorehkan PKK sangat membanggakan kita semua. Karena disamping prestasi memang ada hasilnya, namun yang tidak kalah penting adalah manfaatnya yakni membentuk keluarga yang sejahtera mulai dari keluarga yang paling kecil. Kemudian program OPD harus sampai ke tingkat rumah tangga (RT) maupun Dasa Wisma. Semua itu yang bisa melakukan hanya PKK.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui Sekretaris Daerah saat membuka kegiatan bimbingan teknis penatausahaan keuangan daerah, di aula lantai I Setda, Senin (28/1/2019) pagi.
Bupati mengharapkan setiap pejabat pengelola keuangan (PPK) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dapat menciptakan pengendalian internal yang semakin efektif dan efisien.
“Hal ini guna menjamin pencapaian tujuan organisasi, keamanan sumber dana yang dikelola, ketaatan pada ketentuan yang berlaku, dan terpeliharanya data/informasi keuangan yang andal,’ ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan, Pemkab Pekalongan terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah khususnya dalam teknologi informasi guna meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi. Inovasi akuntansi terus dilakukan, dari sistem manual ke sistem aplikasi dan pada tahun 2019 ini ditingkatkan lagi dengan sistem penatausahaan keuangan berbasis online.
“Diharapkan penerapan aplikasi berbasis online dapat mempercepat proses penatausahaan keuangan sekaligus dapat menghasilkan informasi keuangan yang cepat dan relevan guna membantu dalam pengambilan keputusan,” harap Bupati.
Kegiatan bimbingan teknis ini, kata Bupati, merupakan salah satu langkah strategis yang harus dilakukan dalam merespon tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kompetensi, profesionalitas aparatur pengelolaan keuangan daerah dalam menjalankan peran dan fungsinya, sehingga kinerja pengelolaan dan penatausahaan keuangan senantiasa konsisten, dengan mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan Wiryo Santosa, S.IP.,MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan bimbinan teknis diselenggarakan selama 2 (dua) hari yakni Senin hingga Selasa (28-29 Januari 2019). Bimtek diikuti oleh seluruh sekretaris dan bendahara di seluruh OPD se Kabupaten Pekalongan. Pembukaan Bimtek dihadiri oleh para Asisten Sekda, dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan Bimtek tersebut, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM secara khusus menginformasikan bahwa Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia rencananya pada awal Februari 2019 nanti akan melakukan audit Laporan Keuangan Daerah (LKD) dengan menggunakan sistem baru yaitu sistem aplikasi. Untuk itu, Sekda mengharapkan seluruh OPD untuk menyiapkan SPJ dengan baik. “Cek kembali yang masih belum lengkap. Karena kelengkapan dokumen SPJ, itu berarti sudah 50 persen pekerjaan sudah terselesaikan,” tandas Sekda.
Tahun 2019 ini, kata Sekda, kita sudah menggunakan e-planning, e-budgeting di semua sistem. Sehingga manakala kita mengadakan kegiatan penatausahaan keuangan, sebelum mengeklik dicek kembali, diteliti kembali, jangan sampai ada hal-hal yang mestinya memerlukan koreksi kembali diklik.
“Sistem ini kalau sudah klik masuk bisa dilihat oleh semua pihak. Karena ini sesuai tuntutan jaman, maka kita harus kreatif, inovatif, profesional, proporsional, tapi tidak keluar dari sebuah peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 28 Januari 2019
Jadi ada anggapan banjir yang terjadi di Kecamatan Buaran, Tirto , Wiradesa dan Wonokerto akibat pembangunan jalan tol dan pembangunan tanggul melintang penahan rob yang saat ini sedang dibangun itu salah. "Karena bukti di lapangan menunjukan hal tersebut tidak ada korelasinya" terang Arini yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer, MM, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, Ka DPU Taru Wahyu Kuncoro, MT ,Kepala Dinker Setyawan dan dinas terkait.
Sementara itu saat meninjau korban banjir di pengungsian di masjid Dupantex, Arini mengajak bersama-sama untuk memanjatkan doa agar segera surut dan sabar terhadap cobaan ini. Serta menghimbau untuk waspada terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
Dari Pemkab segera menangani akibat banjir ini, dengan melakukan beberapa langkah strategis, diantaranya menutup parapet sungai meduri yang sempat jebol malam sebelumnya serta pemasangan pompa di wilayah Tirto dan Wonokerto untuk mempercepat air agar segera surut.
Adapun terkait dengan penanganan korban korban banjir pihaknya sudah mempersiapkan posko di Kecamatan Wiradesa, Dengan Kantor BPBD sebagai koordinator di dukung Dinas Terkait, untuk mengambil langkah selanjutnya jika diperlukan, tandasnya.
Sementara itu Kepala BPBD Pekalongan Budi Raharjo, SSTP menyampaikan bahwa data pengungsi hingga tanggal 27 Januari 2019 pukul 15.00 Wib berjumlah 1357 jiwa dengan pesebaran pada 17 tempat baik di masjid , TPQ dan rumah warga di wilayah Kecamatan Buaran dan Tirto.
Sedangkan untuk pendirian dapur umum, Budi menyampaikan bahwa belum waktunya didirikan karena mengingat baru hari pertama dan belum mendesak , namun demikian pihaknya siaga jka sewaktu waktu dapur umum dibangun sambil melihat perkembangan banjir.(red)
Publisher : aris
Senin, 28 Januari 2019
Sabtu, 26 Januari 2019
Kamis, 24 Januari 2019
“Mengingat hujan masih sering mengguyur Kabupaten Pekalongan, jalan yang amblas dilakukan perbaikan secara darurat terlebih dahulu,” katanya, Rabu (23/1/2019).
Wahyu mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut terutama di saat hujan turun. “Karena sudah beberapa kali kejadian serupa, setidaknya sejak 2017 hingga 2018 sudah 2 kali jalan amblas dan di titik yang sama,” paparnya.
Kasi Jalan dan Jembatan DPU Provinsi Jawa Tengah Rita Agus Setyorini berucap, perbaikan yang dilakukan saat ini adalah tahap pemadatan tanah. “Karena perbaikan darurat, hari ini sudah bisa dilewati. Namun ke depan kami akan kaji kembali konstruksinya,” jelasnya.
Rita menambahkan, setelah dipadatkan dan diuruk, pihaknya akan melapisi kembali menggunakan cairan aspal panas (CAP). “Melalui cara itu, fokus kami bisa dilewati terlebih dahulu dan kondisi arus lalu lintas kembali seperti semula,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 23 Januari 2019
Ia menambahkan lebih dari 10 ribu durian dari Desa Lemah Abang sudah terjual ke beberapa wilayah Kota Santri maupun sekitar Pekalongan. “Cuaca buruk di awal tahun mengakibatkan sebagian durian tidak terlalu manis, namun mayoritas dalam kondisi baik dan siap dikonsumsi,” paparnya.
Pihaknya menuturkan, selain durian lokal beberapa bulan lagi durian bawor yang ditanam warga akan berbuah. “Warga Desa Lemah Abang juga mengembangkan varietas durian bawor, mungkin beberapa bulan lagi sudah siap panen,” tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 22 Januari 2019
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Ir. H. Siswanto, mengatakan, sentra durian di Kabupaten Pekalongan ada di Kecamatan Doro, Kecamatan Karanganyar dan sebagian di Kecamatan Talun.
"Di Doro ada durian lokal khas yakni jenis Boyo sedangkan di Kecamatan Karanganyar ada durian Lolong," katanya saat menghadiri tasyakuran durian di Desa Lemahabang Kecamatan Doro, Selasa (22/1/2019) kemarin.
Dijelaskan Siswanto, potensi pertanian tersebut perlu dipromosikan sehingga di sentra-sentra durian bisa dikembangkan menjadi sentra pariwisata.
"Festival durian lolong, tasyakuran durian Lemahabang dan kegiatan yang sama merupakan salah satu bentuk promosi produk pertanian oleh masyarakat secara umum, khusus untuk tasyakuran Lemahabang kita sudah mengusulkan untuk dilaksanakan di Watubahan sehingga dapat meningkatkan bersinergi dengan tempat wisata dan dapat meningkatkan ekonomi warga," terangnya.
Pemkab Pekalongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan mengembangkan varietas tertentu di sentra durian. "Kita akan bantu petani terutama dalam penyediaan bibit unggul seperti di Desa Lemahabang ini," pungkasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 22 Januari 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si selaku Ketua Pembina PKK Kabupaten Pekalongan saat menghadiri pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan dan membuka Rapat Konsultasi di Pendopo, Senin (21/1/2019).
Bupati mengungkapkan, pada tahun 1980an model pembinaan PKK pernah digunakan sebagai rule model oleh world bank untuk pemberdayaan di negara-negara berkembang.
Organisasi PKK adalah warisan para the founding fathers (pendiri) bangsa kita yang menciptakan sebuah organisasi counterpartnya pemerintah tetapi tujuannya adalah sampai menjangkau unit terkecil keluarga dalam hal pemberdayaan.
“Oleh karena itu saya berpesan kepada para Camat dalam menyusun RAPBDes tolong para Kepala Desa diingatkan agar Dana Desa porsinya untuk lebih ditekankan pada pemberdayaan. Para Camat harus memantau per Desa di wilayah masing-masing agar dana pemberdayaan di tingkat desa proporsinya meningkat,” tegas Bupati.
Kepada para Ketua TP PKK yang telahdilantik, Bupati berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik dengan ikhlas dan dengan tanggungjawab. Karena hal itu bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan bagian dedikasi kita kepada apa yang melekat pada jabatan suami. “Mohon untuk dilaksanakan denga ikhlas, karena apabila kita bekerja dengan ikhlas semua akan senang, akan tetapi apabila kita bekerja dengan tidak ikhlas maka akan merugikan orang,” terang Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Asip Kholbihi mengapresiasi Tim Penggerak PKK yang telah mengubah wajah wilayah khususnya Kecamatan Siwalan menjadi daerah bersih dari buang air besar di sungai. Kata Bupati, sebelum dijamah oleh Tim Penggerak PKK, Siwalan merupakan daerah yang memiliki jamban terpanjang karena terletak di sungai.
“Daerah Siwalan kini tidak ada lagi yang membuang air besar di sungai, hal tersebut karena keberhasilan Tim Penggerak PKK yang sudah menyadarkan masyarakat,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.
Menurut bupati, prosentase jambanisasi di Kecamatan Siwalan kini mencapai 79 persen dari sebelumnya yakni 10 persen.“Berilah ilmu pada masyarakat dan memajukan masyarakat lewat program-program PKK. Karena akan menjadi panutan serta contoh bagi masyarakat sekitar dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan menuju arah positif merupakan perbuatan luhur,” tambahnya.
AcarainimerupakanpemberhentiansekaliguspengangkatanKetua TP PKK KecamatanKabupatenPekalongan.Ada tujuh ketua TP PKKkecamatan yangdiberhentikansekaligusdilantikadalahdarikecamatanKajen, Karanganyar, Karangdadap, Tirto, Bojong, Lebakbarang, danPetungkriyonoKabupatenPekalongan.
Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Camat seKabupatenPekalongan, segenap Tim pengurus TP PKK se KabupatenPekalongan, sertatamuundangan lain.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 21 Januari 2019