Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Dalam rangka menyiapkan pengembangan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalogan (UMPP), Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama civitas academica UMPP dan pengurus daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan melaksanakan studi banding di Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (9/7/19).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan studi banding ini dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kunjungan ini sekaligus bentuk pendampingan UMPP dalam menyiapkan pengembangan kampus UMPP sebagai universitas baru di Jawa Tengah.
"Kunjungan ini dalam rangka belajar pengelolaan manajemen perguruan tinggi Muhammadiyah. Tidak hanya itu, kunjungan ini juga dibarengi penandatanganan MoU antara Pemkab Pekalongan dengan UMM mengenai pengembangan sumber daya Kabupaten Pekalongan," kata Bupati usai melaksanakan studi banding di UMM.
Bupati Asip menegaskan pemerintah daerah komitmen untuk membantu pengembangan UMPP di Kabupaten Pekalongan. Hal ini, sebagai bentuk peningkatan kualitas SDM dan perekonomian masyarakat setempat.
"Pembangunan gedung rektorat UMPP baru dilakukan pada tanggal (29/6/19) lalu dan pemerintah daerah siap membantu pengembangan UMPP. Semua kan mengetahui bahwa UMPP merupakan perguruan tinggi penyatuan dari Stikes, STIE, Politeknik Muhammadiyah Kajen," ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UMM Malang Dr. Fauzan mengapresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama civitas akademika UMPP dan pengurus daerah Muhammadiyah Pekalongan ke Universitas Muhammadiyah Malang.
"Ini baru pertama kalinya ada kunjungan lengkap ke UMM, dari pemerintah daerah datang, pengurus Muhammadiyah Kabupaten dan Kota Pekalongan, serta civitas akademika UMPP. Bahkan saya kaget atas kunjungan yang sangat begitu luar biasa," jelasnya.
Dr. Fauzan mengungkapkan pihaknya bersedia menjadi perguruan tinggi pembina untuk pengembangan UMM di Jawa Tengah.
"Komitmen dari Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi ini mengenai pembangunan UMPP sangat luar biasa dan UMM siap menjadi pembina untuk pengembangan UMPP dan saya berharap kerjasama ini bisa menjadi energi baru dalam pembangunan sumber daya di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 9 Juli 2019
KAJEN - Sebanyak 100 Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Kabupaten Pekalongan menerima bantuan sosial dari Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Jumat (05/07/2019) pagi di Aula Dinas Sosial setempat.
Bupati mengatakan bantuan sosial ini bertujuan untuk mendukung WRSE menjadi mandiri. Kemudian WRSE ini dapat menggunakan bantuan tersebut sebagai modal usaha.
KAJEN – Pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2022 secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Prof. DR. Ir. Saratri Wilonoyudho, M.Si., disaksikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimuti beserta para perwakilan Forkopimda dan Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, Selasa (2/7/2019) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
“Pemerintah merancang gerakan one agency, one innovation yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya. Oleh karena itu, Kabupaten Pekalongan mewadahi gerakan tersebut dengan mengadakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik,” ungkap Drs. Amat Rosyidin, S.H, M.Si-Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Pekalongan baru baru ini.
Menurut Rosyidin, kegiatan inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik. Sehingga, Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa lebih maksimal, kreatif dan termotivasi dalam melayani masyarakat dengan baik.
“Inovasi ini dibuat untuk mempercepat pelaksanan pelayanan publik agar lebih efisien dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Sebelumnya telah berlangsung gerakan inovasi di tingkat pusat yang disebut “Sinovik” pada tahun 2014, dan tingkat Provinsi pada tahun 2018, dimana Kabupaten Pekalongan turut serta dalam kompetisi tersebut. Kemudian, di tahun 2019 Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan gerakan inovasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan pemerintah.
Sementara itu Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Drs. Rukman Hidayat AP. menyampaikan bahwa sebelum Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik itu dilaksanakan, diadakan terlebih dahulu sosialisasi dan workshop untuk pemberian informasi mengenai teknis dalam kompetisi.
“Kita terlebih dahulu launching kompetisi, dilanjutkan workshop. Dimana kita ambil coach yang ahli dalam bidangnya. Workshop tersebut dihadiri oleh semua OPD yang akan ikut serta dalam kompetisi itu,” terang Rukman.
Setelah dilaksanakan workshop, tersaring 24 inovan yang proposalnya masuk ke email Penyelenggara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Kemudian proposal yang sudah diterima disesuaikan dengan karakteristik kompetisi tersebut yang berpedoman pada Permenpan No. 5 tahun 2019.
Adapun 3 tahap seleksi yang dilakukan oleh penyelenggara Kompetisi diantaranya adalah administrasi, presentasi dan wawancara, dan survey lapangan.(red)
Publisher : aris
Senin, 8 Juli 2019
Senin, 8 Juli 2019
Minggu, 7 Juli 2019
"Saya berpesan kepada ibu-ibu yang menerima bantuan benar-benar memanfaatkannya untuk mengembangkan kegiatan ekonominya, karena yang paling utama untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang sudah tidak ada kepala keluarga laki-laki yang menanggungnya," kata Bupati.
Menurut Bupati Asip, pemerintah memberikan bantuan tidak berupa uang melainkan barang seperti kompor gas, mixer, sepeda.
"Kita memberikan apa yang diminta oleh penerima manfaat. Misalnya, penerima ingin sepeda untuk berjualan kerupuk pemerintah memberikan. Kemudian, minta kompor gas untuk berjualan makanan kita kasih dan harapannya bisa menambah omzet dagangannya," jelasnya.
"Ada 100 orang penerima manfaat ini dan bantuan ini berupa barang bukan uang tunai. Mereka berasal 9 desa di 7 kecamatan," jelasnya.
Tujuan bantuan tersebut diberikan kepada wanita yang memiliki usaha dasar seperti penjahit, salon, penjual kue atau gorengan, yang dianggap belum mampu untuk mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Penerima manfaat yang termasuk dalam kategori WRSE yakni para perempuan dewasa menikah, belum menikah ataupun janda," imbuhnya.
Adapun ke-100 WRSE penerima bantuan berasal dari Kecamatan Kedungwuni (6 orang), Kecamatan Wiradesa (16 orang), Kecamatan Kajen (14 orang), Kecamatan Buaran (17 orang), Kecamatan Karangdadap (10 orang), Kecamatan Kesesi (20 orang), dan Kecamatan Talun (17 orang).(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 5 Juli 2019
Tradisi ini, sangat baik untuk dijaga dan dilestarikan. Adanya kegiatan ini juga menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan turun-temurun yang dilaksanakan oleh masyarakat Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. didampingi Asisten I Drs. Ali Riza, M.Si menghadiri kegiatan serupa memberikan apresiasinya terhadap kegiatan tradisi legenonan yang dilaksanakan di Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong, Jumat (05/07/2019) malam kemarin.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban apalagi dengan adanya Kampus IAIN Pekalongan di sekitar Desa Sumurjomblangbogo yang dapat meningkatkan perekonomian warga.
“Sekarang ini di dekat Desa Sumurjomblangbogo sudah ada perguruan tinggi IAIN Pekalongan. Yang mana jumlah mahasiswanya ribuan. Kehadiran mereka dapat kita manfaatkan dengan baik sebagai sumber peningkatan perekenomian masyarakat Desa Sumujomblangbogo. Oleh karena itu, saya mohon agar kerukunan, ketertiban dan kenyamanan desa untuk bersama-sama kita jaga,” terang Asip.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan adanya peraturan dari Pemerintah mengenai program pemberdayaan yang dapat memajukan ekonomi desa. “Melalui acara ini kita tingkatkan partisipasi terhadap kebangkitan pembangunan dan keamanan di desa,” ujar Bupati.
Bupati Pekalongan menegaskan juga perihal pesta demokrasi atau Pemilu yang telah usai. Ia meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, tidak berselisih paham dan harus menjadi satu kesatuan lagi tanpa melihat apa pilihan mereka.
“Hidup di Kabupaten Pekalongan itu yang paling penting adalah warganya rukun, tidak boleh bertengkar antar sesama meskipun beda pilihan. Masalah pilihan Pilpres dan Pileg telah usai. Mari kita doakan Presiden dan Anggota Dewan yang terpilih bisa menjalankan amanah dan bisa memimpin bangsa dengan baik,” tegas Bupati Asip.
Terkait pagelaran wayang kulit dalam sedekah bumi atau legenonan malam itu, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si. berharap masyarakat dapat mengambil pesan moral yang terdapat dalam pementasan wayang tersebut.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri tersebut juga membagi-bagikan bantuan kepada masyarakat Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong. Bantuan tersebut antara lain bantuan beasiswa bagi pelajar SD, SMP dan SMA, serta bantuan biaya tambahan hidup bagi beberapa lansia di desa setempat.(red)
Publisher : aris
Jumat, 5 Juli 2019
Selasa, 2 Juli 2019
Baru saja dihebohkan dengan wisata “Bengkelung Park” di Kecamatan Doro yang menjadi tranding warga Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, kini Kabupaten Pekalongan telah menghadirkan destinasi wisata baru lagi “Ciblon Si Gesing”.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si memantau wisata anyar “Ciblon Si Gesing “ di Desa Watu Gajah, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Senin ( 01/07/2019) kemarin siang.
Pemantauan tersebut dilakukan dengan berkeliling menelusuri Muara Bendungan Gembiro dengan menggunakan kapal yang menjadi salah satu transportasi di tempat itu. Luas Muara Bendungan Gembiro kurang lebih 5 hektar yang akan di eksplorasi, dan rencananya luas area wisata akan ditambah.
“Tempat ini sangat luar biasa sekali untuk perikanan darat. Pinggir-pinggirnya juga akan dibuat café-cafe, apalagi saat sunset datang pasti sangat exotis, murah dan memperdayakan.” terang Bupati.
Selanjutnya, Bupati juga akan menambah anggaran untuk pembuatan perahu. Sehingga, dana pembangunan dapat teralokasikan dengan baik. Pemberian dana tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana objek wisata “Ciblon Si Gesing”.
Di daerah wisata, dahulu belum dilakukan budidaya sebagai tempat wisata, namun saat ini sudah dibudidayakan oleh pemuda di bawah pimpinan Kepala Desa. “Airnya tidak kering disaat Jawa Tengah sedang dilanda kekeringan. Silahkan datang ke Pekalongan ciblon sak geleme dewe.” ujar Asip.
Bupati Asip Kholbihi berharap wisata Ciblon Si Gesing bisa menjadi destinasi sarana rekreasi warga Kabupaten Pekalongan dan luar Pekalongan, karena letaknya yang strategis dekat dengan jalur Provinsi.
“Pesan dari Pak Gubernur, seluruh tempat wisata di Kabupaten Pekalongan harus bersih dari sampah. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh pengelola dan pengunjung tempat wisata untuk secara bersama-sama menjaga kebersihannya” ujar Bupati Pekalongan.
Penelusuran Muara Bendungan Gembiro, Bupati ditemani oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Ir. M. Bambang Irianto, M.Si, dan Camat Kesesi Ajid Suryo Pratondo, S.STP.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk pengembangan wisata air di daerah Kabupaten Pekalongan. Kata Bupati, Bendungan Gembiro di Wisata “Ciblon Si Gesing” dulunya dibangun oleh pemerintahan Kolonial Belanda, yang sekarang sedang dibenahi oleh konsultan.
“Wisata ini memang belum diresmikan secara resmi, namun sudah ada banyak pengunjung yang datang. Tiket masuk dalam wisata ini sementara masih gratis, sedangkan untuk manaiki kapal biayanya Rp 10 ribu per orang,” terang Sudarwanto Kepala Desa Watu Gajah. (red)
Publisher : aris
Selasa, 2 Juli 2019
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus yang dilantik. Pelantikan tersebut, kata Bupati, sebagai salah satu ikhtiar kita untuk bersama-sama mengatasi persoalan kependudukan khususnya yang ada di Kabupaten Pekalongan.
“Karena tentu Pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri dan harus melibatkan banyak pihak seperti koalisi ini. Saya yakin koalisi kependudukan dan pembangunan akan mampu mengemban tugas dengan baik sekaligus memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah dalam mengambil langkah-langkah dalam mengurai masalah kependudukan,” ujar Bupati.
Berdasarkan sumber data dari Proyeksi Penduduk Kabupaten Pekalongan, disebutkan bahwa pada tahun 2018, jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan tercatat sebanyak 891.892, sedangkan tahun 2017 adalah 886.197., sehingga ada kenaikan sebesar 5.695 jiwa. Kenaikan ini diikuti dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 0,69 persen.
“Meskipun kondisi ini masih dibawah LPP Provinsi Jawa Tengah (0,71) namun apabila dibandingkan dengan LPP Kabupaten di wilayah Pantura (Brebes 0,41, Tegal 0,30, dan Pemalang 0,30), LPP Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Untuk itu diperlukan upaya dan langkah konkrit menurunkan laju pertumbuhan dan meningkatkan kualitas penduduk,” terang Bupati.
Upaya dan langkah konkrit tersebut, kata Bupati, setidaknya melalui penyerasian kebijakan kependudukan dengan program pembangunan di segala bidang, baik aspek kuantitas, kualitas dan pengarahan mobilitas serta penyebaran penduduk, sesuai dengan daya dukung alam dan daya tampung di setiap wilayah.
Dijelaskan Bupati, program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi tumpuan harapan, karena tidak saja bertujuan mengurangi jumlah kelahiran, namun juga bertujuan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. “Untuk itu, penduduk perlu diarahkan baik itu pertumbuhannya, penyebarannya, kesehatannya, ekonominya, bahkan keluarganya dengan tepat sesuai dengan arah pembangunan itu sendiri,” tandas Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu berharap dengan terbentuknya Koalisi Kependudukan di Kabupaten Pekalongan, maka Pemerintah Daerah akan terbantu dalam mengarahkan kebijakan kependudukan dan KB, mengingat tugas utama Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan adalah memberikan solusi kepada Pemerintah tentang pembangunan kependudukan melalui sumbangan pemikiran terutama dari pemikiran akademis.
Adapun susunan pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2022 adalah DR. H. Muhlisin, M.Ag dari IAIN Pekalongan (Ketua Umum), Aida Rusmariana, MAN dari STIKES Muhammadiyah (Ketua I), M. Nasrullah, M.Pd dari STAIKAP Pekalongan (Ketua II), Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si Staf Ahli Bupati Pekalongan (Ketua III), M. Abdillah Abadi, SH.,M.Pop,HR Sekretaris Dinas PMD P3A dan PPKB (Sekretaris) dan Sri Gunawati, SE. Kasie P4 Dinas PMD P3A dan PPK sebagai Bendahara.
Selanjutnya, Komisi I Bidang Kependudukan dan KB, sebagai Ketua yaitu Cicih Eko Atmawati, S.TP (Kabid PPKB Dinas PMD P3A dan PPKB), Komisi II Bidang Ketenagakerjaan dan Pemberdayaan diketuai oleh Ahmad Khambali, SE dari Politeknik Muhammadiyah Pekajangan, Komisi III Bidang Pelembagaan dan Peraturan diketuai oleh Muh. Arifin, SH.,MH (Kabag Hukum Setda Kabupaten Pekalongan), Komisi IV Bidang Statistik Kependudukan diketuai oleh Ir. Nuringtijas Priharjani, MM (Kasie Statistik Sosial BPS Kabupaten Pekalongan), Komisi V Bidang Kemiskinan, Gizi dan Kualitas SDM diketuai oleh Nuniek Nizmah Fajriyah, SKP.,M.Kep.Sp.KMB (Stikes Pekajangan), dan Komisi VI Bidang Humas dan Kemitraan diketuai oleh Muh. Irkham, M.Pd.I (Kementerian Agama). (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 2 Juli 2019