KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si terus mendorong adanya pembangunan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Pasalnya selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan adanya perguruan tinggi dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan.
“Kami terus mendorong berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan, dengan tujuan meingkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan dan Indonesia dan IPM,” katanya saat menghadiri peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan, di Kampus II IAIN Pekalongan yang terletak di Desa Rowolaku Kecamatan Kajen, Kamis (14/2/2019).
Bupati menerangkan APK perguruan tinggi di Indonesia mencapai 33 persen, sedangkan di Kabupaten Pekalongan masih jauh dibawah di kisaran 20 persen. “Guna meningkatkan APK perguruan tinggi kami sudah bekerja sama dengan IAIN Pekalongan dan memberikan hibah tanah seluas 4,8 hektar. Kemudian untuk Universitas Diponegoro (Undip) juga sudah kami siapkan tanah seluas 40 hektar,” ujarnya.
Selain dua perguruan tinggi tersebut, Bupati Asip juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) agar segera membuka kampus di Kabupaten Pekalongan. “Kami ingin kerja cepat dalam waktu 2,5 tahun ke depan, kami targetkan perguruan tinggi bisa menjamur di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Pihaknya menuturkan adanya perguruan tinggi juga menjadi katup perekonomian baru di Kabupaten Pekalongan. “Data dari BPS pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan yang semula 4,6 persen tumbuh menjadi 5,16, dan kini 5,32 persen di atas pertumbuhan perekonomian Provinsi Jateng dan nasional,” tuturnya.
Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Pekalongan, dipaparkannya membuat angka kemiskinan mengalami penurunan secara signifikan. “Pada Juni 2016 angka kemiskinan mencapai 12,90 persen sekarang 10,6 persen di bawah angka Kemiskinan Provinsi Jateng, sedangkan angka pengangguran terbuka kini mencapai 4,32 persen jauh dibawah Provinsi Jateng yang berkisar 5,6 persen,” ujar Asip.
Dua indikator makro ekonomi yaitu pertumbuhan perekonomian dan penurunan angka kemiskinan tersebut ditambahkan Asip bisa diukur kenaikannya secara signifikan. “Hal tersebut menjadi bukti kerja nyata Pemkab Pekalongan mewujudkan pemerintahan adil makmur serta mencerdaskan masyarakat dengan adanya perguruan tinggi,” tambahnya.
Peresmian Gedung SBSN Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan, dihadiri oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI Prof. DR. Arskal Salim, BA., Direktur Perguruan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Kementerian PPN/ BAPPENAS – Amich Al-Humami, MA.,M.Ed, Ph.D., Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI.
Selanjutnya, tampak pula Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan Kajari Kajen, Ketua Pengadilan Agama Kajen, perwakilan Walikota Pekalongan, para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan terkait, para Direktur IAIN Kabupaten/Kota tetangga dan tamu undangan lainnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Rabu, 13 Februari 2019
KAJEN - Pemkab Pekalongan siapkan infrastruktur sambungan pipa air untuk pengoprasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yang ada di Desa Krompeng, Kecamatan Talun.
Hal itu dikarenakan SPAM PDAM Kabupaten Pekalongan, PDAM kabupaten Batang dan PDAM Kota Pekalongan (Petanglong) di Desa Krompeng akan dioperasikan April mendatang.
KAJEN - Pekan Olahraga Daerah (Popda) Pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pekalongan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, di Stadion Widya Manggala Kirda Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/1/2019) pagi.
Acara ini diawali dengan penampinan memukau grup drumband dari SMP Islam Walisongo, Kedungwuni dan diikuti oleh barisan defile dari 19 perwakilan kontingen kecamatan serta barisan para wasit dan yuri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST.,MT., mengatakan, sambungan pipa untuk menyuplai air ke wilayah Kabupaten Pekalongan sudah siap digunakan.
“Guna mencukupi kebutuhan air, SPAM Petanglong memberikan suplai air bersih untuk Kabupaten Pekalongan mencapai 50 liter perdetik,” jelasnya, Rabu (13/2/2019).
Walaupun Kabupaten Pekalongan berada di dataran tinggi, dikatakan Wahyu beberapa daerah mengalami kesulitan air saat musim kemarau. “Dengan adanya SPAM Petanglong kami berharap bisa menambah pasokan air untuk masyarakat di Kabupaten Pekalongan,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Satker Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Provinsi Jateng Sihombing Aryananda menerangkan, SPAM Petanglong dibuat untuk menyuplai tiga daerah yaitu Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan.
“Karena wilayah Pekalongan membutuhkan air bersih, kami bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan menginisiasi adanya SPAM Petanglong,” ucap dia.
Dipaparkannya terkait distribusi air akan disesuaikan dengan MoU yang sudah dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jateng dan daerah. “Bulan April mendatang SPAM Petanglong mulai beroprasi. Semoga saja bisa mengaliri Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan secara baik,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 13 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Selasa, 12 Februari 2019
Senin, 11 Februari 2019
Senin, 11 Februari 2019
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, setiap tahun festival durian Lolong semakin diminati pengunjung sehingga di lokasi kegiatan semakin ramai dan macet.
“Kita masih melakukan kajian tentang lokasi durian ke depan mengingat jumlah pengunjung semakin bertambah, bisa nanti di geser ke Lapangan Limbangan atau di sekitar Kecamatan Karanganyar, namun kita juga pertimbangkan nilai historis,” ucapnya, Sabtu (9/2/2019).
Ditambahkan Bambang, Festival Durian Lolong merupakan ajang untuk mempromosikan wisata Lolong kepada masyarakat umum. “Selain juga sebagai sarana untuk memudahkan petani durian dalam memasarkan hasil pertaniannya, utamanya saat musim durian yang melimpah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan produksi buah durian di Kabupaten Pekalongan sangat melimpah, terbukti dalam sekali musim dapat menghasilkan buah sebanyak 145 ribu kuintal.
Menurutnya dengan produksi sebanyak itu mampu memberikan pemasukan bagi warga hingga puluhan milyar. “Festival durian ini sebagai salah satu sarana mengangkat dan melestarikan durian lokal yang ada disini,” terangnya.
Ke depan, jelas Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melakukan sertifikasi terhadap varietas durian lokal unggul agar mempunyai klasifikasi khusus dan akan dikembangkan. “Sertifikasi itu untuk meningkatkan nilai durian lokal dan akan menjadi ciri khas buah durian lokal asli,” tuturnya.
Pihaknya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk mendata bibit durian lokal unggul, kemudian akan dikontestasikan agar secara kualitas dan kuantitas dapat terus meningkat. “Kita ada durian lokal diantaranya durian Boyo, Lolong, Doro, Lemahabang, Lebakbarang dan lain sebagainya,” jelasnya.
Terkait dengan serbuan durian import, Bupati Asip menegaskan tidak khawatir, dikarenakan durian lokal mempunyai rasa yang berbeda dan memiliki kekhasan. “Durian lokal diminati oleh masyarakat baik lokal maupun dari daerah lain, saya optimis durian kita dapat bersaing,” ungkapnya.
Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Hj. Munafah, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen.
Tampak pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sabtu, 9 Februari 2019
Sabtu, 9 Februari 2019
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Ir. M. Bambang Irianto, M.Si dalam laporannya menyampaikan, dalam POPDA tahun ini, ada 14 cabang olahraga tingkat SD/MI yang akan diperlombakan, sedangkan untuk tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA masing-maisng ada 15 cabang olahraga yang diperlombakan.
Lebih lanjut Bambang Irianto, menuturkan perlombaan akan dimulai terhitung sejak 31 Januari – 7 Februari 2019 mendatang. Dengan memiliki tujuan sebagai wadah kompetisi para atlet pelajar guna mengukur prestasi pencapaian para atlet se Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan POPDA Pelajar selain untuk menumbuhkan kegemaran berolahraga, juga untuk menjaring para atlet yang potensial dan dapat mengharumkan nama baik kabupaten Pekalongan di tingkat regional, nasional maupun internasional.
“Saya sungguh menaruh perhatian dan sekaligus harapan besar kepada saudara semua untuk bisa bertanding secara sportif, membawa nama harum sekolahnya dengan mencetak prestasi yang gemilang,” ujarnya.
Para atlet, lanjut Arini, diharapkan berjuang dengan tekad sebuah kemenangan yang didasari sportivitas, karena itu adalah harga diri kita dalam kompetisi olahraga. Dan kepada para wasit dan official, Wakil Bupati berharap bisa menjaga sportivitas guna menciptakan persahabatan dan suasana yang kondusif.
Pembukaan POPDA Pelajar dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta unsur Forkompinda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, para perwakilan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Kamis, 31 Januari 2019